ISSN 2777-0834 PENGARUH PENDAPATAN, JENIS PROFESI, USIA DAN PENDIDIKAN KALANGAN PEKERJA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ASURANSI KESEHATAN DI BATAM Andrie Prasetyo Ade1. Afrianti Elsye V. Prodi Manajemen. Fakultas Bisnis. Universitas Universal Andriezz2000@gmail. com, 2afriantielsye@uvers. ABSTRAK Setiap orang tidak pernah lepas dari masalah dan resiko, yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Sehingga tindakan pencegahan akan resiko menjadi penting, salah satunya adalah dengan keikutsertaan dalam asuransi. Namun masyarakat di Indonesia masih banyak yang tidak memiliki asuransi sehingga, penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui google form kepada 35 nasabah asuransi perusahaan swasta dengan teknik random sampling dengan metode kuantitatif dan penelitian kepustakaan . ibrary researc. berfokus pada faktor penghasilan, profesi, usia, dan pendidikan yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam berpartisipasi dalam asuransi. Pengolahan data penelitian menggunakan SPSS versi 21. Metode analisis penelitiannya menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, hasil uji f penelitian ini menunjukan bahwa variabel independen secara simultan mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Selanjutnya, hasil uji T menunjukan bahwa Pendapatan. Jenis Profesi. Usia dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Kesehatan. Dalam penelitian ini, jenis profesi merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan Kata kunci: Pendapatan. Jenis Profesi. Usia. Pendidikan. Keputusan Pembelian PENDAHULUAN Pada masa globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Meskipun kemajuan tersebut memberikan banyak kemudahan bagi manusia, namun tidak selamanya menghasilkan dampak positif, ada kalanya teknologi juga berdampak negatif bahkan hingga mampu menimbulkan kerugian seperti kerusakan lingkungan, kehilangan sumber daya, kecelakaan, dan bahaya lainnya yang mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain. (Dwi Pambudi, 2. Kemungkinan adanya kerugian yang di derita inilah disebut resiko. Resiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang (Lionel et al. , 2. Tidak hanya memenuhi kebutuhan fisiologis, masyarakat juga memiliki kebutuhan akan rasa aman, terutama ketika kondisi keuangan dan kesehatan tidak stabil. Dalam situasi seperti ini, setiap aspek kehidupan sehari-hari seseorang selalu terkait dengan kemungkinan terjadinya risiko. (Agustina, 2. Setiap individu selalu menghadapi masalah dan resiko dalam kehidupannya. Sepanjang perjalanan hidupnya, manusia sering dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak terduga, yang akhirnya dapat menyebabkan kerugian bagi diri Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, risiko adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Menurut Agustina, . , salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman dan menghindari risiko tersebut adalah melalui asuransi. Dalam hidupnya, orang berulang kali dihadapkan pada kejadian tak terduga yang nantinya bisa merugikan orang itu sendiri. Namun pada dasarnya masyarakat Indonesia tidak memprioritaskan asuransi untuk memenuhi kebutuhan keamanan tersebut (Basuki, 2. Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang fokus pada penanganan masalah kesehatan yang ditanggung oleh tertanggung dan melindungi dari biaya pengobatan. Saat ini, memiliki asuransi kesehatan sangat penting untuk memastikan kesehatan keluarga terjamin dengan baik. Dengan asuransi kesehatan, seseorang merasa jauh lebih tenang dan terlindungi dari risiko keuangan akibat biaya pengobatan tinggi. Jaminan asuransi kesehatan memastikan biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan polis. Dalam situasi di mana kesehatan keluarga menjadi prioritas, asuransi kesehatan berharga sebagai alat perlindungan. Dengan perlindungan asuransi kesehatan, keluarga dapat akses perawatan medis berkualitas tanpa beban biaya Penting memahami polis asuransi dan memilih yang sesuai kebutuhan untuk manfaat maksimal dan perlindungan komprehensif. Berikut adalah beberapa alasan mengapa asuransi kesehatan itu penting (Agustina, 2. Penyakit yang diderita seseorang tidak dapat dihindari dan diketahui kapan terjadinya. Biaya pengobatan yang tinggi dan mahal. Asuransi kesehatan dapat mengurangi dan menghilangkan rasa takut, khawatir dan cemas pada saat sakit. Beberapa faktor yang menjadi pemicu seseorang terhadap keputusan pembelian asuransi kesehatan yaitu Faktor pertama adalah pendapatan. Pendapatan adalah total dari hasil kerja yang diterima. Keputusan mengambil asuransi kesehatan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, semakin tinggi pendapatan