Vol. No. Desember . p-ISSN x-x e-ISSN x-x GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI Muhammad Al-Amin R. Sapeni* D3 Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada. Jakarta. Indonesia *Email: amin. megarezky@gmail. Abstrak Kata Kunci Hipertensi. Pengetahuan Pasien. Pencegahan Primer Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan dunia. Tingkat pengetahuan pasien menjadi faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas X Jakarta Selatan Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Mayoritas responden berusia > 50 tahun . %). Tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi adalah kategori sedang . %), baik . %), dan rendah . %). Pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala, dan pengobatan merupakan aspek dengan nilai rata-rata tertinggi, sedangkan pengetahuan mengenai komplikasi hipertensi tergolong rendah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya. Diperlukan edukasi kesehatan secara rutin dan komprehensif agar pemahaman pasien dapat meningkat, khususnya pada aspek komplikasi dan pencegahan. Abstract Keywords Hypertension. Patient Knowledge. Primary Prevention Introduction: Hypertension is one of the non-communicable diseases that has a high prevalence in Indonesia and the world. The level of patient knowledge is an important factor in controlling hypertension. The purpose of this study was to describe the level of knowledge of hypertensive patients at Puskesmas X. South Jakarta in 2024. Methodology: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional The sample consisted of 100 hypertensive patients selected purposively. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately. Results: The majority of respondents were aged > 50 years . %). The level of respondent knowledge about hypertension was in the moderate . %), good . %), and low . %) categories. Knowledge about risk factors, symptoms, and treatment was the aspect with the highest average value, while knowledge about complications of hypertension was low. Conclusion: Most hypertensive patients have a sufficient level of knowledge about their Routine and comprehensive health education is needed so that patient understanding can increase, especially in the aspects of complications and prevention. * Corresponding author : Muhammad Al-Amin R. Sapeni Email Address: amin. megarezky@gmail. Received : October 21, 2024. Revised : November 10, 2024. Accepted : November 22, 2024. Published : December 01. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung koroner (World Health Organization [WHO], 2. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Rendahnya tingkat pengetahuan pasien mengenai Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x hipertensi dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan, komplikasi, dan rendahnya kualitas hidup (Mills et al. , 2. Pengetahuan pasien yang baik tentang penyakit hipertensi sangat penting untuk pengelolaan yang efektif, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup (Rahmawati & Nurmala, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas X Jakarta Selatan. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 pasien hipertensi dipilih melalui teknik purposive sampling di Puskesmas X Jakarta Selatan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang hipertensi yang terdiri dari 20 item pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat Kriteria pengelompokan pengetahuan dibagi menjadi tiga: baik . Ae. , cukup . Ae . , dan kurang (<. HASIL Karakteristik Responden Sebagian besar responden berusia > 50 tahun . %), berjenis kelamin perempuan . %), dan memiliki pendidikan terakhir SD . %). Tingkat Pengetahuan Tabel 1. Distribusi Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Presentase Berdasarkan Tabel 1. diketahui bahwa mayoritas pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 55 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pemahaman dasar mengenai hipertensi, seperti faktor risiko dan pengobatan, namun masih terdapat ruang untuk peningkatan terutama dalam aspek komplikasi dan Sebanyak 30 orang . %) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap penyakit ini, sedangkan 15% responden masih memiliki pengetahuan yang kurang. Kondisi ini menandakan adanya kelompok pasien yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan tambahan agar lebih memahami pentingnya pengendalian hipertensi dan mencegah komplikasi yang lebih serius. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya. Temuan ini menunjukkan adanya upaya edukasi yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan primer seperti Puskesmas. Namun, kategori pengetahuan yang masih tergolong cukup dan sebagian responden memiliki pengetahuan Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x rendah mengindikasikan perlunya peningkatan dalam penyuluhan kesehatan, khususnya pada aspek komplikasi dan penatalaksanaan hipertensi. Hal ini sejalan dengan studi oleh Amelia et al. yang menyatakan bahwa meskipun pasien hipertensi mendapatkan pengobatan, tingkat pemahaman mereka terhadap penyakit masih perlu ditingkatkan. Pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi seperti konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan stres telah banyak dipahami oleh responden, namun pengetahuan mengenai komplikasi jangka panjang seperti stroke, gagal jantung, dan kerusakan ginjal masih kurang dipahami. Menurut Oktaviani et al. , kurangnya pemahaman mengenai komplikasi dapat menyebabkan pasien tidak melakukan tindakan pencegahan dengan maksimal. Oleh karena itu, materi edukasi perlu mencakup informasi yang lebih komprehensif tentang dampak jangka panjang hipertensi agar pasien lebih sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap terapi dan perubahan gaya hidup. Selain isi edukasi, metode penyampaian informasi juga menjadi faktor penting. Penelitian oleh Wulandari & Rahmadani . menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif dan berbasis digital seperti video edukatif dan aplikasi kesehatan dapat meningkatkan pemahaman pasien secara Teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk menjangkau pasien yang lebih luas dan menyampaikan informasi yang lebih mudah dipahami. Intervensi semacam ini juga disarankan oleh WHO . dalam upaya pengendalian hipertensi di negara berkembang. Faktor sosiodemografi seperti usia, pendidikan, dan status ekonomi juga berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pasien. Penelitian oleh Susanti et al. menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat pendidikan rendah memiliki kecenderungan untuk kurang memahami informasi medis. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu menyesuaikan pendekatan edukasi berdasarkan karakteristik pasien, misalnya dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu, pelibatan keluarga dalam edukasi dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan dukungan dalam pengelolaan hipertensi di rumah. KESIMPULAN Sebagian besar pasien hipertensi di Puskesmas X Jakarta Selatan memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Diperlukan program edukasi berkelanjutan yang lebih interaktif dan berbasis teknologi untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap hipertensi dan pencegahannya. DAFTAR PUSTAKA