Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. PEMANFAATAN OLI BEKAS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM PERANCANGAN TUNGKU PEMBAKAR SAMPAH Hadi Wibowo. Mustaqim. Royan Hidayat. Agus Wibowo. Ahmad Farid. Galuh Renggani Willis. Aries Yulianto Program studi teknik mesin, fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas pancasakti tegal Jl. Halmahera km. 1 tegal, telp. : 0283-351082/342519,Indonesia w. E-mail: hadimaula@gmail. Abstrak Oli bekas yang dihasilkan dari macam-macam aktifitas manusia yang salah satunya pada kegiatan otomotif atau bengkel kendaraan bermotor, aktifitas tersebut menjadi penyumbang limbah tumpahan atau oli bekas. Maka dari itu dalam penelitian ini oli bekas akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar untuk membakar sampah menggunakan tungku Penelitian ini menjelaskan perancangan dan membangun tungku pembakaran dengan bahan bakar oli bekas dan air dengan 3 ukuran nozzle yang berbeda yaitu nozzle 1 mm, 2 mm dan 3 mm. pada penelitian ini nozzle tersebut dibandingkan efektifitasnya dari nyala api, tinggi nyala api, tekanan, waktu yang diperlukan hingga suhu yang dihasilkan oleh masing-masing tungku dengan diameter nozzle yang berbeda. Hasil dari percobaan yang dilakukan terhadap nozzle berdiameter 1 mm memerlukan waktu rata-rata 7. 14 menit untuk menghasilkan tekanan 1 bar dengan tinggi api 25 cm, suhu rata-rata T1 sebesar 103. 5AC. Diameter nozzle 2 mm memerlukan waktu 7. 36 menit, menghasilkan tekanan 5 bar dengan tinggi api 45 cm, suhu rata-rata T1 sebesar 159. 23AC. T2 sebesar 284. 23 dan nozzle berdiamter 3 mm memerlukan waktu 8. 13 menit. tinggi api 15 cm menghasilkan tekanan sebesar 0. 2 bar, rata-rata suhu T1 sebesar 86. 3AC. T2 sebesar 194. 23AC. Kata kunci : Oli Bekas. Tungku. Nozzle PENDAHULUAN Sampah merupakan salah satu dari banyaknya masalah yang dihadapi oleh setiap negaranegara di dunia, baik negara berkembang maupun negara maju sekalipun, termasuk hal ini menjadi masalah serius di Indonesia. (Fia Rahmawati & Dola Syamsu, 2. Pengolahan sampah di Indonesia saat ini pada umumnya masih menggunakan metodemetode yang sederhana dan terbilang tradisional, ini menyebabkan sering terjadinya praktek pembuangan secara sembarangan, termasuk dengan sampah-sampah B3 yang dimana sampah tersebut memerlukan penanganan tertentu dengan aturan-aturan yang berlaku dalam Peraturan Pemerintah UU No 18 Tahun 2008. Oli bekas yang dihasilkan dari macam-macam aktifitas manusia yang salah satunya pada kegiatan otomotif atau bengkel kendaraan bermotor, aktifitas tersebut menjadi penyumbang limbah tumpahan atau oli bekas. Oli bekas memiliki zat logam berat dari hasil penggunaan di kendaraan bermotor sebagai pelumas mesin yang sangat merugikan bagi lingkungan terutama air dan tanah. limbah oli bekas merupakan produk yang tidak dapat dihindari oleh setiap kendaraan bermotor bila tidak ditangani dengan baik atau dimanfaatkan kembali maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan. (Pratama, et al. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Berdasarkan permasalahan yang sudah dijelaskan di atas maka penulis akan melakukan perancangan dan penelitian yang berjudul AuPEMANFAATAN OLI BEKAS SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM PERANCANGAN TUNGKU PEMBAKAR SAMPAHAy. LANDASAN TEORI Lingkungan Lingkungan merupakan sebuah kesatuan ruang semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup termasuk manusia beserta perilaku-perilaku yang terlibat dalam berkelangsungan sebuah kehidupan. Selain itu biasanya diartikan sebagai sesuatu yang ada di sekeliling kehidupan. Lingkungan adalah kumpulan dari segala sesuatu yang membentuk kondisi dan akan mempengaruhi secara langsung mapun tidak langsung (Rambe. , 2. Sampah Sampah merupakn suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas yang sudah tidak digunakan lagi karena unsur atau fungsi utamanya telah habis. menghasilkan residu sisa atau sampah. Sumber sampah yang dihasilkan oleh manusia berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, rumah sakit, pasar dan lain sebagainya. (Rima Dias Ramadhani et al. , 2. Oli Bekas Minyak pelumas bekas atau oli bekas pada dasarnya adalah minyak pelumas yang dalam pemakaiannya mengalami berbagai macam gesekan dan tercampur dengan kotoran dari komponen mesin. Oli bekas berasal dari mesin kendaraan bermotor seperti motor, mobil, kapal, dan alat bermotor lainnya. Tungku Pembakaran Merupakan alat yang digunkanakan untuk pemanasan yang menghasilkan kalor, kalor tersebut dapat disalurkan pada peralatan lain yang memerlukannya. Menurut hukum kekalan energy bahwa energy tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, melainkan energy dapat berubah bentuk dari suatu bentuk energy ke bentuk energy yang lain. Macam-macam warna api Macam-macam warna api memiliki warna yang berbeda sesuai suhunya. Api merupakan okisidasi tercepat suatu material pada proses pembakaran kimiawi. Api akan menghasilkan radiasi cahaya, panas, dan hasil kimia lainnya. Hal yang menarik adalah api tidak hanya memiliki satu warna. Api berwarna merah bersuhu 1000 deraja selsius. Api jingga sekitar 1. 000 hingga 1. 200 derajat selsius, api yang berwarna kuning adalah 1. 500 derajat selsius, api biru sekitar 1. 500 derajat selsius, api putih ini hanya dapat dihasilkan oleh reaksi fusi dengan suhu mencapai 2. 000 derajat selsius. Baja ST37 Baja ST 37 merupakan baja dengan kandungan karbon rendah, hanya 0. 30% yang berarti setiap 1 ton baja terkandung 30kg karbon. Karena memiliki kandungan karbon yang lunak maka baja jenis ST 37 memiliki striktur yang lunak dan memiliki tingkat kekuatan yang rendah bila dibandingkan dengan baja yang memiliki nilai persentase kandunga karbon lebih Namun disisi lain dari sifat baja yang lunak dengan jenis ST 37 memiliki batas tarikan 37 kg/mm2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dimana dalam prosesnya Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. melalui pencarian pengaruh terhadap variable-variabel tertentu dalam kondisi yang diamati dan terkontrol secara ketat. Dimana maksud dari penelitian yang dilakasnakan ini adalah melakukan pengujian kualitas dari nyala api dan distribusi terhadap perbedaan temperatur pada cerobong api yang sudah terpasang alat pressure gauge menggunakan variasi-variasi diameter nozel yang Variable Bebas Variabel bebas pada penelitian ini adalah mengambil variasi data dari nyala api dengan menggunakan lubang nozel diameter 1 mm, 2 mm dan 3mm. Variable Terikat Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah untuk mencari kualitas ayala api, waktu penguapan, kualitas nyala api, distribusi temperatur pada cerobong api. Alat Dan Bahan Alat yang digunakan pada kegiatan ini adalah stopwatch, pressure gauge, dan thermometer digital. Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Plat Esser 2mm, pipa besi 2inci ketebalan 4mm, nozzle yang dibuat dari plat esser dengan variasi nozzle. Air dan oli bekas Desain Alat Perag. Gambar 1. Desain alat peraga Langkah Penelitian Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dibuat, mempersiapkan rangka pembakaran, memasukan nozel ke dalam rangka pembakaran lalu disatukan dengan melakukan pengelasan, pemasangan pipa 2 inci pada bagian rangka pembakaran dengan pengelasan, tabung ketel uap air dimasukan ke dalam rangka pembakaran lalu disatukan dengan pengelasan, setelah ketel uap terpasang selanjutnya diberi penutup berupa plat lalu disatukan dngan pengelasan, pada tabung dibuatkan lubang untuk keluar atau masuk air, dan pada bagian bawah rangka dimasukan wadah oli. Pengambilan data pada pengujian didapat dari, suhu pada cerobong api, nyala api pada masing masing nozel, tekanan dari uap yang dihasilkan, konsumi bahan bakar yang digunakan, dan waktu yang dibutuhkan daam proses penguapan. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Pengujian Dalam melakukan pengujian ini untuk memperoleh data yang diinginkan yaitu pada saat peneliti mengambil data, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat peraga dalam kondisi baik dengan segala parameter yang nantinya akan diuji. Penulis mempersiapkan 3 tungku pembakaran yang masing-masing diisi dengan satu liter air kedalam tungku lalu dikunci rapat agar uap hasil dari pemanasan tidak keluar dari sisi corong air, lalu mempersiapkan satu liter oli pada wadah bejana bagian bawah untuk menjadi bahan bakar yang sebelumnya sudah dicampurkan sedikit bensin agar proses pengapian selanjutnya lebih mudah. Tabel 1 Data Hasil Penngujian Diameter (MM) Rata-rata Rata-rata Rata-rata ycN1 (EE) (EE) 7,12 7,17 7,15 308,26 7,14 159,23 284,23 7,36 8,09 8,13 8,18 194,23 8,13 Gambar 4 Ilustrasi penempatan variabel T1. T2 dan P Pengumpulan Data Pengumpulan data untuk mencari nilai T1(EE) dan T2 (EE) menggunakan alat termometer inframerah pada bagian tungku tabung. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 5. Pengukuran suhu pengambilan data tekanan ini dilakukan setelah masing-masing tungku berkerja secara penuh untuk menentukan besaran tekanan . yang akurat, jarum pada pressure gauge akan menunjukan nilai dari besar tekanan dalam tungku. Gambar 6. Pressure gauge Pengumpulan data selanjutnya yang dilakukan ini adalah dengan menentukan lama waktu yang diperlukan pada masing-masing tungku untuk berkerja secara Perhitungan ini menggunakan stopwatch dimulai dari awal inisiasi menyalakan tungku hingga tungku mulai bekerja dengan baik. Gambar 7. Inisiasi tungku Proses inisiasi hingga tungku berkerja dengan optimal dapat diambil waktu pada masing-masing tungku. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 8. Penghitungan waktu Pengambilan data ketinggian dari api yang dihasilkan oleh tungku dengan menggunakan kayu. Batang kayu didekatkan disejajarkan dengan ujung atas dari cerobong api. Lalu mengamati api yang dihasilkan menyambar pada batang kayu Dari hasil sambaran api tersebut kemudian melakukan pengukuran pada batang kayu menggunakan penggaris. Gambar 9 pengukuran tnggi api Dari serangkaian penelitian yang dilakukan, langkah terakhir adalah dengan menentukan kualitas dan suhu dari api yang dihasilkan adalah dengan melakukan pengamatan dari warna api yang dihasilkan. bahwa tungku dengan nozzle 1 mm dengan warna jingga memiliki suhu api 1200AC-1500AC, tungku dengan nozzle 2 mm dengan warna api jingga memiliki suhu 1000AC-1200AC dan tungku dengan nozzle 3mm menghasilkan warna api merah memiliki suhu O 1000AC. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk merancang dan membang tungku pembakaran berbahan dasar oli bekas. Dari aktifitas yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Bahwa pengaruh kualitas api yang dihasilkan bergantung pada diameter nozzle, nozzle mengeluarkan hasil yang sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa untuk nozzle berdiameter 1 mm menghasilkan tinggi api 25 cm,nozzle berdiameter 2mm memiliki tinggi api 45 cm, nozzle 3 mm menghasilkan tinggi api 15 cm. Distribusi suhu pada bagian bagian tungku yang tercatat pada penelitian ini dituliskan dengan T1 dan T2 yang masing masing tungku memilkiki nilai sensiri. Untuk nozzle 1mm terdapat nilai sebesar suhu rata-rata T1 sebesar 103. 5AC. T2 sebesar 308. Nozzle 2 mm memiliki nilai rata-rata T1 sebesar 159. 23AC. T2 sebesar 284. 23 dan nozzle 3 mm memiliki rata-rata nilai T1 sebesar 86. 3AC. T2 sebesar 194. 23AC. Waktu yang diperlukan untuk tungku menghasilkan uap yang diperlukan untuk mendorong api keluar menuju cerobong api dari hasil udara bertekanan dari didihan air, untuk mencapai Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. titik tersebut masing-masing tungku mmerlukan wakktu yang bervariasi seperti pada tungku dengan nozzle berdiameter 1 mm memerlukan waktu rata-rata 7. 14 menit, nozzle 2 berdiameter memerlukan waktu 7. 36 menit dan nozzle berdiamter 3 mm memerlukan waktu 13 menit. Tekanan yang dihasilkan dari masing masing tungku variative. Untuk tungku dengan nozzle 1 mm menghasilkan tekanan sebesar 1 bar, tungku dengan diameter 2 mm menghasilkan 5 bar, dan untuk tungku dengan nozzle 3 mm menghasilkan tekanan sebesar 0. SARAN