ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK KAMAR PADA HOTEL DIAMOND SAMARINDA Feby Yanti 1. Imam Nazarudin Latif 2. Rina Masithoh3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : febbygiliq07@gmail. Keywords : Activity. Activity Based Costing Method. Hotel Rooms Based Price ABSTRACT The purpose of this study was to identify the Hotel Rooms Base Cost Determination by applying Activity Based Costing can be used as a reference in stipulating the base price of hotel rooms at Hotel Diamond Samarinda, and as a means of comparison instrument with the current base price of hotel rooms are set over the years, as well as being one of input which provides information on the ABC method, especially in its application to services company, namely The analytical method used is comparative descriptive method that analyzing the current base price of hotel rooms at present, is to set the cost method based on the ABC method with its realization. The results of this research Indicated that base cost of hotel rooms calculating by applying ABC method when itAos compared with the current base price hotel rooms allowed by hoteliers, the ABC method provides greater results for all room This is because the chargeson each product. In the ABC method, the cost of each product is charged to a lot of cost driver, so that the ABC method of cost allocation going to the activity of each type of room appropriately based on the consumption of each activity. PENDAHULUAN Seiring dengan meningkatnya persaingan perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pariwisata dan perhotelan yang saat ini sedang berkembang di Indonesia bagi perusahaan jasa yaitu hotel untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas guna mewujudkan tata pengelolaan yang baik dan meningkatkan daya saing hotel tersebut. Maka dari itu manajemen perusahaan harus mampu mengelola seluruh potensi yang ada pada perusahaan secara efektif dan efisien. Semakin banyaknya persaingan dalam usaha perhotelan. para pebisnis harus mampu bersaing untuk tetap mempertahankan dan menambah kualitas produk dan jasa yang dijual. Tidak banyak orang yang memahami bahwa harga pokok produk dan jasa merupakan refleksi kemampuan suatu perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa. Semakin tinggi kemampuan mengelola biaya . , maka akan semakin baik produk dan jasa yang ditawarkan pada pelanggan baik dari sisi harga maupun kualitas. Semakin menjamurnya perusahaan jasa terutama yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan, menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar hotel. Keberhasilan dalam memenangkan persaingan tersebut ditentukan oleh beberapa hal antara lain quality, services dan price. Menurut Rusydi . adalah : Auquality adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhikonsumenAy. Berdasarkan pendapat Rusydi bahwa kebersihaan kolam yang selalu terjamin, internet yang lancar dan sampai pada keramahan karyawan hotel merupakan contoh dari kualitas pelayanan yang disediakan pihak hotel terhadap konsumennya. Menurut Moenir . 0 : . adalah : AuService adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor materi melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknyaAy. Selain quality dan service, price merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam perebutan hati para konsumen maupun calon konsumen. Menurut Buchari Alma . menyatakan : AuPrice sebagai nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang. harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasiAy. Jika ada perbandingan antara beberapa hotel dengan quality dan service yang sama dalam hal penentuan price dan mengabaikan faktor loyalitas konsumen, maka konsumen akan cenderung memilih hotel yang lebih murah. Berdasarkan penjelasan diatas terkait quality, services dan price, maka perusahaan dituntut untuk bisa menjalankan manajemen perusahaannya agar menjadi efisien dan kompetitif. Semakin tinggi tingkat persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama, maka tingkat persaingan semakin tinggi. Oleh karena itu diperlukan strategi perusahaan yang bisa memenangkan perusahaan dalam persaingan. Salah satu strategi yang akan digunakan dalam persaingan adalah penekanan harga jual produk. Dengan harga jual yang semakin rendah, maka tingkat penjualan produk menjadi tinggi. Harga pokok mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk, agar para pengusaha/pebisnis tidak salah dalam mempromosikan harga jual kepada para Penetapan biaya yang lebih tepat dan menghasilkan harga produksi/jasa yang lebih Dalam menentukan harga pokok produk harus tepat sesuai dengan konsumennya agar pengambilan keputusan dalam menentukan harga produk atau jasa tersebut tidak salah yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Menurut Bustami dan Nurlela . 