Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 4839/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Pemetaan Dan Strategi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Penerapan UU Ite Dan Media Pembelajaran Agama Islam Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Generasi Z) Muhamad Habib Universitas Duta Bangsa Surakarta Article Info Article history: Received : 15 June 2023 Publish : 03 July 2023 Keywords: Games Literacy Method Info Artikel Article history: Diterima : 15 Juni 2023 Publis : 03 Juli 2023 Abstract The Covid-19 recovery period, which has gradually improved, has allowed elementary school children to return to school to study, even with special scheduling and the use of strict health There are many strategies in studying Islam that in general students can now access through social media. In using social media students need to know the rules contained in the Electronic Information and Transaction Law. that during the study period from home students used cell phones more often both for study and for daily activities at home. This research is planned to have several objectives, namely two of them are reducing the rules in social media used by elementary school children in learning Islam and knowing the right strategy for using social media as a medium for learning Islam. Abstrak Masa pemulihan covid-19 yang sudah berangsur membaik membuat anak-anak sekolah dasar sudah diperbolehkan untuk kembali ke sekolah untuk menuntut ilmu walaupun dengan penjadwalan khusus dan penggunaan protokol kesehatan yang ketat. Terdapat banyak strategi dalam mempelajari agama Islam yang secara umum kini para siswa bisa mengakses melalui media sosial. Dalam penggunaan media sosial siswa perlu mengetahui aturan aturan yang tertuang pada Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. bahwa selama masa learn from home para siswa lebih sering menggunakan telepon genggam baik untuk belajar maupun aktivitas sehari-hari di rumah. Penelitian ini rencananya memiliki beberapa tujuan yaitu dua diantaranya adalah memetakan aturan dalam bermedia sosial yang digunakan anak-anak sekolah dasar dalam pembelajaran agama Islam serta mengetahui strategi yang tepat dalam penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran agama Islam. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Muhamad Habib Universitas Duta Bangsa Surakarta Email : muhamad_habib@udb. PENDAHULUAN Di era modern seperti sekarang ini, perkembangan teknologi informasi melalui internet menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Pergeseran sumber informasi dari media offline ke media online berkembang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan akses media online yang tersebar di berbagai platform media sosial. Darmawan . Kemajuan ini memudahkan manusia untuk saling terhubung tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Berbagai informasi dan peristiwa yang terjadi di seluruh dunia dapat dikenali dengan cepat oleh manusia di benua lain. Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi disebut juga era informasi. Durachman . Pendidikan menjadi isu penting dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini, hal ini terkait dengan fenomena dekadensi moral yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan pemerintahan yang semakin meningkat dan beragam. Kejahatan, ketidakadilan, korupsi, kekerasan terhadap anak, pelanggaran HAM, bahkan perilaku bullying dimedia sosial merupakan bukti telah terjadi krisis identitas dan karakter bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi yang kompleks pada abad ini merupakan perwujudan dari aktivitas intelektual manusia yang maju. Aktivitas intelektual manusia merangsang peningkatan pengetahuan tentang sistem dan metode. Munculnya teknologi media sosial telah memungkinkan orang untuk terhubung di berbagai wilayah, demografi, dan pandangan dunia yang berbeda. Islam . Media sosial juga 1829 | Pemetaan dan strategi pemanfaatan media sosial sebagai penerapan uu ite dan media pembelajaran agama islam di masa pemulihan pandemi covid-19 . tudi kasus generasi . uhamad Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 berperan penting dalam membangun komunikasi sosial dengan teknologi informasi modern antara teman, keluarga, dan orang-orang. Kemenfo, . Semangat ini