JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 PENYULUHAN PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT Duct Infection Prevention Counseling Acute Breathing NurhikmahA*. Reskiawati AzisA. Nur Aliya Arsyad2. MuliyanaA ASTIKES Graha Edukasi Makassar. Jl. Perintis Kemerdkaan XI. Makassar. Indonesia Prodi Ilmu Kebidanan. Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Jl. Perintis Kemerkaan X. Makassar. Indonesia *Penulis korespondensi: nurhikmah@stikesgrahaedukasi. *e-mail korespondensi : hikma. sweet77@yahoo. ABSTRAK Infeksi saluran pernafasan akut adalah penyakit terbanyak yang dilaporkan kepada pelayanan kesehatan. World Health Organization (WHO) memperkirakan insidensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% pertahun pada golongan usia balita. Menurut WHO A 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di negara berkembang dan ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh A 4 juta anak balita setiap tahun. Tujuan dari Pengabdian Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan ISPA. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan. Pelaksanaan Pengabdian ini di Puskesmas Kapasa Kota Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang ibu. Dari hasil penyuluhan tersebut terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan ISPA sehingga diharapkan kegiatan pelatihan ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah kerja puskesmas dengan dukungan pemerintah Kata kunci: Penyuluhan. Pencegahan. Infeksi Saluran Pernafasan Akut ABSTRACT Acute respiratory tract infectio. is the most commonly reported disease to the health service. The World Health Organization (WHO) estimates the incidence of Acute Respiratory Infections (ISPA) in developing countries with a mortality rate of toddlers above 40 per 1000 live births is 15%-20% per year in the toddler age group. According to who A 13 million children under five die each year and most of those deaths are in developing countries and ISPA is one of the leading causes of death by killing A 4 million children under five each year. The purpose of The Devotion to increase public knowledge about ispa prevention. The method used is socialization by holding counseling. The implementation of this Service at The Makassar City Cotton Health Center with the number of participants as many as 34 mothers. From the results of the extension there is an increase in public knowledge about the prevention of ISPA so that it is expected that this training activity can be carried out throughout the health center work area with government support. Keywords: Counseling. Prevention. Acute Respiratory Tract Infection Nurhikmah et al. Penyuluhan Pencegahan Infeksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 PENDAHULUAN Infeksi saluran pernafasan akut adalah penyakit terbanyak yang dilaporkan kepada pelayanan kesehatan. World Health Organization (WHO) memperkirakan insidensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% pertahun pada golongan usia balita. Menurut WHO A 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di negara berkembang dan ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh A 4 juta anak balita setiap tahun (WHO, 2. Berdasarkan hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2017, prevalensi ISPA di Indonesia sekitar 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada bayi dua tahun (>35%). Jumlah balita dengan ISPA di Indonesia pada tahun 2018 adalah lima diantara 000 balita yang berarti sebanyak 150. balita meninggal pertahun atau sebanyak 500 balita perbulan atau 416 kasus sehari atau 17 balita perjam atau seorang balita perlima menit. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi penderita ISPA di Indonesia adalah 9,4% (Depkes, 2. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Maros Tahun 2019 dapat dilihat bahwa pola penyakit yang terjadi adalah batuk 336 kasus . ,2 %), kemudian 728 kasus . ,2%). Selanjutnya beberapa penyakit yang perlu mendapat perhatian khusus adalah ISPA yang pada tahun 2019 berada pada urutan ke-4 dengan jumlah penderita 10885 kasus . ,0 %). Studi dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kapasa dengan mewancarai beberapa ibu pertolongan dan rujukan Infeksi Saluran Pernafasan Akut cukup baik, akan tetapi pengetahuan terhadap pencegahan masih sangat kurang. Hal ini membuktikan keluarga/masyarakat belum memahami upaya pencegahan penyakit ISPA yang mengacu pada Manajemen Pemberantasa Penyakit Menular Berbasis Wilayah penanggulangan secara konprehensif. Kegiatan tersebut mencakup upaya kemitraan, penemuan dan tata laksana kasus, peningkatan kualitas sumber daya manusia, surveilans, pemantauan/evaluasi dan peningkatan manajemen program. Promosi Pemberantasan Penyakit ISPA di Indonesia mencakup kegiatan advokasi, bina suasana dan gerakan Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini secara umum adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan Pneumonia Balita. Sasaran promosi mencakup sasaran primer . bu Balita dan keluargany. , sasaran sekunder . etugas kesehatan dan petugas lintas program serta sasaran tersier . engambil keputusa. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Oktober Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan masyarakat terkait Pencegahan dan Perawatan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar ini Nurhikmah et al. Penyuluhan Pencegahan Infeksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 metode-metode sebagai berikut : Metode ceramah disertai dengan digunakan untuk menyampaikan materi tentang Pencegahan dan Perawatan ISPA. Metode Diskusi Pada metode ini dibuat kelompok kecil pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar untuk berdiskusi mengenai Pencegahan dan Perawatan ISPA. Metode Tanya Jawab Metode ini dilakukan setelah masing-masing kelompok dapat saling menyampaikan pendapatnya mengenai Perawatan dan Pencegahan ISPA. HASIL Pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan perawatan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota makassar yang dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Oktober Dari 35 masyarakat yang hadir semuanya mengikuti pre-test dengan baik. Dari hasil penilaian tingkat pengetahuan masyarakat ditemukan 25 yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan ISPA. Kemudian membagikan leaflat sebelum materi Pada sesi penyampaian materi, ternyata banyak masyarakat yang belum cukup tau atau paham dengan pencegahan ISPA. Hal ini tercermin banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait materi Dalam kegiatan penyuluhan ini dalam pencegahan dan perawatan ISPA. ISPA menyebabkan fungsi pernapasan menjadi Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan sampai berujung pada kematian. ISPA merupakan penyakit yang mudah sekali menular, orang-orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh dan orang-orang lanjut usia akan lebih mudah terserang penyakit Anak-anak juga memiliki risiko yang sama, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya. Seseorang bisa tertular ISPA ketika dia menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernapasan melalui bersin atau ketika batuk, selain itu cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda bisa menular ke orang lain saat mereka menyentuhnya. Ini disebut sebagai penularan secara tidak langsung. Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, sebaiknya mencuci tangan secara teratur, terutama setelah Anda melakukan aktivitas di tempat umum. Di Indonesia. ISPA menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, khususnya anak-anak. Tercatat, rata-rata balita di Indonesia mengalami sakit batuk pilek setidaknya tiga hingga enam kali per Dari data WHO didapatkan bahwa angka kejadian pnemonia pada balita di Indonesia cukup tinggi, yakni 1020% per tahun. Dengan tingginya angka kejadian ISPA di Indonesia, penting bagi kita untuk mengetahui gejala, pengobatan, serta langkah pencegahan yang paling tepat untuk penyakit ini. Setelah materi terkait ISPA selesai disampaikan maka dibuka sesi tanya jawab dan ternyata banyak peserta yang ISPA. Nurhikmah et al. Penyuluhan Pencegahan Infeksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 Kemudian dilakukan post-test dengan menggunakan soal yang sama saat pre-test. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan dari jawaban pre-test. Hasil perbedaan dapat dilihat pada diagram dibawah ini Baik dalam melakukan identifikasi dini terkait ISPA pencegahan-pencegahan penyakita, aksi-aksi untuk menunjang Kesehatan masyarakat tertama pada balita yang saat ini masih tinggi angka Cukup Kurang Pre-test Post-test Digram 1 : Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Kesehatan Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa hasil pengabdian ini dapat melebihi indicator keberhasilan yang dirumuskan dari awal kegiatan, yaitu bahwa terdapat Pencegahan dan perawatan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar yang signifikan dengan ditandai peningkatan nilai pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dalam upaya peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya Pencegahan dan perawatan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar masyarakat sehingga mereka selalu berupaya untuk selalu memperhatikan kesehatan serta memiliki sikap positif terhadap program-program pemerintah terkhusus pencegahan dan perwatan ISPA sehingga bias sedini mungkin dicegah Peningkatan pengetahuan masyarakat dan kader melalui metode ceramah yang disertai dengan alatalat bantu audio visual, pemberian leaflet materi, pemaparan materi, diskusi dan alat meningkatkan kemampuan masyarakat Gambar 1: Kegiatan penyuluhan Gambar 2 : Kegiatan Diskusi KESIMPULAN Dari hasil kegiatan penyuluhan pencegahan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Makassar disimpulkan bahwa setelah dilakukan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat dari yang awalnya kurang memahami terkait masalah pencegahan ISPA tetapi setelah mengikuti kegiatan Nurhikmah et al. Penyuluhan Pencegahan Infeksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 penyuluhan dan mendapatkan penjelasan terkait hal tersebut maka terjadi peningkatan pengetahuan serta sudah sangat memahami akan pentingnya hidup berkesinambungan oleh kader posyandu dan poskesdes sehingga masyarakat mendapat informasi secara akurat, selain itu tenaga kesehatan setiap bulannya posyandu, poskesdes terkait masalah ISPA. UCAPAN TERIMAKASIH