JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN TOKO BUKU PRATAMA Atik Budi Paryanti1. Sri Nawangsari2. Tri Eri Wardhani3. Martinus Hia4 Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya Jakarta, atikbudiparyanti@gmail. Universitas Gunadarma, snsari@staff. Universitas Kalbis Jakarta, 3tri. wardhani@kalbis. id, 4martinus. hia@kalbis. Abstrak Untuk menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor usaha sejenis. Toko Buku Pratama harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk meningkatkan mutu dalam menjalankan bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Toko Buku Pratama . Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian divisi pramuniaga Toko Buku Pratama yang berjumlah 35 karyawan. Teknik pengambilan keputusan sampel dalam penelitian ini adalah dengan non probability sampling dengan metode sampling jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan variabel disiplin kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Jika dilihat dari hasil koefisien determinasi maka diperoleh 73,9% kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi kerja dan disiplin kerja sedangkan sisanya sebesar 26,1% dipengaruhi oleh variasi variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian Kata kunci: motivasi kerja. disiplin kerja. kinerja karyawan Abstract To face business competition with similar business competitors. Pratama Bookstore must have competent human resources to improve the quality in running its business. This research aims to determine the influence of work motivation and work discipline on the performance of Pratama Bookstore employees. This type of research uses associative quantitative methods using multiple linear regression analysis The population and sample in this study were all employees in the sales division of Pratama Bookstore, totaling 35 employees. The sample decision making technique in this research is nonprobability sampling with a saturated sampling method. The results of this research show that partially the work motivation variable has a positive and significant effect on employee performance, and the work discipline variable has a positive and significant effect on employee performance. If we look at the results of the coefficient of determination, it is found that 73. 9% of employee performance is influenced by work motivation and work discipline, while the remaining 26. 1% is influenced by variations in other variables not included in this research. Key words: work motivation. work discipline. employee performance PENDAHULUAN Perusahaan merupakan sebuah organisasi diperoleh, perusahaan dituntut menghadapi yang bergerak dalam bidang bisnis baik jasa persaingan yang lebih kompetitif baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Demikian Dimana 373 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 juga dengan Toko Buku Pratama yang bergerak kerja karyawan rendah, maka berdampak pada menyediakan jaringan toko buku di beberapa menurunnya kinerja karyawan. Sebaliknya, jika kota di Indonesia. Berdasarkan manajer Toko perusahaan memberikan motivasi dan membina Buku Pratama diketahui bahwa rendahnya disiplin kerja karyawan, maka kinerja karyawan akan sesuai target perusahaan. motivasi yang diberikan oleh perusahaan. Karyawan yang kurang memiliki dorongan TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Kinerja adalah kinerja adalah hasil kerja semangat dalam bekerja . akan mengakibatkan pekerjaan tidak efektif dan Artinya, motivasi memiliki pengaruh kuat terhadap rendahnya kinerja. Selain itu faktor lain yang juga dapat mempengaruhi Setiap perusahaan pasti selalu menginginkan kinerja karyawan yang berdisiplin tinggi serta penuh tanggung jawab dalam bekerja. Disiplin dalam bekerja juga telah ditetapkan oleh perusahaan. Dimana karyawan tersebut harus melaksanakan standar kerja dengan baik, berpakaian rapi dalam bekerja, tidak mangkir dalam bekerja dan yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing organisasi secara legal, tidak melanggar hukum, dan tidak bertentangan dengan moral dan etika (Afandy 2018:. Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung (Mangkunegara 2016:. Dimensi relevan dalam penelitian ini , yaitu kualitas, tertib dalam masuk kerja. kuantitas, kerja sama, dan inisiatif (Edison Masih banyak karyawan Toko Buku (Mangkunegara 2017:. Pratama yang kurang memperhatikan ketepatan (Fahmi 2014:. Sedangkan indikator kinerja datang ke tempat kerja, serta masih ada yang relevan dalam penelitian ini yaitu: yang pulang lebih awal, karyawan yang tidak masuk kerja tanpa kecepatan, target kerja, jalinan kerja sama, keterangan sehingga mengindikasikan tingkat kekompakan, kemauan, kemandirian (Kasmir disiplin kerja karyawan Toko Buku Pratama belum tercipta secara optimal. Masalah motivasi (Fahmi 2014:. kerja dan disiplin kerja sangat sensitif karena Berdasarkan (Mangkunegara 2017:. , menjadi pendorong seseorang untuk bekerja dikemukakan oleh para pendapat ahli di atas, juga berpengaruh terhadap kinerja. Jika disiplin maka dapat disintesiskan kinerja adalah hasil 374 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja secara efektif dan efisien, kebutuhan melaksanakan tugasnya pada periode waktu tertentu sesuai dengan tanggung jawab yang karyawan, kebutuhan untuk ikut serta dan diberikan kepadanya, dengan dimensi dan bekerja sama, keinginan bekerja lebih baik dari indikator sebagai berikut: 1. Kualitas kerja, orang lain, kebutuhan untuk memberikan dengan indikator: Ketelitian. Hasil kerja, dan pengaruh, kebutuhan untuk mengembangkan Ketepatan waktu. Kuantitas kerja, dengan kekuasaan dan tanggung jawab, dan kebutuhan indikator: Kecepatan dan Target kerja. Kerjasama, 2018:. dan (Rivai dan Sagala 2016:. Jalinan (Afandy Kerjasama dan Kekompakan. Inisiatif. Berdasarkan definisi dari para ahli di atas dengan indikator: Kemauan dan Kemandirian. dapat disintesiskan bahwa motivasi kerja adalah suatu kekuatan potensial yang ada di dalam diri Motivasi Kerja manusia yang dapat dikembangkan agar mereka Motivasi merupakan suatu kekuatan potensial yang ada di dalam diri manusia, yang dapat dikembangkan sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter dan imbalan non moneter, yang dapat dipengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau negatif (Winardi 2016:. Sedangkan Widodo . motivasi adalah kekuatan yang ada perilakunya untuk melakukan suatu tindakan. Besarnya intensitas kekuatan dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tugas atau mencapai sasaran memperlihatkan sejauh mana tingkat motivasi tersebut. Dimensi motivasi kebutuhan akan asiliasi, dan kebutuhan akan pengaruh (Sutrisno 2016:. Sedangkan indikator motivasi meliputi: Kebutuhan untuk mau bekerja keras dengan memberikan semua perusahaan, dengan dimensi dan indikator sebagai berikut: . Kebutuhan akan prestasi . eed for achievemen. , dengan indikator kebutuhan untuk mengembangkan kreativitas, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan, dan kebutuhan untuk bekerja secara efektif dan . Kebutuhan akan afiliasi . eed for affiliatio. , dengan indikator kebutuhan untuk menjalin hubungan baik antar karyawan, kebutuhan untuk ikut serta dan bekerja sama, dan keinginan bekerja lebih baik dari orang lain. Kebutuhan akan kekuasaan . eed for powe. , dengan indikator kebutuhan untuk mengembangkan kekuasaan dan tanggung jawab, dan kebutuhan untuk memimpin dan mengembangkan kreativitas, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan, kebutuhan untuk 375 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Disiplin Kerja Menurut Siswanto . disiplin seseorang dalam memenuhi segala peraturan perusahaan, dengan dimensi dan indikator menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan- sebagai berikut: . Frekuensi kehadiran, peraturan yang berlaku baik yang tertulis dengan indikator: kehadiran karyawan tepat maupun yang tidak tertulis serta sanggup waktu di tempat kerja dan absensi. Tingkat menjalankannya dan tidak mengelak menerima kewaspadaan karyawan, dengan indikator: sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan kewaspadaan dan hati-hati dalam bekerja, menjaga dan merawat peralatan kerja. Sedangkan Hasibuan . Ketaatan indikator: pemahaman karyawan atas peraturan kerja dan menyelesaikan pekerjaan sesuai peraturan perusahaan dan