Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 PERENCANAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK N 2 BINJAI Annisa1. Miswanto2. Setie Budi Suku3 Candra Wijaya4 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate. Medan, 20371 Email : Annisapasaribu123@gmail. Dosen Pascasarjana Magester Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara4 Abstrak Secara Umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMK N 2 Binjai, dalam konteks yang terfokus kepada perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di SMK N 2 Binjai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriftif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: Perencanaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai merupakan tahapan awal dalam pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut, di dalam perencanaan itu ada keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan kebutuhan fasilitas yang diperlukan oleh peserta didik, guru-guru dan seluruh staf yang ada di SMK N 2 Binjai, termasuk rancangan pembelian, pengadaan rehabilitasi, distribusi serta pengadaan perlengkapan sekolah tersebut. Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di SMK N 2 Binjai dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: . Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap jurusan di SMK N 2 Binjai. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu. Melakukan analisis dan penentuan skala prioritas kebutuhan, . Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia. Penetapan rencana pengadaan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Perencanaan. Sarana dan Prasarana PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Oleh Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana pentingnya pendidikan ini sebagai tempat bagi para peserta didik untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya, maka tentunya untuk dapat mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri yaitu sebagai pembentuk karakter seseorang, maka memerlukan proses pembelajaran yang mempunyai kesingkronisasian dengan kebutuhan peserta didik dan umumnya masyarakat. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan pasal 3 UU Sikdiknas No 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti yang juga dimuat dalam Undangundang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional penyelenggaraan pendidikan termasuk wajib belajar, penjaminan kualitas pendidikan serta peran masyarakat dalam sistem pendidikan Kebijakan tersebut dibuat untuk menghasilkan Pendidikan Indonesia yang baik dan lulusan berkualitas di sektor jenjang Untuk mendukung hal tersebut terlebih dahulu menentukan standar yang harus menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pendidikan, maka untuk itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Adapun standar yang menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diatur dalam pasal 17 Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 . Standar Isi, . Standar Proses, . Standar Kompetensi Lulusan, . Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, . Standar Sarana dan Prasarana, . Standar Pengelolaan, . Standar Pembiyayaan, . Standar Penilaian. Proses pendidikan akan terganggu bila salah satu komponen tersebut tidak tersedia. Salah satu komponen tersebut adalah sarana dan Keberadaan sarana dan prasarana pendidikan mutlak dibutuhkan dalam proses pendidikan, sehingga termasuk dalam Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 komponen-komponen yang harus dipenuhi. Tanpa sarana dan prasarana pendidikan, proses pendidikan akan mengalami kesulitan yang sangat serius, bahkan bisa menggagalkan pendidikan. Suatu kejadian yang mesti dihindari oleh semua pihak yang terlibat dalam Sarana dan prasarana pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam usaha menciptakan suasana yang kondusif dunia Proses pendidikan tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang baik pula. Agar tujuan pendidikan tersebut dapat dicapai maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan tujuan pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dominan. Sebab didalam proses pembelajaran itulah terjadinya interialisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. Karena itu, kegiatan belajar mengajar merupakan ujung tombak untuk tercapainya pewarisan nilai-nilai diatas. Dengan demikian dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan perlu disusun perencanaan sebagai proses pemikiran dan penetapan program pengadaan fasilitas yang ada sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Selain perencanaan yang baik, pelaksanaannya pun harus dikelola dengan baik pula, mulai inventarusasi dan pengapusan, dilakukan pengawasan secara berkala. Terkait dengan hal di atas, manajemen sarana dan prasarana mutlak harus diadakan dalam proses pendidikan. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pembelajaran. Agar semua fasilitas dapat digunakan secara optimal dalam proses pembelajaran, maka fasilitas tersebut hendaknya dikeloladengan baik. Sarana dan prasarana sebagai salah satu bagian dari manajemen yang ada di lembaga pendidikan, sarana dan prasarana mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu organisasi, institusi ataupun lembaga pendidikan. Dalam suatu lembaga pendidikan tentu memiliki cara tersendiri dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikannya. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di lembaga sekolah yang dikelolanya dengan dibantu oleh wakil kepala sekolah dibidang sarana dan prasarana. Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana Untuk mewujudkan pusat sumber belajar yang baik dan ideal, suatu lembaga pendidikan mau tidak mau wajib menyediakan sarana prasarana pendidikan yang lengkap dengan kondisi yang baik sesuai dengan kurikulum pelajaran yang ada. Kepala sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana sekolah harus menyusun rencana sesuai dengan kebutuhan sekolah dan sesuai dengan anggaran yang tersedia. Dalam hal ini perencanaan sangat Perencanaan dalam sarana dan prasarana bukan hanya masalah kuantitas dan kualitas saja, tetapi faktor-faktor edukatif lainnya juga harus diperhatikan. SMK N 2 Binjai merupakan sekolah unggulan Negeri favorit. Sekolah ini memiliki standar tertentu dari segi pengelolaannya dan merupakan salah satu sekolah yang mendapat predikat akreditasi A. Yang menjadi perhatian penulis adalah bagaimana proses perencanaan dalam pengelolaan sekolah yang seperti apakah yang mendukung peningkatan kualitas agar mampu memenuhi sarana dan prasarana sekolah yang bermutu sehingga menjadikan madrasah ini banyak diminati oleh masyarakat kota Binjai khususnya masyarakat sekitaran kecamatan Binjai Timur. Berdasarkan pemaparan yang telah diuraikan diatas dan dengan memperhatikan berbagai fenomena-fenomena pendidikan saat ini, maka penulis berniat akan melakukan pengamatan secara menyeluruh dan mendalam terhadap pengelolaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai. Dengan judul penelitian: PERENCANAAN SARANA DAN PRASARANA DI SMK N 2 BINJAI. KAJIAN TEORETIS Hakikat Perencanaan Sarana Dan Prasarana Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu alasan utama menempatkan perencanaan sebagai fungsi organik manajerial yang pertama ialah karena perencanaan merupakan langkah konkret yang pertama kali diambil dalam usaha pencapaian Artinya, perencanaan merupakan usaha konkretisasi langkahlangkah yang harus ditempuh yang dasar-dasarnya telah diletakkan dalam strategi organisasi. Perencanaan ialah sejumlah kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 perencanaan mengandung unsur- unsur . sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, . adanya proses, . hasil yang ingin dicapai, dan . menyangkut masa depan dalam waktu tertentu. Fungsi perencanaan adalah sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian, menentukan strategi pelaksanaan kegiatan, menentukan tujuan atau kerangka tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam menentukan rencana harus dilakukan secara matang dengan melakukan kajian secara sistematis sesuai dengan kondisi organisasi dan kemampuan sumber daya dengan tetap mengacu pada visi dan misi Defenisi sederhana di atas sesungguhnya mengandung emat pokok pikiran sebagai berikut: Pertama: suatu rencana tidak akan timbul dengan sendirinya melainkan lahir sebagai hasil pemikiran yang bersumber pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Kedua, para manager selaku perencana mutlak perlu memiliki keberanian mengambil keputusan dengan segala resiko. Ketiga, orientasi suatu rencana ialah masa depan. Keempat, rencana harus mempunyai makna bahwa apabila rencana itu dilaksanakan, ia akan mempermudah usaha yang akan dilakkan dalam pencapaian tujan organisasi yang Berikut ini merupakan ciri-ciri rencana yang baik, sebagai berikut: Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Perencana sungguh-sungguh memahami hakikat tujuan yang ingin dicapai. Rencana memenuhi persyaratan keahlian tekhnis. Rencana harus disertai suatu rincian yag cermat. Rencana berkaitan dengan pelaksanaan manajemen. Rencana disusun dengan bahasa yang sederhana, jelas, sistematik, formal dan menggunakan format dan penekanan prioritas yang baik. Rencana bersifat fleksibilitas, (Sondang Siagian, 2007:. Al-QurAoan menyatakan dalam Q. Al-Hasyr ayat 18 beberapa konsep mengenai perencanaan yaitu: Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana Artinya:AuHai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ay Perencanaan yang baik akan dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang akan diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana di buat. Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanya untuk mencapai tujuan dunia semata, tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas- batas target kehidupan duniawi. Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai target kebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang. Adapun sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu sarana dan prasarana. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya suatu proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah Islam untuk pangajaran biologi, halaman sekolah Islam sebagai lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan sarana Rahmat Hidayat dan Candra Wijaya, . Dalam Alquran juga ditemukan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa pentingnya sarana dan prasarana atau alat dalam pendidikan. Alquran menjelaskan bahwa alam raya yang diciptakan Allah Swt. dijadikan sarana untuk belajar, seperti hewan misalnya bisa menjadi alat dalam pendidikan. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu surat dalam Alquran yaitu Surat an-Nahl/16 yang artinya lebah ayat ke 68 dan 69 yang artinya: Artinya: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: AuBuatlah sarangsarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusiaAy,kemudian makanlah dari tiap-tiap . buah-buahan dan Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan . Dari perut lebah itu ke luar minuman . yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda . ebesaran Tuha. bagi orang-orang yang memikirkan. Ayat di atas menerangkan bahwa lebah bisa menjadi media atau alat bagi orang-orang yang berpikir untuk mengenal kebesaran Allah yang pada gilirannya akan meningkatkan keimanan dan kedekatan . seorang hamba kepada Allah Swt. Nabi Muhammad saw. dalam mendidik para sahabatnya juga selalu menggunakan alat atau media, baik berupa benda maupun non-benda. Salah satu alat yang digunakan Rasulullah dalam memberikan pemahaman kepada para sahabatnya adalah dengan menggunakan gambar. Jadi pada dasarnya perencanaan sarana dan prasarana merinci rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan fasilitas sekolah. Dengan demikian perencanaan sarana dan prasarana persekolahan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Tujuan dan Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Pada dasarnya tujuan diadakannya perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan adalah: . Untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan, . Untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam pelaksanaannya. Salah rencana dan penentuan kebutuhan merupakan kekeliruan dalam menetapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang kurang/tidak memandang kebutuhan ke depan, dan kurang cermat dalam menganalisis kebutuhan sesuai dengan dana yang tersedia dan tingkat kepentingan. Derektorat Tenaga Kepndidikan, . menyatakan bahwa yang dapat diperoleh dengan dilakukannya perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan, yaitu: . Dapat membantu dalam menentukan tujuan, . Meletakkan dasar-dasar dan menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan, . Menghilangkan ketidakpastian, dan . Dapat dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk melakukan pengawasan, pengendalian dan bahkan juga penilaian agar nantinya kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana Unsur-Unsur yang Terlibat Dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Agar maksud pemenuhan tuntutan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan yang sesuai dengan kebutuhan maka dalam kegiatan perencanaan perlu mengikut sertakan berbagai unsur atau pihak yang terkait di dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Tujuannya adalah agar unsur atau pihak yang terkait dapat memberikan masukan sesuai dengan bidang keahliannya. Dalam hal ini maka unsur-unsur yang perlu dilibatkan adalah : Kepala sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Guru. Kepala Tata Usaha dan Bendahara, serta BP3 atau Komite Sekolah. Derektorat Tenaga Kepndidikan, . Persyaratan yang Harus diperhatikan dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan harus dipandang sebagai bagian integral dari usaha peningkatan kualitas proses belajar mengajar Perencanaan harus jelas. Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan. Mengikuti pedoman . jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas. Perencanaan pengadaan sesuai dengan plafond anggaran yang Mengikuti prosedur yang berlaku. Mengikutsertakan unsur orang tua murid. Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaan, perubahan situasi dan kondisi yang tidak disangka-sangka. Dapat didasarkan pada jangka pendek . , jangka menengah . -5 tahu. , jangka panjang . Ae 15 tahu. Sri Minarti, . Prosedur Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Identifikasi Menganalisis Kebutuhan Sekolah Identifikasi adalah pencatatan dan pendaftaran secara tertib dan teratur terhadap seluruh kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang dapat menunjang kelancaran proses belajarar Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 mengajar, baik untuk kebutuhan sekarang maupun yang akan datang. Hal-hal yang terkait dalam identifikas dan menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah, di antaranya adalah sebagai berikut: Adanya kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan sekolah. Adanya sarana dan prasarana yang rusak, dihapuskan, hilang atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. Adanya kebutuhan sarana dan prasarana yang dirasakan pada jatah perorangan jika terjadi mutasi guru atau pegawai sehingga turut mempengaruhi kebutuhan sarana dan Adanya persedian sarana dan prasarana untuk tahun anggaran mendatang. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Yang Ada Setelah identifikasi dan analisis kebutuhan dilakukan, pengaturan dan pencatatan barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar inventaris secara teratur menurut ketentuan yang belaku. Mengadakan Seleksi Dalam tahapan mengadakan seleksi, perencanaan sarana dan prasarana meliputi: Menyusun konsep program, prinsip dalam menyusun Ada penanggung jawab yang memimpin pelaksanaan Ada kegiatan kongkrit yang dilakukan Ada sasaran . terukur yang ingin dicapai Ada batas waktu Ada alokasi anggaran yang pasti untuk melaksanakan Pendataan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendataan barang: Jenis barang Jumlah barang Kondisi . Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana Sumber Anggaran/Dana Pendanaan untuk pengadaan, pemeliharaan, penghapusan, dan lain-lain dibebankan dari APBN/APBD, dan bantuan dari BP3 atau Komite Sekolah. Adapun perencanaan anggaran dilaksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Fungsi perencanaan penganggaran adalah untuk memutuskan rincian menurut standar yang berlaku terhadap jumlah dana yang telah ditetapkan sehingga dapat menghindari pemborosan. Derektorat Tenaga Kepndidikan, . Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak dan Barang Tidak Bergerak Perencanaan pengadaan barang bergerak dan tidak bergerak sekolah, harus memenuhi beberapa syarat agar setelah pengadaan barang dapat digunakan secara efektif dan efisien serta berkontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan sekolah. Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak. Barang habis pakai. Menyusun daftar sarana sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana kegiatan sekolah tiap bulan. Memperkirakan biaya untuk pengadaan barang tersebut setiap bulan. Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan, tengah tahunan, dan kemudian menjadi rencana tahunan. Barang tidak habis dipakai. Menganalisis dan menyusun keperluan sarana dan prasaran memperhatikan fasilitas yang masih ada dan yang masih dapat dipakai. Memperkirakan biaya sarana dan prasarana yang direncanakan dengan memperhatikan standar yang telah Menetapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia, urgensi kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan Perencanaan pengadaan barang tidak bergerak. Tanah Menyusun rencana pengadaan tanah berdasarkan analisis kebutuhsn bangunan yang akan didirikan serta Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 lokasi yang ditentukan berdasarkan pemetaan sekolah. Mengadakan survai tentang adanya fasilitas sekolah seperti: jalan, listrik, air, telepon, transportasi dan Mengadakan survai harga tanah. Menyusun rencana anggaran biaya bangunan. Bangunan Menyusun rencana bangunan yang akan didirikan berdasarkan analisis kebutuhan secara lengkap dan teliti. Mengadakan survai terhadap tanah dimana bangunan akan didirikan, hal luasnya, kondisi, situasi, status, perizinan dan sebagainya. Menyusun rencana konstruksi dan arsitektur bangunan sesuai pesanan. Menyusun rencana anggaran biaya sesuai harga standar yang berlaku di daerah yang bersangkutan. Menyusun pentahapan rencana anggaran biaya (RAB) pelaksanaan secara teknis, serta memperkirakan anggaran yang akan disediakan setiap tahun, dengan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan Dinas Pendidikan. METODE PENELITIAN Pendekatan Metode Penelitian Penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Metode pendekatan penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan dengan menggambarkan dan mengungkapkan manajemen sarana dan prasarana sekolah di SMK N 2 Binjai. Peneliti akan berusaha menjelaskan secara spesifik, detail dan terperinci tentang seperti proses perencanaan sarana dan prasarana sekolah di SMK N 2 Binjai sesuai dengan fakta di Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana Subjek Penelitian Penelitian ini tentang proses proses perencanaan sarana dan prasarana sekolah di SMK N 2 Binjai, subjek penelitiannya adalah wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ini berada di di SMK N 2 Binjai yang alamatnya di Jl. Bejomuna No. Timbang Langkat. Kec. Binjai Timur. Kota Binjai Prov. Sumatera Utara. Prosedur Pengumpulan Data Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini yaitu:12 Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lokasi Interview. Metode wawancara atau interview dipandang sebagai metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab secara lisan. Library Research, yaitu membaca berbagai macam buku yang berkenaan dengan pembahasan penelitian. Pengkajian Dokumen, dokumentasi merupakan suatu tekhnik dimana data diperoleh dari kumpulan dokumen-dokumen yang ada pada benda tertulis, petunjuk umum dan petunjuk tekhnis dan sebagainya. Analisis Data Ada tiga unsur utama dalam proses analisis data pada penelitian kualitatif, yaitu: reduksi data. Sajian data . ata displa. , dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pemeriksaan atau Pengecekan Keabsahan Data Dalam penelitian ini data harus dapat diterima untuk mendukung kesimpulan penelitian. Oleh karena itu perlu digunakan standar keabsahan data. Secara umum, tekhnik penjaminan keabsahan data terdiri dari: . , . , . , . TEMUAN PENELITIAN Sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai sudah lengkap, baik itu dari bangunan gedung sekolah, ruangan kelas, labolatorium, ruang pratikum, lapangan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Lengkapnya sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai ini tentu saja didapatkan dari pengelolaan dan manajemen yang baik dari pihak sekolah. Dalam hal ini, ternyata hal Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 ini disebabkan juga karena sekolah mengadakan proses perencanaan yang baik dan persiapan yang matang. Berikut ini adalah tahapantahapan dalam perencanaan di SMK N 2 Binjai, yaitu: Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap jurusan di SMK N 2 Binjai Perencanaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai ini diawali dengan melakukan rapat perencanaan terlebih dahulu setiap akan melakukan pengadaan sarana dan prasarana pendidikannya. Rapat ini dilakukan untuk mengkoordinasikan dan mengetahui hal apa saja kebutuhan yang urgent untuk diadakan. Hasil rapat nantinya akan dianalisa, kemudian diadakan pendataan dan penentuan skala prioritas untuk disesuaikan anggaran yang dimiliki sekolah. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode Rapat perencanaan sarana dan prasarana ini dilaksanakan setiap awal tahun anggaran, yang dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, bendahara, kepala bengkel, dan masing-masing ketua jurusan. Tekhnis dari perencanaan dalam rapat pengadaan sarana dan prasarana sekolah adalah dengan pengusulan kebutuhan sarana dan prasarana oleh guru-guru kepada ketua jurusan, setelah itu ketua jurusan mengajukannya dalam rapat. Dalam rapat nantinya akan diadakan pendataan/inventarisasi. Pendataan yang telah dilaksanakan akan menghasilkan daftar tentang sarana dan prasarana apa saja yang akan dilakukan pengadaan. Melakukan analisis dan penentuan skala prioritas kebutuhan Kegiatan analisa dan penentuan skala prioritas kebutuhan dilakukan setiap rapat perencanaan secara mufakat, sehingga kebutuhan yang lebih penting dan mendesak itu dilaksanakan terlebih dahulu. Pihak sekolah selalu berusaha untuk menentukan suatu tindakan atau kebijakan secara bersama melalui rapat, terbukti dengan selalu diadakan rapat dalam menganalisa sarana dan prasarana kebutuhan sekolah dan menentukan skala prioritas terhadap kebutuhan yang sangat penting dan paling diutamakan saat itu melalui berbagai pertimbangan. Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia Perencanaan kebutuhan ini kemudian disesuaikan dengan kubutuhan sekolah untuk satu tahun ke depan yang nantinya dirumuskan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Sumber dana yang diperoleh dan pengalokasiaanya terperinci pada Annisa. Miswanto. Setie Budi Suku. Candra Wijaya: Perencanaan. Sarana dan Prasarana proses ini yang dirangkum dalam suatu rencana. Perencanaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai juga melibatkan komite sekolah, biasanya akan diadakan rapat dengan komite sekolah untuk memperbincangkan kebutuhan fasilitas yang diperlukan oleh peserta didik. Ada kalanya komite sekolah juga ikut serta dalam pengadaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai. KESIMPULAN Perencanaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Binjai merupakan tahapan awal dalam pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut, di dalam perencanaan itu ada keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan kebutuhan fasilitas yang diperlukan oleh peserta didik, guru-guru dan seluruh staf yang ada di SMK N 2 Binjai, distribusi serta pengadaan perlengkapan sekolah tersebut. Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di SMK N 2 Binjai dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap jurusan di SMK N 2 Binjai. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode Melakukan analisis dan penentuan skala prioritas kebutuhan Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia. Penetapan rencana pengadaan sarana dan prasarana. DAFTAR PUSTAKA