Analysis of Socio-Economic Benefits in ASA Bergending Community Development Program Through the Implementation of the Bio Circular Green Economic Model Dewi Luqmania. Anjumiz Sunani. Febi Agus Dwi Riyanto Article Info *Correspondence Author PT PLN Nusantara Power UP Gresik How to Cite: Luqmania. Sunani, . Riyanto. Febi A. Analysis of SocioEconomic Benefits in ASA Bergending Community Development Program Through Implementation of the Bio Circular Green Economic Model. Prospecct: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4 . Abstract ASA BERGENDING program is a gender and environment-based community development initiative targeting survivors of Domestic Violence (DV) in Gending Village. Gresik Regency. East Java Province. With a holistic approach through the Bio Circular Green (BCG) economic model, this program does not only aim for psychosocial recovery but also economic empowerment and community-based environmental This article aims to analyze the social and economic benefits of implementing the BCG model in the program and how the BCG approach can strengthen community sustainability. The method used is a descriptive qualitative study based on secondary data. The results of the study show that ASA BERGENDING program is able to increase socio-economic benefits in the form of increasing individual capacity and psychosocial recovery, environmental-based economic empowerment, social transformation of community, institutional strengthening and replication, and measurable socio-economic impacts through an inclusive and participatory approach. Keywords ASA BERGENDING. Bio Circular Green Economy. Community Development. Domestic Violence. Socio-Economic Empowerment Article History Submitted: 8 September 2025 Received: 10 September 2025 Accepted: 11 September 2025 Correspondence E-Mail: luqmania@plnnusa Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. https://doi. org/10. 55381/jpm. https://prospectpublishing. id/ojs/index. php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access pages. Analisis Manfaat Sosial Ekonomi pada Program Pemberdayaan Masyarakat ASA Bergending Melalui Implementasi Model Ekonomi Bio Circular Green Dewi Luqmania. Anjumiz Sunani & Febi Agus Dwi Riyanto Article Info *Korespondensi Penulis PT PLN Nusantara Power UP Gresik E-mail Korespondensi: luqmania@plnnusa Abstrak Program ASA BERGENDING merupakan inisiatif community development berbasis gender dan lingkungan yang menyasar penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kelurahan Gending. Kabupaten Gresik. Provinsi Jawa Timur. Dengan pendekatan holistik melalui model ekonomi Bio Circular Green (BCG), program ini tidak hanya bertujuan untuk pemulihan psikososial tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan berbasis Artikel ini bertujuan menganalisis manfaat sosial dan ekonomi dari implementasi model BCG pada program tersebut serta bagaimana pendekatan BCG mampu memperkuat keberlanjutan Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif berbasis data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ASA BERGENDING mampu meningkatkan manfaat sosial ekonomi berupa peningkatan kapasitas individu dan pemulihan psikososial, pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, transformasi sosial komunitas, penguatan kelembagaan dan replikasi, dan dampak sosial ekonomi yang terukur melalui pendekatan inklusif dan partisipatif. Kata Kunci ASA BERGENDING. Bio Circular Green Economy. KDRT. Pemberdayaan Masyarakat. Pemberdayaan Sosial Ekonomi A Luqmania, et. Pendahuluan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah tindakan yang dilakukan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara hukum dalam lingkup rumah tangga (UU No 23 Tahun 2. KDRT dapat dilakukan oleh pasangan dengan riwayat hubungan intim . uami-istri atau mantan suami-istr. maupun anggota keluarga tanpa hubungan intim . rangtua-anak, kakek/nenek- cucu, antar saudara, atau Kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2024 mencapai 12. 161 kasus. Tiga provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak secara berurutan yaitu Provinsi Jawa Barat. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut data SIMFONI PPA Tahun 2024, di Provinsi Jawa Timur terdapat 1. 