Vol. No. Juli 2025, pp. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current. MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI, KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN TOWARDS SUSTAINABLE MSMES: INTEGRATING ACCOUNTING DIGITALIZATION. HUMAN RESOURCE COMPETENCE. AND FINANCIAL MANAGEMENT Yesi Rahma Aulia1*. Novia Rizki2 Program Studi S1 Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram. Mataram *Email: yesirahma003@gmail. Keywords Business Sustainability. Accounting Digitalization. HR Competencies. Financial Management Article informations Received: 2025-04-29 Accepted: 2025-07-09 Available Online: 2025-07-25 Abstract This study investigates the influence of accounting digitalization, human resource (HR) competence, and financial management on the sustainability of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. Using a quantitative approach, data were collected through purposive sampling involving 126 MSMEs across five cities and districts on Lombok Island. Indonesia. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that accounting digitalization. HR competence, and financial management each have a significant and positive impact on MSME sustainability. These results highlight the importance of digital integration, strategic HR development, and sound financial practices as essential components in ensuring business resilience and long-term The study contributes to the growing body of research on MSME sustainability and offers practical insights for policy makers, business practitioners, and development agencies seeking to foster sustainable entrepreneurship in emerging markets. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Peran UMKM sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan telah banyak diakui oleh para peneliti dan pembuat kebijakan. Indonesia. UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyediakan lebih dari 97% lapangan kerja (Kemenko Perekonomian, 2. Angka ini mencerminkan betapa dominannya sektor ini dalam struktur ekonomi nasional. Namun, dominasi UMKM dalam aspek kuantitatif belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas kelembagaan yang kokoh. Pandemi COVID-19 menjadi ujian nyata bagi ketahanan sektor ini. Banyak pelaku UMKM, terutama di daerah seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami penurunan omzet yang signifikan, bahkan terpaksa menutup usahanya akibat turunnya permintaan (Hernawardi, 2. Meskipun jumlah UMKM Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN di NTB kembali meningkat pascapandemi hingga mencapai 324. 624 unit pada tahun 2023 (Dinas Koperasi UKM NTB, 2. , berbagai tantangan struktural seperti lemahnya manajemen keuangan, keterbatasan infrastruktur digital, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia masih menjadi penghambat utama keberlanjutan UMKM di wilayah tersebut (DJPb Kanwil NTB, 2. Dalam konteks keberlanjutan, pengelolaan keuangan memainkan peran yang sangat Praktik keuangan yang baik, mencakup perencanaan, pencatatan, pelaporan, serta pengendalian internal, menjadi landasan bagi stabilitas operasional dan pengambilan keputusan yang rasional (Suras et al. , 2. Kurangnya literasi keuangan dan pengabaian terhadap pencatatan transaksi menyebabkan banyak UMKM kesulitan dalam mengakses pendanaan maupun memahami kondisi keuangan usahanya secara objektif (Suharyono, 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam sistem pengelolaan keuangan yang adaptif, salah satunya melalui penerapan teknologi digital. Digitalisasi akuntansi hadir sebagai solusi strategis dalam menjawab permasalahan Transformasi sistem akuntansi konvensional menjadi berbasis digital memungkinkan pelaku usaha untuk mengelola keuangan secara lebih efisien, akurat, dan transparan. Berbagai aplikasi akuntansi kini tersedia untuk mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, serta memantau arus kas dan stok barang secara real-time (Cahyadi et al. , 2023. Hidayati et al. Integrasi antara sistem akuntansi digital dan platform point-of-sale (POS) memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data. Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan sistem ini juga membuka peluang untuk membangun kredibilitas keuangan di mata lembaga keuangan dan investor. Di sisi lain, keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh sistem dan alat, tetapi juga oleh faktor manusia. Kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi elemen kunci dalam memastikan adaptasi terhadap dinamika lingkungan bisnis dan teknologi. SDM yang memiliki literasi digital, pengetahuan manajerial, dan kemampuan analitis akan lebih siap dalam menghadapi perubahan pasar dan risiko usaha (Rustan et al. , 2023. Claudia & Sangen. Dalam kerangka resource-based view (RBV), kompetensi SDM dapat dipandang sebagai keunggulan bersaing yang berkelanjutan apabila dikelola secara strategis. Walaupun urgensi ketiga faktor di atas telah banyak dibahas, masih terdapat kesenjangan dalam literatur terkait integrasi ketiganya sebagai determinan keberlanjutan UMKM, khususnya di konteks lokal seperti Pulau Lombok. Sejumlah studi terdahulu menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa menemukan pengaruh positif digitalisasi akuntansi terhadap keberlanjutan UMKM (Firman & Sriningsih, 2024. Asnidar et al. , 2. sementara lainnya menunjukkan dampak negatif atau tidak signifikan (Kusumastuti & Aligarh. Demikian pula dalam aspek kompetensi SDM dan manajemen keuangan, hasil penelitian cenderung inkonsisten (Ramadhan, 2023. Ardiyani et al. , 2. Inkonsistensi ini menandakan bahwa masih terdapat ruang eksplorasi untuk memahami konteks yang memoderasi atau memperkuat hubungan antarvariabel tersebut. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada manfaat digitalisasi dari sisi pemasaran dan transformasi layanan, sementara peran digitalisasi dalam proses akuntansi masih belum banyak diangkat secara sistematis sebagai penentu keberlanjutan Begitu pula dengan aspek SDM dan pengelolaan keuangan, masih sedikit studi yang secara simultan mengkaji interaksi ketiga faktor ini dalam satu kerangka teoretis yang utuh. Oleh karena itu, dibutuhkan model penelitian yang mengintegrasikan pendekatan multidimensi dan lintas variabel secara empiris untuk menjelaskan faktor-faktor penentu keberlanjutan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis pengaruh digitalisasi akuntansi, kompetensi sumber daya manusia, dan pengelolaan keuangan terhadap keberlanjutan UMKM di Pulau Lombok. Secara teoretis, penelitian ini memperluas E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. Juli 2025, pp. pemahaman mengenai peran akuntansi digital dalam literatur keberlanjutan bisnis melalui integrasi pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan resource-based view (RBV), serta menegaskan posisi kompetensi SDM sebagai aset strategis. Secara praktis, temuan studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan institusi pendukung UMKM untuk merancang strategi keberlanjutan yang lebih kontekstual dan berdampak. Dengan pendekatan ini, penelitian tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan basis teoretis dalam studi keberlanjutan UMKM, tetapi juga memberikan implikasi kebijakan dan aplikasi praktis yang relevan di tengah transformasi digital ekonomi Indonesia. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Digitalisasi Akuntansi terhadap Keberlanjutan UMKM Memasuki era serba digital, manusia tidak bisa lepas dari penggunaan perangkat elektronik, terutama dalam dunia bisnis. Pelaku usaha diharapkan untuk mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kinerja bisnisnya (Susilatri et al. , 2. Kehadiran digitalisasi sangat membantu suatu usaha untuk terus berkembang. Mengacu pada penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, digitalisasi didefinisikan sebagai proses pemberian atau pemakaian sistem digital. Digitalisasi akuntansi adalah proses akuntansi yang awalnya manual kini beralih secara digital dengan bantuan sistem. Peran teknologi digital dalam akuntansi meningkatkan kesadaran finansial pelaku UMKM terkait kondisi keuangan usaha (San, 2. Technology Acceptance Model (TAM), sebuah model yang dikembang oleh Davis pada tahun 1989 menjelaskan tentang motivasi dan persepsi seseorang saat menerima teknologi baru yang ditentukan oleh dua faktor, diantaranya perceived usefulness (PU) dan perceived ease-ofuse (PEOU) (Richard et al. , 2. Perceived usefulness mengacu pada tingkat kepercayaan individu ketika memanfaatkan sistem atau teknologi dapat meningkatkan kinerja mereka (Davis, 1. Perceived ease of use merujuk pada tingkat kepercayaan individu merasakan kemudahan ketika memanfaatkan sistem atau teknologi (Davis, 1. Implementasi digitalisasi akuntansi sejalan dengan teori ini sebab membawa dampak besar terhadap perkembangan usaha. Kemudahan dirasakan oleh pelaku UMKM dengan bantuan teknologi dalam mengelola bisnis berfokus pada pertumbuhan. Pelaku UMKM akan merasa terbantu dengan adanya sistem pencatatan digital karena dapat menghemat waktu dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan real-time, sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan dengan cepat. Hal ini akan mampu meningkatkan kinerja usaha yang berdampak terhadap keberlanjutan. Penelitian yang dilakukan oleh Firman & Sriningsih, . Richard et al. , . , dan Asnidar et al. digitalisasi akuntansi berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM, sehingga dirumuskan hipotesis pertama: H1: Digitalisasi akuntansi berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM. Pengaruh Kompetensi SDM terhadap Keberlanjutan UMKM Kompetensi sumber daya manusia mencerminkan kemampuan masing-masing individu dalam suatu organisasi untuk menjalankan pekerjaan atau tugas dengan efektif. Pengalaman sumber daya manusia sangat penting untuk memajukan UMKM. Kompetensi SDM yang tinggi menentukan kualitas SDM itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing suatu usaha (Farhan et al. , 2. Dalam Resource Based View Theory disebutkan bahwa kompetensi sumber daya manusia menjadi elemen penting dalam perusahaan untuk mencapai keunggulan Karyawan dituntut untuk memiliki kompetensi yang unik dan berkualitas untuk memastikan kelancaran operasional dan mendukung keberlangsungan usaha (Sari & Sijabat. Keunikan yang dimiliki ini yang membedakannya dengan perusahaan lain sehingga mampu bersaing dan unggul. Sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan akuntansi dan mengetahui bagaimana memaksimalkan penggunaan teknologi menjadi nilai penting untuk Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN menjalankan usaha di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Kinerja suatu usaha cenderung dapat meningkat seiring dengan tingginya kompetensi sumber daya manusia suatu Peningkatan kinerja ini menjadi indikator keberlangsungan UMKM (Jayanti & Karnowati, 2. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Firman & Sriningsih ( 2. mengatakan bahwa kompetensi sumber daya manusia dalam menjalankan fungsi akuntansi dan teknologi pendukung mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Hal ini didukung oleh penelitian Rustan et al. Indriasari & Kusuma . , dan Habibi et al. yang menemukan adanya pengaruh kompetensi SDM terhadap kinerja untuk mencapai H2: Kompetensi SDM berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM. Pengaruh Pengelolaan Keuangan terhadap Keberlanjutan UMKM Pengelolaan keuangan merupakan rangkaian proses menyeluruh yang terdiri dari berbagai tindakan untuk mendapatkan dana guna mendukung operasional bisnis (Zai & Widagdo, 2. Pengelolaan keuangan berfokus pada peningkakan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan mengoptimalkan sumber daya keuangan (Carnasih et al. , 2. Tapi terkadang pelaku UMKM hanya melakukan pencatatan sederhana seolah-olah hanya ingin mengetahui berapa keuntungan yang didapat. Akibatnya, pelaku UMKM tidak mengetahui kondisi keuangan usaha yang sebenarnya. Mereka cenderung hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek dan tidak memiliki rencana keuangan keuangan jangka panjang sehingga keberlanjutan usaha terabaikan. Padahal, jika pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik, akan membawa dampak positif