ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengaruh Lingkungan Pergaulan dan Sikap Disiplin terhadap Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar Silvia Aprilianti Sonia1. Ahmad Susanto2. Muhamad Sofian Hadi3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Jakarta e-mail: silviaa13. sas@gmail. Abstrak Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks, terutama dalam membentuk karakter dan perilaku sosial siswa. Lingkungan pergaulan dan sikap disiplin merupakan dua faktor kunci yang berkontribusi terhadap perkembangan sosial siswa. Lingkungan pergaulan yang positif dapat mendorong siswa untuk berperilaku sosial yang baik, sementara sikap disiplin yang kuat membantu mereka dalam mengelola perilaku dan emosi. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti pengaruh lingkungan pergaulan dan sikap disiplin terhadap perilaku sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV dan V di SD Lab School FIP UMJ, berjumlah 183 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin, menghasilkan 126 Data dikumpulkan melalui kuesioner . dengan skala Likert. Hasil pengisian instrumen dianalisis menggunakan SPSS versi 22. 0 dengan teknik regresi sederhana dan regresi Hasil analisis data menunjukkan temuan yaitu menunjukkan bahwa, nilai signifikansi yang didapat oleh semua variabel adalah 0. 000 atau P < 0,05. Artinya. Ha diterima dan Ho ditolak atau hal tersebut menunjukkan ada pengaruh antar masing-masing variabel. Perolehan presentase yang didapatkan yaitu sebesar 18%, 9,5%, 17% dan 25%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lingkungan pergaulan dan sikap disiplin memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku sosial siswa sekolah dasar, baik secara parsial maupun simultan. Kata kunci: Lingkungan Sosial. Sikap Disiplin dan Perilaku Sosial Abstract Education in Indonesia faces complex challenges, especially in shaping students' character and social behavior. Social environment and discipline are two key factors that contribute to students' social development. A positive social environment can encourage students to behave well socially, while a strong discipline helps them manage their behavior and emotions. Therefore, the researcher wanted to examine the influence of social environment and discipline on the social behavior of elementary school students. This study used a quantitative approach with a survey The study population was 183 fourth and fifth grade students at SD Lab School FIP UMJ. The sample was taken using a simple random sampling technique with the Slovin formula, resulting in 126 respondents. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale. The results of filling out the instrument were analyzed using SPSS version 22. 0 with simple regression and multiple regression techniques. The results of the data analysis showed findings that the significance value obtained by all variables was 0. 000 or P <0. This means that Ha is accepted and Ho is rejected or it indicates there is an influence between each variable. The percentages obtained were 18%, 9. 5%, 17%, and 25%. This study concluded that the social environment and disciplinary attitudes have a positive and significant influence on the social behavior of elementary school students, both partially and simultaneously. Keywords : Social Environment. Disciplinary Attitude and Social Behavior PENDAHULUAN Lingkungan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Salah satunya yaitu faktor eksternal. Faktor eksternal terdiri dari dua macam yaitu faktor Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial. Lingkungan sosial terbentuk dari lingkungan keluarga, guru, dan masyarakat. Sedangkan lingkungan non sosial terbentuk dari sarana dan Anak belajar untuk menjalani kehidupan melalui interaksi dengan lingkungan. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Dari keluarga inilah baik dan buruknya perilaku dan kepribadian anak Walaupun ada juga faktor lain yang mempengaruhiproses terbentuknya perilaku dan pribadi anak seperti halnya sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standar kompetensi (Nurfirdaus & Sutisna, 2. Lingkungan pergaulan, yang mencakup interaksi dengan teman sebaya, keluarga, dan masyarakat, memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan perilaku sosial anak. Siswa yang berada dalam lingkungan yang positif cenderung menunjukkan perilaku sosial yang baik, seperti kerjasama, empati, dan toleransi. Sebaliknya, lingkungan yang negatif dapat memicu perilaku antisocial dan kurangnya disiplin. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. tahun 2022, sekitar 65% siswa di tingkat sekolah dasar menunjukkan kecenderungan perilaku sosial yang positif ketika mereka berada dalam lingkungan pergaulan yang suportif dan terstruktur. Sebaliknya, siswa yang berada dalam lingkungan pergaulan yang kurang kondusif sering kali menunjukkan perilaku sosial yang negatif, seperti kecenderungan untuk melakukan bullying atau kurangnya empati terhadap teman sebayanya. Sikap disiplin juga merupakan faktor kunci dalam perkembangan perilaku sosial siswa. Disiplin mengajarkan anak untuk mematuhi aturan, menghargai waktu, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Siswa yang disiplin lebih mampu mengelola emosi dan berinteraksi dengan baik dalam kelompok, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan sosial mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana kedua faktor ini saling berinteraksi dan mempengaruhi perilaku sosial siswa di sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang pengaruh lingkungan pergaulan dan sikap disiplin dapat membantu pendidik dan orang tua dalam menciptakan strategi yang efektif untuk mendukung perkembangan sosial anak. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan menanamkan sikap disiplin yang baik, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik. Penelitian lebih lanjut dalam bidang ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai dinamika yang terjadi dan bagaimana intervensi yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku sosial Sebagai contoh, siswa yang bergaul dengan teman-teman yang memiliki kebiasaan baik, seperti rajin belajar, sopan, dan menghormati orang lain, cenderung meniru perilaku tersebut. Sebaliknya, siswa yang terlibat dalam kelompok dengan kebiasaan negatif seperti perilaku agresif atau tidak patuh terhadap aturan, berisiko mengembangkan perilaku yang sama. Oleh karena itu, peran lingkungan pergaulan menjadi sangat signifikan dalam membentuk perilaku sosial siswa. Seperti dalam hadits Abu Musa al-AsyAoari, ia bersabda : Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman baru seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. adapun penjual minyak, maka kamu mendapatkan olesan atau membeli darinya atau mendapatkan aromanya. dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Selain itu, sikap disiplin juga merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku sosial Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Pendidikan dan Kebijakan . menunjukkan bahwa 70% siswa yang memiliki sikap disiplin tinggi cenderung lebih mampu mengontrol emosi, menghormati aturan, dan menunjukkan perilaku sosial yang baik. Sebaliknya, siswa yang kurang disiplin sering kali menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma Disiplin yang diterapkan baik di rumah maupun di sekolah berkontribusi dalam membangun karakter siswa yang bertanggung jawab, menghargai aturan, dan mampu mengontrol diri. Disiplin membantu siswa memahami pentingnya aturan dan konsekuensi dari tindakan mereka, yang pada gilirannya mempengaruhi interaksi sosial mereka dengan orang lain. Penerapan disiplin di sekolah, seperti adanya peraturan yang jelas, konsistensi dalam penegakan aturan, serta pemberian penghargaan dan sanksi yang adil, membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan. Sikap disiplin yang kuat memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang baik, seperti kerjasama, menghormati hak orang lain, dan mematuhi norma sosial yang berlaku. Sebaliknya, kurangnya penerapan disiplin atau penerapan disiplin yang tidak konsisten dapat menyebabkan siswa mengalami kebingungan tentang apa yang diharapkan dari mereka, yang dapat berakibat pada perilaku sosial yang kurang baik. Misalnya, siswa yang tidak diajarkan atau tidak diberi contoh perilaku disiplin mungkin akan cenderung melanggar aturan, sulit bekerjasama, dan memiliki hubungan sosial yang buruk dengan teman-temannya. Interaksi antara lingkungan pergaulan dan sikap disiplin memberikan pengaruh yang kompleks terhadap perilaku sosial siswa. Lingkungan pergaulan yang mendukung dan sikap disiplin yang kuat dapat saling melengkapi dalam membentuk perilaku sosial yang positif. Siswa yang berada dalam lingkungan pergaulan yang sehat dan mendapatkan bimbingan disiplin yang baik cenderung lebih mampu mengembangkan perilaku sosial yang baik, seperti empati, kerja sama, dan menghargai perbedaan. Namun, ketika salah satu faktor ini tidak mendukung, misalnya lingkungan pergaulan yang negatif atau sikap disiplin yang lemah, maka perilaku sosial siswa dapat