Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. Original article The Relationship between Work and Maternal Knowledge with Exclusive Breastfeeding in the Working Area of the L. Sidoharjo Health Center. Tugumulyo District in 2024 Indah Suciati1. Sari Wahyuni1. Aprilina1 Department of Midwifery. Politeknik kesehatan Palembang. Palembang. Indonesia Corresponding author: Name: Indah Suciati Address E-mail: suciatiindah85@gmail. Abstrak Exclusive breastfeeding is an important effort to improve the health and development of babies, which is encouraged by various health organizations throughout the world. However, the rate of exclusive breastfeeding still varies significantly in different regions, which can be influenced by various factors. The study aim to explore the relationship between mother's work and knowledge and exclusive breastfeeding practices. This research is analytical This research was conducted in May 2024 in the L Sidoharjo Health Center Work Area with a population of 152 mothers with babies 7-12 months and a sample of 35 mothers with babies 7-12 months. Data analysis using Chi-Square. The results showed that working mothers did not provide exclusive breastfeeding . ,5%) and non-working mothers provided exclusive breastfeeding . ,5%) with p=0. The research results show that there is an influence of work on exclusive breastfeeding. Good knowledge provides exclusive breastfeeding . 8%) with p=0. The research results show that there is an influence of knowledge on exclusive breastfeeding. It can be concluded that, there is an influence of work and knowledge on exclusive Key word: Exclusive breastfeeding, mother, work, knowledge INTRODUCTION Pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan sangat cepat namun sistem pencernaan bayi belum berfungsi dengan sempurna sehingga belum mampu mencerna makanan selain Air Susu Ibu (ASI). ASI merupakan satu-satunya makanan terbaik untuk bayi, karena memiliki komposisi gizi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan disebut ASI Eksklusif . ASI Eksklusif adalah pemberian ASI segera setelah bayi lahir sampai bayi berusia 6 bulan tanpa tambahan makanan lain, seperti susu formula, madu, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur, dan nasi. Setelah 6 bulan. ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun dengan diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap sesuai usianya . Menurut laporan dari UNICEF tahun 2018 dalan World Breastfeeding Week. ASI eksklusif berpengaruh pada kualitas kesehatan bayi. Semakin sedikit jumlah bayi yang mendapat ASI eksklusif, maka kualitas kesehatan bayi akan semakin buruk dan beresiko lebih besar mengalami kematian akibat diare, 4,6 kali lebih besar untuk terjadinya Stunting . Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 melaporkan bahwa secara global rata-rata di dunia hanya 44% bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif. WHO Author: Indah Suciati. Sari Wahyuni. Aprilina Vol. Ed. June, 2025 | 40 Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. menargetkan pada tahun 2025 angka pemberian ASI eksklusif pada usia 6 bulan pertama kelahiran meningkat setidaknya 50%. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, persentase bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif mencapai 73,97% pada 2023. Persentase ini kembali meningkat selama lima tahun berturut-turut. Persentase bayi ASI eksklusif nasional di dalam negeri pada 2023 naik 2,68% dibanding tahun sebelumnya 72,04%. Tren peningkatan bayi yang mendapat ASI ekslusif terjadi sejak 2019. Tercatat, pemberian ASI eksklusif melonjak 50,34% 22,33 poin dari 44,36% pada 2018 menjadi 66,69% Kenaikan persentase ini tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Persentase pemberian ASI eksklusif di Indonesia mencapai angka tertinggi pada 2023. Namun pemberian ASI eksklusif lebih banyak diberikan dari ibu yang tak bekerja dengan proporsi 75,92%. Sementara anak yang mendapat ASI eksklusif dari ibu bekerja lebih rendah, yakni 69,48% . Berdasarkan laporan dinas kesehatan provinsi Sumatera Selatan melalui aplikasi Sigizi terpadu tahun 2024 presentase bayi mendapat ASI eksklusif diwilayah Sumatera Selatan sebesar 71,8% dan Kabupaten Musi Rawas menempati posisi ke tiga sebagai wilayah dengan prevalensi terendah dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu sebesar sebesar 50,0 %, dari 17 kabupaten/ kota. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif meliputi pendidikan, pengetahuan, pengalaman menyusui, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Salah satu satu faktor penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif adalah ibu yang bekerja, yang seringkali harus kembali bekerja sebelum periode ASI eksklusif berakhir, sehingga menyebabkan penggunaan susu formula sebagai tambahan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurhidayati dan Hanum . menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ibu bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Blang Asan. Kecamatan Peusangan. Kabupaten Bireuen dengan hasil uji statistik yang diperoleh p-value = 0,000 . -value < 0,. Hal ini disebabkan karena ibu harus kembali bekerja sebelum periode pemberian ASI Eksklusif selesai, sehingga membuat hak bayi menyusui terabaikan . Pengetahuan mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai manfaat ASI eksklusif akan berdampak pada keinginan dan keputusan ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan data capaian di Puskesmas L. Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo cakupan yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2021 dari total presentase bayi 0-6 bulan sebesar 60,9 % di tahun 2022 di angka 59% dan pada tahun 2023 mengalami penurunan lagi menjadi 57 %. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tujuan untuk mengetahui hubungan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah kerja puskesmas L. Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Tahun 2024. METHOD Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan jeiniis rancangan meinggunakan cross-sectional. Rancangan penelitian ini untuk mempelajari hubungan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan pembeirian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas L. Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-30 Mei i 2024 di wilayah kerja Puskeismas L. Siidoharjo Keicamatan Tugumulyo Kabupatein Musii Rawas. Populasi yang diteliti adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas L. Sidoharjo Tahun 2024 berjumlah 152 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian ibu yang mempunyai bayi usia 7-12 Author: Indah Suciati. Sari Wahyuni. Aprilina. Vol. Ed. June, 2025 | 41 Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. bulan di wilayah kerja Puskesmas L. Sidoharjo. Pengumpulan data dilakukan melalui Kuesioner ini merupakan kuesioner yang valid dan reliable. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan proporsi, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square . RESULT Penelitian yang melibatkan sampel sejumlah 64 bayi berusia 6 bulan memperoleh hasil sebagaimana pada tabel-tabel di bawah ini. Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Eksklusif Variabel Frekuensi Asi Eksklusif Tidak Jumlah Persentase Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa responden yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 27 responden . ,1%). Tabel 2. Data Frekuensi Pekerjaan Ibu Variabel Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat responden yang tidak bekerja sebanyak 23 rspondein . dan responden yang bekerja sebanyak 12 responden . Tabel 3. Data Frekuensi Pengetahuan Ibu Variabel Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat responden yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 23 responden . 7%) dan pengetahuan yang kurang sebanyak 12 responden . 3%). Author: Indah Suciati. Sari Wahyuni. Aprilina Vol. Ed. June, 2025 | 42 Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. Analisis Bivariat Tabel 4. Hubungan Pekerjaan dengan Pemberian ASI Eksklusif Status Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Pemberian ASI Eksklusif Tidak Eksklusif Total Oc Value Berdasarkan uji statistik Chi Square dapat diketahui bahwa pada ibu yang tidak bekerja memberikan ASI ekskluif sebanyak 81,5% . Sedangkan, pada ibu yang bekerja dan memberikan ASI eksklusif sebanyak 18,5% . dan P Value 0,000 dan < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan pemberian ASI Ekslusif. Tabel 5. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI Eksklusif Tidak Eksklusif Pengetahuan Baik Kurang Total Oc Value Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat jumlah ibu yang berpengetahuan baik dan memberikan ASI eksklusif sebanyak 21 ibu . ,8%). Ibu dengan pengetahuan baik dan tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 25% . Sedangkan, ibu yang dengan pengetahuan kurang sebanyak 6 orang memberikan ASI eksklusif . ,2%) dan 6 orang tidak memberikan ASI eksklusif . %), dan P Value 0,006 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pembeirian ASI Ekslusif. DISCUSSION Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 35 ibu menyusui yang bekerja, sebagian besar . ,5%) tidak memberikan ASI eksklusif, hal