JPAP 9 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pada Kelompok Kerja Guru Olahraga di Kecamatan Praya Nurul Isnaini1*. Lalu Sumardi1. Muhammad Makki1. Sudirman1. Abdul Kadir Jailani1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Isnaini. , & Sumardi. Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pada Kelompok Kerja Guru Olahraga di Kecamatan Praya. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidika. , 9. , 75Ae80. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Nurul Isnaini. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. Emai: nurulisnaini18@guru. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pengembangan kompetensi guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru PJOK dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dan pengendalian. Perencanaan dilakukan berdasarkan identifikasi kebutuhan guru secara partisipatif dan dituangkan dalam program kerja tahunan. Pengorganisasian mencakup struktur kepengurusan yang jelas serta pengelolaan sumber daya manusia dan finansial yang transparan. Pelaksanaan program meliputi kegiatan rutin dan pengembangan kompetensi seperti workshop, pelatihan media pembelajaran, lesson study, dan klinik olahraga. Evaluasi dilakukan secara berkala menggunakan instrumen online dan forum refleksi yang ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKGO telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru PJOK dan mutu pembelajaran jasmani di sekolah dasar. Evaluasi yang bersifat berkelanjutan dan partisipatif menjadi kunci utama dalam menjamin efektivitas dan keberlanjutan program. Kata Kunci: KKGO. Kompetensi Guru. Manajemen Pendidikan. PJOK. Evaluasi Program. Pendahuluan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kebugaran, serta keterampilan sosial peserta didik di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, kompetensi guru PJOK menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Namun, masih terdapat tantangan yang dihadapi oleh guru PJOK, seperti keterbatasan media pembelajaran, kemampuan pedagogik, dan akses terhadap pelatihan yang Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan salah satu wadah strategis yang dirancang untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan kolektif dan kolaboratif. Secara khusus. Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya. Kabupaten Lombok Tengah, hadir sebagai forum profesional yang mewadahi guru PJOK untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidangnya. KKGO menjadi bentuk nyata implementasi manajemen pendidikan berbasis komunitas yang tidak hanya fokus pada kegiatan administratif, tetapi juga pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana proses manajerial dalam pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru PJOK melalui KKGO di Kecamatan Praya. Fokus utama penelitian meliputi empat fungsi manajemen menurut Terry, . A 2025 Published by Posgraduate Mataram University. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengendalian . Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktik baik dalam pengelolaan kelompok kerja guru, serta menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan dan program peningkatan mutu guru PJOK di tingkat daerah maupun nasional. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Creswell dalam bukunya Qualitative Inquiry and Research Design mengungkapkan bahwa studi kasus adalah eksplorasi dari Ausuatu sistem yang terikatAy atau Ausuatu kasus/beragam kasusAy dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data yang mendalam serta melibatkan berbagai sumber informasi yang kaya dalam suatu Studi kasus dapat dikaji dari suatu program, peristiwa, aktivitas, individu, atau kelompok sosial Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya. Fokus penelitian mengacu pada empat fungsi pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dan pengendalian program. Subjek penelitian terdiri dari pengurus KKGO, guru PJOK anggota KKGO, pengawas bina, dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah . S). Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara Wawancara dilakukan secara terstruktur dan semi-terstruktur untuk menggali pengalaman, persepsi, dan praktik para informan dalam pelaksanaan Observasi digunakan untuk mencatat aktivitas aktual dalam kegiatan KKGO, sedangkan dokumentasi digunakan untuk menelaah program kerja, jadwal kegiatan, laporan evaluasi, dan dokumen administratif lainnya. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna memastikan keabsahan temuan penelitian. Seluruh proses dilaksanakan secara sistematis untuk menggambarkan praktik baik dalam manajemen program pengembangan kompetensi guru PJOK di lingkungan KKGO Kecamatan Praya. Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 75-80 Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kompetensi guru PJOK melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya mencerminkan implementasi manajemen pendidikan yang sistematis dan terarah melalui pendekatan POAC . lanning, organizing, actuating ,controllin. Melalui pendekatan POAC (Planning. Organizing. Actuating, dan Controllin. , manajemen program pengembangan kompetensi guru PJOK pada KKGO Kecamatan Praya terlaksana secara lebih terarah dan sistematis. Pendekatan ini menekankan pentingnya perencanaan . yang matang berbasis identifikasi kebutuhan guru, pengorganisasian . melalui pembagian tugas yang jelas dalam struktur organisasi KKGO, pelaksanaan . berupa penggerakan seluruh sumber daya dan anggota untuk menjalankan programprogram pengendalian . yang dilakukan melalui evaluasi dan refleksi bersama atas setiap kegiatan. Dengan penerapan POAC ini. KKGO Praya mampu menjadi wadah yang efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru PJOK secara berkelanjutan. Hal teori-teori pengembangan kompetensi guru yang diamanatkan oleh regulasi nasional. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi professional adalah AuKemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalamAy Dalam konteks pelaksanaan program KKGO, guru-guru PJOK tidak hanya memperdalam penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan materi tersebut dengan metode pembelajaran yang relevan, sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan seperti workshop, peer teaching, dan diskusi reflektif di KKGO menjadi media bagi guru untuk terus memperkuat kompetensi profesionalnya agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Umah AN . , menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Dikdasmen No. 079/C/Kep/I/1993, tanggal 7 April 1993, sistem pembinaan profesionalitas guru ditetapkan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) bidang studi di SD, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru SD. Maksudnya adalah KKGO berfungsi sebagai forum profesional bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran, serta memperkuat kemampuan pedagogik dan profesional melalui kegiatan kolaboratif. Dengan demikian, pembinaan profesionalitas guru tidak hanya bersifat individual, tetapi juga dilaksanakan secara kolektif dalam wadah Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan komunitas belajar yang terstruktur, sehingga guru dapat secara berkelanjutan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah Sumardi L et al. , . , dalam konteks perkembangan zaman dan tuntutan global, ada empat kompetensi utama yang harus dimiliki individu untuk dapat sukses dalam berbagai aspek kehidupan. Kompetensi tersebut adalah berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas dan inovasi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dalam menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan global, individu termasuk guru dan peserta didik dituntut untuk menguasai empat kompetensi utama sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Keempat kompetensi itu, yakni berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas dan inovasi, menjadi landasan penting agar seseorang mampu memecahkan masalah secara efektif, bekerja sama dalam tim, menyampaikan ide secara jelas, serta menciptakan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Kompetensi ini juga sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang menekankan pentingnya soft skills dan kemampuan Perencanaan (Plannin. Program pengembangan kompetensi guru PJOK diawali dengan perencanaan yang melibatkan analisis kebutuhan guru secara partisipatif, disusun dalam bentuk program kerja tahunan. Hal ini mendukung pendapat Kimani . bahwa perencanaan merupakan langkah strategis awal dalam menjamin keberhasilan manajemen. Terry . alam Riyadi & Deddy, 2. menambahkan bahwa perencanaan harus didasarkan pada analisis fakta dan asumsi masa depan agar program dapat adaptif terhadap tantangan yang muncul. Dalam perencanaan ini mendukung pencapaian kompetensi profesional guru sebagaimana tertuang dalam UU No. 