Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 Pelatihan Kewirausahaan Bidang Fashion Pada Pelajar SMK Bhakti Nusantara : Seni Lukis Kain Purwosiwi Pandansari1. Rina Purwanti2. Irsal Fauzi3 Universitas Ngudi Waluyo pandansari@gmail. rinapurwanti@gmail. irsalfauzi@unw. Article History: Received : 29-10-2022 Revised : 08-11-2022 Accepted : 06-12-2022 Publish : 04-01-2023 Kata Kunci: Pelatihan. Kewirausahaan. Fashion Keyword: Training. Entrepreneurship. Fashion Abstrak: Sasaran dan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan keterampilan teknik melukis kain yang dapat dipraktekkan dengan mudah, dengan produk jadi berupa kaos yang dapat digunakan sehari-hari, dan memiliki daya jual sebagai produk bisnis. Pendekatan pelatihan menggunakan metode simulasi dan praktikum, serta diskusi tema fashion yang akan diterapkan pada busana. Usai kegiatan pelatihan. Siswa XI SMK Bhakti Nusantara menunjukkan minat dan bakatnya di bidang fashion yang dipadukan dengan pengetahuan teknik melukis pada media kain yang baik. Abstract: The target and outcome of this community service activity are to provide skills training using cloth painting techniques that can be practiced easily, with the finished product being t-shirts that can be used daily, and have selling power as a business product. The training approach uses simulation and practicum methods, as well as discussions on fashion themes that will be applied to clothing. After the training activities. Student XI of the Vocational High School of SMK Bhakti Nusantara, showed their interest and talent in the fashion field, combined by a good knowledge of painting techniques on cloth media. Pendahuluan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik yang berbeda dengan satuan pendidikan lainnya. SMK dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap mengembangkan sikap profesional. Lulusan tidak hanya dituntut sebagai tenaga kerja yang sesuai dengan dunia usaha/industri, namun juga dituntut untuk mengembangkan diri pada jalur wirausaha. Maraknya DOI : 10. 51213/jmm. 125 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 sistem ekononi kreatif di Indonesia, berjalan seiring dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEE). Tuntutan MEE, mewajibkan semua Sumber Daya Manusia (SDM) untuk lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi persaingan yang ketat di kancah nasional, maupun internasional. Dari segi ekonomi, dampak Covid-19, mempunyai kontribusi terhadap meningkatnya pengangguran, menurunnya pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan usaha. Meningkatnya pengangguran, juga sebagai akibat dari menurunnya pendapatan usaha. Dengan demikian, kreativitas SDM sangat dibutuhkan agar dapat bertahan hidup. Kreativitas ini dapat dikembangkan dan menjadi sumber penghasilan, apabila mampu dikelola dengan baik, seperti kreativitas seni lukis yang diaplikasikan dalam bidang fashion. Seni lukis dari masa ke masa terus mengalami perkembangan dan penerapan baru pada berbagai media. Kini pembuatan lukisan tidak hanya terpaku pada media kanvas seperti yang biasa kita jumpai pada umumnya. Lukisan dapat diterapkan pada berbagai objek atau benda sehingga selain menambah nilai keindahan, benda tersebut juga dapat menambahi nilai jual yang lebih tinggi dan dapat dijadikan sebagai peluang dalam berwirausaha di bidang kesenian. Salah satu contohnya yaitu penerapan seni lukis pada kain atau pakaian . Rencana pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di SMK Bakti Nusantara Salatiga diharapkan dapat membuka wawasan keilmuan, secara teoritis dan praktis, baik terhadap siswa, maupun guru, guna memahami tentang kajian Kewirausahaan . , dengan jenis usaha baru dan berbeda. Dalam jenis-jenis usaha fashion, yang menjadi materi wirausaha, juga mampu memberikan gambaran kepada siswa-siswi yang ingin belajar membuat produk pakaian yang sudah dilukis sendiri, dan menjualnya di toko online untuk menjadi penghasilan sendiri, dan mengurangi ketergantungan pada orangtua. Hal ini juga sekaligus, sebagai sebuah upaya dalam mengurangi pengangguran, serta menambah pendapatan sehari-hari. Pada faktanya, proses pembelajaran kewirausahaan harus diberikan keterampilan melalui pembentukan dan pengembangan pribadi, serta mengasah kemampuan atau teknik lukisan yang disertai perencanaan produk yang inovatif. Teknik lukis atau painting sekarang bukan saja untuk berbagai lenan rumah tangga, tetapi juga untuk busana. Menurut Tri Aru Wiratno . 