MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk Silfiya Nur Azizah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung silfiyaazizah6@gmail. Muhammad Afthon Ulin Nuha UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung afthon@uinsatu. Abstract: This study aims to analyze the implementation of character education through religious activities at SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk. This is motivated by the phenomenon of moral decline in students so that the role of character education is very important, one of which is realized through religious activities. This research uses a qualitative approach with a type of case study research. Data collection techniques with observation, interviews, and The data analysis techniques used are data condensation, data testing and drawing The results showed that . Forms of religious activities in improving character education at Darush Sholihin Islamic Elementary School include shaking hands when arriving at school, iftitah activities, reciting with the ummi method, congregational dhuha prayers, congregational dhuhur and ashar prayers. Friday prayers, memorization activities, kitabah, daughterhood/studies about women, hadrah art activities, and PHBI activities . Character formed in students through religious activities at SD Islam Darush Sholihin include religious character values, honesty, discipline, responsibility, caring, independent, communicative, curiosity, hard work. Obstacles in implementing character education through religious activities at SD Islam Darush Sholihin come from internal factors . riginating from the students themselves. Such as the bad habits that students have, namely laziness, lack of discipline, crowded during activities, difficulty in memorization, and when reciting the ummi method does not increase in leve. and external factors . amily environment, school environment, facilities and infrastructur. Keywords: Character Education. Islamic education, religious Activities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk. Hal ini dilatar belakangi oleh fenomena kemerosotan moral pada peserta didik sehingga peran pendidikan karakter sangat penting, salah satunya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, pengujian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Bentukbentuk kegiatan keagamaan dalam meningkatkan pendidikan karakter di SD Islam Darush Sholihin meliputi kegiatan bersalaman sewaktu tiba di sekolah, kegiatan iftitah, mengaji dengan metode ummi, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur dan ashar berjamaah, salat jumAoat, kegiatan hafalan, kitabah, keputrian/kajian tentang perempuan, kegiatan seni hadrah, dan kegiatan PHBI . Karakter yang terbentuk pada diri peserta didik melalui kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya nilai karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, mandiri, komunikatif, rasa ingin tahu, kerja keras. Hambatan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 melalui kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya berasal dari dari faktor internal . erasal dari diri siswa sendiri. Seperti kebiasaan buruk yang dimiliki siswa yaitu malas, kurang disiplin, ramai saat kegiatan, kesulitan dalam hafalan, dan saat mengaji metode ummi tidak naik tingka. dan faktor eksternal . ingkungan keluarga, lingkungan sekolah, sarana dan prasaran. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, pendidikan Islam, kegiatan Keagamaan. PENDAHULUAN Kemajuan suatu negara tidak lepas dari peran adanya pendidikan. Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam mewujudukan kualitas sumber daya manusia. 1 Suatu negara bisa dikatakan maju apabila memiliki pendidikan yang berkualitas sehingga mampu menghasilkan lulusan yang terampil, cerdas, kreatif serta inovatif yang diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk kemajuan negaranya. Namun sebaliknya, jika kualitas pendidikan pada suatu negara rendah, maka hal tersebut akan berdampak pada keadaan negaranya. Pendidikan mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia, dengan pendidikan diharapkan adanya peradaban manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter yang menjadi cerminan manusia. 2 Pendidikan dinyatakan secara langsung mampu mendorong perubahan dalam kemampuan atau tingkah laku manusia. Sehingga pendidikan harus dikembangkan secara terpadu dan sistematis. Era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dilandasi oleh ilmu agama, jika tidak demikian maka semakin sulit bagi manusia untuk mengenali agama yang dianutnya. Oleh karena itu, pendidikan ditujukan ke arah yang benar dan berlandaskan agama, sehingga dapat membentuk karakter baik yang tercermin dalam kepribadian sehari-hari. