JPFT - volume 10, nomor 3, pp. December 2022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DAN RETENSINYA PADA MATERI GERAK PARABOLA DI SMA NEGERI 1 PALOH Application Of Virtual Laboratory-Assisted Direct Instruction Learning Model To Improve Student Learning Outcomes And Their Retention Of Parabolic Motion Materials In SMA Negeri 1 Paloh Hellenyunida. Tomo Djudin. Muhammad Musa Syarif Hidayatullah Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia Email : hellenyunida00@gmail. Kata Kunci Direct instruction Virtual laboratory Hasil belajar Retensi Gerak parabola Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Bentuk penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest Posttest yang sudah Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan menjadikan semua peserta didik kelas XI IPA sebagai sampel. Tes dalam penelitian ini berjumlah 15 butir yang terdiri dari 12 butir soal pilihan ganda dan 3 butir soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory. Selain itu, tingkat retensi peserta didik secara individual memperoleh nilai persentase retensi yang paling rendah yaitu 73% dengan kategori retensi tinggi, kemudian untuk persentase retensi yang paling tinggi yaitu 122% dengan kategori retensi sangat tinggi. Sedangkan persentase retensi peserta didik secara klasikal sebesar 96% dengan kategori sangat tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Keywords Direct instruction Virtual laboratory Learning outcomes Retention Parabolic motion Abstract This study aims to determine the effect of the application of the virtual laboratory-assisted direct instruction learning model on student learning outcomes and their retention of parabolic motion material at SMA Negeri 1 Paloh. The form of research used is a pre-experimental design with a modified One Group Pretest Posttest design. The sampling technique used saturated sampling by making all students of class XI IPA as samples. The test in this study consisted of 15 items consisting of 12 multiple choice questions and 3 essay questions. The results showed that there were differences in student learning outcomes before and after applying the virtual laboratory-assisted direct instruction learning model. In addition, the retention rate of individual students obtained the lowest retention percentage value, namely 73% in the high retention category, then for the highest retention percentage, 122% in the very high retention While the percentage of classical student retention is 96% with a very high category. Therefore, it can be concluded that the application of the direct instruction learning model assisted by a virtual laboratory affects student learning outcomes and their retention of parabolic motion material at SMA Negeri 1 Paloh. A2022 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 20 October 2022. Accepted 15 November 2022. Available Online 31 December 2022 *Corresponding Author: hellenyunida00@gmail. PENDAHULUAN kejadian, seperti meriam yang menembakkan peluru dapat ditampilkan dalam skenario pembelajaran di sekolah dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, siswa mengalami kesulitan memvisualisasikan beberapa ide fisika abstrak . Oleh karena itu, model dan media yang digunakan dalam proses Pada hakikatnya fisika adalah satu diantara bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dapat menyelidiki fenomena luar dan didukung oleh tindakan eksperimental atau praktis serta pembuktian matematis . Tidak semua Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online pembelajaran harus dipertimbangkan dengan Model pembelajaran direct instruction atau yang disebut juga dengan model pembelajaran pembelajaran yang mana seorang guru dapat secara langsung memberikan pengetahuan kepada siswa dengan memperhatikan fase-fase perkembangan . Dalam sintaks model pembelajaran direct instruction terdapat fase memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan atau pengulangan pelajaran yang telah disampaikan, dimana hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya ingat atau retensi, karena informasi akan mudah diingat jika sering diulang . Selain menguasai ide, prinsip, dan teori, (Fisik. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan keterampilan proses sains (KPS) . Namun, tidak semua sekolah dapat melakukan kegiatan eksperimen karena memiliki kekurangan fasilitas laboratorium yang Selain itu, kendala seperti biaya masalah keamanan selama proses pelaksanaan pembelajaran yang tidak berjalan dengan baik. Pencapaian hasil belajar fisika siswa yang kurang memuaskan merupakan dampak negatif dari proses pembelajaran yang tidak berjalan baik . Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di dunia digital saat ini dapat membantu siswa untuk lebih fokus saat mengikuti proses pembelajaran . Dalam rangka membantu kegiatan praktikum selama IPTEK mengembangkan media pembelajaran dengan inovasi-inovasi baru . Virtual laboratory adalah satu diantara bagian dari perangkat pendidikan yang dapat mendukung kegiatan Sutrisno . mengemukakan bahwa virtual laboratory merupakan situasi interaktif sains yang dilakukan pada komputer atau handphone berupa simulasi percobaan sains dengan bantuan aplikasi . Salah satu kelebihan dari penggunaan virtual laboratory yaitu peserta didik dapat mengendalikan sendiri, sehingga tingkat penguasaannya dapat belajar peserta didik . Melalui virtual Vol. No. 3, pp. December laboratory, suatu simulasi dari kondisi yang kompleks, terlalu mahal, atau berbahaya yang kadang tidak dapat dilakukan pada kondisi nyata, menjadi dapat dilakukan . Yusuf . mengemukakan bahwa retensi atau daya ingat adalah kemampuan seorang dipelajarinya dalam waktu tertentu . Dalam proses pembelajaran, retensi peserta didik sangat penting untuk diperhatikan, karena retensi yang kuat dapat menyimpan hal yang dipelajari peserta didik pada memori jangka Hasil belajar peserta didik yang buruk dapat dipengaruhi oleh retensi yang lemah . Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran fisika di SMA Negeri 1 Paloh diketahui bahwa hasil belajar siswa pada materi gerak parabola masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang nilai ulangan hariannya tidak memenuhi nilai ketuntasan minimal . Penelitian yang dilakukan oleh Widowati dkk . menunjukkan bahwa 88,46% peserta didik mengalami kesulitan konsep pada materi gerak parabola yang terdapat pada sub materi menentukan arah percepatan pada gerak parabola . Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada materi gerak parabola masih Hasil belajar yaitu sesuatu yang dapat diamati baik dari sudut pandang pengajar maupun siswa. Dari sudut pandang pengajar, hasil belajar terjadi ketika bahan ajar sudah Sedangkan dari sudut pandang pertumbuhan mental yang lebih tinggi daripada sebelum belajar . Benjamin Bloom . membagi kapasitas hasil belajar menjadi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik . Penelitian instruction berbantuan virtual laboratory . , penggunaan virtual laboratory . , dan hasil belajar serta retensi siswa . Penelitian ini tidak hanya mengkaji hasil belajar tetapi juga retensinya setelah menerima perlakuan pembelajaran dengan menggunakan medel pembelajaran direct instruction yang dibantu dengan penggunaan virtual laboratory Penelitian semacam ini, diyakini belum banyak dilakukan. Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, penelitian yang berkaitan dengan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory untuk meningkatkan hasil Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online belajar siswa dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Berdasarkan penjelasan yang telah di uraikan, maka secara umum tujuan penelitian terhadap hasil belajar siswa dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Adapun secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil instruction berbantuan virtual laboratory pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh serta untuk mengetahui tingkat retensi hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Paloh setelah instruction berbantuan virtual laboratory pada materi gerak parabola. Tujuan utama dari proses penelitian adalah untuk mengumpulkan data, sehingga tahap yang berkaitan dengan prosedur pengumpulan data menjadi yang hal paling penting . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran. alat pengumpulan data menggunakan lembar tes hasil belajar yang berupa . retest, posttest dan retes. Pada penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes soal yang berjumlah 15 butir soal, dengan 12 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian/essai. Validasi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa validitas isi yang dilakukan oleh satu FKIP Universitas Tanjungpura dan satu orang guru fisika di SMA Negeri 1 Paloh dengan hasil penilaian bahwa instrumen layak digunakan setelah perbaikan. Selain itu, dilakukan uji validitas butir untuk instrumen tes. Untuk soal pilihan ganda, validitas