Rahmad, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 1 - 5 Rancang Bangun Tungku Pembakaran Berbahan Baku Oli Bekas Rahmad Dani. Abdi masrur. Kelvin Cardy. Bagas Hidayat. Rendi Alvandi. Hafidz Ramadan. Harapan Makmur Harahap. Aprizal* Teknik Mesin. Universitas Pasir Pangaraian, di Jl. Tuanku Tambusai. Kumu Desa Rambah 28457 Riau INFO ARTIKEL ABSTRAK Histori artikel: Diajukan 11 Juli 2024 Kompor berbahan bakar oli bekas merupakan teknologi pemanfaatan limbah yang bertujuan mengubah residu pelumas menjadi sumber energi panas yang Oli bekas memiliki nilai kalor tinggi dan ketersediaan yang melimpah, sehingga berpotensi menjadi bahan bakar alternatif yang ekonomis. Penelitian ini berfokus pada rancang bangun tungku pembakaran berbahan baku oli bekas untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus meminimalkan dampak Tahapan penelitian meliputi perancangan sistem pengabutan oli, mekanisme suplai udara, serta desain ruang bakar untuk mencapai nyala api yang stabil dan temperatur operasi yang optimal. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi performa tungku, termasuk distribusi temperatur, konsumsi bahan bakar, serta kestabilan proses pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa tungku mampu menghasilkan panas secara konsisten dengan efisiensi yang memadai. Temuan ini menegaskan potensi pemanfaatan oli bekas sebagai energi alternatif sekaligus solusi pengelolaan limbah. Kata kunci: Kompor. Oli Bekas. Perancangan. Pengujian. Efisiensi EAeMAIL ABSTRACT ijalupp@gmail. A waste-oilAefueled stove is a waste-utilization technology designed to convert used lubricant residues into a useful source of thermal energy. Used oil has a high calorific value and abundant availability, making it a promising and economical alternative fuel. This study focuses on the design and development of a combustion furnace powered by waste oil to enhance combustion efficiency while minimizing environmental impacts. The research stages include designing the oil atomization system, air-supply mechanism, and combustion chamber configuration to achieve stable flame characteristics and optimal operating Performance tests were conducted to evaluate temperature distribution, fuel consumption, and combustion stability. The results show that the furnace is capable of producing consistent heat with satisfactory efficiency. These findings highlight the potential of utilizing waste oil as an alternative energy source as well as a practical solution for waste management. Kata kunci. Stove. Used oil. Design. Testing. Efficiency PENDAHULUAN Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berubah wujudnya. Oleh sebab itu, energi memiliki peran penting dalam ketahanan suatu Negara. Pengunaan nonrenewable yang dari waktu ke waktu selalu meningkat membuat terjadinya kelangkaan energy . Oli merupakan sisa dari produk-produk minyak bumi yang lain. Beberapa produk sisa adalah minyak bakar residu, minyak bakar untuk diesel, road oil, spray oil, coke, asphalt, dll. Secara umum terdapat 2 macam oli bekas, yaitu oli bekas industri . ight industrial oi. dan oli hitam . lack oi. Oli bekas industri relatif lebih bersih dan mudah dibersihkan dengan perlakuan sederhana, seperti penyaringan dan Oli hitam berasal dari pelumasan otomotif . II. MATERIAL DAN METODE Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang pengelolaan limbah dan pengembangan energi alternatif. Dengan menemukan cara yang efisien untuk memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar, kita dapat mengurangi jumlah limbah yang mencemari lingkungan dan mengurangi 1 iCENOTEK Rahmad, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 1 - 5 ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan inovasi dalam teknologi kompor berbahan bakar limbah. Penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar dirancang dengan membuat tabung oli bekas yang disalurkan melalui pipa menuju tungku peleburan dan di bagian ujung akan ditiup angin