VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI PELATIHAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4. Rosnaini Daga1. Karta Negara Salam2. Natsir Muhammad3. Aulia Alwi4. Khairina Rosyadah5. Ceskakusumadewi B6. Wahyuningsih7 1,2,3,4,5,6,7Institut Bisnis dan Keuangan Nitro. Makassar e-mail: rosnaini. daga79@gmail. ABSTRACT The era of the industrial revolution 4. 0 gave rise to opportunities and challenges for business actors, especially MSMEs, which have made a major contribution to the Indonesian economy. However, the readiness of MSMEs in responding to the dynamics and developments in the business environment is still lacking. The low mastery of technology for MSMEs makes MSMEs very limited in marketing their products. This community service activity was carried out at the Productivity Improvement Center (BPP Kendar. office and was attended by 75 MSME actors from Kendari City. To provide an understanding of the Industrial Revolution 0, the opportunities and challenges that arise, and how to respond to existing phenomena. This activity also aims as a medium for exchanging information and experiences for MSMEs in running their business. Business transformation is an important keyword in responding to the changes that occur. Apart from that, increasing knowledge and skills such as people management, collaboration and negotiation skills, creativity, critical thinking, and emotional intelligence are other solutions that must be owned in order to survive and compete in the existing business environment. In the industrial era 4. MSMEs must be able to adapt to technology, because only MSMEs that are able to adapt can survive. In addition. MSMEs must be able to improve their quality, must be more productive in order to survive Keywords: Productivity. UMKM. Industrial Revolution 4. ABSTRAK Era revolusi industri 4. 0 memunculkan peluang dan tantangan bagi pelaku usaha khususnya UMKM yang memiliki kontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi kesiapan UMKM dalam merespon dinamika dan perkembangan lingkungan bisnis masih kurang. Rendahnya penguasaan teknologi bagi UMKM membuat UMKM sangat terbatas dalam memasarkan produknya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di kantor Balai peningkatan Produktifitas (BPP Kendar. dan dihadiri sebanyak 75 pelaku UMKM dari Kota Kendari. Untuk memberikan pemahaman tentang revolusi Industri 4. 0, peluang dan tantangan yang ditimbulkan, serta cara merespon fenomena yang ada. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai media pertukaran informasi dan pengalaman bagi UMKM dalam menjalankan bisnis mereka. Transformasi bisnis menjadi kata kunci penting dalam merespon perubahaan yang terjadi. Selain itu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan seperti people management, kemampuan kolaborasi dan negosiasi, kreatifitas, berpikir kritis, dan emotional intelligence menjadi solusi lain yang harus dimiliki untuk dapat bertahan hidup dan bersaing dalam lingkungan bisnis yang ada. Di era industri 4. 0 UMKM harus mampu beradaftasi dengan teknologi, karena hanya UMKM yang mampu beradftasi yang dapat survive. Selain itu UMKM harus mampu memperbaiki kualitasnya, harus lebih produktif agar tetap dapat Kata kunci: Productifitas. UMKM. Revolusi Industri 4. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu hal penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah Indonesia selaku pengatur resmi regulator usaha mikro, kecil, dan menengah, berperan aktif dalam membantu memajukan UMKM di Negara Indonesia. Berdasarkan UU Cipta Kerja Pasal 90 ayat 1 mewajibkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi, mendukung, dan menstimulasi kegiatan kemitraan usaha menengah dan besar dengan koperasi, usaha mikro, dan usaha kecil yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan level usaha. Teknologi informasi yang berkembang diera indstri 0 sekarang, juga menjadi salah satu komponen penting bagi kemajuan UMKM di Indonesia. Hal ini sejalan dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 yang mengatur bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memfasilitasi pengembangan usaha dengan cara memberikan insentif bagi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah untuk mengembangkan teknologi dan kelestarian lingkungan hidup