maka semakin besar kemampuan untuk mengambil asuransi (Priadi, 2. Artinya, mereka yang berpenghasilan tinggi dapat membayar premi asuransi setiap bulan karena tidak memiliki beban keuangan (Fautngiljanan et al. , 2. Faktor kedua adalah jenis profesi. Berdasarkan hasil penelitian Wibowo . menunjukan bahwa Jenis profesi berpengaruh secara signifikan terhadap pembelian asuransi. Keputusan mengambil asuransi dipengaruhi oleh profesi. orang yang bekerja di lapangan yang berbahaya seperti kuli, atlet, pekerja pabrik, dan lainnya tentu saja memiliki resiko sakit yang lebih tinggi, seperti pekerja pabrik yang selalu menghirup asap pabrik yang merusak kesehatan, kuli yang dikelilingi dengan barang berdebu yang tidak sehat untuk tubuh. Sehingga mereka akan membeli asuransi demi keamanan. Namun faktanya di perusahaanperusahaan besar di Indonesia hanya mewajibkan setiap perusahaan untuk memiliki BPJS Kesehatan saja yang memiliki keterbatasan pada layanan Kesehatan dan proses antrian yang terkesan lama (Abi Putra Gravaza, 2. Faktor ketiga Adalah Usia. Usia adalah umur seseorang yang dinyatakan dalam tahun sejak lahir sampai sekarang. Berdasarkan hasil penelitian Agustin . menunjukan bahwa usia dapat berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan pembelian asuransi. Dan juga perusahaan Manulife yang memiliki prinsip. The Sooner, the Better Semakin cepat suatu keputusan diambil semakin kecil premi yang dibayarkan, atau semakin kecil usia anak dan semakin muda usia orang tua anak maka premi yang dibayarkan semakin kecil. banyak yang tertarik terhadap pembelian asuransi di usia dini. Faktor keempat adalah Pendidikan, berdasarkan penelitian dari Priadi . menunjukan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh dalam memberi keputusan Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 nasabah memilih jasa asuransi Konsumen yang memiliki pendidikan yang lebih baik akan sangat responsif terhadap informasi, pendidikan juga mempengaruhi konsumen dalam pilihan produk asuransi. Namun faktanya pelajar di Indonesia masih belum menaruh asuransi sebagai hal penting hal ini didasarkan pada penelitian Kholida . yang menunjukkan bahwa asuransi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Singapura. Penelitian tentang nilai Asuransi Kesehatan sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya, tetapi diperoleh hasil penelitian yang berbeda-beda. Diantaranya hasil penelitian dari Agustin . dengan judul Pengaruh Faktor Usia. Tingkat Pendapatan dan Sikap Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Jiwa dengan Niat Sebagai Variabel Mediasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tingkat pendapatan dapat berpengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan mengambil asuransi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan maka semakin besar pula keputusan untuk mengambil asuransi. Kemudian penelitian lainnya juga dilakukan oleh S. Nasution & Aslami . dengan judul Analisa Peningkatan Minat terhadap Produk Asuransi Syariah. Hasil penelitiannya adalah faktor penting yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap produk asuransi syariah yaitu produk pertama yang diluncurkan. Kedua, promosi agen bagi masyarakat yang sudah mengenal dan menggunakan jasa asuransi atau belum mengerti apa itu Ketiga Pendapatan masyarakat tidak berpengaruh. Ketika masyarakat menjadi nasabah, besaran premi asuransi dapat disesuaikan dengan tingkat pendapatan calon nasabah. Selanjutnya penelitian dari Ihsan . dengan judul Determinasi Nasabah Dalam Memilih Produk Asuransi Sebagai Jaminan Masa Depan Pasca New Normal menunjukan hasil riset bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pembelian asuransi. Berdasarkan fenomena gap dan research gap di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Batam dengan judul AuPengaruh Pendapatan. Jenis Profesi. Usia dan Pendidikan Kalangan Pekerja Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Kesehatan Di BatamAy METODE PENELITIAN Menjelaskan kerangka konseptual, persiapan materi penelitian, pendekatan penelitian, dan metode pengumpulan data, serta analisis data penelitian. Agustin . dengan judul Pengaruh Faktor Usia,Tingkat Pendapatan dan Sikap Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Jiwa dengan Niat Sebagai Variabel Mediasi Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh usia, tingkat pendapatan dan sikap terhadap pembelian asuransi keputusan dengan maksud sebagai variabel mediasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variabel usia dapat berpengaruh secara signifikan positif terhadap keputusan pembelian asuransi. Hal tersebut disebabkan karena semakin tua usia seseorang maka semakin tinggi pula dalam