yang dialirkan melalui pipa dari sumber angin blower keong . Tabel 1. Alat Bantu pembuatan sistem filtrasi ________________________________________ Alat Fungsi ________________________________________ Gerinda Untuk memotong pipa dan besi Bor Untuk membantu melubangi baik pipa maupun besi Las untuk menyatukan pipa besi Meteran untuk mengukur pipa besi _________________________________________ HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Kinerja Kompor Hasil Uji Efisiensi Hasil pengujian menunjukkan bahwa kompor mampu mendidihkan air dalam waktu rata-rata 15 menit, dengan konsumsi oli bekas sebanyak 200 ml. Jika dibandingkan dengan kompor berbahan bakar gas, yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan konsumsi gas sebanyak 100 gram, kompor oli bekas memiliki efisiensi yang cukup baik. Dibandingkan dengan Kompor Berbahan Bakar Elpiji Kompor . tersebut diuji dengan metode water boiling test dan membandingkan bahan bakar antara menggunakan oli bekas dengan elpiji. Air tersebut pada metode water boiling test diganti dengan alumunium sebesar 22 kg. Peleburan alumunium menggunakan bahan bakar oli bekas tersebut memakan waktu 57 menit dengan menghabiskan 8 liter oli bekas . Pengujian dilakukan dengan melakukan variasi jumlah lubang bunner 16 lubang,20 lubang, 24 lubang . Adapun data yang diambil dari penelitian ini yaitu jumlah bahan bakar yang digunakan, warna nyala api dan temperatur pembakaran serta efisiensi Pengujian kompor dilakukan dengan variasi laju aliran udara 9 m/s, 10 m/s, dan 11 m/s . Gambar 1. Hasil uji alat setelah jadi Perbandingan dengan Kompor Konvensional Kompor berbahan bakar oli bekas menunjukkan efisiensi yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kompor gas, namun memiliki keunggulan dalam hal biaya operasional yang lebih rendah. Selain itu, penggunaan oli bekas membantu dalam pengelolaan limbah yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Bahan. Alat, dan Langkah Ae langkah Bahan : 1. Pipa Besi Plat Besi Oli Bekas Blower Alat : Gerinda Las listrik Portable Meteran Langkah Ae langkah Adapun cara membuat kompor oli bekas sederhana ialah sebagai berikut. Siapkan Tungku Langkah pertama yang perlu anda lakukan dalam membuat kompor oli bekas ialah menyiapkantungku. Setelah itu, rangkai tungku seperti berbentuk zigzag. Siapkan Blower Setelah tungku siap, anda bisa segera siapkan Penggunaan blower itu sendiri ialah sebagaipendorong bahan bakarnya. Siapkan Oli Langkah selanjutnya, anda perlu menyiapkan oli Sebelum digunakan, pasangkan oli bekas yang anda miliki sudah dicampur dengan minyak goreng Selain itu, oli bekas juga perlu dicampur dengan solar. Rangkai Bahan Jika semua sudah siap, anda tinggal memasangkan semua bahan tersebut ke rangkai yang telah dibuat Tak butuh waktu lama, anda sudah bisa memiliki kompor oli bekas. 2 iCENOTEK Rahmad, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 1 - 5 Ukuran dan Suhu yang di hasilkan Gambar 2. Ukuran alat kompor bahan bakar oli Ukuran Lebar Tungku . ,5 c. Ukuran Kedalaman Tungku . ,5 c. Ukuran Pipa Saluran Oli Panjang . Ukuran Pipa Saluran Oli Pendek . ,5 c. Ukuran Panjang Blower . ,5 c. Ukuran Besi masing Ae masing Sisi Blower . ,5 Ukuran Pipa Angin Panjang . Ukuran Pipa Angin Pendek . Ukuran Kaki Kedudukan Tungku . ,5 c. Ukuran Kedudukan Tungku ( 14cm ) suhu yang di hasilkan Temperatur api yang dihasilkan oli bekas memiliki perbedaan kurang lebih 200 AC dengan gas elpiji yang notabene adalah bahan bakar. Api yang dihasilkan oli bekas berwarna jingga sedangkan elpiji biru, hal ini disebabkan karena elpiji merupakan bahan bakar dengan pembakaran sempurna. Dengan bbo. ahan bakar ol. sebanyak 100 mili mebutuhkan hingga 31 menit agar oli dapat habis. Suhu mencapai hingga 430 Ac Gambar 3. Suhu yang di hasilkan kompor bahan bakar oli bekas Uji peleburan Pengujian tungku peleburan berbahan bakar oli bekas dilakukan sebanyak 3 kali dengan pengujian kedua dan ketiga dilakukan ketika tungku sudah dipastikan dalam kondisi dingin A24 jam setelah pengujian pertama. Alumunium kusen bekas dengan berat 1,5 kg sebagai bahan bakar yang akan . Burner di setting dibawah tungku pada ruang bakar selanjutnya kaleng aluminium bekas dipotong kecil - kecil agar mudah diamasukkan ke dalam ladel, selanjutnya ladel dimasukkan kedalam ruang bakar untuk meleburkan material logam bekas kaleng aluminium tersebut. Waktu yang diperlukan untuk meleburkan 1 kg Aluminium diperoleh secara langsung saat pengujian dengan menggunakan stopwatch , dari penelitian di - peroleh waktu peleburan 54 menit 32 detik . 