terhadap perkembangan Pengelolaan keuangan yang tepat memungkinkan pelaku UMKM mengidentifikasi masalah keuangan, memaksimalkan penggunaan modal, dan menghasilkan keuntungan lebih. Berdasarkan Resource Based View Theory yang dikembangkan oleh Wernerfelt pada tahun 1984, pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberlanjutan UMKM (Agustini & Suwena, 2. Teori ini menjelaskan keberhasilan dan keunggulan kompetitif dapat dicapai dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang memungkinkan mereka untuk bersaing dan menjamin keberlanjutan. Perusahaan harus memastikan alokasi sumber daya yang optimal, pengelolaan risiko keuangan yang efektif, dan mendukung pengambilan keputusan yang strategis, sebab pengelolaan keuangan termasuk sumber daya krusial yang menjadi penentu kesuksesan suatu bisnis. Pengelolaan keuangan yang efektif menjadi kunci untuk mengelola sumber daya dan mencapai tujuan jangka panjang, termasuk keberlanjutan dan pertumbuhan. Hasil penelitian Zai & Widagdo . Desiyanti et al. , dan Agustini & Suwena, . menemukan bahwa pengelolaan keuangan memeiliki pengaruh positif terhadap keberlanjutan usaha. H3: Pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM. Digitalisasi Akuntansi (X. Kompetensi SDM (X. Keberlanjutan UMKM (Y) Pengelolaan Keuangan (X. Gambar 1 Model Penelitian E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. Juli 2025, pp. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM sektor kuliner yang berada di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, yaitu Kota Mataram. Kabupaten Lombok Barat. Lombok Tengah. Lombok Timur, dan Lombok Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik non-probability sampling yang dilakukan dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Kriteria sampel dalam penelitian ini ditentukan sebagai berikut: Merupakan pelaku UMKM di sektor kuliner. Berdomisili dan menjalankan usahanya di wilayah Pulau Lombok. Memanfaatkan teknologi digital, minimal dalam salah satu aspek seperti pencatatan keuangan, pemasaran, atau transaksi. Telah menjalankan usahanya minimal selama satu tahun. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh jumlah sampel sebanyak 126 pelaku UMKM yang tersebar di lima kabupaten/kota. Jumlah ini telah memenuhi syarat minimum jumlah sampel dalam pemodelan persamaan struktural berbasis varians (SEM-PLS), yaitu minimal 10 kali jumlah indikator pada konstruk laten dengan indikator terbanyak (Hair et al. , 2. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner. Kuesioner disusun berdasarkan indikator variabel penelitian yang telah divalidasi oleh penelitian sebelumnya, dan dimodifikasi sesuai dengan konteks lokal. Instrumen Penelitian Kuesioner disusun dalam bentuk skala Likert 5 poin, mulai dari skor 1 . angat tidak setuj. hingga skor 5 . angat setuj. Tabel 1 menunjukkan ringkasan pengukuran tiap variable. Tabel 1 Variabel Penelitian Variabel Digitalisasi Akuntansi Kompetensi SDM Pengelolaan Keuangan Keberlanjutan UMKM Definisi Operasional Variabel Digitalisasi akuntansi adalah proses penerapan teknologi digital untuk mengelola aktivitas ekonomi organisasi melalui sistem informasi akuntansi (Ramadani et al. , 2. Kemampuan menjalankan tugas dan tanggungjawab dalam pekerjaan. Kegiatan keuangan yang terkait dengan pendapatan, perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aset secara komprehensif untuk keakuratan kondisi keuangan (Aji et al. , 2. Keberlanjutan keberlangsungan operasional dalam jangka panjang (Ariyanti, 2. Indikator Kemudahan penggunaan Otomatisasi pencatatan Efisiensi waktu Item Pengetahuan . Keterampilan . Kemampuan . (Sari & Sijabat, 2. Perencanaan Pencatatan Pelaporan Pengendalian (Suras et al. , 2. Kinerja usaha Peningkatan sumber daya Pengembangan manajemen (Kisin & Setyahuni, 2. Sumber: Data Olahan, 2025 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. SEM-PLS dipilih karena mampu mengakomodasi model penelitian yang kompleks dan dapat digunakan pada data dengan distribusi non-normal serta ukuran sampel relatif kecil (Hair et al. , 2. Tahapan analisis dalam SEM-PLS meliputi: Evaluasi Model Pengukuran . uter mode. : untuk menguji validitas konvergen, diskriminan, dan reliabilitas konstruk. Evaluasi Model Struktural . nner mode. : untuk melihat kekuatan hubungan antar konstruk melalui nilai koefisien jalur . ath coefficien. R-square, dan nilai f-square. Uji Signifikansi Hipotesis: menggunakan nilai t-statistik dan p-value berdasarkan bootstrapping dengan 5. 