butir ditentukan dengan menggunakan perhitungan korelasi point biserial sedangkan untuk soal esai, validitas butir ditentukan dengan menggunakan perhitungan korelasi pearson product-moment. Mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory dapat dianalisis menggunakan uji prasyarat terlebih dahulu, yaitu uji . hi-kuadra. ji fishe. Setelah data tersebut dinyatakan normal dan homogen maka dapat dilanjutkan menggunakan paired sample t-test. Menurut Setiawan . untuk menghitung persentase atau tingkat retensi peserta didik dapat digunakan rumus recognition method yaitu dengan cara membandingkan antara tes akhir tunda . dengan tes akhir segera . % retensi = . METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Bentuk penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah bentuk pre-experimental design dengan rancangan one group pretest posttest yang sudah dimodifikasi. Rancangan penelitian dalam model ini dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 1. Rancangan One Group Pretest Posttest yang sudah dimodifikasi Vol. No. 3, pp. December 2 minggu Keterangan: = tes sebelum perlakuan . = perlakuan/penggunaan virtual laboratory = tes akhir segera . = tes akhir tunda . Jarak waktu antara tes akhir segera dengan tes akhir tunda adalah 2 minggu. Penggunaan jarak Sumampouw . yang mengungkapkan bahwa cara untuk mengukur retensi peserta didik adalah dengan memberikan retest . es akhir tund. dalam jangka waktu 2 minggu setelah proses pembelajaran berakhir . Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMA Negeri 1 Paloh. Populasi penelitian ini adalah 35 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Paloh yang belum mengikuti pembelajaran fisika materi gerak Peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Karena hanya ada 1 kelas dalam populasi, maka semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Kriteria tingkat sebagai berikut : Tabel 2. Kriteria Tingkat Retensi Skor Retensi 70 79% 60% Ae 69% 50% Ae 59% Kategori Sangat tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil dari analisis data diketahui bahwa nilai Ftabel = 4,16 sedangkan nilai Fhitung = 1,94. Oleh karena nilai Fhitung lebih kecil daripada nilai Ftabel. Maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut homogen atau tidak berbeda secara signifikan. Setelah data pretest dan posttest dinyatakan berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama, maka dapat dilanjutkan menggunakan paired sample t-test. Hasil Penelitian Tabel 3. Deskripsi skor pretest dan posttest Hasil Pengujian Data Pretest Posttest Nilai minimum Nilai maksimum 35,42 63,47 6,51 9,06 Tabel 6. Hasil uji Paired sample t-test Pada tabel 3 dapat terlihat data pretest peserta didik memiliki nilai minimum 26 dan nilai maksimum 50 dengan nilai rata-rata 35,42 dan standar deviasi 6,51. Sedangkan data posttest menunjukkan bahwa nilai minimum yang diperoleh adalah 50 dan nilai maksimumnya adalah 85 dengan nilai rata-rata 63,47 dan standar deviasi 9,06. Tabel 4. Hasil uji normailitas data Uji Statistik Pretest Posttest Uji normalitas (Chi squar. 2,089 6,614 Kesimpulan Kedua data . ue2hitung < yue2tabe. Setelah mengetahui nilai rata-rata dan standar deviasi, maka dilanjutkan dengan uji normalitas Uji normalitas data menunjukkan hasil bahwa nilai yue2 tabel untuk dk = 3 dengan taraf signifikansi 5% adalah 7,815. Sedangkan nilai yue2 hitung untuk nilai pretest adalah 2,089 dan nilai yue2 hitung untuk nilai posttest adalah 6,614 yang artinya nilai yue2 hitung nilai pretest maupun nilai posttest lebih kecil daripada nilai yue2 tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua data . retest dan posttes. berdistribusi normal, maka dapat dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan tujuan untuk mengetahui skor-skor pada penelitian yang dilakukan mempunyai variansi yang homogen atau tidak untuk taraf signifikansi . Uji ( Uji-F) 4,16 Hasil Uji Paired sample t-test 12,93 Kesimpulan Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory pada materi gerak parabola . hitung > ttabel ). Berdasarkan dilakukan, maka nilai thitung = nilai ttabel dengan taraf signifikan = 5% adalah 2,034. Oleh karena thitung ( ) lebih besar dari ttabel . , maka dengan demikian Hal menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah instruction berbantuan virtual laboratory pada materi gerak parabola. Tingkat retensi hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory dapat Rekapitulasi ditunjukkan pada tabel 3 berikut: Kategori