sehingga tidak hanya pihak UMK saja yang diuntungkan namun pihak usaha menengah dan usaha besar yang bermitra dengan UMK juga mendapatkan keuntungan. Pengembangan produk merupakan kegiatan yang secara terus menerus diupayakan oleh perusahaan untuk mempertahankan ataupun meningkatkan tingkat penerimaan produk oleh Memperkenalkan produk baru dan atau produk yang telah diperbaharui merupakan suatu cara perusahaan untuk dapat survive dalam sebuah pasar, dimana faktor kebutuhan konsumen akan peningkatan nilai suatu produk menjadi kunci dan arahan bagi perusahaan dalam mengembangkan produknya. Pengembangan produk memiliki beberapa tahapan berkaitan dengan prosesnya yaitu mulai dari ide sampai dengan tahap akhir yaitu berupa pemasaran . Dalam setiap tahapan proses yang ada dalam pengembangan produk akan dipengaruhi oleh berbagai faktor serta tujuan awal dilakukannya pengembangan produk tergantung dari jenis produk yang akan dikembangkan. Berkaitan dengan proses pengembangan produk ini maka perusahaan harus memperhatikan secara seksama dalam setiap tahapan proses yang dilakukan sehingga akan menghasilkan produk yang inovatif dan bermutu tinggi. UMKM merupakan sektor yang tangguh menghadapi berbagai tekanan perekonomian. Dengan bahan baku dan/atau pemasaran yang berorientasi lokal . serta para pelakunya yang memiliki jiwa entrepeurship yang militan, maka sektor ini telah menjadi salah satu penyelamat Indonesia pada saat terjadi krisis moneter 1997 dan krisis global 2008. Pada saat Indonesia berada dalam himpitan perlambatan ekonomi dunia terutama akibat perang dagang antara AS dan Cina tahun 2019. UMKM kembali menjadi bantalan perekonomian. Hal-hal tersebut di atas melatarbelakangi perlunya mengkaji pengembangan usaha UMKM dalam meraih keunggulan bersaing agar mampu bertahan pada era industry 4. 0 saat ini. Kajian ini akan mengembangkan suatu model yang mendasarkan pada RBV (Resources Based Vie. yang mengintegrasikan Kinerja Proses. Sumber Daya Fundamental. Kemampuan Peningkatan, dan Kemampuan Dinamis sebagai dasar dalam menerapkan strategi keunggulan bersaing dalam menghadapi industri 4. Perancangan dan pengembangan produk adalah semua proses yang berhubungan dengan keberadan produk yang meliputi segala aktivitas mulai dari identifikasi keinginan konsumen sampai fabrikasi, penjualan dan deliveri dari produk (Budiatmo, 2. Perancangan dan pengembangan produk menjadi suatu bagian dari proses inovasi dalam dunia bisnis. Melalui perancangan dan pengembangan produk diharapkan akan dihasilkan inovasi-inovasi produk baru yang mampu memberikan keunggulan tertentu didalam mengatasi persaingan dengan produkk kompetitor. Selain itu pengembangan produk dilakukan oleh suatu perusahaan bertujuan untuk mendapatkan keunggulan deferensial dalam suatu pasar yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan sebagai alat bersaing dengan para pesaingnya di pasar. Maka dari itu untuk meraih sukses dalam melakukan pengembangan produk perlu memfokuskan pada tiga hal (Budiatmo, 2. Memusatkan perhatian kepada pelanggan Memperoleh keuntungan deferensial melalui produk E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Memasarkan produk secepat mungkin Produk adalah pemahaman yang subjektif Dari perusahaan atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Adapun tujuan dan solusi pelaksanaan pengabdian ini adalah : Pemberian Pemahaman Pentingnya Pemasaran Produk. UMKM sektor fashiondi Kota Denpasar belum semuanya paham tentang pentingnya pemasaran digital secara komprehensif dan berkelanjutan sesuai dengan tren terkini. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah memberikan pemahaman kepada pelaku bisnis UMKM di semua. Pentingnya social media marketinguntuk memperkuat kemampuan promosi / pemasaran dan meningkatkan omset penjualan dan juga mendampingi membuat sosial media marketingsecara komprehensif beserta isi iklan. Pentingnya Social Media MarketingDalam Kegiatan Pemasaran Setelah mereka paham tentang pentingnya social media maketing secara komprehensif dan berkelanjutan, tentunya para pelaku bisnis UMKM di semua sektor mulai memasarkan produknya melalui semua social media marketing yang ada atau memaksimalkan penggunaannya. Berdasarkan kondisi yang ada, maka kegiatan pengabdian ini juga menawarkan kepada pelaku UMKM untuk mulai menggunakan media sosial secara lengkap dan membuat website marketinguntuk mengkomunikasi informasi produk, harga, discount harga, dan memudahkan transaksi penjualan. Pembuatan Media Sosial Sebagai Media PemasaranDari hasil wawancara pendahuluan dengan sepuluh pelaku bisnis UMKM sektor fashionmereka belum menggunakan semua media sosial sebagai alat pemasaran, sedangkan bisnis sudah bertransformasi menuju bisnis digital termasuk bisnis dengan skala kecil. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini juga akan membantu para pelaku bisnis UMKM sektor fahion yang ada untuk membuat berbagai platformmedia sosial yang ada seperti: Instagram. Facebook. Line. Whats App group. You tube, sampai websitebagi kelompok UMKM di Kota Kendari. Melalui cara adopsi social media marketingdiharapkan produknya mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pendampingan dan Evaluasi Promosi Melalui Social Media MarketingSetelah UMKM sektor fashionmemiliki social media marketing untuk promosi barang dagangannya, maka akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan setiap sebulan sekali, mengecek ke lapangan, berdiskusi tentang peubahan yang terjadi. Kegiatan ini merupakan tahap evaluasi terhadap apa yang sudah ditawarkan, diimplementasikan, apakah sudah membawa dampak pada peningkatan omset penjualan dan jumlah pelanggan. METODE Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah yang disampaikan oleh narasumber dan focus group discussion untuk saling berbagi informasi dan pengalaman. Pelaksanaan Program yang pertama adalah dengan pelatihan dan ceramah, memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan promosi secara lengkap dan berkelanjutan. Kegiatan ini akan dilakukan dengan cara mengundang mereka / para pelaku UMKM pada satu tempat tertentu . uang pertemua. untuk diberi ceramah, berdiskusi, dan memberi contoh tentang pembuatan social media marketing secara lengkap. Program yang kedua adalah memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk menyampaikan segala hambatan yang dihadapi dalam mengelolah UMKM. Memberikan edukasi kepada UMKM tentang pembuatannya dengan mengundang orang yang ahli di bidang social media marketing, berdiskusi tentang konten iklan yang menarik, tata cara melakukan promosi di media sosial. Bagaimana proses promosi di Instagram, di Facebook, dan lain sebagainya. Program yang ketiga, yaitu berupa E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI pembuatan media sosial yang cocok digunakan untuk berpromosi, kegiatan ini menawarkan untuk membuatkan Instagram. Facebook,WhatsApp. Line dan cara menggunakan. Selanjutnya juga diberikan pelatihan tentang pembuatan social media marketing secara lengkap bagi kelompok usaha ini. Terakhir dibuatkan website untuk kelompok UMKM sehingga melalui website tersebut membantu UMKM menginformasikan tentang alamat usaha, produk-produk yang dijual selain seperti keragaman, harga, discount harga dan promosi lainnya yang bisa menarik konsumen. Pembuatan websiteini, dikerjakan oleh tim dibantu oleh orang yang ahli Teknologi Informasi (TI). Selain pembuatan media social untuk prmosi. UMKM juga dilatih membuat merek dan packaging produk, karena dengan packaging yang bagus dam nama merek yang mudah diingat akan mempengaruhi konsumen membeli Produk UMKM, apalagi jika dibarengi dengan kualitas yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Memasuki era Revolusi Industri 4. 0 berdampak pada UMKM sebagai pembangun sektor Industri 4. 0 mengacu pada konsep penggunaan internet of things, serta smart and cloud based manufacturing. Perubahan revolusi industri dihadapi dengan adanya Making Indonesia 4. dengan salah satu prioritasnya pemberdayaan UMKM. Kendala pelaku UMKM dari permodalan, keterampilan manajerial, hingga penggunaan teknologi, sehingga diperlukan sebuah kesiapan UMKM dalam menghadapi Industri 4. Kesiapan UMKM mengacu pada konsep e-readiness untuk mengetahui kesiapan dalam mengadopsi, menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuan penelitian berupa pengembangan model untuk mengidentifikasi kesiapan UMKM di Kota Kendari terhadap revolusi industri 4. 