0 : . Harga pokok produksi adalah sebagai berikut : AuHarga pokok produksi adalah kumpulan biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik ditambah persediaan produkdalam proses awal dan dikurang persediaan produk dalam proses akhir. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi akan sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhirAy Harga pokok produksi dalam menentukan perhitungan biaya produk untuk menentukan harga pokok produk/jasa masih banyak perusahaan menggunakan metode tradisional. Sistem akuntansi tradisional, pembebanan biaya produksi dilakukan pada biaya langsung dan biaya tidak langsung dengan produk. Akuntansi tradisional, pembebanan biaya atas biaya tidak langsung dengan menggunakan dasar pembebanan secara menyeluruh dalam departemen dan akan menimbulkan banyak masalah karena produk tidak dapat mencerminkan biaya yang sebenarnya dalam menghasilkan produk tersebut dan akan memunculkan produk under costing dan produk over costing. Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah kegiatan merencanakan, mengatur, mengarahkan dan mengawasi aktivitas finansial seperti pengadaan dan pemanfaatan dana perusahaan. Manjemen keuangan juga merupakan segala aktivitas yang berhubungan dengan cara agar bisa mendapatkan modal kerja, menggunakan, mengalokasikan, mengelola asset perusahaan agar bisa mencapai tujuannya. Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi . menyatakan bahwa : AuAkuntansi biaya merupakan proses pencatatan, pengglongan, peringkasan dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek Akuntansi biaya adalah BiayaAy. Biaya Pengertian biaya menurut Menurut Krismiaji dan Aryani . menyatakan bahwa : AuKos atau cost adalah kas atau ekuivalen kas yang dikorbankan untuk membeli barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi perusahaan saat sekarang atau periode mendatangAy. Klasifikasi Biaya Menurut Sujarweni . , adalah : Biaya yang terjadi diperusahaan perlu ditelusuri berasal dari mana saja biaya tersebut. Angka-angka yang disebut sebagai biaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Berdasarkan pengelompokan biaya Berdasarkan perilaku biaya Berdasarkan pengambilan keputusan Berdasarkan sesuatu yang dibiayai Biaya kesempatan Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi . menjelaskan bahwa : AuHarga pokok produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa selama periode bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa harga pokok produksi merupakan biaya untuk memperoleh barang jadi yang siap jualAy. Metode Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Islahuzzaman . Perhitungan harga pokok produksi dapatpula dilakukan dengan berbagai metode sebagai berikut: Full Costing Variable Costing Activity Based Costing Full Costing Menurut Sujarweni . bahwa : AuFull costing method adalah konsep penentuan harga pokok penuh, membebankan semua elemen biaya produksi, baik biaya tetap maupun biaya vaiabel ke dalam harga pokok produkAy. Variable Costing Menurut Sujarweni . adalah : AuPengorbanan sumber daya untuk menghasilkan barang atau jasa dimana hanya diperhitungkan biaya variable saja, yang terdiri dari bahan langsung, berhubungan dengan volume kegiatan produksi, maka disebut kalkulasi biaya produk langsung . irect costin. Ay Activity Based Costing Menurut Siregar dkk . bahwa : Au Activity Based Costing merupakan metode penentuan biaya produk yang pembebanan biaya overhead berdasarkan pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam kaitannya dengan proses produksiAy. Syarat Penerapan Metode ABC Menurut Krismiaji dan Aryani . menyatakan bahwa ada dua per- syaratan dasar yang harus dipenuhi sebelum sebuah perusahaan mengadopsi konsep Activity Based Costing. Pertama, proporsi biaya nonunit-based harus signifikan. Jika jumlah biaya ini kecil . idak materia. maka cara alokasi manapun yang dipakai tidak banyak pengaruhnya