Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENINGKATAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI Lutfiah Yuliana1. Martinus Budiantara2 Program Studi Akuntansi,Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Indonesia Program Studi Akuntansi,Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Indonesia *Korespondensi : yulianaana374@gmail. Abstrak Tantangan yang dihadapi oleh UMKM, terutama terkait dengan manajemen keuangan, sering kali menjadi hambatan dalam upaya untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompleks. Dalam mengelola sebuah bisnis, penting untuk memahami konsep persiapan biaya produksi secara menyeluruh. Harga pokok penjualan menjadi dasar untuk menetapkan harga jual yang tepat dan memastikan keberlanjutan dan profitabilitas bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pelatihan perhitungan biaya produksi hingga menetapkan harga jual kepada UMKM yaitu UMKM Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik di Yogyakarta. Kabupaten Bantul. Kecamatan Sedayu. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Februari 2024. Tahapan kegiatan pelatihan ini adalah: . Survei . Tahap penyampaian materi . Pelatihan dan bimbingan . Hasil dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memgalami peningkatan pemahaman terkait HPP dari 30% menjadi 80%, kemudian setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan meningkat menjadi 100%, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menghitung serta menyusun harga pokok produksi untuk menetapkan harga jual. Kata kunci: Harga Pokok Produksi. Manajemen Keuangan. UMKM Abstract The challenges faced by MSMEs, especially those related to financial management, often become obstacles in the quest to thrive and compete in an increasingly complex market. In managing a business, it is important to understand the concept of cost of production preparation thoroughly. Cost of goods sold becomes the basis for setting the right selling price and ensuring business sustainability and profitability. This community service activity aims to provide guidance and training on calculating production costs to determine selling prices to MSMEs, namely Wisanggeni Restaurant MSMEs and Cak-Cik Fried Rice MSMEs in Yogyakarta. Bantul Regency. Sedayu District. This activity will be carried out on February 1719, 2024. The stages of this training activity are: . Survey . Material delivery stage . Training and guidance . Results and evaluation. The results of this community service activity are an increase in understanding related to COGS from 30% to 80%, then after training and mentoring it increases to 100%, so it can be concluded that training and mentoring are effective in achieving the desired goals, namely increasing the understanding and skills of MSME actors in calculating and compiling cost of goods produced to set selling prices. Keywords: Cost of Goods Manufactured. Financial Management. MSME. Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. Mei 2024 Untuk mencapai pertumbuhan yang cepat signifikan bagi perekonomian Hasil wawancara dengan pelaku UMKM Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik yang berlokasi Kecamatan Sedayu. Kabupaten Bantul menjelaskan bahwa kedua UMKM tersebut tidak mengetahui secara rinci bagaimana mengoptimalkan pengguna sumber daya, menghitung dan menerapkan HPP, karena pelaku usaha tersebut tidak mengetahui dasar dalam menghitung dan menyusun harga produksi. Padahal pemahaman menghitung dan menyusun HPP menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan jika ingin usaha UMKM cepat berkembang. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa para mitra UMKM mengalami kesulitan mengelola keuangan usaha, karena akuntansi, dan bagaimana cara menghitung dan menyusun HPP. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja maupun penguatan ketahanan perekonomian. Namun tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya terkait pengelolaan persaingannya di pasar yang semakin Dalam mengelola sebuah bisnis, penting untuk memahami konsep persiapan biaya produksi secara Harga pokok penjualan menjadi dasar untuk menetapkan harga jual yang tepat dan memastikan keberlanjutan dan profitabilitas bisnis. Namun, mengenai biaya produksi menurut Standar Akuntansi Keuangan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (SAK EMKM) hilangnya penjualan produk karena ketidakmampuan mereka menghitung biaya produksi (Budiantara et al. , 2. Pelatihan menghitung dan menyusun Harga pokok produksi (HPP) menjadi upaya yang penting meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam Dengan pemahaman yang baik tentang konsep perhitungan HPP, para pelaku UMKM diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep perhitungan HPP serta meningkatkan profitabilitas usaha secara keseluruhan. Berdasarkan tersebut, tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan bimbingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik mengenai cara menghitung harga pokok produksi untuk menetapkan harga jual. Pelatihan ini memiliki relevansi yang tinggi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Dengan pemahaman dan keterampilan dalam manajemen keuangan. Pelatihan ini, permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha, dan pelaku usaha UMKM dapat pengetahuan tentang mengoptimalkan penggunaan sumber daya, melatih menyusun HPP, sehingga dapat Salah satu daerah yang mengalami perkembangan terhadap tumbuhnya UMKM yaitu Kabupaten Bantul. Yogyakarta. Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik adalah contoh nyata dari Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner yang memiliki potensi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) berperan secara lebih efektif dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Vol. 8 No. Mei 2024 secara lisan dengan bantuan media berupa presentasi materi yang telah dirangkum di power point . Tahap Pelatihan Pendampingan METODE PELAKSANAAN Tahap berikutnya yaitu untuk menghitung harga jual dan menetapkan biaya produksi dengan menggunakan pendekatan biaya lengkap dalam strategi manajemen keuangan, langkah berikut ini melibatkan pelatihan dan bimbingan. Kegiatan UMKM di Kecamatan Sedayu. Kabupaten Bantul yaitu di UMKM Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik. Dalam kasus ini diadakan pelatihan dan menyusun harga pokok produksi untuk Kegiatan dilakukan 4 kali yaitu pada tanggal 17 Februari 2024 sampai 19 Februari 2024. Metode yang digunakan yaitu sebagai . Tahap Evaluasi Mengevaluasi hasil pelatihan dan pendampingan dalam menetapkan harga pokok penjualan yang dilakukan pelaku usaha secara keseluruhan. Pada tahap ini evaluasi dilakukan menggunakan pre test dan post test dengan memberikan 10 pertanyaan yang sama kepada kedua pelaku UMKM. Pre Test dilakukan sedangkan post test dilaksanakan setelah Keberhasilan membandingkan skor pre-test dan posttest. Tahap Survey Pada tahap pertama, survei dilakukan dengan datang ke lokasi UMKM yang berada di Kecamatan Sedayu. Kabupaten Bantul. Selanjutnya menyampaikan maksud dan tujuan pengabdian kepada mitra pengabdian UMKM Wisanggeni dan nasi goreng Cak-Cik dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung, mengumpulkan informasi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Sebelum tahap penyampaian materi, terlebih dahulu dilakukan pre test kepada kedua pelaku umkm mengenai permasalahan yang dihadapi oleh UMKM terutama pemahaman mengenai komponen harga pokok produksi. Tahap Penyampaian Materi HASIL DAN PEMBAHASAN . Tahap Survey Survei dilakukan ke UMKM yang berlokasi di Kecamatan Sedayu. Kabupaten Bantul. Kemudian dilakukan pre test kepada kedua pelaku umkm mengenai permasalahan yang dihadapi oleh UMKM terutama pemahaman mengenai komponen harga pokok produksi. Pre test dilakukan dengan memberikan 10 pertanyan penyusunan harga pokok produksi untuk menetapkan harga jual. Informasi tentang permasalahan yang dihadapi UMKM Warung Makan Wisanggeni dan Nasi Goreng Cak-Cik Pada tahap selanjutnya yaitu tahap bagaimana mengoptimalkan pengguna menghitung harga pokok produksi untuk menetapkan harga jual yang baik dan Penyampaian materi dilakukan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 wawancara dan observasi langsung yaitu para mitra UMKMtidak memiliki keuangan usaha, karena kurangnya pemahaman mengenai akuntansi, dan bagaimana cara menghitung dan menyusun HPP. Data yang terkumpul memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi oleh UMKM tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan yang Gambar 1. Pemaparan