Lita, dkk/ Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Aktif Melalui Pemanfaatan. PEMTEKDIKMAS (Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyaraka. ISSN: x-x Vol. 6CNo. PEMBERDAYAAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN AKTIF MELALUI PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR CETAK DAN BERBASIS LINGKUNGAN Lita Kurnia. Defi Anggrayeni. Robiatul Adawiyah. STAI La Tansa Mashiro Article Info Abstract Islamic religious education is an important aspect in the Teachers, active learning, formation of students' character and morals. There are various printed learning resources, and Islamic educational institutions, one of which is the madrasah. environment-based learning The role of madrasahs in building national character by instilling religious values as part of the implementation of education in addition to providing general knowledge needs to be considered. Because the implementation of madrasah education has encouraged education in Indonesia to grow. Helping achieve compulsory education, as well as increasing school participation rates in Indonesia. As an integral part of the National Education System (Sisdikna. Madrasah Takmiliyah Awaliah Al Istiwa is an Islamic religious educational institution located in Babakan Village. RT/RW 02/01. Pabuaran Village. Rangkasbitung District. Lebak Regency. Rangkasbitung. This madrasah has been established since 2004 and has a good reputation in improving the quality of Islamic religious education. The learning process at MTA Khat Al Istiwa uses lecture methods, discussion methods, and practical methods. MTA Khat Al Istiwa offers several flagship programs, including extracurricular activities in calligraphy, khot, and painting. Other programs include Maghrib Quran recitation, women's religious study, and several other religious This is part of MTA Khat Al Istiwa's teacher empowerment program, which fosters active learning by utilizing Corresponding Author: printed and environment-based learning resources. Keywords: litakurnia86@gmail. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa. Ada berbagai lembaga Pendidikan Islam yang salah satunya adalah madrasah. Kiprah madrasah dalam membangun karakter bangsa dengan nilai-nilai penyelenggaraan pendidikan disamping pemberian ilmu pengetahuan umum perlu menjadi perhatian. Karena penyeleggaraan pendidikan madrasah telah mendorong pendidikan di Indonesia semakin besar. Membantu pencapaian wajib belajar, serta meningkatkan angka partisipasi sekolah di Indonesia. Sebagai bagian integral dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Madrasah Takmiliyah Awaliah Al Istiwa merupakan salah satu lembaga pendidikan agama Islam yang berlokasi di Kampung Babakan,RT/RW 02/01,Desa Pabuaran,Kecamatan Rangkasbitung. Kabupaten Lebak. Rangkasbitung. Madrasah ini telah berdiri sejak tahun 2004 dan telah memiliki reputasi yang baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Pada Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . A2025 PEMTEKDIKMAS. All rights reserved. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa. Ada berbagai lembaga Pendidikan Islam yang salah satunya adalah madrasah. Kiprah madrasah dalam membangun karakter bangsa dengan nilai-nilai penyelenggaraan pendidikan disamping pemberian ilmu pengetahuan umum perlu menjadi perhatian. Karena penyeleggaraan pendidikan madrasah telah mendorong pendidikan di Indonesia semakin besar. Membantu pencapaian wajib belajar, serta meningkatkan angka partisipasi sekolah di Indonesia. Sebagai bagian integral dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Madrasah Takmiliyah Awaliah Al Istiwa merupakan PENDAHULUANA Pendidikan agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam mengembangkan keimanan dan ketaqwaan individu. Pendidikan agama Islam tidak hanya berfokus pada pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang baik. Sejarah pendidikan agama Islam dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW, yang merupakan contoh utama dalam mengajarkan agama Islam. Pendidikan agama Islam kemudian berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, dengan berbagai metode dan pendekatan. Indonesia, pendidikan agama Islam telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Pendidikan agama Islam diajarkan di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa. Ada berbagai lembaga Pendidikan Islam yang salah satunya adalah madrasah. Pendidikam madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang sampai saat ini masih terus menarik untuk diperbincangkan khususnya pada dunia pendidikan. Lembaga pendidikan madrasah ini menjadi