8: . seni lukis merupakan sebuah karya seni mempunyai pengertian bentuk dua dimensi dan tiga dimensi yang bersifat ilusif. Teknik painting merupakan bagian dari surface desain melalui teknik polesan kuas, spon dan lain sebagianya pada permukaan kain (Made Diah Angendari, 2. Dalam menghias kain terdapat beberapa teknik lukisan seperti, bordir, painting, sablon, sulaman, air brush, batik, ikat celup . , lekapan benang, smock, fecwook, beading dan lain sebagianya . Seni lukis adalah karya seni dengan bentuk 2 . dimensi, dan 3 . dimensi, serta bersifat ilusif. Teknik DOI : 10. 51213/jmm. 126 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 painting merupakan bagian dari surface desain melalui teknik polesan kuas, spon dan lain sebagiannya pada permukaan kain . Produk yang inovatif harus dapat dikembangkan berdasarkan daya imaginatif siswa, yang akan berdampak pada gaya penerapan lukisan atau pola yang dibentuk di atas kain. Perkembangan desain sejalan dengan perubahan gaya hidup di lingkungan masyarakat dan pengguna fashion sebagai salah satu kebutuhan dasar. Dampak perkembangan tersebut mempengaruhi motif, warna, dan tekstur yang digunakan . Masalah Permasalahan mitra yang dihadapi yaitu kurang optimalnya upaya peningkatan kreatifitas dalam wirausaha dengan sosialisasi materi wirausaha di era global, sehingga dibutuhkan perspektif baru pengembangan produk melalui teknik lukis pada media kain, yang digharapkan dapat menciptkan produk baru yang bernilai seni dan mempunyai nilai jual. Metode Pendekatan penelitian menggunakan penelitian eksperimen, yaitu metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran terhadap apa yang diteliti. Metode penelitian eksperimen pada umumnya digunakan dalam penelitian yang bersifat Namun, bukan berarti bahwa pendekatan ini tidak dapat digunakan dalam penelitian sosial, termasuk penelitian pendidikan . Pendapat ini didukung oleh . , yang menyatakan bahwa Eksperimen adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang usaha seperti: sains, teknik, seni, dan humaniora. Penelitian diawali dengan melakukan pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Adapun, uji coba produk, dilakukan untuk mengetahui apakah produk sesuai dengan yang diinginkan. Uji coba dilakukan dengan melihat hasil perbandingan dari beberapa produk yang berbeda, dengan penerapan lukisan, serta membandingkan tampilan lukisan yang sesuai dengan teknik penerapan lukisan. Berikut dapat dilihat proses perencanaan, dan strategi beserta hasil dari pengabdian masyarakat yang akan menjadi luaran dari pelatihan di SMK Bhakti Nusantara Salatiga. DOI : 10. 51213/jmm. 127 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 Kurang optimalnya upaya peningkatan kreatifitas dalam wirausaha Pengayaan kreatifitas melalui teknik lukis pada media kain Pendekatan eksperimen dengan uji produk serta praktikum Produk pakaian yang bernilai seni dan berdaya jual Gambar 1. Proses Perencanaan. Strategi dan Hasil Hasil Sebelum dimulai, kegiatan simulasi diawali dengan ceramah materi tentang jenis usaha bidang fashion, seni dan teknik lukisan, alat dan bahan, serta jenis-jenis Selanjutnya, dimulai dengan eksperimen, dan/atau praktikum teknik melukis pada kain atau kaos. Teknik lukis yang dapat digunakan dalam melukis seperti: . teknik Aquarel, yaitu teknik dengan sapuan dan paduan warna yang tipis, transparan, dan tembus pandang, . teknik Plakat, yaitu menggunakan sapuan dan paduan warna yang tebal atau menutup latar belakang obyeknya, . teknik goresan ekspresif, yaitu teknik yang terkesan bebas. Karena proses pembuatan bisa mengunakan jari, tangan, kuas, ataupun obyek lain yang dianggap menarik,. teknik Mozaik, yaitu karya seni rupa, namun dianggap sebagai seni lukis karena sifatnya yang dua dimensi, dan masih dibantu dengan gambar saat pembuatan pola dimana media teknik mozaik menggunakan material dari kepingan-kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong lalu ditempelkan pada bidang datar menggunakan Pada pelatihan ini, teknik lukis yang diadopsi adalah textile painting, yaitu teknik lukisan yang diterapkan pada media kain. Textile painting berbeda dengan melukis pada kanvas. Perbedaan mendasar adalah pada cat yang digunakan. Untuk melukis pada kain digunakan cat khusus yang tahan dicuci dan disetrika. Teknik melukis pada kain bisa untuk membuat DOI : 10. 