2 Emisi dan Dampak Lingkungan Pengukuran Emisi Pengukuran emisi dilakukan untuk menilai dampak lingkungan dari penggunaan kompor berbahan bakar oli bekas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa emisi CO2 yang dihasilkan adalah 150 g/jam, dan emisi CO adalah 0,5 g/jam. Jika dibandingkan dengan kompor gas yang menghasilkan emisi CO2 sebesar 120 g/jam dan emisi CO sebesar 0,2 g/jam, kompor oli bekas menghasilkan emisi yang sedikit lebih tinggi. Analisis Dampak Lingkungan Meskipun emisi yang dihasilkan oleh kompor berbahan bakar oli bekas lebih tinggi dibandingkan dengan kompor gas, dampak lingkungan secara keseluruhan dapat dianggap lebih positif karena mengurangi jumlah oli bekas yang dibuang Dengan pengelolaan yang tepat, kompor oli bekas dapat menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan. 3 Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan Biaya Operasional Rendah: Oli bekas tersedia dengan biaya yang sangat rendah atau bahkan gratis, sehingga penggunaan kompor ini sangat ekonomis. Pengelolaan Limbah: Menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar membantu mengurangi limbah yang mencemari lingkungan. Pengurangan Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil: Menggunakan bahan bakar alternatif seperti oli bekas membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kekurangan Efisiensi yang Lebih Rendah: Waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air lebih lama dibandingkan dengan kompor gas. 3 iCENOTEK Rahmad, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 1 - 5 Emisi yang Lebih Tinggi: Emisi CO2 dan CO yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan kompor gas, meskipun masih dalam batas yang dapat Evaluasi dan Observasi Proses pembakaran tungku merupakan tahapan yang berbahaya. Alat pemadam kecil diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Perlu kehatihatian dalam praktik penyalaan agar tungku penghangat dapat menyala dengan baik. Pada tahap evaluasi, peserta antusias mengikuti Berdasarkan diskusi selama pelatihan dilaksanakan, diketahui bahwa sebagaian besar peserta baru mengetahui bahwa oli motor bekas dapat dimanfaatkan dengan dibakar langsung. Proses pembuatan tungku terasa sulit pada awalnya, namun menjadi mudah Ketika dilakukan berulang-ulang . sumber energi alternatif. Meskipun masih terdapat beberapa tantangan terkait efisiensi dan emisi, penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam menciptakan kompor yang lebih efisien dan bersih. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan artikel ini, terutama kepada bapak Aprizal. MT selagi dosen mata kuliah Tenkologi Pengolahan Limbah yang telah memberikan arahan serta saran sehingga tersusunlah artikel ini. Gambar 4. Bentuk alat setengah jadi masih perlu beberapa perbaikan yaitu pengelasan, pemotongan, dan finising . Gambar 5. Bentuk alat setelah finising dan siap untuk di uji kegunaan nya IV. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang, membuat, dan menguji kompor berbahan bakar oli bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor ini memiliki potensi sebagai solusi alternatif untuk pengelolaan limbah oli bekas dan sebagai sumber energi alternatif yang ekonomis. Kompor berbahan bakar oli bekas menawarkan solusi yang inovatif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah oli bekas dan pengembangan . 4 iCENOTEK VI. DAFTAR PUSTAKA