AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal STRATEGI INTERNALISASI AQIDAH MELALUI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS TAUHID UNTUK ANAK USIA DINI DI CINTA MEDINA SCHOOL SURAKARTA *Aufa Qutratu AoAin. Mohammad Ali. Wachidi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia *e-mail: o300240002@student. id, wac112@ums. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: This study investigates the strategy for aqidah (Islamic cree. tauhid-based management at Cinta Medina School Surakarta, an Islamic preschool institution that embeds tauhid values into its curriculum, instructional activities, and institutional culture. Using a descriptive qualitative approach, data were obtained through observation, in-depth interviews with the schoolAos foundation management, and document analysis. The findings indicate that aqidah internalization is systematically implemented through four core components: tauhid-focused instructional planning, integration of thematic and ritual activities such as dhuha and dzuhur prayer in congregation, collaborative engagement of teachers and parents, and reflective narrative-based spiritual assessment. A key innovation is the implementation of a dedicated subject called AuFirst Tauhid,Ay delivered twice weekly using fun learning methods rooted in fitrah development. The study affirms the relevance of the Islamic Early Childhood Education framework and Al-AttasAo Theory of Fitrah, and contributes a replicable, holistic model of Islamic educational management for early childhood institutions. Keywords: Islamic education. Early childhood. Aqidah Educational management. Tauhid ARTICLE HISTORY Received 08 July 2025 Revised 19 July 2025 Accepted 19 July 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi internalisasi aqidah melalui manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School Surakarta, sebuah lembaga prasekolah Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid ke dalam sistem kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan budaya Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan manajemen yayasan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi aqidah dilakukan secara terstruktur melalui empat komponen utama: perencanaan program pembelajaran tauhid, pelaksanaan kegiatan tematik dan rutinitas ibadah seperti sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, keterlibatan aktif guru dan orang tua, serta evaluasi perkembangan spiritual Al-athfal. Vol. 06 No. : 475 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta berbasis naratif dan reflektif. Inovasi utama dalam model ini adalah mata pelajaran khusus AuFirst TauhidAy, yang diajarkan dua kali seminggu dengan pendekatan fun learning berbasis Temuan ini memperkuat konsep Islamic Early Childhood Education dan Teori Fitrah Al-Attas, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan model manajemen pendidikan Islam yang holistik dan dapat direplikasi di lembaga PAUD Islam lainnya. Kata kunci: Pendidikan Islam. Anak Usia Dini. Internalisasi Aqidah. Manajemen pendidikan. Nilai Tauhid INTRODUCTION Pendidikan tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan aqidah anak, yang berperan krusial dalam membentuk karakter dan identitas keislaman di masa depan (Istiyani. Wibowo. Taruna. Rahmawati, & Atmanto, 2. Penelitian Istiyani dan kolega menunjukkan bahwa penguatan nilai moral-religi di PAUD membutuhkan pendekatan holistik yang disesuaikan dengan kebutuhan psikologis anak (Istiyani et al. , 2. , sedangkan studi oleh Ihsannudin et al. menekankan model manajemen berbasis tauhid dalam aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran sebagai strategi efektif dalam menanamkan nilai keislaman (Ihsannudin. Syifana, & Mutiah, 2. Pendidikan tauhid sejak usia dini menjadi kebutuhan strategis di tengah tantangan globalisasi dan sekularisasi yang dapat melemahkan identitas keislaman anak. Konsep AuFirst TauhidAy sebagai Mata Pelajaran