Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATERI MENYEBUTKAN TOKOH DALAM DONGENG MELALUI MODEL ACTIVE LEARNING PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 084089 SIBOLGA Oleh: Srimaharani Tanjung1*. Nurbaiti2. Yanti Novita Nasution3 2, 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: nanitanjung34@gmail. Received: 27 September 2022 Article history: Revised: 01 Oktober 2022 Accepted: 04 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan minat belajar siswa pada materi menyebutkan tokoh dalam dongeng di kelas I SD Negeri 084089 Sibolga melalui model Active Learning. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data data yang digunakan adalah observasi menggunakan angket dan tes. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 084089 Sibolga yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah Peningkatan Minat Belajar Materi Menyebutkan Tokoh Dalam Dongeng Melalui Model Active Learning Pada Siswa Kelas I SD Negeri 084089 Sibolga. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I hasil belajar siswa yang mencapai KKM sebanyak 7 orang dengan persentase . %) sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 13 orang dengan persentase . %). Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dimana siswa yang mencapai KKM sebanyak 15 orang dengan persentase . %) sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 5 orang dengan persentase . %). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Active Learning dalam Peningkatan Minat Belajar Materi Menyebutkan Tokoh Dalam Dongeng Melalui Model Active Learning Pada Siswa Kelas I SD Negeri 084089 Sibolga dinyatakan berhasil dalam meningkatkan minat belajar siswa. Kata kunci : Peningkatan Minat Belajar. Model Active Learning PENDAHULUAN Bahasa adalah simbol verbal yang sangat penting dalam menyampaikan suatu pesan. Menurut Permendiknas No. 22 tahun 2006 dalam Depdiknas . , bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua mata pelajaran. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, budaya orang lain, mengemukakan gagasan, perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Pendidikan sekolah dasar merupakan pendidikan dasar yang memegang peran penting sebagai Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pembentuk kepribadian anak dan pola pikir anak. Di jenjang pendidikan sekolah dasar anak diajarkan berbagai ilmu sebagai pondasi anak untuk menjalani pendidikan dijenjang selanjutnya. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting diajarkan di tingkat sekolah dasar baik secara lisan maupun tertulis bahasa mempunyai kedudukan yang sama pentingnya. Tujuan Bahasa Indonesia pada tingkat dasar adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai dengan situasi penggunaanya. Keterampilan berbahasa pada dasarnya terdiri atas empat keterampilan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Belajar bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah belajar tentang kata, kalimat, dan cara berbahasa dalam kehidupan sehari- hari. Dengan belajar bahasa Indonesia, diharapkan siswa dapat memahami bagaimana cara menggunakan kata, kalimat, dan bahasa dalam berbicara maupun menulis. Menurut Permendiknas No. 22 tahun 2006 dalam Depdiknas . , menjelaskan bahwa Standar Kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Sedangkan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sejumlah komponen yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dimana didalamnya tercangkup indikator kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Minat merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikannya lebih lanjut. Minat belajar dapat diperoleh melalui belajar, karena dengan belajar siswa yang semula tidak menyenangi suatu pelajaran tertentu, lama-kelamaan akan mulai menarik perhatiannya sehingga mau untuk belajar. Minat belajar dapat ditingkatkan dengan memancing siswa untuk terlibat aktif dalam belajar mengajar. Sehingga guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Proses belajar pembelajaran akan tercapai jika motivasi belajar siswa tinggi dalam mengikuti pelajaran, jika guru mampu menyampaikan metode dengan materi yang akan dipelajari, maka hal ini akan membuat siswa termotivasi, jika siswa sudah termotivasi maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti pada hari Rabu, 26 Januari 2022 pada kelas IA SD Negeri 084089 Sibolga pada kenyataanya minat belajar peserta didik masih rendah terhadap pembelajaran, karena yang peneliti amati dalam pembelajaran guru masih menggunakan model atau metode ceramah dan tanya jawab dalam proses pembelajaran. siswa kurang aktif dalam memberi dan menjawab pertanyaan, karena guru kurang melibatkan siswa secara keseluruhan dalam proses pembelajaran dan hanya bersifat pasif. siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas karena guru mengajar tanpa menggunakan media pembelajaran. guru masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang bevariasi. Metode ini cenderung monoton sehingga kurangnya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran maka peserta didik akan merasa bosan. Dan peneliti juga memperhatikan aktivitas siswa hanya duduk, mendengar, mencatat, dan ada sama sekali peserta didik yang belum memiliki minat untuk belajar, adapun guru yang melakukan tanya jawab, yang menjawab pertanyaan dari guru hanya sebagian siswa yang dapat menjawab pertanyaan dan bertanya kepada guru. Bagi siswa yang berani melakukan tanya jawab, dari siswa dikelas IB tersebut hanya beberapa orang yang melakukan tanya jawab dan yang lain hanya mendegarkan saja. Hal ini tentunya berdampak pada hasil belajar siswa yang masih tergolong rendah, penulis juga memperoleh data hasil belajar yaitu 65, dimana nilai tersebut belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75. Berdasarkan uraian di atas, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, maka penulis berdiskusi dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menggunakan model Active Learning, pembelajaran yang memungkinkan dan melibatkan siswa berperan aktif dalam proses Metode Active Learning, merupakan salah satu cara guru mengajar dengan tujuan agar siswa mampu belajar secara aktif, kreatif dan menyenangkan. Kata active diadopsi dari bahasa inggris dengan kata sifat yang aktif, gesit, giat, bersemangat dan learning berasal dari kata learn yang berarti mempelajari. Dari kedua kata tersebut, yaitu active dan learning dapat diartikan dengan mempelajari sesuatu dengan active atau bersemangat dalam hal belajar. Konsep active learning atau cara belajar siswa aktif, dapat diartikan sebagai anutan pembelajaran yang mengarah pada pengoptimalisasian pelibatan intelektual dan emosional siswa dalam proses Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pembelajaran, diarahkan untuk membelajarkan siswa bagaimana belajar memperoleh dan memproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Menurut Ahmad Tafsir dalam (Sinar, 2018: . Active Learning dapat disebut sebagai cara belajar siswa aktif merupakan cara belajar mengajar yang mengoptimalkan keaktifan siswa. Jadi, pembelajaran aktif (Active Learnin. adalah sesuatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar mampu belajar dengan menggunakan berbagai cara/ strategi secara aktif. Pembelajaran aktif (Active Learnin. dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (Active Learnin. juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/ anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam (Sinar, 2018:. menyatakan bahwa aktif berarti giat . ekerja atau berusah. sedangkan keaktifan adalah hal atau keadaan dimana siswa dapat aktif. Keaktifan siswa dalam hal ini dapat dilihat dari kesungguhan mereka mengikuti pelajaran. Siswa yang kurang aktif akan ditunjukkan seperti kurang adanya gairah belajar, malas, dan cenderung ngantuk. Selanjutnya menurut Machmudah . Active Learning merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran baik dalam bentuk interaksi sesama siswa maupun siswa dengan pengajar pada proses pembelajaran aktif tersebut. Menurut Silberman . Active Learning adalah kegiatan belajar yang lebih mengajak peserta didik untuk terlibat secara langsung melalui pengalaman nyata daripada konsep atau sekedar teori. Disebut belajar aktif apabila pelajar senang untuk mencari sesuatu yang dapat ditunjukkan dengan menjawab pertanyaan, memerlukan informasi untuk menyelesaikan masalah, atau menyelidiki cara untuk melakukan Dari pendapat di atas peneliti menyimpulkan jadi pembelajaran aktif (Active Learnin. adalah suatu model pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif, siswa diajak menyelesaikan masalah dengan menggunakan pengetahuan yang mereka miliki dan menerapkannya. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian tindakan kelas melalui model Active Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa materi menyebutkan tokoh dalam dongeng. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 084089 Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Adapun alasan penelitian memilih lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di sekolah tersebut ditemukannya minat belajar siswa yang rendah. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli di kelas I SD Negeri 084089 Sibolga. Berdasarkan judul penelitian, maka yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 084089 Sibolga yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Berdasarkan judul penelitian, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah peningkatan minat belajar materi menyebutkan tokoh dalam dongeng melalui model Active Learning pada siswa kelas I SD Negeri 084089 Sibolga. Jenis Penelitan ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untk memecahkan masalah-masalah dan mencobakan hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. PTK merupakan kegiatan penelitian yang dapat dilakukan secara individu maupun kolabratif. Menurut Kemmis dalam Sanjaya . , penelitian tindakan adalah AuSuatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk mengingatkan penalaran praktik sosial merekaAy. Adapun menurut Hasley dalam Sanjaya . ) penelitian tindakan adalah AuIntervensi dalam dunia nyata serta pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan dari intervensi tersebutAy. Pendapat lain tentang penelitian tindakan dikemukakan oleh Burns dalam Sanjaya . , yang menyatakan bahwa Aupenelitian tindakan adalah penerapan berbagai fakta yang ditemukan untuk memecahkan masalah dalam situasi sosial untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan dengan melibatkan kolaborasi dan kerja sama para peneliti dan praktisiAy. Menurut Elliot dalam (Sanjaya, 2009 : . , penelitian tindakan adalah AuKajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. meningkatkan kualitas tindakan melalui proses diagnosis, pelaksanaan, perencanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh yang ditimbulkannyaAy. Dari beberapa definisi di atas, maka ciri utama dari penelitian tindakan adalah adanya intervensi atau perlakuan tertentu untuk perbaikan kinerja dalam dunia nyata. Elliot dalam (Sanjaya, 2009:. The fundamental aim of action research is improve practice rather than to produce Menurut Arikunto dkk . secara garis besar terdapat empat tahapan langkah yang dilalui yaitu . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Lembar tes. Tes adalah instrumen pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif . atau penguasaan materi Pemberian tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dalam memahami materi menyebutkan tokoh dalam dongeng pada kelas 1 SD N 084089 Sibolga. Alat tes berupa soal-soal yang dibuat guru berdasarkan materi pembelajaran yang telah diajarkan. Tes yang akan digunakan sebagai umpan balik untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran Active Learning terhadap prestasi belajar bagi siswa kelas I SD Negeri 084089 Sibolga. Adapun bentuk soal yang digunakan pada Siklus I berbentuk soal pilihan ganda 5 butir, kemudian bentuk soal pada Siklus II berbentuk soal pilihan ganda 5 butir. Menurut Sugiyono . angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Pemberian angket digunakan untuk mengukur minat belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Angket digunakan untuk mengukur minat dalam aktivitas pembelajaran yang dilakukan seorang peneliti pada saat belajar mengajar berlangsung. Adapun angket dalam penelitian ini berjumlah 10 butir pernyataan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dipaparkan oleh peneliti maka dapat di lihat bahwa ada dua siklus yang dilaksanakan selama penelitian ini dilakukan. Waktu pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari Senin 25 Juli 2022 sedangkan pelaksanaan siklus II dilakukan pada hari JumAoat 29 Juli 2022. Dalam pelaksanaan ini peneliti menggunakan model pembelajaran Active Learning yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitin yang telah dilakukan diketahui hasil tes yang dilakukan pada siklu I diperoleh nilai rata-rata keseluruhan tes sebesar 61% dimana dari 20 orang siswa terdapat sebanyak 13 siswa yang tidak tuntas dan sebanyak 7 siswa yang tuntas. Dari pencapaian tersebut menunjukkan bahwa preentase ketuntasan hasil belajar siswa hanya sebesar 35%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa kelas IA SD Negeri 084089 Sibolga masih rendah. Selanjutnya, hasil pengamatan terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran pada siklus I masih tergolong baik. Dimana hasil angket pembelajaran memperoleh nilai rata- rata sebesar 57,53% yakni kategori AuBaikAy. Pencapaian hasil angekt minat ini memiliki arti kegiatan pembelajaran di siklus I ini masih kurang maksimal, maka peneliti melakukan beberapa perbaikan yang direncanakan dalam pembelajaran siklus II seperti siswa lebih diarahkan untuk aktif dan terlibat dalam pembelajaran. Setelah melakukan pembelajaran pada siklus II diperoleh nilai rata-rata hasil angket minat belajar siswa dalam pembelajaran sebesar 62,375% yakni berada pada kategori AuBaikAy. Pencapaian ini mnunjukkan minat belajar siswa dalam pembelajaran telah meningkat dari pembelajaran siklus I dimana terlihat siswa lebih aktif terutama dalam berdiskusi . , memberikan pendapat dan menjawab pertanyaan dari guru sehingga dalam pembelajaran interaksi antar siswa terlihat sangat baik dan juga antar Selanjutnya hasil tes siklus II diketahui nilai rata-rata sebesar 76% dimana jumlah siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa atau sekitar 70%. Berdasarkan persentase tersebut dapat disimplkan bahwa dalam penelitian siklus I dan siklus II terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil tes belajar dan hasil angket minat belajar siswa. Adapun siswa yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa atau sebesar 30%. Pencapaian ini menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dari siklus I sampai ke siklus II. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel Rekapitulasi Hasil Tes Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Kategori Jumlah Jumlah Nilai Siswa Siswa RataTuntas Tidak Tuntas Siklus I Siklus II Berdasarkan tabel diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa selama proses pembelajaran dengan melakukan penerapan model Active Learning minat belajar siswa meningkat. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan nilai hasil belajar siswa dengan rata-rata dari 61 pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan nilai rata-rata 77. Terbukti persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 25% lalu meningkat pada siklus II menjadi 75%. Tabel Rekapitulasi Hasil Angket Minat Belajar Siklus I dan Siklus II Kategori Baik Ratarata Siklus 57,35 Ratarata Siklus 62,375 Berdasarkan tabel diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa selama proses pembelajaran dengan melakukan penerapan model pembelajaran Active Learning minat belajar siswa menigkat. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan nilai hasil angket dengan nilai rata Ae rata dari 57,35 pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan nilai rata Ae rata 62,375. Terbukti persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 25% lalu meningkat pada siklus II menjadi 10%. Sehingga dari berbagai uraian sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerpan model Active Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam materi AuMenyebutkan Tokoh Dalam DongengAy KESIMPULAN Penerapan model Active Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi menyebutkan tohoh dalam dongeng dikelas IA SD Negeri 084089 Sibolga. Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari tes hasil belajar siswa dimana terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 61 pada siklus I sebesar 35%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 75% dengan nilai rata-rata 77. Penerapan model Active Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa dikelas IA SD Negeri 084089 Sibolga. Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket minat belajar siswa dimana hasil persentase dari angket minat belajar adalah sebesar 70% dengan nilai rata-rata 57,53 pada siklus I, selanjutnya pada siklus II meningkat menjadi 90% dengan nilai rata-rata 62,375. DAFTAR PUSTAKA