647 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Sosialisasi Lasallian Grotto sebagai Objek Wisata Religi kepada Orang Muda Katolik di Kota Manado Roosalina H. Lucia1. Steven Y. Kawatak2. Oktavianus W. Semuel3. Ambrosius M. Loho4. Christine P. Porajow5 Fakultas Pariwisata. Universitas Katolik De La Salle Manado E-mail: skawatak@unikadelasalle. 1,2,3,4,5 Article History: Received: 12 Februari 2025 Revised: 30 Maret 2025 Accepted: 11 April 2025 Keywords: Wisata Religi. Atraksi. Amenitas. Aksesibilitas Abstract: Wisata religi merupakan aktivitas pariwisata yang dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat sakral atau berkaitan dengan religi sambil berekreasi. Universitas Katolik De La Salle Manado memiliki suatu atraksi yaitu Lasallian Grotto yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi suatu destinasi wisata religi. Namun demikian harus diperhatikan bahwa Lasallian Grotto masih dapat terus dikembangkan pengembangan destinasi wisata, yaitu Atraksi. Amenitas, dan Aksesibilitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado dengan tujuan untuk memperkenalkan Lasallian Grotto kepada khalayak ramai dan pada waktu yang sama mencoba untuk menganalisis berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh destinasi wisata ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa atraksi yang ada sudah cukup baik namun amenitas yang ada masih sangat terbatas. Ditemukan pula bahwa aksesibilitas Lasallian Grotto kurang cocok untuk pengunjung yang sudah berusia di atas 40 tahun karena kondisi jalan yang curam dan kurang mulus. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan yang dapat membantu berkembangnya perekonomian nasional dengan menciptakan lapangan kerja baru dan bertumbuhnya sektor-sektor lain sebagai penyanggah industri pariwisata (Kawatak. Koondoko, & Montolalu, 2. Sholihah . menyatakan bahwa semenjak adanya pandemi COVID-19, mulai terjadi pergeseran tren di dunia pariwisata, di mana tingkat kunjungan ke destinasi-destinasi wisata alternatif semakin Hal ini terjadi karena adanya minat atau motivasi khusus untuk berkunjung dan melakukan aktivitas tertentu, termasuk untuk berwisata religi (Marsono. Prihantoro. Irawan, & Sari, 2. Tirtawati dkk. menyimpulkan bahwa wisata religi merupakan aktivitas pariwisata yang dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat sakral atau berkaitan dengan religi sambil berekreasi. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Masing-masing destinasi wisata pasti memiliki keunikan yang membuat wisatawan ingin datang berkunjung dan melakukan kegiatan wisata di tempat tersebut. Di dalam dunia pariwisata terdapat unsur 3A yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap destinasi wisata, dikarenakan unsur-unsur ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan, dan juga minat wisatawan buat berkunjung kembali ke destinasi wisata yang mereka Unsur 3A menurut Yoeti . Atraksi, yaitu apa yang menjadi daya tarik utama dari sebuah destinasi wisata. Atraksi ini meliputi segala sesuatu yang bisa dinikmati oleh wisatawan, seperti apa yang bisa dilihat oleh wisatawan, apa yang bisa didengar, dirasakan atau dilakukan oleh wisatawan, seperti daya tarik alam, budaya, maupun hasil buatan manusia/masyarakat setempat. Purwadinata dan Ambarwati . menunjukkan bahwa daya tarik ini dapat berupa: Something to See, merupakan konsep destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan berbagai pilihan atraksi untuk disaksikan, tetapi juga menyediakan fasilitas rekreasi yang dapat membuat wisatawan merasa nyaman dan betah untuk tinggal lebih lama di tempat Something to Do, mengacu pada daerah destinasi wisata yang harus memiliki objek dan atraksi yang unik dan berbeda dari tempat lain. Daerah ini perlu memiliki daya tarik khusus yang dapat menarik minat wisatawan sehingga menawarkan pengalaman yang khas dan berkesan. Something to Buy, berarti destinasi wisata tersebut harus menyediakan fasilitas berbelanja terutama untuk barang-barang souvenir dan kerajinan tangan masyarakat lokal, ini memungkinkan para wisatawan untuk membawa pulang cenderamata khas dari tempat yang mereka kunjungi juga dengan menambah pengalaman dari para wisatawan. Something to Learn, yaitu destinasi wisata tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik para wisatawan dengan memberikan mereka pemahaman yang lebih dalam tentang budaya-budaya yang ada di tempat destinasi dan menciptakan pengalaman yang lebih berharga dan berkesan bagi para wisatawan itu sendiri. Amenitas, yaitu fasilitas-fasilitas pendukung dari sebuah destinasi wisata. Contohnya seperti fasilitas dasar seperti toilet, tempat