pendidikan Islam yang memiliki sejarah dalam mencapai perubahan menjadi pendidikan moderen. Perkembangan madrasah secara legal baru dapat diawali dengan terbitnya SKB tiga menteri tanggal 24 Maret 1979. Legalitas madrasah tersebut tertuang dalam sistem pendidikan nasional dengan dikeluarkannya Undangundang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 1989. Tahap selanjutnya, perhatian tentang kemoderenan ini terus diperbaiki dalam Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Seiring dengan terbitnya aturan dalam pengelolaan madrasah di Indonesia namun nilai-nilai yang melekat pada madrasah masih terus dipertahankan dengan mengacu pada nilai-nilai Islam secara mendasar. Meskipin perkembangan pendidikan di madrasah telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, namun nilai luhur yang ada padanya masih terus dipertahankan secara tarsus menerus. Karakteristik pendidikan Islam sebagai pendidikan modern di Indonesia tetap mencirikan keilahian yang tidak bisa lekang dari latar sejarahnya. (Roihan, 2. Lita, dkk/ Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Aktif Melalui Pemanfaatan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan agama Islam memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di Indonesia. Madrasah memiliki sejarah yang panjang dan telah berkontribusi besar dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di Indonesia. Sejarah madrasah di Indonesia dimulai pada abad ke-13, ketika Islam mulai menyebar di Indonesia. Pada awalnya, madrasah hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama Islam, tetapi seiring waktu, madrasah juga mulai mengembangkan pendidikan umum seperti bahasa, matematika, dan ilmu pengetahuan. Saat ini, madrasah telah berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan yang paling penting di Indonesia. Madrasah memiliki beberapa jenis, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MT. , dan Madrasah Aliyah (MA). Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan memiliki fungsinya yakni mengembangkan pendidikan agama Islam yang berkualitas, meningkatkan kesadaran beragama siswa. Mengembangkan karakter dan akhlak siswa, menyediakan lingkungan belajar yang Namun, madrasah juga memiliki beberapa tantangan, seperti: Kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai, kurangnya kualitas dan kuantitas guru yang mengajar, serta persaingan dengan lembaga pendidikan lainnya. Kiprah madrasah dalam membangun karakter bangsa dengan penanaman nilai-nilai agama sebagai bagian dalam penyelenggaraan pendidikan disamping pemberian ilmu pengetahuan umum perlu menjadi perhatian. Karena penyeleggaraan pendidikan madrasah telah mendorong pendidikan di Indonesia semakin besar. Membantu pencapaian wajib belajar, serta meningkatkan angka partisipasi sekolah di Indonesia. Sebagai bagian integral dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. (Alawiyah, 2. Desa Pabuaran merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan agama Islam. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Pabuaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, seperti kurangnya fasilitas pendidikan, kurangnya kualitas guru, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan agama Islam. Madrasah Takmiliyah Awaliah Al Istiwa merupakan salah satu lembaga pendidikan agama Islam yang berlokasi di Kampung Babakan,RT/RW 02/01,Desa Pabuaran,Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak,Rangkasbitung . Madrasah ini telah berdiri sejak tahun 2004 dan telah memiliki reputasi yang baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian umat Islam. Di Indonesia, pendidikan agama Islam diselenggarakan melalui berbagai lembaga pendidikan, termasuk madrasah. Madrasah, sebagai salah satu institusi pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, memiliki peran yang sangat vital dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama Islam. Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . Di Desa Pabuaran, madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di tengah masyarakat. Meskipun desa ini tergolong dalam wilayah yang memiliki tantangan dalam hal aksesibilitas dan sumber daya pendidikan, madrasah sebagai lembaga pendidikan agama Islam tetap berusaha untuk memberikan pendidikan yang berkualitas. Terlebih lagi, dengan adanya Madrasah Tsanawiyah (MTA) di desa ini, diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pemahaman agama Islam yang lebih baik bagi generasi muda. Namun, peran Madrasah Tsanawiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Desa Pabuaran belum sepenuhnya Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas tenaga