51213/jmm. 128 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 motif pada pakaian, motif kain slayer, tas kain . rumah tangga atau kain bahan yang akan diciptakan menjadi pola. Proses pembuatan kerajinan seni lukis kain mirip dengan melukis diatas kanvas atau kertas, yakni proses pembuatan pola/ sket, pewarnaan dan pengeringan. Namun yang membedakan adalah media dan cat yang dipakai, sehingga membutuhkan teknik khusus untuk membuatnya . Alat dan bahan untuk melukis ada cat deco textile dan kuas, namun tidak hanya itu, cat untuk melukis bisa macam-macam tergantung dengan media yang akan dilukis. Sedangkan, media kain yang digunakan adalah kain blacu kanvas. Keputusan mengenai bahan pewarna jelas didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang luas. Teknik produksi dan aplikasi lainnya yang serupa digunakan untuk tekstil dan lukisan mural. Tekstil yang dicat dibuat menggunakan berbagai pigmen dan biasanya ditampilkan lebih dari satu warna. Untuk mencapai palet warna yang luas, pigmen dan mordan dicampur pada rasio yang berbeda untuk menghasilkan rentang warna dan corak yang mengesankan . Gambar 2. Cat Deco Textile Gambar 3. Kuas untuk melukis Kelebihan Cat Duco Textile adalah pada hasil yang cenderung lebih lembut, dan mengikuti tekstur kain, serta mudah diaplikasikan pada kain dan cepat Gambar 4. Praktikum Teknik Lukis pada kain DOI : 10. 51213/jmm. 129 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 Gambar 5. Teknik Melukis pada kain menggunakan Kuas Dalam melukis kain, ada beberapa tahapan yang diajarkan pada peserta Siswa XI SMK Bhakti Nusantara. Tahapan tersebut adalah: Pertama, memunculkan ide/gagasan. Sangat penting untuk membangun sisi kreatifitas, dan imajinasi siswa agar dapat tercipta produk unik, yang mempunyai sisi orisinalitas berdasarkan masing-masing individu, sebagai sebuah karya seni yang menarik dan mempunyai daya jual. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh . , bahwa dalam praktik desain di bidang seni, ada yang disebut abu-abu area, yang merupakan area di mana bidang interdisipliner berpotongan atau bahkan tumpang tindih dalam ruang lingkupnya tugas masing-masing. Sebelum ada kejelasan tentang artinya desain, definisi diasumsikan terkait erat ke industri. Meskipun peralatan yang digunakan sangat sederhana dan prosesnya dilakukan tanpa sistematika pembagian kerja. Selain kemampuan individu, budaya mode modern, serta rasa identitas siswa, membentuk ekspresinya sendiri dalam menuangkan ide dan gagasannya . Kedua, pemilihan bahan. Bahan yang dipilih adalah benar-benar bahan yang baik untuk dijadikan sebagai media lukis, seperti pemilihan kain dengan jenis kain blacu kanvas, serta pemilihan cat duco textile yang telah teruji, dan sering digunakan oleh para seniman yang berpengalaman dalam melukis pada bahan Ketiga, menentukan teknik. Pada saat praktikum berlangsung, para siswa dibebaskan untuk menentukan sendiri teknik apa yang akan dipilih, dan Sebelumnya, pada sesi materi, para Dosen sudah memberikan materi mengenai teknik-teknik dalam melukis. Adapun tujuan dari dibebaskannya teknik yang dipilih oleh siswa, adalah karena masing-masing siswa mempunyai bakat melukis yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan dan pemahamannya, serta teknik mana yang mudah diaplikasikan sesuai dengan keinginan individu/masing-masing siswa. Keempat, membuat sketsa. Tahapan ini menjadi awal dari pola lukisan yang akan dibentuk. Dalam membuat sketsa, dibuat serapih dan sejelas mungkin, karena DOI : 10. 51213/jmm. 130 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 125Ae133 melalui sketsa inilah, hasil akhir dari sebuah lukisan akan terbentuk. Sehingga, pada tahap sketsa ini, fokus masing-masing siswa diharapkan dapat lebih ditingkatkan, agar didapat sketsa yang sesuai dengan imajinasi mereka. Sketsasketsa yang dibuat diarahkan agar mengacu pada sketsa pemula yang dipublikasikan oleh . Kelima, menyempurnakan lukisan. Tahap finishing ini, menganjurkan pada para siswa, agar dapat lebih menyempurnakan bentuk, desain, dan pewarnaan yang sesuai, sehingga didapat sebuah karya seni unik, menarik dan berdaya jual. Secara khusus, proses melukis di atas kain, dengan beberapa pewarna alami terpilih, terbukti secara ilmiah berkinerja lebih tinggi, mempu menghasilkan diversifikasi nilai tambah yang tinggi . Diskusi