Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI SMA NEGERI 18 PALEMBANG Aras Tulip, 2Indah Mawarni, 3Zein Ghozali, 4Arubina Bangsawan. Amalia Mustikatamara arastulip@unisti. id, indahmawarni@unisti. zein_ghozali@unisti. id, arubina@mcgcenter. 1,2,3,4 D o s e n T e t a p Universitas S j a k h y a k i r t i P a l e m b a n g ABSTRACT This study aims to determine the effect of work motivation the performance of educational staff at SMA Negeri 18 Palembang. The samples are 74 educational staff at SMA Negeri 18 Palembang. Technique of data collection is by distributing questionnaires to 7 4 respondents while the method used in this sampling is saturation sampling technique. The method of analysis uses IBM SPSS Statistics for Windows Version 24 program path. Based on the result of this study concluded that there is an effect of work motivation on the performance of SMA Negeri 18 Palembang educational As for suggestions that work motivation should be good, so that it can be further improved because it will give effect in improving the performance of educational staff at SMA Negeri 18 Palembang, where the higher the work motivation of educational staff, then the higher the performance will be. Keywords: work motivation, performance of educational staff. Latar Belakang Menurut Bangsawan . 7: . Sumber Daya Manusia memiliki andil besar dalam menentukan maju atau berkembangnya suatu organisasi. Menurut Suroso . 8: . Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi dalam upaya peningkatan kinerja yang efektif dan efisien adalah motivasi. Hubungan kinerja dan motivasi sangatlah berkaitan erat, dengan dorongan dan motivasi yang baik inilah setiap karyawan akan berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Hal tersebut tentunya harus diciptakan oleh manajer sedemikian rupa dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia kini dimanfaatkan untuk mampu bekerja dengan baik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dapat tercapai. Pencapaian hasil kerja tersebut akan berbentuk konkrit dengan adanya peningkatan kinerja dari sumber daya manusia. Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui motivasi yang diberikan oleh sumber daya manusia itu sendiri. Menurut Hendrich . Motivasi menjadi pendorong seseorang melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan mempunyai kinerja yang tinggi pula. Sedangkan menurut Sutandi . 8: . Rendahnya kinerja dapat ditunjukan dari lemahnya pegawai dalam penyelesaian suatu pekerjan. Selain itu kondisi yang ada juga menunjukan bahwa motivasi yang ada relatif rendah yang tergambar dari kinerja yang rendah pula. John Newstrom . 8: . menyatakan bahwa Auwork motivation is the set of internal and external forces that cause an employee to choose a course of action and engage in certain behavioursAy. Pendapat tersebut diperluas lagi oleh Colquitt . 9 : . yakni Aumotivation is defined as a set of energetic forces that originates both within and outside an employee, initiates work-related effort, and determines its direction, intensity, and persistence. Ay Diterjemahkan secara bebas (Noor, 2013 : motivasi adalah sekelompok pendorong yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berasal baik dari dalam maupun luar individu. dapat menimbulkan perilaku bekerja. dan juga dapat menentukan bentuk, tujuan, intensitas, dan lamanya perilaku bekerja tadi. Ada tiga elemen kunci dalam motivasi, yaitu upaya tujuan organisasi, dan kebutuhan. Bila seorang termotivasi, maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan, namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Oleh karenanya diperlukan intensitas dan kualitas dari upaya tersebut. Hal itu dikarenakan, pada umumnya kinerja yang tinggi dihubungkan dengan motivasi yang tinggi. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Sebaliknya, motivasi yang rendah dihubungkan dengan kinerja yang rendah. SMA Negeri 18 Palembang merupakan Sekolah Menegah Atas yang berada di Kota Palembang. Sumatera Selatan. SMA Negeri 18 Palembang adalah sekolah dengan status Sekolah Unggulan Kota Palembang dan berakreditasi A. SMA Negeri 18 Palembang memiliki beberapa orang tenaga Data tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 1. Tenaga Kependidikan SMA Negeri 18 Palembang Keterangan Tenaga Kependidikan Jumlah Edukatif 54 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Edukatif 6 orang Honorer Administratif 3 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Administratif 11 orang Honorer No. TOTAL Status Aparatur Sipil Negara (ASN) 74 orang Sumber : SMA Negeri 18 Palembang, 2019 Berdasarkan data yang diperoleh, tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang berjumlah 74 orang yang terdiri dari tenaga edukatif . dan tenaga administratif . ata usaha dan sta. Dengan demikian, sekolah ini diharapkan dapat memperhatikan komponen motivasi guna meningkatkan kinerja para tenaga kependidikannya. Sehubungan dengan pernyataan John Newstrom dan Colquitt diatas dapat dikatakan bahwa para tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang telah menunjukan sebagian potensi motivasinya dalam bekerja. Hal tersebut dapat dilihat dari waktu kerja yang didapatkan oleh tenaga kependidikan, yaitu 5 . hari dalam 1 . , yang mana dapat dikatakan cukup berbeda dengan tenaga kependidikan sekolah unggulan lain di Kota Palembang, yang mana masih memiliki waktu 6 . hari kerja dalam 1 . Namun, hal yang terjadi adalah masih adanya sikap dari tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang yang datang atau pulang kerja dengan tidak tepat waktu. Disisi lainnya terdapat juga pengurangan jam kerja/mengajar yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Selain itu adalah mengenai penerapan Kurikulum 2013 (K-. di SMA Negeri 18 Palembang. Kurikulum 2013 (K-. sudah cukup menciptakan rasa senang bagi tenaga kependidikan. Kurikulum 2013 (K-. sendiri adalah kurikulum yang mengembangkan konsep kompetensi siswa melalui empat aspek penilaian yakni pengetahuan. dan perilaku. Sikap dan perilaku moral siswa menjadi hal penting dalam penilaian kurikulum ini, sehingga memungkinkan para tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang memiliki rasa ikut andil dan termotivasi untuk menumbuhkan karakter yang positif pada siswa-siswinya. Tetapi hal yang disayangkan adalah rasa tersebut kian memudar dikarenakan masalah pemukulan yang dilakukan tenaga kependidikan yang berujung pada penyelidikan pihak berwajib. Kasus pemukulan terjadi pada tahun 2016 lalu, dimana terdapat satu orang siswi yang menolak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dengan beralasan sakit. Namun, diketahui bahwa siswi itu melakukan bolos ekstrakulikuler dan berada di kantin sekolah. Tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang mengaku sudah melakukan pemukulan ringan kepada siswi tersebut dengan menggunakan gagang sapu. Sikap yang dilakukan tenaga kependidikan diakui sebagai upaya mendidik. Tapi sangat disayangkan, permasalahan ini tidak diindahkan oleh orangtua siswi dan dilaporkan melalui jalur hukum . alam surat kabar online berjudul AuPasal Ekstrakulikuler Guru Aniaya Siswa. Orangtua Pilih Jalur HukumAy dan AuPihak Sekolah Akui ada PemukulanAy, 2. Diketahui juga permasalahan ini sudah terselesaikan dengan cara berdamai. Fenomena itu tentunya menimbulkan rasa keseganan dari para tenaga kependidikan untuk mengembangkan karakter positif dalam diri siswa-siswinya, yang berakhir menjadi perasaan tidak Hal tersebut menciptakan menurunnya motivasi kerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang serta berdampak pada kinerja yang kurang baik. Seperti halnya pendapat Ghozali . bahwa apabila kinerja pegawai kurang baik, maka hal tersebut akan berdampak pada tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pegawai . alam hal ini tenaga kependidika. yang sudah menjadi tanggung jawab Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 TELAAH TEORITIS Landasan Teori Pengertian Motivasi Kerja Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti Audorongan, daya penggerak atau kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau perbuatanAy. Kata movere dalam bahasa Inggris sering disepadankan dengan motivation yang berarti Aupemberian motif, penimbulan motif, atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan doronganAy (Sule dan Priansa, 2018 : . Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual (Wahjono dkk. , 2018: . Selanjutnya. Sutrisno . 3: . motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu. Oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Sutrisno . 3: 116-. faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi terbedakan atas faktor intern dan ekster yang berasal dari karyawan. Faktor intern, terdiri dari: Keinginan untuk dapat hidup. Keinginan untuk dapat memiliki. Keinginan untuk memperoleh penghargaan. Keinginan untuk memperoleh pengakuan. Keinginan untuk berkuasa. Faktor ekstern, terdiri dari: Kondisi lingkungan kerja. Kompensasi yang memadai. Supervisi yang baik. Adanya jaminan pekerjaan. Status dan tanggung jawab. Peraturan yang fleksibel. Berikutnya adalah teori dua faktor Herzberg. Menurut Frederick Herzberg terdapat dua faktor yang sangat memengaruhi apakah seseorang akan termotivasi oleh dua faktor utama. Dikutip oleh Sule dan Priansa . 8 : . bahwa pemahaman dari teori dua faktor Herzberg adalah sebagai berikut: Faktor motivasi Hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik bersumber dari dalam diri Yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier, dan pengakuan orang lain. Faktor hygiene atau pemeliharaan Faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang bersumber dari luar diri turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Faktor hygiene atau pemeilharaan mencakup antara lain status pegawai dalam organisasi, hubungan seseorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang ditetapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondiri kerja, dan sistem imbalan yang berlaku. Kinerja Tenaga Kependidikan Pengertian Kinerja Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance yang berarti Auprestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorangAy. Pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Bintoro dan Daryanto, 2017 : . Busro . 