022 kasus dengan persentase tertinggi tempat kejadian kekerasan yaitu 74,94% di rumah tangga (Kementerianppa, 2. Di Kabupaten Gresik, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terus terjadi. Berikut data terakhir dari Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik yang ditampilkan dalam tabel di bawah ini : Tabel 1. Data Rekapitulasi Kasus Kekerasan di Kabupaten Gresik (Januari-September 2. Persetubuhan Pelecehan Seksual Anak Berhadapan dengan Hukum Perlindungan Anak & Perempuan KDRT Jumlah Kasus Sumber : Dinas KBpA Kabupaten Gresik, . Kasus KDRT menjadi jenis kasus kekerasan yang terjadi paling banyak di Kabupaten Gresik. Salah satu wilayah terdampak adalah Kelurahan Gending, tempat tinggal bagi 15 penyintas KDRT . eluruhnya perempua. yang mengalami stigma sosial dan marginalisasi. Mayoritas kasus . %) dari penyintas di Kelurahan Gending dipicu oleh persoalan ekonomi, menandakan perlunya pendekatan yang tidak hanya hukum atau psikologis, tetapi juga ekonomi dan lingkungan. Sebagai respons atas kondisi tersebut. PT PLN Nusantara Power UP Gresik menginisiasi program ASA BERGENDING (Aman Sehat Berdaya berbasis Gender dan Lingkunga. pada tahun 2022. Program ini menggabungkan pendampingan psikososial, pemberdayaan ekonomi, serta pengelolaan lingkungan yang didesain inklusif dan berbasis komunitas. Program ASA BERGENDING hadir untuk mengintegrasikan pendampingan terpadu yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan pemberdayaan jangka panjang. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan psikososial, pelatihan keterampilan bagi penyintas KDRT, pemberdayaan ekonomi untuk memutus siklus kekerasan yang berbasis ketimpangan ekonomi dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas tanpa mengeksklusifkan para penyintas. A Luqmania, et. Perempuan merupakan agen utama dalam proses perubahan. Mereka memiliki peluang besar untuk mengubah perekonomian suatu negara menjadi lebih ramah lingkungan, mengingat keterlibatan perempuan di semua tingkatan ekonomi melalui konsumsi yang mereka lakukan serta berbagai aktivitas lainnya (Sukarniati, 2. Perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan terkait pembelian dan penggunaan berbagai barang yang diperlukan dalam rumah tangga, sehingga pemahaman dan keterlibatan perempuan menjadi sangat krusial. Keterlibatan perempuan dalam kapasitas ekonomi sangat diperlukan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, yang sejalan dengan tujuan MDGs, antara lain mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan serta memastikan kelestarian lingkungan hidup (UNDP, 2013 dalam Sukarniati, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya transformasi masyarakat dari penyintas yang diberdayakan hingga kemudian mampu memberdayakan orang lain sebagai dampak sosial dari pelaksanaan program ASA BERGENDING. Selain itu juga terbentuknya sebuah komunitas yang lebih inklusif dan partisipatif untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dan analisis data sekunder dari hasil pemetaan sosial tahun 2022, laporan program ASA BERGENDING yang disusun oleh PT PLN Nusantara Power UP Gresik, serta literatur akademik terkait pemberdayaan sosial ekonomi dan BCG. Selain itu juga dilakukan pengambilan data melalui wawancara terhadap 15 penyintas KDRT yang diberdayakan Perusahaan melalui program ASA Bergending. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi dampak sosial dan ekonomi dari program terhadap penyintas KDRT dan komunitas sekitar. Berdasarkan lingkup pembahasan tersebut, maka artikel ini akan menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mendapatkan gambaran yang komprehensif, utuh, dan memungkinkan para pembaca untuk mengambil pembelajaran dari situasi yang dialami (Murdiyanto, 2. Data yang digunakan dalam artikel ini termasuk ke dalam jenis data sekunder yang telah terkualifikasi dengan baik dan juga dinilai paling relevan dengan proses pemberdayaan perempuan penyintas KDRT melalui program ASA BERGENDING di Kelurahan Gending. Data sekunder merupakan jenis data yang dihimpun dari dokumen pihak lain atau media perantara (Murdiyanto, 2. Pengumpulan data ini diperoleh melalui proses tinjauan