Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 1 . 777-781 Jurnal Teknologika Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/teknologika/index ISSN: 2715-4645 E-ISSN: 1693-2978 Pembuatan dan Karakterisasi Benang Polipropilena (PP) Side by Side dengan Menggunakan Mesin Pemintalan Leleh Manufacture and characterization of polypropylene . side by side thread using a melting spinning machine Efie Indrianti1. Robinson Manalu1,*. Juan Prianto1. Martiningsih1 Departemen. Teknik Tekstil. STT Wastukancana. Purwakarta. Indonesia Abstrak: Penelitian ini mengembangkan benang sintetik dengan perpaduan 2 polimer . untuk menghasilkan benang bikomponen dengan karakteristik tertentu. Benang polipropilena bikomponen side by side berhasil dilakukan dalam penelitian ini dan dianalisa hasilnya. Hasil analisa kekuatan tarik benang sebesar 3. 80 g/denier, mulur 78. 89% dan nomor benang 72 denier. Morfologi benang bikomponen penampang membujur dan melintang dianalisa menggunakan mikroskop menunjukkan struktur benang bikomponen side by side yang menghasilkan benang terdiri dari dua warna, yaitu warna hitam dan putih. Kata Kunci: Pemintalan leleh. Polipropilena (PP). benang bikomponen. Abstract: This research develops synthetic threads with a combination of 2 polymers . to produce bicomponent thread with certain characteristics. Polypropylene Bicomponen Side by Side yarn was successfully carried out in this study an d analyzed the results. The results of the thread tensile strength analysis of 3. 80 g/Denier, stretch 78. 89% and the yarn number 72 Denier. Morphology of longitudinal and transverse cross -sectional bicomponen yarn analyzed using a microscope indicates the structure of the bicomponen side by side yarn which produces threads consisting of two colors, namely black and white. Keywords: melting spinning. Polypropylene (PP). Bicomponen yarn Pendahuluan Salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam pembuatan benang sintetik adalah pemintalan leleh. Perkembangan yang paling menarik pada benang sintetik adalah variasi morfologi benang yang bervariasi menggunakan pemintalan bikomponen. Benang bikomponen dapat dibuat dari dua atau lebih jenis polimer diekstruksi dari dari satu spineret menjadi satu benang . Benang bikompomen memiliki tiga geometri yang utama yaitu side by side, core and sheat dan multiple core configuration . Benang bikomponen pada umumnya dibuat untuk menghasilkan karakteristik tertentu seperti kemampuan daya serap warna . , insulasi panas atau untuk menghasilkan benang dengan penampakan tertentu seperti benang warna two tone . Penulis korespondensi. E-mail address: efieindrianti@wastukancana. https://doi. org/10. 51132/teknologika. Received : 19-04-2025 Accepted :24-04-2025 Tersedia online : 21-05-2023 Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 1 . 777-781 Gambar. Jenis cross section benang bikomponen . concentric coreAesheath, . eccentric coreAesheath, . 50/50 side by side, . unequal side by side, . segmented pie, and . islands in the sea. Polipropilena merupakan bahan baku pembuatan untuk berbagai barang plastik. Polimer ini adalah polimer termoplastik dengan berat jenis spesifik 0,9 dan titik leleh 167-168EE . Penggunaan Polipropilena cukup luas di berbagai sektor industri. Polipropilena banyak dimanfaatkan dalam industri otomotif, barang plastik rumah tangga, film, pembungkus kabel, pipa, coating, serat dan benang fillamen. Polypropylene mempunyai sifat-sifat dapat larut dalam senyawa organik, tahan panas, mempunyai daya renggang tinggi, tidak beracun dan tahan terhadap bahan kimia . Penelitian ini bertujuan untuk membuat benang bikomponen 2 warna . wo ton. kemudian dianalisis karakteristik benang tersebut. Pembuatan benang two tone dapat dilakukan salah satunya melalui proses pemintalan leleh dengan memberi warna pada polimer . Benang two tone digunakan diantaranya sebagai benang asesori / hias . ancy yar. 1 Mesin Pemintalan Leleh Metode pemintalan leleh banyak digunakan secara luas untuk memproduksi benang maupun serat dari berbagai mcam polimer diantaranya nylon. PET dan PP . Mesin pemintalan leleh di laboratorium Balai Besar Tekstil Bandung yang diproduksi oleh FET (Fiber Extrusion Technology Lt. , dengan merk FET 100 dapat memproduksi benang monokomponen dan bikomponen dengan berbagai penampang dan kombinasi material dengan output hingga 2500 meter/jam. Mesin ini menggunakan dua sekrup extruder sehingga dapat memproduksi benang dengan penampang yang Metodologi 1 Bahan Polimer yang digunakan pada penelitian ini adalah polipropilena (PP) untuk pembuatan benang dengan densitas 0. 