Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis Teks Multimodal dalam Membangun Atmosfer Pembelajaran Bermakna pada Keterampilan Menulis Tintin Susilowati1*. Iwan Marwan1. Anis Rahmadhani1 Institut Agama Islam Negeri Ponorogo ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Terciptanya atmosfer pembelajaran bermakna merupakan satu indikasi keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran bermakna memberikan kontribusi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa karena pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan eksplorasi keterampilan membaca dan menulis secara terintegrasi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan keragaman intake siswa maka penerapan TaRL berbasis multimodal teks menjadi suatu keniscayaan untuk bisa menghasilkan suatu pembelajaran yang berkualitas. Ini adalah tulisan dengan pendekatan kajian pustaka dengan menggunakan search Ae engine berupa http. //scholar. com, serta http://garuda . untuk mendapatkan 20 artikel yang relevan dengan pembahasan. Perumusan kata kunci dilakukan menggunakan PICO(S) Frameworks. Pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi, data di analisis dilakukan menggunakan Survey Literature. Penerapan TaRL berbasis multimodal teks memberikan zona belajar secara inklusif bagi seluruh pembelajar baik pembelajar cepat, pembelajar sedang, maupun pembelajar lambat, dilakukan dengan menggunakan beragam teks yang dekat dengan kehidupan siswa sesuai dengan kategori tingkat kecepatan pembelajar. Lebih lanjut untuk penguatan proses pembelajaran dalam menguasai materi dilaksanakan secara terintegrasi tidak hanya melibatkan proses membaca namun juga diikuti dengan proses menulis untuk memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa. Implikasi dari artikel ini adalah untuk memperkaya konsep tentang pentingnya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa-siswi dalam kelas menggunakan materi yang beragam tingkat kesulitannya untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dengan cakupan materi yang dekat dengan pengalaman kehidupan siswa-siswi. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Pembelajaran Bermakna. Pembelajaran Inklusif. Pembelajar Cepat. Pembelajar Lambat This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Tintin Susilowati Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan. Siman. Ponorogo. Jawa Timur 63471. Indonesia Email: tintinsusilowati@iainponorogo. PENDAHULUAN Dalam konteks pembelajaran, seringkali memunculkan fakta yang meresahkan bahwa belum banyak siswa yang benar-benar berproses selama kegiatan pembelajaran (Suharyani. Suarti, dan Astuti 2. Dampak Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X nyata yang dihasilkan adalah kualitas belajar siswa masih rendah ditandai dengan rendahnya capaian pembelajaran yang diperoleh oleh siswa, siswa belum mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal. Untuk itu guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dikelas (Sigalingging Guru mampu menerapkan pendekatan yang sesuai dalam merancang pembelajaran di kelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah di rumuskan. Pengalaman belajar dilaksanakan dengan mengkonstruksi pengalaman yang lama dengan pengalaman baru dalam menangkap makna (Ali Mudlofir 2. Pembelajaran bermakna akan terwujud apabila guru mengenali dengan baik kondisi serta kemampuan siswa didalam kelas mengingat bahwa dalam suatu kelas terdiri atas siswa yang beragam baik dari aspek kecepatan dalam memahami pelajaran maupun gaya belajarnya. Keberhasilan guru melakukan identifikasi terkait dengan intake siswa memberikan kontribusi yang lebih besar akan berhasilnya pembelajaran yang dilaksanakan. Dengan memiliki informasi tentang kondisi awal siswa, guru memiliki peta tentang kompetensi siswa didalam kelas sehingga pembelajaran yang akan dilaksanakan serta media yang disiapkan akan merujuk pada kondisi tersebut. Kesesuaian kebutuhan siswa dan atmosfer pembelajaran yang disiapkan dapat mendorong siswa agar dapat belajar secara maksimal sesuai dengan potensi dasar yang mereka miliki. Salah satu pendekatan yang mengakomodasi kebutuhan pembelajar yang memiliki keragaman adalah pendekatanTaRL. Pendekatan ini memberikan ruang bagi seluruh siswa dengan beragam perbedaan untuk tetap bisa belajar secara maksimal sesuai dengan kapasitas diri dari tiap-tiap siswa. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan TaRL melalui tahapan: . mengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat pemahaman materi. menyusun rancangan dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai hasil tes diagnosis (RobiAoatul AoAdawiyyah 2. Kesiapan guru dalam mengenali keragaman siswa di dalam kelas serta kesediaan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa menjadi hal yang penting untuk bisa memberikan kesempatan utuh kepada semua siswa agar siswa dapat belajar secara efektif dan bermakna ditengah dimensi keragaman kemampuan kognitif siswa. Pendekatan TaRL diwujudkan dalam pembelajaran berdiferensiasi menjadi suatu keniscayaan bagi seorang guru untuk memgakomodasi kebutuhan belajar setiap siswa di dalam kelas. Pada kegiatan awal pembelajaran, guru mampu mengidentifikasi dengan baik kualifikasi siswa didalam kelas melalui tes diagnosis. Pembelajaran efektif hanya dapat dicapai dengan penerapan pendekatan TaRL dengan basis pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran menyesuaikan dengan keterampilan dasar yg dimiliki siswa sesuai dengan hasil tes diagnostik (Adab 2. Sehingga pada tahap selanjutnya, guru akan mampu merancang atmosfer pembelajaran yang tepat bagi siswa karena pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran bermakna dapat terwujud apabila setiap siswa mendapatkan ruang bertumbuh dalam proses pembelajaran yang utuh dan mendalam dalam mengembangkan kompetensi siswa didalam kelas. Ini artinya siswa dengan bekal latar belakang pengetahuan yang telah dimiliki mampu mengalami proses berkembangan secara aktif dengan mengkonstruksi informasi-informasi baru yang diperoleh, mampu mencerna serta mengorganisasikan pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki. Dengan demikian seluruh siswa didalam kelas dengan beragam kemampuan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik selama proses pembelajaran dengan berbantuan media berupa penggunaan beragam teks yang disajikan. Pembelajaran dengan melibatkan teks multimodal menjadi media utama bagi semua siswa agar dapat belajar secara maksimal. Oleh karena itu, guru diharapkan pandai mengkreasikan pembelajaran dengan mengimplementasikan TaRL melalui pembelajaran berdiferensiasi (RobiAoatul AoAdawiyyah 2. Siswa cenderung memiliki antusias dan motivasi tinggi dalam melewati fase menguasai materi Dengan teks multimodal, seluruh siswa memiliki kesempatan untuk dapat belajar secara maksimal karena selama proses penguasaan materi, materi disampaikan dengan menggunakan beragam teks atau mode dengan karakteristik sebagai berikut: . bahasa yang digunakan komunikatif. ditampilkan secara visual. spasial (Rahardi 2. Tiap-tiap mode tersebut memiliki keunggulan yang ditawarkan dalam menunjang penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari. Pelibatan beberapa mode sekaligus memberikan dampak secara langsung terhadap keberhasilan siswa dalam proses internalisasi penguasaan materi. Oleh karena itu, pendekatan multimodal dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuanmenulis mahasiswa (Ria. Hartono. Saleh, & Wahyuni, 2. Penggunaan teks multimodal sangat sesuai apabila diterapkan dalam kelas menulis karena penggunaan beberapa media dalam proses pembelajaran akan sangat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan ini. Pendekatan TaRL dengan basis teks multimodal membuat siswa dapat belajar secara bermakna terutama untuk menggali keterampilan menulis siswa. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang sulit (Sukirman, 2. , namun dalam banyak konteks pembelajaran untuk keterampilan menulis masih bersifat sederhana sehingga masih akan sulit untuk bisa memberikan fasilitas dukungan belajar bagi siswa. Selama ini pembelajaran menulis hanya menggunakan metode tradisional melalui buku teks (Ria. Hartono. Saleh, & Wahyuni, 2. Dengan atmosfer belajar yang sederhana, komponen-komponen yang harusnya dikuasai siswa dalam proses pembelajaran akan mengalami kesulitan untuk dapat dipenuhi. Dalam berlatih menulis, ada beberapa Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X hal yang harus diperbaiki: isi cerita, pilihan kata, variasi kalimat, tata bahasa, tanda baca, ejaan, dan penggunaan Oleh karena itu, dosen mencoba menggunakan media pembelajaran lain untuk mencapai hasil belajar, yang diharapkan dapat menarik kreativitas mahasiswa untuk lebih berupaya mencapai keterampilan menulisnya (Ria. Hartono. Saleh, & Wahyuni. Media belajar yang memadai menjadi hal penting yang harus dilengkapi agar siswa dapat memahami materi yang diberikan secara komprehensif. Penggunaan teks multimodal menjadi sebuah pilihan yang tepat karena ini dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Penggunaan teks multimodal menjawab kebutuhan siswa akan perlunya penggunaan beragam jenis teks untuk mendukung proses penguasaan materi yang diberikan kepada siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan mendalam, mencakup berbagai jenis media dan modalitas untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis (Putri. Susetya. Alfan, 2. Siswa dibimbing untuk memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam menulis melalui penjelasan yang diberikan guru, siswa mendapatkan penguatan dari beragam sumber referensi baik PPT, buku-buku relevan ataupun artikel-artikel yang sesuai dengan materi kajian, mendapatkan model-model sebagai contoh untuk menulis, mendapatkan bimbingan yang diperlukan siswa dalam menulis. Dengan demikian, siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi pembelajan karena pengalaman pembelajaran dilakukan secara mendalam dan Penerapan pendekatan TaRL menggunakan teks multimodal menjadi salah satu alternatif untuk mendorong seluruh siswa agar dapat membangun keterampilan menulis. Berikut adalah kajian-kajian yang membahas tentang pentingnya pendekatan TaRL berbasis teks multimodal dapat membangun literasi Bahasa Pembelajaran yang hanya berbasis teks tulis saja kurang memberikan pengaruh terhadap kekayaan persepsi dan penalaran mahasiswa dalam memahami materi yang diberikan (Sahidah. Kirana, dan Suryanti 2. Untuk itu diperlukan penggunaan teks yang beragam agar menunjang penguasaan informasi dalam proses pembelajaran. Penerapan teks multimodal mengembangkan kompetensi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan literasi (Ria dkk. Dengan adanya teks multimodal dalam suatu proses pembelajaran dapat di artikan sebagai sebuah upaya untuk menunjang kemampuan literasi siswa serta memberikan fasilitas bagi siswa untuk dapat belajr dikelas sesuai dengan gaya belajar yang mereka miliki (Riana 2. Tulisan ini menjawab dua pertanyaan yaitu terkait dengan penerapan konsep TaRL serta kreatifitas dalam merancang pembelajaran menulis dengan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal untuk memaksimalkan penguasaan siswa dalam keterampilan menulis: Bagaimanakah deskripsi konsep pembelajaran bermakna dalam pembelajaran menulis yang dirancang dengan menerapkan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal ? . Bagaimanakan rancangan pembelajaran bermakna dalam pembelajaran menulis yang dirancang dengan menerapkan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal? Melalui artikel ini, penulis memaparkan tentang bentuk pembelajaran menulis yang bermakna dengan memberikan kesempatan belajar bagi semua siswa secara efektif sesuai dengan intake siswa yang beragam dengan cara menerapkan pendekatan pembelajaran TaRL. Proses pembelajaran difasilitasi dengan penerapan teks multimodal sehingga siswa-siswi lebih mudah mengikuti pembelajaran menulis. METODE PENELITIAN Tulisan ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menggunakan search Ae engine untuk mendapatkan 20 artikel yang relevan dengan pembahasan. Artikel-artikel yang digunakan adalah artikel tentang pendekatan TaRL, teks multimodal, pembelajaran bermakna, serta keterampilan menulis. Artikel-artikel tersebut didokumentasikan menggunakan matrik untuk mendapatkan data tentang: . deskripsi konsep penggunaan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal dalam menciptakan pembelajaran bermakna untuk keterampilan Data di analisa secara tematik menggunakan tematik analisis berdasarkan variable-variabel yang dinyatakan dalam judul. rancangan tentang penggunaan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal dalam menciptakan pembelajaran bermakna untuk keterampilan menulis. Survey analisis digunakan dalam menganalisis data yang terkumpul. Perumusan kata kunci dilakukan menggunakan PICO(S) Frameworks. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendekatan TaRL berbasis Teks Multimodal dalam Menciptakan Pembelajaran Bermakna dalam Keterampilan Menulis Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang komplek karena mengasah keterampilan ini melibatkan beberapa pengetahuan sekaligus agar siswa mampu menulis dengan baik. Kompleksitas dalam keterampilan ini melibatkan integrasi antara beberapa pengetahuan serta keterampilan sekaligus di antaranya adalah kemampuan menyusun kalimat dengan benar, mengembangkan gagasan dengan memperhatikan aspek kohesi dan koheren. Oleh karena itu, guru diharapkan bisa merancang pembelajaran untuk kelas menulis yang mewadahi keragaman intake siswa. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan kesempatan untuk belajar Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X secara alami dan efisien serta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi akademik siswa (Kamal. Pd, dan Pd Oleh karena itu, untuk menghasilkan pembelajaran bermakna di kelas menulis penerapan pendekatan TaRL berbasis teks multimodal penting untuk dilaksanakan agar terwujud pembelajaran yang senada dengan tujuan dari kurikulum merdeka. Pembelajaran harus memperhatikan memiliki cakupan struktur koqnitif yang terukur serta menggunakan media yang dikembangkan sesuai dengan tingkat koqnitif yang dimiliki oleh siswa (Hamdayama 2. Lebih lanjut agar pembelajaran bermakna maka kegiatan pembelajaran sebaiknya mengaktifkan lebih banyak indera agar pembelajaran berlangsung secara maksimal, serta melibatkan adanya integrase yang sesuai antara penggunaan pendekatan serta strategi-strateginya (Lisa. Ariesta, dan Purwadi 2. Pembelajaran bermakna memiliki 2 dimensi dalam penerapannya dilihat dari struktur cakupan koqnitif dan pemanfaatan pengembangan media yang sesuai. Pembelajaran bermakna ditentukan oleh struktur koqnitif siswa dengan memiliki cakupan kognitif yang terukur artinya adalah ini sesuai dengan pengalaman belajar yang di miliki oleh siswa. Struktur koqnitif setiap siswa tidak sama di antaranya dipengaruhi oleh pengalaman belajar siswa yang diproleh sebelumnya. Untuk itu, guru sebaiknya memahami kondisi sejauhmana pengetahuan koqnitif siswa-siswa di dalam kelas sebelum pembelajaran di mulai agar setiap siswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan kompetensi koqnitifnya masing-masing. Pengimplementasian TaRL melalui pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu siswa sebagai peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhannya (Suharyani. Suarti, dan Astuti 2. Sehingga, siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk beraktualisasi dalam proses pembelajaran. Perbedaan kemampuan siswa merupakan keniscayaan sehingga hal ini sebaiknya ditemukan solusi sehingga atmosfer kelas yang kondusif bagi seluruh siswa. Dengan menerapkan proses diferensiasi maka seluruh siswa akan bisa belajar secara tuntas karena pembelajaran berada dalam zona yang memungkinkan untuk dilakui oleh seluruh siswa dengan beragam kualitas serta kemampuan koqnitifnya. Proses pembelajaran diferensiasi membantu guru untuk mengenal peserta didik dan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan aspek perbedaan-perbedaan individu dalam kelas (Marlina. Efrina, dan Kusumastuti 2. Perbedaan bukanlah kendala untuk bisa berkembang secara maksimal oleh karena itu perbedaan perlu dicarikan solusi yang tepat sehingga semua siswa mendapatkan peluang serta kesempatan belajar yang luas dan maksimal. Terbangunnya iklim pembelajaran yang kondusif bagi seluruh siswa berarti memberikan kesempatan bagi semua siswa untuk terus berkembang di setiap tahapan. Oleh karena itu, pembelajaran seharusnya dilaksanakan dengan persiapan yang optimal agar proses pembelajaran berjalan secara Pembelajaran efektif