unggulan di Cinta Medina School Surakarta mengedepankan pemahaman keesaan Allah melalui cerita, permainan, dan praktik ibadah interaktif. Studi mutakhir menunjukkan bahwa kurikulum prasekolah yang terintegrasi nilai tauhid efektif memperkuat fondasi spiritual anak, meningkatkan kesadaran diri dan akhlak sejak usia emas. Studi tentang manajemen pendidikan agama di lembaga Islam kontemporer semakin penting seiring tantangan sekulerisasi dan pluralisme. Model tauhid-based management, seperti yang dikembangkan di SDIT Hidayatullah Yogyakarta, menunjukkan bahwa pendekatan sistematis dalam aspek penerimaan siswa, pengajaran, dan evaluasi dapat meningkatkan retensi nilai spiritual dan kualitas karakter anak (Ihsannudin et al. , 2. terkini masih minim yang menghubungkan manajemen tauhid dengan tahap perkembangan psikologis anak usia emas . Ae6 tahu. , padahal periode ini sangat sensitif untuk internalisasi aqidah sejak dini (Darman, 2. Lebih jauh, manajemen Pendidikan sebagai elemen kunci dalam sistem pendidikan PAUD mampu mendorong implementasi nilai-nilai tauhid secara konsisten dalam aktivitas harian anak. Studi oleh Rozy. Syahputra. Ritonga, & Mohammad Al Farabi, . mendefinisikan kelas tauhid sebagai ruang pendidikan intensif untuk pengembangan karakter religius melalui sistem manajerial yang jelas. Penelitian tentang pendidikan tauhid untuk anak usia dini telah berkembang dalam berbagai arah, terutama dalam konteks kurikulum dan Al-athfal. Vol. 06 No. : 476 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta metode pembelajaran. Studi oleh Istiyani et al. , . menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis tauhid dalam memperkuat fondasi spiritual anak usia dini melalui pembiasaan harian dan integrasi nilai keimanan ke dalam aktivitas belajar-mengajar di PAUD berbasis Islam. Sementara itu, penelitian Ihsannudin et , . menekankan peran guru dalam merancang strategi penanaman aqidah melalui kurikulum tematik yang terintegrasi nilai-nilai ketauhidan secara eksplisit. Namun, kajian-kajian tersebut sebagian besar terfokus pada konten kurikulum dan strategi pembelajaran, bukan pada bagaimana sistem manajemen lembaga turut menentukan keberhasilan internalisasi aqidah secara menyeluruh. Di sisi lain, berbagai studi yang mengkaji pendidikan Islam pada anak usia dini belum banyak mengeksplorasi pengelolaan kelembagaan secara strategis, khususnya yang mengusung konsep pendidikan tauhid secara integral sejak dini. Kajian oleh Daulay et al. , . menunjukkan bahwa efektivitas pendidikan karakter berbasis religiusitas sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan dan sistem manajemen lembaga pendidikan, namun belum secara spesifik menyentuh manajemen pendidikan tauhid di tingkat PAUD. Penelitian ini mengisi kekosongan kesenjangan . esearch ga. yang hendak dijembatani dalam penelitian ini, yaitu keterbatasan riset yang mengaitkan strategi manajerial lembaga pendidikan dengan efektivitas penanaman aqidah anak usia dini secara aplikatif dan kontekstual. Sebagai bentuk kebaharuan, penelitian ini memfokuskan diri pada strategi internalisasi aqidah anak usia emas melalui manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School SurakartaAisebuah lembaga yang secara institusional memosisikan tauhid sebagai inti dari seluruh sistem pendidikan. Berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya memusatkan perhatian pada aspek pedagogis atau kurikulum, penelitian ini mengkaji secara mendalam bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi dalam sistem manajemen sekolah tauhid berkontribusi terhadap pembentukan aqidah anak secara sistematis. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat merumuskan model manajemen pendidikan tauhid yang terintegrasi sejak dini, yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan Islam anak usia dini lainnya (Ihsannudin et al. , 2. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengeksplorasi strategi internalisasi aqidah melalui manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School Surakarta. Pendekatan ini sesuai untuk mengkaji fenomena secara mendalam dalam konteks alami dan kompleks, terutama dalam bidang manajemen pendidikan Islam yang sarat nilai dan budaya lembaga (Sugiyono. , 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa metode yang dirancang untuk memperoleh informasi yang valid dan komprehensif mengenai manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School Surakarta. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas manajerial dan implementasi nilai tauhid di lingkungan sekolah, meliputi kegiatan Al-athfal. Vol. 06 No. : 477 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta harian seperti pembelajaran, ritual ibadah, serta interaksi antara guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan sejumlah informan kunci, yang meliputi kepala sekolah . , guru pendidikan agama . , manajemen yayasan . , dan orang tua siswa . Wawancara ini bertujuan untuk menggali perspektif mereka mengenai perencanaan, implementasi, dan tantangan dalam pendidikan tauhid di sekolah. Data juga diperoleh melalui studi dokumentasi yang mencakup literatur dari jurnal terindeks SINTA dan Scopus, yang relevan dengan manajemen pendidikan Islam dan internalisasi nilai aqidah. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber dan perspektif . uru, orang tua, manajemen yayasan, serta observasi lapanga. dan mencocokkannya dengan teori-teori yang relevan. Dengan cara ini, diharapkan data yang diperoleh lebih objektif dan akurat, serta dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai strategi internalisasi aqidah melalui manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School Surakarta. RESULTS AND DISCUSSION Pengelolaan Perencanaan Program Tauhid Analisis data observasi dan wawancara manajemen yayasan menunjukkan bahwa Cinta Medina School mengembangkan program internalisasi aqidah dengan merujuk pada Islamic Early Childhood Education Theory, yang menekankan pentingnya pengembangan spiritual sesuai tahap perkembangan anak usia dini (Istiyani et al. , 2. Perencanaan program dilakukan secara sistematis, menyertakan alokasi waktu untuk kegiatan tauhid tematik, seperti doa pagi, kisah teladan Nabi, dan pembiasaan dzikir. Pola ini sejalan dengan temuan Bustamam, . bahwa 1rofession tauhid perlu integrasi lintas keluarga, 1rofess, dan media untuk menciptakan sinergi nilai 1rofes dan akhlak. Kurikulum Cinta Medina School dirancang secara komprehensif dengan tujuan menanamkan nilai-nilai tauhid pada anak usia dini khusus Muslimah pada usia 2,5-4 tahun. Pembiasaan yang dilakukan di sekolah mulai dari awal sebelum pembelajaran dimulai hingga pembelajaran selesai selalu menekankan pada aspek aspek religiusitas. Walaupun pembelajaran dilakukan secara Fun Learning, akan tetapi pada setiap metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar selalu dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan berbasis Islami. Misalnya, pengenalan matahari dan bulan sebagai ciptaan Allah SWT yang menunjukkan bahwa Allah sang maha Pencipta seluruh isi alam. Dari situ juga anak-anak diajarkan untuk banyak bersyukur dan merenungi ciptaan Allah yang maha Kuasa. Disitulah esensi yang selalu ditanamkan, melalui pembelajaran Fun Learning, anak-anak merasa Bahagia dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan asik. Selain mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dalam seluruh aspek kurikulum dan kegiatan harian. Cinta Medina School juga secara khusus mengembangkan satu Al-athfal. Vol. 06 No. : 478 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta mata 2rofessio unggulan 2rofess AuFirst TauhidAy. Mata 2rofessio ini merupakan inovasi kurikuler yang dirancang sebagai media utama untuk membangun kesadaran ketauhidan anak sejak dini secara sistematis, mendalam, dan sesuai tahap perkembangan usia emas. AuFirst TauhidAy bukan sekadar 2rofessio agama biasa, tetapi merupakan