terhadap akurasi. Kedua, rasio konsumsi aktivitas unit based dan nonunit-based harus berbeda. Jika rasio konsumsi tersebut relatif sama, maka alokasi biaya overhead kepada produk dengan menggunakan cost driver manapun tidak banyak pengaruhnya terhadap akurasi kos produk. Jika kondisinya seperti itu, maka pembebanan biaya dengan metode konvensional maupun metode ABC akan menghasilkan perhitungan yang Perbandingan Perhitungan Antara Metode ABC dan Metode Tradisional Menurut Krismiaji dan Aryani . menyatakan bahwa: Dalam sistem tradisional, permintaan atau konsumsi overhead dan setiap jenis produk hanya dijeaskan atas dasar unit-based cost driver saja. Dalam sistem tradisional, biaya dalam batchlevel, product- level, dan facility-level dalam tradisional jenis produk hanya dijelaskan atas dasar unit-based cost driver saja. Dalam sistem tradisional biaya tetap-yaitu biaya yang tidak berubah jika volume produksi berubah. Dari perspektif sistem activity based costing (ABC), biaya variable ditelusur secara tepat ke masingmasing produk. Biaya yang berhubungan dengan untit-based cost driver adalah biaya-biaya yang secara tradisional disebut dengan biayavariable. Alokasi biaya overhead tetap dengan menggunakan unit- baset cost driver tidak dapat secara akurat menggambarkan konsumsi aktivitas oleh setiap produk. Langkah-Langkah Penerapan Metode Activity Based Costing (ABC) Menurut Islahuzzaman . menghitung Activity Based Costing(ABC) sebagai Mengidentifikasi aktivitas Menggabungkan aktivitas Menyusun pool biaya aktivitas dan ukuran aktivitas Menelusuri biaya overhead aktivitas dan obyek biaya. Menyusun pool biaya aktivitas dan ukuran aktivitas Menelusuri biaya overhead aktivitas dan obyek biaya. Membebankan biaya ke pool biaya aktivitas. Menghitung tarif aktivitas. Membebankan biaya ke obyek biaya. Menghitung marjin produk Kelebihan Penerapan Metode Activity Based Costing (ABC) Menurut Kamaruddin . Kelebihan ABC adalah : Menyajikan biaya produk lebih akurat dan informatif, yang mengarahkan pengukuran profitabilitas produk lebih akurat terhadap keputusan stratejik, tentang harga jual, lini produk, pasar dan pengeluaran modal. Pengukuran yang lebih akurat tentang biaya yang dipicu oleh aktivitas, sehingga membantu manajemen meningkatkan nilai produk . roduct valu. dan nilai proses . rocess valu. Memudahkan memberikan informasi tentang biaya relevan utnuk pengambilan METODE Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian lapangan (Field Researc. yang penelitian dilakukan dengan observasi serta wawancara dengan pihak Hotel Diamond Samarinda dan teknik penelitian kepustakaan (Library Researc. yang berasal dari sumber tertulis yaitu berupa data laporan Hotel Diamond Samarinda serta berbagai literature yang terkait. Alat Analisis Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perhitungan tarif dan metode uji komparasi. Menurut Krismiaji dan Aryani . berpendapat bahwa ada tiga tahapan dalam perhitungan tarif dalam metode ABC, yaitu: Tahap Pertama Mengidentifikasi aktivitas serta pemicu biaya . ost drive. Pembebanan biaya kepada aktivitas Pengelompokkan biaya kedalam kelompok biaya . ost poo. yang sejenis Menghitung tarif overhead kelompok . ool rat. Tarif kelompok dihitung dengan persamaan : Biaya Kelompok Pool Rate = Kapasitas Praktis Penggerak Aktivitas Tahap Kedua Biaya dari setiap kelompok overhead ditelusuri ke produk. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tarif kelompok yang dihitung pada tahap pertama dan ukuran . uantitas penggerak aktivita. jumlah sumber daya yang dikonsumsi setiap produk. Jadi, pembebanan overhead dari setiap kelompok biaya kepada setiap produk dihitung dengan Menghitung biaya overhead yang dibebankan pada masing- masing dengan cara : Overhead yang Tarif Kelompok Unit-unit Cost Driver Dibebankan = (Pool Rat. X yang Digunakan Menjumlah seluruh biaya aktivitas yang telah dikelompokkan. Tahap Ketiga Penentuan harga pokok kamar ditelusuri dengan total biaya langsung ditambahkan dengan total biaya tidak langsung kemudian dibagi total jumlah hunian kamar terjual pertahun, per masing-masing kamar, jadi perhitungan harga pokok kamar dihitung dengan persamaan. Harga Pokok Kamar = Jumlah Biaya Aktivitas Per Kamar Jumlah Hunian Kamar Uji Komparasi yaitu uji perbandingan yang nantinya metode Activity Based Costing (ABC) akan dibandingkan dengan metode yang telah ditetapkan Hotel Diamond Samarinda dan hasilnya akan dibuat kesimpulan yang mana dalam dua metode tersebut terdapat selisih yang lebih besar dan lebih kecil. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Menurut Activity Based Costing (ABC) Tahap Pertama Identifikasi dan Mengidentifikasi Aktivitas Tabel 1: Identifikasi Aktivitas Jenis Aktivitas (Cost Poo. Aktivitas Reservasi Aktivitas Penginapan Aktivitas Linen Laundry Aktivitas Kebersihan Aktivitas Penyusutan Bangunan Aktivitas Pemeliharaan Bangunan Aktivitas Pemasaran atau Promotion Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Menidentifikasi Cost Driver Tabel 2 :Klasifikasi Biaya Berdasarkan Level Aktivitas Tahun 2019 Jenis Aktivitas (Cost Poo. Cost Driver Aktivitas Reservasi Jumlah Hunian Kamar 442 / Unit Aktivitas Linen Laundry Aktivitas Kebersihan Jumlah Hunian Kamar Jumlah Luas Lantai 442 / Unit 046 / M2 Aktivitas Penyusutan Bangunan Jumlah Luas Lantai 046 / M2 Aktivitas Pemeliharaan Bangunan Jumlah Luas Lantai 046 / M2 Aktivitas Pemasaran atau Promotion Jumlah Kamar Tersedia 455 / Unit Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Pembebanan Biaya Kepada Aktivitas Tabel 3: Biaya Aktivitas Reservasi Tahun 2019 Aktivitas Jumlah (R. Gaji Front Office Biaya Perlengkapan Biaya Penyusutan Peralatan . Jumlah Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Tabel 4: Biaya Aktivitas Reservasi Tahun 2019 Aktivitas Jumlah (R. Linen Laundry Per Kamar Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Tabel 5: Biaya Aktivitas Kebersihan Tahun 2019 Aktivitas Jumlah (R. Gaji Housekeeping Biaya Perlengkapan Biaya Penyusutan Peralatan Jumlah Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Tabel 6: Biaya Aktivitas Kebersihan Tahun 2019 Aktivitas Jumlah (R. Penyusutan Bangunan Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Tabel 7: Biaya-Biaya Berdasarkan Aktivitas Tahun 2019 Aktivitas Jumlah (R. Aktivitas Reservasi Aktivitas Penginapan Superior Room Deluxe Room Aktivitas Linen Laundry Aktivitas Kebersihan Aktivitas Penyusutan Bangunan Aktivitas Pemeliharaan Bangunan Aktivitas Pemasaran atau Promotion Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Pengelompokkan Biaya ke Dalam Kelompok Biaya (Cost Poo. Sejenis Tabel 8 :Klasifikasi Biaya Berdasarkan Level Aktivitas Aktivitas Jumlah (R. Unit Level Activities Aktivitas Reservasi Aktivitas Penginapan Superior Room Deluxe Room Aktivitas Linen Laundry Facility Level Activities Aktivitas Kebersihan Aktivitas Penyusutan Bangunan Aktivitas Pemeliharaan Bangunan Aktivitas Pemasaran atau Promotion Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Menhitung Tarif Overhead Kelompok (Pool Rat. Tarif overhead kelompok . ool rat. dapat dihitung dengan membagi antara total biaya setiap aktivitas pada Hotel Diamond Samarinda dengan kapasitas pemicu aktivitas . ost drive. pool rate sama dengan biaya kelompok dibagi kapasitas penggerak aktivitas. Perhitungan tarif overhead kelompok . ool rat. adalah sebagai Biaya Kelompok Aktivitas Pool Rate Kapasitas Praktis Penggerak Aktivitas No . Tabel 9: Tarif Per Unit Cost Driver (Pool Rat. Biaya Jenis Aktivitas (Cost Poo. Cost Driver Aktivitas (R. Aktivitas Reservasi Aktivitas Linen Laundry Aktivitas Kebersihan Aktivitas Penyusutan Bangunan Aktivitas Pemeliharaan Bangunan Aktivitas Pemasaran atau Promotion Pool Rate (R. 442/Unit 442/Unit 046/M2 046/M2 046/M2 455/Unit Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Tahap Kedua Membebankan Biaya ke Produk Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam pembebanan biaya overhead untuk perhitungan harga pokok kamar adalah sebagai berikut: Menghitung biaya overhead yang dibebankan pada masing-masing kelas dengan cara Overhead yang Tarif Kelompok Unit-unit Cost Driver Dibebankan (Pool Rat. yang Digunakan Menjumlahkan seluruh biaya aktivitas yang telah dikelompokkan. Pembebanan biaya pada masing-masing tipe kamar Tahap Ketiga Menghitung Harga Pokok Kamar Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah menghitung harga pokokkamar yang telah dirumuskan sebagai berikut : Harga Pokok Kamar Jumlah Biaya Aktivitas Kamar Jumlah Hunian Kamar Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat dilihat perbedaan selisih setiap masing-masing kamar pada tabel berikut: Tabel 10 : Perbandingan Harga Pokok Kamar Activity Based On Selisih Harga Tipe Kamar Keterangan Based Usage Room Pokok Costing(R. Cost (R. Kamar (R. = . Ae . 