Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 62 - 75 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/kh4xxc73 PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA TASIKMALAYA Nida Nurul Pitroh a*. Hamdi Supriadi b a Fakulatas Ekonomi dan Bisnis / Program Studi Manajemen, nidanurulpitroh01@gmail. Universitas Pamulang b Fakulatas Ekonomi dan Bisnis / Program Studi Manajemen, hamdisupriadi11@gmail. Universitas Pamulang Korespondensi ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of work discipline and physical work environment on employee performance at the Tasikmalaya City Environmental Service. The method used in this study is The sampling technique employed the Slovin technique and obtained a sample of 57 Data were collection by distributing questionnaires to all respondents using the Likert scale as a measurement tool and SPSS version 25 as a data processing application. The results of this study indicate that Work Discipline has a significant effect on employee performance at the Tasikmalaya City Environmental Service. This can be proven simultaneously, as it has a positive and significant effect on employee performance at the Tasikmalaya City Environmental Service. This is represented by the regersi equation Y = 9. 358X1 0. 426X2, a correlation value of 0. ndicating a strong relationshi. The coefficient of determination or contribution of its influence is 36. 8% and the hypothesis test yielded a value of Fcount> Ftable or . 702> 3. Simultaneous hypothesis testing of independent variables influences the dependent variable with the decision H1 and H3 accepted, meaning there is a significant It is said to be significant because the probability significance value is <0. Keywords: Work Discipline. Physical Work Environment. Employee Performance Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik slovin dan diperoleh sampel sebanyak 57 responden. Hasil penelitian ini adalah Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya hal tersebut dapat dibuktikan secara simultan yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya hal tersebut dengan persamaan regresi Y = 9,436 0,358X1 0,426X2, nilai korelasi sebesar 0,606 . emiliki hubungan yang kua. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 36,8% dan uji hipotesis diperoleh nilai Fhitug > Ftabel atau . ,702 > 3,. Uji hipotesis secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan keputusan H1 dan H3 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Dikatakan signifikan karena nilai probability signifikansi < 0,05. Kata Kunci: Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja Fisik. Kinerja Pegawai PENDAHULUAN Sumber daya manusia pada perusahaan berperan penting dalam menjalankan tugas-tugas yang ada. Perusahaan tersebut mencari karyawan yang mampu memberikan kontribusi positif dalam mengelola, mengatur, mengurus serta meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan, demi mencapai tujuan yang Naskah Masuk 21 Agustus , 2025. Revisi 22 Agustus, 2025. Di terima 27 Agustus , 2025. Tersedia 1 September, 2025 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 telah ditetapkan. Sumber daya manusia mencangkup individu-individu yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan tugas Perusahaan. Perusahaan sering kali menghadapi berbagai tantangan terkait sumber daya manusia, yang menjadi kendala bagi manajemen. Masalah yang menjadi kendala bagi manajemen karena keberhasilan manajemen dan aspek lainnya sangat bergantung pada kapabilitas sumber daya manusia. Secara keseluruhan, keberhasilan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja. Oleh karena itu, semua perusahaan menginginkan pegawai yang disiplin, agar kedisiplinan ini membuat sumber daya manusia lebih efektif dalam melaksankan tugas Secara umum, tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk mencapai profit maksimal dan keuntungan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kinerja optimal dari para pegawai. Faktor lain yang memengaruhi kinerja pegawai adalah lingkungan kerja fisik yang belum memenuhi Kondisi lingkungan kerja yang panas, bising, kurang pencahayaan atau tidak tertata dengan baik dapat menurunkan kenyamanan dan konsentrasi pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan setiap pengusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan bebas dari bahaya. Undang-undang tersebut juga menegaskan kewajiban pengusaha dalam menyediakan alat pelindung diri, memberikan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K. , serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pekerja. Kinerja merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Dengan kinerja pegawai yang baik pada perusahaan, maka perusahaan tersebut mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini dikarenakan kinerja sebagai penentu keberhasilan serta kelangsungan hidup perusahaan. Dalam operasionalnya, perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Disiplin Kerja Menurut Khaeruman . AuDisiplin Kerja merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis dan bila melanggar akan ada sanksi atas Ay Indikator disiplin kerja menurut Lukita dalam jurnal: Jurnal Ilmu dan Riset . sebagai berikut: Kehadiran Merupakan indikator utama yang mengukur tingkat kedisiplinan dan pada umumnya disiplin kerja yang rendah pada pegawai dapat tercermin dari kebiasan pegawai yang suka terlambat dalam bekerja. Ketaatan Pada Peraturan Kerja Merupakan bentuk kepatuhan dari pegawai terhadap peraturan kerja dan selalu mematuhi prosedur yang berlaku di kantor. Ketaatan Pada Standar Kerja Merupakan seberapa besar tanggung jawab seorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Tingkat Kewaspadaan Tinggi Pegawai Merupakan sikap teliti dan berhati-hati dalam bekerja yang efektif dan efesien. Etika Bekerja Merupakan bentuk dari tindakan indisipliner dan disiplin kerja pegawai. Lingkungan Kerja Fisik Menurut Sutrisno . Aulingkungan kerja fisik adalah semua kondisi fisik yang ada di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas karyawan. Ini mencangkup aspek seperti pencahayaan, suhu, kebisingan dan tata letak ruang kerja. Lingkungan yang baik dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mengurangi stress kerjaAy. Indikator lingkungan kerja fisik menurut Mulyadi . 1:72-. dalam jurnal startegic: Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis, sebagai berikut: Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Penerangan (Cahay. Penerangan yang cukup dan sesuai standar sangat penting agar karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan Penerangan yang kurang atau terlalu redup dapat menyebabkan ketegangan mata dan menurunkan konsentrasi kerja. Sirkulasi/Pertukaran Udara Kualitas udara dan sirkulasi udara yang baik di tempat kerja berperan dalam menjaga kesehatan karyawan. Udara yang segar dan bersirkulasi dengan baik dapat mengurangi rasa lelah, sakit kepala dan meningkatkan kenyamanan selama bekerja. Kebisingan/Suara Tingkat kebisingan yang tinggi di lingkungan kerja dapat menggangu konsentrasi dan menyebabkan stress. Oleh karena itu, pengendalian kebisingan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Kebersihan Kebersihan lingkungan kerja sangat mempengaruhi kesehatan dan semangat kerja karyawan. Lingkungan yang bersih dapat mencegah penyebab penyakit dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Keamanan Faktor keamanan meliputi perlindungan terhadap risiko kecilakaan kerja dan kondisi lingkungan yang aman bagi karyawan. Keamanan yang terjaga akan meningkatkan rasa nyaman dan fokus karyawan dalam melaksankan tugasnya. Kinerja Pegawai Menurut Dewi Lestari . AuKonsep dasar kinerja pegawai adalah suatu kerangka pemahaman dan penilaian mengenai kinerja individu dalam konteks organisasi. Hal ini melibatkan penilaian terhadap kontribusi dan prestasi pegawai dalam mencapai tujuan organisasi serta kemampuan mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkanAy. Menurut Anisa . dalam jurnal: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ada lima indikator kinerja pegawai, sebagai berikut: Kualiatas Kerja Kualitas kerja merujuk pada seberapa baik hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai. Ini mencangkup ketepatan, keakuratan dan kesesuaian hasil kerja dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi. Kualitas kerja yang tinggi menunjukkan bahwa pegawai mampu memenuhi atau bahkan melampaui ekspetasi yang diharapkan, yang berdampak positif pada reputasi dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Kuantitas Kerja Kuantitas kerja adalah ukuran sebarapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh pegawai dalam periode waktu tertentu. Ini mencangkup volume output yang dihasilkan, seperti jumlah produk yang diproduksi atau jumlah tugas yang diselesaikan. Kuatitatif kerja yang baik menunjukkan efesiensi pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Tanggung Jawab Tanggung jawab mencerminkan sejauh mana pegawai dapat mengembangkan tugas dan kewajiban yang Pegawai yang bertanggung jawab akan melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran dan komitmen, serta siap untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan yang diambil. Tanggung jawab yang tinggi juga mencangkup kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang dihadapi. Kerjasama Kerjasama adalah kemampuan pegawai untuk bekerja sama dengan rekan kerja dan pihak lain dalam mencapai tujuan bersama. Indikator ini mencangkup kemampuan untuk berkomunikasi, berkolaborasi dan berkontribusi dalam tim. Kerjasama yang baik dapat meningkatkan sinergi dalam tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 62 - 75 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Inisiatif Inisiatif adalah kemampuan pegawai untuk mengambil tindakan proaktif dalam menyelesaikan