9 g/cm3 dan MFI (Melt Flow Inde. ada suhu 230EE). 2 Peralatan Proses pemintalan leleh menggunakan mesin FET 100, spin pack bikomponen side by side, spineret menggunakan 36 lubang dengan diameter 0,4 mm. Polimer dilelehkan menggunakan ekstruder dua sekrup dengan suhu ekstruksi pada zona 1 sebesar 195EE, zona 2 sebesar 205EE, zona 3 sebesar 210EE,zona 4 sebesar 220EE dan suhu spin pack sebesar 220EE, suhu udara quench 30EE, suhu rol penarikan 80EE, 80EE, 90EE, 95EE, ratio penarikan 3,9 dan kecepatan rol penggulungan 1020 meter/menit. Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 1 . 777-781 Gambar. Mesin pemintalan leleh dan ekstruder dua sekrup Hasil dan Pembahasan 1 Kekuatan Tarik dan Mulur Nilai rata-rata kekuatan tarik dan mulur benang polipropilena (PP) side by side dapat dilihat pada Tabel 1. Kekuatan tarik rata-rata benang PP sebesar 3. 80 g/denier, rata-rata mulur sebesar 78,89% dan nomor benang 72 denier. Tabel 1. Kekuatan tarik dan mulur benang polipropilena side by side Mean Kekuatan Tarik . /denie. Mulur (%) Tenacity F . /denie. Elongation (%) Gambar. Grafik hasil pengukuran kekuatan tarik . dan mulur . Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 1 . 777-781 Benang polipropilena mempunyai rentang kekuatan tarik 3-8 g/denier baik dalam keadaan basah/kering . Benang polipropilena reguler mempunyai kekuatan tarik 3-4 g/denier, sedangkan polipropilena high tenacity mempunyai kekuatan tarik 5-8 g/denier . Benang polipropilena hasil percobaan menunjukkan nilai dalam rentang batas sebagai benang polipropilena reguler. Benang polipropilena mempunyai rentang mulur yang tinggi, rata-rata 10-45%. Benang polipropilena hasil percobaan menunjukkan hasil rata-rata 78,89%. Kualitas benang polipropilena, kekuatan tarik . dan mulur . , dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya yaitu bentuk penampang benang . ross sectional shap. dan rasio penarikan . raw rati. Bentuk benang berpengaruh terhadap kekuatan tarik . dan mulur . Benang dengan bentuk AuOAy akan lebih kompak jika dibandingkan dengan bentuk lainnya sehingga kekuatan tarik . lebih tinggi. Pada percobaan ini menggunakan 4 kombinasi rol penarik dan 1 rol penggulung . dengan kecepatan rol yang bervariasi untuk menghasilkan draw ratio yang optimal. Data kecepatan rol dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Kekuatan tarik dan mulur benang polipropilena side by side Kombinasi Kecepatan Roll Ke. /meni. Winding Total Draw Ratio Draw ratio 1,08 3,82 0,99 4,08 Rasio penarikan . raw rati. berpengaruh terhadap mulur . Rasio penarikan yang tinggi akan menurunkan mulur . dan akan memberikan sifat mekanik benang yang lebih baik . Hal lainnya yang berpengaruh ialah kestabilan keluaran polimer . dan kestabilan aliran udara dingin . 2 Morfologi Sebagaimana dapat dilihat pada gambar 4 morfologi penampang membujur dan melintang. Struktur warna benang bikomponen ditunjukkan dari penampang melintang, dimana dalam satu benang tesusun dari dua warna yaitu warna hitam dan putih. Gambar. Penampang membujur dan melintang benang PP side by side Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 1 . 777-781 Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa benang bikomponen side by side berhasil dibuat menggunakan mesin pemintalan leleh ekstruder dua sekrup. Benang yang dihasilkan dengan nomor benang 72 denier, kekuatan tarik rata-rata sebesar 3. 80 g/denier dan mulur 78. Struktur benang bikomponen dapat dilihat dari gambar penampang melintang yang tersusun dari dua warna, yaitu warna hitam dan putih. Daftar Pustaka