mengambil keputusan pembelian asuransi. Variabel tingkat pendapatan dapat berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan pembelian asuransi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka semakin tinggi pula dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian asuransi. Variabel sikap terhadap asuransi dapat berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan pembelian asuransi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi sikap seseorang maka semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap keputusan pembelian Agar memudahkan penelitian ini, maka kerangka atau bagan penelitian dari penelitian ini dirangkum dalam gambar sebagai berikut: Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Pendekatan penelitian penulis lakukan adalah menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis regresi berganda. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu yang telah dirancang sebelumnya untuk mendeskripsikan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Pengujian Hipotesis akan menggunakan IBM SPSS versi 21. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sampling dengan pendekatan purposive sampling. Ini melibatkan pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya untuk mencerminkan tujuan penelitian. Dua metode pengumpulan data yang digunakan adalah: Kuisioner (Prime. : Pertanyaan atau pernyataan tertulis akan diberikan kepada responden melalui Google Form yang akan dibagikan melalui media sosial. Metode ini efisien untuk mengumpulkan data dari banyak responden, tetapi perlu merancang pertanyaan dengan baik. Dokumentasi (Sekunde. : Data diperoleh dari sumber tertulis seperti penelitian sebelumnya, buku, jurnal, artikel, dll. Ini membantu mendapatkan informasi teoritis dan kontekstual yang mendukung penelitian Anda. Pengambilan sampel akan didasarkan pada pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sampel yang dipilih mewakili populasi yang diteliti. Gambar 2. Model Penelitian Keterangan : H1:Pendapatan Berpengaruh Signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Di Batam H2: Jenis Profesi Berpengaruh Signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Di Batam Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 H3: Usia Berpengaruh Signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Di Batam H4: Pendidikan Berpengaruh Signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Asuransi Di Batam Uji Instrumen Instrumen Pengukur seluruh variabel pada penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket, disampaikan kepada responden untuk dapat memberikan pernyataan sesuai dengan apa yang dirasakan dan dialaminya. Angket sebagai instrumen harus memenuhi persyaratan utama, yaitu valid dan reliabel. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahian suatu Suatu instrumen yang valid atau sahih, mempunyai validitas yang tinggi. Hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan anatara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Uji validitas sebaiknya dilakukan pada setiap butir pertanyaan. Pengukuran validitas dilakukan dengan menggunakan rumus product moment pearson dan taraf signifikansi 0,05 atau 5%. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan Rhitung di bandingkan dengan Rtabel dimana degree of freedom . = n-2, dalam hal ini adalah jumlah sampel, dengan alpha 5% jika Rhitung > Rtabel dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Adapun kriteria keputusan untuk uji reliabilitas adalah dengan melihat nilai Cronbach's Alpha . untuk masing-masing variabel. Dimana suatu variabel jika memberikan nilai Cronbach's Alpha > 0,60 maka, instrumen tersebut reliabel Sugiyono . Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mendukung hasil analisa kuantitatif, metode analisis yang digunakan dalam menganalisis data empiris dikumpulkan meliputi: Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif adalah proses mendeskripsikan fakta-fakta yang ada dalam data penelitian yang dikumpulkan dalam bentuk tabel, sehingga mudah dipahami Sugiyono . Tujuan dari analisis deskriptif adalah untuk mengubah kumpulan data asli dan mempermudah pemahaman data dalam bentuk informasi singkat. Analisis Statistik Inferensial Analisis statistik inferensial adalah metode yang digunakan untuk menentukan populasi dengan cara menganalisis dan menafsirkan sampel dan mengubah data menjadi kesimpulan. Analisis bertujuan untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan yang mudah dipahami Sugiyono . Dalam penelitian ini mengunakan metode analisis statistic inferensial yang digunakan adalah sebagai berikut: Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik adalah untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang di dapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak berprasangka dan konsisten. uji asumsi klasik dilakukan sebagai salah satu syarat untuk melakukan analisis berganda (Ghozali, 2. Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Uji asumsi klasik yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang akan digunakan dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov satu arah. Untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak adalah dengan memperhatikan angka pada Asymp. Sig. -taile. dengan ketentuan: Data terdistribusi normal apabila nilai signifikansi . > 0,05. Data berdistribusi tidak normal apabila nilai signifikansi . < 0,05 Uji Multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen dalam suatu model. Kemiripan antar variabel independen akan mengakibatkan korelasi yang sangat kuat. Selain itu uji ini juga untuk menghindari kebiasaan dalam proses pengambilan keputusan mengenai pengaruh pada uji parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Jika VIF yang dihasilkan di antara 1-10 maka tidak terjadi multikorelasi 3. Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dalam pengamatan ini untuk mendeteksi keberadaan heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan cara uji Harvey. Uji Harvey adalah meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika nilai p value Ou 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Jika nilai p value O 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya terdapat masalah heteroskedastisitas Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Berganda digunakan Untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat maka penulis menggunakan regresi linear berganda. Dimana regresi linear berganda memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memasukkan lebih dari satu variabel. Adapun persamaan yang digunakan sebagai berikut: Y= 1X1 2X2v 3X3 4X4 Keterangan : Y = Pembelian Asuransi X1 = Pendapatan X2 = Jenis Profesi X3 = Usia X4 = Pendidikan Analisis Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (R. digunakan untuk mengetahui persentase variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X). Jika R2 semakin besar, maka persentase perubahan variabel (Y) yang disebabkan oleh variabel X semakin tinggi. Uji R2 dinyatakan dalam presentase yang nilainya berkisaran antara 0 < R2 < 1. Kriterianya yaitu sebagai berikut: Jika nilai R2 mendekati 0 menunjukan pengaruh yang semakin kecil. Jika nilai R2 mendekati 1 menunjukan pengaruh yang semakin besar Uji Hipotesis Uji Secara Stimulan (Uji F) Uji F adalah pengujian signifikan persamaan yang digunakan untuk mengetahui seberapa Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 besar pengaruh variabel bebas bersama-sama terhadap variabel tidak bebas. Uji ini lakukan untuk membandingkan pada tingkat nilai signifikansi dengan nilai . pada tingkat 5%, pengambilan kesimpulannya adalah dengan melihat nilai signifikansi 5% . dengan ketentuan sebagai berikut . Jika nilai Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak. Ha diterima. Jika nilai Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. Ha ditolak. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji T) Uji T adalah pengujian koefisien regresi parsial individu yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) secara individual mempengaruhi variabel dependen (Y). Pengujian dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi . Adapaun kriteria pengambil keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut Jika nilai Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak. Ha diterima. Jika nilai Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. Ha ditolak HASIL DAN PEMBAHASAN Data Demografi Responden Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan diperoleh karakteristik responden sebagai Tabel 1. Data Karakteristik Responden Karakteristik Keterangan Jumla Persentas e (%) Jenis Asuransi Pendapatan AIA Allianz AXA Mandiri BCA Life Manulife Panin Dai-Ichi Life Prudential Sequis-Life Rp. Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Jenis Profesi Usia Pendidikan Terdidik Tidak Terdidik Terlatih 18 - 40 tahun 41 - 60 tahun > 60 tahun SMP SMA/Sederajat Perguruan Tinggi Uji Validitas Uji Validitas dipergunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk menjelaskan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. Uji signifikansi dilakukan dengan cara nilai Rhitung dibandingkan dengan nilai Rtable (Sugiyono, 2. Penentuan layak atau tidaknya suatu item ditentukan dengan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,5 yang berarti suatu item dapat dikatakan valid jika memiliki korelasi yang signifikan dengan skor Jika Rhitung lebih besar dari Rtabel dan nilainya positif maka item dinyatakan valid sedangkan jika Rhitung lebih kecil dari Rtabel maka item dinyatakan tidak valid Untuk menguji apakah masing-masing pertanyaan valid atau tidak validnya, kita bisa melihat pada tampilan uji output spss. Nilai tabel-r yang didapatkan berdasarkan jumlah responden (N), validitasnya ditentukan dengan melakukan uji signifikan 5% atau 0,05. Pada penelitian ini terdapat 35 responden yang telah mengisi kuesioner. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya suatu kuesioner. jadi jika nilai Rhitung > Rtabel dan bernilai positif maka pertanyaan tersebut dikatakan valid (Ghozali, 2. Berdasarkan jumlah responden tersebut, diketahui bahwa Rtabel untuk uji validitas ini adalah sebesar 0,333. Maka, setiap item yang berhasil memiliki nilai Rhitung > Rtabel diatas dapat dikatakan valid. Berikut hasil uji validitas pada masing-masing item indikator: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Nilai r Item Nilai r hitung Keterangan 0,579 0,333 Valid 0,618 0,333 Valid 0,692 0,333 Valid Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 0,707 0,333 Valid 0,664 0,333 Valid 0,453 0,333 Valid 0,724 0,333 Valid 0,469 0,333 Valid 0,558 0,333 Valid 0,724 0,333 Valid 0,698 0,333 Valid Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang didapatkan melalui kuesioner dapat dipercaya dan mampu mengungkapkan informasi yang Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai CronbachAoch Alpha masingmasing variabel. Suatu variabel dapat dikatakan reliabel jika mendapatkan nilai CronbachAoch Alpha lebih dari 0,60. Berikut hasil uji reliabilitas dari setiap variabel dalam penelitian ini: Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistic CronbachAos N of Items Alpha Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan hasil uji reliabilitas diatas, dapat diketahui bahwa setiap item pernyataan kuesioner berhasil mendapatkan nilai CronbachAoch Alpha diatas 0. 6 yakni 0,831 > 0,6 sehingga dapat dikatakan kuesioner yang digunakan dalam penelitian sudah reliabel. Analisis Inferensial Dalam penelitian ini, digunakan teknik pengolahan data dengan menggunakan metode IBM SPSS versi 21. Metode ini melibatkan tiga uji utama, yaitu Analisis Regresi Berganda. Analisis Koefisien Determinasi dan Uji Asumsi Klasik. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas Data Secara Grafik Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendeteksi distribusi normal. Namun demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal (Ghozali, 2. Adapun hasil perhitungan uji normalitas dengan melihat dari segi grafik yang ditunjukan pada gambar grafik p-p plot berikut ini: Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Data Secara Grafik Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Data dikatakan terdistribusi normal, jika data atau titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sebaliknya data dikatakan tidak terdistribusi normal jika data atau titik menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti arah garis diagonal. Pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Kedua grafik ini menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena asumsi normalitas (Ghozali, 2. Hasil Uji Normalitas Grafik Histogram Gambar 4. Hasil Uji Normalitas Data Secara Histogram Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar di atas merupakan grafik histogram. Grafik histogram dikatakan normal jika distribusi data membentuk lonceng . ell shape. , tidak condong ke kiri atau tidak condong ke kanan (Santoso, 2. Grafik histogram diatas membentuk lonceng dan tidak condong ke kanan atau ke kiri sehingga grafik histogram tersebut dinyatakan normal. Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Hasil Uji normalitas secara statistik Hasil Uji normalitas secara grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Oleh sebab itu dianjurkan disamping uji grafik dilengkapi dengan uji statistik (Ghozali, 2. Adapun hasil perhitungan uji normalitas secara statistic yang dilihat berdasarkan uji kolmogorof-smirnov adalah sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Secara Statistik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan uji kolmogorov-smirnov dapat diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai sig. > 0,05, yakni 0,200 > 0,05 ini mengartikan bahwa semua data terdistribusi dengan Uji Multikolinearitas Pengujian multikolonieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Untuk mendeteksi adanya problem multikolinearitas, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. Tabel 6. Hasil Uji Multikolonieritas Tolerance VIF Keterangan Variabel Pendapatan Tidak Terjadi Multikolonieritas