Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 740 - 753 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Analisis Konten Sumber Ajar IPS pada SMP di Kota Pontianak Sri Buwono1. Jagad Aditya Dewantara2 Pendidikan IPS FKIP Universitas Tanjungpura1,2 Email :sri. buwono@fkip. id1, jagad02@fkip. Abstrak Kurikulum pendidikan dasar dan menengah mengalami perubahan dalam tiga tahun terakhir yaitu perubahan versi kurikulum 2013 versi pertama. Kemudian berubah dengan versi tahun 2014, dan terakhir perubahan versi Hal ini meresahkan para guru dan orang tua siswa dalam memilih buku sumber ajar yang sesuai. Penelitian ini mengungkap ketersediaan materi, kecukupan, dan kesesuaian materi sumber ajar dengan kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013 revisi 2016 pada mata pelajaran IPS di SMP Kota Pontianak. Metode penelitian menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan materi dinilai memadai dengan kategori baik. Kecukupan materi berdasar KD kurikulum 2013 dinilai tidak memadai. Kesesuaian materi dengan tuntutan KD untuk kurikulum 2013 dinilai tidak sesuai. Kata kunci: analisis konten, kompetensi dasar, kurikulum 2013, sumber ajar. IPS Abstract Basic education curriculum and changes are being made in the last three years namely the change in the first version of the 2013 curriculum. Then it changes with the 2014 version, and finally the 2016 version changes. This enhances the teachers and students' parents in choosing the appropriate teaching resource book. This study revealed the material, adequacy, and appropriateness of teaching resource materials with the 2013 revised 2016 curriculum basic competencies (KD) in social science subjects in Pontianak City Middle School. The research method uses content analysis. The results showed that the research material that fit the good Adequacy of material based on curriculum KD 2013 registration is inadequate. The KD for the 2013 curriculum was approved to be inappropriate. Keywords: content analysis, basic competencies, curriculum 2013, teaching resources, social studies Copyright . 2020 Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara Corresponding author : Address : Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi. Pontianak 78124 Email : Jagad02@fkip. Phone : 6289681943104 DOI: 10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. Kegiatan pembelajaran untuk mencapai PENDAHULUAN Perubahan kurikulum baru, yang selanjutnya tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, disebut dengan Kurikulum 2013, diakui oleh menyenangkan, menantang, memotivasi peserta pemerintah bisa mengakomodasi kebutuhan dan didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, sumberdaya manusia berdasarkan harapan bangsa. kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat. Hal ini tertuang dalam undang-undang sistem minat dan perkembangan fisik serta psikologis pendidikan nasional (Undang-Undang Republik peserta didik. Untuk mencapai kondisi tersebut Indonesia Nomor 20, 2. yang dirumuskan pada proses pembelajaran memerlukan sumber belajar tujuan pendidikan nasional. Setiap lulusan satuan yang memadai (Sulistyarini et al. , 2. kompetensi pada tiga Sumber belajar adalah rujukan, dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pengetahuan, dan keterampilan (Permendikbud pembelajaran, yang berupa media cetak dan Nomor 24, 2. elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik. Kurikulum 2013 ingin mewujudkan tujuan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui analisis konten menggunakan prinsip yang: . berpusat pada sumber bahan ajar guru akan lebih mudah dalam peserta didik, . mengembangkan kreativitas melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar sesuai dengan menyenangkan dan menantang, . bermuatan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan . alam, sosial, dan budaya. Sumber bahan ajar Penelitian ini sebagai langkah awal untuk beragam melalui penerapan berbagai strategi dan mengkaji konten sumber bahan ajar dalam implementasi kurikulum 2013 oleh para guru IPS Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar Masalah yang menjadi perhatian penelitian ini, bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu apakah konten sumber bahan ajar yang digunakan saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik oleh guru di sekolah SMP sesuai dengan adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk pencapaian pembelajaran pada