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II Pasal 3 menyatakan bahwa: AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman Fiqri Kukuh Rahma Linda. AuPendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sekolah Dasar,Ay Social. Humanities. Education Studies (SHE. Conference Series Vol. https://jurnal. id/SHES/article/view/57112/33729. Moh Julkarnain Ahmad. Halim Adrian, dan Muh. Arif. AuPentingnya Menciptakan Pendidikan Karakter dalam Lingkungan Keluarga,Ay Jurnal Pendais Vol. 3, no. 1 (Juni 2. : hal. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 3Ay Pernyataan diatas menjadi bukti bahwa pendidikan sangatlah penting. Di dalam fungsinya untuk mengembangkan kehidupan bangsa, maka pendidikan nasional berusaha untuk mengembangkan kemampuan mutu dan martabat kehidupan manusia Indonesia. 4 Tujuan pendidikan yang utama adalah untuk menjadikan siswa pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki kepribadian yang utuh dan mempunyai karakter baik. Dalam Al-QurAoan telah dijelaskan bahwa karakter baik dapat kita teladani pada sifat Rasulullah SAW. dalam konsep pendidikan Islam, yang tertuang dalam surat Al-Ahzab ayat 21 sebagai berikut: c AEaaC e aE aI Ea aE eI AaO a a eOaE E cEca aN a e aOU a aIaU Ecaa aI eI aE aI Oa e aO E cEcaNa aOEeOa eOaIA AeE aa aOa aEa E cEcaNa aEaeO A ) : A( EA Artinya: AuSesungguhnya, telah ada pada . Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat, serta yang berzikir kepada Allah dengan banyak. Ay (Q. Al-Ahzab/33: . Dalam ayat tersebut menjadi dasar atas perintah untuk meneladani Rasulullah SAW dalam perkataan, perbuatan, maupun keadaan. Namun, di era sekarang ini teladan tersebut seakan luntur. Pada masa sekarang, problem moral dan karakter menjadi persoalan yang kronis dan akut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. 6 Persoalan mengenai karaker tercermin dari pemberitaan di media sosial baik media elektronik maupun media cetak yang hampir setiap hari menayangkan pemberitaan mengenai tindak kejahatan oleh warga negara. Departemen Agama RI. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, 2. , hal. Binti Maunah. Landasan Pendidikan (Yogyakarta: Teras, 2. , hal. Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahnya (Jakarta: Maktabah Al-Fatih, 2. , hal. Muhammad Afthon Ulin Nuha dan Nurul MusyafaAoah. AuThe Implementation of Quality Management Curriculum in Arabic Learning,Ay Jurnal Bahasa Arab Arabiyatuna Vol. 06, no. : hal. http://dx. org/10. 29240/jba. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Di antara persoalannya adalah globalisasi di bidang budaya, etika dan moral sebagai hasil kemajuan teknologi informasi. Para siswa telah belajar dari berbagai sumber pembelajaran, baik yang pedagogis-terkontrol Sumber-sumber pendidikan yang sulit dikendalikan akan mempengaruhi perubahan budaya, etika dan moral siswa. 7 Persoalan tersebut dilakukan oleh beberapa segmen masyarakat mulai dari kalangan atas . bahkan sampai kalangan dibawah umur . Banyaknya kasus korupsi di kalangan pemerintah dan kasus-kasus pemerkosaan anak usia SD. SMP, dan SMA, tawuran, pelajar, narkoba, bullying, perendaran foto dan vidio porno, pengaruh budaya teknologi yang semakin maju yang merambah ke dunia anak yang mengakibatkan anak lupa akan tanggung jawabnya di sekolah dan tidak kejahatan lainnya menunjukkan bahwa krisis moral dan rapuhnya karakter bangsa sangat memprihatinkan. Fenomena tersebut membuktikan bahwa saat ini sedang terjadi kemerosotan moral, akhlak, maupun sopan santun. Nilai-nilai karakter baik seperti kesantunan, kejujuran, kebersamaan, dan religius, mulai tergantikan oleh budaya asing yang cenderung hedonistik dan individualistik sehingga nilai-nilai karakter tersebut tidak lagi dianggap penting jika bertentangan dengan tujuan yang ingin Menyikapi berbagai fenomena tersebut peran pendidikan karakter menjadi sebuah jawaban yang tepat atas permasalahan yang telah disebut di atas. Khususnya diterapkan pada Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Dasar. Hal tersebut sesuai pendapat Hurlock bahwa AuPerkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah, sehingga belum mampu menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salahAy. Pendidikan karakter merupakan upaya sungguh-sungguh dalam menanamkan nilai-nilai karakter bagi warga sekolah untuk mengarahkan pada pembentukan karakter dan akhlak luhur peserta didik secara terpadu dan seimbang. 10 Penanaman nilai-nilai karakter ini melingkupi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Allah Swt. , diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga Muhammad Afthon Ulin Nuha dan Faedurrohman. AuManajemen Perencanaan Kurikulum Bahasa Arab (Tinjauan Ontologi. Epistemologi dan Aksiolog. ,Ay Al-Muyassar: Journal of Arabic Education and Studies Vol 1, no. (Juli 2. : hal. 204, http://dx. org/10. 31000/al-muyassar. Dharma Kesuma dkk. Pendidikan Karakter Kajian dan Praktik di Sekolah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , hal. Elizabeth B. Hurlock. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, alih bahasa Istiwidayanti dan Soedjarwo (Jakarta: Erlangga, 2. , hal. Ginda Tia Monika. Rafika Febrilia, dan Yofita Feganandia Kumala. AuPekarangan: Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Keagamaan,Ay BULETIN Literasi Budaya Sekolah Vol 1, no. 1 (Juli 2. : hal. https://doi. org/10. 23917/blbs. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 menjadi manusia insan kamil. Penanaman pendidikan karakter harus dimulai sejak dini yang merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter seseorang. Salah satu upaya penguatan karakter bangsa yaitu dengan menerapkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah secara nasional. Pendidikan karakter di Sekolah Dasar harus mendapatkan perhatian yang lebih. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik memiliki kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai kebaikan dan memiliki komitmen untuk selalu melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari serta pada pendidikan selanjutnya. Setiap sekolah memiliki program khusus dalam melaksanakan misinya yang berbeda dengan sekolah lainnya. 11 Dalam hal ini, penerapan pendidikan karakter bisa melalui seluruh kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, baik yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Seperti kegiatan keagamaan yang merupakan kegiatan di luar kelas yang juga berpengaruh besar dalam mengembangkan nilai-nilai karakter peserta didik. 12 Kegiatan keagamaan diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan nilai-nilai penididikan karakter, membentuk dan memperbaiki serta meningkatkan kesalehan pribadi dan menjadi teladan baik. 13 Kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin dilaksanakan sebagai upaya pelaksanaan program sekolah untuk membentuk karakter peserta didik dan menjadi budaya/pembiasaan yang dilaksanakan oleh peserta didik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana implementasi pendidikan karakter di SD Islam Darush Sholihin melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap harinya. Dimana SD Islam Darush Sholihin ini merupakan sekolah swasta namun sangat diminati masyarakat karena program kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan dalam melakukan sebuah penelitian yang berorientasi pada fenomena yang bersifat Penelitian kualitatif itu sifatnya mendasar dan bersifat kealamian, serta harus dilakukan di 14 Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Muhammad Afthon Ulin Nuha. AuAINI II EAA AO IIO IN ECA,Ay International Journal of Arabic Teaching and Learning Vol. 03, no. : hal. 25, https://doi. org/10. 33650/ijatl. Syamsyu Nahar, dkk. AuImplementasi Kegiatan Keagaman Dalam Membangun Karakter Peserta Didik,Ay Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. No. : hal. 68, https://ejournal. id/dakwah/hisbah/article/view/172-07. Suwardin. AuNilai Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Keagamaan Masyarakat,Ay Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol. No. 1 (Juli 2. : hal. 161, http://dx. org/10. 31332/zjpi. Zuchri Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif (Makassar: CV. syakir Media Press, 2. , hal. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Nganjuk. Dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, pengujian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disusun secara deskriptif untuk memaparkan seluruh data yang telah dikumpulkan dan didukung dengan landasan teoritis serta kajian yang relevan HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk-bentuk Kegiatan Keagamaan dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk Menurut Fadilah, dkk. dalam bukunya berjudul AuPendidikan KarakterAy bahwa pendidikan karakter sebagai hal yang sangat penting dalam proses pembentukan generasi yang lebih baik. Pendidikan karakter yang dirancang bisa diterapkan pada berbagai aspek kegiatan yang dilakukan manusia seperti melalui kegiatan keagamaan atau ibadah, melalui permainan, serta melalui aktivitaskegiatan lain yang umumnya dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. 15 Kegiatan keagamaan ini menjadi salah satu kegiatan yang berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Hal ini sesuai dengan pernyataan kepala sekolah SD Islam Darush Sholihin yang menjelaskan bahwa faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pendidikan karakter yaitu di lingkungan sekolah, dengan pendidikan karakter akan membekali siswa dan menjadi pondasi bagi kehidupannya. SD Islam Darush Sholihin ini selain menanamkan pendidikan karakter melalui proses pembelajaran juga menanamkan pada kegiatan lain, utamanya pada kegiatan keagamaan yang sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. SD Islam Darush Sholihin meningkatkan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan tersebut sudah terprogram dan terorganisir secara baik. Kegiatan keagamaan merupakan segala bentuk kegiatan yang terencana dan terkendali sebagai usaha untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok. 17 Kegiataan keagamaan dilakukan baik secara individu maupun kelompok yang berhubungan dengan religius dan spiritual sebagai ketaatan kepada Tuhan. Fadilah, dkk. Pendidikan Karakter (Bojonegoro: CV. Agrapana Media, 2. , hal. Wawancara dengan Ibu Usnida Fitriyatur Rohmah. Pd selaku Kepala Sekolah di SD Islam Darush Sholihin pada tanggal 17 Januari 2023 di ruang kepala sekolah Novearti. AuEfektivitas Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan pada Siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 21 Kota Bengkulu,Ay hal. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Dalam hal ini, kegiatan keagamaan yang dilakukan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk dilakukan secara kelompok atau bersama-sama. Berikut kegiatan keagamaan yang dilaksanakan: Kegiatan bersalaman atau jabat tangan dengan guru sewaktu tiba di sekolah Kegiatan bersalaman merupakan kegiatan saling menyalami/berjabat tangan antar dua orang. Kegiatan ini dilakukan antara peserta didik dengan gurunya dan antara peserta didik dengan teman Dimana kegiatan bersalaman atau jabat tangan ini merupakan kegiatan rutinitas yang sudah menjadi budaya yang dilakukan di SD Islam Darush Sholihin di setiap paginya. Kegiatan ini menjadi pembiasaan kecil yang bisa menumbuhkan karakter peserta didik dan memperkokoh persaudaraan. Kegiatan iftitah Iftitah memiliki arti permulaan atau pembuka. Dalam hal ini kegiatan iftitah merupakan kegiatan pembuka yang dilaksanakan rutin di SD Islam Darush Sholihin. Iftitah artinya pembukaan jadi maksudnya dalam permulaan kegiatan dibuka dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik. Pada waktu iftitah peserta didik membaca asmaul husna, surat pendek, surat yasin, hafalan yang sudah dihafalkan di kelas sesuai kelasnya masing-masing. Kegiatan iftitah tersebut dilaksanakan pada hari senin sampai rabu untuk kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk hari kamis sampai sabtu dilakukan kelas 4, 5 dan 6. Jadi sebagian kegiatan iftitah sebagian melaksanakan salat dhuha. Mengaji dengan metode ummi Kegiatan mengaji dengan metode ummi ini sangat berpengaruh untuk meningkatkan karakter Penggunaan metode ummi menjadi metode yang dipilih untuk kegiatan mengaji di SD Islam Darush Sholihin karena tahapannya dinilai sistematis. Guru yang mengajarpun juga harus dilatih sampai mendapatkan sertifikasi guru ummi. Kegiatan mengaji ummi di SD Islam Darush Sholihin dilaksanakan pada hari senin sampai kamis dengan dibagi kelompok-kelompok yang berisi 9-10 per Salat dhuha berjamaah Salat dhuha di SD Islam Darush Sholihin dilakukan saat sudah masuk waktu dhuha yaitu pada pukul 07. 30 WIB. Salat dhuha merupakan ibadah sunnah, namun menjadi kebiasaan baik dan membentuk karakter pada peserta didik SD Islam Darush Sholihin. Kegiatan salat dhuha di SD Islam Darush Sholihin dilakukan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas lain dengan harapan memulai kegiatan dengan hal baik dan menumbuhkan semangat pada peserta didik. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Salat dhuhur dan ashar berjamaah Pelaksanaan salat dhuhur dan ashar di SD Islam Darush Sholihin dilakukan secara berjamaah. Kegiatan salat secara berjamaah ini menjadi kewajiban bagi semua siswa SD Islam Darush Sholihin yang dilakukan bergantian. Kegiatan salat dhuhur dilakukan dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan gelombang kedua dilakukan kelas 4, 5 dan 6. Untuk salat ashar dilakukan sebelum pulang yaitu pukul 15. 15 WIB. Salat ashar ini dilakukan oleh kelas 3, 4, 5 Salat JumAoat Salat jumAoat adalah ibadah wajib yang dilaksanakan untuk orang laki-laki muslim. Di SD Islam Darush Sholihin, kegiatan salat jumAoat ini diwajibkan bagi siswa kelas 3 sampai dengan kelas Sedangkan kelas 1 dan 2 tidak ikut melaksanakan salat jumAoat karena sudah pulang lebih awal yaitu pukul 12. 00 WIB. Salat jumAoat ini dilakukan di masjid terdekat dengan warga sekitar. Kegiatan hafalan Kegiatan hafalan menjadi hal yang biasa bagi siswa SD Islam Darush Sholihin Tanjunganom Nganjuk. Dengan terbiasa menghafal maka akan memperkuat hafalan. Diantara hafalan yang dilakukan ada hafalan juz amma, hafalan doAoa pilihan, yasin dan tahlil, fasholatan. Kegiatan ini dilakukan bagi semua tingkatan mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6. Kegiatan hafalan di SD Islam Darush Sholihin dilakukan pada hari selasa sampai hari jumAoat dengan waktu yang sudah Kitabah Kitabah merupakan kegiatan menulis bahasa Arab secara benar dan tepat yang dilakukan di SD Islam Darush Sholihin. SD Islam Darush Sholihin melakukan kegiatan ini untuk menunjang kemampuan siswa dalam menulis Arab. Hal ini juga berpengaruh terhadap pendidikan karakter