pengajar, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung proses Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih maksimal dari semua pihak untuk meningkatkan peran madrasah, termasuk dalam hal manajemen pendidikan, kualitas pengajaran, serta pembinaan karakter siswa yang berbasis pada ajaran agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi peran Madrasah Takmiliyah Awaliah (MTA) dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Desa Pabuaran melalui pembelajaran aktif dengan memanfaatkan sumber belajar berupa buku pelajaran dan buku-buku lainnya yang merupakan bagian dar sumber belajar cetak serta memanfaatkan sumber belajar lingkungan yang terdiri dari lingkungan Masyarakat, lingkungan tempat belajar, dan lingkungan alam. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan pendidikan agama Islam di desa tersebut, serta memberikan gambaran mengenai tantangan dan potensi yang dimiliki madrasah dalam mendukung pembentukan generasi yang berkualitas di bidang agama Islam. Dengan demikian, diharapkan bahwa peran madrasah dalam pendidikan agama Islam akan semakin berkembang dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di Desa Pabuaran, terutama dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. Peluang dan Tantangan Madrasah Menurut Penelitian yang telah dilakukan oleh Awaliyah Faridah dalam Jurnal Aspirasi . menyatakan bahwa madrasah merupakan bagian dari Sisdiknas memiliki peran yang cukup penting dalam pendidikan dan sejajar dengan sekolah umum. Perbedaan antara madrasah dan sekolah umum terletak pada sejarah pembentukannya serta ciri Dari sisi sejarah, sekolah atau pendidikan umum dibentuk dari model pendidikan umum yang dibangun pada masa kolonialisme Belanda, sementara madrasah dibentuk sebagai respons terhadap pandangan umum bahwa sekolah-sekolah Belanda hanya diperuntukkan bagi kaum elit yang berkuasa dan pejabat pemerintahan. Penyelenggaraan madrasah memiliki peluang dan tantangan tersendiri. Menurut Abdurrahman . 0: 130. peluang madrasah antara lain: Pertama, kehidupan beragama yang semakin semarak dan semakin diamalkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam sosial kemasyarakatan memberi peluang untuk bersamasama membangun khususnya dalam bidang pendidikan yang mempunyai peranan strategis dalam peningkatan sumber daya manusia. Ditengah krisis moral yang terjadi di Indonesia, pendidikan madrasah menjadi pilihan tepat karena paket pendidikan di dalamnya sudah mencangkup pemberian wawasan ilmu agama. Kedua, semakin berfungsinya Kementerian Agama dalam pembinaan dan pengelolaan madrasah. Hal ini kemudian dikuatkan dengan adanya program strategis Lita, dkk/ Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Aktif Melalui Pemanfaatan. Kementerian Agama yakni meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Ketiga, adanya animo masyarakat dan gairah beribadah untuk berperan serta dalam ikut serta Pendidikan Madrasah di Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia seutuhnya, serta meningkatkan sumber manusia melalui penyelenggaraan madrasah dan memasukkan putra-putrinya pada jenjang pendidikan madrasah. Keempat, adanya peluang untuk mengembangkan program sesuai dengan kemandirian dan ciri kekhususan madrasah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Kelima, adanya dukungan masyarakat yang sangat luas dalam upaya untuk ikut berperan serta dalam menyelenggarakan madrasah baik dalam hal pengelolaan, pembangunan maupun dalam hal tanggung jawab kemitraan dalam pengabdiannya kepada bangsa, negara dan agama. Melihat perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat, upaya untuk menjadikan madrasah lebih unggul di bandingkan dengan pendidikan umum perlu dilakukan dalam rangka menjawab tantangan Kita bisa melihat, bahwa animo masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai agama begitu besar sehingga akan lebih mudah melakukan pengembagan ilmu pengetahuan berwawasan agama. Selanjutnya madrasah juga memiliki tantangan sendiri dalam menyelenggarakan pendidikan. Tantangan penyelenggaraan pendidikan madrasah antara Pertama, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan sosial dan globalilsasi yang demikian cepat, yang tidak dibarengi percepatan konsepsional, tehnik metodologi maupun administrasi, managemen di lingkungan madrasah. Kedua, hambatan birokrasi dalam penataan prosedur pengembangan baik kelembagaan madrasah, organisasi, administrasi serta kurikulum dan teknik metodologinya. Ketiga, tuntutan komputerisasi dalam sistem administrasi kependidikan, kelengkapan alat-alat laboratorium dan perpustakaan yang masih diperlukan meningkat secara luas dan