14 Tahun 2005, yang menuntut penguasaan materi secara luas dan mendalam, serta perencanaan pembelajaran yang berbasis kebutuhan peserta didik (Fahruddin et al. , 2. Perencanaan dalam KKGO telah diarahkan pada peningkatan kemampuan tersebut, khususnya melalui pelatihan perangkat ajar dan media pembelajaran kontekstual. Berdasarkan pengembangan kompetensi guru PJOK di Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Praya telah prinsip-prinsip perencanaan manajemen. Dengan demikian, perencanaan program KKGO Kecamatan Praya telah memenuhi prinsip-prinsip perencanaan berbasis 5W Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 75-80 1H, yang menjadikan program tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis, kontekstual, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kompetensi guru PJOK secara berkelanjutan. Perencanaan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengurus Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO), guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Kelompok Kerja Kepala Sekolah . S), dan pengawas. Pengorganisasian (Organizin. Pengorganisasian merupakan tahapan penting dalam manajemen program, yang berfungsi untuk mengatur, membagi, dan mengoordinasikan sumber daya manusia serta sarana pendukung guna mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pada Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Praya, pengorganisasian dirancang secara sistematis dan partisipatif agar setiap unsur dalam struktur kepengurusan memiliki kejelasan peran, wewenang, dan tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen modern yang menekankan pada pembagian tugas secara proporsional, pembentukan struktur organisasi yang jelas, serta mekanisme koordinasi yang efektif di antara unsur pelaksana. Struktur organisasi KKGO Kecamatan Praya dibentuk melalui musyawarah anggota dan disusun pengembangan kompetensi guru Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Struktur tersebut terdiri dari Ketua. Sekretaris. Bendahara. Koordinator Kegiatan. Koordinator Fase A. B, dan C, serta koordinator bidang lainnya, seperti bidang teknis, sarana prasarana, olahraga prestasi, dan olahraga pendidikan. Setiap jabatan dalam struktur ini dilengkapi dengan uraian tugas yang rinci, sehingga mendukung distribusi peran secara profesional dan terarah. Ketua KKGO bertugas memimpin dan mengkoordinasikan seluruh program dan kegiatan KKGO serta menjalin komunikasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah . S) dan pihak terkait Sekretaris bertanggung jawab dalam mendokumentasikan seluruh kegiatan, menyusun laporan, dan mengelola administrasi organisasi. Bendahara mengelola keuangan secara transparan dan menyusun laporan pertanggungjawaban Sementara itu, koordinator fase dan bidang memiliki tugas khusus sesuai bidangnya, seperti mengoordinasikan kegiatan di jenjang fase tertentu, mengelola sarana prasarana, serta mendukung pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Pengorganisasian KKGO Kecamatan Praya juga ditandai dengan adanya Surat Keputusan (SK) Kepengurusan yang dikeluarkan pada awal masa SK ini menjadi landasan legalitas dan pedoman resmi pelaksanaan program, sekaligus sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola Selain itu, pembagian tugas pada KKGO dilakukan berbasis kompetensi dan potensi anggota, sehingga setiap program kerja dapat dilaksanakan oleh personel yang tepat sesuai bidang keahliannya. Koordinasi dalam pengorganisasian dilakukan secara rutin melalui rapat kerja bulanan dan komunikasi intensif melalui grup WhatsApp, yang difungsikan sebagai media utama berbagi informasi, mengingatkan jadwal, dan mendiskusikan hal-hal teknis terkait program. Penetapan tempat kegiatan dilakukan secara bergilir di sekolah-sekolah anggota, disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan kesiapan sekolah, mengingat KKGO Kecamatan Praya belum memiliki sekretariat tetap. Jadwal dan tempat kegiatan disusun melalui musyawarah bersama agar program dapat berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah. Secara keseluruhan, pengorganisasian pada KKGO Kecamatan Praya mencerminkan pengelolaan organisasi yang kolaboratif, profesional, dan adaptif. Struktur yang sistematis, pembagian tugas berbasis kemampuan, koordinasi yang intensif, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor utama pengembangan kompetensi guru PJOK di tingkat kecamatan secara berkelanjutanStruktur