000 sub-sample HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung dan online kepada pelaku UMKM dan diperoleh sampel sebanyak 126 responden. Responden didominasi oleh jenis kelamin perempuan dengan total 79 orang . %) sementara laki-laki sebanyak 47 orang . %). Data responden disajikan pada Tabel 2. Tabel 2 Profil Responden Karakteristik Jenis Kelamin: Laki-laki Perempuan Usia Responden: 20 Ae 25 tahun 26 Ae 30 tahun 31 Ae 40 tahun >40 tahun Alamat Usaha: Kota Mataram Kabupaten Lombok Barat Kabupaten Lombok Tengah Kabupaten Lombok Utara Kabupaten Lombok Timur Umur Usaha: <1 tahun 1 Ae 3 tahun 3 Ae 5 tahun >5 tahun Total Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil Pengujian Outer Model Pengujian outer model dalam penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas konstruk sebelum melanjutkan ke analisis struktural. Hasil uji validitas konvergen menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai loading factor di atas 0,60 dan nilai Average Variance Extracted (AVE) >0,50, yang menandakan bahwa indikator mampu merepresentasikan konstruk secara baik. Uji reliabilitas juga menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability seluruh konstruk berada di atas 0,85, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini memiliki konsistensi internal yang tinggi. Selain itu, validitas diskriminan juga telah terpenuhi melalui nilai cross loading dan kriteria Fornell-Larcker, di mana masing-masing konstruk E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. Juli 2025, pp. menunjukkan perbedaan yang jelas antarvariabel. Secara keseluruhan, seluruh indikator dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel, sehingga layak digunakan untuk pengujian inner Validitas konvergen dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3 Validity dan Reliability Test Item Digitalisasi Akuntansi (DA) DA1 DA2 DA3 DA4 DA5 DA6 DA7 Keberlanjutan Usaha (KU) KBU1 KBU2 KBU3 KBU4 KBU5 KBU6 KBU7 KBU8 KBU9 KBU10 KBU11 Kompetensi SDM (KS) KS1 KS2 KS3 KS4 KS5 KS6 Pengelolaan Keuangan (PKU) PKU1 PKU2 PKU3 PKU4 PKU5 PKU6 PKU7 PKU8 Loadings AVE CronbachAos Alpha Composite Reliability Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan hasil pengujian outer model Tabel 3 seluruh konstruk dalam penelitian ini dinyatakan memenuhi syarat validitas konvergen dan reliabilitas internal. Validitas konvergen dibuktikan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) yang berada di atas ambang minimum 0,50 (Fornell & Larcker, 1981. Sholihin & Ratmono, 2. Nilai AVE untuk Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN konstruk Digitalisasi Akuntansi. Kompetensi SDM. Pengelolaan Keuangan, dan Keberlanjutan UMKM masing-masing adalah 0,589. 0,524. 0,533. dan 0,600, menunjukkan bahwa lebih dari 50% varians indikator dapat dijelaskan oleh konstruk laten. Selain itu, sebagian besar indikator memiliki nilai loading di atas 0,70, yang merupakan standar minimal yang direkomendasikan (Hair et al. , 2. Meski terdapat beberapa indikator dengan nilai loading antara 0,62Ae0,69, seperti PKU2. PKU8, dan KBU1, nilai-nilai tersebut masih dianggap memadai karena AVE dan reliabilitas konstruk tetap tinggi. Berikutnya adalah pengujian validitas diskriminan yang ditunjukkan pada pengujian kriteria fornell & Larcker. Crossloading dan HTMT (HeterotraitMonotrait Rati. pada Tabel 4,5 dan 6 Tabel 4 Fornell-Larcker Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 5 Cross Loading DA1 DA2 DA4 DA6 DA7 DA8 DA9 KB1 KB10 KB11 KB2 KB3 KB4 KB5 KB6 KB7 KB8 KB9 KS1 KS2 KS3 KS4 KS6 KS7 PK1 PK2 PK4 0,732 0,692 0,744 0,769 0,833 0,802 0,831 0,312 0,482 0,563 0,544 0,444 0,467 0,520 0,388 0,353 0,417 0,318 0,336 