1 Superior 216 Lebih Besar Deluxe Sumber: Data Hotel Diamond Samarinda Lebih Besar Penentuan perhitungan harga pokok kamar Hotel Diamond Samarinda dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) diperoleh untuk Superior Room sebesar Rp. 279,-. Deluxe Room sebesar Rp. 594,-. Perhitungan harga pokok kamar hotel dengan metode Activity Based Costing (ABC) memberikan hasil harga pokok kamar yang lebih besar dibandingkan dengan metode yang diterapkan oleh Hotel Diamond Samarinda. Selisih harga pokok kamar hotel yang diperoleh untuk kamar Superior Room sebesar Rp. 216,-. Deluxe Room sebesar Rp. 172,-. Perbedaan yang terjadi antara harga pokok kamar hotel dengan meggunakan metode Activity Based Costing (ABC) dan metode yang diterapkan oleh manajemen Hotel Diamond Samarinda, disebabkan karena pembebanan pada masing-masing produk yang berbeda. Pada penelitian ini biaya-biaya pada masing- masing aktivitas dibebankan pada banyak cost driver seperti jumlahkamar tersedia, jumlah kamar terjual dan jumlah luas area. Hal ini dikarenakan menurut peneliti aktivitas merupakan kegiatan yang dilakukan disuatu tempat, jika sudah berbeda tempat maka muncul aktivitas baru. Biaya reservasi menjadi aktivitas reservasi karena aktivitas reservasi merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan tamu hotel sebelum menginap, dimana dalam aktivitas tersebut muncul biaya yaitu biaya reservasi. Biaya reservasi tidak dibebankan pada aktivitas penginapan karena pada aktivitas penginapan, biaya yang muncul yaitu biaya-biaya yang ada dalam kamar, dimana tamu sudah memilih kamar untuk menginap dan dapat menggunakan semua fasilitas kamar, biaya laundry menjadi aktivitas laundry karena pencucian linen secara rutin setelah kamar terjual, biaya kebersihan menjadi aktivitas kebersihan karena pembersihan kamar dilakukan secara rutin juga di setiap kamar, biaya penyusutan bangunan menjadi aktivitas penyusutan bangunan yang setiap hari bangunan hotel tersebut mengalami penyusutan, biaya pemeliharaan bangunan menjadi aktivitas pemeliharaan bangunan karena setiap hari bangunan tersebut perlu pemeliharaan teratur, biaya pemasaran atau promotion menjadi aktivitas pemasaran atau promotion karena memasarkan suatu jasa penginapan perlu untuk diketahui semua kalangan. Sedangkan yang diterapkan oleh manajemen Diamond Samarinda biayabiaya yang diterapkan tidak menggunakan cost driver tetapi pembebanan biaya yang dikeluarkan atas dasar pemakaian sumber daya saja, yaitu pemakaian supplies, listrik, air, depresiasi peralatan, tv, wifi, laundry, gaji dan makan yang dijumlahkan serta langsung dibagikan perunitnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Perhitungan harga pokok kamar Hotel Diamond Samarinda dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC), dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama mengidentifikasi aktivitas, mengidentifikasi cost driver nya, membebankan biaya kepada aktivitas, pengelompokan biaya kedalam kelompok biaya (Cost Poo. yang sejenis, menghitung tarif overheadkelompok (Pool Rat. Tahap kedua membebankan biaya ke masing-masing kamar sesuai cost driver nya dan yang terakhir ke tahap ketiga yaitu menghitung harga pokok masing-masing Berdasarkan uji perbandingan harga pokok kamar pada pembahasan menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok kamar menggunakan Activity Based Costing (ABC) lebih besar dibandingkan perhitungan Hotel Diamond Samarinda. Disebabkan karena pembebanan pada masing-masing aktivitas yang berbeda dan menggunakan lebih dari satu cost driver. Perhitungan harga pokok kamar hotel dengan metode Activity Based Costing (ABC) memberikan hasil harga pokok kamar yang lebih besar dibandingkan dengan metode yang diterapkan oleh Hotel Diamond Samarinda. Selisih harga pokok kamar hotel yang diperoleh untuk kamar Superior Room sebesar Rp. 216,-. Deluxe Room sebesar Rp. 172,-. Saran Bagi perusahaan diharapkan tetap melanjutkan perhitungan yang ada, dandapat meningkatkan penjualannya. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis, diharapkan untuk meneliti beberapa perusahaan yang objeknya industri dalam skala mega industri dan dapat menambahkan periode penelitian agar dapat dijadikan perbandingan mengenai meningkat atau menurunnya harga pokok kamar tersebut. REFERENCES