norma-norma sosial peraturan kerja. yang berlaku. Dimensi yang paling relevan dengan penelitian ini yaitu: frekuensi kehadiran. METODE PENELITIAN kewaspadaan karyawan, dan ketaatan pada Jenis penelitian ini adalah penelitian peraturan kerja (Siswanto dalam Sinambela survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian 2016:. Sedangkan indikator disiplin kerja di laksanakan di Toko Buku Pratama bagian yang relevan dengan penelitian ini yakni: divisi Pramuniaga selama 10 bulan. Populasi kehadiran karyawan tepat waktu di tempat kerja, penelitian ini adalah 30 orang karyawan Toko absensi, kewaspadaan dan hati-hati dalam Buku Pratama. Teknik pengambilan sampel bekerja, menjaga dan merawat peralatan kerja, adalah sampling jenuh . arena jumlah sampel pemahaman karyawan atas peraturan kerja, kurang dari 100 oran. maka semua anggota menyelesaikan pekerjaan sesuai peraturan kerja populasi dijadikan sampel (Widodo 2017:. (Hasibuan Sumber data adalah data primer dengan 2012:. (Simamora 2013:. menyebar kuesioner dan data sekunder dari Berdasarkan Penelitian dikemukakan oleh para pendapat ahli diatas, analisis regresi linier berganda dengan bantuan maka dapat disintesiskan disiplin kerja adalah software Excell dan SPSS 25. suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan dari HASIL DAN PEMBAHASAN organisasi baik tertulis maupun yang tidak Uji Normalitas 376 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Uji Normalitas bertujuan untuk menguji diperoleh > 0,05, maka sampel berasal dari apakah sampel yang digunakan mempunyai Jika distribusi normal atau tidak. Dalam model signifikansi yang diperoleh < 0,05, maka sampel regresi linear, asumsi ini ditunjukan oleh nilai bukan berasal dari populasi yang berdistribusi berdistribusi normal atau mendekati normal. Data dikatakan normal apabila signifikansi yang Variabel Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Nilai tingkat signifikansi Nilai Signifikansi = 0,05 Kolmogrov Smirnov 0,05 0,144 0,05 0,200 0,05 0,200 Keterangan Normal Normal Normal Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2021 Uji Linieritas pengambilan keputusan dalam uji linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui dapat dilakukan dengan cara, yaitu: apakah dua variabel mempunyai hubungan yang Membandingkan Nilai Signifikansi (Sig. linear secara signifikan atau tidak. Korelasi dengan 0,05 yang baik seharusnya terdapat hubungan yang Jika nilai Deviation from Linearity Sig. linear antara variabel prediktor atau independen 0,05, maka ada hubungan yang linear secara (X) dengan variabel kriterium atau dependen signifikan antara variabel independen dengan (Y). variabel dependen. Suatu uji atau analisis yang dilakukan Jika nilai Deviation from Linearity Sig. dalam penelitian harus berpedoman pada dasar 0,05, maka tidak ada hubungan yang linear pengambilan keputusan yang jelas. Dasar secara signifikansi antara variabel independen dengan variabel dependen. Tabel 2. Hasil Uji Linearitas Variabel Signifikan Taraf Keterangan Signifikan Y - X1 0,273 0,05 Linear Y - X2 0,108 0,05 Linear Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2021 Pengujian linearitas variabel kinerja (Y) signifikan 0,273 > 0,05, artinya terdapat atas variabel motivasi kerja (X. , maka tingkat hubungan linear secara signifikan antara 377 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 variabel kinerja (Y) dengan variabel motivasi signifikan 0,108 > 0,05, artinya terdapat kerja (X. hubungan linear secara signifikan antara Pengujian linearitas variabel kinerja (Y) variabel kinerja (Y) dengan variabel disiplin atas variabel Disiplin Kerja (X. , maka tingkat kerja (X. dari variabel bebas terhadap variabel terikat PENGUJIAN HIPOTESIS dengan pengolahan data pada SPSS pada tabel Analisis Regresi Linear Berganda Coefficient sebagai berikut: Analisis regresi linear berganda untuk meneliti variabel-variabel yang berpengaruh Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients (Constan. Motivasi Kerja Disiplin Kerja Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel tentang hasil olah data tidak ada atau masing-masing nilainya adalah 0, diperoleh persamaan regresi linear berganda maka nilai Kinerja (Y) adalah 18,340. sebagai berikut: Koefisien regresi Motivasi Kerja (X. sebesar Y = 18,340 0,794 X1 0,626 X2 7,156 0,794 Motivasi Kerja Y = Kinerja berpengaruh positif terhadap Kinerja. Jika X1 = Motivasi Kerja variabel Motivasi Kerja ditambah atau dikurang X2 = Disiplin Kerja satu satuan maka Kinerja akan mengalami Hasil analisis dijelaskan sebagai berikut: kenaikan atau penurunan sebesar 0,794. Nilai konstanta sebesar 18,340 menyatakan Koefisien regresi Disiplin Kerja (X. sebesar bahwa jika variabel bebas Motivasi Kerja (X . 