0,337 0,519 0,271 0,363 0,421 0,423 0,375 0,513 0,532 0,502 0,413 0,455 0,475 0,426 0,482 0,647 0,803 0,736 0,735 0,746 0,722 0,754 0,683 0,704 0,724 0,695 0,516 0,458 0,568 0,498 0,538 0,589 0,572 0,530 0,604 0,577 0,527 0,276 0,284 0,348 0,288 0,288 0,372 0,586 0,569 0,542 0,508 0,339 0,550 0,586 0,468 0,485 0,414 0,819 0,807 0,787 0,703 0,715 0,808 0,454 0,570 0,537 0,524 0,464 0,438 0,460 0,469 0,441 0,474 0,492 0,637 0,594 0,618 0,588 0,602 0,627 0,510 0,594 0,601 0,473 0,463 0,409 0,544 0,418 0,593 0,637 0,719 0,630 0,773 E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. Juli 2025, pp. 0,480 0,446 0,519 0,487 0,272 PK5 PK6 PK7 PK8 PK9 0,597 0,515 0,689 0,597 0,532 0,473 0,372 0,613 0,437 0,409 0,803 0,737 0,722 0,812 0,621 Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 6 Heterotrait-monotrait ratio (HTMT)- matrix Sumber: Data Diolah, 2025 Discriminant validity dilakukan untuk memastikan konstruk secara teori berbeda dengan dengan konstruk variabel lainnya. Untuk menguji discriminant validity pada penelitian ini dilakukan dengan tiga pendekatan, diantaranya Fornell-Larcker. Cross Loading, dan HTMT Sebagian besar konstruk pada hasil Fornell-Larcker memiliki validitas diskriminan yang baik, kecuali antara kosntruk KB dengan PK yakni 0. 800 lebih tinggi dari akar AVE, menandakan adanya kesamaan persepsi responden terhadap kedua konstruk. Pengujian menggunakan cross loading menunjukkan bahwa semua indikator memiliki loading factor lebih besar pada konstruk yang diukur dibanding dengan konstruk lainnya. Selain itu, hasil uji HTMT ratio dianggap valid sebab nilai antar kosntruk <0. 9 (Henseler et al. , 2. Reliabilitas konstruk diuji melalui CronbachAos Alpha dan Composite Reliability (CR). Hasil pengujian pada Tabek 3 menunjukkan bahwa semua konstruk memiliki nilai CronbachAos Alpha dan CR di atas 0,87, jauh di atas batas minimum 0,70 yang disarankan (Nunnally & Bernstein, 1. Ini mengindikasikan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki konsistensi internal yang sangat baik dan mampu mengukur konstruk secara stabil. Dengan demikian, model pengukuran pada penelitian ini dapat dikatakan valid dan reliabel, serta layak untuk digunakan dalam pengujian model struktural . nner mode. Tabel 4 R-square Test KEBERLANJUTAN UMKM R-square R-square adjust Sumber: Data Diolah, 2025 R-square test dilakukan untuk menjelaskan seberapa besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Pada Tabel 4 menunjukkan nilai R-square sebesar 0,692. Hal ini menunjukkan bahwa 69,2% variabel dependen yakni keberlanjutan UMKM dijelaskan oleh variabel digitalisasi akuntansi, kompetensi SDM, serta pengelolaan keuangan. Sementara itu, sebesar 30,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di laur variabel yang diteliti. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN Tabel 5 Coefficients Test DIGITALISASI AKUNTANSI -> KEBERLANJUTAN UMKM KOMPETENSI SDM -> KEBERLANJUTAN UMKM PENGELOLAAN KEUANGAN -> KEBERLANJUTAN UMKM Sumber: Data Diolah, 2025 Original Sample (O) P Values Criteria Diterima Diterima Diterima Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode SEM-PLS, seluruh hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan diterima karena memenuhi kriteria signifikansi statistik, yaitu nilai p-value di bawah 0,05 dan koefisien jalur . riginal sampl. yang positif. Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa digitalisasi akuntansi berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM terbukti signifikan, dengan nilai original sample sebesar 0,166 dan p-value sebesar 0,032. Hipotesis kedua mengenai pengaruh kompetensi sumber daya manusia terhadap keberlanjutan UMKM juga diterima, dengan nilai original sample sebesar 0,250 dan p-value 0,000, yang menunjukkan tingkat signifikansi yang sangat kuat. Demikian pula, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM memperoleh dukungan empiris yang paling kuat, dengan nilai original sample sebesar 0,532 dan p-value 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM di Pulau Lombok Pembahasan Pengaruh Digitalisasi Akuntansi