menyebabkan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan sistem teknologi industri. Orang Indonesia sendiri sangat melek media sosial. Menurut data yang dimuat dalam laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital, disebutkan dari total 274,9 juta orang di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Artinya, angka tersebut menembus sekitar 61,8%. Generasi milenial yang biasa disebut generasi Y dan generasi Z merupakan generasi yang sangat powerfull dalam penggunaan media sosial di Indonesia yang sebagian besar adalah anak muda dengan rentang usia 15-34 tahun. Kemp. Hal ini juga tidak terlepas dari kota Surakarta yang memiliki banyak anak muda sehingga jika tidak dapat menggunakan media sosial dengan baik untuk belajar maka akan menjadi kerugian tersendiri. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif Metode penelitian kualitatif ini diartikan sebagai jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna pada sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial (Creswell :2. Pengumpulan data dalam metode ini tidak terpacu pada teori tetapi pada fakta-fakta yang ditemukan. Penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif ini menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedurprosedur atau dengan cara kuantifikasi lainnya. Tipe desain penelitian yang digunakan adalah Descriptive Design yaitu penelitian yang dilakukan untuk menjawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana keterkaitan dengan penelitian tertentu. Penelitian deskriptif digunakan untuk memperoleh informasi mengenai status fenomena variabel atau kondisi situasi di lapangan. Objek penelitian pada artikel ini adalah siswa di SDN 1 Wirogunan Kec. Kartasura. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif. Analisis data kualitatif adalah teknik menguraikan data penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk katakata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiahAnalisa yang dituangkan kedalam bentuk jurnal untuk memaparkan permasalahan dengan judul yang dipilih adalah pemetaan dan strategi pemanfaatan media sosial sebagai penerapan UU ITE dan media pembelajaran agama Islam di masa pemulihan pandemi covid-19 . tudi kasus generasi . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Menurut Nurrudin, pendidikan sebisa mungkin dapat menfokuskan perhatiannya pada perkembangan media sosial saat ini yang tumbuh berkembang pesat saat ini. Sebaiknya kurikulum bisa memasukkan pelajaran media sosial atau kesadaran bermedia sosial. Ini adalah salah satu cara untuk memberdayakan anak didik agar sadar media sosial dan agar terhindar dari dampak buruk media sosial serta anak didik bisa memanfaatkan media sosial dengan baik yakni untuk menambah pengetahuan dan informasi. Dewasa ini, teknologi informasi semakin berkembang pesat melalui banyaknya aplikasi yang bermunculan seperti media sosial yang menarik perhatian masyarakat karena kecanggihan dalam menggunakannya. Sayangnya masyarakat masih belum mengoptimalkan penggunaan media sosial ini dengan baik. masih banyaknya dampak negatif yang membuat semakin menjamur karena penggunaan media sosial yang kurang bertanggung jawab. Ternyata media sosial juga dapat membawa dampak positif dalam dunia pendidikan sebagai contoh beberapa universitas di Amerika telah mengadopsi media sosial untuk sumber pembelajaran di kelas, update berita seputar sekolah dan mata pelajaran dan pengetahuan lain. Seorang Pendidik Agama Islam harus memiliki sebuah strategi terbaru untuk mendorong siswa agar bergairah dan aktif dalam belajar. Salah satu strategi yang terbaru yaitu pendidik 1830 | Pemetaan dan strategi pemanfaatan media sosial sebagai penerapan uu ite dan media pembelajaran agama islam di masa pemulihan pandemi covid-19 . tudi kasus generasi . uhamad Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Pemetaan dan trategi penggunaan media sosial sebagai berikut Pengguna Aktif Memiliki akun yang aktif di media sosial dan mampu menjadi pengguna media sosial yang baik dan bijak. Banyak informasi yang menunjukkan bahwa, peserta didik banyak menggunakan media sosial secara aktif, hampir seluruh responden yang berjumlah 30 mengatakan bahwa semuanya memiliki smartphone. maka sebagai seorang pendidik, kita tidak boleh gaptek. Media sosial bisa menjadi salah satu media untuk mendekati