tugas atau mengahadapi tantangan tanpa harus menunggu arahan dari atasan. Pegawai yang memiliki inisiatif tinggi cenderung lebih kreatif dan inovatif, serta mampu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi. Inisiatif yang baik dapat mendorong perbaikan dan pengembangan dalam organisasi. Kerangka Berpikir Menurut Addini . dalam jurnal: Ilmu Pendidikan dan Pengajaran mengatakan bahwa Aukerangka berfikir dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-fakta, observasi dan kajian Oleh karena itu, kerangka berpikir memuat teori, dalil atau konsep-konsep yang akan dijadikan dasar penelitian. Di dalam kerangka berpikir variabel-variabel penelitian dijelaskan secara mendalam dan relavan dengan permasalahan yang diteliti, sehingga dapat dijadikan dasar untuk menjawan Ay diidentifikasikan sebagai masalah pentingAy. Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja Fisik (X. Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir Pengambangan Hipotesis H01: p1 = 0 Tidak terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H01: p1 O 0 Terdapat pengaruh displin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H02: p2 = 0 Tidak terdapat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H02: p2 O 0 Terdapat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H03: p3 = 0 Tidak terdapat pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H03: p3 O 0 Terdapat pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya yang beralamat di Jalan Noenoeng Tisnaputra No. 5 Kahuripan. Kecamatan Tawang Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat 46115. Lokasi ini dipilih karena memiliki kondisi lingkungan kerja fisik dan tingkat disiplin pegawai yang belum optimal, sehingga relevan untuk diteliti terkait pengaruh keduanya terhadap kinerja pegawai. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah seluruh pegawai yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya dengan total 133 pegawai. Dalam konteks penelitian ini, di mana jumlah populasi tidak terlalu besar namun tetap memerlukan pengambilan sampel yang efisien dan praktis, rumus Slovin menjadi solusi yang ideal untuk menghindari pemborosan sumber daya serta keterbatasan waktu. Maka untuk mempersempit populasi, penulis melakukan perhitungan ukuran sampel menggunakan teknik Slovin. Penggunaan rumus Slovin dipilih dalam penelitian ini karena penting untuk memastikan jumlah sampel yang diambil mewakili populasi secara umum sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi. Perhitungan ukuran sampel menggunakan teknik Slovin dengan Presentasi kelonggaran 10% sebagai berikut: Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Dengan demikian, ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 57 pegawai atau 57 responden yang merupakan pegawai dan akan dijadikan sebagai sumber data penelitian. Sesuai dengan hasil perhitungan rumus Slovin yang memastikan sampel tersebut dapat mewakili populasi secara umum. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada semua responden mengunakan skala Likert sebagai skala pengukuran dan SPSS versi 25 sebagai aplikasi pemprosesan data. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas Daftar Pernyataan r hitung Saya masuk kerja tepat waktu Saya pulang kerja tepat pada Saya taat pada sanski yang pelanggaran yang dilakukan Saya mengetahui sepenuhnya peraturan yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Saya standar kerja yang telah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Saya instruksi yang diberikan oleh pelaksanaan tugas Saya digunakan untuk memastikan Tingkat kewaspadaan dan ketelitian dalam menggunakan peralatan kerja sangat tinggi Saya menghormati pendapat dan kontribusi rekan kerja dalam tim Menjaga perilaku dengan baik selama bekerja Sumber: Data diolah, 2025 No. r tabel 0,2609 Keterangan Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 62 - 75 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 No. Daftar Pernyataan Cahaya penerangan . di ruangan bekerja dengan baik Selain penerangan listrik, penerangan dari sinar matahari dapat mencakupi ruangan Kipas/AC didalam ruangan telah berfungsi mengatur suhu dengan baik Sirkulasi udara di tempat kerja sudah baik dan mendukung kenyamanan saat bekerja Kondisi ruangan tenang . idak gadu. pada saat jam kerja Tempat saya bekerja jauh dari Fasilitas kebersihan selalu dalam kondisi bersih dan layak Ruangan kerja saya bebas dari debu dan kotoran Saya merasa aman bekerja di lingkungan ini tanpa adanya ancaman terhadap keselamatan Prosedur keamanan di tempat kerja diterapkan dengan baik Sumber: Data diolah, 2025 No. Daftar Pernyataan Saya mampu memberikan hasil kerja yang memuaskan dan selalu tercapai dengan baik Saya mampu mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu Saya mampu memenuhi beban kerja yang telah ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Saya selalu mencapai target kuantitas kerja