tingkat peserta secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, didik sesuai standar kompetensi lulusan mata dan menggunakan pengetahuan. Guru dalam hal pelejaran IPS dalam kurikulum 2013 di Kota ini harus mampu menimbulkan pengalaman belajar Pontianak? pada siswa selama proses belajar. Tujuan penelitian ini yang utama adalah untuk memperoleh informasi kesesuaian konten Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. sumber bahan ajar pada SMP dengan Kompetensi mengenai masalah tertentu, dalam kondisi ini guru Dasar (KD) pencapaian pembelajaran pada tingkat guru berlaku sebagai fasilitator (Arifin, 1. peserta didik sesuai standar kompetensi lulusan Kurikulum 2013 tujuan pembelajaran mata mata pelajaran IPS dalam kurikulum 2013 di Kota pelajaran dirancang dalam Standar Kompetensi Pontianak. Lulusan yang disebut Kompetensi Inti (KI). Mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran Kompetensi yang dirancang sebagai kajian terpadu yang meningkatnya usia peserta didik pada kelas Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal pelajaran IPS merupakan intergrasi dari bahan berbagai kompetensi dasar pada kelas yang kajian geografi, ekonomi, sejarah, antropologi berbeda dapat dijaga. sosial, dan tatanegara. Mata pelajaran IPS pada Standar Kajian tingkat SMP agar siswa mampu memahami fakta sebagai acuan utama pengembangan standar isi, dan peristiwa sosial yang terjadi di lingkungannya standar proses, standar penilaian pendidikan, (Allen standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar memahami fakta dan peristiwa maka mata sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan pelajaran IPS harus mengembangkan cara berpikir standar pembiayaan. Massialas. Dalam Bagi peserta didik, pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis, berkembang dari tersebut dalam kaitannya dengan kehidupan sehari- sederhana menuju kompleks, dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya menuju ruang lingkup Bepikir yang lebih luas, dan dari yang bersifat konkrit diterima sebagai tujuan pembelajaran dalam ilmu sosial (H. Anderson, 1. Berpikir kritis berkembang, bahwa siswa akan dapat belajar lebih sekarang ini banyak mendapat perhatian dan baik jika lingkungan pembelajaran diciptakan Namun pola khusus dalam praktek alamiah (Direktorat PLP, 2. Belajar akan lebih pengajaran IPS tak begitu kondusif dengan bermakna jika siswa mengalami. apa yang berpikir kritis. Berpikir kritis dapat didorong mula- dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran mula dengan aktivitas yang dapat membangkitkan yang berorientasi target penguasaan materi terbukti rasa ingin tahu dan kemauan untuk bertanya. berhasil dalam kompetensi AomengingatAo jangka Kondisi kondusif untuk proses berpikir kritis dapat pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka pembelajaran dapat diciptakan oleh guru. Interaksi mengembangkan masing-masing pendapat siswa Suatu panjang panjang. dalam kelas yang memberi peluang kepada siswa Keterampilan mencari, memilih, mengolah. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. bekerjasama dengan kelompok yang majemuk Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang tampaknya merupakan aspek yang sangat penting digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam dimiliki oleh peserta didik yang kelak akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan menjadi warganegara dewasa dan berpartisipasi yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar atau teaching- Keterampilan-keterampilan sosial yang seharusnya material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau dilatihkan, dicontohkan dan dikembangkan oleh mengajar dan material atau bahan (Buwono, 2. guru dalam proses pembelajaran menjadi tidak Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang muncul karena guru lebih mementingkan aspek disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk penguasaan pengetahuan (Somantri, 2. , melalui media, yang dapat membantu siswa dalam belajar proses kognitif (L. Anderson & Krathwohl, sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya Sesuai dengan idiologi pendidikan yang tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, kita anut lembaga pendidikan kita khususnya format perangkat lunak atau kombinasi dari sekolah masih dipandang sebagai tempat terbaik berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa bagi penanaman pengetahuan, dan keterampilan- ataupun guru. Dengan bahan ajar memungkinkan keterampilan bagi siswa (OAoNeal, 2. Sekolah siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara menyiapkan generasi muda dalam menghadapi akumulatif mampu menguasai semua kompetensi kompleksitas sosial pada masa yang akan datang secara utuh dan terpadu. (Supriatna, (Kincheloe et al. , 2. Tabel 1. Kompentensi Dasar Mata Pelajaran IPS SMP (Permendikbud Nomor 24, 2. Kelas 7 Kompetensi Dasar 1 Memahami konsep ruang . okasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora, dan faun. dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. 