literatur. Pembahasan Pemberdayaan Masyarakat Individu terlibat dalam berbagai ikatan komunitas seperti kedekatan tempat tinggal, kesetaraan profesi, agama, suku, hobi, dan minat yang masing-masing berkembang dengan karakteristiknya sendiri, maka pemberdayaan harus bersifat Aucommunity based empowermentAy (CBE). Dengan kata lain, kebijakan yang dikembangkan harus mempertimbangkan modal sosial yang dimiliki suatu masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar dengan menggunakan pendekatan ini, pemerintah dapat menggali potensi yang ada pada setiap masyarakat dan mau bekerjasama dengan seluruh aset masyarakat (Wirutomo, 2. Proses pemberdayaan secara khusus difokuskan untuk kesejahteraan masyarakat dengan pelibatan partisipasi masyarakat secara aktif dalam mengembangkan potensi, sehingga masyarakat secara berlanjut akan melakukan pengembangan demi kemajuan daerahnya. Partisipasi dalam jaringan, kepercayaan, gotong royong, dan kemandirian merupakan beberapa aspek modal sosial dan kewirausahaan yang dikembangkan. Faktor-faktor tersebut antara lain terkait dengan A Luqmania, et. peningkatan kemampuan dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Sehabuddin, 2. Masyarakat secara individu tidak mungkin dapat mengatasi berbagai masalah sendirian, diperlukan adanya kebersamaan dan kerjasama yang baik dari segenap anggota masyarakat yang berkepentingan untuk mengatasi hal tersebut (Syahra, 2. Model Ekonomi Bio Circular Green Keterkaitan sektor ekonomi dan lingkungan dalam masa pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan. Dalam pandangan ekonomi, lingkungan merupakan sumber utama yang menyediakan bahan baku alam dan energi. Model Bio Circular Green (BCG) merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan bio-ekonomi . emanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjuta. , ekonomi sirkular . eproduksi dan daur ulang sumber day. , dan ekonomi hijau . fisiensi energi dan pengurangan limba. Dalam konteks pemberdayaan komunitas. BCG menjadi landasan strategis untuk menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan. Pertama, bio-ekonomi dapat diartikan sebagai penggunaan sumber daya hayati terbarukan yang berbahan bio dan mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dengan menggunakan pengembangan teknologi dan inovasi. (Europe Commision, 2. Model ekonomi selanjutnya yaitu sirkular ekonomi yang mengarahkan pada kegiatan metode 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle dalam produksi, peredaran dan konsumsi (Tsinghui University. Berbeda dengan green economy atau ekonomi hijau yang mana guna mengatur proses ekosistem dan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat dengan melestarikan sumber daya alam melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan (UNEP, 2. Model ekonomi BCG dalam implementasinya diperlukan kerjasama dari pemerintah, sektor privat, dan akademisi bahwa tiap entitas tersebut memiliki peluang untuk berkontribusi dalam koordinasi kegiatan dan investasi yang bermanfaat dalam kegiatan sehingga dapat mencapai hasil BCG (Zahra, 2. Implementasi Program ASA BERGENDING dengan Model Ekonomi Bio Circular Green Program ASA BERGENDING telah dilaksanakan sejak tahun 2022 dan diproyeksikan hingga tahun 2026. Program ASA BERGENDING menunjukkan pendekatan yang menyasar tiga aspek utama yaitu bio-psikososial, ekonomi, dan hukum. Detail kegiatan yang dilakukan dalam program antara lain dapat dilihat dalam infografis peta integrasi berikut ini. A Luqmania, et. Gambar 1. Infografis Peta Integrasi Program ASA BERGENDING Sumber: Dokumen PT PLN Nusantara Power UP Gresik, . Dari berbagai aktivitas program pada aspek bio-psikososial, ekonomi dan hukum yang telah dilaksanakan maka kegiatan yang dapat dikelompokkan ke dalam aspek model ekonomi BCG antara lain adalah: Tabel 2. Identifikasi Kegiatan Program ASA BERGENDING Menurut Model BCG Bio-ekonomi Sirkuler Ekonomi Ekonomi Hijau A Budi daya Sayur di A Bank Sampah A UMKM Gending Bungalo dan Induk Hobastank Gendis Greenhouse Asih A Eco-edutourisme Pinatih Gending Community A Budi daya jamur Learning Center tiram di kumbung jamur Bahagia Sumber : Analisis Data Penelitian, . Bio-Ekonomi Bio-ekonomi merupakan