yang dterapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalay Saya mampu menyelesaikan tanggungjawab sesuai waktu yang ditetapkan Saya selalu melaporkan hasil pekerjaan saya dengan jujur saya bersedia membantu rekan kesulitan dalam melakukan Saya r hitung r tabel Keterangan 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid r hitung r tabel Keterangan 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid 0,2609 Valid Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 kerjasama yang baik dengan rekan kerja sehingga dapat melakukan tugas dengan cepat dan tepat Saya merasa nyaman untuk mengemukakan ide-ide baru dalam diskusi tim Saya aktif mencari cara untuk meningkatkan proses kerja di tim saya Sumber: Data diolah, 2025 0,2609 Valid 0,2609 Valid Hasil uji validitas tersebut diperoleh nilai r hitung > nilai r tabel sebesar 0,2609. Ini menandakan bahwa semua item dalam kuesioner tersebut memenuhi syarat, sehingga kuesioner dapat dianggap layak dan siap untuk digunakan serta diolah lebih lanjut dalam penelitian ini. Uji Reabilitas Tabel 4. 2 Hasil Uji Reabilitas Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji reabilitas menunjukan bahwa variable Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Kinerja Pegawai (Y) dinyatakan reliabel. Hal ini terbukti dengan masing-masing variable memiliki nilai cronbatch alpha lebih dari 0,600. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 4. 3 Hasil Uji Normalitas Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, menunjukan pengujian residual yang menghasilkan nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 yang berarti jika dilihat pada dasar pengambilan keputusan, nilai tersebut lebih besar dari nilai taraf signifikasi 0,05 yaitu 0,200 Ou 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual regresi tersebut berdistribusi normal dan analisis regresi dapat dilakukan. Hasil uji normlitas menggunakan Normal Probability Plot dan Histogram adalah: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 62 - 75 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Sumber: Data diolah, 2025 Gambar 4. 1 Grafik P-Plot Hasil Uji Normalitas Berdasarkan gambar di atas disimpulkan bahwa grafik normal probability plot menunjukkan pola grafik yang normal. Hal ini terlihat dari titik yang tersebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 4. 4 Hasil Pengujian Multikolinearitas Dengan Collinearity Statistic Sumber: Data diolah, 2025 Hasil pengujian multikolinearitas diperoleh nilai tolerance variabel Disiplin Kerja sebesar 0,992 dan Lingkungan Kerja Fisik sebesar 0,992 nilai tersebut lebih besar dari 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) variabel disiplin kerja sebesar 1,008 dan variabel lingkungan kerja sebesar 1,008, nilai tersebut kurang dari 10. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini bebas dari masalah Uji Autokorelasi Kriteria pedoman uji Darbin-Watson (DW) yang menjadi acuannya adalah sebagai berikut: Tabel 4. Pedoman Uji Autokorelais Dengan Durbin-Watson (Dw Tes. Kriteria < 1,000 1,100 Ae 1,550 1,550 Ae 2,460 2,460 Ae 2,900 > 2,900 Sumber: Sugiyono . Keterangan Ada Autokoelasi Tanpa Kesimpulan Tidak Ada Autokoelasi Tanpa Kesimpulan Ada Autokorelasi Adapun hasil pengujian autokorelasi adalah sebagai berikut: Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Tabel 4. 6 Hasil Uji Autokorelasi Dengan Durbin-Watson Sumber: Data diolah, 2025 Hasil pengujian autokorelasi menunjukkan bahwa model regresi ini tidak ada gangguan autokorelasi, hal ini dibuktikan dengan nilai Durbin Watson sebesar 1,585 yang berada diantara interval 1,550 Ae 2,460. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah, 2025 Gambar 3. Grafik Scatter Plot Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar di atas, terlihat titik-titik pada grafik scatter plot tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi ini layak dipakai. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 4. 7 Hasil Pengujian Regersi Berganda Variabel Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil perhitungan regresi berganda diperoleh persamaan regresi Y = 9,436 0,358X1 0,426X2. Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: Jika nilai konstanta sebesar 9,436 diartikan bahwa jika variabel disiplin kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. tidak dipertimbangkan, maka kinerja pegawai (Y) hanya akan bernilai sebesar 9,436 point. Jika nilai koefisien regresi variabel disiplin kerja (X. 0,358 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel lingkungan kerja fisik (X. maka setiap perubahan 1 unit pada variabel disiplin kerja (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja pegawai (Y) sebesar 0,358 point. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 62 - 75 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Jika nilai koefisien variabel lingkungan kerja fisik (X. 0,426 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel disiplin kerja (X. maka setiap perubahan 1 unit pada variabel lingkungan kerja fisik (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja pegawai (Y) sebesar 0,426 point. Analisis Koefisien Korelasi . Tabel 4. 8 Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Secara Simultan Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil pengujian analisis koefisien korelasi, diperoleh nilai Koefisien Korelasi sebesar 0,606 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,600 - 0,799. Artinya variabel disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik mempunyai tingkat hubungan yang kuat terhadap kinerja pegawai. Analisis Koefisien Determinasi Tabel 4. 9 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Secara Simultan Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil pengujian koefisien determinasi, dilihat dari R Square yaitu diperoleh sebesar 0,368. Maka disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai sebesar 36,8%. sedangkan sisanya sebesar . -36,. = 63,2% dipengaruhi faktor lain yang tidak dilakukan penelitian. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji . Tabel 4. 10 Hasil Uji Hipotesis (Uji . Variabel Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji t variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,104 > 1,. dan nilai P value < Sig. 0,05 atau . ,003 < 0,. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Tabel 4. 11 Hasil Uji Hipotesis (Uji . Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji t variabel lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,293 > 1,. dan nilai P value < Sig. 0,05 atau . ,000 < 0,. Artinya H0 ditolak dan H2 diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Tabel 4. 12 Hasil Hipotesis (Uji F) Secara Simultan Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji F diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,702 > 3,. , dan p value < Sig. 0,05 atau . ,000 < 0,. Artinya Ho ditolak dan H3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Pembahasan Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 25,243 0,403X1, nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,386 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang rendah. Nilai Koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,149 atau sebesar 14,9% sedangkan sisanya sebesar 85,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,104 > 1,. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Elisa Elisa dan Eko Sudarsono . 4:211-. yang menunjukkan bahwa hasil disiplin kerja dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 10,711 0,738X1 nilai koefisien korelasi sebesar 0,678 yang artinya variabel disiplin kerja dan kinerja pegawai memiliki hubungan yang kuat. Koefisien determinasi sebesar 0,460 atau sebesar 46% dan uji t diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,408>1,. dan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,050. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 62 - 75 Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 23,313 0,455X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang sedang. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,251 atau sebesar 25,1% sedangkan sisanya sebesar 74,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,293 > 1,. Dengan demikian Ho ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Mutiara Cinta dan Muger Apriansyah . 4:2055-2. yang menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dari hasil uji t menunjukan bahwa, lingkungan kerja fisik memiliki nilai t hitung 3,736 > t tabel 2,011 dengan nilai Sig. 000 < 0. 05, hal ini berarti secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa disiplin kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan diperoleh persamaan regresi Y = 9,436 0,358X1 0,426X2. Nilai koefisien korelasi atau tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0,606 artinya memiliki hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,368 atau sebesar 36,8% sedangkan sisanya sebesar 63,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,702 > 3,. Dengan demikian Ho ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Edy Krisyanto . 2:1169-1. yang menunjukkan bahwa hasil penelitian Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y), dari hasil uji t menunjukan nilai hasil uji t . pada variabel disiplin kerja (X. menunjukkan t hitung . > t tabel . dengan nilai signifikan 0. 000 < 0. 05 dan variabel lingkungan kerja fisik (X. menunjukkan t hitung . > t tabel . dengan nilai signifikan 0. 000 < 0. 05 serta dari hasil uji f secara simultan menunjukkan bahwa nilai F hitung . > F tabel . dan nilai signifikan 0. 000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima artinya baik secara parsial maupun simultan disiplin kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dan melalui pengujian koefisien determinasi (R. diperoleh seber 0,482 sama dengan 51,3% sedangkan sisanya 48. 