0,626 dan Disiplin Kerja (X. sama dengan 0 maka berpengaruh positif terhadap Kinerja. Jika nilai Kinerja (Y) adalah 18,340. Artinya secara variabel Disiplin Kerja ditambah atau dikurang satu satuan maka Kinerja akan mengalami variabel-variabel Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. Disiplin Kerja kenaikan atau penurunan sebesar 0,626. 378 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Standard Error sebesar 7,156 menunjukkan angka standard error maka akan semakin kecil data yang diberikan hanya akan mengalami pula kemungkinan penyimpangannya. Hal ini penyimpangan sebesar 7,156. Semakin kecil berarti data yang diberikan akan semakin akurat. Hipotesis Parsial Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Parsial Variabel t Hitung t Tabel Sig Motivasi Kerja 9,595 2,037 0,000 Disiplin Kerja 6,704 2,037 0,000 Sumber: Data Primer Diolah, 2021 Motivasi Kerja (X. secara berpengaruh terhadap Kinerja (Y) Disiplin Kerja (X. secara berpengaruh terhadap Kinerja (Y) Hasil uji t untuk Motivasi Kerja (X. Hasil uji t untuk Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) menunjukkan nilai t- terhadap kinerja (Y) menunjukkan nilai t-hitung hitung sebesar 9,595 > t-tabel 2,037, dan nilai sebesar 6,704 > t-tabel 2,037, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan H 2. H0 disimpulkan H1. H0 ditolak dan Ha diterima, ditolak dan Ha diterima, artinya AuDisiplin Kerja 0,000< AuMotivasi 0,05. Kerja Maka berpengaruh positif dan signifikan terhadap signifikan terhadap Kinerja Karyawan Toko Kinerja Karyawan Toko Buku Pratama BekasiAy. Buku Pratama BekasiAy. Hasil Uji Hipotesis Simultan Model Regression Residual Total Tabel 5. ANOVA Mean Square 970,918 21,473 Sig. 45,216 0,000 Sumber: Data Primer Diolah, 2021 Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja (Y) signifikan () = 5%. F tabel = n-k = 35-2 = 33. Dengan ketentuan tersebut, maka diperoleh F tabel sebesar 3,28. Maka, pengolahan data di Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai F-hitung adalah 45,216 dan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan tabel-F dengan taraf atas menunjukkan nilai F hitung sebesar 45,216 > F tabel 3,28 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang dinyatakan bahwa hipotesis 379 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 dalam penelitian ini H0 ditolak dan Ha diterima. Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh secara Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan. menyatakan secara simultan variabel Motivasi Model Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square Std Error of the Estimated 0,859 0,739 0,722 4,634 Sumber: Data Primer Diolah, 2021 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh koefisien maka mereka akan bekerja secara kualitas dan determinasi (R. sebesar 0,739 atau . ,9%). kuantitas untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa 73,9% variabel Secara kinerja dipengaruhi oleh variabel motivasi kerja mendukung teori Winardi . bahwa 26,1% motivasi merupakan sesuatu kekuatan potensial dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak yang ada di dalam diri seorang manusia yang dimasukkan ke dalam model penelitian ini. dapat dikembangkan sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang dapat HASIL DAN PEMBAHASAN mempengaruhi hasil kerjanya secara positif atau Pengaruh Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) Sedangkan Hasibuan . Analisis hipotesis pertama menunjukkan mempersoalkan bagaimana cara mendorong bahwa motivasi kerja berpengaruh positif gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja terhadap kinerja. Pengaruh motivasi kerja keras dengan memberikan semua kemampuan terhadap kinerja sebesar 79,4%. Artinya, dan keterampilan untuk mewujudkan tujuan dengan meningkatnya motivasi kerja akan Secara empiris hasil hasil penelitian meningkatkan kinerja. Hal ini memberikan ini mendukung penelitian Tusholihah dkk penegasan dan interpretasi secara empiris . Kenny Astria . , dan Muhammad tentang pentingnya peningkatan motivasi kerja Ekhsan . yang menyimpulkan bahwa karyawan Toko Buku Pratama bagian divisi pramuniaga sehingga kinerjanya meningkat. signifikan terhadap kinerja karyawan. Apabila motivasi kerja karyawan Toko Buku Dengan demikian, secara teoretis dan Pratama bagian divisi pramuniaga meningkat, pembuktian secara empiris dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial motivasi 380 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terhadap kinerja karyawan Toko Buku Pratama berpengaruh positif dan signifikan terhadap bagian divisi pramuniaga. kinerja karyawan. Dengan demikian, secara teoretis dan Pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) pembuktian secara empiris, penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial disiplin Analisis hipotesis kedua menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Toko Buku Pratama bagian divisi pramuniaga. terhadap kinerja sebesar 62,6%. Artinya, meningkatnya kinerja. Meningkatnya kinerja Pengaruh Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) karyawan akan berbanding lurus dengan Berdasarkan hasil analisa menunjukkan meningkatnya kinerja perusahaan. Hal ini bahwa motivasi kerja dan disiplin kerja secara memberikan penegasan dan interpretasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan empiris tentang pentingnya peningkatan disiplin terhadap kinerja sebesar 73,9%. Sedangkan karyawan Toko Buku Pratama Bekasi sehingga sebesar 26,1% dipengaruhi oleh variabel lain kinerjanya meningkat. Dengan meningkatnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Artinya disiplin kerja maka karyawan Toko Buku jika motivasi kerja meningkat, maka disiplin Pratama taat datang tepat waktu di tempat kerja, kerja juga akan meningkat sehingga karyawan absensi, kewaspadaan dan hati-hati dalam tersebut akan menghasilkan kinerja yang tinggi. bekerja, menjaga dan merawat peralatan kerja. Hal ini memberikan penegasan dan interpretasi karyawan paham atas peraturan kerja, serta secara empiris tentang pentingnya motivasi karyawan menyelesaikan pekerjaan sesuai kerja dan disiplin kerja terhadap peningkatan peraturan kerja. Tingginya Secara teoretis hasil penelitian ini selaras karyawan akan menghasilkan kinerja tinggi. dengan pendapat Rivai dan Sagala . Sedangkan disiplin kerja karyawan akan yang menyatakan bahwa semakin baik disiplin berpengaruh pada tingginya kinerja. kerja yang dilakukan maka semakin besar Secara teoretis hasil penelitian ini selaras prestasi kerja yang akan dihasilkan. Sebaliknya, dengan Mangkunegara . bahwa kinerja tanpa disiplin yang baik sulit bagi perusahaan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas mencapai hasil yang optimal. Secara empiris yang dicapai oleh seorang karyawan dalam hasil penelitian ini mendukung penelitian melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung Muhammad jawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan Ekhsan 381 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 menurut Winardi . bahwa motivasi Motivasi kerja dan disiplin kerja secara merupakan suatu kekuatan potensial yang ada di simultan berpengaruh positif dan signifikan dalam diri seorang manusia yang dapat terhadap kinerja karyawan bagian divisi Toko dikembangkan sendiri atau dikembangkan oleh Buku Pratama bagian divisi pramuniaga. Besarnya kontribusi pengaruh secara simultan mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif adalah sebesar 73,9%, sisanya sebesar 26,1% atau negatif. Selain itu, menurut Rivai dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak Sagala . menyatakan bahwa semakin dibahas dalam penelitian ini. baik disiplin kerja yang dilakukan oleh karyawan di suatu perusahaan, maka semakin DAFTAR PUSTAKA