pembelajaran tauhid tematik yang mencakup aspek spiritual, afektif, dan kognitif anak. Dalam pelaksanaannya. First Tauhid dilaksanakan dua kali setiap minggu, dan setiap pertemuan dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan . un learnin. namun tetap 2rofessional2e. Materi disusun berdasarkan konsep AuTauhid in ActionAy, yaitu mengenalkan keesaan Allah melalui pengamatan terhadap alam, pengenalan sifat-sifat Allah (Asmaul Husn. , kisah para nabi, serta refleksi nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari anak. Misalnya, anak diajak mengenal sifat AlKhaliq (Maha Pencipt. melalui aktivitas melihat daun dan serangga, lalu menggambar ciptaan Allah sambil berdzikir. Semua aktivitas dikaitkan secara eksplisit dengan akidah dan rasa syukur. Setiap pertemuan disusun dalam silabus yang terstruktur, mulai dari tujuan spiritual, aktivitas inti, media pembelajaran, hingga target perilaku yang Pendekatan pembelajaran yang digunakan juga sangat variatif, mulai dari metode cerita . , simulasi ibadah, bernyanyi nilai-nilai tauhid, hingga kegiatan seni kreatif islami. Guru tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai murabbi yang mendampingi proses pertumbuhan iman anak secara emosional dan spiritual (Buitrago. Arteaga, & Cabanzo, 2. Kehadiran mata 2rofessio First Tauhid menjadi pembeda utama Cinta Medina School 2rofession 2rofess PAUD Islam lain. Ini menunjukkan keseriusan manajemen sekolah dalam menghidupkan 2rofession berbasis tauhid, bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai inti kurikulum dan arus utama 2rofession karakter anak 2rofessi. Dengan begitu, internalisasi 2rofes tidak hanya terjadi secara implisit melalui rutinitas, tetapi juga secara eksplisit melalui kurikulum tematik yang dirancang 2rofessional (Astuti & Munastiwi, 2. Gambar 1. Strategi Manajemen Tauhid Al-athfal. Vol. 06 No. : 479 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta Implementasi Kegiatan Rutin Berbasis Tauhid Manajemen yayasan menetapkan jadwal harian dan mingguan yang mengintegrasikan kegiatan tauhidAiseperti pembelajaran berbasis cerita, doa kolektif, dan refleksi spiritual. Pendekatan ini selaras dengan teori Fitrah Al-Attas, yang berargumen bahwa manusia dilahirkan dengan potensi iman . yang harus dipelihara melalui pendidikan sesuai fitrah (Diaz. Nasikhin, & Muthia, 2. Selain itu, studi Bustamam, . juga menunjukkan bahwa integrasi kegiatan religius dalam rutinitas prasekolah efektif menggali potensi spiritual anak dan membentuk karakter keagamaan yang kuat. Selain kegiatan belajar mengajar di kelas, pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan guna melatih dan menanamkan Aqidah pada anak usia dini yaitu melalui kegiatan sholat dhuha dan sholat dzuhur berjamaah. Anak-anak dikenalkan dan dibiasakan untuk menutup aurat dan menggunakan mukenah saat sholat Membiasakan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah pada anak usia dini merupakan bentuk pendidikan spiritual yang menyentuh fitrah ilahiyah anak sejak dini, membentuk kesadaran tauhid bukan hanya melalui gerakan ritual, tetapi melalui pengalaman ruhani yang bermakna. Dalam suasana yang penuh keteladanan, anak diajak berwudhu bersama, berbaris rapi, dan menjalankan sholat dengan tertib, sehingga ibadah menjadi bagian dari rutinitas yang menyenangkan dan menenangkan. Setelah sholat, anak tidak hanya diajarkan untuk duduk tenang, tetapi juga dilatih menghafal dan memanjatkan doa-doa pendek seperti doa untuk kedua orang tua dan doa memnita perlindungan dan keselamatan dunia akhirat, yang secara perlahan membentuk kedalaman spiritual dan kebiasaan berdoAoa yang akan melekat hingga dewasa. Aktivitas ini bukan sekadar pembiasaan ibadah, melainkan penanaman nilai syukur, kedisiplinan, cinta kepada Allah, dan rasa hormat kepada orang tua dalam satu rangkaian pendidikan tauhid yang hidup. Dan juga melalui pembiasaan menyanyi Asmaul Husna setiap pagi hari sebelum Pelajaran dimulai (Liriwati & Armizi, 2. Keterlibatan Yayasan dalam Pengorganisasian Keterlibatan aktif yayasan dalam desain kurikulum, pelatihan guru, dan komunikasi orang tua menjadi strategi manajerial untuk menguatkan internalisasi Hal ini sesuai prinsip Early Childhood Islamic Education Theory yang menekankan peran lintas pemangku kepentingan dalam pendidikan spiritual anak. (Fitri. Hafidhuddin. Indra, & Husaini, 2. dalam studi fikrah berbasis Quran dan Hadis menegaskan bahwa pendidikan berbasis fitrah harus melibatkan berbagai komponen, termasuk kurikulum, akhlak, dan peran penuh pendidik serta keluarga. Cinta Medina School memandang pendidikan sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga, sehingga strategi manajerial yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga melibatkan seluruh stakeholder khususnya orang tua sebagai mitra utama dalam proses internalisasi aqidah. Dalam praktiknya, sekolah secara konsisten membangun komunikasi dua arah melalui buku penghubung harian yang memuat dokumentasi kegiatan anak, catatan Al-athfal. Vol. 06 No. : 480 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta perkembangan, hingga laporan karakter dan spiritualitas anak yang diamati guru. Selain itu, materi pembelajaran juga dikolaborasikan melalui sistem update mingguan, sehingga orang tua memiliki peran aktif dalam mendampingi anak melakukan murojaah atau penguatan hafalan dan doa-doa di rumah, menciptakan kesinambungan antara pembelajaran di sekolah dan di lingkungan keluarga (Nurul Qomaria, 2. Tidak berhenti di situ. Cinta Medina School secara rutin menyelenggarakan seminar parenting islami yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman orang tua tentang konsep pendidikan berbasis tauhid, perkembangan fitrah anak, serta strategi pengasuhan yang sesuai nilai-nilai Islam. Semua upaya ini dirancang sebagai bagian dari visi holistik sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan tauhid yang integratif, di mana anak tumbuh dalam lingkungan yang seragam dalam nilai, teladan, dan cinta kepada Allah. Evaluasi Spiritual melalui Studi Literatur dan Refleksi Yayasan Evaluasi diarahkan pada perkembangan spiritual anak lewat alat observasi kualitatif dan dokumentasi reflektif yayasan. Hal ini mencerminkan model Miles. Huberman & Saldaya, di mana data hasil observasi dan wawancara dijadikan dasar Kajian dari jurnal Linguanusa . menunjukkan bahwa pendidikan aqidah yang efektif mengombinasikan pendekatan psikologi perkembangan dengan evaluasi kualitatif, sementara pendekatan Al-Attas tentang fitrah mengharuskan evaluasi spiritual dilakukan sesuai potensi iman alami anak (Ananda. Al Raihan. Putri Silma. Syahbudi, & Abdul Fadhil, 2. Evaluasi kualitatif pada anak usia dini menurut Islamic Early Childhood Education Theory dan Teori Fitrah Anak (Al-Atta. menekankan pendekatan yang bersifat observasional, naratif, dan reflektif, bukan kuantitatif atau berbasis tes Evaluasi ini bertujuan bukan untuk mengukur capaian akademik anak, melainkan menilai perkembangan spiritual, moral, dan kesadaran ketauhidan . auhidic consciousnes. anak secara alami sesuai tahap fitrah dan perkembangan Evaluasi dalam Islamic Early Childhood Education Theory Dalam kerangka ini, evaluasi pendidikan anak usia dini dilakukan dengan . Memonitor proses pembiasaan nilai tauhid, seperti kemampuan anak dalam menyebut nama Allah, menunjukkan rasa cinta terhadap ciptaanNya, serta meniru perilaku Rasulullah dalam keseharian (Rozi & Roudhotuljanah, 2. Mengamati respons afektif dan spiritual anak selama kegiatan keagamaan, seperti ketekunan dalam doa, adab terhadap guru dan orang tua, serta minat terhadap cerita nabi dan pelaksanaan sholat dhuha serta sholat dzuhur berjamaah. Membuat catatan anekdot atau jurnal harian guru sebagai instrumen penilaian yang mencatat proses pertumbuhan keimanan, bukan sekadar Al-athfal. Vol. 06 No. : 481 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta . hasil (Bustamam, 2. Evaluasi ini berpijak pada prinsip bahwa setiap anak berkembang secara unik dan tidak dapat diseragamkan dalam pencapaian spiritual. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah holistik, menilai akal, qalb . , dan amal secara bersamaan. Evaluasi dalam Perspektif Teori Fitrah (Al-Atta. Syed Muhammad Naquib Al-Attas memandang bahwa pendidikan adalah proses menanamkan adab dan mengenalkan hakikat diri serta Tuhan, bukan transmisi informasi semata. Maka evaluasi terhadap anak usia dini menurut teori fitrah harus bersifat: Non-kompetitif: tidak membandingkan antar-anak, tetapi memantau kesesuaian antara pengasuhan dan aktualisasi potensi ilahiah yang melekat sejak lahir . Berorientasi proses, bukan produk: yang dilihat adalah keterlibatan anak dalam aktivitas spiritual dan bagaimana ia menunjukkan pertumbuhan makna iman dan moral. Melibatkan evaluasi batin dari pendidik dan orang tuaAiberupa perenungan apakah nilai-nilai tauhid telah menjadi bagian dari kesadaran anak, bukan sekadar hafalan atau imitasi. Kontribusi Model Integratif terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Temuan penelitian menunjukkan bahwa model manajemen tauhid di Cinta Medina School memberikan kontribusi inovatif: . perencanaan spiritual sistematis, . integrasi nilai tauhid dalam aktivitas harian, . koordinasi yayasanguruAeorangtua, dan . evaluasi reflektif berbasis fitrah. Model ini melengkapi state of the art sebelumnya dan mengisi gap penelitian pengelolaan spiritual anak usia dini yang belum banyak diungkap. Studi Mutia (Bustamam, 2. juga menegaskan pentingnya model holistik seperti ini untuk menjawab tantangan modernisasi dan CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi internalisasi aqidah melalui manajemen pendidikan berbasis tauhid di Cinta Medina School Surakarta dilaksanakan secara sistematis dan menyeluruh, mencakup aspek perencanaan program, pelaksanaan kegiatan rutin spiritual, keterlibatan stakeholder terutama orang tua, serta evaluasi perkembangan spiritual anak secara kualitatif dan reflektif. Pendekatan ini selaras dengan prinsip dalam Islamic Early Childhood Education Theory dan Teori Fitrah Al-Attas, yang menempatkan pendidikan sebagai proses penjagaan dan pengembangan potensi ilahiah anak sejak usia dini. Model pendidikan yang diterapkan menekankan pada pembiasaan nilai tauhid melalui kegiatan keseharian seperti sholat dhuha, dzuhur berjamaah, doa-doa harian, dan aktivitas tematik islami yang membentuk karakter dan kesadaran spiritual anak secara alami. Keterlibatan manajemen yayasan dan kolaborasi intensif dengan Al-athfal. Vol. 06 No. : 482 Aufa Qutratu AoAin. Etc. Strategi Internalisasi Aqidah Melalui Manajemen Pendidikan Berbasis Tauhid Untuk Anak Usia Dini Di Cinta Medina School Surakarta orang tua menjadi kunci keberhasilan strategi ini, menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan integratif. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan manajemen pendidikan Islam yang tidak hanya berfokus pada isi kurikulum, tetapi juga pada sistem pengelolaan, komunikasi keluarga, dan evaluasi berbasis fitrah. Dengan demikian, model manajemen pendidikan tauhid di Cinta Medina School dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam anak usia dini di era kontemporer. ACKNOWLEDGMENT Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Cinta Medina School Surakarta atas keterbukaan, kerja sama, dan kepercayaan yang diberikan selama proses penelitian ini berlangsung. Terima kasih juga disampaikan kepada tim manajemen yayasan, para guru, serta seluruh staf pendidik yang telah memberikan data, informasi, dan refleksi yang sangat bermakna bagi kelengkapan hasil studi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta atas dukungan akademik dan bimbingan selama proses penyusunan karya ilmiah ini. Semoga penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan model manajemen pendidikan Islam berbasis tauhid yang holistik dan aplikatif bagi masa depan generasi emas Islam. REFERENCES