7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penjelasan di atas, dan dari hasil analisis serta pembahasan mengenai pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai. Bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan persamaan regresi Y = 9,463 0,358X1 0,426X2. Nilai koefisien korelasi atau tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0,606 artinya memiliki hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,368 atau sebesar 36,8% sedangkan sisanya sebesar 63,2% dipengaruhi oleh faktor Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,702 > 3,. Dengan demikian Ho ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara disiplin kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. terhadap kinerja pegawai (X. pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Saran Berdasarkan pada hasil kesimpulan diatas sebagai hasil penelitian, maka penulis memberikan saran sebagai Disiplin Kerja pernyataan yang paling lemah adalah nomor 6 yaitu AuSaya mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh atasan terkait dengan pelaksanaan tugasAy dimana hanya mencapai mean score rata-rata 3,95. Untuk lebih baik lagi instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya perlu melakukan evaluasi pada peningkatan komunikasi dan penyampaian intruksi dari atasan kepada bawahan. Peneliti menyarankan untuk memberikan arahan yang lebih terstuktur dan konsisten agar pegawai lebih memahami dan mampu melaksakan tugas sesuai dengan harapan. Instruksi yang terstuktur yaitu cara atasan menyampaikan tugas secara jelas, terdokumentasi, terjadawal dan bisa ditinjau ulang. Dengan cara seperti: Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya (Nida Nurul Pitro. Nida Nurul Pitroh dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 62 Ae 75 Menyusun dan menerapkan SOP (Standar Operating Produc. agar pegawai memiliki acuan tertulis yang jelas serta mengurangi miskomunikasi Mengadakan rapat briefing harian atau mingguan agar memastikan semua pegawai memahami arah kerja dan insturksi terbaru Atasan melaksanakan supervise atau pengawasan kepada pegawai dan unpam balik berkala karena atasan tidak hanya memberi perintah tetapi juga mengecek pelaksanaan dan memberikan feedback kepada pegawai seperti melakukan evaluasi mingguan atau bulanan pada pegawai dengan sesi diskusi bersama Lingkungan Kerja Fisik pernyataan yang paling lemah adalah nomor 3 yaitu AuKipas/AC didalam ruangan telah berfungsi mengatur suhu dengan baikAy dimana hanya mencapai mean score rata-rata 3,70. Untuk lebih baik lagi bagi instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya perlu melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin terhadap fasilitas pendingin ruangan seperti kipas atau Ac. Peneliti menyarankan agar melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi lingkungan fisik kerja dapat meningkatkan kenyamanan pegawai saat bekerja. Evaluasi yang dikerjakaan mencangkup penilaian menyeluruh terhadap seluruh aspek lingkungan kerja fisik, tidak hanya terbatas pada fasilitas pendingin ruangan. Evaluasi ini meliputi beberapa aspek penting yaitu: Ventilasi untuk memastikan fungsi kipas/AC dan aliran udara dalam ruangan Memastikan pencahayaan pada ruangan cukup atau tidaknya pencahyaan alami maupun buatan agar mendukung aktifitas kerja Melakukan kebersihan dan kerapihan ruangan Mengurangi tingkat kebisingan yang dapat menggangu konsentrasi Menambahkan kelengkapan alat pemadam api (APAR) Kinerja Pegawai pernyataan yang paling lemah adalah nomor 2 yaitu AuSaya mampu mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktuAy dimana hanya mencapai mean score rata-rata 4,07. Untuk lebih baik bagi instansi harus meningkatkan manajemen waktu dan jumlah tugas yang diberikan kepada pegawai. Peneliti menyarankan agar instansi dapat memastikan bahwa target kerja yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan pegawai. Targer kerja yang dimaksud adalah target yang bersifat spesifik, realistis, relavan dan berbatas waktu, berikut bentuk target kerja yang disarankan: Rapat penentuan target bulanan/trimester bersama tim dan atasan Pembagian tugas secara adil berdasarkan kapasitas masing-masing pegawai Monitoring berkala untuk mengevaluasi pencapaian target dan menyesuaikan jika terjadi overload Pemberian dukungan berupa pelatihan manajemen waktu, penyusunan skla prioritas dan pemanfaatan tools kerja Evaluasi kinerja individual setiap bulan untuk melihat apakah pegawai bisa mencapai targer tanpa tekanan berlebihan DAFTAR PUSTAKA Buku . Dewi Lestari. Sos. kinerja pegawai. Bojong Emas: Widina Media Utama . Khaeruman. Marnisah. , dkk. Meningkatnya Kinerja Manajemen Sumber Daya Manusia Konsep & Studi Kasus. Kota Serang-Banten: CV. AA. RIZKY. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D Alfabets. Bandung . Sutrisno. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Cv. Pustaka Ilmu.