hanya dapat dicapai dengan penerapan pendekatan TaRL berbasis pada pembelajaran yang berdiferensiasi, proses pembelajaran di dalam kelas dilaksanakan dengan menyesuaikan pada keterampilan dasar yg dimiliki siswa sesuai dengan hasil tes diagnostik yang dilakukan pada awal perkuliahan (Indriani. Utami, dan Alrianingrum 2. Dengan hasil tes diagnostik, maka dijadikan dasar pijakan oleh guru dalam mrangkai kegiatan-kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan kesempatan untuk belajar secara alami dan efisien serta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi akademik siswa (Wijiastuti dan Nisa 2. Pembelajaran bermakna memerlukan pengembangan medium berupa media yang sesuai sesuai dengan kondisi kontektual serta perkembangan siswa didik. Penggunaan media yang sesuai perlu di tekankan agar dapat menunjang kualitas pembelajaran yang dilaksanakan. Media yang digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa sehingga media tersebut akan sangat operasional saat digunaka dalam proses pembelajaran sehingga dapat membantu siswa dalam mengikuti tahapan-tahapan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan teks multimodal sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas agar membantu semua siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. Guru sebagai fasilitator dalam kelas diharapkan mampu untuk mengembangkan proses pembelajaran didalam kelas agar terwujud atmosfer kelas yang bermakna dan efektif. Guru diharapkan agar mampu merancang atmosfer kelas yang dinamis sehingga seluruh siswa didalam kelas yang memiliki beragam kemampuan serta gaya belajar yang tidak sama. Untuk itu, pembelajaran yang berdiferensiasi merupakan sebuah solusi yang sesuai untuk menyikapi keberagaman siswa sebagai dalam sebuah masyarakat kelas. Pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil Belajar (Kamal. Pd, dan Pd 2. Sebagai seorang fasilitator, guru dapat merancang beragam kegiatan dalam suatu proses pembelajaran sehingga seluruh siswa baik yang memiliki gaya belajar audilingual, visual, ataupun kinaestetik dalam terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga seluruh siswa dapat menampilkan hasil belajar yang maksimal. Ini berarti bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk dapat belajar secara alami dan efisien serta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi akademik siswa (Wijiastuti dan Nisa Untuk mengiringi adanya keragaman kegiatan yang dirancang oleh guru, ini juga diperlukan adanya teks multimodal agar siswa menjadi lebih mudah dalam mempelajari materi yang diberikan. Teks Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X multimodal menjadi sebuah hal yang penting untuk dilibatkan karena teks multimodal menawarkan kemudahan siswa dalam belajar serta menguasai materi yang harus dikuasai. Penerapan teks multimodal dalam pembelajaran dapat menunjang terbentuknya suasana belajar yang kondusif. Pembelajaran dapat terealisasi dengan efisien dengan menggunakan teks multimodal (Fajri 2. Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera tidak seedar mendengarkan guru saat menjelaskan materi dengan menggunakan media berupa teks multimodal. Penggunaan multimodal erat kaitannya dengan keaksaraan dan berbagai mode yang membuat siswa memiliki pemahaman yang komprehensif (Firmansyah 2. Penguasaan suatu materi akan lebih mudah dialami siswa apabila dalam waktu bersamaan terdapat beberapa indera yang difungsikan secara aktif misalnya adanya rangkaian aktifitas dalam suatu kegiatan seperti mendengar, didukung dengan adanya media melihat, dan diikuti dengan contoh-contoh. Multimodal teks dan artifaks mengkombinasikan penggunaan berbagai macam mode semiotik . istem penand. seperti bahasa, gambar, gestur, tipografi, grafik, dan ikon (Ruhama Desy Ma,* dkk. Pembelajaran bermakna memacu siswa untuk mengalami proses long-term memory setelah mengikuti pembelajaran. Siswa menjadi memiliki ingatan yang lebih permanen pada akhirnya setelah mengikuti pembelajaran bermakna. Selain itu agar pembelajaran bermakna dapat dihasilkan dengan melakukan integrasi yang sesuai terkait dengan penerapan suatu pendekatan dengan beberapa strategi sebagai suatu