ISSN: 2988-2850 Volume 2. Nomor 2. Juli 2024 DOI XX-XX Internalisasi Akhlak dalam Kajian Kitab Ar-risalah AlMaimuniyah (Studi Fenomenologi terhadap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam di Institut At-Tanwir Bojonegor. Asnawi. Institut Attanwir Bojonegoro. Indonesia Email: 1 Asnawibjn@gmail. Abstract This study aims to analyze the internalization of ethics through the study of the Ar-Risalah AlMaimuniyah text among students of the Islamic Guidance and Counseling program at Institut Attanwir Bojonegoro. Using a qualitative phenomenological approach, this research explores the experiences, understandings, and applications of moral values obtained through the classical Islamic text. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis of purposively selected students. The findings reveal that the Ar-Risalah Al-Maimuniyah text is effective in shaping students' character, particularly through three main stages: understanding values, reflecting on daily life, and applying behaviors aligned with ethical teachings. This study highlights the continued relevance of classical texts as a medium for moral education in a modern context, despite challenges in integrating them with digital learning methods. Further research is recommended to explore technology-based moral education approaches that enhance the reinforcement of classical text values. Ethics Internalization. Classical Texts. Ar-Risalah Al-Maimuniyah. Keyword: Phenomenological Approach. Moral Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi akhlak melalui kajian kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) di Institut Attanwir Bojonegoro. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman, pemahaman, dan penerapan nilai-nilai akhlak yang diperoleh melalui kajian kitab klasik tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terhadap sejumlah mahasiswa yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah efektif dalam membentuk karakter mahasiswa, terutama melalui tiga tahapan utama: pemahaman nilai, refleksi terhadap kehidupan sehari-hari, dan penerapan perilaku sesuai ajaran akhlak. Kajian ini mempertegas relevansi kitab klasik sebagai media pembelajaran akhlak yang tetap kontekstual di era modern, meskipun masih ditemukan kendala dalam pengintegrasiannya dengan metode pembelajaran digital. Penelitian ini memberikan saran untuk eksplorasi lebih lanjut tentang pendekatan pembelajaran akhlak berbasis teknologi yang mendukung penguatan nilai-nilai kitab klasik. Kata Kunci : Internalisasi akhlak, kitab klasik. Ar-Risalah Al-Maimuniyah, pendekatan fenomenologi, pembelajaran akhlak. Pendahuluan Penelitian ini memiliki urgensi yang signifikan karena mencoba mengungkap dan menganalisis proses internalisasi akhlak dalam konteks studi kitab Ar-risalah AlMaimuniyah di kalangan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di Institut At-Tanwir BojonegoroUrgensi dari pemilihan topik dalam penelitian ini bisa dilihat dari teori dan fakta berikut: Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Pertama, pemilihan topik ini dapat dikaitkan dengan teori fenomenologi, yang memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman individu secara mendalam dan kontekstual terhadap pembelajaran kitab. Melalui pendekatan ini, penelitian dapat menggali pemahaman mendalam tentang bagaimana mahasiswa menginternalisasikan nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam kitab tersebut. Kedua, fakta bahwa kitab Ar-risalah Al-Maimuniyah merupakan salah satu matakuliah wajib di Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di Institut At-Tanwir Bojonegoro. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang bagaimana mahasiswa menanggapi, memahami, dan mengimplementasikan ajaran-ajaran etika dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari mereka menjadi penting. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemahaman praktis dan efektivitas pembelajaran kitab, serta mengidentifikasi potensi perbaikan atau pengembangan dalam metode pengajaran. Ketiga, selain aspek akademis, penelitian ini juga memiliki dampak sosial yang relevan. Mahasiswa program studi ini diharapkan menjadi agen perubahan dalam masyarakat, dan pemahaman mendalam tentang akhlak Islami melalui kajian kitab dapat membentuk karakter dan integritas pribadi mereka. Oleh karena itu, pemilihan topik ini menjadi penting dalam menghadapi tantangan moral dan etika yang dihadapi oleh mahasiswa sebagai calon konselor dan pembimbing di masyarakat. Keseluruhan, penelitian ini mewakili kontribusi yang berharga untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks pembelajaran kitab Islami dan membawa implikasi positif terhadap pengembangan karakter mahasiswa serta dampaknya dalam masyarakat. Keempat, adanya gap antara harapan dan kenyataan dalam konteks penelitian ini dapat dijelaskan melalui beberapa aspek yang mendasari urgensi penyelidikan antara lain: harapan mungkin terkait dengan ekspektasi bahwa mahasiswa, setelah mempelajari Kitab Ar-risalah Al-Maimuniyah, akan dapat menginternalisasikan dan mengaplikasikan nilai-nilai akhlak Islami secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, realitas praktik pembelajaran dan implementasi nilai-nilai tersebut mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan. Selanjutnya, ada kemungkinan adanya perbedaan persepsi antara pengajar dan mahasiswa mengenai proses internalisasi akhlak. Harapan pengajar terhadap pemahaman dan implementasi mahasiswa terhadap nilainilai akhlak mungkin tidak selaras dengan kenyataan praktik yang terjadi di lapangan. Faktor-faktor seperti metodologi pengajaran, motivasi mahasiswa, dan lingkungan Selain itu, perbedaan antara harapan dan realitas juga dapat muncul dalam konteks penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di luar lingkungan akademis. Mahasiswa mungkin menghadapi tantangan atau dilema moral yang kompleks dalam kehidupan sosial mereka, dan pemahaman mereka terhadap ajaran Kitab Ar-risalah Al-Maimuniyah mungkin tidak selalu dapat diaplikasikan dengan baik dalam situasi nyata. Adapun fakta bahwa kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah merupakan mata kuliah wajib di program studi ini menjadikannya sangat relevan untuk dipelajari lebih lanjut. Penelitian ini berfokus pada bagaimana mahasiswa memahami dan mengimplementasikan nilai- Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi nilai akhlak Islami yang terdapat dalam kitab ini, serta bagaimana mereka menginternalisasikannya dalam kehidupan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan akademik dan sosial mahasiswa (Patton, 2002. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi gap antara harapan dan kenyataan dalam proses internalisasi akhlak. Seiring dengan harapan bahwa mahasiswa akan dapat menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari mereka setelah mempelajari kitab ini, kenyataan di lapangan mungkin menunjukkan adanya tantangan dalam mengaplikasikan nilai tersebut, baik dalam konteks akademis maupun sosial. Faktor-faktor seperti metodologi pengajaran, motivasi mahasiswa, dan konteks sosial yang berbeda dapat mempengaruhi sejauh mana internalisasi akhlak ini dapat terwujud (Sugiyono, 2019, hlm. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan wawasan yang berguna untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan moral mahasiswa, serta memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di perguruan tinggi berbasis pesantren. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan karakter dan integritas mahasiswa sebagai calon konselor dan pembimbing di masyarakat. Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas, maka peneliti tergugah untuk melakukan penelotian dengan judul Internalisasi Akhlak dalam Kajian Kitab Ar-risalah Al-Maimuniyah(Studi Fenomenologi terhadap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam di Institut At-Tanwir Bojonegor. Penelitian ini menjadi penting untuk mengidentifikasi gap antara harapan dan kenyataan dalam proses internalisasi akhlak Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi implementasi nilai-nilai akhlak, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif, serta memberikan kontribusi pada upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat perguruan tinggi. Metode Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mendalami pandangan, pengalaman, dan pemaknaan mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) di Institut Attanwir Bojonegoro mengenai internalisasi akhlak dalam kajian kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah. Metode fenomenologi dipilih karena tujuannya adalah untuk menggali pengalaman subjektif individu dalam konteks sosial dan kultural tertentu (Creswell, 2015, hlm. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan fokus pada pengungkapan makna internalisasi akhlak berdasarkan pengalaman mahasiswa yang mempelajari kitab tersebut. Rancangan penelitian ini bertujuan memberikan gambaran yang holistik dan kontekstual, bukan hanya menganalisis variabel secara terpisah. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Dalam Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi wawancara mendalam, peneliti mewawancarai sepuluh mahasiswa BKI untuk menggali pandangan dan pengalaman mereka secara individu dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur yang memungkinkan fleksibilitas dalam penggalian data (Patton, 2002, hlm. Peneliti juga terlibat dalam kegiatan pembelajaran kitab untuk memahami proses internalisasi akhlak secara praktis, serta mempelajari dokumentasi terkait seperti catatan pembelajaran dan tugas mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan langkah-langkah analisis fenomenologi, yang mencakup bracketing, horizontalization, clustering themes, textural description, structural description, dan composite description (Moustakas, 1994, hlm. Penelitian ini melibatkan sepuluh mahasiswa yang dipilih dengan purposive sampling, yang memenuhi kriteria mahasiswa aktif dalam mempelajari kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah dan terlibat dalam kegiatan internalisasi akhlak. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan studi Islam dan fenomenologi ini memungkinkan analisis yang mendalam terhadap hubungan antara pemahaman kitab dan praktik akhlak mahasiswa (Sugiyono, 2019, hlm. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian internalisasi akhlak melalui kitab klasik Islam, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi berbasis pesantren. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menemukan bahwa internalisasi akhlak melalui kajian kitab Ar-Risalah AlMaimuniyah pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) di Institut Attanwir Bojonegoro terjadi melalui tiga tahapan utama, yaitu pemahaman konsep akhlak, refleksi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari, dan penerapan akhlak dalam aktivitas akademik serta sosial. Pada tahap pertama, mahasiswa menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap konsep akhlak yang diajarkan dalam kitab tersebut. Kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah memberikan landasan teoretis yang kuat tentang akhlak, khususnya dalam relasi antara manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Hal ini sesuai dengan tujuan kitab yang tidak hanya mengajarkan ilmu tauhid tetapi juga menanamkan praktik akhlak dalam kehidupan sehari-hari (Moustakas, 1994, hlm. Tahap berikutnya adalah refleksi nilai-nilai akhlak, di mana mahasiswa merenungkan relevansi ajaran kitab dengan tantangan moral yang mereka hadapi, seperti menjaga etika dalam komunikasi digital atau mempertahankan integritas dalam lingkungan yang penuh tekanan. Proses ini didukung oleh metode pembelajaran dialogis yang diterapkan oleh dosen, sehingga mahasiswa merasa didorong untuk memaknai ajaran kitab secara kontekstual. Refleksi ini tidak hanya membantu mahasiswa memahami nilai-nilai akhlak, tetapi juga memperkuat kesadaran mereka akan pentingnya akhlak dalam kehidupan modern. Tahap terakhir adalah penerapan akhlak dalam aktivitas sehari-hari. Hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa mulai menunjukkan perubahan sikap, seperti meningkatkan kejujuran dalam mengerjakan tugas akademik, membangun hubungan yang lebih baik dengan teman-teman, serta mengembangkan sikap empati terhadap orang lain. Mereka juga melibatkan nilai-nilai akhlak dalam aktivitas sosial, seperti Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi membantu masyarakat dalam program pengabdian berbasis pesantren. Hal ini sejalan dengan temuan Patton . 2, hlm. yang menekankan bahwa internalisasi nilai akan lebih efektif jika didukung oleh aktivitas praktis yang relevan dengan kehidupan Penelitian ini juga dibandingkan dengan kajian serupa yang dilakukan oleh Sugiyono . 9, hlm. , yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai cenderung lebih berhasil jika dilakukan melalui pendekatan terintegrasi antara teori dan praktik. Hal ini semakin memperkuat kesimpulan bahwa penggunaan kitab klasik seperti Ar-Risalah AlMaimuniyah sebagai rujukan utama dalam pembelajaran akhlak dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Implikasi teoritis dari temuan ini adalah perlunya pendekatan berbasis kitab klasik dalam pengajaran akhlak di lingkungan pendidikan tinggi berbasis pesantren. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi model bagi institusi lain yang ingin menerapkan pembelajaran akhlak yang berbasis teks Islam tradisional. Untuk memperkaya pembahasan tentang internalisasi akhlak melalui kajian kitab klasik, beberapa penelitian relevan memberikan wawasan tambahan. Kajian tentang kitab Al-AkhlAq li al-Bann misalnya, menyoroti bagaimana pembelajaran kitab klasik dapat membentuk karakter individu melalui nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan. Pendidikan akhlak melalui kitab tersebut berfokus pada internalisasi perilaku yang didasarkan pada ajaran agama dan kebiasaan yang baik, mulai dari masa kanakkanak hingga dewasa. Nilai-nilai ini ditanamkan secara praktis, menjadikannya bagian dari kepribadian individu, bukan hanya konsep teoretis (Mahmud, 2011. Zamroni. Penelitian lain mengungkap bahwa pendidikan akhlak dalam kitab seperti MawaAoidz AoUsfuriyyah memiliki peran signifikan dalam menghadapi tantangan era modern, seperti meningkatnya perilaku menyimpang. Kitab ini relevan untuk membentuk generasi yang berakhlak baik, karena mendasarkan pengajaran pada nilai-nilai Islam universal yang bersifat praktis dan mudah diaplikasikan (Muhammad Fodhil & Nurul Widyawati, 2. Dalam konteks fenomenologi, pendekatan ini membantu memahami bagaimana mahasiswa memaknai ajaran kitab tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akhlak berdasarkan kitab klasik seringkali dipengaruhi oleh konteks sosial dan pendidikan yang mereka alami. Misalnya, relevansi nilai-nilai akhlak dalam kitab dapat diperkuat melalui integrasi dengan pendidikan modern, seperti pembelajaran berbasis digital, yang memungkinkan akses yang lebih luas tanpa mengurangi nilai tradisionalnya. Hasil ini mendukung pentingnya mengkaji internalisasi akhlak melalui kitab klasik dalam berbagai konteks, baik pendidikan tradisional maupun modern. Selain itu, implikasi teoretisnya memperkuat pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat ditransformasi dan diaplikasikan untuk membentuk individu berkarakter. Dari perspektif praktis, temuan ini menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan dalam mengintegrasikan ajaran kitab klasik dengan metode pembelajaran yang relevan di era Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengkaji proses internalisasi akhlak melalui kitab klasik seperti Ar-Risalah Al-Maimuniyah dalam berbagai konteks, baik dalam pendidikan tradisional maupun modern. Penelitian ini mempertegas bahwa nilainilai Islam, yang tercermin dalam ajaran kitab klasik, memiliki peran sentral dalam membentuk karakter individu. Proses ini tidak hanya terbatas pada pemahaman teks semata, tetapi juga bagaimana nilai-nilai tersebut dapat ditransformasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia (Creswell. Implikasi teoretis dari temuan ini memperkuat pemahaman tentang pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam setiap dimensi kehidupan, terutama bagi mahasiswa yang kelak menjadi agen perubahan di masyarakat (Patton. Dari perspektif praktis, temuan ini menunjukkan bahwa upaya berkelanjutan perlu dilakukan dalam mengintegrasikan ajaran kitab klasik dengan metode pembelajaran yang relevan, terlebih di era digital saat ini. Perubahan sosial dan perkembangan teknologi memerlukan pendekatan yang fleksibel agar nilai-nilai tersebut tetap dapat diterima dan diimplementasikan dengan baik oleh mahasiswa dalam kehidupan mereka sehari-hari (Sugiyono, 2. Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi akhlak melalui kajian kitab Ar-Risalah Al-Maimuniyah pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) di Institut Attanwir Bojonegoro terjadi melalui tiga tahap: pemahaman, refleksi, dan penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menunjukkan bahwa kitab klasik mampu menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan memperkuat karakter mahasiswa, terutama ketika didukung dengan pendekatan pembelajaran dialogis dan relevansi kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi metode pembelajaran kitab klasik dengan pendekatan fenomenologi, yang memungkinkan pemahaman mendalam terhadap makna nilai-nilai akhlak dalam kehidupan modern. Namun, penelitian ini terbatas pada lingkup mahasiswa BKI di satu institusi, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel ke berbagai institusi guna memperkuat generalisasi temuan serta mengeksplorasi integrasi kitab klasik dengan teknologi pembelajaran digital. Referensi