Jenis Profesi Tidak Terjadi Multikolonieritas Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Usia Tidak Terjadi Multikolonieritas Pendidikan Tidak Terjadi Multikolonieritas Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Tabel di atas menjelaskan bahwa data yang ada tidak terjadi gejala multikolinearitas antara masing-masing variabel independen yaitu dengan melihat nilai VIF. Nilai VIF yang diperbolehkan hanya mencapai 10 maka data di atas dapat dipastikan tidak terjadi gejala Karena data di atas menunjukan bahwa nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 keadaan seperti itu membuktikan tidak terjadinya Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas menunjukan bahwa variasi variabel tidak sama untuk semua pengamatan. Pada heterokedastisitas kesalahan yang terjadi tidak secara acak tetapi menunjukan hubungan yang sistematis sesuai dengan besarnya satu atau lebih variabel. Berdasarkan hasil pengolahan data, maka hasil Scatterplot dapat dilihat pada gambar berikut: Tabel 7. Hasil Uji Heterokedastisitas Model Unstandarlized Coefficient (Constan. Std Error Standarlized Coefficient Beta Sig -,211 Pendapatan Jenis Profesi Usia Pendidikan Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan hasil pengujian heterokedastisitas menggunakan uji glesjer menunjukkan nilai sig > 0,05 diperoleh variabel hal ini menunjukkan bahwa di dalam model tidak terjadi Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Gambar 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Dari grafik scatterplot yang ada pada gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi (Ghozali, 2. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk meramalkan variabel terikat ketika variabel bebas dinaikkan atau diturunkan. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 8. Analisis Regresi Berganda Model Unstandarlized Coefficient Standarlized Coefficient Sig (Constan. Std Error Beta Pendapatan Jenis Profesi Usia Pendidikan Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Dari tabel di atas diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 0,147 0,139X1 0,312X2 0,252X3 0,204X4 Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 Konstanta () diketahui sebesar 0,147, hal ini menunjukkan bahwa variabel Pendapatan (X. Jenis Profesi (X. Usia (X. , dan Pendidikan (X. sebesar 0 maka akan meningkatkan Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 0,147. Besarnya koefisien 1 adalah 0,139, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan Pendapatan (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 0,139. Besarnya koefisien 2 adalah 0,312, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan Jenis Profesi (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 0,312. Besarnya koefisien 3 adalah 0,252, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan Usia (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 0,252. Besarnya koefisien 4 adalah 0,204, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan Pendidikan (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 0,204. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang menyatakan besar pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Pada permasalahan yang sedang diteliti yaitu pengaruh Pendapatan (X. Jenis Profesi (X. Usia (X. , dan Pendidikan (X. secara simultan dalam memberikan kontribusi pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Asuransi (Y). Dengan menggunakan SPSS, diperoleh output sebagai berikut: Tabel 9. Koefisien Determinasi Model R- Square Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel 4. 10, diperoleh informasi bahwa R-square sebesar 0,717 atau 71,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Pendapatan (X. Jenis Profesi (X. Usia (X. , dan Pendidikan (X. secara simultan dalam memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap variabel Keputusan Pembelian Asuransi (Y) sebesar 71,7%. Sedangkan sisanya sebesar 100%-71,7% = 28,3% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Uji Hipotesis Hasil Uji F (Pengujian Secara Simulta. Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah variabel-variabel independen secara simultan . ersama-sam. mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali. Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel di bawah ini, jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak Ho, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan menolak Ha. Tabel 10. Hasil Uji Statistik F (Simulta. Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi pada uji F sebesar 0,000 < 0,05, dan Fhitung > Ftabel yakni 60,200 > 2,69. Nilai F dari tabel dimana pada tabel F untuk = 0,05 dan df1: 1, df2: n-k-1 . -4-. = 30, maka diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,69. Berdasarkan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai Fhitung > FTabel maka dapat disimpulkan bahwa Pendapatan. Jenis Profesi. Usia, dan Pendidikan berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap Keputusan Pembelian Asuransi. Hasil Uji T (Pengujian Secara Parsia. Pengujian ini bertujuan mengetahui apakah ada perbedaan dari nilai yang diperkirakan dengan nilai hasil perhitungan statistic Tabel 11. Hasil Uji Statistik T (Parsia. Model Unstandarlized Coefficient Standarlized Coefficient Sig (Constan. Std Error Beta Pendapatan Jenis Profesi Usia Pendidikan Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui variabel Pendapatan (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,045 < 0,05 dan dengan =0,05, df=n-k-1=35-4-1=30, diperoleh nilai Ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar . sehingga Thitung > Ttabel yakni 2,064 > 2,042, yang diperoleh pada variabel Pendapatan (X. sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan (X. mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Asuransi (Y), nilai Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 t positif menunjukkan bahwa variabel Pendapatan (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Asuransi (Y), sehingga H1 diterima yakni Pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi di Batam. Variabel Jenis Profesi (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dan dengan =0,05, df=n-k-1=35-4-1=30, diperoleh nilai Ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar . sehingga Thitung > Ttabel yakni 3,150 > 2,042, yang diperoleh pada variabel Jenis Profesi (X. sehingga dapat disimpulkan bahwa Jenis Profesi (X. mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Asuransi (Y), nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Jenis Profesi (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Asuransi (Y), sehingga H2 diterima yakni Jenis Profesi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi di Batam. Variabel Usia (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 dan dengan =0,05, df=n-k-1=35-4-1=30, diperoleh nilai Ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar . sehingga Thitung > Ttabel yakni 2,998 > 2,042, yang diperoleh pada variabel Usia (X. sehingga dapat disimpulkan bahwa Usia (X. mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Asuransi (Y), nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Usia (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Asuransi (Y), sehingga H3 diterima yakni Usia berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi di Batam. Variabel Pendidikan (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,032 < 0,05 dan dengan =0,05, df=n-k-1=35-4-1=30, diperoleh nilai Ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar . sehingga Thitung > Ttabel yakni 2,177 > 2,042, yang diperoleh pada variabel Pendidikan (X. sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendidikan (X. mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Asuransi (Y), nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Pendidikan (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Asuransi (Y), sehingga H4 diterima yakni Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi di Batam. Dari kajian diatas dapat kita simpulkan bahwa Variabel Pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi. Pendapatan berpengaruh signifikan karena apabila seorang konsumen memiliki pendapatan yang tinggi tentu daya beli yang dimiliki konsumen tentu akan baik, sehingga akan mampu melakukan pembelian asuransi untuk perlindungan terhadap resiko. Variabel Jenis Profesi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi. Jenis Profesi berpengaruh secara signifikan karena seseorang dengan pekerjaan yang terdidik tentu memiliki informasi dan yang lebih luas dan pendapatannya lebih mumpuni. Variabel Usia berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tua usia seseorang maka semakin tinggi pula dalam mengambil keputusan pembelian asuransi jiwa. Variabel Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Asuransi. Tingkat pendidikan seseorang Masyarakat berhubungan dengan pengetahuan mereka. Pengetahuan Masyarakat mempengaruhi keputusan pembelian Asuransi Ini karena masyarakat dengan tingkat Pendidikan yang tinggi memiliki lebih banyak informasi serta pola pikir yang jauh lebih ke depan, mereka juga mampu menimbang kemungkinan terjadinya risiko di masa yang akan datang, maka dia dapat berbuat lebih baik saat membuat keputusan, akan lebih efisien dan akurat dalam pengambilan keputusan untuk mengurangi risiko kerugian terhadap jiwa maupun kesehatannya. Vol. 4 No. November 2024 ISSN 2777-0834 DAFTAR PUSTAKA