8 : . kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai pegawai baik individu maupun kelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan organisasi dalam upaya mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi bersangkutan dengan menyertakan kemampuan, kemandirian, kemampuan mengatasi masalah sesuai batas waktu yang diberikan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Faktor Kinerja Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja terdapat dua macam (Mangkunegara, 2000 : . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Faktor Kemampuan (Abilit. Kemampuan yang terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality . nowledge and skil. Oleh karena itu pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlihannya. Faktor Motivasi (Motivatio. Motivasi yang terbentuk dari sikap . seseorang karyawan dalam menghadapi situasi Motivasi merupakan kondisi yang mengarah diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi . ujuan kerj. Bintoro dan Daryanto . 7: 109-. terdapat 5 . faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, diantaranya sebagai berikut: Fasilitas kantor. Lingkungan kerja. Prioritas kerja. Supportive boss. Bonus Menurut Gibson . dalam Sunarto . 3 : . ada tiga faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian kinerja, antara lain: Faktor individu yang meliputi kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang. Faktor psikologis yang meliputi persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja. Faktor organisasi yang meliputi struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan . eward syste. Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (Undang- Undang No. 20 Tahun 2003. Pasal 1. BAB 1 Ketentuan Umu. Tenaga kependidikan merupakan tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang Tenaga Kependidikan lainnya, yakni orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, di antaranya: Wakil-wakil/Kepala urusan umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam bidang yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan pada institusi tersebut . ontoh: Kepala Urusan Kurikulu. Tata usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi tersebut. Bidang administrasi yang dikelola di antaranya: Administrasi Surat Menyurat dan Pengarsipan. Administrasi Kepegawaian. Administrasi Peserta Didik. Administrasi Keuangan. Administrasi Inventaris dan lain- lain. Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di laboratorium. Pustakawan. Pelatih ekstrakurikuler. Petugas keamanan . enjaga sekola. Petugas kebersihan, dan lainya. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Siti Salbiyah Wahyu . Dengan judul AyPengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun Penelitian ini Faktor yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan adalah memelihara Motivasi merupakan energi senter bagi karyawan. Motivasi sangat mempengaruhi semangat kerja pegawainya. Semangat menjalin hubungan baik dengan stakeholders, semangat dalam menjalankan job discription atau semangat pribadi pegawai itu sendiri dalam memperbaiki kehidupan Tentunya semua itu dilakukan dengan rasa nyaman, aman dan bahagia, hingga pada akhirnya akan berpengaruh pada peningkatkan kinerja dan peningkatan produktivitas, baik kualitas maupun kuantitasntya. Melalui visi morallity, intelektuality dan enterpreneurship sebagai tujuan untuk membekali para lulusannya agar bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. UM Surabaya memiliki kewajiaban memelihara motivasi pada pegawainya. Penelitian ini bertujuan untuk: . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 pengaruh secara simultan antara variable kebutuhan berprestasi, kebutuhan berkuasa, kebutuhan beralifiasi dengan kinerja TKP UM Surabaya. mengetahui manakah yang lebih dominan pengaruhnya antara kebutuhan prestasi, kebutuhan berkuasa dan atau kebutuhan afiliasi terhadap kinerja TKP UM Surabaya? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Populasi yang digunakan adalah 115 responden dengan menggunakan metode Slovin ditetapkan sampel sebanyak 72 responden. Hasil penelitian menunjukkan: . Hasil Uji F diperoleh nilai F-hitung . > F- tabel . yang berarti bahwa motivasi . ebutuhan berprestasi, kebutuhan berkuasa dan kebutuhan beralifiasi secara simultan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan UM Surabaya. Hasil uji t diperoleh . kebutuhan berprestasi nilai t- hitung . > t-tabel . , ini berarti variabel kebutuhan berprestasi memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja TKP UMSurabaya. Sedangkan variabel kebutuhan berkuasa dan kebutuhan berafiliasi nilai t-hitung berturut-turut . < t- tabel . kebutuhan berkuasa dan kebutuhan berafiliasi memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan UMSurabaya. Merujuk pada hasil penelitian ini. UM Surabaya perlu terus melakukan peningkatan motivasi TKP melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan kreativitas dan mengarahkan semua potensi kemampuan dan ketrampilan, pola kegiatan yang bertujuan menciptakan hubungan persahatan, saling mengenal dan saling sinergi dalam penyelesaian tugas dan membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja agar kinerja yang dihasilkan TKP UM Surabaya menjadi lebih produktif dan efisien. Zein Ghozali . dengan judul Pengaruh Disiplin Kerja dan Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Pegawai pada UPBJJ-UT Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Disiplin Kerja dan Gaya Kepemimpinan Partisipatif pada Kinerja Pegawai Unit Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Palembang (UPBJJ-UT Palemban. Dengan menggunakan 2 variabel independen, dan Kinerja Pegawai sebagai variable dependen. Penggunaan independen variable berdasarkan teori Prijodarminto . dan Husain . dan variabel dependen berdasarkan teori Rao . Studi ini dilakukan di UPBJJ-UT Palembang. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner kepada 61 responden yang ada. Semua pegawai UPBJJ-UT Palembang. Analisis Regresi Berganda menggunakan SPSS untuk Windows Ver 22,0 digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa dalam pengujian parsial. Disiplin Kerja dan Gaya Kepemimpinan Partisipatif berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Selanjutnya, dalam tes simultan. Disiplin Kerja dan Gaya Kepemimpinan Partisipatif sangat memengaruhi Kinerja Pegawai. Kerangka Pemikiran Gambar 1 berikut ini menunjukkan kerangka pemikiran pada penelitian ini Kinerja Tenaga Kependidikan (Y) Motivasi Kerja (X) Teori Z William Ouchi dalam Noor . 3: . Tanggung jawab Keterampilan Tanggungan hidup Pengambilan Keputusan. Evaluasi Gambar 2. Kerangka Penelitian Teori Stephen P. Robbins . Kualitas kerja Kuantitas kerja Pengetahuan Kehandalan Inisiatif Kreativitas Kerja sama METODOLOGI PENELITIAN Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiono, 2014: . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Tabel 2. Definisi Konspetual dan Operasional Variabel No. Variabel Motivasi Kerja (X) Sumber : William Ouchi dalam Noor . 3 : . Kinerja Tenaga Kependidikan (Y) Sumber : Stephen P. Robbins . 0 : . Indikator Tanggung jawab Keterampilan Tanggungan hidup Pengambilan Evaluasi Kualitas kerja Kuantitas kerja Pengetahuan Kehandalan Inisiatif Kreativitas Kerja sama Skala Likert Likert Data dan Teknik Pengumpulan Data Data Data pada penelitian ini terdiri dari: Data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber kedua atas sumber sekunder dari data yang kita butuhkan (Bungin, 2014 :. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk membantu penelti mendapatkan data yang akan diolah di dalam penelitian (Tulip, 2. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner . dengan bentuk tertutup, serta menggunakan bobot skor/nilai berskala Likert. Bobot skor/nilai atas jawaban responden. Teknik Analisis Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Sugiyono, 2011 : . Salah satu cara untuk menghitung validitas suatu instrumen yaitu dengan melihat daya pembeda item . tem discriminalit. Daya pembeda item adalah metode yang paling tepat digunakan untuk setiap jenis test. Daya pembeda item dalam penilitian ini dilakukan dengan cara Aukorelasi item- totalAy. Korelasi item-total yaitu konsistensi antara skor item dengan skor secara keseluruhan yang dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi antara setiap item dengan skor keseluruhan. Pengukuran validitas instrumen menggunakan bantuan Program IBM SPSS Statistics for Windows Version 24 dengan metode Product Moment Pearson. Adapun kriteria pengambilan keputusan uji validitas adalah: Bandingkan nilai koefisien korelasi Product Moment Pearson . dengan nilai korelasi Product Moment Pearson dalam tabel . , atau bandingkan nilai p-value (Sig. ) pada koefisien korelasi Product Moment Pearson . dengan taraf nyata (). Jika rxy > rtabel atau p-value < , maka item tersebut valid dan dapat dijadikan sebagai indikator ukur terhadap dimensi/variabel tersebut. Uji Reliabilitas Instrumen Reliabilitas artinya adalah tingkat keterpercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya . Reliabilitas merupakan salah satu ciri atau karakter utama instrumen pengukuran yang baik. Reliabilitas disebut juga sebagai keterpercayaan, keterandalan, konsistensi, kestabilan, dan sebagainya, namun ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, artinya sejauh mana skor hasil pengukuranterbebas dari kekeliruan pengukuran . easurement erro. Menurut Sugiyono . suatu instrumen dikatakan reliabel adalah jika nilai koefesien reliabilitasnya Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 lebih besar dari 0,6. Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini akan digunakan koefisien CronbachAos Alpha dari program IBM SPSS Statistics for Windows Version 24. Analisis Statistik Deskriptif Data Variabel Untuk memperoleh gambaran karateristik yang menyeluruh terhadap variabel yang diteliti, diperlukan analisis statistik deskriptif. Analisis data dilakukan terhadap jawaban responden terhadap setiap butir pernyataan/pertanyaan dari setiap variabel yang diteliti dilakukan dengan cara mentabulasikan data dari jawaban responden tersebut. Setelah dilakukan tabulasi terhadap setiap butir pertanyaan pada setiap variabel yang diteliti, maka dilakukan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan kedua skor kuesioner ini nantinya akan diperoleh gambaran tentang bagaimana motivasi kerja dan kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Analisis Statistik Skor Rataan Capaian Butir Instrumen Frekuensi skor rataan capaian tiap butir item kuesioner selanjutnya dikategorikan berdasarkan interval, yaitu: Sangat baik/Sangat tinggi, baik/Tinggi. Cukup baik/Sedang. Buruk/Rendah dan Sangat buruk/Sangat rendah Setelah mengetahui jarak interval isi kelas maka dapat ditentukan kategori kelompok skor rataan capaian masing-masing butir item kuesioner, sebagai berikut: skor 1,00 Ae 1,80 = Sangat buruk/Sangat rendah, skor 1,81 Ae 2,111 = Buruk/Rendah, skor 2,61 Ae3,40 = Cukup baik/Sedang, skor 3,41 Ae 4,20 = Baik/Tinggi, dan skor 4,21 Ae 5,00 = Sangat baik/Sangat tinggi. Tabel 3. Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang Kuat 0,60 Ae 0,799 Sangat kuat 0,80 Ae 1,000 Sumber : Ghozali, 2011 Koefisien Determinasi (R. Untuk mengetahui seberapa jauh variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat, maka perlu diketahui nilai koefisien determinasi atau penentuan R2 karena nilai variabel bebas yang diukur terdiri dari nilai rasio absolut dan nilai perbandingan. Kegunaan dari R2 adalah (Ghozali, 2. Sebagai ukuran ketepatan suatu garis regresi yang diterapkan suatu kelompok data hasil survei. Makin besar nilai adjusted R2 akan semakin tidak tepat garis regresi tersebut untuk mewakili data hasil observasi. Untuk mengukur besarnya proporsi atau persentase dari jumlah variasi dari variabel terikat, atau untuk mengukur sumbangan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian Statistik Hipotesis Penelitian dengan Uji t Statistik Untuk melihat pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dijelaskan dengan menggunakan uji statistik. Adapun kriteria pengujiannya adalah (Ghozali, 2. H0 diterima artinya tidak berpengaruh signifikan, jika Sig t . -valu. > 0,05 dan thitung < ttabel. Ha diterima artinya berpengaruh signifikan, jika Sig t . -valu. < 0,05 dan thitung > ttabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Uji Instrumen Penelitian Instrumen alat ukur variabel penelitian dengan menggunakan kuesioner, terdiri dari satu variabel terikat (Y) yaitu kinerja tenaga kependidikan dioperasionalkan melalui 14 butir item. Sementara variabel bebas (X) yaitu motivasi kerja dioperasionalkan melalui 8 butir item kuesioner. Sebelum instrumen layak digunakan sebagai alat ukur penelitian, maka harus dilakukan pengujian persyaratan kualitas alat ukur tersebut yakni dengan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Sampel yang digunakan dalam uji instrumen penelitian ini adalah bagian dari sampel terpilih yaitu sebanyak 30 responden. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Uji Validitas Instrumen Uji validitas dilakukan bertujuan untuk mengukur serta menentukan layak atau tidak suatu butir item yang digunakan dalam kuesioner sebagai instrumen alat ukur variabel. Validitas didefinisikan sebagai sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya. Teknik pengujian dalam aplikasi software Program SPSS sering dipakai untuk uji validitas adalah menggunakan metode statistik korelasi Pearson Product Moment, dimana nilai perolehan hasil uji korelasi masing- masing butir item dapat diketahui dari tabel Corected Item Total Corellation. Keputusan penentuan layak tidaknya butir item kuesioner sebagai instrumen alat ukur variabel adalah dengan membandingkan nilai perolehan hasil uji korelasi . butir item terhadap harga nilai rtabel dari daftar Tabel PPM. Nilai rtabel pada Tabel PPM uji 2 sisi pada tingkat signifikan 5% dengan jumlah sampel . 30 adalah sebesar 0,361. Dengan demikian, maka butir item dapat dinyatakan valid/sahih, serta memenuhi syarat sebagai alat ukur adalah bila memiliki nilai rhitung > rtabel 0,361. Dengan demikian, maka hasil ini menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 5%, seluruh butir instrumen kuesioner dinyatakan valid dan memenuhi syarat sebagai alat ukur untuk dilakukan analisis Uji Reliabilitas Instrumen Kriteria pengambilan keputusan bahwa instrumen variabel tersebut dinyatakan andal dan memenuhi syarat sebagai alat ukur penelitian adalah jika nilai koefisien reliabilitasnya lebih besar dari 0,6 (Sugiyono, 2. Hasil uji reliabilitas instrumen alat ukur variabel penelitian disajikan pada Tabel Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kuesioner Variabel Independen (X) dan Variabel Dependen (Y) No. Variabel Motivasi Kerja (X) Kinerja Tenaga Kependidikan (Y) Item Nilai Koefisien CronbachAos Alpha 0,809 0,897 Keterangan Reliabel/Andal Reliabel/Andal Berdasarkan data dari hasil uji reliabilitas instrumen variabel penelitian pada Tabel 4. di atas, didapat nilai koefisien reliabilitas CronbachAos Alpha untuk semua variabel lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa instrumen kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur variabel penelitian dinyatakan memenuhi syarat dan dapat diandalkan. Analisis Statistik Deskriptif Data Variabel Analisis statistik deskriptif data variabel dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang tingkat pelaksanaan dan capaian dari masing-masing variabel, yaitu variabel motivasi kerja sebagai faktor yang mempengaruhi . ariabel beba. dan variabel kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang sebagai faktor yang dipengaruhi . ariabel terika. Dalam analisis statistik deskriptif variabel penelitian ini, data diperoleh berdasarkan hasil perhitungan dari skor jawaban 74 orang responden pada instrumen kuesioner penelitian yang berisikan butir-butir item pernyataan tentang motivasi kerja . ariabel X) serta kinerja tenaga kependidikan . ariabel Y). Analisis statistik deskriptif data pada variabel bebas (X) motivasi kerja akan dapat menunjukkan tentang bagaimana kemampuan tenaga kependidikan untuk memenuhi standar dari Motivasi kerja yang harus dipenuhi tersebut diukur dari lima kriteria, terdiri dari tanggung tanggungan hidup. pengambilan keputusan. dan evaluasi. Motivasi kerja didefinisikan sebagai perasaan atau keinginan seorang tenaga kependidikan yang berada dan bekerja di SMA Negeri 18 Palembang pada kondisi tertentu, untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkan dilihat dari perspektif pribadi maupun organisasi. Analisis Statistik Deskriptif Data Variabel (X) Motivasi Kerja Motivasi kerja didefinisikan sebagai perasaan atau keinginan seorang tenaga kependidikan yang berada dan bekerja di SMA Negeri 18 Palembang pada kondisi tertentu, untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkan dilihat dari perspektif pribadi maupun organisasi. Motivasi kerja diukur melalui lima kriteria, terdiri dari tanggung jawab. tanggungan hidup. pengambilan keputusan. dan evaluasi. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur tanggung jawab dalam motivasi kerja pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,67 yang berada pada kategori sangat tinggi/sangat baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 93,38% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik tanggung jawab yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu pemberian tanggung jawab secara penuh dan merasa memiliki tanggung jawab untuk bekerja/mengajar sudah terpenuhi dengan sangat baik, sehingga dimensi tanggung jawab dapat dikatakan sangat baik dan sudah Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur keterampilan dalam motivasi kerja pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,72 yang berada pada kategori sangat tinggi/sangat baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 94,32% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik keterampilan yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu menerapkan keterampilan yang dimiliki sudah terpenuhi dengan sangat baik, sehingga dimensi keterampilan dapat dikatakan baik. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur keterampilan dalam motivasi kerja pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,72 yang berada pada kategori sangat tinggi/sangat baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 94,32% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik keterampilan yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu terdapat perjanjian kepada tenaga kependidikan untuk dipekerjakan seumur hidup belum terpenuhi, sehingga dimensi tanggunan hidup dapat dikatakan rendah. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur pengambilan keputusan dalam motivasi kerja pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 3,77 yang berada pada kategori tinggi/baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 75,41% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik pengambilan keputusan yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu pengambilan keputusan dilakukan secara penuh dan turut serta dalam mengambil keputusan sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga dimensi pengambilan keputusan dapat dikatakan baik dan sudah Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur evaluasi dalam motivasi kerja pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,07 yang berada pada kategori tinggi/baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 81,35% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik evaluasi yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu hasil kerja dan promosi sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga dimensi evaluasi dapat dikatakan baik dan sudah relevan. Analisis Statistik Deskriptif Data Variabel (Y) Kinerja Tenaga Kependidikan Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur kualitas kerja dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,42 yang berada pada kategori sangat tinggi/sangat baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 88,38% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik kualitas kerja yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu cakap dalam menyelesaikan pekerjaan sudah terpenuhi dengan sangat baik. Sehingga dimensi kualitas kerja dapat dikatakan sangat baik dan sudah relevan. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur kuantitas kerja dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 4,31 yang berada pada kategori sangat tinggi/sangat baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 86,22% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik kuantitas kerja yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan waktu yang telah ditetapkan sudah terpenuhi dengan sangat Sehingga dimensi kuantitas kerja dapat dikatakan sangat baik dan sudah relevan. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur pengetahuan dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 rataan capaian dimensi sebesar 3,20 yang berada pada kategori sedang/cukup baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 63,96% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik pengetahuan yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu pengetahuan dan pemahaman akan tugas kerjanya adalah sedang. Sehingga dimensi pengetahuan dapat dikatakan cukup baik. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur kehandalan dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 3,27 yang berada pada kategori sedang/cukup baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 65,41% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik kehandalan yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu kehandalan dalam melaksanakan tugasnya, dan menjalankan peraturan yang telah ditetapkan oleh instansi sudah cukup terpenuhi. Sehingga dimensi kehandalan dapat dikatakan cukup. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur inisiatif dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 3,20 yang berada pada kategori sedang/cukup baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 64,05% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik inisiatif yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu melakukan aktivitas pekerjaan berdasarkan inisiatif diri sendiri dan melakukan evaluasi hasil kerja sudah cukup dilakukan. Sehingga dimensi inisiatif dapat dikatakan cukup. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur kreativitas dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 3,04 yang berada pada kategori sedang/cukup baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 60,81% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik kreativitas yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu adanya tindakan kreatif dalam memanfaatkan IPTEK untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan sudah cukup dilakukan. Sehingga dimensi kreativitas dapat dikatakan cukup. Berdasarkan analisis hasil perhitungan data skor capaian pelaksanaan pada indikator ukur kerja sama dalam kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang diatas, maka didapat skor rataan capaian dimensi sebesar 3,74 yang berada pada kategori tinggi/baik, dengan persentase tingkat pelaksanaan sebesar 74,86% dari skor maksimal. Artinya, karakteristik kerja sama yang ada pada tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang, yaitu bekerja sama dengan tenaga kependidikan yang lain dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga dimensi kerja sama dapat dikatakan baik dan sudah relevan. Perbandingan antara Data Variabel Motivasi Kerja (X) dengan Variabel Kinerja Tenaga Kependidikan (Y) pada SMA Negeri 18 Palembang Berdasarkan perbandingan data skor capaian pelaksanaan pada kedua variabel diatas, maka didapat bahwa kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang yang ditinjau dari kualitas kuantitas kerja. dan kerja sama. yang berada pada kategori tinggi/baik ini tidak terlepas dari pelaksanaan perwujudan motivasi kerja yang merupakan perwujudan dari perasaan atau keinginan tenaga kependidikan yang berada dan bekerja di SMA Negeri 18 Palembang untuk melaksanakan tindakan serta tujuan instansi, yang terdiri dari tanggung jawab. tanggungan hidup. pengambilan keputusan. dan evaluasi. yang tingkat capaian pelaksanaannya juga berada pada kategori tinggi/baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa motivasi kerja yang terdiri dari tanggung jawab. tanggungan hidup. pengambilan keputusan. dan evaluasi. sebagai variabel bebas (X) dan merupakan faktor yang memiliki hubungan serta pengaruh terhadap variabel terikat (Y) kinerja tenaga kependidikan pada SMA Negeri 18 Palembang, yang meliputi kualitas kerja. kuantitas kerja. dan kerja sama. Analisis Koefisien Korelasi (R) Uji koefisien korelasi (R) digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas (X) motivasi kerja dengan variabel terikat (Y) kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Berdasarkan rangkuman data nilai hasil analisis regresi sederhana, maka diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,692 yang berada pada kategori kuat. Nilai ini memberi arti bahwa variabel bebas (X) motivasi kerja memiliki hubungan positif yang kuat dengan variabel terikat (Y) Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang sebesar 69,2%. Analisis Koefisien Determinasi (R. Analisis uji koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dengan menerangkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) motivasi kerja terhadap variabel terikat (Y) kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Berdasarkan tabel rangkuman data nilai hasil analisis regresi linier sederhana, maka diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square atau R. sebesar 0,479. Nilai ini memberi arti bahwa besar variasi variabel kinerja tenaga kependidikan dapat diterangkan melalui variabel bebas (X) motivasi kerja sebesar 47,9% melalui model persamaan regresi: Y = 1,451 1,528x. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X) motivasi kerja memiliki pengaruh sebesar 47,9% terhadap kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang, sedangkan 52,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Analisis Uji Hipotesis Penelitian: Uji t Statistik Berdasarkan data rangkuman hasil uji t statistik analisis regresi linier sederhana untuk pengujian hipotesis sebelumnya, maka dapat diuraikan bahwa: Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan melalui Ha AuTerdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kependidikan SMA Negeri 18 PalembangAy. Berdasarkan hasil uji statistik t regresi linier sederhana, diperoleh nilai thitung variabel motivasi kerja (X) sebesar 8,140 dan nilai probabilitas t . sebesar 0,000. Karena nilai p value 0,000 < 0,05, dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis Ha secara statistik terbukti dan hipotesis diterima. Jika ditinjau dari hasil nilai thitung dibanding dengan ttabel, yang mana dalam hal ini adalah thitung 8,140 > ttabel 1,994 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha juga terbukti secara statistik dan hipotesis diterima. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Temuan ini mendukung penelitian Syuderajat . yang menyatakan bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kependidikan memiliki pengaruh. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kependidikan. Artinya, motivasi kerja adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki oleh para tenaga kependidikan, maka kinerja dari tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang juga akan semakin tinggi. Hal ini didukung dengan adanya hasil skor capaian pada variabel bebas motivasi kerja yang terdiri dari dimensi tanggung jawab. dimensi keterampilan. dimensi tanggungan hidup. pengambilan keputusan. dan dimensi evaluasi, didapat pada skor sebesar 3,93 . ategori tinggi/bai. dengan persentase tingkat pelaksanaan variabel sebesar 78,57% dari skor maksimal. Yang mana dilihat dari skor rataan capaian pada masing-masing dimensi variabel X yang terdiri dari dimensi tanggung jawab yaitu sebesar 4,76 dengan tingkat pelaksanaan sebesar 93,38% . angat tinggi/sangat bai. dimensi keterampilan sebesar 4,72 dengan tingkat pelaksanaan sebesar 94,32% . angat tinggi/sangat bai. dimensi tanggungan hidup sebesar 2,42 dengan tingkat pelaksanaan sebesar 48,38 . endah/buru. dimensi pengambilan keputusan sebesar 3,77 dengan tingkat pelaksanaan sebesar 74,41 . inggi/bai. dan dimensi evaluasi sebesar 4,07 dengan tingkat pelaksanaan sebesar 81,35 . inggi/bai. Selain itu, pada variabel terikat (Y) kinerja tenaga kependidikan yang terdiri dari dimensi kualitas kerja. dimensi kuantitas kerja. dimensi pengetahuan. dimensi kehandalan. dimensi inisiatif. dimensi kreativitas dan dimensi kerja sama, didapat bahwa juga berada pada kategori tinggi/baik. Skor capaian pelaksanaan sebagai variabel bebas (X) dan merupakan faktor yang memiliki hubungan serta pengaruh terhadap variabel terikat (Y) kinerja tenaga kependidikan pada SMA Negeri 18 Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Palembang, yang meliputi kualitas kerja. kuantitas kerja. dan kerja sama. Maka dari itu, kedepannya diperlukan peningkatan dari pelaksanaan motivasi kerja dengan lebih baik lagi, karena hal tersebut akan memberi kontribusi dalam meningkatkan kinerja bagi tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari data penelitian dan kerangka teori yang dipergunakan, dibuat kesimpulan yang berkaitan dengan penelitian ini, adalah motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang. Saran Setelah membahas hasil penelitian ini yang tersaji, maka di akhir penulisan ini, penulis menyarankan bahwa sebaiknya motivasi kerja yang sudah baik itu, supaya lebih ditingkatkan lagi karena hal tersebut akan memberi pengaruh dalam meningkatkan kinerja bagi tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang, dimana jika semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki oleh para tenaga kependidikan, maka kinerja dari tenaga kependidikan SMA Negeri 18 Palembang tersebut juga akan semakin tinggi. DAFTAR PUSTAKA