Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Desember, 2023, pp. Pemberian Makanan Tambahan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Undrus Binangun Denda GinanjarA. NurmaselaA Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi E-mail: dendaginanjar@unlip. id, nurmaasela64@gmail. Article History: Received: November, 2023 Revised: November, 2023 Accepted: November, 2023 Abstract: Stunting merupakan masalah serius di berbagai wilayah, termasuk Desa Undrus Binangun. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada anak-anak balita di Desa Undrus Binangun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan kepada ibu-ibu tentang gizi seimbang dan cara memasak makanan bergizi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang gizi dan pemberian makanan seimbang kepada anak-anak. Selain itu, terjadi peningkatan berat badan dan pertumbuhan linier pada sebagian besar balita yang mendapatkan makanan tambahan. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian makanan tambahan dengan pendekatan edukatif dapat efektif dalam mengurangi stunting di Desa Undrus Binangun. Keywords: Pemberian Makanan Tambahan. Stunting. Gizi. Anak Balita. Desa Undrus Binangun Kata Pendahuluan Stunting menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan di negara-negara maju, termasuk Indonesia. Pada tahun 2016. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 22,9% dari 154,8 juta balita mengalami stunting. Pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dengan menyediakan suplementasi zat gizi besar dan kecil. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada bayi . -11 bula. dan balita . -59 bula. akibat kekurangan gizi kronis selama 1. 000 hari pertama Ini menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya, muncul setelah usia 2 tahun meskipun masalah gizi sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan. Stunting diidentifikasi dengan nilai z-score panjang badan menurut umur (PB/A) atau (TB/A) kurang dari -2SD atau bahkan kurang dari -3SD . erdil bera. Anak yang stunting cenderung memiliki kecerdasan terhambat, rentan terhadap penyakit, dan berisiko mengalami penurunan produktivitas di masa depan, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan. Stunting Vol. No. Desember, 2023, pp. dipengaruhi oleh faktor multidimensi termasuk praktik pelayanan gizi yang buruk dan kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi. Intervensi utama untuk mengurangi stunting harus berfokus pada 1. 000 hari pertama kehidupan anak. Salah satu desa di Kabupaten Sukabumi yang terlibat dalam upaya pencegahan stunting adalah Desa Undrus Binangun, yang melibatkan program pencegahan melalui Posyandu dengan menyediakan makanan tambahan bergizi (PMT) setiap bulan. Namun, pengamatan menunjukkan bahwa orang tua masih perlu lebih menyadari pentingnya isu gizi dan nutrisi pada makanan anak. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mempromosikan pola makan sehat melalui gerakan pangan sehat di Desa Undrus Binangun, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai faktor-faktor yang menyebabkan stunting. Metode Metode pendampingan kegiatan PMT kepada ibu-ibu tentang gizi seimbang dan cara memasak makanan bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Undrus Binangun dengan pemberian Makanan Tambahan Program utama yang kami terapkan pada tiap posyandu di Desa Undrus Binangun yaitu PMT. Sasarannya yaitu anak-anak yang di diagnosa stunting. PMT yang diberikan berlaku selama 3 bulan yang mana kami melakukan pemberian tambahan yang berbeda setiap harinya sesuai menu yang diberikan oleh pihak Puskesmasnya Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengabdian yang didapat dari observasi selama 1 minggu terdapat 9 anak yang terkena stunting atau gizi buruk di desa Undrus Binangun, oleh karena itu pemerintah mengerahkan kepada ibu- ibu PKK/ kader untuk memberikan makanan tambahan selama 3 bulan dengan melakukan pemberian makanan tambahan yang berbeda setiap harinya sesuai menu yang diberikan oleh pihak Seperti pada gambar 1 & 2. Vol. No. Desember, 2023, pp. Gambar 1. Menunjukan Kegiatan Pembuatan Makanan Tambahan Untuk Anak Yang Memiliki Kekurangan Gizi/Stunting dan Hasil Dari Pembuatan Makanan Tambahan yang Akan Ditujukan Kepada Balita Gambar 3. Membantu ibu-ibu kader membuat makanan bergizi PMT ini memiliki dampak yang besar pada perubahan status gizi anak balita yang mengalami gizi buruk, dengan memberikan kontribusi rata-rata energi dan kebutuhan yang seharusnya berdasarkan berat badan atau tinggi badan. Pembahasan Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki berat badan kurang dari dua standar deviasi (<-2SD) dari nilai rata-rata untuk usianya, yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak mencapai tinggi normal dan sehat sesuai