2 Mengidentifikasi interaksi sosial dalam ruang dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan norma serta kelembagaan sosial budaya. 3 Memahami konsep interaksi antara manusia dengan ruang sehingga menghasilkan berbagai kegiatan ekonomi . roduksi, distribusi, konsumsi, permintaan, dan penawara. dan interaksi antarruang untuk keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia. 4 Memahami kronologi perubahan, dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya, geografis, dan pendidikan sejak masa praaksara sampai masa Hindu-Buddha dan Islam Kelas 8 Kompetensi Dasar 1 Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara-negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia . eknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politi. dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik 2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan. 3 Menganalisis keunggulan dan keterbatasan ruang dalam permintaan dan penawaran serta teknologi, dan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia dan negaranegara ASEAN. 4 Menganalisis kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang . eografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, buday. dari masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat kebangsaan Kelas 9 Kompetensi dasar 1 Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia dan benua lainnya yang diakibatkan faktor alam, manusia dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan manusia dalam ekonomi, sosial, pendidikan dan politik 2 Menganalisis perubahan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi untuk memperkokoh kehidupan kebangsaan 3 Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi . roduksi, distribusi, konsumsi, harga, pasa. dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat 4 Menganalisis kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang . eografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, buday. dari awal kemerdekaan sampai awal reformasi . Tahap penyajian data dan penarikan METODE Analisis konten dalam penelitian sebenarnya merupakan teknik yang berorientasi kualitatif berdasar masalah penelitian. Penyajian hasil (Denzin & Lincoln, 2. Dalam penelitian ini analisis konten menggunakan bentuk pendekatan Karakteristik sumber data atau partisipan dibatasi perbandingan kesesuaian materi sumber ajar dengan ketentuan bahwa guru IPS yang menjadi dengan kompetensi dasar pembelajaran IPS di sumber data adalah para guru mata pelajaran IPS SMP. tingka satuan pendidikan SMP yang tergabung Kegiatan penelitian ini telah dilakukan dalam MGMP IPS. melalui empat tahapan, yaitu: . tahap eksplorasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah meninjau pengumpulan data tidak langsung. Dalam hal ini keadaan umum dan penentuan subyek penelitian menggunakan instrument kuisioner sebagai alat sebagai sumber data. Penelitian ini memilih pengumpul data. partisipan para guru yang melaksanakan tugas IPS. Analisis data secara keseluruhan melibatkan Jumlah usaha memaknai data berupa teks ataupun gambar partisipan penelitian ini sebanyak 10 orang. (Creswell, 2. Tabulasi data diolah untuk Tahap penyusunan dan pengujian instrument menghitung persentase dengan terlebih dahulu Instrument yang dikembangkan terdiri melakukan kategorisasi (Ghony & Almanshur, dua bagian yang menjadi variable utama yaitu Hasil olahan dan analisis data dibahas dari materi sumber ajar dan kompetensi dasar (KD). sudut pandang profesionalitas guru dalam upaya tahap survei, dilakukan kegiatan pengumpulan data mendorong tercapainya pelaksanaan Kurikulum dari sumber data yang ditetapkan berdasarkan masalah yang diteliti. Kemudian data yang tersebut rekomendasi yang perlu dilakukan berdasarkan diolah dan dianalisis dengan pendekatan content kondisi real penelitian dalam rangka implementasi