organisasi KKGO Praya disusun dengan peran yang terdistribusi secara proporsional, mulai dari ketua hingga koordinator berdasarkan fase kelas. Hal ini mendukung pendapat Kristiawan et al. , . yang menyatakan bahwa pengorganisasian yang efektif menentukan pembagian kerja dan pelimpahan wewenang agar kegiatan berjalan efisien. Koordinasi antarguru menciptakan kerja tim yang solid dan mendukung peningkatan profesionalisme guru secara Kolektif (Rasyid, 2. Lebih dari itu, struktur ini memberikan ruang bagi penguatan kompetensi sosial dan kepribadian guru, sebagaimana dijelaskan oleh Sumardi L, . "Kompetensi sosial guru merupakan kemampuan guru dalam menjalin hubungan sosial dengan berbagai pihak di lingkungan pendidikan" Pelaksanaan(Actuatin. Pelaksanaan kompetensi guru PJOK melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Praya menunjukkan efektivitas fungsi actuating dalam Hal ini relevan dengan teori-teori dan Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 75-80 praktik pengembangan kompetensi guru yang diamanatkan oleh regulasi nasional. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi professional adalah AuKemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalamAy Dalam konteks pelaksanaan program KKGO, guru-guru PJOK tidak hanya memperdalam penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan materi tersebut dengan metode pembelajaran yang relevan, sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan seperti workshop, peer teaching, dan diskusi reflektif di KKGO menjadi media bagi guru untuk terus memperkuat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Umah AN . , menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Dikdasmen No. 079/C/Kep/I/1993, tanggal 7 April 1993, sistem pembinaan profesionalitas guru ditetapkan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) bidang studi di SD, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru SD. Maksudnya adalah KKGO berfungsi sebagai forum profesional bagi guru untuk pemahaman terhadap materi pelajaran, serta profesional melalui kegiatan kolaboratif. Dengan demikian, pembinaan profesionalitas guru tidak hanya bersifat individual, tetapi juga dilaksanakan secara kolektif dalam wadah komunitas belajar yang meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Fungsi ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif guru dalam berbagai bentuk kegiatan yang bersifat praktik, kolaboratif, dan reflektif, seperti pelatihan penyusunan perangkat ajar, workshop integratif, forum lesson study, dan pembinaan siswa Pelaksanaan program ini telah secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam memahami karakter peserta didik, merancang strategi pembelajaran yang tepat, serta melaksanakan evaluasi pembelajaran secara Dalam kegiatan lesson study, misalnya, guru diberikan kesempatan untuk merancang, mengimplementasikan, dan merefleksikan praktik pembelajaran bersama rekan sejawat. Hal ini mendorong guru untuk lebih memahami kebutuhan belajar siswa serta meningkatkan kemampuan dalam Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan program juga berpengaruh kuat terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Kompetensi profesional berkaitan dengan penguasaan materi ajar, pemahaman terhadap struktur dan konsep keilmuan PJOK, serta pengembangan metode pembelajaran yang relevan. Melalui kegiatan workshop dan pelatihan media, guru PJOK dilatih untuk memperdalam pemahaman terhadap kurikulum, mengintegrasikan pendekatan tematik, serta menggunakan teknologi dalam penyampaian materi olahraga. Kegiatan ini mendorong guru untuk tidak hanya menguasai isi pembelajaran, tetapi juga menyajikannya dengan cara yang menarik dan kontekstual sesuai kebutuhan siswa sekolah dasar. Kegiatan pelaksanaan juga memberi ruang bagi guru untuk menjadi fasilitator dan narasumber dalam kegiatan kolektif, yang memperkuat rasa percaya diri, kepemimpinan profesional, dan kemampuan reflektif. Dengan demikian, fungsi actuating dalam pelaksanaan program tidak hanya menggerakkan guru secara administratif, tetapi juga membentuk kultur belajar sejawat yang mendukung peningkatan dua dimensi utama dalam kompetensi guru, yakni pedagogik dan profesional. Fahruddin et al. , . Menyatakan bahwa kompetensi profesional mencakup penguasaan keilmuan secara akademik maupun pedagogis, termasuk kemampuan menyusun perangkat ajar dan strategi pembelajaran. Secara keseluruhan, pelaksanaan