alternatif untuk menciptakan iklim pembelajaran di kelas secara efektif dan tepat guna. Dengan demikian, guru dituntut agar mampu merancang pembelajaran di dalam kelas secara efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dalam setiap pertemuan. Lebih lanjut manfaat pembelajaran bermakna berkontribusi terhadap perbaikan kualitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi menulis siswa dengan. Pembelajaran menjadi lebih sistematis karena guru merancang rangkaian kegiatan yang berjenjang dari tahap yang sederhana untuk dipelajari menuju tahapan yang lebih rumit secara bertahap. Kondisi ini menghasilkan sebuah kelas belajar yang akomodatif bagi siswa untuk belajar secara maksimal. Pembelajaran bermakna dilaksanakan secara efektif (Sholeh dkk. Pembelajaran dirancang untuk membangun partisipasi siswa secara aktif selama proses pembelajaran. Pembelajaran bermakna ditandai dengan terlibatnya siswa secara kognitif dalam mendalami materi yang di ajarkan (Sutianah 2. Untuk itu, guru dalam proses pembelajaran hendaknya melakukan proses menyeleksi dan, mengorganisasikan informasi, mengaktifkan informasi terdahulu dan mengkonstruksi pengetahuan baru secara koheren dengan mengintegrasikan informasi yang didapat dari berbagai sumber (RifaAoi dkk. Guru berperan secara aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga akan menghasilkan siswa-siswa berkualitas. Untuk menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas maka guru perlu berfokus pada upaya untuk menghasilkan siswa-siswa yang unggul ditandai dengan meningkatnya kompetensi siswa sebagai individuindividu yang siap untuk hidup dan beradaptasi sesuai dengan jamannya. Siswa dikembangkan kepercayaan dirinya sebagai komunikator, pemikir kritis-kreatif-imajinatif dengan menguasai literasi digital dan informasional (Adnyana 2. Siswa dilatih mengekspresikan pikiran melalui bahasa yang teratur, sistematis, sederhana. Ini dicapai melalui latihan menulis terarah dan berencana. Latihan menulis dalam bentuk yang paling sederhana, biasa, dan sukar. Pembelajaran multimodal adalah proses pembelajaran yang membantu siswa belajar dan memahami konsep dengan menggunakan berbagai sumber . eks, materi visual, musik, gerakan, dll. ) yang bertujuan mendukung siswa dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran (Faishol et al. , 2. Saat pembelajaran menulis, diharapkan siswa mampu mengekspresikan gagasannya dengan kreatif dalam kerangka berpikir yang terstruktur, logis, dan sistematis (Paida, 2. Siswa di arahkan untuk bisa menghasilkan tulisan sesuai dengan lingkup ketrampilan menulis Oleh karena itu, pendekatan multimodal dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa (Ria. Hartono. Saleh, & Wahyuni, 2. multimodal berarti "pembuatan makna melalui membaca, melihat, menganalisis, menanggapi, memproduksi, dan berinteraksi dengan teks multimedia dan digital (Hines,2. Kesatuan unsur-unsur visual yang ada pada teks multimodal membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, serta ini dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca atau mengeja bacaan, mengingat, dan menulis (Putri. Susetya. Alfan, 2. Menggunakan pendekatan multimodal, mahasiswa dapat lebih kreatif, tertarik dan meningkatkan tulisan mereka. Rancangan Pendekatan TaRL berbasis Teks Multimodal dalam Menciptakan Pembelajaran Bermakna untuk Keterampilan Menulis Menulis merupakan salah satu keterampilan yang tidak mudah untuk dikuasai oleh siswa karena keterampilan ini bersifat komplek, beberapa pengetahuan diperlakukan sekaligus untuk dimiliki oleh seorang Untuk itu diagnosis akan tingkat struktur koqnitif siswa diperlukan agar semua siswa dapat beraktualisasi dalam kegiatan menulis. Table 1. menggambarkann konsep TaRL dengan melakukan diferensiasi pada aspek siswa didik, kegiatan pembelajaran, instruksi dalam pembelajaran, serta produk pembelajaran yang dihasilkan seperti dalam Tabel 1. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Tabel 1. Konsep rancangan TaRL berbasis Teks Multimodal dalam Menciptakan Pembelajaran Bermakna untuk Keterampilan Menulis Diferensiasi terhadap kemampuan awal siswa TaRL dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Diferensiasi dalam kegiatan pembelajaran Diferensiasi dalam pemberian instruksiinstruksi dlm pembelajaran Diferensiasi pada produk pembelajaran yang Tabel 1. menunjukkan adanya proses klasifikasi tindakan-tindakan dalam proses pembelajar dengan memperhatikan tingkat koqnitif siswa. Ini merupakan suatu bentuk pemberian perlakuan kepada siswa dalam bentuk diferensiasi tindakan untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan kapasitas diri yang dimiliki. Logika dasar dari konsep ini adalah siswa didalam kelas itu beragam terkait dengan kemampuan struktur kognitif dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya. Agar seluruh siswa mendapatkan kesempatan belajar secara maksimal maka guru perlu melaksanakan pembelajaran secara komprehensif dengan cara membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran secara sistematis. Bentuk dari pembelajaran ini adalah dengan melakukan klasifikasi berdasarkan pemahaman siswa, pemahaman tinggi, pemahaman sedang, pemahaman rendah, dalam Klasifikasi ini menjadi dasar untuk memberikan instruksi yang berbeda sesuai klasifikasiklasifikasi terkait dengan tugas-tugas yang diberikan. Tugas-tugas yang diberikan diwujudkan dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan kompetensi dasar siswa. Sedangkan untuk rancangan TaRL berbasis teks multimodal dalam menciptakan pembelajaran bermakna untuk keterampilan menulis dipaparkan pada Tabel 2. Tabel 2. Rancangan TaRL berbasis Teks Multimodal dalam Menciptakan Pembelajaran Bermakna untuk Keterampilan Menulis TaRL berdasarkan Kegiatan Mode Media kemampuan awal siswa teks multimodal TaRL dalam Pemahaman Penjelasan Bahasa aural gesture Handout Pembelajaran s spasial Berdiferensiasi Contoh Bahasa visual aural Podcast Tugas Bahasa Aural visual Instruksi Pemahaman Penjelasan Bahasa aural gesture Handout s spasial Pengayaan Bahasa visual PPT Contoh Bahasa visual aural Podcast Tugas Bahasa aural gesture Instruksi menulis sesuai contoh Pemahaman Penjelasan Bahasa aural gesture Handout s spasial Pengayaan Bahasa visual PPT Contoh Bahasa visual aural Podcast Tugas Bahasa aural gesture Instruksi melengkapi formform latihan Table 2. merupakan deskripsi dari penerapan TaRL yang dirinci secara spesifik dimulai dengan: . mengklasifikasikan siswa berdasarkan kualitas struktur koqnitifnya berdasarkan kemampuan awal siswa, pemberian kegiatan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa, . pemberian kegiatan yang beragam sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, . pemberian instruksi yang berbeda antara tiap kelompok sesuai dengan tingkat klasifikasi pemahaman siswa, serta . klasifikasi produk yang dihasilkan berdasarkan tingkat pemahaman siswa. Siswa mampu menghasilkan capaian belajar yang meningkat apabila siswa diberikan zona belajar yang sesuai sehingga siswa akan mampu menampilkan yang terbaik dalam proses pembelajaran menulis. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X KESIMPULAN Penerapan pendekatan TaRL dalam pembelajaran berdiferensiasi berbasis teks multimodal menjadi sebuah solusi untuk bisa melaksanakan pembelajaran bahasa secara bermakna. Terdapat dua hal penting yang dapat disimpulkan terkait dengan pembahasan ini. Pendekatan TaRL dalam pembelajaran berdiferensiasi berbasis teks multimodal memberikan ruang bagi seluruh siswa dengan beragam kompetensi agar bisa belajar secara utuh dan mendalam. Hal ini bisa dicapai apabila didukung oleh kesadaran guru untuk merancang secara sistematis kegiatan-kegiatan pembelajaran, serta media yang diperlukan selama dilaksanakannya proses pembelajaran. Rancangan penerapan pendekatan TaRL dalam pembelajaran berdiferensiasi berbasis teks multimodal agar dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran dilaksanakan secara sistematis dan komprehensif. Seluruh siswa dengan beragam kompetensi mendapatkan ruang belajar secara maksimal dengan mengklasifikasikan siswa berdasarkan kompetensinya. Siswa-siswa diberikan perlakuan sesuai dengan kebutuhannya dengan memberikan kegiatan-kegiatan, instruksi, serta tugas yang harus dicapai dalam bentuk yang berbeda untuk mencapai capaian pembelajaran yang dirumuskan. DAFTAR PUSTAKA