parkir, tempat beribadah, tempat untuk beristirahat, hingga tempat makan. Aksesibilitas, yaitu merupakan beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan pada saat mereka akan berkunjung ke sebuah destinasi wisata yang meliputi akses informasi hingga Contohnya meliputi informasi perjalanan, akses menuju lokasi wisata, dan Lasallian Grotto Universitas Katolik De La Salle Manado yang terletak di Kota Manado. Sulawesi Utara, memiliki daya tarik yang potensial untuk dikembangkan sebagai sebuah destinasi wisata religi. Destinasi ini merupakan sebuah Gua Maria yang dibangun dengan tujuan untuk tempat berziarah dan berdoa kepada Maria. Bunda Yesus, untuk meminta berkat dan tuntunan. Lasallian Grotto diresmikan oleh Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu. MSC pada tanggal 19 Juli 2023. Sampai saat ini. Lasallian Grotto belum sepenuhnya dieksplorasi, dikembangkan, dan dikelola secara optimal oleh Yayasan Perguruan Tinggi Universitas (YPTU) De La Salle, sebagai pengelola, untuk menjadi destinasi wisata religi yang Selain itu masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi Lasallian Grotto Universitas Katolik De La Salle Manado dan hal tersebut menjadi salah hambatan dalam mengembangkan potensi Lasallian Grotto sebagai destinasi wisata religi yang ada di Kota Manado. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 1. Peresmian Lasallian Grotto Sumber: Akun Instagram @unikadelasalle . Berdasarkan paparan di atas. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado (UKDLSM) memandang perlu adanya suatu kegiatan untuk mensosialisasikan Lasallian Grotto sebagai suatu destinasi wisata religi yang potensial kepada masyarakat, terutama yang beragama Katolik, di Manado dan pada saat yang sama melihat komponen-komponen pengembangan pariwisata yang sudah baik ataupun masih dapat dikembangkan oleh pihak pengelola. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diawali dengan tahapan persiapan, di mana beberapa anggota Tim PkM Fakultas Pariwisata UKDLSM melakukan kunjungan dan observasi di Lasallian Grotto dan juga pada saat yang sama melakukan pembersihan area sekitar Selanjutnya, dilakukan kunjungan ke beberapa Paroki yang berada di bawah naungan Keuskupan Manado untuk menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil kunjungan menunjukkan adanya ketertarikan dari beberapa organisasi Orang Muda Katolik (OMK) yang berada di beberapa Paroki tersebut untuk berkunjung ke Lasallian Grotto. Langkah selanjutnya adalah mencocokkan waktu yang tepat yang dapat mengakomodir ketersediaan waktu, baik bagi Tim Pelaksana maupun OMK yang akan hadir. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di Lasallian Grotto yang berlokasi pada area Universitas Katolik De La Salle Manado. Peserta kegiatan adalah Legio Mariae OMK Presidium Bunda Maria Penolong Abadi dan OMK St. Fransiskus Assisi Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Civitas Akademik Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado, serta para mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan PkM. Susunan acara pada kegiatan ini meliputi prosesi Jalan Salib dan Ibadah Rosario, pemaparan materi, tur sekitaran destinasi, dan pembagian kuesioner. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hari pelaksanaan, para peserta kegiatan diminta untuk berkumpul di pintu gerbang UKDLSM. Para peserta yang berasal dari Legio Mariae OMK Presidium Bunda Maria Penolong Abadi dan OMK St. Fransiskus Assisi Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike disambut oleh Tim Pelaksana PkM dari Fakultas Pariwisata UKDLSM. Gambar 2. Penyambutan Peserta Sumber: Dokumentasi Tim PkM . Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan prosesi Jalan Salib, dikenal juga sebagai Via Dolorosa, yang merupakan aktivitas untuk memperingati masa sengsara atau beberapa jam terakhir yang dilalui oleh Yesus Kristus. Aktivitas ini dilakukan dengan beribadah untuk semakin meningkatkan keimanan umat. Prosesi dilakukan dengan melewati 14 Perhentian yang berada di sepanjang jalan menuju Lasallian Grotto yang berjarak kurang lebih 250 meter dari pintu gerbang. Gambar 3. Jalan Salib Sumber: Dokumentasi Tim PkM . Setibanya di Lasallian Grotto, acara selanjutnya adalah Ibadah Rosario yang wajib diadakan setiap hari di sepanjang bulan Mei dan Oktober oleh Umat Katolik di seluruh dunia. Ibadah ini a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 ditujukan kepada Bunda Maria untuk meminta berkat dan pertolongan Bunda Allah dalam berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Umat Katolik. Gambar 4. Ibadah Rosario Sumber: Dokumentasi Tim PkM . Acara lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang wisata religi oleh Tim Dosen Fakultas Pariwisata UKDLSM yang kemudian dilanjutkan dengan tur di sekitaran Lasallian Grotto untuk memperlihatkan berbagai fasilitas penunjang yang ada. Setelahnya diadakan acara ramah tamah dan ditutup dengan pembagian kuesioner terkait komponen pengembangan destinasi wisata religi Lasallian Grotto. Gambar 5. Pengisian Kuesioner Sumber: Dokumentasi Tim PkM . Hasil pengolahan data kuesioner menunjukkan bahwa terkait atraksi wisata di Lasallian Grotto, variabel Ausesuatu yang dapat dibeliAy mendapat tanggapan netral dari para peserta kegiatan karena adanya keterbatasan kesediaan tempat yang menyediakan souvenir di destinasi wisata ini, sedangkan tiga variabel lainnya mendapatkan respon yang positif. Ketersediaan amenitas seperti restoran, toilet, area parkir, dan fasilitas kesehatan juga mendapatkan respon yang belum positif dari para peserta. Terkait aksesibilitas destinasi, para peserta mengatakan bahwa untuk usia di atas 40 tahun, destinasi wisata ini masih belum cocok karena akses jalan yang curam dan kondisinya kurang baik. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Tabel 1. Hasil Kuesioner Komponen 3A Variabel Sesuatu yang dapat dilihat Sesuatu yang dapat dilakukan Atraksi Sesuatu yang dapat dibeli Sesuatu yang dapat diketahui Fasilitas restoran Fasilitas toilet umum Amenitas Fasilitas parkir Fasilitas kesehatan Aksesibel untuk usia 20 tahun ke bawah Aksesibel untuk usia 21-40 tahun Aksesibilitas Aksesibel untuk usia 41-60 tahun Aksesibel untuk usia di atas 60 tahun Sumber: Data diolah . Rerata Persepsi Sangat Setuju Sangat Setuju Netral Setuju Netral Netral Netral Netral Sangat Setuju Sangat Setuju Netral Tidak Setuju KESIMPULAN Hasil PkM yang telah diperoleh adalah bahwa kegiatan PkM Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado telah dilaksanakan dengan baik dengan topik AuPengembangan Lasallian Grotto Universitas Katolik De La Salle sebagai Destinasi Wisata Religi di Kota ManadoAy dengan peserta kegiatan yang terdiri dari Orang Muda Katolik Legio Mariae Orang Muda Katolik (OMK) Presidium Bunda Maria Penolong Abadi dan OMK St. Fransiskus Assisi Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Civitas Fakultas Pariwisata Unika De La Salle Manado. Hasil lain yang diperoleh menunjukkan bahwa Lasallian Grotto memiliki potensi yang baik untuk menjadi salah satu destinasi wisata religi/ziarah di Kota Manado. Peserta kegiatan menilai bahwa atraksi yang ada sudah cukup baik karena kondisi Gua Maria yang sudah tertata dengan baik untuk penyelenggaraan kegiatan ibadah Katolik seperti Rosario dan Misa Syukur, terutama untuk anak muda. Walaupun atraksi yang ada sudah cukup baik, masih ditemukan beberapa hal yang dapat ditingkatkan oleh pengelola Lasallian Grotto agar dapat menjadi destinasi wisata yang lebih baik lagi. Ketersediaan toko souvenir dan fasilitas penunjang lain seperti restoran, toilet, area parkir, dan fasilitas kesehatan masih belum mendapatkan respon yang baik dari para peserta. Demikian juga kondisi akses ke Lasallian Grotto yang curam dan dalam kondisi berbabtu-batu akan menurunkan daya jual destinasi wisata ini bagi pengunjung potensial yang berusia di atas 40 Adapun saran yang dapat diberikan adalah kegiatan PkM Fakultas Pariwisata UKDLSM sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan dan sedapat mungkin menjangkau dan memprioritaskan masyarakat lokal yang membutuhkan lebih banyak perhatian dalam hal menjaga kebersihan destinasi wisata. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 DAFTAR REFERENSI Kawatak. Koondoko. , & Montolalu. Dampak Ekonomi Tomohon International Flower Festival terhadap Petani dan Penjual Bunga Lokal. Lensa Ekonomi, 15. , 1-10. Marsono. Prihantoro. Irawan. , & Sari. Dampak Pariwisata Religi Kawasan Masjid Sunan Kudus terhadap Ekonomi. Lingkungan, dan Sosial-budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada Press. Purwadinata. , & Ambarwati. Analisis Potensi dan Daya Tarik Obyek Wisata Pantai Saliper Ate Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11. , 61-71. Sholihah. Pengaruh Tren Pariwisata Alternatif terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Milenial (Studi pada Destinasi Ekowisata di Yogyakart. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA . Tirtawati. Dianasari. , & Saputra. The Challenge of Young Generation Involvement in Sustainable Tourism Development: "Case Study of Jatiluwih Tourism Village Bali-Indonesia". Journal of Advanced Management Science, 6. , 25-32. Yoeti. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa. ISSN : 2828-5700 .