profesional berkenaan dengan tuntutan yang dihadapinya. Keempat, implementasi kemitraan dan penyelenggaraan pendidikan pada madrasah antara pembina dan masyarakat pengelola madrasah belum dikembangkan secara optimal dan profesional. Kelima, ketidaksiapan pelaksanaan pendidikan di madrasah berkenaan dengan tuntutan kurikulum perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta perubahan sosial khususnya dalam hubungan kemampuan teknik metodologi dan manajemen pendidikan. Keenam, perkembangan pendidikan pada madrasah pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat yang latar belakang ekonominya rendah, namun demikian harus menampung siswa yang datang dari kalangan masyarakat yang kurang mampu. Maka akan selalu dihadapkan pada kesulitan pembiayaan operasional pendidikan dan berakibat rendahnya mutu pendidikan yang diselenggarakan. Ketujuh, ketidaksiapan pelaksanaan pendidikan di madrasah berkenaan Pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosial, khususnya dalam hal kemampuan teknik metodologi dan manajemen pendidikan (Abdurrahman, 2000:. Berbagai peluang dan tantangan tersebut menjadikan madrasah harus berpacu dalam memajukan pendidikan dan tidak boleh kalah dengan pendidikan umum lainnya. Upaya pemerintah untuk memajukan Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . madrasah juga sudah nampak dari adanya salah satu program strategis di Kemenag untuk meningkatkan mutu madrasah. Oleh karena itu pemerintah harus memberikan perhatian lebih melalui penataan, pembinaan, serta pengawasan terhadap pendidikan di madrasah sehingga dapat terus maju dan berkembang bersama dengan sistem pendidikan nasional. Pengembangan program pendidikan seharusnya tidak hanya dilakukan pada pendidikan umum, akan tetapi juga madrasah. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan madrasah akan berpengaruh pada kemajuan pendidikan di Indonesia, terlebih dengan semakin meningkatnya jumlah dan mutu madrasah HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pembelajaran di MTA Khat Al Istiwa Proses pembelajaran merupakan proses interaksi edukatif yang terjadi antara guru dengan siswa di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran itu terdapat dua aktivitas yakni proses belajar dan proses mengajar. Artinya dalam peristiwa proses pembelajaran itu senantiasa merupakan proses interaksi antara dua unsur manusiawi yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. Sehingga Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju tujuan yang lebih baik. (Nurfaizah, 2. Menurut Corey sebagaimana yang dikutip oleh Syaiful Sagala pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan himpunan khusus dari pendidikan (Syaiful Sagala, 2. Proses pembelajaran di MTA Khat Al Istiwa merupakan kegiatan edukatif antara guru dengan siswa di dalam kelas, ketika guru menjelaskan materi siwa turut mendengarkan dan memahami materi tersebut, mta khat al istiwa merupakan perpaduan antara sistem pondok pesantren dengan sistem yang berlaku pada sekolah-sekolah modern. Proses perpaduan tersebut berlangsung secara berangsur-angsur, mulai dari mengikuti kegitan ekstrakurikuler khot ,kaligrafi dan melukis, program magrib mengaji, saling berganti dengan bidang-bidang pelajaran yang lain. Gambar 1. Proses pembelajaran di MTA Khat Al Istiwa MTA Khat Al Istiwa merupakan satu satunya madrasah yang ada di desa Pabuaran Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak,Banten. Memiliki luas madrasah sekitar 300 meter dan memiliki 3 ruangan kelas dan 1 ruang guru serta memiliki satu lapangan yang berukuran sekitar 200 meter. Mta Khat Al Istiwa ini selain di gunakan untuk kegiatan pembelajaran, juga digunakan untuk kegiatan kegiatan islami yang lain seperti kegiatan pengajian ibu ibu,dan tempat mengaji anak-anak. MTA Khat Al Istiwa memiliki 4 tenaga Lita, dkk/ Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Aktif Melalui Pemanfaatan. kerja 3 orang sebagai guru pengajar kelas dan 1 orang sebagai kepala sekolah dan meiliki siswa sejumlah 45 orang, yang terdiri dari kelas diniyah ,kelas 1 ,kelas 2, kelas 3 ,dan kelas Penggunaan Berbagai Metode Pembelajaran sebagai Stimulasi Pembelajaran Aktif di MTA Khat Al Istiwa Tujuan utama dari madsrah adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadikan peserta didik yang bertanggung jawab. dengan adanya madrasah ini di harapkan anak anak dapat meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan dapat menanamkan akhlak yang mulia di kehidupan sehari hari. Namun tujuan ini akan tercapai jika madarsah memiliki tenaga pendidk yang mendukung atau memadai suatu proses pembelajaran. Maka Pengabdian kepada Masyarakat di MTA Khat Al Istiwa adalah pemberdayaan guru untuk mengembangkan pembelajaran aktif karena beberapa factor yaitu. karena latar belakang pendidik yang mayoritas hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi memiliki Pendidikan non formal yakni telah menempuh Pendidikan pondok pesantren. MTA Khat Al Istiwa memiliki 4 tenaga pendidik yang terdiri dari 3 guru kelas dan 1 kepala sekolah, dan dari latar belakang yang berbeda beda untuk kepala sekolah berlatar belakang sarjana Pendidikan, sedangkan untuk ketiga guru yang lain berlatar belakang lulusan SMP dan SMA lalu di lanjutkannya memperluas pendidikannya dengan mengikuti pesantren salafi. Jadwal pelaksanaan pembelajaran di MTA Khat Al Istiwa di mulai dari pikul 14. WIB samapai 15. 00 WIB untuk kelas diniyah dan kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, dan untuk kelas 4 mulai pukul 15. 00 WIB samapai pukul 16. 00 WIB . Kelasnya bergantian dikarnakan kurangnya sarana dan prasarana yang di miliki MTA Khat Al Istiwa. Pada proses pembelajaran di MTA Khat Al Istiwa ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi,dan metode praktikum. MTA Khat Al Istiwa ini memiliki beberapa program unggulan seperti di adakan kegiatan ekstarkulikuler kaligrafi, khot dan melukis. MTA Khat Al Istiwa memiliki beberapa program lain yaitu magrib mengaji pengajian ibu ibu ,dan beberapa kegiatan keagamaan yang lain. Pembelajarannya menggunakan beberapa metode diantaranya: metode ceramah, metode diskusi dan metode praktikum ini dapat membuat peserta didik lebih aktif dan semangat dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun evaluasai dari permasalahan ini madrasah MTA khot al istiwaa harus bisa mengikuti perkembangan jaman yang modern ini serta menmbahkan metode pembelajaran seperti menggunakan metode yang lebih pariatif seperti metode metode berbasis proyek dan lain sebagainya Maka dari itu penulis berharap dapat membangkitkan semangat dari para murid di madrasah mta al istiwaa untuk menemukan potensi diri masing masing sehinggadapat meningkatkan potensi diri masing masing. Serta dapat memberikan pengetahuan bahwa kita sebagai manusia harus selalu berusaha ,berdoa dan belajar. Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . Gambar 2. Kegiatan Hafalan Pelajaran Hadist di MTA Khat Al Istiwa Gambar 3. Jadwal Pelajaran di MTA Khat Al Istiwa Gambar 4. Pemberdayaan Guru di MTA Khat Al Istiwa Pemanfaatan Sumber Belajar Cetak Dan Berbasis Lingkungan di MTA Khat Al Istiwa Pemanfaatan sumber belajar cetak dan berbasis lingkungan merupakan strategi penting dalam proses pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Sumber belajar cetak merupakan bahan ajar fisik yang digunakan dalam proses pembelajaran. Di MTA Khat Al Istiwa sumber belajar cetak yang tersedia yakni buku pelajaran resmi dari Kementerian Agama RI seperti buku Akidah Akhlak. Fikih. Sejarah Kebudayaan Islam, dan buku yang lainnya. Gambar 5. Sebagian Sumber Belajar Cetak yang dimiliki MTA Khat Al Istiwa Lita, dkk/ Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Aktif Melalui Pemanfaatan. MTA Khat Al Istiwa memiliki beberapa program lain yaitu magrib mengaji pengajian ibu ibu ,dan beberapa kegiatan keagamaan yang lainnya, sehingga secara tidak langsung bahwa MTA Khat Al Istiwa juga mengajarkan pembelajaran agama berbasis lingkungan yakni Masyarakat sekitar desa Pabuaran mengaktifkan masyarakat dalam memperoleh pendidikan agama Islam. Sumber belajar berbasis lingkungan yakni memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar, sehingga siswa dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Berikut adalah pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan yang dimanfaatkan oleh siswa MTA Khat Al Istiwa: Masjid atau Mushala . Sebagai tempat praktik ibadah seperti salat berjamaah, khutbah, atau tadarus AlQurAoan. Memberikan pengalaman langsung dalam penerapan ajaran Islam. Kegiatan Sosial Keagamaan . Ziarah kubur, pengajian masyarakat, peringatan hari besar Islam (PHBI). Membentuk karakter sosial dan spiritual peserta didik. Lingkungan Sekitar Madrasah . Mengamati perilaku masyarakat, tradisi lokal, dan nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Misalnya: praktik tolong-menolong, gotong-royong, atau budaya saling Madrasah diniyah perlu mengoptimalkan kedua jenis sumber belajar ini secara Sumber cetak memberi dasar teoritis dan pemahaman mendalam, sementara sumber berbasis lingkungan memperkaya pengalaman dan menjembatani antara teori dan Kolaborasi antara guru, siswa, dan lingkungan sekitar menjadi kunci Gambar 6. Madrasah Takmiliyah Awaliah (MTA) Khat Al Istiwa DAFTAR PUSTAKA