Materi Mengenai Menghitung dan Menyusun HPP Pada UMKM Wisanggeni dan Nasi Goreng CakCik . Tahap Penyampaian Materi: Pengabdi menjelaskan materi mengenai pentingnya pengoptimalan sumber daya dan menghitung harga pokok produksi untuk menetapkan harga jual sehingga pelaku UMKM tersebut dapat mengetahui kondisi usaha dan meningkatkan profitabilitas usaha secara keseluruhan, materi disampaikan dengan menggunakan media presentasi. Penggunaan media presentasi membantu memperjelas konsep dan memudahkan pemahaman pelaku umkm. Hal ini dapat meningkatkan daya serap informasi dan mempersiapkan para pelaku umkm untuk tahap selanjutnya. Tahap Pelatihan Pendampingan: Pada tahap ini pengabdi melakukan pendampingan serta membantu pelaku umkm untuk mengidentifikasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, dan mengidentifikasi total unit produk yang Selanjutanya UMKM dilatih untuk menghitung harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan strategi pengelolaan keuangan. Pelatihan dan pendampingan membantu menetapkan keterampilan praktis pelaku UMKM serta menerapkan konsep yang telah dipelajari secara langsung dalam operasional sehari-hari. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman terkait HPP dari 30% menjadi 80%, kemudian setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan meningkat menjadi 100% kemampuan peserta dalam menghitung HPP, memahami menghitung dan menyusun HPP untuk menetapkan harga jual, metode pelatihan dan pendampingan efektif dalam mencapai tujuan yang pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM . Hal ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan program serupa di masa depan. Gambar 2. Pendampingan dan Pelatihan menetapkan Harga Pokok Produksi Pada UMKM Wisanggeni dan Nasi Goreng Cak-Cik . Tahap Evaluasi: KESIMPULAN Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kepada UMKM Warung Makan Wisanggeni dan UMKM Nasi Goreng Cak-Cik di Kabupaten Bantul. Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan bimbingan mengenai perhitungan harga pokok produksi (HPP) memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam manajemen keuangan. Melalui serangkaian tahapan mulai dari survei awal hingga evaluasi pascapelatihan, terlihat adanya peningkatan yang jelas dalam pemahaman dan HPP menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman terkait HPP dari 30% menjadi 80%, kemudian setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan meningkat menjadi 100%. Para pelaku UMKM telah berhasil memahami pentingnya pengoptimalan sumber daya HPP menetapkan harga jual yang tepat, serta mampu mengimplementasikan konsepkonsep tersebut dalam operasional sehari-hari. Indikator keberhasilan dalam evaluasi menunjukkan adanya Hasil evaluasi setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan peserta UMKM dalam menetapkan harga pokok penjualan. Berikut ini adalah indikator keberhasilan kegiatan dari hasil pre test, post test dan evaluasi pasca pelatihan. Tabel 1. Indikator keberhasilan No Keterangan Sebelum Sesudah Pemahaman terkait harga Kemampuan harga pokok Implementasi harga pokok Belum Sudah Vol. 8 No. Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) perbaikan yang signifikan dari sebelum HPP, menghitung HPP secara akurat, dan kemampuan untuk menerapkan konsep HPP dalam menetapkan harga jual. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Diharapkan bahwa hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program serupa di masa depan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Vol. 8 No. Mei 2024 Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual Produk Pada UMKM Kuliner di Kelurahan Bengkong Sadai Kota Batam. I-Com: Indonesian Community Journal, 4. , 543-550. Nawasiah. Hendratni. TW. Astuti. SB. Keiko. , & Indriati. Menghitung Angka: Optimalisasi Margin Keuntungan melalui Strategi HPP dan Harga Jual. SULUH: Jurnal Abdimas , 5 . , 261-268. Nurhasanati. , & Budiantara. Pelatihan Penyusunan Laporan Laba Rugi Pada Umkm Kue Cucur Desa Pranggong. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4. Wiguna. WA, & Budiantara. Dukungan Dan Pelatihan Bagi Pengusaha Umkm Di Alu-Alun Wates Kabupaten Kulon Progo Melalui Literasi Keuangan. Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 3 . , 182-185. REFERENSI