penggunaan sumber daya hayati terbarukan yang berbahan alam dan mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dengan menggunakan pengembangan teknologi dan inovasi. Aktivitas kelompok yang menggambarkan bioekonomi dalam program antara lain adalah budi daya sayur mayur di lahan bekas pembuangan sampah liar yang dijadikan Kebun Pangan Lokal (Bungal. dan greenhouse dengan metode hidroponik dan bertenaga PLTS untuk pemenuhan kebutuhan listriknya. Selain itu juga budi daya jamur tiram yang dilengkapi dengan sistem sprayer otomatis yang dapat dikendalikan jarak jauh untuk memastikan tingkat kelembabannya cukup agar dapat panen maksimal. Penggunaan pupuk kompos yang dibuat sendiri oleh masyarakat di komposter yang disediakan kelompok di depan setiap rumah warga. A Luqmania, et. Sirkular Ekonomi Sirkular ekonomi mengarahkan kita pada kegiatan metode 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle dalam produksi, peredaran hingga konsumsi. Aktivitas yang dapat menggambarkan prinsip sirkuler ekonomi dalam program adalah Bank Sampah Induk (BSI) Hobastank. Masyarakat Kelurahan Gending memilah sampah mereka sejak di rumah. Hampir seluruh warga merupakan anggota Bank Sampah Unit yang ada di setiap RT. Dalam setiap bulan masyarakat mengumpulkan sampah anorganiknya untuk ditimbang di Bank Sampah. Sampah organik mereka masukkan setiap hari di komposter. Melalui kegiatan ini, warga mendapat untung dari Tabungan sampah. Pengelolaan sampah secara luas di BSI memberikan keuntungan bagi kelompok dari penjualan sampah anorganik. Di samping itu untuk menekan penggunaan sampah plastik sekali pakai, maka PT PLN Nusantara Power juga menginisiasi adanya sebuah refill store bernama SIUL (Isi Ulan. untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci, pewangi, deterjen, dan lain sebagainya. Ekonomi Hijau Ekonomi hijau adalah konsep ekonomi yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Aktivitas kelompok pada keseluruhan merupakan rangkaian ekonomi hijau, namun aktivitas yang paling mencolok memiliki tujuan kepada ekonomi hijau adalah pengelolaan UMKM Gending Gendis dan pengelolaan eco-edutourism Gending Community Learning Center yang memanfaatkan setiap kegiatan lingkungan di Kelurahan Gending sebagai daya tarik . dan objek belajar sekaligus menjadi wadah sharing knowledge para penyintas yang kini telah berdaya. Analisis Manfaat Sosial dan Ekonomi Dari berbagai aktivitas yang telah dijelaskan sebelumnya melalui model BCG maka dapat kita identifikasi beberapa manfaat sosial ekonomi antara lain adalah : Peningkatan Kapasitas Individu dan Pemulihan Psikososial Melalui pelatihan keterampilan, konseling, dan pembentukan komunitas belajar, penyintas mengalami peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan sosial. Ruang aman di Gending Community Learning Center menjadi media strategis untuk refleksi, belajar, dan interaksi yang suportif. Hal ini memberikan efek sosial yang berkelanjutan karena penyintas dapat kembali berperan aktif dalam masyarakat. PT PLN Nusantara Power UP Gresik mengimplementasikan Mental Health Program yang menyasar perbaikan aspek bio-psikososial, untuk mendukung kesehatan jiwa masyarakat, seperti pelatihan manajemen stress, self love training. Pelatihan trauma releasing exercise dan Pelatihan Communication Training (Komunikasi Efektif dan Aserti. yang melibatkan 90% peserta perempuan. Pemulihan mental dan emosional juga dilakukan melalui Eco-healing yaitu interaksi langsung dengan alam dan lingkungan dengan memanfaatkan 4 titik lahan pembuangan sampah liar. Ruang pemulihan yang dilakukan untuk eco-healing, antara lain Kebun Pangan Lokal (Bungal. di 4 wilayah RW. Greenhouse dan Kumbung Jamur dengan total melibatkan 58 anggota, kegiatan eco-healing ini juga berdampak dalam peningkatan ekonomi kelompok dari hasil penjualan hasil panen di Bungalo dan Kumbung Jamur. Upaya lain juga dilakukan dengan peningkatan kesadaran komunitas . ommunity awarenes. terhadap kesehatan jiwa dan lingkungan melalui kegiatan 1 kali sosialisasi penyadaran komunitas tentang KDRT, 4 kali pelatihan gender mainstreaming dan A Luqmania, et. pencegahan kekerasan untuk guru dan murid, serta implementasi modul pengarusutamaan gender