Setiap kelas materi kitabahnya berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya. Mulai dari kelas rendah materi kitabahnya menulis huruf hijaiyah, memberikan harakat, menyalin ayat dan lain-lain. Kemudian untuk kelas tinggi kitabahnya seperti menulis ayat dari surat pendek, kemudian juga diajarkan dalam menulis pegon. Kegiatan kitabah ini dilaksanakan selama empat hari dalam seminggu, yaitu hari selasa sampai hari jumAoat dengan waktu yang sudah di jadwalkan. Keputrian/kajian tentang perempuan Keputrian adalah pembelajaran mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan kegiatankegiatan perempuan/remaja putri, masa-masa perkembangan, maupun beberapa masalah penting MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 seorang perempuan. Kegiatan keputrian dilakukan guna memperkenalkan tentang kedudukan dan hak wanita menurut Islam, akhlak atau pribadi seorang perempuan, dan lain-lain. 18 Dalam hal ini, kegiatan keputrian di SD Islam Darush Sholihin diisi dengan materi tentang haid/menstruasi. Karena materi tersebut sangat penting bagi perempuan mengingat usia SD/MI sudah banyak yang Kegiatan ini rutin dilaksanakan di hari jumAoat saat siswa laki-laki melaksanakan salat jumAoat. Kegiatan seni hadrah Kegiatan seni hadrah di SD Islam Darush Sholihin merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan pada hari Sabtu. Kegiatan seni hadrah ini diikuti oleh siswa yang memiliki bakat dan bidang di bidang tersebut. Untuk pelatihnya itu didatangkan dari guru luar lembaga yang memang memiliki keahlian di bidang seni hadrah. PHBI (Peringatan Hari Besar Isla. Kegiatan PHBI menjadi salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan karakter pada siswa. Kegiatan PHBI di SD Islam Darush Sholihin ini ada bermacam-macam. Diantaranya ada peringatan idul adha, peringatan idul fitri, rojabiyah, peringatan tahun baru hijriyah, maulid nabi Muhammad SAW, pondok ramadhan. dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuk kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan sebagai sarana dalam meningkatkan pendidikan karakter pada peseta didik sehingga mereka mempunyai nilai karakter pada dirinya. Dalam hal ini pendidikan karakter dapat dimaknai menjadi pendidikan yang mampu mengembangkan nilai karakter pada peserta didik, sehingga mereka mempunyai nilai karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tadi dalam kehidupan dirinya menjadi anggota masyarakat yang religius, nasionalis produktif, dan kreatif. Berdasarkan pembahasan di atas menunjukkan bahwa SD Islam Darush Sholihin menerapkan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan pendidikan karakter pada peserta didik. Kegiatan keagamaan dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi budaya serta pembiasaan yang dilaksanakan pada sekolah tersebut. Diantara kegiatan keagamaan yang dilaksanakan yaitu kegiatan bersalaman atau jabat tangan dengan guru sewaktu tiba di sekolah, kegiatan iftitah, mengaji dengan metode ummi, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur dan ashar berjamaah, salat jumAoat, kegiatan hafalan, kitabah, keputrian/kajian tentang perempuan, kegiatan seni hadrah, dan PHBI (Peringatan Hari Besar Siti Kholifah. AuPendidikan Keputrian dalam Pembentukan Kepribadian Muslimah yang Terampil,Ay Jurnal TaAodibi Vol. 5, no. : hal. 35, https://garuda. id/documents/detail/1889036. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Isla. Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan sesuai dengan waktu yang sudah terjadwalkan dan tata tertib yang sudah diberlakukan. Karakter yang Terbentuk pada Diri Peserta Didik dari Kegiatan Keagamaan yang Diterapkan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk Karakter merupakan cerminan nilai-nilai perilaku manusia yang melekat dan berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Pengintegrasian pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan dilakukan sebagai sarana penanaman pendidikan karakter, dalam hal ini sesuai pendapat Agus Zainul Fitri yang menyatakan bahwa dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dapat melalui berbagai cara, diantaranya20: Mengintegrasikan nilai dan etika pada setiap mata pelajaran Internalisasi nilai positif yang ditanamkan oleh semua warga sekolah Pembiasaan dan latihan Pemberian contoh dan teladan Penciptaan suasana yang berkarakter di sekolah Mengacu pada teori tersebut yang menyatakan bahwa pendidikan karakter akan membentuk pembiasaan, hal ini dilakukan oleh SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk yaitu melakukan berbagai kegiatan keagamaan dengan tujuan membiasakan peserta didik sehingga nilai karakter akan terbentuk pada dirinya. Dengan terbiasa melakukan berbagai bentuk kegiatan keagamaan maka karakter pada diri peserta didik SD Islam Darush Sholihin akan terbentuk. Selain itu SD Islam Darush Sholihin melaksanakan kegiatan keagamaan dengan adanya contoh atau teladan dari gurunya sendiri dan juga dengan pembiasaan yang dilakukan rutin tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan nilai-nilai karakter yang terbentuk pada peserta didik dari adanya berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin, diantaranya sebagai berikut: Nursalam, dkk. Model Pendidikan Karakter (Banten: CV. AA Rizky, 2. , hal. Agus Zainul Fitri. Reiventing Human Character: Pendidikan Karakter Berbasis Nilai & Etika di Sekolah (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , hal. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Religius Nilai karakter religius tercermin dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya kegiatan bersalaman atau jabat tangan dengan guru sewaktu tiba di sekolah, kegiatan iftitah, mengaji dengan metode ummi, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur dan ashar berjamaah, salat jumAoat, kegiatan hafalan, kitabah, keputrian/kajian tentang perempuan, kegiatan seni hadrah, dan PHBI (Peringatan Hari Besar Isla. Semua kegiatan tersebut membentuk nilai religius pada peserta didik. Hal ini dapat terlihat dari peserta didik yang patuh dan memiliki antusias dalam mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah. Jujur Jujur merupakan sikap yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan maupun perbuatan. Nilai karakter jujur tercermin dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin yaitu kegiatan hafalan, kegiatan kitabah. Pada kegiatan hafalan karakter jujur dapat terlihat ketika peserta didik melaksanakan hafalan tanpa mencontek, kemudian pada kegiatan kitabah peserta didik menyelesaikan tugas dengan semaksimal mungkin dan tidak memanipulasi tulisan Arabnya. Disiplin Nilai karakter disiplin tercemin dalam semua kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin. Hal ini terlihat ketika peserta didik bisa mengikuti kegiatan dengan tepat waktu dan tertib. Walaupun terkadang ada beberapa peserta didik yang kurang disiplin. Misalnya saat mendengar bel berbunyi tanda bahwa akan dilaksanakannya salat dhuhur berjamaah, maka semua siswa terlihat langsung bergegas ke mushola untuk melaksanakan salat dhuhur berjamaah. Hal demikian juga dilakukan pada kegiatan keagamaan lainnya. Tanggung Jawab Nilai karakter tanggung jawab terbentuk dalam semua kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin. Dikatakan tanggung jawab berarti peserta didik mau dan mapu melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik itu dalam kegiatan apapun. Ketika peserta didik disiplin berarti mereka bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan. Hal ini dapat dilihat ketika mereka melaksanakan kegiatan keagamaan baik itu kegiatan salat, mengaji, maupun kegiatan lain dengan penuh tanggung jawab. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Peduli Nilai karakter peduli tercemin dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya saat kegiatan kitabah dan kegiatan keputrian, terlihat ada peserta didik yang tidak membawa pensil, kemudian teman sampingnya memberikan pinjaman Kemudian saat kegiatan salat dhuhur berjamaah terlihat peserta didik yang membantu temannya membawakan mukena. Beberapa hal tersebut membuktikan bahwa nilai karakter peduli telah terbentuk pada diri peserta didik yaitu dengan membantu temannya. Mandiri Nilai karakter mandiri dapat terbentuk dengan adanya kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan bu Usnida: AuA dengan banyaknya kegiatan keagamaan maka karakter peserta didik akan terbentuk secara baik. Hal ini menurut saya sangat penting mbak. Jadi anak-anak tidak perlu untuk diperintah orang tuanya misalnya ketika di rumah diperintahkan untuk ayo salat, ayo ngaji, karena sudah terbiasa itu sehingga tanpa diperintah kalau sudah waktunya ya akan dilaksanakan sendiri. Ay Dari pernyataan tersebut membuktikan bahwa karakter mandiri pada peserta didik telah terbentuk dengan adanya kegiatan keagamaan karena mereka telah terbiasa melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut. Komunikatif Nilai karakter komunikatif tercemin dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya kegiatan bersalaman, kegiatan mengaji dengan metode ummi, dan lainnya. Pada kegiatan bersalaman nilai karakter komunikatif ini terlihat saat peserta didik menghormati dan menghargai gurunya, kemudian antar peserta didik saling menyapa dan bergaul dengan akrab. Begitu juga pada kegiatan mengaji dengan metode ummi terlihat di dalam kelompok mengaji mereka saling berkomunikasi dengan baik tanpa membeda-bedakan. Rasa Ingin Tahu Nilai karakter rasa ingin tahu tercemin dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin yaitu pada kegiatan keputrian. Guru yang menjelaskan materi tentang kewanitaan . ateri hai. sehingga dari penjelasan guru tersebut terlihat ada siswa yang menanggapi penjelasan guru dengan mengutarakan