Pembahasan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. pembelajaran IPS berdasarkan standar proses memperoleh pengetahuan: . ketersediaan materi pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Kategori ajar, . kecukupan materi yang tersedia dalam sumber ajar, dan . kesesuaian materi ajar dengan kesesuaian mempergunaka angka dua digit dengan KD Kurikulum 2013. Berdasarkan Kompetensi Isi mendasarkan penilaian BAN S/M (Malik et al. dan Kompetensi Dasar dalam kurikulum 2013 dirincikan materi ajar atau ruang lingkup yang Tabel 2. Kategori Nilai Indeks Nilai indeks Nilai relative Sangat Baik 91%-100% Baik 81%-90% Cukup 71%-80% Kurang Baik 61%-70% Sangat Kurang Kurang 61% Sumber: Diolah dari Instrumen BAN S/M, 2014 Sumber ajar yang digunakan siswa dari guru IPS di Pontianak. Selanjutnya sumber ajar yang terkumpul dianalisis dengan terlebih dahulu memberikan kode buku. Pemberian kode buku dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menjaga etika terhadap sumber informasi. Analisis konten yang dilakukan dengan membandingkan konten sumber ajar dengan Kurikulum Kompetensi dasar (KD) mata pelajaran IPS di SMP (Permendikbud Nomor 24, 2. Dalam mencapai KD. Hasil penelitian tentang ketersediaan materi ajar pada buku sumber ajar siswa pada mata pelajaran IPS SMP dengan mengacu berdasarkan Kurikulum 2013 ditunjukkan pada tabel 3. Berdasarkan HASIL DAN PEMBAHASAN menunjukkan bahwa ketersediaan materi ajar dari sumber ajar yang digunakan siswa untuk kelas 7 dengan kategori baik, pada kelas 8 cukup baik, dan pada kelas 9 dengan kategori baik. Ketersediaan materi sumber ajar siswa pada kelas 7 seperti yang ditunjukkan pada KD 3. 1 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori sangat baik. Pada KD 2 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori baik. Pada KD 3. 3 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori cukup baik. Pada KD 4 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori sangat baik. Ketersediaan Materi Ajar pada Sumber Ajar IPS yang digunakan Siswa Tabel 3. Ketersediaan Materi Ajar dari Sumber Ajar IPS Berdasar Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPS SMP Kompetensi Materi Ajar kelas 7 Tersedia Materi Ajar kelas 8 KD 3. Tidak Tersedia KD 3. KD 3. Tersedia Materi Ajar kelas 9 Tidak Tersedia Tersedia Tidak Tersedia KD 3. Keseluruhan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. Ketersediaan materi sumber ajar siswa pada efektif dan efisien. Sumber ajar dalam proses kelas 8 diperoleh hasi pada KD 3. 1 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori sangat kurang. pembelajaran yaitu segala sesuatu yang berada di Pada KD 3. 2 ketersediaan materi sumber ajar lingkungan sekitar yang tujuannya untuk kegiatan dengan kategori sangat kurang. Pada KD 3. belajar dan dapat digunakan dalam membantu ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori mengoptimalisasi hasil belajar. Salah satu contoh Pada KD 3. 4 ketersediaan materi sumber ajar sumber ajar di zaman modern saat ini adalah media dengan kategori sangat baik. pembelajaran berbasis teknologi informasi yang Ketersediaan materi sumber ajar siswa pada kelas 9 diperoleh hasil bahwa pada KD 3. mendapatkan informasi kegiatan belajar siswa di ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori luar kelas (Dewantara. Efriani, & Afandi, 2. Pada KD 3. 2 ketersediaan materi sumber ajar Hasil penelitian tentang kecukupan materi ajar dengan kategori sangat baik. Pada KD 3. pada buku sumber ajar siswa pada mata pelajaran ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori IPS SMP dengan mengacu berdasarkan KD mata cukup baik. Pada KD 3. 4 ketersediaan materi sumber ajar dengan kategori sangat baik. ditunjukkan pada Tabel 4. Hasil penelitian secara IPS SMP Kurikulum Ketersediaan sumber ajar sangat penting keseluruhan materi yang tersedia 50. 71 persen bagi guru serta peserta didik sebagai upaya dalam sangat memadai, 34. 76 persen cukup memadai, meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai 52 persen kurang memadai. Hal ini berarti dengan tujuan pendidikan. Ketersediaan sumber bahwa sebagian besar materi yang tersedia dari ajar nantinya akan mampu mendukung kegiatan sumber ajar dinilai masih memadai dengan baik. belajar mengajar yang kreatif, produktif, inovatif. Ketercukupan Materi Ajar Tabel 4. Ketercukupan Materi Ajar dari Sumber Ajar Berdasar Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPS SMP Kompetensi KD 3. Kecukupan Materi Ajar Kelas 7 Sangat Cukup Kurang memaMemaMemadai Kecukupan Materi Ajar kelas 8 Kecukupan Materi Ajar kelas 9 Sangat Cukup Memadai Kurang Memadai Sangat Cukup Memadai Kurang Memad KD 3. KD 3. KD 3. Keseluruhan Sumber: Data Olahan, 2016. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. Kecukupan dari sumber ajar materi pada 29 persen kurang memadai. Hal ini berarti kelas 7 menunjukkan bahwa pada KD 3. bahwa sebagian besar materi yang ada memadai ketercukupan materi 45. 71 persen sangat memadai, dengan kategori sangat kurang. Pada KD 3. 40 persen cukup memadai, dan 8. 57 persen kurang ketercukupan materi sumber ajar 38. 10 persen Hal ini berarti bahwa sebagian besar sangat memadai, 42. 86 persen cukup memadai, materi yang ada memadai dengan kategori sangat 52 persen kurang memadai. Hal ini berarti Pada KD 3. 2 ketercukupan materi sumber bahwa sebagian besar materi yang ada memadai 14 persen sangat memadai, 33. 33 persen dengan kategori baik. Pada KD 3. 4 ketercukupan cukup memadai, dan 9. 52 kurang memdai. Hal ini materi sumber ajar 42. 86 persen sangat memadai, berarti bahwa sebagian besar materi yang ada 14 persen cukup memadai, dan 0 persen kurang memadai dengan kategori sangat baik. Pada KD Hal ini berarti bahwa sebagian besar 3 ketercukupan materi sumber ajar 42. 86 persen materi yang ada memadai dengan kategori sangat sangat memadai, 37. 14 persen cukup memadai, 71 kurang memadai. Hal ini berarti bahwa Kecukupan materi ajar dari sumber ajar sebagian besar materi yang ada memadai dengan yang digunakan siswa SMP kelas 9 berdasar KD kategori baik. Pada KD 3. 4 ketercukupan materi menunjukkan bahwa secara keseluruhan materi sumber ajar 50. 71 persen sangat memadai, 34. yang tersedia 50. 89 persen sangat memadai, 38. persen cukup memadai, dan 9. 52 kurang memadai. persen cukup memadai, dan 11. 07 persen kurang Hal ini berarti bahwa sebagian besar materi yang Hal ini berarti bahwa sebagaian besar ada memadai dengan kategori baik materi yang tersedia dari sumber ajar dinilai masih Kecukupan materi ajar dari sumber ajar memadai dengan kategori baik. Pada KD 3. yang digunakan siswa SMP kelas 8 berdasar KD ketercukupan materi sumber ajar 17,14 persen menunjukkan bahwa secara keseluruhan materi sangat memadai, 45. 71 persen cukup memadai, yang tersedia 18. 57 persen sangat memadai, 57. 29 persen kurang memadai. Hal ini berarti persen cukup memadai, dan 9. 52 persen kurang bahwa sebagian besar materi yang ada memadai Hal ini berarti bahwa sebagian besar dengan kategori kurang baik. Pada KD 3. materi yang tersedia dari sumber ajar dinilai masih ketercukupan materi sumber ajar 60,71 persen memadai dengan kategori cukup. Pada KD 3. sangat memadai, 32,14 persen cukup memadai, ketercukupan materi sumber ajar 17. 14 persen dan 7,14 persen kurang memadai. Hal ini berarti sangat memadai, 45. 71 persen cukup memadai, bahwa sebagian besar materi yang ada memadai 29 persen kurang memadai. Hal ini berarti dengan kategori sangat baik. Pada KD 3. bahwa sebagian besar materi yang ada memadai ketercukupan materi sumber ajar 42. 86 persen dengan kategori sangat kurang. Pada KD 3. sangat memadai, 42. 86 persen cukup memadai, ketercukupan materi sumber ajar 19. 65 persen 29 persen kurang memadai. Hal ini berarti sangat memadai, 42. 86 persen cukup memadai, bahwa sebagian besar materi yang ada memadai Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. dengan kategori baik. Pada KD 3. 4 ketercukupan persen sangat sesuai, sebanyak 30. 71 persen cukup materi sumber ajar 60 persen sangat memadai, sesuai, dan 8. 75 persen tidak sesuai. Hal ini berarti 43 persen cukup memadai, dan 8. 57 persen bahwa secara keseluruhan kesesuaian materi ajar kurang memadai. Hal ini berarti bahwa sebagian dari sumber ajar kelas 9 dengan KD dengan besar materi yang ada memadai dengan kategori kategori sangat baik. sangat baik. Hasil penelitian kesesuaian materi ajar Hasil penelitian tentang kesesuaian materi dengan KD-KD di kelas 7 pada KD 3. ajar dengan KD pada buku sumber ajar siswa mata ditunjukkan bahwa sebesar 45. 71 persen sangat pelajaran IPS SMP dengan mengacu berdasarkan sesuai, 17. 14 persen cukup sesuai, dan 20 persen Kurikulum 2013 ditunjukkan pada tabel 5. Hasil kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa sebagian besar penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori kesesuaian materi ajar dengan KD dari sumber ajar kurang baik. yang digunakan siswa untuk kelas 7 sebesar 60. Pada KD 3. 