Laila Nurul Himmah, dkk: Pelatihan Pembuatan Pouch Anyaman Dengan Teknik Decoupage. PELATIHAN PEMBUATAN POUCH ANYAMAN DENGAN TEKNIK DECOUPAGE BAGI GURU SLBN 1 YOGYAKARTA Laila Nurul Himmah1. Chytra Mahanani 2. Resi Sepsilia Elvera3. Gina Eka Putri4 1,2,3,4 Universitas Negeri Yogyakarta lailanh@uny. chytramahanani@uny. ABSTRAK Pendidik memiliki peranan yang sangat penting dalam proses menentukan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan referal anak berkebutuhan khusus, guru sekolah luar biasa (SLB) merupakan guru yang profesional dalam bidang pengetahuan anak berkebutuhan khusus. Hal ini tidak terlepas dari sebuah kreativitas guru untuk selalu memberikan sebuah inovasi, contohnya dengan memanfaatkan pouch anyaman pandan dijadikan sebuah produk dengan teknik decoupage sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan kreativitas pembuatan hiasan pouch anyaman yang memiliki nilai jual. Memberikan pengetahuan pembuatan pouch anyaman dengan teknik decoupage dan menanamkan jiwa kewirausahaan guru SLB Negeri 1 Yogyakarta sehingga mampu menghasilkan produk yang banyak diminati konsumen. Memberikan pengetahuan tentang usaha busana meliputi perhitungan harga jual, dan strategi pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi, pelatihan dan praktik. Berdasarkan hasil dari pembuatan produk ketika praktik, peserta sangat antusias mempraktekkan materi yang diberikan. Hasil praktik peserta pun bervariasi yakni masing-masing peserta membuat kreasi motif yang berbeda dengan mengkombinasikan berbagai macam motif tissue decoupage. Peserta meningkatkan pengetahuan teknik decoupage melalui proses kreativitas dan inovatif dalam rangka meningkatkan pendapatan dan dapat menyebarluaskan kepada siswa dan siswi SLB. Melalui pelatihan ini para guru memiliki keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat dijadikan bekal membuka usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja. Kata kunci: Pelatihan. Kreativitas. Nilai Ekonomis. Decoupage. Anyaman ABSTRACT Educators have a critical role in determining the potential development of children with special needs according to the conditions and needs of referrals of children with special needs. special needs school teachers are professionals in special needs education. With a focus on teachersAo creativity and innovation development, this article narrates a product making of a pandan woven pouch with a decoupage technique so that it has a high selling value. This activity aims to increase creativity in making woven pouch decorations that have a selling value, provide knowledge of making woven pouches with decoupage techniques, and instill the entrepreneurial spirit among the teachers of the special needs school SLB N 1 Yogyakarta. They can create products in great demand by consumers and provide knowledge about the fashion business, including calculating selling prices and marketing strategies. The activities include lectures, demonstrations, training, and practice. Based on the results of product manufacturing during the assistantship, the participants were enthusiastic about practicing the material provided. The results of the participantsAo practice also varied. Each participant created different motif creations by combining various tissue decoupage motifs. Participants increase their knowledge of decoupage techniques through creativity and innovation to earn additional income and disseminate to students and students of SLB. Through this training, teachers have the skills to improve the quality of human resources, which can be used as a provision for opening a business while creating jobs. Keywords: Training. Creativity. Economic Value. Decoupage. Woven Volume 14 No. 2 Desember 2023 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAHULUAN Kebijakan pemerintah dalam bidang pemerataan pendidikan Indonesia, diatur bagi warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau sosial termasuk warga negara di daerah terpencil atau terbelakang. dimaksudkan agar semua warga negara Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam dan mengikuti pendidikan yang berkualitas. Idealnya setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan, baik bagi anak yang normal maupun anak yang berkebutuhan khusus. (Kemendikbud, 2. Anak dengan kebutuhan khusus yaitu anak yang secara signifikan mengalami kelainan atau penyimpangan . isik, mental-intelektual, sosial, dan emosiona. dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Pendidik memiliki peranan yang sangat penting dalam proses menentukan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan referal anak berkebutuhan khusus, guru sekolah luar biasa (SLB) merupakan guru yang profesional dalam bidang pengetahuan anak berkebutuhan Kualitas yang dimiliki guru SLB mempunyai peranan penting dalam menentukan kemampuan penguasaan pengetahuan yang telah dicapai siswa. Namun, untuk dapat menjadi guru yang profesional dan menginspirasi sekaligus mendorong perkembangan potensi siswa, seorang guru juga harus memiliki kreativitas yang tinggi. Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, baik yang benarbenar baru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang sudah ada . Menurut Conny Semiawan bahwa kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subyek dari perspektif baru dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran . Guru yang kreatif menurut Kustilawati Auadalah guru yang tidak hanya pandai tetapi guru harus cerdas dalam mengembangkan keterampilan dan mencari bahan ajar yang betul-betul sesuai dengan peserta didikAy . Kreativitas decoupage adalah salah satu media pembelajaran, disamping dapat menghasilkan tantangan baru, jika dikerjakan dengan terampil juga dapat menambah sumber penghasilan. Karya decoupage sekarang ini mulai diminati orang karena nilai seni dan estetikanya yang tinggi. Kegiatan yang telah dilaksanakan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta untuk membuat kerajinan tangan decoupage . Setiap guru harus menunjukkan performa yang menjadi teladan kreativitas. disamping itu kreativitas tentu juga mendatangkan nilai ekonomi bagi guru, sehingga dengan kreativitas yang dimiliki pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan guru. SLB Negeri 1 Yogyakarta yang beralamat di Jln. Bintaran Tengah No. 3 Yogyakarta. Memiliki visi yang di sebut AuMATARAMANAy yaitu menuju terwujudnya pelayanan pendidikan luar biasa yang Mandiri. Taqwa dan Ramah Anak. AuSesuai dengan tugas dan fungsi lembaga. SLB Negeri 1 Yogyakarta bertugas melaksanakan pelayanan Pendidikan Khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), sejak berdirinya telah diupayakan secara terus menerus untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan mampu hidup mandiri di masyarakatAy. Berdasarkan uraian di atas dapat perlu diadakannya kegiatan pelatihan. Menurut Vidyastuti pelatihan diartikan sebagai proses pengajaran atau pemberian pengalaman kepada seseorang untuk memperoleh pengetahuan, skill, dan sikap untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan . Ini akan diperoleh beberapa keunggulan bagi para guru yaitu keterampilan menghias dengan teknik decoupage. Selain sebagai bekal Volume 14 No. 2 Desember 2023 Laila Nurul Himmah, dkk: Pelatihan Pembuatan Pouch Anyaman Dengan Teknik Decoupage. para guru untuk mengembangkan pengetahuan kreativitas yang akan disalurkan kembali kepada para siswa keterampilan menghias dengan teknik decoupage juga mempunyai nilai jual tinggi sehingga sangat baik untuk para guru mengembangkan peluang usaha berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pelatihan keterampilan dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Oleh karena itu kegiatan dalam bentuk pelatihan sangat relevan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Peningkatan life skill dapat dilakukan dengan pemberdayaan guru melalui Pelatihan Pembuatan Pouch Anyaman Dengan Teknik Decoupage Bagi Guru SLBN 1 Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini yaitu. Meningkatkan kreativitas pembuatan hiasan pouch anyaman yang memiliki nilai jual. Memberikan pengetahuan pembuatan pouch anyaman dengan teknik decoupage dan menanamkan jiwa kewirausahaan guru SLB Negeri 1 Yogyakarta sehingga mampu menghasilkan produk yang banyak diminati konsumen. Memberikan pengetahuan tentang usaha busana meliputi perhitungan harga jual, dan strategi pemasaran. Memperkenalkan dan sosialisasi program studi Tata Busana UNY kepada masyarakat. METODE Bentuk pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan pouch anyaman dengan teknik decoupage bagi guru SLBN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di SLBN 1 Yogyakarta beralamat di Jln. Bintaran Tengah No. 3 Yogyakarta, yang dihadiri sebanyak 25 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari: Kamis, 24 November 2022. Pukul 13. 