terhadap Keberlanjutan UMKM Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat penerapan sistem akuntansi berbasis digital, maka semakin besar pula peluang UMKM untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Digitalisasi akuntansi tidak hanya mempermudah proses pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan, tetapi juga mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi, serta memungkinkan monitoring arus kas dan kinerja usaha secara real-time. Temuan ini konsisten dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) (Davis, 1. , yang menyatakan bahwa adopsi teknologi sangat dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan manfaat . erceived usefulnes. Pelaku UMKM yang merasa bahwa penggunaan sistem akuntansi digital dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi keuangan cenderung lebih termotivasi untuk mengadopsi teknologi tersebut, yang pada akhirnya mendukung keberlangsungan usahanya. Selain itu, digitalisasi juga membuka akses terhadap layanan keuangan formal, seperti perbankan dan pembiayaan, yang mensyaratkan laporan keuangan yang rapi dan akurat. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Firman & Sriningsih . Richard et al. , dan Asnidar et al. , yang menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk dalam pengelolaan keuangan, secara signifikan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kecil. Kontribusi teoritis dari temuan ini adalah memperluas penerapan TAM dalam konteks akuntansi digital di sektor informal, khususnya UMKM di daerah E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. Juli 2025, pp. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Keberlanjutan UMKM Kompetensi sumber daya manusia terbukti berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan UMKM. Hal ini memperkuat pandangan dalam Resource-Based View (RBV) (Barney, 1. , yang menyatakan bahwa sumber daya internal, seperti keterampilan, pengetahuan, dan keahlian SDM, merupakan aset strategis yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Dalam konteks UMKM. SDM yang kompeten memiliki peran krusial dalam menjalankan operasional usaha, memahami laporan keuangan, serta merespons perubahan pasar dan teknologi secara adaptif. Hasil penelitian ini mendukung studi dari Rustan et al. Indriasari & Kusuma . , dan Habibi et al. , yang menunjukkan bahwa penguatan kompetensi SDM berkorelasi positif terhadap pertumbuhan dan ketahanan usaha kecil. Sebaliknya, kurangnya kapasitas manajerial dan operasional sering kali menjadi penyebab kegagalan UMKM, terutama dalam menghadapi dinamika persaingan dan perubahan kebijakan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan, digital literacy, dan pembinaan manajemen menjadi strategi kunci untuk mendorong keberlanjutan usaha. Kontribusi ilmiah dari temuan ini adalah mempertegas bahwa keberlanjutan UMKM tidak semata-mata bergantung pada faktor eksternal seperti dukungan pemerintah, tetapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan internal, khususnya kualitas SDM. Implikasi praktisnya adalah perlunya intervensi kebijakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui program pelatihan terpadu yang adaptif terhadap teknologi dan tuntutan pasar. Pengaruh Pengelolaan Keuangan terhadap Keberlanjutan UMKM Pengelolaan keuangan memiliki pengaruh paling kuat terhadap keberlanjutan UMKM dibandingkan dua variabel lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam merencanakan, mencatat, melaporkan, dan mengendalikan keuangan usaha secara terstruktur merupakan kunci utama dalam mempertahankan kelangsungan usaha, terutama dalam sektor Praktik keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha untuk memantau arus kas, mengelola modal kerja secara efisien, dan meminimalkan risiko kebangkrutan. Dalam perspektif Resource-Based View, pengelolaan keuangan yang efektif dipandang sebagai kapabilitas organisasi, yakni kemampuan untuk menggunakan sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuan jangka panjang. Pengelolaan keuangan yang baik juga dapat membuka akses terhadap