ini disebabkan terutama karena ibu bekerja diluar rumah dan tidak bisa membawa bayinya saat bekerja sehingga ibu tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Berdasarkan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p= 0,000 <0,05. sehingga didapat bahwa dijumpai hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusiif Ibu yang bekerja. Salah satu satu faktor penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif diantaranya ibu yang bekerja diluar rumah, upaya pemberian ASI eksklusif seringkali menemui kendala karena masa cuti hamil dan melahirkan yang singkat membuat mereka harus kembali bekerja sebelum masa pemberian ASI eksklusif berakhir. Serta banyak ibu bekerja yang percaya bahwa ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi saat ibu bekerja, sehingga mereka membeirikan tambahan ASI berupa susu formula . Author: Indah Suciati. Sari Wahyuni. Aprilina Vol. Ed. June, 2025 | 43 Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dan pemberian ASI ekslusif, dengan hasil penelitian yaitu ibu bekerja . ,5%) memberikan ASI ekslusif dan ibu yang tidak bekerja memberikan ASI ekslusif . ,5%) . Peneliti berasumsi bahwa Ibu yang tidak bekerja lebih mungkin memberikan ASI eksklusif karena mereka memiliki lebih banyak waktu dan fleksibilitas untuk menyusui langsung tanpa terikat jadwal kerja. Mereka juga cenderung menghadapi tingkat stres yang lebih rendah dan memiliki dukungan keluarga yang lebih baik, memungkinkan fokus penuh pada menyusui. Sementara itu, ibu yang bekerja seringkali menghadapi kendala logistik, fasilitas yang kurang memadai di tempat kerja, serta kebijakan perusahaan yang tidak selalu mendukung, sehingga menyulitkan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 35 ibu menyusui sebagian besar . ,7%) memiliki pengetahuan Baik dan ibu menyusui sebagian . 3 %) ibu memiliki pengetahuan Kurang. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan suatu hal. Pengeitahuan juga dapat diartikan sebagai hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,006 . Kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif bahwa seseorang berperilaku dipengaruhi oleh pengetahuan karena dengan memiliki pengetahuan seseorang akan memiliki kemampuan untuk menjadi tahu, memahami dan mengaplikasikan minjadi perilaku. Semakin baik pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif maka seseorang ibu akan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, begitupun juga sebaliknya . Penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya, yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pngetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif, dengan hasil yaitu bahwa ibu dengan pengetahuan yang baik . %) memberikan ASI ekslusif . ,92%) . Penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif pada umunya karena masih kurangnya pengetahuan ibu di bidang kesehatan. Ibu tidak mengetahui bahwa ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Ibu juga tidak mengetahui bahwa menyusui secara eksklusif dapat menjarangkan kehamilan, sementara manfaat ASI bagi bayi dapat meningkatkan hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Peneliti berasumsi bahwa Pengetahuan mempengaruhi pembeirian ASI eksklusif karena ibu yang memiliki informasi yang baik tentang manfaat ASI eksklusif untuk kesehatan bayi dan ibu cenderung lebih termotivasi untuk melakukannya. Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul, seperti masalah laktasi atau teknik menyusui yang benar. Edukasi yang baik memungkinkan ibu memahami pentingnya konsistensi dalam pemberian ASI dan memberikan mereka akses ke sumber daya dan dukungan, seperti konsultan laktasi atau kelompok pendukung, yang membantu mempertahankan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Hubungan Pekerjaan dan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas L. Sidoharjo, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: Diketahuinya hubungan Pekerjaan Ibu dengan Author: Indah Suciati. Sari Wahyuni. Aprilina Vol. Ed. June, 2025 Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Volume 5. Edition 1. June 2025 DOI: https://doi. org/10. 36086/maternalandchild. Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas L. Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Tahun 2024 yai tu p=0,000. Diketahuinya hubungan Pengetahuan ibu tentang Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas L. Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Tahun 2024, yaitu p=0,006. ACKNOWLEDGMENTS Peneliti mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur Poltekkes Palembang sehingga dapat melaksanakan penelitian ini. REFERENCES