Sangat Tinggi Tinggi Skor Retensi yang Diperoleh Siswa 83% - 122% 73% - 79% Jumlah Siswa Data pada Tabel 3 menunjukkan bahwa secara individual persentase retensi peserta didik yang paling rendah adalah 73% dengan kategori retensi tinggi. Kemudian untuk persentase retensi peserta didik yang paling tinggi adalah 122% dengan kategori retensi sangat tinggi. Sedangkan tingkat retensi peserta didik secara klasikal memiliki nilai ratarata tes akhir segera . sebesar 63,47 dan nilai rata-rata tes akhir tunda . sebesar 60,61. Walaupun terjadi penurunan pada nilai rata-rata antara posttest dan retest. Kesimpulan 1,94 Uji Statistik Tabel 7 Rekapitulasi recognition method Tabel 5. Hasil uji homogenitas Uji Statistik Vol. No. 3, pp. December Kedua data (Fhitung < Ftabe. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online menggunakan rumus recognition method nilai persentase retensi peserta didik secara klasikal adalah 96% dengan kategori sangat tinggi. Vol. No. 3, pp. December topik dan tujuan pembelajaran. Menurut Adams dan Engelmann . , tujuan pembelajaran digunakan untuk menunjukkan perilaku akhir yang diharapkan siswa untuk memastikan bahwa mereka telah ditentukan secara akurat dan diformulasikan secara operasional . Pada percobaan menggunakan simulasi PhET yang berkaitan dengan materi pelajaran yang Demonstrasi dapat memusatkan membantu mereka dalam proses pembelajaran serta dapat memfokuskan perhatian siswa . Pada fase yang ketiga adalah membimbing pelatihan, pada fase ini seorang guru membimbing siswa saat mereka melakukan percobaan menggunakan simulasi PhET yang berguna untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pelatihan membuat proses pembelajaran berlangsung dengan lancar dan membuat siswa menerapkan konsep/keterampilan pada situasi yang baru . Fase pemahaman dan memberikan umpan balik. Pada mempresentasikan hasil kerja kelompoknya sedangkan kelompok lain memberikan umpan Guru mengetahui pencapaian siswa dan apa saja pengecekan pemahaman siswa . Melalui memperbaiki kekurangannya dan mampu mencapai tingkat penguasaan keterampilan yang mantap . Fase yang kelima adalah memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan, pada fase ini guru memberikan instruksi agar peserta didik menggunakan PhET Simulation menggunakan media tersebut serta menjawab soal-soal yang ada buku. Latihan mandiri yang diberikan kepada peserta didik bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan keterampilan baru yang diperolehnya secara mandiri . Tingkat retensi hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory dapat secara individual persentase retensi peserta didik yang paling rendah adalah 73% dengan kategori retensi tinggi. Kemudian untuk persentase retensi peserta didik yang paling Pembahasan Hasil terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory pada materi gerak parabola. Adanya perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran pembelajaran lebih terarah dan diajarkan secara bertahap dan lebih terfokus pada fasefase tertentu. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang langsung dapat memengaruhi hasil belajar . Hasil dikemukakan oleh Multasyam, dkk . yang menemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung menyebabkan peningkatan skor hasil belajar fisika dengan kategori sedang . Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran juga terkait dengan penggunaan virtual laboratory, yang dapat membuat lingkungan belajar menjadi nyaman dan menarik serta memberikan pengalaman belajar yang efektif. Hal ini sejalan dengan penelitian Saputra, dkk . , yang menemukan bahwa penggunaan media simulasi PhET berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa . Sakina . juga menyimpulkan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung dengan berbantuan virtual laboratory dan kelas yang menggunakan berbantuan virtual laboratory memperoleh hasil belajar yang berbeda . Peningkatan hasil belajar siswa setelah instruction berbantuan virtual laboratory tidak terlepas dari 5 tahapan model pembelajaran meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini mendukung pendapat dari Carin . yang membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar mereka di semua tahapannya . Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa merupakan tahap pertama pada model pembelajaran direct instruction. Guru mulai memberikan apersepsi hingga menyebutkan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online tinggi adalah 122% dengan kategori retensi sangat tinggi. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa nilai peserta didik pada saat posttest Hal tersebut dapat terjadi karena peserta didik memiliki pemahaman konsep yang masih baru/segar dikarenakan baru Sedangkan pada saat retest, pemahaman penurunan yang diakibatkan oleh proses lupa. Ada 4 hal yang dapat membuat seseorang lupa, yaitu: . Informasi yang telah disimpan dalam Long Term Memory terganggu oleh informasi dikarenakan tidak adanya petunjuk yang . melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan dan . akibat adanya gangguan biologis. Oleh karena itu, konsep pembelajaran yang didapat sebelumnya dapat menjadi berkurang . Tingkat individual yang paling tinggi berada pada persentase 122% dengan kategori retensi sangat tinggi, dimana nilai peserta didik tersebut pada saat posttest adalah 60 sedangkan pada saat retest nilainya menjadi Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa nilai peserta didik pada saat posttest lebih kecil dibandingkan dengan nilai retestnya. Hal tersebut dapat terjadi karena peserta didik telah diinformasikan terlebih dahulu sehari mempelajari atau mengingat kembali materi yang telah disampaikan guna mengatasi Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ingatan yaitu. metode dengan melihat waktu atau usaha belajar . he learning time metho. , . metode belajar kembali, . metode rekonstruksi, . metode mengenal kembali, . metode mengingat kembali, . metode asosiasi berpasangan . Oleh karena itu, untuk meminimalisir kelupaan dapat menimbulkan kembali hal-hal yang ingin diingat dengan mempelajari atau mengulang Selain itu, hal tersebut juga berbantuan virtual laboratory yang memberikan dampak positif terhadap tingkat retensi peserta Dengan menggunakan model direct instruction berbantuan virtual laboratory proses pembelajaran menjadi lebih bermakna sehingga peserta didik tidak mudah jenuh atau bosan pada saat pembelajaran. Ketika proses belajar peserta didik telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan maka akan menimbulkan kejenuhan . Vol. No. 3, pp. December Tingkat retensi peserta didik secara klasikal dihitung dengan membandingkan nilai ratarata tes akhir segera . yang nilainya sebesar 63,47 dengan nilai rata-rata tes akhir tunda . yang nilainya 60,61. Terjadinya penurunan nilai rata-rata tes akhir tunda . peserta didik sudah mengalami penurunan akibat adanya proses lupa. Menurut Walgito . , kelupaan dapat terjadi karena materi yang tersimpan dalam ingatan tidak sering ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Meskipun terjadi penurunan sebesar 2,86 antara nilai rata-rata retest dan nilai rata-rata Tetapi tingkat retensi peserta didik secara klasikal tergolong dalam kategori retensi sangat tinggi yang berada pada persentase 96%. Hal tersebut dikarenakan penerapan model direct instruction berbantuan virtual laboratory juga dapat membuat peserta didik pada saat proses pembelajaran menjadi lebih aktif sehingga mengingat materi dalam jangka waktu yang lebih lama. Daya ingat peserta didik atau retensi yang kuat dapat membuat apa yang diketahui peserta didik akan tersimpan dalam memori dan akan memudahkan sel otak untuk berkoneksi satu sama lain . Oleh karena itu, penerapan model direct instruction berbantuan virtual laboratory dalam suatu proses pembelajaran dapat menjadi satu diantara alternatif untuk meningkatkan daya ingat atau retensi peserta didik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka maka secara umum dapat disimpulkan bahwa berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Adapun secara khusus dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory . hitung = lebih besar dari ttabel =2,. Selain itu, tingkat retensi peserta didik secara individual memperoleh nilai persentase retensi yang paling rendah yaitu 73% dengan kategori retensi tinggi, kemudian untuk persentase retensi yang paling tinggi yaitu 122% dengan kategori retensi sangat tinggi. Sedangkan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online persentase retensi peserta didik secara klasikal sebesar 96% dengan kategori sangat tinggi. Adapun saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan dua kelas yang terdiri dari satu kelas dengan model pembelajaran direct instruction tanpa bantuan virtual laboratory dan satu kelas dengan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory. Selain pengumpulan data berupa angket untuk instruction berbantuan virtual laboratory. DAFTAR PUSTAKA