ISSN e-ISSN: - PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHIRUSSANAH STUDI KASUS DI TPQ DARUL AMANAH DESA TLAHAB KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL Rosidin1 rosidin1987@stik-kendal. Adib Azka Najib2 adibelshobi@gmail. Ainur Rosikhoh3 Ainurrosikhoh000@gmail. Dwi Rahmawati4 Dwi12742@gmail. Jumrotul Nur Aisah5 Jumrotulnuraisah@gmail. Laila Mufidatul Amrina6 Lailaamrina7@gmail. Martiasih Eva Hanifa7 Evahanifa084@gmail. Masyrofie Ahmad Farhan8 Masyrofie46@gmail. Muhammad Faqih Mubarok9 Mfmbrk01@gmail. Siti Muasomah10 Imahcntk1@gmail. Umul Farikha Aprilia11 Rikkaaprilia2@gmail. Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. Sekolah Tinggi Islam Kendal Abstrak Akhirussanah TPQ merupakan kegiatan penting yang menandai terlaksananya akhir dari periode pembelajaran. Kualitas pelaksanaan akhirussanah TPQ bergantung pada partisipasi dan dukungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kualitas akhirussanah di TPQ Darul Amanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan panitia akhirussanah, pelatihan akhirussanah, dan penggalangan dana dapat meningkatkan kualitas akhirussanah TPQ secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ. Kata kunci: Akhirussanah TPQ. Abstract Akhirussanah TPQ is an important activity that marks the end of the learning period. The quality of implementation of TPQ finalussanah depends on community participation and support. This research aims to examine how community empowerment can improve the quality of TPQ Darul Amanah at TPQ Darul Amanah. The research method used is qualitative with a case study approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The results of the research show that community empowerment through the formation of a Akhirussanah committee. Akhirussanah training, and fundraising can significantly improve the quality of TPQ Akhirussanah. This research concludes that community empowerment is a key factor in the successful implementation of TPQ Akhirussanah. Keywords: Akhirussanah TPQ. Community Empowerment. Akhirussanah Quality. Community Participation. PENDAHULUAN Kualitas sumber daya manusia pada hakikatnya sangat ditentukan oleh pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dan berkepribadian tentunya akan menghasilkan manusia yang berkualitas dan berkepribadian pula. Oleh karena itu pendidikan harus menjadi prioritas dalam setiap program pembangunan. Pada saat ini masih banyak orang beranggapan bahwa pendidikan hanya dapat diperoleh melalui bangku sekolah. Image yang demikian tersebut tidaklah sepenuhnya keliru. Sebab sampai saat ini masih banyak DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 warga masyarakat yang menggantungkan dalam mendapatkan pelayanan pendidikan melalui sekolah, sehingga terbentuk semacam opini bahwa pendidikan itu identik dengan Paradigma pendidikan di negara kita yang terlampau menekankan pada pendidikan sekolah akan berakibat terjadinya banyak ketimpangan. Ketidakseimbangan orientasi pendidikan semacam ini justru akan menyebabkan terjadinya ketimpangan nilai dan ketidakseimbangnya antara hak dan kewajiban pendidikan. Pendidikan di luar sekolah akan sangat menentukan kualitas pendidikan di negara kita dikemudian hari. Tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan konstitusi adalah memanusiakan manusia . umanizing Pendidikan masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat. Masyarakat melahirkan beberapa lembaga pendidikan nonformal sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terikat oleh kesatuan bangsa, negara, kebudayaan, dan agama. Setiap masyarakat, memiliki cita-cita yang diwujudkan melalui peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Islam tidak membebaskan manusia dari tanggungjawabnya sebagai anggota masyarakat, dia merupakan bagian yang integral sehingga harus tunduk pada norma-norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Begitu juga dengan tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Adanya tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan, maka masyarakat akan menyelanggarakan kegiatan pendidikan yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikan nonformal. Sebagai lembaga pendidikan non formal, masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, tetapi tidak mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat. Meskipun demikian, lembagalembaga tersebut juga memerlukan pengelolaan yang profesional dalam suatu organisasi dengan manajemen yang baik. Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. Menurut an-Nahlawi, tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan tersebut hendaknya melakukan beberapa hal, yaitu: pertama, menyadari bahwa Allah menjadikan masyarakat sebagai penyuruh kebaikan dan pelarang kemungkaran (Qs. Ali Imran/3: . kedua, dalam masyarakat Islam seluruh anak-anak dianggap anak sendiri atau anak saudaranya sehingga di antara saling perhatian dalam mendidik anak-anak yang ada di lingkungan mereka sebagaimana mereka mendidik anak sendiri. ketiga, jika ada orang yang berbuat jahat, maka masyarakat turut menghadapinya dengan menegakkan hukum yang berlaku, termasuk adanya ancaman, hukuman, dan kekerasan lain dengan cara yang keempat, masyarakat pun dapat melakukan pembinaan melalui pengisolasian, pemboikoitan, atau pemutusan hubungan kemasyarakatan sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi. dan kelima, pendidikan kemasyarakatan dapat dilakukan melalui kerja sama yang utuh karena masyarakat muslim adalah masyarakat yang padu. Zuhairini dan Abdul Ghafir menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. Jadi, pada dasarnya. Pendidikan Agama Islam menginginkan peserta didik yang memiliki fondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat terhadap Allah, karena iman merupakan potensi rohani yang harus diaktualisasikan dalam bentuk amal saleh, sehingga menghasilkan prestasi yang disebut takwa. Pokok pertama materi Pendidikan Agama Islam pada dasarnya adalah al-Quran. Sebagai pokok agama, al-Quran memegang peranan yang sangat signifikan dalam pembentukkan tingkah laku manusia atau pembentukkan akhlaq yang mulia. Artinya bahwa, seseorang akan melahirkan sebuah tata nilai yangluhur dan mulia jika mengikuti sumber dari al-Quran. Tata nilai itu kemudian melembaga dalam suatu masyarakat dan pada gilirannya akan membentuk sebuah kebudayaan dan peradaban yang Oleh karena itu, kemampuan menulis,membaca, mengerti, dan sekaligus menghayati isi bacaan al-Quran, adalah sangat penting dalam meningkatkan moral anak DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 Berpijak pada urgensi tersebut, maka eksistensi Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) sebagai sebuah lembaga pendidikan luar sekolah yang menitikberatkan pengajaran pada pembelajaran membaca al-Quran dengan muatan tambahan yang berorientasi pada pembentukan akhlak dan kepribadian qurani menjadi sangat urgen dewasa ini. Taman pendidikan al-Quran merupakan lembaga pendidikan non-formal yang menitikberatkan pada pembelajaran serta penanaman nilai-nilai qurani pada anak usia pendidikan dasar. Keberadaan pendidikan al-Quran membawa misi yang sangat mendasar terkait dengan pentingnya memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai al-Quran sejak usia dini. Kesemarakan ini menemukan momentumnya pada tahun 1990-an setelah ditemukan berbagai metode dan pendekatan dalam pembelajaran membaca al-Quran. Dalam TPQ anak diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional tetapi juga cerdas rohani yang mulai dibangun sejak dini. TPQ merupakan salah satu asupan keimanan manusia. Layaknya tubuh yang butuh asupan pangan sebagai penguat badan, begitu juga dengan keimanan seseorang yang butuh asupan, dengan asupan pendidikan agama dan pendidikan umum yang dimulai dan ditanamkan sejak usia dini maka kebutuhan akan pendidikan dapat terpenuhi. TPQ juga sebagai salah satu sarana dakwah Islam yang dirancang sesuai dengan kebutuhan anak. Dalam dakwah Islam melalui TPQ, anak diajarkan bagaimana mulai mengenal huruf hijaiyah, mampu membacanya, mampu menulisnya, dan sampai pada bacaan al-Quran. Dalam TPQ tidak hanya diajarkan Baca Tulis al-QurAoan saja, tetapi juga diperkenalkan dengan ajaran- ajaran dasar Islam, seperti cara berwudlu dengan benar, bacaan-bacaan ketika wudlu, cara sholat dengan benar, bacaan-bacaan sholat, dan Para ustadz/ustadzah juga mengenalkan sejarah nabi, cerita para nabi, ceritacerita sejarah Islam yang dirangkum sesuai sesuai dengan bahasa anak. Pendidikan agama memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Di Indonesia. TPQ menjadi garda terdepan dalam memberikan Pendidikan agama sejak usia dini, khususnya dalam membaca dan menulis al-QurAoan. TPQ tidak hanya Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. mengajarkan tentang keagamaan, tetapi juga nilai-nilai luhur yang menjadi landasan penting bagi perkembangan individu dan masyarakat. Akhirussanah, sebagai puncak dari proses pembelajaran di TPQ, merupakan moment penting bagi santri dan orang tua. Kualitas pelaksanaan akhirussanah menjadi indicator keberhasilan Pendidikan di TPQ. Namun, seringkali pelaksanaan akhirussanah di beberapa TPQ masih belum optimal. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai factor, antara lain keterbatasan sumber daya, kurangnya inovasi dalam penyelenggaraan, serta kurangnya keterlibatan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas akhirussanah TPQ. Masyarakat memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan akhirussanah yang berkualitas. Melalui pemberdayaan, masyarakat dapat dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan Keterlibatan aktif masyarakat akan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan dan peningkatan kualitas TPQ. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dapat dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola TPQ, guru, orangtua siswa, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan akhirussanah TPQ. Observasi juga dilakukan untuk mengamati secra langsung pelaksanan kegiatan akhirussanah TPQ. Selain itu, dokumentasi seperti foto, video, dan laporan kegiatan juga digunakan sebagai sumber data. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. PEMBAHASAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAoAN (TPQ) Taman Pendidikan al-QurAoan (TPQ) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pengajaran baca tulis al-QurAoan bagi anak-anak. Keberadaan TPQ bertujuan untuk mencegah penurunan nilai-nilai keagamaan serta memastikan lahirnya DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 generasi Qur'ani di setiap daerah. Kemampuan membaca al-QurAoan sesuai dengan kaidah dan hukum tajwid menjadi target utama yang harus dicapai oleh setiap santri. 1 Secara lebih luas. TPQ adalah wadah yang dibentuk oleh masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan nonformal berbasis nilai-nilai Islam. Tujuan utama lembaga ini adalah memberikan pembelajaran membaca dan menulis al-QurAoan sejak usia dini, sekaligus menanamkan pemahaman dasar tentang ajaran Islam. Pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal bertanggung jawab dalam memberikan pembelajaran Al-Qur'an dan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Salah satu agenda tahunan yang penting dalam TPQ adalah akhirussanah, yaitu kegiatan perpisahan atau wisuda santri yang telah menyelesaikan jenjang pembelajaran tertentu. Dalam konteks TPQ Darul Amanah. Desa Tlahab. Kecamatan Gemuh. Kabupaten Kendal, akhirussanah tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga ajang untuk mempererat hubungan antara lembaga, santri, dan masyarakat. PENDIDIKAN ISLAM Menurut Al-Ghazali, pendidikan merupakan upaya seorang pendidik dalam menghilangkan akhlak buruk serta menanamkan akhlak baik kepada peserta didik agar mereka semakin dekat dengan Allah dan mencapai kebahagiaan di dunia serta akhirat. Pendidikan Agama Islam diajarkan baik melalui jalur formal maupun nonformal di sekolah-sekolah. Namun, dalam sistem pendidikan formal, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam umumnya hanya diajarkan dua kali dalam seminggu, padahal anak-anak sangat membutuhkan pembelajaran agama yang lebih intensif. Wahyuni. Penerapan Nilai-Nilai Moral Pada Santri Tpq Al-Khumaier Pekanbaru. Generasi Emas, 1. , 51. https://doi. org/https: //doi. org/10. 25299/ge. Kusuma. Yuanda. Model-Model Perkembangan Pembelajaran BTQ di TPQ/TPA. JPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5. , 46-58. Adnan. dan Hamim. Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Penelitian. Trussmedia Grafika. Daerah Istimewa Yogyakarta. Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian manusia secara menyeluruh dengan melatih aspek kejiwaan, kecerdasan intelektual, daya pikir, perasaan, serta pancaindra. 4 Selain itu, pendidikan ini mencakup perkembangan manusia dalam berbagai aspek, termasuk spiritual, intelektual, imajinatif, fisik, dan ilmiah. Pendidikan Agama Islam merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membekali peserta didik dengan pemahaman, keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia. Melalui bimbingan, pengajaran, pelatihan, dan pengalaman, peserta didik diarahkan untuk mengamalkan ajaran Islam berdasarkan sumber utamanya, yaitu Al-QurAoan dan As-Sunnah. KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KONTEKS TPQ Pemberdayaan masyarakat merupakan proses di mana komunitas lokal diberdayakan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, termasuk dalam bidang pendidikan agama. Dalam konteks TPQ, pemberdayaan masyarakat melibatkan berbagai elemen, seperti tokoh agama, orang tua santri, serta pihak pemerintah desa. Melalui partisipasi aktif mereka, program pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan memiliki dampak jangka panjang bagi komunitas. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHIRUSSANAH PERAN MASYARAKAT DALAM PENDANAAN Keterlibatan masyarakat dalam aspek pendanaan sangat krusial. Partisipasi dalam bentuk sumbangan sukarela, sponsorship dari tokoh masyarakat, serta kontribusi dari para wali santri membantu dalam menyediakan fasilitas yang lebih baik untuk acara akhirussanah. Sujiono. Yuliani Nurani. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks. Mufarokhah. Maskuri. , & Dewi. Implementasi Pendidikan Karakter Religius Di Taman Pendidikan QurAoan Al-Aziz Jabung Malang. Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan, 5. Article 8. https://jim. id/index. php/fai/article/view/7657 DimaSTIKa . PARTISIPASI Vol. No. 2, 2024 DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN Masyarakat terlibat langsung dalam persiapan acara, mulai dari dekorasi, konsumsi, hingga susunan acara. Gotong royong dalam penyelenggaraan akhirussanah mencerminkan kebersamaan dalam komunitas. PENINGKATAN KUALITAS ACARA Dengan dukungan masyarakat, berbagai kegiatan seperti khataman Al-Qur'an, pentas seni Islami, dan tausiyah dari ulama setempat dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Hal ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi santri dan para peserta acara. DAMPAK SOSIAL DAN KEAGAMAAN Keterlibatan masyarakat dalam akhirussanah tidak hanya berdampak pada keberlangsungan acara, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk terus mendukung pendidikan agama bagi anak-anak mereka. TANTANGAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Meskipun pemberdayaan masyarakat memiliki banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaannya, antara lain: Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pendidikan agama dan akhirussanah. Keterbatasan Sumber Daya: Keterbatasan dana dan fasilitas sering menjadi kendala dalam menyelenggarakan akhirussanah yang berkualitas. Koordinasi yang Kurang Efektif: Dibutuhkan komunikasi yang baik antara pengelola TPQ dan masyarakat agar program akhirussanah berjalan dengan lancar. STRATEGI MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. Sosialisasi dan Edukasi Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya akhirussanah dan perannya dalam mendukung pendidikan agama. Kemitraan dengan Pihak Eksternal Membangun kerja sama dengan pemerintah desa, organisasi Islam, dan pihak swasta dalam menyediakan dukungan untuk penyelenggaraan akhirussanah. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Memberikan laporan keuangan yang transparan terkait dana yang diperoleh dari masyarakat sehingga meningkatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Dalam era digital, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan masyarakat dalam mendukung akhirussanah. Beberapa penerapan teknologi yang relevan meliputi: Media Sosial dan Website: Penggunaan platform seperti Facebook. Instagram, dan WhatsApp sebagai sarana informasi dan promosi acara akhirussanah. Crowdfunding Online: Penggalangan dana melalui platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan kontribusi finansial. Live Streaming dan Dokumentasi Digital: Menyediakan siaran langsung akhirussanah dan dokumentasi berbasis digital agar dapat diakses oleh masyarakat DAMPAK JANGKA PANJANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TPQ Pemberdayaan masyarakat dalam konteks TPQ tidak hanya berdampak pada akhirussanah, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan lembaga. Beberapa dampak positif yang dapat terjadi antara lain: Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Masyarakat: Dukungan aktif masyarakat dapat meningkatkan reputasi TPQ sehingga lebih banyak orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka untuk belajar di sana. DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 Memperluas Jaringan Kerja Sama: Pemberdayaan yang baik dapat membuka peluang kolaborasi dengan organisasi lain yang mendukung pendidikan Islam. Memotivasi Santri untuk Berprestasi: Acara akhirussanah yang berkualitas dapat menjadi motivasi bagi santri untuk lebih semangat dalam belajar dan menghafal AlQur'an. Memperkuat Solidaritas Sosial: Gotong royong dalam penyelenggaraan akhirussanah menciptakan rasa kebersamaan yang lebih erat di antara masyarakat, sehingga meningkatkan hubungan sosial yang harmonis. Memperkuat Nilai Keagamaan dalam Masyarakat: Kegiatan ini bukan hanya milik santri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kualitas akhirussanah TPQ melalui beberapa cara yaitu: Pembentukan Panitia Akhirussanah: Pembentukan panitia akhirussanah yang melibatkan unsur masyarakat dapat meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Panitia ini bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan akhirussanah TPQ. Pelatihan Akhirussanah: pelatihan ditujukan kepada anggota masyarakat yang terlibat dalam kepanitiaan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan akhirussanah TPQ. Pelatihan ini dapat meliputi materi tentang perencanaan kegiatan, managemen keuangan, koordinasi tim, dan komunikasi efektif. Penggalangan Dana: Penggalangan dana dari masyarakat dapat membantu pelaksanaan kegiatan akhirussanah TPQ. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membeli hadiah, menyewa tempat, atau mengundang pengisi acara. SIMPULAN Rosidin, dkk. Pemberdayaan Masyarakat Dalam MeningkatkanAA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ. Melalui pemberdayaan masyarakat, kualitas akhirussanah TPQ dapat ditingkatkan secara signifikan. Oleh karena itu, pengelola TPQ perlu melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan akhirussanah TPQ. Dengan adanya dukungan dalam pendanaan, pelaksanaan, dan partisipasi aktif, akhirussanah menjadi lebih dari sekadar acara seremonial, tetapi juga sebagai ajang pembinaan keagamaan yang lebih bermakna bagi santri dan masyarakat Penggunaan teknologi dan peningkatan kesadaran masyarakat juga dapat membantu dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi TPQ. DAFTAR PUSTAKA