2 kesesuaian materi ajar dengan persen sangat sesuai, 11. 19 persen cukup sesuai. KD ditunjukkan bahwa sebesar 66. 67 persen 52 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sangat sesuai, 4. 76 persen cukup sesuai, dan 23. kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa cukup baik. Pada kelas 8, kesesuaian materi ajar sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD dengan KD menunjukkan bahwa 56. 19 persen dalam kategori cukup baik. Pada KD 3. sangat sesuai, sebanyak 20. 95 persen cukup sesuai, kesesuaian materi ajar dengan KD ditunjukkan 52 persen tidak sesuai. Hal ini berarti bahwa bahwa sebesar 57. 14 persen sangat sesuai, 8. secara keseluruhan kesesuaian materi ajar dari persen cukup sesuai, dan 20 persen kurang sesuai. sumber ajar kelas 8 dengan KD dengan kategori Hal ini berarti bahwa sebagian besar kesesuaian cukup baik. Selanjutnya pada kelas 9, kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori kurang materi ajar dengan KD menunjukkan bahwa 61. Pada KD 3. 4 kesesuaian materi ajar dengan Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kompetensi Dasar Tabel 5. Kesesuaian Materi Ajar dari Sumber Ajar dengan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPS SMP Kompetens KD 3. Kesesuaian Materi dengan KD Sangat Cukup Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Kesesuaian Materi dengan KD Sangat Cukup Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Kesesuaian Materi dengan KD Sangat Cukup Tidak Sesuai Sesuai Sesuai KD 3. KD 3. KD 3. Keseluruh Sumber: Data Olahan, 2016 Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. KD ditunjukkan bahwa sebesar 71. 43 persen kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori sangat sesuai, 14. 29 persen cukup sesuai, dan sangat baik. Pada KD 3. 2 kesesuaian materi ajar 29 persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa dengan KD ditunjukkan bahwa sebesar 67. sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD persen sangat sesuai, 28. 57 persen cukup sesuai, dalam kategori baik. 57 persen kurang sesuai. Hal ini berarti Hasil penelitian kesesuaian materi ajar bahwa sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD-KD di kelas 8 pada KD 3. dengan KD dalam kategori sangat baik. Pada KD ditunjukkan bahwa sebesar 34. 29 persen sangat 3 kesesuaian materi ajar dengan KD ditunjukkan sesuai, 31. 43 persen cukup sesuai, dan 14. bahwa sebesar 57. 14 persen sangat sesuai, 25. persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa persen cukup sesuai, dan 17. 14 persen kurang sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD Hal ini berarti bahwa sebagian besar dalam kategori kurang baik. Pada KD 3. kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori kurikulum 2013 kelas 8 IPS SMP kesesuaian Pada KD 3. 4 kesesuaian materi ajar dengan materi ajar dengan KD ditunjukkan bahwa sebesar KD ditunjukkan bahwa sebesar 68. 25 persen 33 persen sangat sesuai, 28. 57 persen cukup sangat sesuai, 25. 71 persen cukup sesuai, dan 8. sesuai, dan 14. 29 persen kurang sesuai. Hal ini persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa berarti bahwa sebagian besar kesesuaian materi sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD ajar dengan KD dalam kategori kurang baik. Pada dalam kategori sangat baik. KD 3. 3 kesesuaian materi ajar dengan KD Kompetensi Dasar (KD) ditunjukkan bahwa sebesar 57. 14 persen sangat kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap sesuai, 23. 81 persen cukup sesuai, dan 9. 52 persen kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti (KI). kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa sebagian besar Dalam kesesuaian materi ajar dengan KD dalam kategori kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan. Pada KD 3. 4 kesesuaian materi ajar dengan KD ditunjukkan bahwa sebesar 34. 29 persen kompetensi inti yang harus dicapai peserta didik. sangat sesuai, 31. 43 persen cukup sesuai, dan Kompetensi 29 persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa sebagian besar kesesuaian materi ajar dengan KD kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata dalam kategori kurang baik. Mata pelajaran sebagai sumber dari Hasil penelitian kesesuaian materi ajar konten untuk menguasai kompetensi bersifat dengan KD-KD kurikulum 2013 kelas 9 IPS SMP. Pada KD 3. 1 kesesuaian materi ajar dengan KD berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi ditunjukkan bahwa sebesar 51. 