siswa secara personal sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembejaran. Sebagai pengguna aktif smartphone perlu bimbingan dalam melatih emosionalnya dalam bermedia sosial. Follower akun siswa dapat menjadikan salah satu kontrol dalam mengawasi sejauh mana perkembangan pembelajaran aktivitas media sosial pendampingan dan pembinaan Pendidik menjalankan peran sebagai pendamping dan pembimbing yaitu dengan selalu berhati-hati dan mendampingi peserta didik didalam pembelajaran. Hal ini bermanfaat untuk mengantisipasi terhadap informasi hoax maka ketika mendapatkan informasi terbaru pendidik selalu berdiskusi dengan siswa untuk memeriksa kebenaran informasi, kemudian menyaring dan mengelola informasi supaya informasi yang didapatkan terbukti kebenarannya. 10 dari 30 siswa mengatakan bahwa pernah aktif memberikan komentar dalam media sosial. Tuntutan agar pendidik selalu dominan dalam menjalankan peran sebagai pendamping, pembimbing dan motivator di tengah media sosial yang semakin berkembang. memberikan contoh yang baik dengan menjadikan media sosial untuk hal-hal positif dan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain seperti tempat untuk berdakwah, menuangkan kreativitas siswa dan lain lain. sifat teladan seorang pendidik untuk dapat menjadi panutan dan contoh bagi peserta didik dalam banyak segi. Hampir seluruh responden menjawab setuju ketika mendapatkan pertanyaan saya suka menjelaskan disosial media segala sesuatu yang sesuai keadaan aslinya. Sebab bila peserta didik terbiasa dengan kebaikan maka akan menjadi orang baik pula. Oleh karena itu sangat penting mendidik kepribadian peserta didik dengan memberikan contoh keteladanan yang berawal dari diri sendiri. Faktor Pendukung Strategi pendidik dalam Memanfaatkan Media Sosial sebagai sarana pembelajaran diantaranya: Sarana dan prasarana yang memadai. Sebanyak 27 peserta didik mengatakan bahwa fasilitas pendukung dalam memanfaatkan media sosial, yang artinya bahwa Fasilitas dan sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam mendukung suksesnya rancangan strategi Peraturan dari pihak sekolah yang memperbolehkan membawa smartphone. peserta didik bahwa setuju dengan adanya hal tersebut agar pemanfaatan media sosial berjalan lancar tanpa ada kendala. Memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan media sosial. peserta didik mengatakan bahwa perlunya kemampuan mengoperasionalkan agar bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. Faktor Penghambat Strategi pendidik dalam Memanfaatkan Media Sosial diantaranya: . Informasi dari media sosial yang tidak semuanya memenuhi kriteria Standart Nasional Indonesia (SNI). 15 perserta mengatakan bahwa informasi yang didapatkan ketika bermedia sosial tidak selalu sesuai tujuan pembelajaran. Adanya sebagian kecil peserta didik yang masih belum memiliki Terdapat 3 peserta didik yang menjawab belum memiliki smartphone. Kerusakan pada jaringan internet, terdapat 24 peserta didik yang menjawab terkendala jaringan, bisa dari akses kuota, wifi terbatas dan lain sebagainya. KESIMPULAN pemaparan peneliti mengenai pemetaan dan strategi pemanfaatan media sosial sebagai penerapan UU ITE dan media pembelajaran agama Islam di masa pemulihan pandemi covid-19 1831 | Pemetaan dan strategi pemanfaatan media sosial sebagai penerapan uu ite dan media pembelajaran agama islam di masa pemulihan pandemi covid-19 . tudi kasus generasi . uhamad Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 . tudi kasus generasi . dapat disimpulkan bahwa Pengguna Aktif, sebagai seorang pendidik tidak boleh asing dengan teknologi. Media sosial bisa menjadi salah satu media untuk mendekati siswa secara personal untuk mencapai tujuan pembelajaran. pendampingan dan pembinaan, berguna dalam mengantisipasi terhadap informasi hoax maka ketika mencari informasi Keteladanan, memberikan contoh yang baik dengan menjadikan media sosial untuk hal-hal positif dan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Faktor Pendukung. Sarana dan prasarana yang memadai. Memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan media sosial. Faktor Penghambat, informasi yang didapatkan ketika bermedia sosial tidak selalu sesuai tujuan pembelajaran. Adanya peserta didik yang masih belum memiliki smartphone. Kerusakan pada jaringan internet. DAFTAR PUSTAKA