terpengaruh secara Dalam situasi ini, siswa mungkin menghadapi kesulitan dalam berinteraksi sosial secara sehat, yang dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional mereka di masa depan. Kedua faktor ini saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Lingkungan pergaulan yang positif dapat memperkuat sikap disiplin siswa, sementara sikap disiplin yang baik dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan pergaulan yang beragam. Berdasarkan permasalahan tersebut, berkaitan dengan hasil pengamatan peneliti di lapangan ditemukan ketika suasana belajar, tepatnya ketika waktu istrahat sedang berlangsung maupun waktu pulang sekolah, baik siswa laki-laki maupun perempuan menghabiskan banyak waktunya bersama dengan teman-temannya. Dan peneliti melihat ada beberapa perilaku atau akhlak yang muncul dari pengaruh teman satu sama lain, yang pertama kelompok siswa yang mungkin tidak terlalu bergaul baik di sekolah maupun di luar sekolah, memiliki sifat cenderung pendiam dan malu-malu ketika berinteraksi dengan temannya, dan yang kedua yakni kelompok siswa yang mungkin sudah matang dalam pergaulan memiliki perilaku yang kurang baik seperti senang mengejek dengan katakata kasar, senang mengganggu hingga menimbulkan perselisihan, membentuk gang untuk melakukan diskriminasi. suka melanggar peraturan sekolah diantaranya: malas ke sekolah, malas masuk belajar di kelas, sering mengganggu temannya, dan masih banyak lainnya yang sering dilanggar baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dan peneliti merasa bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengaruh pergaulan yang negatif yang disebabkan oleh pengaruh zaman yang membuatnya jauh dari perilaku yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan pergaulan dan sikap disiplin terhadap perilaku sosial siswa sekolah dasar. Dengan mengetahui hubungan antara variabel-variabel tersebut, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan perilaku sosial Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak positif pada individu siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan produktif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Selain itu, penelitian ini juga memahami pengaruh lingkungan pergaulan dan sikap disiplin terhadap perilaku sosial siswa sekolah dasar sangat penting untuk pengembangan pendidikan yang efektif. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan menanamkan sikap disiplin yang baik, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik. Penelitian lebih lanjut dalam bidang ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai dinamika yang terjadi dan bagaimana intervensi yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku sosial siswa. Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, peneliti tertarik memilih judul penelitian AuPengaruh Lingkungan Pergaulan dan Sikap Disiplin Terhadap Perilaku Sosial Sekolah DasarAy METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV dan V di SD Lab School FIP UMJ, berjumlah 183 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin, menghasilkan 126 Data dikumpulkan melalui kuesioner . dengan skala Likert. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian survei kuantitatif, uji prasyarat dilakukan terlebih dahulu untuk menunjukkan bahwa varians data sama atau homogen, diikuti dengan uji homogenitas menggunakan program SPSS. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan Levene Statistics. Ringkasan uji homogenitas disajikan pada Tabel. Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic LINGKUNGAN PERGAULAN 1,460 SIKAP DISIPLIN 1,274 Sig. ,134 ,232 Berdasarkan output di atas hasil dari uji homogenitas diketahui nilai signifikansi pada variabel (XCA) lingkungan pergaulan terhadap variabel (Y) perilaku sosial yaitu 0,134 > 0,05, maka dapat disimpulkan adalah homogen. Kemudian hasil uji pada variabel (XCC) sikap disiplin terhadap variabel (Y) perilaku sosial yaitu 0,232 > 0,05, maka dapat disimpulkan adalah homogen. Adapun hasil uji pada variabel (X. lingkungan pergaulan terhadap variabel (X. sikap disiplin yaitu 0,727 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa varians data homogen. Uji normalitas, yang digunakan untuk menentukan apakah data dalam penelitian ini terdistribusi normal atau tidak, merupakan uji prasyarat kedua. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menentukan normalitas. Tabel berikut menunjukkan hasil keluaran SPSS untuk uji normalitas data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean 0E-7 Normal Parametersa,b Std. Deviation 3,95203008 Absolute ,098 Most Extreme Differences Positive ,098 Negative -,069 Kolmogorov-Smirnov Z 1,098 Asymp. Sig. -taile. ,179 Test distribution is Normal. Calculated from data. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu 0,179 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian berdistribusi normal. Setelah lolos uji prasyarat, data harus dianalisis. Analisis regresi sederhana digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku peduli lingkungan. Berikut ini adalah ringkasan hasil analisis data yang diperoleh menggunakan program SPSS. Lingkungan pergaulan (XCA) Terhadap Perilaku Sosial (Y) Analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Berikut hasil analisis regresi sederhana antara variabel lingkungan pergaulan terhadap perilaku sosial. Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,424a ,180 ,173 4,592 Predictors: (Constan. LINGKUNGAN PERGAULAN Dependent Variable: PERILAKU SOSIAL Berdasarkan tabel output SPSS AuModel SummaryAy di atas, koefisien atau nilai R adalah 0,424 dan nilai R square atau koefisien determinasi (KD) yang diperoleh sebesar 18% yang artinya variabel lingkungan pergaulan (X_. berpengaruh sebesar 18% terhadap variabel perilaku sosial (Y). Sikap Disiplin terhadap Perilaku Sosial (Y) Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,309a ,095 ,088 4,822 Predictors: (Constan. SIKAP DISIPLIN Dependent Variable: PERILAKU SOSIAL Berdasarkan tabel output SPSS AuModel SummaryAy di atas, koefisien atau nilai R adalah 0,309 dan nilai R square atau koefisien determinasi (KD) yang diperoleh sebesar 9,5 % yang artinya variabel sikap disiplin (XCC) berpengaruh sebesar 9,5 % terhadap variabel perilaku sosial (Y). Lingkungan Pergaulan (X. Terhadap Sikap Disiplin (X. Berdasarkan tabel output SPSS AuModel SummaryAy diatas, koefisien atau nilai R adalah 0,412 dan nilai R square atau koefisien determinasi (KD) yang diperoleh sebesar 17 % yang artinya variabel lingkungan pergaulan (X. berpengaruh sebesar 17 % terhadap variabel sikap disiplin (X. Hasil analisis data antara variabel lingkungan pergaulan terhadap perilaku sosial dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh antar keduanya, yakni sebesar 18%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dideskripsikan pada penemuan umum dan penemuan khusus, dapat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29355-29362 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan pergaulan terhadap perilaku Hasil analisis data antara variabel sikap disiplin terhadap perilaku sosial dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh antar keduanya, yakni sebesar 9,5% dan dapat dikategorikan sangat Sejalan dengan ini, menurut penelitian Manik . berpendapat bahwa sikap disiplin juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mental dan emosional anak. Hasil analisis data antara variabel sikap peduli lingkungan terhadap tanggung jawab lingkungan dapat dijelaskan bahwa, terdapat pengaruh signifikan yakni, sebesar 25% dan dikategorikan cukup lemah. Lingkungan pergaulan yang positif, seperti teman sebaya yang mendukung dan lingkungan keluarga yang harmonis, berkontribusi besar terhadap perkembangan perilaku sosial siswa Hasil analisis data antara variabel lingkungan pergaulan terhadap sikap disiplin dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh signifikan yakni sebesar 17 % dan dikategorikan cukup Faktor sikap disiplin seperti faktor internal . embawaa, kesadaran, minat, motivasi dan pola piki. dan faktor eksternal . ingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya dan peraturan yang berlak. dapat mempengaruhi sikap disiplin. Dapat disimpulkann bahwa hasil penelitian antara lingkungan pergaulan terhadap sikap disiplin perlu mempertimbangkan adanya faktor-faktor yang SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan di SD Lab School FIP UMJ, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan pergaulan terhadap perilaku sosial siswa di SD Lab School FIP UMJ sebesar 18 % dan dikategorikan cukup lemah. Terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap disiplin terhadap perilaku sosial siswa di SD Lab School FIP UMJ sebesar 9,5 % dan dikategorikan sangat lemah. Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan pergaulan terhadap sikap disiplin siswa di SD Lab School FIP UMJ sebesar 17 % dan dikategorikan cukup lemah. Terdapat pengaruh pengaruh yang signifikan antara lingkungan pergaulan dan sikap disiplin terhadap perilaku sosial siswa di SD Lab School FIP UMJ secara bersama-sama sebesar 25 % dan dikategorikan cukup kuat. DAFTAR PUSTAKA