Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 EDUKASI KEPATUHAN PASIEN TB MELALUI APLIKASI TOBAT (TEKUN MINUM OBAT) Fahrunnisa1*. Marleng Ratissa2. Masdarany Lestaluhu3. Yenny Puspitasari4 Nama Lengkap Penulis1*. Penulis2. Penulis3, dan seterusnya Program Pasca Sarjana. Program Studi Magister Keperawatan. IIK Strada Indonesia e-mail: nisafahrun99@gmail. com1leniratissa@yahoo. com2masdaranylestaluhu@gmail. yenny_puspita80@yahoo. * Penulis Korespondensi: E-mail: nisafahrun99@gmail. Abstract Medical-surgical nursing residency practice is part of the educational process that focuses on developing clinical skills, especially in the respiratory system. Tuberculosis is a disease caused by mycobacterium tuberculosis bacteria that is transmitted through the air where coughing and sneezing are sources of transmission that release tuberculosis bacilli that float in the air in aerosols or small granules (Saktiawati and Sumardi, 2. In 2021. TB is the second deadliest infectious disease in the world after Covid-19 and is ranked thirteenth as the leading cause of death worldwide (WHO, 2. The role of nurses that must be carried out is as nursing care providers, researchers, advocates, educators, and innovators. The role carried out as a nursing care provider is to manage 30 patients with TB (Tuberculosi. respiratory system disorders using the Virginia Henderson Theory approach. The nursing problem that often arises is the ineffectiveness of airway clearance in addition to having a role as an innovator and educator, namely motivating to improve compliance with taking medication and providing education using the TOBAT application . iligently taking medicin. Measurement of adherence to taking medication is carried out using the MMS-8 questionnaire (Modified Morisky Adherence Scale-8 via google form with the results before using the TOBAT application . iligently taking medicatio. , there are no high adherence scores, 7 moderate adherence and 23 low adherence, then given education related to the TOBAT application . iligently taking medicatio. and a post test is obtained with a high adherence score of 24 people and moderate adherence of 6 people so it can be concluded that patients have increased adherence to taking medication with the TOBAT application . iligently taking medicatio. and it is hoped that all TB patients will adhere to taking medication. Keywords: Respiratory System. Tuberculosis. Virginia Henderson Theory. Medication Adherence. TOBAT Application Abstrak Praktik residensi keperawatan medikal bedah adalah bagian dari proses pendidikan yang berfokus pada pengembangan kemampuan klinik, khususnya pada sistem respirasi. Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara dimana batuk dan bersin merupakan sumber penularan yang mengeluarkan basil tuberkulosis melalui udara dalam aerosol atau butiran kecil (Saktiawati dan Sumardi, 2. Pada tahun 2021 TB dapat dikategorikan sebagai penyakit paling menular dan mematikan dengan urutan kedua di dunia setelah Virus covid 19 berada pada urutan ke 13 sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia (WHO, 2. Peran perawat yang harus dilakukan yaitu sebagai pemberi asuhan keperawatan, peneliti, advokat, edukator, dan inovator. Peran yang dilakukan sebagai pemberi asuhan keperawatan yaitu dengan mengelola 30 pasien gangguan sistem respirasi TB (Tuberkulosi. menggunakan pendekatan Teori Virginia Henderson. Masalah keperawatan yang sering muncul yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas selain itu memiliki peran sebagai inovator dan edukator yaitu melakukan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan memberikan edukasi dengan menggunakan aplikasi TOBAT . ekun minum oba. Pengukuran Kepatuhan minum obat dilakukan menggunakan kuesioner MMS-8 (Modified Morisky Adherence Scale-. melalui google form Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 dengan hasil sebelum menggunakan aplikasi TOBAT . ekun minum oba. skor kepatuhan tinggi tidak ada, kepatuhan sedang 7 orang dan kepatuhan rendah sebanyak 23 orang, kemudian diberikan edukasi terkait aplikasi TOBAT . ekun minum oba. dan dilakukan post test didapatkan hasil dengan skor keptuhan tinggi sebanyak 24 orang dan kepatuhan sedang 6 orang sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami peningkatan kepatuhan minum obat dengan adanya aplikasi TOBAT . ekun minum oba. dan diharapakan semua pasien TB patuh minum obat. Kata kunci: Sistem Respirasi. Tuberkulosis,Teori Virginia Henderson. Patuh Minum Obat. Aplikasi TOBAT. PENDAHULUAN Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara dimana batuk dan bersin merupakan sumber penularan yang mengeluarkan basil tuberculosis melalui udara dalam aerosol atau butiran kecil (Saktiawati dan Sumardi, 2. Pada tahun 2021 juga menjadikan TB sebagai penyakit menular paling mematikan pada urutan kedua di dunia setelah Virus covid 19 dan berada pada urutan ke 13 sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia (WHO, 2. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TB tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus. TB dapat diderita oleh siapa saja, dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TB lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Kematian akibat TB secara keseluruhan juga terbilang sangat tinggi, setidaknya 1,6 juta orang mati akibat TB, angka ini naik dari tahun sebelumnya yakni sekitar 1,3 juta orang. Terdapat pula sebesar 187. 000 orang yang mati akibat TB (WHO, 2. Indonesia sendiri berada pada posisi kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh China. Filipina. Pakistan. Nigeria. Bangladesh dan Republik Demokratik Kongo secara berutan. Pada tahun 2020. Indonesia berada pada posisi ketiga dengan beban jumlah kasus terbanyak, sehingga tahun 2021 Kasus TB di Indonesia 385. 295 dan tahun 2022 sebanyak 824 ribu kasus (Kemenkes RI, 2. Untuk kota Ambon angka kasus TB meningkat dua tahun terakhir yakni tahun 2020 sebanyak 735 kasus dan tahun 2021 936 kasus bahkan hingga bulan agustus 2022 sebanyak 736 kasus (Dinkes 2. Data TB paru selama tiga tahun terakhir di Rumah Sakit Tingkat II Prof. Latumeten tahun 2020 terdapat 8 pasien, tahun 2021 35 pasien dan tahun 2022 sebanyak 45 pasien . ata pasien TB Rumkit latumeten, 2. Harmer dan Henderson . 5, dalam Potter, 2005 : . mengemukakan teori keperawatan Virginia Henderson mencakup seluruh kebutuhan dasar seorang manusia. Menurut (Potter, 2. mendefinisikan keperawatan sebagai membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya, dimana individu tersebut akan mampu mengerjakanya tanpa bantuan Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 bila ia memiliki kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. Henderson dalam teorinya mengategorikan 14 kebutuhan dasar semua orang dan mengikutsertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini: fisiologis, psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan, bersama perawat dan klien bekerjasama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan mencampai tujuannya yaitu bekerja secara bebas dengan pekerja pelayan kesehatan lainnya (Alligood, 2. Rumah sakit Tingkat II Prof. latumeten merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang melayani pasien TB, dari hasil pengkajian dan wawancara kepada kepala ruangan disebutkan bahwa terdapat pasien diagnosa medis TB. Berdasarkan uraian diatas, dalam analisis praktek residensi ini penulis memaparkan analisis dari kegiatan paktik residensi yang dilakukan dalam menjalankan peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, sebagai advokat, pendidik, dan inovator dengan pelaksanaan proyek inovasi, dan sebagai peneliti dalam pelaksanaan. METODE PELAKSANAAN Kasus pengelolaan yang dilakukan berupa kasus resume yang dilaporkan secara lengkap yaitu sistem pernafasan tuberkulosis (TB) dengan melakukan pendekatan teori Virginia Henderson . yang mendefiniskan keperawatan dengan pemenuhan 14 kebutuhan dasar manusia, dimana perawat memiliki peran dan fungsi yaitu untuk membantu pasien baik yang sakit maupun yang sehat dalam melaksanakan aktivitasnya untuk kesehatan pasien, penyembuhan, maupun meninggal dalam keadaan tenang, yang mana individu tersebut dapat mengerjakanya tanpa bantuan jika memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan. Hal tersebut dilakukan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandirianya secepat mungkin (Alligod, 2. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Rumah Sakit Tk. II Prof. Latumeten Ambon yang di hadiri oleh masyarakat sebanyak 40 orang, kemudian dilakukan sosialisasi secara individu terhadap pasien TB pria dan wanita, instrumen yang digunakan dalam Morisky et al, mengembangkan MMAS untuk mengetahui kepatuhan pasien berupa kuesioner. Kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scal. berisi pertanyaan Morisky et al, mempublikasikan versi terbaru pada tahun 2008. MMAS-8 dengan reliabilitas yang lebih tinggi yaitu 0,83 serta sensitivitas dan spesifitas yang lebih tinggi. Morisky secara khusus membuat skala untuk mengukur kepatuhan dalam mengkonsumsi obat yang dinamakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS), dengan 8 item pertanyaan (Morisky & Muntner, . Terdapat 7 pertanyaan dengan respon AyYaAy atau AuTidakAy, dimana AuYaAy memiliki skor 0 dan AuTidakAy memiliki skor 1 kecuali pertanyaan nomor 5 jawaban AuYaAy Total skor MMAS-8 dapat berkisar dari 0-8 dan dapat dikategorikan kedalam tiga tingkat kepatuhan: kepatuhan tinggi . kor = . , kepatuhan sedang . kor = 6 - <. , dan kepatuhan rendah . kor = Tet al, 2. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 P R E- T ES T K E P AT U H A N M IN U M O BA T SEDANG RENDAH TINGGI KEPATUHAN MINUM OBAT TINGGI SEDANG RENDAH Gambar 1 Hasil pre-test kepatuhan minum obat Dari hasil pre-test didapatkan tingkat kepatuhan minum obat pasien dengan skor kepatuhan tinggi 0%. kepatuhan sedang 7% dan kepatuhan rendah sebanyak 23%. PO ST-TEST K E PA T UHA N M I NU M OB A T SEDANG RENDAH TINGGI KEPATUHAN MINUM OBAT TINGGI SEDANG RENDAH Gambar 2 Hasil post-test kepatuhan minum obat Dari hasil post-test didapatkan tingkat kepatuhan minum obat pasien dengan skor kepatuhan tinggi 24%. kepatuhan sedang 6% dan kepatuhan rendah sebanyak 0%. Sehingga setelah dilakukan edukasi kepatuhan pasien TB melalui aplikasi TOBAT . ekun minum oba. kepada masyarakat, pasien dan keluarga didapatkan hasil dari pengukuran tersebut dengan menggunakan kuesioner MMS-8 (Modified Morisky Adherence Scale-. melalui google form dengan hasil sebelum menggunakan aplikasi TOBAT . ekun minum oba. skor kepatuhan tinggi tidak ada, kepatuhan sedang 7 orang dan kepatuhan rendah sebanyak 23 orang, kemudian diberikan edukasi terkait aplikasi TOBAT . ekun minum oba. dan dilakukan post-test didapatkan hasil dengan skor keptuhan tinggi sebanyak 24 orang dan kepatuhan sedang 6 orang sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami peningkatan kepatuhan minum obat dengan adanya aplikasi TOBAT . ekun minum oba. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 Gambar 3. Aplikasi TOBAT . ekun minum oba. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait kepatuhan dalam minum obat. Instrumen yang digunakan adalah Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-. , dengan 8 item pertanyaan. Dari hasil pre-post didapatkan hasil setelah dilakukan edukasi kepatuhan pasien TB melalui aplikasi TOBAT . ekun minum oba. kepada masyarakat, pasien dan keluarga didaptakan hasil dari pengukuran tersebut dengan menggunakan kuesioner MMS-8 (Modified Morisky Adherence Scale-. melalui google form dengan hasil sebelum menggunakan aplikasi TOBAT . ekun minum oba. skor kepatuhan tinggi tidak ada, kepatuhan sedang 7 orang . %) dan kepatuhan rendah sebanyak 23 orang . %), kemudian diberikan edukasi terkait aplikasi TOBAT . ekun minum oba. dan dilakukan post-test didapatkan hasil dengan skor kepatuhan tinggi sebanyak 24 orang . %) dan kepatuhan sedang 6 orang . %) sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami peningkatan kepatuhan minum obat dengan adanya aplikasi TOBAT . ekun minum oba. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan pihak rumah sakit. Kegiatan yang dilakukan secara umum tidak menghadapi kendala yang berarti sehingga terlaksana dengan lancar dan memberikan dampak positif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap pre-test, pemberian edukasi kepatuhan obat melalui apliasi TOBAT . ekun minum oba. dan post-test, dari hasil evaluasi pre-post yang dilakukan terdapat perubahan peningkatan kepatuhan minum obat pasien yang awalnya tingkat kepatuhan rendah sebanyak 23 % sedang 7 % meningkat menjadi tingkat kepatuhan tinggi 24 % dan kepatuhan sedang 6 %. Saran kepada pihak manajemen untuk lebih memperhatikan fasilitas yang ada di rumah sakit sehingga tidak menambah atau memperparah pasien yang sedang dirawat. Kepada pasien diharapkan setelah dilakukan edukasi dapat menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat serta patuh minum OAT sehingga tidak terjadi putus obat dan sembuh dari TB. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kepala rumah sakit dan seluruh staf yang telah memberi dukungan terhadap pengabdian ini. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 45 - 50 DAFTAR PUSTAKA