pertanyaan yang belum dipahami. Hal ini membuktikan bahwa karakter rasa ingin tahu telah ada pada diri siswa. Kemudian pada kegiatan PHBI yang MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 bertujuan untuk mengenalkan hari besar Islam siswa, hal ini memunculkan rasa ingin tahu pada siswa untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi pada hari besar tersebut sehingga harus diperingati. Kerja keras Nilai karakter kerja keras tercemin dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di SD Islam Darush Sholihin yaitu terlihat pada kegiatan hafalan dimana peserta didik memiliki semangat dan antusias dalam hafalan, hal ini membuktikan bahwa mereka bekerja keras untuk bisa menghafal. Kemudia pada kegiatan seni hadrah terlihat peserta didik yang menabuh dengan fokus dan semangat untuk bisa mengompakkan tabuhan hadrah dengan lagu yang dibawakan vokal. Hambatan dan Solusi dalam Mengimplementasikan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Keagamaan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk Pengimplementasian pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan tentunya dipengaruhi dengan beberapa faktor. Diantaranya menurut teori dari Ratnawati dalam penelitiannya yang dikutip oleh Sofyan Mustoip bahwa. AuKarakter individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalAy. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu dalam arti pembawaan. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari lingkungan sekitar. Faktor ini mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik antara lain lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurut teori di atas kedua faktor tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan Dalam hal ini peneliti menghubungkan dengan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Apapun kegiatan yang dilaksanakan tidak lepas dari adanya hambatan. Faktor internal yaitu berasal dari diri sendiri, dalam hal ini hambatan yang muncul pada peserta didik seperti kurangnya kedisiplinan peserta didik, kebiasaan buruk yang dimiliki siswa seperti malas mengikuti kegiatan, ramai saat mengikuti kegiatan, kesulitan dalam hafalan surat yang berbelit, dan saat mengaji metode ummi tidak naik tingkat. Selanjutnya faktor eksternal yang dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam hal ini pengaruh lingkungan bisa dari lingkungan keluarga ataupun lingkungan sekolah. Hambatan yang muncul dari Sofyan Mustoip. Muhammad Japar, dan Zulela MS. Implementasi Pendidikan Karakter (Surabaya: CV. Jakad Publishing Surabaya, 2. , hal. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 lingkungan keluarga seperti kurang dukungan dari orang tuanya sendiri. Kemudian dari faktor lingkungan sekolah yaitu dari temannya yang mengajak siswa tidak mengikuti kegiatan keagamaan. Selain itu faktor dari penyelenggara pendidikan sendiri yaitu kurangnya persiapan dari guru menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin, ketika guru tidak mempersiapkan dengan baik maka akan timbullah kekurangan dari kegiatan keagamaan yang Kemudian guru yang kurang mengkondisikan kegiatan dengan baik juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan. Berkaitan dengan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana merupakan fasilitas dan sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam mendukung suksesnya implementasi pendidikan karakter. 22 Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan hambatan dari sarana dan prasarana yaitu fasilitas mushola yang tidak bisa menampung semua siswa menjadi satu saat melaksanakan salat berjamaah. Hasil penelitian di atas sesuai dengan penelitian Pridayani dan Rivauzi dalam jurnalnya bahwa faktor penghambat dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter diantaranya bisa dari lingkungan, teman sebaya, handphone, dan kurangnya kesadaran diri. Adapun solusi dalam mengatasi beberapa hambatan tersebut antara lain: Adanya reward dan punishment Reward dan punishment menjadi solusi agar peserta didik mau mentaati tata tertib. Reward diberikan kepada siswa saat guru mengapresiasi siswa yang selalu mengikuti kegiatan dengan tertib. Kemudan punishment atau hukuman diberikan kepada siswa agar mereka ada rasa jera ketika tidak mau mengikuti kegiatan. hukuman yang diberikan tentunya tidak dengan hal kekerasan melainkan dengan hukuman yang mendidik diantaranya menyapu halaman, menyiram bunga, membaca surat pendek, hafalan di speaker. Hal di atas sesuai dengan pernyataan pada hasil penelitian Rusdianto, dkk. dalam membangun kesadaran peserta didik agar selalu patuh dan taat terhadap tata tertib sekolah, maka dalam proses belajar mengajar maupun kegiatan lainnya diterapkan reward dan punishment. Guru akan mengacu pada tata tertib ketika merencanakan pemberian reward dan punishment. Mulyasa. Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hal. Melinda Pridayani dan Ahmad Rivauzi. AuFaktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Program Penguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap Siswa,Ay An-Nuha: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. https://doi. org/10. 24036/annuha. Rusdianto. Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman. AuPelaksanaan Pemberian Reward dan Punishment dalam Pembelajaran PAI di SMA Negeri 13 MakassarAy Volume X. Nomor 2 (Juli https://doi. org/10. 24252/ip. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Sering diingatkan dan dinasehati Dengan mengingatkan dan menasehati secara baik maka peserta didik akan membenahi kesalahannya dan berubah menjadi pribadi lebih baik. Hal ini dilakukan oleh guru di SD Islam Darush Sholihin dengan menasehati peserta didik yang terkadang teledor dalam melakukan kegiatan Hal ini sesuai dengan pernyataan Syahid bahwa pembinaan moral peserta didik dapat dilakukan dengan nasihat. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap peserta didik. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Evaluasi dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru SD Islam Darush Sholihin. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi apa kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan sehingga harus dibenahi. Misalnya saat siswa kesulitan dalam menghafal surat yang berbelit, maka guru di SD Islam Darush Sholihin mencoba metode baru agar mereka bisa lebih mudah dalam menghafalkannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan pada hasil penelitian Kaswanti, dkk. bahwa dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan kepala sekolah dan semua guru melakukan rapat dan evaluasi terkait kegiatan keagamaan yang dilakukan. Guru menjadi teladan/contoh terlebih dahulu Seorang guru harus menjadi teladan dan contoh bagi peserta didiknya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan para guru SD Islam Darush Sholihin juga ikut serta dalam kegiatan dan menjadi teladan/contoh terlebih dulu agar busa ditiru oleh peserta didik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Karso bahwa guru memberi pengaruh besar pada pengetahuan serta karakter peserta Guru yang memberikan teladan atau contoh baik dari segi karakter atapun ilmu pengetahuan terhadap anak didik sangat mempengaruhi akhlak siswa baik lingkungan sekolah maupun Dukungan dari orang tua Perlunya dukungan orang tua juga menjadi solusi dalam mengatasi beberapa hambatan yang ada dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin. Seperti yang disampaikan bu Puji bahwa siswa yang tidak segera naik tingkat saat kegiatan mengaji metode ummi itu Elihami Elihami dan Abdullah Syahid. AuPenerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Pribadi yang Islami,Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan 2, no. 1 (Februari 2. : hal. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Reka Kaswanti. AuPenerapan Kegiatan Keagamaan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di MAN Konsel,Ay Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. (Mei https://ejournal. id/index. php/dirasah/article/view/3026. Karso. AuKeteladanan Guru Dalam Proses Pendidikan di Sekolah,Ay Jurnal Online Universitas PGRI Palembang. Januari 2019. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 disebabkan ada masalah dari keluarganya. Oleh karena, dukungan orang tua untuk selalu memotivasi anak ini juga sangat diperlukan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Usman bahwa dukungan orang tua sangat besar kaitannya dengan pelaksanaan ibadah ataupun kegiatan anak. Jika orang tua tidak mendukung maka akan berdampak tidak baik bagi si anak. KESIMPULAN Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk kegiatan keagamaan dalam meningkatkan pendidikan karakter di SD Islam Darush Sholihin diantaranya meliputi kegiatan bersalaman atau jabat tangan dengan guru sewaktu tiba di sekolah, kegiatan iftitah, mengaji dengan metode ummi, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur dan ashar berjamaah, salat jumAoat, kegiatan hafalan, kitabah, keputrian/kajian tentang perempuan, kegiatan seni hadrah, dan PHBI (Peringatan Hari Besar Isla. Kemudian yang terbentuk pada diri peserta didik diantaranya adalah nilai karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, mandiri, komunikatif, rasa ingin tahu, kerja keras. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan tidak lepas dari sebuah hambatan. Dalam hal ini hambatan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di SD Islam Darush Sholihin diantaranya berasal dari faktor internal . erasal dari diri siswa sendiri. Seperti kebiasaan buruk yang dimiliki siswa yaitu malas, kurang disiplin, ramai saat kegiatan, kesulitan dalam hafalan, dan saat mengaji metode ummi tidak naik tingka. dan faktor eksternal . ingkungan keluarga, lingkungan sekolah, sarana dan prasaran. DAFTAR PUSTAKA