program dalam KKGO Kecamatan Praya telah menjadikan guru sebagai subjek pembelajaran profesional yang aktif, produktif, dan reflektif, sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 dan standar kompetensi guru menurut Permendiknas No. Tahun 2007. Evaluasi dan Pengendalian (Controllin. KKGO melaksanakan evaluasi kegiatan secara berkala melalui instrumen digital dan forum refleksi Evaluasi ini bukan hanya administratif, tetapi juga bersifat substantif untuk perbaikan kegiatan berikutnya. Ini sesuai dengan konsep controlling dari Terry . , yang menekankan pentingnya tindakan korektif berdasarkan hasil Evaluasi dalam konteks pengembangan kompetensi guru juga merupakan bagian dari reflective teaching, yang sangat ditekankan oleh Makki sebagai landasan guru profesional. Dengan mengevaluasi diri dan program secara terstruktur, guru dapat memperbaiki pendekatan pembelajaran Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 75-80 dan menunjukkan peningkatan kinerja yang Integrasi Kompetensi dalam Manajemen KKGO Keempat fungsi manajemen tersebut secara simultan berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru PJOK. Kompetensi pedagogik terlihat dari kemampuan guru dalam memahami karakter peserta didik, mengembangkan strategi pembelajaran, serta mengevaluasi hasil belajar secara objektif. Sedangkan kompetensi profesional tercermin dari penguasaan materi ajar, inovasi dalam metode pembelajaran, serta kemampuan guru mengintegrasikan teknologi PJOK. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa KKGO Kecamatan Praya telah menerapkan fungsi manajemen secara optimal dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru PJOK. Dalam kompetensi kepribadian Sussana, . mengatakan bahwa guru tipe kepribadian intelektual kognitif memberikan evaluasi yang lebih tinggi untuk motif terhubung dengan menghindari kritik dari pihak Hal kecenderungan guru tersebut untuk lebih mengedepankan kehati-hatian dalam memberikan penilaian, agar tidak menimbulkan konflik atau ketegangan dengan pihak otoritas, seperti atasan, kepala sekolah, atau lembaga pendidikan. Dalam konteks kompetensi guru, sikap ini sejalan dengan dimensi kompetensi sosial dan profesional, di mana guru diharapkan mampu menempatkan diri secara bijaksana dalam proses penilaian dan menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pihak (Sumardi, 2. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai evaluator, tetapi juga sebagai fasilitator yang memahami dinamika sosial dalam lingkungan pendidikan. Sumardi at al. , . , untuk dapat mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, diperlukan transformasi pada kompetensi guru, ketersediaan perangkat serta media pembelajaran yang dapat menunjang terlaksananya pembelajaran yang berkualitas oleh guru. Keberhasilan tersebut ditopang oleh partisipasi aktif anggota, dukungan kelembagaan, dan kepemimpinan yang kolaboratif. KKGO dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan komunitas belajar guru di tingkat kecamatan yang berorientasi pada mutu dan berkelanjutan. Kesimpulan Hasil pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya telah dilaksanakan secara sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan. Fungsi manajemen meliputi perencanaan yang berbasis kebutuhan nyata, pengorganisasian yang terstruktur dan adaptif, pelaksanaan program yang kolaboratif dan responsif, serta evaluasi dan pengendalian yang dilaksanakan secara transparan dan reflektif. KKGO berhasil menjadi wadah profesional yang mendorong peningkatan kapasitas pedagogik dan profesional guru PJOK, serta mampu membangun jejaring kolaboratif antar sekolah dan pemangku Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan keterampilan guru, tetapi juga berdampak langsung pada mutu pembelajaran dan pembinaan prestasi siswa di sekolah dasar. Praktik pengelolaan KKGO Kecamatan Praya dapat direkomendasikan sebagai model praktik baik . est practic. dalam pengembangan komunitas belajar guru berbasis fungsi manajemen pendidikan yang efektif dan kontekstual. Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 75-80 Sussana. Psikologi kepribadian guru. Jakarta: Bumi Aksara. Ummah. Sistem pembinaan profesional guru dalam komunitas belajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 7. , 35Ae41. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Sekretariat Negara. Usman. Manajemen: Teori, praktik, dan riset Jakarta: Bumi Aksara. Daftar Pustaka