usianya. Ini adalah bentuk malnutrisi kronis yang menunjukkan kekurangan gizi jangka panjang pada anak. Stunting dapat dikenali melalui pengukuran indeks antropometri tinggi badan terhadap usia, yang mencerminkan gangguan pertumbuhan linier yang terjadi sebelum dan setelah kelahiran akibat kurangnya gizi dan/atau perawatan kesehatan yang memadai. Hal ini terjadi karena gagal mencapai potensi pertumbuhan genetik akibat pola makan yang tidak baik dan adanya penyakit. Stunting pada masa kanak-kanak menjadi factor risiko yang meningkatkan angka kematian, menghambat perkembangan Vol. No. Desember, 2023, pp. kognitif dan motorik, serta mengganggu fungsi tubuh. Stunting bisa mengakibatkan penurunan kecerdasan (IQ), yang pada gilirannya menyebabkan penurunan prestasi belajar dan kesulitan dalam melanjutkan pendidikan. Tidak hanya berdampak pada tinggi badan yang lebih pendek, anak-anak yang mengalami stunting juga menderita dampak negatif pada kecerdasan, produktivitas, dan prestasi di masa dewasa, memberikan beban pada negara. Selain itu, dari segi estetika, pertumbuhan proporsional juga berperan dalam daya tarik fisik. Gangguan kekurangan gizi pada masa emas ini memiliki dampak jangka panjang yang sulit Stunting mengindikasikan kekurangan gizi dalam jangka panjang, termasuk kurangnya energi, protein, dan beberapa zat gizi mikro. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah upaya memberikan makanan yang aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan gizi balita, dengan memperhatikan aspek gotong royong dan keamanan pangan. PMT terdiri dari dua jenis, yaitu PMT Pemulihan dan PMT Konseling, keduanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Perbaikan program PMT ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ini. Diperlukan pemahaman mengenai kebutuhan gizi pada balita serta edukasi bagi ibu sebagai target utama. Pemulihan PMT dilakukan dengan memberikan makanan atau bahan pangan lokal, yang digunakan sebagai tambahan makanan sehari-hari bagi balita yang mengalami gizi buruk, bukan Sebagai alternatif dari makanan pokok, suplemen makanan pemulihan menggunakan bahan lokal sebagai prioritas utama. Namun, jika pasokan terbatas, bahan makanan yang tersedia secara lokal bisa digunakan dengan memperhatikan kemasan, label, dan tanggal kadaluwarsa untuk menjaga keamanan. Suplemen ini idealnya mengandung sumber protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Pemulihan PMT diberikan sekali sehari selama 90 hari atau 3 bulan dan bisa diproduksi secara lokal. Produk PMT Recovery adalah biskuit pendamping ASI dengan 10 vitamin dan 7 mineral, ditujukan untuk anak usia 12-24 bulan. Pemulihan PMT juga melibatkan penggunaan bahan makanan lokal, baik Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) untuk bayi 6-23 bulan, maupun makanan tambahan untuk pemulihan balita usia 24-59 bulan yang termasuk dalam makanan keluarga. Kader posyandu memberikan konseling PMT dengan tujuan memberikan tambahan makanan pada balita. Orang tua balita menjadi target penyuluhan PMT untuk mengenalkan konsep makanan sehat, memenuhi kebutuhan gizi balita, dan mendapatkan dukungan masyarakat untuk pertumbuhan Melalui Posyandu, konseling gizi kepada ibu yang memiliki anak usia 6-24 Vol. No. Desember, 2023, pp. bulan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memberi MPASI, menunjukkan pengaruh konseling gizi pada pola pemberian makan anak. Kesimpulan Pemberian makanan tambahan di Desa Undrus Binangun memiliki dampak positif dalam upaya pencegahan stunting. Program ini berhasil meningkatkan status gizi anak-anak dan mengurangi angka stunting. Dengan dukungan yang terus menerus dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat diminimalisir, memberikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Desa Undrus Binangun. Daftar Referensi Depkes RI. Upaya Percepatan Penurunan Stunting: Evaluasi Pelaksanaan Tahun 2018 Rencana Tindak Tahun Jakarta. http://w. id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_2018/Evaluasi 2018 dan Rencana Tinda k Lanjut Penurunan Stunting. Dinkes Sumenep. Pemberian Makanan Tambahan ( Pmt ) Untuk Balita. https://dinkessumenep. org/?p=4881. Diunduh pada tanggal 15-Januari 2020. Fitriyanti. Farida dan Tatik Mulyati, 2012. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Journal of Nutrition College. Volume 1. Mugianti. Mulyadi. Anam. Najah. Faktor penyebab anak Stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Sugianti. E, 2017. Evaluasi pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada Balita Kurang Gizi di Kabupaten Tuban. Jurnal Cakrawala. Volume 11:217-224 Supadmi dkk. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Kurang EnergiProtein (KEP) Pengunjung Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (BPP GAKY) Magelang. PGM31. : 596.