Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Peningkatan Hasil Belajar PAI Materi Zakat Fitrah Dengan Metode Discovery Learning Kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak Yuni Jepani1. Risno2 1 SDIT Mardhatillah 2 SDN 29 Rantau Batu Pasar Correspondence:risno8740@gmail,com Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 20 Feb 2025 Accepted 30 Maret 2025 Keyword: Classroom action Reseach. Interactive Technology. Religious Education. Islamic Teachings. Student Engagement. SD Negeri 36 Labuhan Tanjak ABSTRACT A teacher is required to develop an optimal learning program to ensure an effective and efficient learning process. A common problem in the field is that students lack enthusiasm during the lesson. When the teacher explains, many students are distracted and distracted by their own activities, such as chatting, joking, and even wandering in and out of the classroom. The conventional learning model makes it difficult for students to understand the material presented. This results in a lack of conceptual understanding in science subjects, one of which is characterized by low student learning So far, in PAI learning, especially on zakat fitrah material, teachers at SDN 36 Labuhan Tanjak have used a conventional approach which tends to be teacher-centred. Lecture and memorization methods are often the main choice. Teachers usually deliver material directly by giving lengthy explanations, while students are asked to listen, take notes and Student activity in progress Learning is often limited to answering questions asked by the teacher and working on practice questions Seeing the low learning outcomes and lack of active student participation in the learning process, teachers felt the need to make changes to their teaching methods. The motivation to take these new actions grew stronger when teachers realized that conventional learning models were unable to optimally meet students' learning needs, especially in facilitating critical and independent thinking. Teachers began to seek more interactive methods that directly involved students in the learning process. Based on the facts above, one alternative solution to the problem is to implement the Discovery Learning model to improve Fiqh learning activities, particularly on Zakat Fitrah and its provisions. The Discovery Learning model is a learning model that conditions students to become accustomed to finding, searching for, and discussing things related to the lesson. This learning model prioritizes the teacher's role in creating learning situations that involve students in active and independent learning. Learning activities emphasize direct student involvement so that students can experience and discover for themselves the concepts they must master. The Discovery Learning model will make learning more meaningful because it will transform passive learning conditions into active and creative ones and shift learning from teacher-oriented to student-oriented ones. Thus, it is hoped that students will better understand the learning material presented. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI FOUNDATION. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Belajar merupakan satu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut Slamet bahwa belajar ialah suatu prose susaha yang dilakukan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 seseorang untuk memperoleh suatuperubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Selanjutnya Menurut Trianto bahwa Belajar adalah proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan maupun individu itu sendiri. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan-tujuan dan untuk memperoleh target yang diharapkan guru. Dalam rangka usaha kita untuk mewujudkan hasil belajar yang baik, dan menjadikan anak didik (Peserta didi. semangat untuk belajar maka perlu adanya seorang pendidik . yang professional diantaranya memiliki metode atau strategi tersendiri di dalam mengajar. Seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang optimal, sehingga terwujud proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Permasalahan yang kemudian muncul di lapangan sehubungan hal tersebut adalah peserta didik merasa kurang antusias selama mengikuti pembelajaran yang berlangsung, ketika guru menerangkan banyak diantaranya yang tidak memperhatikan dan sibuk dengan kegiatan masing- masing seperti mengobrol, bercanda bahkan ada yang keluar masuk ruangan. Dengan model pembelajaran yang masih konvensional membuat peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Salah satunya ditandai dengan rendahnya hasil belajar peserta didik. Selama ini, dalam pembelajaran PAI, terutama pada materi zakat fitrah, guru di SDN 36 Labuhan Tanjak telah menggunakan pendekatan konvensional yang cenderung berpusat pada guru. Metode ceramah dan penghafalan sering kali menjadi pilihan utama. Guru biasanya menyampaikan materi secara langsung dengan memberikan penjelasan panjang lebar, sementara siswa diminta untuk mendengarkan, mencatat, dan menghafal. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sering kali terbatas pada menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan mengerjakan soal-soal latihan yang Meskipun metode ini mampu menyampaikan informasi secara cepat, namun ternyata memiliki beberapa Penggunaan metode ceramah yang dominan membuat siswa menjadi pasif. Mereka hanya mendengarkan tanpa banyak kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya, siswa menjadi kurang antusias dan motivasi belajarnya menurun. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep yang seharusnya mereka kuasai, seperti yang terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa pada materi zakat fitrah. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa secara umum nilai rata-rata kelas hanya mencapai 57 dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. yang telah ditentukan untuk mata pelajaran PAI di sekolah tersebut yaitu 70. Dengan presentase rata-rata 50 % peserta didik di kelas V menguasai mata pelajaran PAI sedangkan 50% peserta didik kurang menguasai dan memahami mata pelajaran PAI. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik kurang menguasai dan memahami mata pelajaran PAI. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan selama ini kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Dari pemaparan diatas, menunjukan bahwa terdapat keterkaitan antara rendahnya pemahaman peserta didik dengan proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Model, teknik dan sumber belajar yang digunakan oleh guru selama kegiatan pembelajaran kurang cocok dengan mata pelajaran PAI yang tidak hanya menekankan pada penghafalan materi semata. Maka dari itu guru harus lebih kreatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang akan disampaikan. Sebagai guru yang baik dituntut untuk dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang kondusif . Hal ini dimaksudkan agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Melihat rendahnya hasil belajar dan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, guru merasa perlu untuk melakukan perubahan dalam metode pembelajaran. Motivasi untuk melakukan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 tindakan baru ini semakin kuat ketika guru menyadari bahwa model pembelajaran konvensional tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa secara optimal, terutama dalam memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis dan mandiri. Guru mulai mencari metode yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Berpedoman pada fakta-fakta diatas, salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil adalah dengan penerapan model Discovery Learning sebagai upaya meningkatan kegiatan pembelajaran Fiqih khususnya pada materi Zakat Fitrah dan ketentuannya. Model Discovery Learning adalah salah satu model pembelajaran yang mengkondisikan peserta didik untuk terbiasa menemukan, mencari, dan mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Model pembelajaran ini mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar yang melibatkan peserta didik belajar secara aktif dan mandiri. Kegiatan pembelajaran menekankan agar peserta didik terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengalami dan menemukan sendiri konsep-konsep yang harus ia kuasai. Model Discovery Learning akan membuat pembelajaran lebih bermakna karena akan mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif serta mengubah pembelajaran yang semula teacher oriented ke student oriented. Dengan demikian diharapkan peserta didik lebih memahami materi pembelajaran yang disampaikan. Guru berharap, dengan menerapkan Discovery Learning, pembelajaran PAI, khususnya pada materi zakat fitrah, akan menjadi lebih efektif. Siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga benar-benar memahami konsep zakat dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan prestasi dan hasil belajar siswa akan meningkat, serta pembelajaran PAI menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa RESEARCH METHODS Penelitian yang mengangkat judul AuPeningkatan Hasil Belajar PAI Materi Zakat Fitrah Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning Pada Siswa Kelas V SDN 36 Labuhan TanjakAy, ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. Penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research merupakan penelitian tindakan . ction researc. , yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar di kelas. Penelitian tindakan kelas mempunyai fokus terapan, di mana peneliti mengumpulkan data berdasarkan pada metode kuantitatif maupun metode kualitatif atau bahkan kedua-duanya Jenis penelitian yang di gunakan dalam bahasan ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. , penelitian ini juga termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Karena dalam melakukan tindakan kepada subyek penelitian yang sangat diutamakan adalah mengungkap makna, yakni makna dan proses pembelajaran fiqih sebagai upaya mengoptimalkan dan meningkatkan siswa melalui tindakan yang dilakukan. Pada prinsipnya diterapkannya penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas. Sebagai salah satu penelitian yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan di dalam kelas, menyebabkan terdapatnya beberapa model atau desain yang dapat diterapkan. Desain tersebut di antaranya: . Model Kurt Lewin, . Model Kemmis & McTaggart, . Model Dave Ebbutt, . Model John Elliot, . Model Hopkins, dan masih ada beberapa model lain, yang pada prinsipnya merupakan pengembangan dari model yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain penelitian dari Model Kemmis dan Mc Taggart. Desain penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahap, yaitu:perencanaan . , tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Hubungan antara keempat komponen tersebut menunjukkan sebuah siklus . berkelanjutan dan Siklus inilah yang sebenarnya menjadi salah satu ciri utama dari penelitian tindakan kelas, yaitu bahwa penelitian tindakan kelas harus dilaksanakan dalam bentuk siklus, bukan satu kali tindakan Putaran atau siklus tersebut berulang terus sampai mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Pelaksanaan PTK minimal dilakukan dalam dua kali siklus. Adapun pelaksanaan PTK dalam skripsi ini dilakukan dua kali siklus. Dalam setiap siklus dilakukan satu tindakan diwujudkan dalam kegiatan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 pembelajaran selama satu kali pertemuan yang lamanya 2 x 35 menit. Pelaksanaan PTK dimulai dengan siklus pertama. Apabila dalam siklus pertama sudah menunjukkan perbaikan atau keberhasilan dan hambatan dari kegiatan yang dilakukan maka guru dan peneliti menentukan rancangan siklus kedua. Kegiatan pada siklus kedua dapat berupa kegiatan yang sama pada siklus pertama, tetapi pada umumnya kegiatan pada siklus kedua mempunyai tambahan perbaikan dari tindakan terdahulu. Jika peneliti merasa belum puas dengan keberhasilan pada siklus pertama dan kedua maka boleh melanjutkan ke siklus berikutnya dan seterusnya sampai guru dan peneliti merasa puas dengan penelitian tindakan kelas yang dilakukan. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar evaluasi kondisi awal siswa Kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak untuk Zakat Fitrah dengan model pembelajaran mengunakan Pembelajaran Discovery Learning diperoleh nilai rata Ae rata kondisi awal sebesar 69,2 dengan nilai tertinggi adalah 80 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 60 terdapat 1 orang dengan ketentusan belajar 66,7% dan yang tidak tuntas 16,7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa Kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak pada siklus 1 untuk Zakat Fitrah dengan model pembelajaran. Pembelajaran Discovery Learning diperoleh nilai rata Ae rata siklus 1 sebesar 77,5 dengan nilai tertinggi adalah 90 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 65 terdapat 1 orang dengan ketuntasan belajar 83% dan yang tidak tuntas Pada siklus II untuk materi Zakat Fitrah sub diperoleh nilai rata Ae rata siklus II sebesar 80,8 dengan nilai tertinggi adalah 95 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 70 terdapat 1 orang dengan ketuntasan belajar 90% dan yang tidak tuntas 10%. Sedangkan pada siklus i untuk materi Zakat Fitrah sub diperoleh nilai rata Ae rata siklus i sebesar 86,7 dengan nilai tertinggi adalah 100 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 70 terdapat 1 orang dengan ketuntasan belajar 100% dan yang tidak tuntas 0%. Berdasarkan data hasil belajar siswa dari siklus I, siklus II, dan siklus i menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa Kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak tahun pelajaran 2024/2025 menunjukan peningkatan hasil belajar siswa pada materi yang sama yaitu Zakat Fitrah. Hal ini disebabkan pada siklus I, siklus II, dan siklus i menunjukan peningkatan hasil belajar siswa pada materi yang sama yaitu Zakat Fitrah. Hal ini disebabkan pada siklus I, siklus II, dan siklus i Sudah menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan aktivitas siswa yang paling dominan dilakukan yaitu bekerja sama mengerjakan LKPD dan berdiskusi. Hal ini menunjukan bahwa siswa saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat santoso . alam anam, 2000:. yang menyatakan bahwa pembelajaran Discovery Learning mendorong siswa dalam kelompok belajar, bekerja dan bertanggung jawab dengan sungguhAesungguh sampai selesainya tugasAe tugas individu dan kelompok. Kemampuan guru dalam pengelolaan model pembelajaran kooperatif tipe Pembelajaran Discovery Learning menurut hasil penilaian pengamat termasuk kategori baik untuk semua aspek. Berarti secara keseluruhan guru telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola Pembelajaran Discovery Learning pada Zakat Fitrah . Hal ini sesuai dengan pendapat Ibrahim . , bahwa guru berperan penting dalam mengelola kegiatan mengajar, yang berarti guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang suatu kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga minat dan motivasi siswa dalam belajar dapat ditingkatkan. Pendapat lain yang mendukung adalah piter . alam Nur dan Wikandari 1. Kemampuan seorang guru sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien. Berdasarkan hasil angket respons siswa terhadap model pembelajran kooperatif tipe Pembelajaran Discovery Learning yang diterapkan oleh peneliti menunjukan bahwa siswa merasa senang terhadap materi pelajaran. LKPD, suasana belajar dan cara penyajian materi oleh guru. Menurut siswa, dengan model pembelajaran Discovery Learning mereka lebih mudah memahami materi pelajaran interaksi Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 antara guru dengan siswa dan interaksi antar siswa tercipta semakin baik dengan adanya diskusi, sedangkan ketidak senangan siswa teerhadap model pembelajran kooperatif tipe Pembelajaran Discovery Learning disebabkan suasana belajar dikelas yang agak ribut. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Penggunaan Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Zakat Fitrah Siswa Kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak. Secara keseluruhan pelaksanaan model Pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak dapat dikatakan berjalan sesuai dengan perencanaan yang semestinya. Baik ditinjau dari bentuk perencanaan pembelajaran, maupun pelaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari aktivitas Secara khusus dari hasil-hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak yang dilaksanakan oleh guru pada realitanya sudah terlaksana dengan baik. Hanya saja pemberian materi pembelajaran selama ini yang diberikan kepada siswa hanya terkesan cepat dan tidak memerhatikan pelatihan materi yang telah siswa dapatkan sangat disayangkan terjadi sehingga ini berakibat pada kemampuan siswa terhadap pembelajaran PAI terkhususnya Zakat Fitrah yang tidak mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar PAI materi Zakat Fitrah siswa kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak. Peningkatan yang terjadi di kelas V SDN 36 Labuhan Tanjak dapat dikatakan meningkat. Berdasarkan tes yang dilakukan guru pada akhir pertemuan siklus I, siklus II, dan siklus i. Tes individu tersebut menunjukan peningkatan positif oleh para siswa dalam meningkatkan hasil belajar PAI materi Zakat Fitrah. REFERENCES