dalam lingkungan sekolah. PT PLN Nusantara Power UP Gresik juga membentuk Gending Kids Club sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk berinteraksi, belajar, dan memahami nilai-nilai kesetaraan gender sebagai upaya pencegahan kekerasan sejak dini. Gambar 2. Aktivitas Eco Healing Penyintas di Bungalo. Greenhouse, dan Kumbung Jamur Sumber: Dokumentasi Program, 2025 Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lingkungan Pasa aspek ekonomi. Program ASA BERGENDING hadir dengan pendekatan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi untuk memutus siklus kekerasan yang berbasis ketimpangan ekonomi. PT PLN Nusantara Power UP Gresik membentuk lembaga Koperasi ASA Bergending yang memiliki 5 unit usaha sebagai sumber penghasilan kelompok yaitu Bank Sampah Induk (BSI) Hobastank. UMKM Gending Gendis. Greenhouse Asih Pinatih. Kumbung Jamur Bahagia dan Eco-Edutourism. Pada tahun 2022. PT PLN Nusantara Power UP Gresik memberikan pelatihan pengelolaan sampah, membentuk dan mendampingi Bank Sampah Unit (BSU) di setiap RT, serta memberikan stimulan berupa buku administrasi bank sampah yang kemudian mendorong terbentuknya BSI Hobastank. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi penyintas agar mereka dapat bangkit, mandiri dan terlibat aktif dalam kegiatan komunitas. Kegiatan pengelolaan sampah ini mempu memberikan pemasukan yang berarti untuk para penyintas. Pemberdayaan ekonomi juga dilakukan melalui pembentukan dan pendampingan kelompok UMKM Gending Gendis sebagai wadah integrasi yang menghimpun 90 pelaku UMKM yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri agar dapat saling terhubung dan memperkuat jejaring usaha. Melalui pemberian booth container Gending Gendis dan pelibatan dalam kegiatan internal maupun eksternal perusahaan. UMKM memiliki akses promosi yang lebih luas dan meningkatkan daya jual produk. A Luqmania, et. Gambar 3. Produk UMKM Gending Gendis yang Dijajakan Setiap Hari Sumber: Dokumentasi Program, 2025 Selain berfungsi sebagai ruang eco-healing. Greenhouse Asih Pinatih dan Kumbung Jamur Bahagia juga menjadi sumber pemberdayaan ekonomi bagi kelompok dan para Pembangunan dan pendampingan Greenhouse yang dilaksanakan pada tahun 2022 telah melibatkan 15 penerima manfaat, termasuk penyintas dan kader lingkungan di Kelurahan Gending. Produk yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk sayur segar, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak yang belajar mengenai urban farming dan sistem aquaponik. Sementara itu, pembangunan dan pendampingan Kumbung Jamur Bahagia dimulai pada tahun 2024, dan telah memberikan hasil dari penjualan jamur segar serta berbagai produk olahan jamur. Greenhouse dan kumbung jamur ini dikembangkan dengan inovasi teknologi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem Siramot: Auto Spray System untuk efisiensi perawatan Setelah dilakukan 2 kali pelatihan budi daya jamur tiram, saat ini kelompok sudah mampu melakukan perawatan dan pengembangan kumbung jamur secara mandiri. Karena kegiatan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan komunitas sudah baik dan sering menjadi wilayah rujukan jika ada kunjungan dari Dinas Pemerintahan di Kabupaten Gresik . Asa Bergending membuka eco-edutourism yang mampu memberikan edukasi bagi para pengunjung terkait kegiatan lingkungan . eperti pembelajaran terkait kampung iklim, pengelolaan sampah, dan kreasi daur ulan. serta pembelajaran terkait pemberdayaan komunitas. Transformasi Sosial Komunitas Program ASA BERGENDING membangun kesadaran masyarakat mengenai isu KDRT, gender, dan pengelolaan lingkungan. Melalui kegiatan kolaboratif dan kampanye, stigma terhadap penyintas berkurang dan tercipta solidaritas sosial baru yang lebih suportif. Kesadaran kolektif yang dibangun ini berkontribusi terhadap penguatan jejaring sosial dan nilai-nilai gotong royong dalam komunitas. Pada aspek hukum. PT PLN Nusantara Power UP Gresik melakukan edukasi terkait regulasi KDRT untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya terkait perlindungan terhadap penyintas KDRT. Selain itu, bantuan advokasi juga dilakukan untuk memberikan pendampingan dan perlindungan hukum bagi penyintas kekerasan. Mitigasi kekerasan sebagai upaya preventif pencegahan KDRT dilakukan melalui induksi bagi calon Kegiatan ini bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan, agar mendorong terbentuknya rumah tangga yang sehat, setara, dan bebas dari kekerasan. A Luqmania, et. Pelaksanaan Program ASA BERGENDING tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, contohnya adalah kolaborasi dengan Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) UNAIR dengan bersama-sama aktif dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait isu gender dan KDRT. PKPK memberikan pelatihan kepada murid, guru, modin, penyuluh, dan petugas KUA tentang kesetaraan gender, pencegahan KDRT, serta komunikasi yang sehat. Selain itu. PKPK memberikan layanan konseling bagi penyintas, serta menjadi pemateri dalam pelatihan manajemen stres, self love, trauma releasing, dan komunikasi efektif-asertif. Gambar 5. Aktivitas Kemitraan Pelatihan Gender Mainstreaming di Sekolah dan KUA Sumber: Dokumentasi Program, 2025 Penguatan Kelembagaan dan Replikasi Pembentukan Gending Community Learning Center yang mendapatkan dukungan pernuh dari Pemerintah Kelurahan Gending juga memperkuat struktur kelembagaan Pelaksana program ASA BERGENDING ini dikukuhkan secara hukum dalam bentuk Koperasi Asa Bergending dengan nomor SK Pemerintah Kelurahan Gending Nomor: 470/195/437. 17/2024. Akta Notaris, dan Keputusan Kemenkumham Nomor AHU-0002583. AH. 29 Tahun 2024. Pusat ini tidak hanya menjadi sarana pendampingan tetapi juga wadah replikasi model pemberdayaan ke wilayah atau kelompok lain, termasuk kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan (WBPP) di Kabupaten Gresik. Penguatan kelembagaan ini membuka peluang partisipasi lintas sektor serta memperluas cakupan manfaat program secara sosial dan ekonomi. Sebagai bentuk perluasan dampak. Program ASA BERGENDING direplikasi ke Rumah Tahanan (Ruta. Kelas IIB Gresik dengan menyesuaikan pendekatan pada kondisi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan (WBPP). Replikasi ini dilakukan melalui 3 kali pelatihan yang difasilitasi langsung oleh kader dan penyintas berdaya dari Gending. Mereka tidak hanya mentransfer pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan semangat, kemandirian dan solidaritas antar sesama perempuan. Pendekatan berbasis penyintas (Survivor-Led Approac. ini merupakan pendekatan baru dan transformatif karena menggeser peran penyintas dari objek sasaran menjadi subjek penggerak yang mampu memberdayakan orang lain. A Luqmania, et. Gambar 6. Aktivitas Pemberdayaan WBPP oleh Penyintas Berdaya ASA BERGENDING Sumber: Dokumentasi Program, 2025 Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari terjalinnya nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan dengan Dinas KBpA Kabupaten Gresik, yang memperkuat sinergi dalam upaya pemberdayaan perempuan dan pemulihan penyintas kekerasan. Dampak Sosial Ekonomi yang Terukur Beberapa indikator manfaat sosial ekonomi dari implementasi program ini antara lain: meningkatnya pendapatan keluarga penyintas, keterlibatan aktif perempuan dalam kegiatan ekonomi, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan gender, serta terciptanya ruang sosial yang lebih inklusif. Program ini juga mampu menstimulasi inovasi lokal berbasis potensi lingkungan sekitar. Program ASA BERGENDING telah memberikan dampak nyata yang menyeluruh, mencakup aspek pendidikan, kesejahteraan ekonomi, kualitas lingkungan, modal sosial dalam masyarakat, dan pengaruh terhadap kebijakan publik. Pada aspek pendidikan, program ini mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat secara menyeluruh. Edukasi mengenai KDRT telah meningkatkan pemahaman para penyintas, terbukti dari peningkatan skor pengetahuan dari 31,7 menjadi 39,9. Asa Bergending juga sudah dikunjungi oleh 52 instansi dengan lebih dari 1. 300 peserta untuk kegiatan studi tiru yang menunjukkan peran program ini sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Selain itu, pelatihan keterampilan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk 3 kali pelatihan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan (WBPP) di Rumah Tahanan Kelas IIB Gresik. Dalam aspek kesejahteraan ekonomi, program ini telah menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan penyintas. Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas membuahkan hasil yang signifikan, seperti peningkatan omzet dari berbagai unit usaha, yaitu Rp214. 325 dari BSI Hobastank. Rp112. 500 dari komunitas UMKM Gending Gendis. Rp10. 000 dari Greenhouse dan Bungalo, serta Rp 000 dari Kumbung Jamur. Sebanyak 90 UMKM telah memiliki legalitas usaha seperti PIRT. SPPL, dan halal yang mampu meningkatkan akses pasar. Program ini mendorong UMKM naik kelas melalui kemitraan dengan perusahaan yang tertuang dalam MoU penyediaan konsumsi untuk kegiatan internal, sehingga mendorong stabilitas permintaan, peningkatan kapasitas produksi, dan terciptanya jaminan pasar yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Di aspek lingkungan, program ini telah memberikan dampak positif terhadap penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. Sebanyak 4 titik pembuangan sampah liar berhasil dialihfungsikan menjadi 4 kebun pangan lokal yang produktif dan ramah Hingga April 2025, sebanyak 157 ton sampah anorganik telah berhasil A Luqmania, et. BSI Hobastank telah menjadi BSI percontohan di Kabupaten Gresik, yang memiliki 1 unit usaha refill store AuSIULAy, yang menjual produk kebutuhan rumah Nasabah BSI terdiri dari 14 Bank Sampah Unit (BSU), 3 sekolah, 3 toko, 2 perusahaan dan 2 perkantoran, serta memiliki lebih dari 1. 260 nasabah. Selain itu, 2 wilayah RW telah ditetapkan sebagai Lokasi Proklim Utama, mengukuhkan kontribusi program dalam pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas. Aspek modal sosial dalam masyarakat juga menunjukkan penguatan signifikan. Program ini menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian kolektif masyarakat terhadap isu lingkungan, perempuan, dan anak. Keterlibatan kader, penyintas, dan warga dalam pengelolaan lingkungan, peningkatan gizi keluarga, serta dukungan pemulihan penyintas menciptakan hubungan sosial yang inklusif dan Penyintas menunjukkan peningkatan kesejahteraan psikososial, mulai dari peningkatan skor self-esteem dari 26,5 menjadi 27,5, penurunan skor stres dari 3,56 menjadi 2,56, dan skor kesejahteraan mental yang naik dari 22,8 menjadi 25,1 (PKPK UNAIR, 2. Dalam aspek kebijakan publik. ASA BERGENDING menjadi inisiatif kolaboratif yang mendapatkan pengakuan formal. Terjalinnya nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan dan Dinas KBpA Kabupaten Gresik menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan layanan perlindungan dan pemberdayaan perempuan secara lebih luas. Pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui penetapan Lokasi Proklim, serta adopsi program oleh instansi lain, menandakan bahwa ASA BERGENDING telah menjadi referensi kebijakan dan praktik baik dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berbasis masyarakat. Kesimpulan Implementasi program ASA BERGENDING melalui pendekatan Bio Circular Green Economy menunjukkan dampak sosial ekonomi yang signifikan dalam mendukung pemulihan dan pemberdayaan penyintas KDRT. Program ini mampu meningkatkan kapasitas individu yaitu 58 anggota kelompok dan pemulihan psikososial dari 19 penyintas KDRT di Kelurahan Gending. Pada aspek pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, program ini berhasil meningkatkan pendapatan kelompok yang dibina dengan omset mencapai Rp359. selama program. Kemudian program ini juga mendorong terjadinya transformasi sosial dari komunitas rentan para penyintas menjadi komunitas yang berdaya dan memberdayakan. Dengan adanya penguatan kelembagaan mereka, maka para penyintas kini mampu berbagi ilmu dan mereplikasi kegiatan Trauma Releasing Exercise (TRE) kepada komunitas Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan (WBPP) di Rumah Tahanan Kelas IIB Gresik. Program ini tidak hanya berhasil mengurangi ketergantungan ekonomi, tetapi juga membangun kapasitas kolektif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan Pendekatan BCG terbukti efektif untuk integrasi isu sosial, ekonomi, dan lingkungan secara sistemik. ke depan, keberlanjutan dan skalabilitas program ini akan sangat bergantung pada dukungan multipihak dan keterlibatan aktif masyarakat. Daftar Pustaka