00 WIB. Metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan adalah ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktik latihan baik kelompok maupun Metode ceramah dan tanya jawab digunakan untuk memberi pembekalan dan penyuluhan tentang materi decoupage berupa konsep. Metode demonstrasi dipilih untuk materi praktikum dengan memberi keterampilan kerajinan decoupage dan menunjukkan proses kerja sehingga dapat memberikan kemudahan bagi peserta pelatihan. Pada metode ini peserta akan mempraktikkan secara optimal semua teknik-teknik dalam pembuatan yang telah diberikan oleh Tim. Adanya kombinasi dari metode ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan secara optimal. PEMBAHASAN Tahapan pelatihan pembuatan pouch decoupage sebagai berikut: Pembuatan decoupage berbahan dasar pouch anyaman pandan. Alat yang digunakan untuk membuat karya seni decoupage yaitu pouch anyaman pandan, tissue decoupage, lem putih, gunting, kuas, sponge dan varnish. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menggunting pola berbahan tissue decoupage sesuai dengan yang diinginkan seperti bentuk bunga, hewan ataupun bentuk yang lain. Setelah digunting sesuai pola yang telah dibuat maka rekatkan tissue decoupage ke pouch anyaman pandan dengan menggunakan lem putih. selanjutnya setelah agak sedikit kering mulai merapikan tissue yang sudah di lem menggunakan sponge dengan cara di tap-tap. Langkah selanjutnya oleskan vernish dengan menggunakan kuas sesuai dengan tissue decoupage. Selesai dan dapat digunakan sebagai tas untuk berpergian atau tempat menyimpan HP, makeup dan masih banyak lagi lainnya. Volume 14 No. 2 Desember 2023 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 1. Alat dan Bahan Decoupage Gambar 2. Penyampaian materi Decoupage Volume 14 No. 2 Desember 2023 pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Laila Nurul Himmah, dkk: Pelatihan Pembuatan Pouch Anyaman Dengan Teknik Decoupage. Awal kegiatan ini, guru diberikan materi tentang cara-cara pembuatan karya seni rupa teknik decoupage dengan menggunakan pouch anyaman pandan yang nantinya memiliki nilai jual dan juga nilai estetika. Sebelum memasuki kegiatan inti, guru diberikan pendalaman materi agar mereka lebih memahami materi terkait seni dan penjelasan tentang hasil karya seni berupa decoupage. Hasil karya seni decoupage ini menggunakan bahan yang berasal dari anyaman pandan. Gambar 3. Pelatihan Teknik Decoupage Pada kegiatan ini, guru mendapatkan pelatihan oleh tim dalam pembuatan karya pouch anyaman pandan dengan teknik decoupage. Pendampingan dilakukan dengan berbagai cara yaitu memberikan contoh dengan mempraktikkan secara langsung karya pouch anyaman pandan dengan teknik decoupage. Penyediaan tenaga pendamping berasal dari tim dosen dan mahasiswa untuk membantu berlangsungnya kegiatan pada saat pelatihan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Gambar 4. Hasil Pouch Anyaman Pandan Teknik Decoupage Volume 14 No. 2 Desember 2023 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan di SLBN 1 Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa kegiatan dengan materi pembuatan pouch anyaman dengan teknik decoupage dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan yang direncanakan. Secara keseluruhan selama kegiatan berlangsung Guru SLBN 1 Yogyakarta mampu membuat pouch anyaman pandan dengan teknik decoupage. Sebagian besar hasil praktik peserta sudah sesuai dengan yang diharapkan, walaupun masih ada yang kurang rapi dalam menempelkan tissue decoupage. Sebagian besar peserta Guru SLBN 1 Yogyakarta telah kompeten dalam membuat pouch anyaman pandan dengan teknik decoupage, maka hasil yang sudah maksimal tersebut dapat menjadi bekal materi untuk disampaikan kepada siswa-siswi SLBN 1 Yogyakarta dan bisa menjadi modal awal untuk merintis usaha baru. Peserta bisa lebih berinovasi dalam pengaplikasian tissue decoupage sehingga menghasilkan karya yang lebih beragam. KESIMPULAN Kesimpulan adalah seluruh peserta . %) Guru SLBN 1 Yogyakarta mengikuti kegiatan pembuatan pouch anyaman dengan teknik decoupage sangat antusias mempraktikkan materi yang diberikan. Hasil praktik peserta pun bervariasi yakni masing-masing peserta membuat kreasi motif yang berbeda dengan mengkombinasikan berbagai macam motif tissue decoupage. Peserta meningkatkan pengetahuan teknik decoupage melalui proses kreativitas dan inovatif dalam rangka menyebarluaskan kepada siswa dan siswi SLB dan dapat meningkatkan pendapatan. Peserta diberikan pembekalan pengetahuan mengenai K3, peluang produk yang saat ini sedang kekinian atau diminati, sehingga produk yang dihasilkan diharapkan banyak diminati oleh konsumen. Keterbatasan pelaksanaan kegiatan ini adalah hanya memberikan Pelatihan Pembuatan Pouch Anyaman Dengan Teknik Decoupage Bagi Guru SLBN 1 Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA