Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 4, April 2024 ISSN: 27342488 UPAYA BELA NEGARA WUJUD CINTA TERHADAP BANGSA & NEGARA DIKALANGAN GENERASI MUDA Alpiana Puja Septiani1, Sino Hafid Syabani2, Rizka Fadilah3, Tegar Ramadhan4, Supriyono5 Email: alpianapuja@upi.edu1, sinohafidsyabani@upi.edu2, rizkafadilah@upi.edu3, tegarramadhan26@upi.edu4, supriyono@upi.edu5 Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Penelitian ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran generasi muda dalam memahami mentalitas bela negara sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap negara. lebih jauh lagi, menyoroti pentingnya melindungi negara di kalangan generasi muda. Menjaga negara merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap penduduk Indonesia, termasuk kita sebagai generasi muda. Dalam hal menjaga negara di masa globalisasi yang sedang berlangsung, sejauh yang kita ketahui, peningkatan inovasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai generasi muda. Oleh karena itu, tentunya kita sebagai generasi muda harus ikut ambil bagian dan menjadi garda terdepan dalam menjaga kejujuran dan kemajuan negara Indonesia. Pengamanan publik dapat ditunjukkan dengan kemampuan dan panggilan setiap individu. Ikut membahagiakan negara melalui prestasi di berbagai bidang, termasuk membela negara. Kata Kunci: Kecintaan Terhadap Negara, Kesadaran Bela Negara, Peran Generasi Muda. ABSTRACT This research is expected to raise the awareness of the younger generation in understanding the mentality of defending the country as a form of love for the country. Furthermore, it highlights the importance of protecting the country among the younger generation. Protecting the country is an important thing to do in everyday life by every Indonesian citizen, including us as a young generation. In terms of maintaining the country in the ongoing globalization era, as far as we are concerned, the rapid increase in innovation and technological development can be a challenge for us as a young generation. Therefore, of course, we as a young generation must take part and be the frontline in maintaining the honesty and progress of the Indonesian state. Public security can be demonstrated by the ability and vocation of each individual. Participate in making the country happy through achievements in various fields, including defending the country. Keywords: Patriotism Awareness, National Defense, Youth Engagement. 5 PENDAHULUAN Generasi muda merupakan elemen penting yang sangat diandalkan oleh negara Indonesia dalam memahami standar negara (Prasetyo et al., 2021). Generasi muda saat ini sudah selayaknya turut serta dalam upaya menjaga bangsa dengan menunjukkan sikap positif yang sesuai dengan falsafah negara dan konstitusi yang berlaku di Indonesia.(Suryatni, 2019) Jiwa bela negara dapat tercermin dari kesadaran generasi muda akan prinsip-prinsip yang harus dipatuhi dan dilaksanakan, dan bela negara dalam pembinaan yang dapat dilakukan dengan menempuh pendidikan secara penuh kesadaran dan semangat membaca untuk upaya meningkatkan kualitas diri(S. K. Rahayu, 2021)(Azzaria, 2021). Pemuda atau generasi muda merupakan sumber daya manusia yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung pertahanan bangsa Indonesia. Melalui pendidikan bela negara terhadap pemuda diharapkan para pemuda memiliki kemampuan dasar bela negara dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa Indonesia(Puspitasari, 2021). Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, dan pesatnya era globalisasi membuat momok yang sangat mengancam dikalangan pemuda, hilangnya jati diri bangsa, identitas nasional, dan sikap apatis terhadap bela negara dapat kita lihat dikalangan pemuda. Hal ini dapat menyebabkan beberapa faktor kerugian yang sangat krusial bagi bangsa dan negara(M. Rahayu et al., 2019). Kerugian dari faktor sikap apatisme dapat menyebabkan hilangnya jiwa patriorisme dikalangan pemuda, mudahnya dipecah belah karena pemuda yang mempunyai sikap apatis terhadap bela negara cenderung tidak siap dalam menghadapi ancaman baik ancaman dari luar maupun dari dalam negeri, selain itu sikap apatis pemuda terhadap bela negara dapat melemahkan pertahanan negara yang disebabkan kurangnya sumber daya manusia yang mampu dan dan terampil, dan dapat menyebabkan kualitas pemimpin negara menjadi menurun, dikarenakan pemuda cenderung bersikap acuh dalam berkontribusi terhadap Pembangunan negara indonesia(Suriata, 2019). Penurunan kesadaran ini terus terjadi terus menerus seiring berkembangnya zaman, pendidikan-pendidikan tentang kewarganegaraan kurang mampu mendobrak kesadaran para pemuda dalam mewujudkan upaya bela negara sebagai wujud cinta terhadap bangsa dan negara (Azzaria, 2021). Terdapat banyak faktor yang menyebabkan pendidikan kewarganegaraan seperti bela negara dianggap tidak penting oleh kalangan muda. Generasi muda cenderung menganggap di zaman modern tidak ada faktor-faktor yang dapat mengancam negara dan kesatuan bangsa. Penurunan kesadaran dikalangan pemuda ini bisa kita lihat dengan maraknya kecendrungan anak muda untuk lebih puas dengan citra hidup negara lain. Kalangan muda di masa kini lebih memilih atribut westerinasi (Gunawan & Suniasih, 2022; Pratama & Najicha, 2022; Umra, 2019; Vijayantera, 2020) Westernisasi adalah proses Dimana unsur-unsur barat, seperti nilai, norma dan gaya hidup orang barat, dapat diterima dinegara non barat, yang dimana sebelumnya Masyarakat dinegara tersebut memiliki budaya yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh globalisasi, media massa dan interaksi budaya (fi Rachmattullah R Dicky Kartika B.S3 EvaHayati1, 2023). Faktor-faktor diatas juga diperburuk dengan tidak adanya kepedulian sosial kalangan muda, dan tingkat individualisme yang tinggi. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan untuk bisa mendobrak semangat bela negara terutama pada generasi muda, yang bermanfaat bagi negara. Manfaat yang didapatkan diantaranya meningkatnya keamanan pertahanan, penguatan solidaritas nasional, membangun keterampilan kemandirian dan lain-lain. ME TODE PE NE LITIA N Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif menggunakan data lapangan dengan cara menyebarkan angket atau kuesioner secara terbuka i i i i i 6 sehingga didapatkan data yang akan dianalisis . Metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran bela negara pada kaum muda dan upaya apa yang akan dilakukan sebagai aksi nyata bela negara wujud cinta tanah air. HASIL DAN PEMBAHASAN Bela negara adalah sikap, watak atau suatu aktivitas penduduk dalam rangka rasa cinta tanah air terhadap nusa bangsa dan negara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa dan negara, kesediaan untuk menghadapi setiap intimidasi, tantangan, dan rintangan. Suatu ancaman berbahaya yang datang dari dalam maupun dari luar. ketahanan bangsa dan negara, kehormatan daerah, dan kehormatan Pancasila dan UUD 1945. Menurut Sunarso (2008), yang harus dijaga dalam menjaga negara adalah memuat 4 hal, yaitu otonomi dan kekuasaan negara, solidaritas dan kejujuran masyarakat, keterpercayaan daerah dan kelestarian masyarakat, serta keutamaan Pancasila dan UUD 1945. Dalam mengembangkan kepribadian bela negara, generasi muda menjadi sebuah sasaran utama dalam pengembangan tersebut. Yaitu generasi muda sebagai agent of change dan agent of control. Taufik Abdulah (1974) menyatakan bahwa generasi muda merupakan pribadi yang antusias, garang serta penuh harapan. Tetapi tidak mempunyai cukup kendali dalam mengontrol diri. Sebagaimana dikemukakan oleh Mukhlis (2007) remaja merupakan usia yang bahunya dibebani dengan asumsi-asumsi yang berbeda-beda, terutama dari berbagai usia. Dapat dikatakan bahwa generasi muda adalah masa depan, generasi reformis yang harus mengisi dan melanjutkan sebuah Pembangunan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian melalui metode pendekatan langsung dengan beberapa sample terkait, mereka menyebutkan bahwa “kesadaran bela negara itu penting karena jika tidak ada yang sadar akan pentingnya bela negara maka negara tersebut tidak akan maju. Sebagai generasi muda calon-calon pemimpin/penerus bangsa yang menjadi ujung tombak pertahanan negara, kita harus ikut terlibat dalam membela negara agar negara kita terjaga“. Peran pemuda dalam membela negara saat ini dapat dilihat dari banyaknya pemuda yang mengikuti perkumpulan pemuda seperti, pemuda masjid, karang taruna dan kegiatan lainnya, dilingkungan masyarakat. Di lingkungan sekolah, generasi muda juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang mengangkat isu-isu bela negara, seperti paskibra, dan pramuka. Bukan hanya itu, generasi muda pada zaman sekarang ini banyak menorehkan manifestasi gemilang di bidang pendidikan, olah raga, dan berbagai bidang lainnya, mereka berjuang dan berupaya untuk membela negara Indonesia. Di kalangan umum juga, banyak anak muda menjadi anggota dari penyedia layanan yang penuh kasih. Mentalitas dan perilaku ini akan menjadi tahap awal bagi generasi muda untuk mendapatkan manfaat dari Garda Publik. Agar generasi muda tetap memperhatikan Perlindungan Publik, harus ada arahan, dukungan, inspirasi dan penghargaan. KESIMPULAN Di masa globalisasi dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, risiko perlindungan publik memiliki struktur yang sangat rumit, sehingga kita harus menanamkan kesadaran akan pentingnya bela negara kepada semua warga negara, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa, dan tak kalah penting juga untuk mencapai atau mewujudkan suatu tujuan tersebut.Yaitu tujuan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). DAFTAR PUSTAKA Azzaria, S. (2021). Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Pada Generasi Milenial. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 19(1), 57–74. https://doi.org/10.35905/diktum.v19i1.1925 fi Rachmattullah R Dicky Kartika B.S3 EvaHayati1, K. R. N. Y. B. (2023). Pengaruh Westernisasi 7 Terhadap Mahasiswa Teknik Lingkungan 2022 Kelas C UPN “ Veteran ” Jawa Timur. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 743–748. Gunawan, D. M. R., & Suniasih, N. W. (2022). Profil Pelajar Pancasila dalam Usaha Bela Negara di Kelas V Sekolah Dasar. MIMBAR PGSD Undiksha, 10(1), 133–141. https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v10i1.45372 Kristiani, R. N. (2022). Membangun Sikap Bela Negara dengan Nilai Pancasila dalam Ruang Lingkup Masyarakat Masa Kini. Jurnal Pancasila Dan Bela Negara, 2(2), 33–40. Prasetyo, D., Manik, T. S., & Riyanti, D. (2021). Konseptualisasi Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Upaya Bela Negara. Jurnal Pancasila Dan Bela Negara, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1.4382 Pratama, M. I., & Najicha, F. U. (2022). Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Pada Setiap Individu Dengan Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 1403–1409. http://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/2733 Puspitasari, S. (2021). Pentingnya Realisasi Bela Negara Terhadap Generasi Muda Sebagai Bentuk Cinta Tanah Air. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(1), 72–79. https://doi.org/10.52483/ijsed.v3i1.43 Rahayu, M., Farida, R., & Apriana, A. (2019). Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa. Epigram, 16(2), 175–180. https://doi.org/10.32722/epi.v16i2.2232 Rahayu, S. K. (2021). Penguatan Kesadaran Bela Negara Pada Remaja Milenial Menuju Indonesia Emas. Pedagogika, 12(2), 134–151. https://doi.org/10.37411/pedagogika.v12i2.711 Suriata, I. N. (2019). Aktualisasi Kesadaran Bela Negara Bagi Generasi Muda Dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional. Jurnal Administrasi Publik, 4(1), 47–56. https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/public-inspiration/article/view/1273/909 Suryatni, L. (2019). Bela Negara Sebagai Pengejawantahan Dalam Ketahanan Nasional Berdasarkan Uud Nri 1945. Bela Negara Sebagai Pengejawantahan Dalam Ketahanan Nasional Berdasarkan UUD NRI 1945, 10(1), 49–62. Umra, S. I. (2019). Penerapan Konsep Bela Negara, Nasionalisme Atau Militerisasi Warga Negara. Jurnal Lex Renaissance, 4(1), 164–178. https://doi.org/10.20885/jlr.vol4.iss1.art9 Vijayantera, I. W. A. (2020). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (September, 2020). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8(3), 22–28. 8