pembiayaan eksternal, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat fondasi usaha dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini mendukung hasil studi Zai & Widagdo . Desiyanti et al. dan Agustini & Suwena . , yang menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan keuangan berkorelasi positif dengan performa dan keberlanjutan UMKM. Sebaliknya, hasil ini bertolak belakang dengan Ardiyani et al. , yang menemukan bahwa pengelolaan keuangan tidak berpengaruh signifikan kemungkinan besar disebabkan oleh rendahnya kapasitas literasi keuangan responden dalam studi tersebut. Kontribusi teoritis dari temuan ini adalah memperkuat posisi pengelolaan keuangan sebagai elemen kunci dalam model keberlanjutan UMKM, dan membuka ruang eksplorasi lanjutan untuk mengintegrasikan pendekatan RBV dengan teori literasi keuangan dalam konteks usaha mikro. SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi akuntansi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan pengelolaan keuangan secara signifikan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM di Pulau Lombok. Penerapan teknologi akuntansi digital memungkinkan pelaku UMKM mengelola keuangan dengan lebih efisien, akurat, dan real-time. Keberhasilan transisi digital ini tidak terlepas dari peran SDM yang kompeten, memahami prinsip-prinsip Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Yesi Rahma Aulia. Novia Rizki MENUJU UMKM BERKELANJUTAN: INTEGRASI DIGITALISASI AKUNTANSI. KOMPETENSI SDM. DAN PENGELOLAAN KEUANGAN dasar akuntansi, serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Di sisi lain, pengelolaan keuangan yang dilakukan secara terstruktur dan profesional terbukti menjadi fondasi penting dalam memastikan stabilitas usaha, pengambilan keputusan bisnis yang tepat, serta akses terhadap pembiayaan. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada pelaku UMKM sektor kuliner di Pulau Lombok, sehingga generalisasi hasil pada sektor atau wilayah lain perlu dilakukan dengan hati-hati. Kedua, data diperoleh dari kuesioner tertutup yang bersifat self-reported, sehingga memungkinkan adanya bias persepsi atau subjektivitas responden. Ketiga, pendekatan kuantitatif tidak memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap konteks sosial dan pengalaman pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Berdasarkan keterbatasan tersebut, saran untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan sektor UMKM yang lebih beragam, memperluas wilayah cakupan geografis, dan menggunakan pendekatan campuran . ixed-metho. atau kualitatif untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai persepsi, hambatan, dan strategi adaptasi pelaku usaha. Penelitian mendatang juga dapat mempertimbangkan variabel tambahan seperti inovasi, inklusi keuangan, pemanfaatan media sosial, dukungan pemerintah, atau orientasi kewirausahaan sebagai determinan keberlanjutan UMKM dalam konteks transformasi digital yang semakin Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan dan pengujian kerangka integratif yang menggabungkan Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV) untuk menjelaskan keberlanjutan UMKM. TAM mendasari penerimaan digitalisasi akuntansi, sementara RBV menjelaskan bagaimana kapabilitas internal terutama kompetensi SDM dan kemampuan manajerial keuanganAimenjadi penentu keunggulan bersaing jangka panjang. Penelitian ini memperluas cakupan penerapan kedua teori tersebut dalam konteks sektor informal dan wilayah berkembang, yang sebelumnya relatif kurang mendapat perhatian dalam literatur global. Secara praktis, temuan ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk lebih proaktif mengintegrasikan sistem akuntansi digital dalam kegiatan operasional sehari-hari, meningkatkan literasi dan kompetensi SDM, serta menerapkan pengelolaan keuangan yang Pemerintah daerah dan pemangku kebijakan disarankan untuk merancang program pendampingan dan pelatihan terpadu yang mengombinasikan aspek digitalisasi, manajerial, dan literasi keuangan guna menciptakan ekosistem UMKM yang lebih berdaya saing dan REFERENSI