43 persen sangat hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. sesuai, 42. 86 persen cukup sesuai, dan 5. 71 persen kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa sebagian besar Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Penelitian Analisis Konten Kompetensi Ketersediaan Materi Ajar Sangat Baik Kelas 7 Baik Cukup Sangat Baik Sangat Baik Kelas 8 Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Kelas 9 Sangat Baik Cukup Sangat Baik Sumber: Data Olahan, 2016 Ketercukupan Materi Kesesuaian Materi dengan KD Kurang Cukup Kurang Baik Kurang Kurang Baik Kurang Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Kurang Sangat Kurang Baik Baik Kurang Sangat Baik Baik Sangat Baik Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi Pada aspek ketersediaan materi ajar pada konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin sumber ajar secara umum telah memenuhi ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan kebutuhan untuk pelaksanaan kurikulum 2013. Hal menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresifisme, yang perlu diperhatikan bahwa materi ajar dalam atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut pembelajaran IPS di SMP merupakan pengetahuan yang tidak terikat secara fislosofis sebagai disiplin dikemukakan di bagian landasan filosofi, maka ilmu tertentu pengetahuan tersebut sebagai social nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk Pengetahuan yang dipelajari dalam mata kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan konseptual, prosedural, dan metakognitif. Dari perenialisme (Dewantara & Budimasyah, 2018. aspek ini maka yang perlu dilakukan dalam Prasetiyo et al. , 2. Materi pelajaran dalam pembelajaran adalah mengaktualkan pengetahuan dengan informasi dan fakta sosial kekinian untuk memenuhi kebutuhan materi IPS yang berubah mengembangkan proses kognitif peserta didik. Temuan-temuan IPS (Dewantara Sulistyarini et al. , 2. menunjukkan bahwa ketersediaan materi ajar dari Pada aspek kecukupan materi ajar dari sumber ajar IPS untuk siswa di SMP menunjukkan sumber ajar siswa di SMP dapat dibahas sebagai bahwa sebagian besar sumber ajar yang ada hal yang penting diperhatikan karena perubahan tersedia untuk sumber ajar menurut Kurikulum sosial yang menjadi obyek studi dari IPS atau 2013, seperti yang ditunjukkan pada tabel 6. social studies mengalami perubahan sangat cepat. Oleh karena perubahan tersebut maka sumber ajar Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Analisis Konten Sumber Ajar IPS Pada SMP Di Kota Pontianak - Sri Buwono. Jagad Aditya Dewantara DOI: 10. 31004/basicedu. SIMPULAN pengetahuan aktual dan bermakna bagi peserta Ketersediaan materi ajar dari sumber ajar didik (Dewantara. Efriani. Sulistyarini, et al. siswa SMP di Kota Pontianak berdasarkan KD Efriani et al. , 2. kurikulum 2013 dalam kategori baik untuk Pada aspek kesesuaian materi ajar dari IPS SMP. sumber ajar siswa SMP yang diteliti menunjukkan Ketercukupan materi ajar dari sumber ajar siswa masih sangat kurang sesuai dengan KD kurikulum SMP Hal ini dapat dijelaskan bahwa perubahan kurikulum 2013 dalam kategori kurang baik untuk pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP. Kesesuaian materi ajar dari sumber ajar siswa SMP di Kota Kurikulum 2013 berpusat pada siswa dalam Pontianak dalam kategori kurang baik untuk mengembangkan kompetensi melalui aktivitas pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP. Kota Pontianak kognitif atau berpikir, aktivitas bersikap, dan Sebaiknya sumber ajar yang disediakan oleh aktivitas berbuat. Rangkaian aktivitas merupakan sekolah atau guru mengaktualkan pengetahuan dengan informasi dan fakta social kekinian untuk memenuhi kebutuhan materi IPS yang berubah Hal tersebut mengharuskan bahwa sangat dinamis. Sebaiknya dalam penyediakan materi ajar yang disediakan harus memungkinkan sumber ajar perlu dilengkapi dengan informasi dan terjadi proses belajar untuk mencapai kompetensi pengetahuan aktual dan bermakna bagi peserta dasar bukan materi sebagai orientasi kompetensi Sebaiknya sumber ajar memuat materi ajar peserta didik. yang memungkinkan terjadi proses belajar untuk Kesesuaian materi ajar dengan kompetensi dasar siswa SMP sangat dibutuhkan untuk mencapai kompetensi dasar bukan materi sebagai orientasi kompetensi peserta didik. meningkatkan kualitas belajar mengajar serta membantu mengoptimalisasikan hasil belajar dari DAFTAR PUSTAKA