0 Metode penelitian berupa penelitian deskriptif untuk mengembangkan model penelitian dalam mengidentifikasi kesiapan UMKM pada era revolusi 0, dengan metode random sampling dari 100 responden. Hasil Penelitian berupa pengembangan model penelitian dengan hasil survey yang menyatakan banyaknya pelaku UMKM berusia muda mampu beradaptasi dan menangkap peluang perkembangan masa kini dan permintaan pasar, namun tidak mengikuti komunitas UMKM menjadi perhatian khusus sehingga diperlukan upaya pendekatan lebih lanjut dalam mengembangkan industri UMKM di Kota Kendari, agar dapat dilakukan pembinaan (Sari et all : 2. Gambar 3. 1 Hari pertama pelaksanaan pelatihan. Edukasi UMKM tentang Digital Marketing Pada gambar 3. 1 dapat dilihat bahwa peserta pelatihan, dalam hal ini adalah para Pelaku UMKM di Kota Kendari, sangat serius menyimak materi dari narasumber. Pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di Aula kantor Balai peningkatan Produktifitas (BPP) Kendari. Pengabdian Masyarakat ini merupakan usaha untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni kepada masyarakat. Kegiatan tersebut harus mampu memberikan suatu nilai tambah bagi masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi, kebijakan, dan perubahan perilaku E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI . Salah satu tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah Dalam rangka peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), para peserta diingatkan untuk menerapkan ilmu yang telah didapat untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing serta produktivitas. Kemampuan untuk beradaptasi di era revolusi industri 4. 0 mengharuskan UMKM untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis yang berkembang. Berdasarkan konsep tersebut, kemampuan adaptasi terletak pada penekanan kemampuan UMKM untuk menerima, menafsirkan, dan menerjemahkan gangguan dari lingkungan luar ke dalam norma-norma internal yang mengarah pada kelangsungan hidup atau kesuksesan. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literatur dan hasil pencarian dokumen online menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi UMKM dalam program pelatihan dan bimbingan yang diberikan oleh pemerintah, keterlibatan dalam kelompok dan masyarakat dan peran pemilik sebagai pemimpin UMKM cukup baik dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan di era Revolusi Industri 4. 0 (Respatiningsih et all:2. Gambar 3. 2 Peserta pelatihan peningkatan produktivitas pelaku UMKM Kota Kendari Para pelaku UMKM Kota Kendari menyampaikan beberapa pertanyaan terkait strategi yang harus di lakukan di di era revolusi industry 4. 0 agar UMKM tetap dapat survieve. Dimana Revolusi industri merupakan perubahan cara hidup dan proses kerja manusia secara fundamental, dimana dengan kemajuan teknologi informasi dapat mengintregrasikan dalam dunia kehidupan dengan digital yang dapat memberikan dampak bagi seluruh disiplin ilmu. Dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang secara pesat mengalami terobosan diantaranya dibidang artificialintellegent, dimana teknologi komputer suatu disiplin ilmu yang mengadopsi keahlian seseorang kedalam suatu aplikasi yang berbasis teknologi dan melahirkan teknolologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara Dengan lahirnya teknologi digital saat ini pada revolusi industri 4. 0 berdampak terhadap kehidupan manusia diseluruh dunia. Revolusi industri 4. 0 semua proses dilakukan secara sistem otomatisasi didalam semua proses aktivitasi, dimana perkembangan teknologi internet semakin berkembang tidak hanya menghubungkan manusia seluruh dunia,namun juga menjadi suatu basis bagi proses transaksi perdagangan dan transportasi secara online . utiono:2. Adapun yang harus dilakukan oleh UMKM supaya tetap Produktif di era revolusi 4. adalah : . Perbaikan alur aliran barang dan material. Upaya ini akan memperkuat produksi lokal pada sektor hulu dan menengah melalui peningkatan kapasitas dan percepatan adopsi teknologi, . Mendesain ulang zona industri. Dari beberapa zona industri yang telah dibangun di penjuru negeri. Indonesia akan mengoptimalkan kebijakan zona-zona industri E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI tersebut dengan menyelaraskan peta jalan sektor-sektor industri yang menjadi fokus dalam Making Indonesia 4. 0, . Mengakomodasi standar-standar keberlanjutan, melihat tantangan keberlanjutan sebagai peluang untuk membangun kemampuan industri , yang berbasis teknologi. Memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hampir 70 persen, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM, sehingga UMKM sangat epenting untuk beradaptasi sesuai dengan perubahan lingkungan, termasuk beradaptasi di era revolusi Industri 4. 0 (Daga. Untuk tetap eksis dan survive,maka pelaku UMKM harus mampu melakukan Pemasaran Digital, karena dengan pemasaran digital tidak akan memberi Batasan bagi UMKM untuk memasarkan Produknya, karena semua Masyarakat yang menjadi target konsumen dapat mengakses info produk yang dijual oleh UMKM (Daga : 2. Gambar 3. 3 Peserta mengerjakan tugas yang diberikan oleh Narsum Peserta diberikan tugas sesuai dengan usaha mereka masing-masing, supaya Peserta lebih mudah memahami dan mudah mengaplikasikan dalam menjalankan UMKMnya. Industri 4. 0 mengacu pada fase baru dalam Revolusi Industri yang memiliki fokus pada interkonektivitas, otomatisasi, pembelajaran mesin, dan data waktu nyata. Industri 4. 0 disebut sebagai IIoT atau manufaktur pintar, menggabungkan antara produksi dan operasi secara fisik dengan teknologi digital cerdas, pembelajaran mesin, dan data besar untuk menciptakan ekosistem secara holistik dan terhubung terutama pada perusahaan yang berfokus pada manufaktur dan manajemen rantai pasokan. Meskipun setiap perusahaan memiliki jenis dan skala yang berbeda, namun demikina setiap perusahaan menghadapi tantangan yang sama yaitu kebutuhan akan keterhubungan dan akses ke wawasan waktu nyata di seluruh proses, mitra, produk, dan orang- orang (Kurniawan:2. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Perkembangan teknologi saat ini sudah menyentuh sektor perekonomian masyarakat. Sejalan dengan perkembangan teknologi, penggunaan internet juga mendominasi seluruh kegiatan masyarakat dalam kesehariannya. Secara umum, internet akan berubah menjadi alat untuk mempublikasikan produk dari perusahaan kepada masyarakat. Hal tersebut akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap pelaku bisnis. Dampak pada aspek persaingan adalah terbentuknya tingkat kompetisi yang ketat yang mendorong perusahaan untuk memiliki kemampuan agar dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi, sehingga perusahaan akan mampu bersaing dengan para kompetitornya. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi nasional, selain karena UMKM menjadi tulang punggung sistem ekonomi masalah kesenjangan antar golongan pendapatan dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja (Berliana:2. KESIMPULAN Usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu hal penting dalam aspek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah Indonesia selaku pengatur resmi regulator usaha mikro, kecil, dan menengah, berperan aktif dalam membantu memajukan UMKM di Negara Indonesia. Kemajuan teknologi informasi yang berkembang diera indstri 4. 0 sekarang, juga menjadi salah satu komponen penting bagi tren perkembangan UMKM di Indonesia. Adapun pengaruh dari teknologi informasi pada tren keberlangsungan keadaan UMKM di Indonesia tersebut, dapat berupa dampak positif dan negatif dari era industri 4. Mengacu pada keadaan tersebut, maka pentingnya memberikan pelatihan, edukasi, sosialisasi dan knolwdge terbarukan kepada Masyarakat pelaku UMKM, mengenai tren keadaan keberlangsungan UMKM Indonesia di era industri 4. 0 saat ini, untuk membantu keberlangsungan UMKM Indonesia. Dengan pelatihan berdasarkan 5 (Lim. pilar utama dalam industri 4. 0 agar UMKM tetpa dapat survive. Adapun tujuan pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan dalam pengabdian Masyarakat ini adalah : Manajemen usaha dan keuangan. Manajemen operasional dan SDM. Manajemen Pemasaran. Strategi branding produk Digital Marketing UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terimakasih kepda Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia karena melalui Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari memberikan kesempatan kepada kami penulis untuk melaksanakan pengabdian Masyarakat ini. Tak lupa pula ucapan terikasih kepada Rektro Institut Bisnis dan dan Keuangan Nitro Makassar yang telah memberikan ijin kepada penluis untuk melaksanaan salah sat Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, semoga kegiatan ini bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA