Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3061-3070 Strategi Penguatan Komitmen Terhadap Organisasi untuk Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner: Pendekatan Integratif berdasarkan Temuan Lapangan di Kota Bogor Strengthening Organizational Commitment Strategies for Culinary SME Business Sustainability: An Integrative Approach from Field Findings in Bogor. Indonesia Roosganda Elizabeth*1,2. Didik Notosudjono1. Hamzah1. Nancy Yusnita2. Anoesyirwan Moeins1,3 Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pakuan. Bogor. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jakarta. Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta *Email: roosimanru@yahoo. (Diterima 01-05-2025. Disetujui 15-07-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan komitmen organisasi yang berdampak pada keberlanjutan bisnis UKM kuliner di Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method sequential explanatory, di mana hasil kuantitatif sebelumnya dijadikan dasar untuk pendalaman kualitatif melalui wawancara mendalam. Informan terdiri dari pemilik usaha, manajer, dan karyawan dari berbagai UKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti dukungan organisasi, inovasi kreatif, kepemimpinan partisipatif, dan pengembangan SDM menjadi elemen penting dalam menjaga loyalitas dan motivasi kerja karyawan. Berdasarkan analisis tematik dan integrasi model kuantitatif, dirumuskan strategi manajerial yang mencakup sistem penghargaan, pelatihan keterampilan, penciptaan budaya kerja inklusif, dan pemberdayaan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model strategi SDM berbasis komitmen organisasi di sektor informal. Kata kunci: Strategi SDM. Komitmen Organisasi. Keberlanjutan UKM. Inovasi. Kuliner ABSTRACT This study aims to formulate strategies for strengthening organizational commitment that support the sustainability of culinary SMEs in Bogor City. The research adopts a mixed method sequential explanatory approach, in which prior quantitative results are explored further through in-depth interviews. Informants include business owners, managers, and employees of various culinary SMEs. The findings reveal that organizational support, creative innovation, participative leadership, and human capital development are critical elements in sustaining employee loyalty and motivation. Based on thematic analysis and integration with the quantitative model, a strategic framework is developed involving reward systems, skills training, inclusive work culture, and employee empowerment. This study contributes to the development of an organizational commitmentAebased human resource strategy model within the informal sector. Keywords: HR Strategy. Organizational Commitment. SME Sustainability. Innovation. Culinary Business PENDAHULUAN Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM . UKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. antara berbagai sektor UKM, subsektor kuliner menempati posisi strategis karena memiliki daya saing tinggi, potensi pasar luas, serta keterkaitan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kota Bogor merupakan salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam UKM Didukung oleh mobilitas masyarakat, keanekaragaman budaya, dan daya tarik wisata, bisnis kuliner lokal berkembang pesat, mulai dari usaha rumahan hingga waralaba. Namun, di balik potensi tersebut. UKM kuliner dihadapkan pada berbagai tantangan internal, salah satunya adalah tingkat loyalitas karyawan yang rendah, tingginya turnover, dan minimnya keterikatan terhadap organisasi. Kondisi ini menghambat kesinambungan operasional dan berdampak pada kualitas layanan, efisiensi kerja, serta kestabilan usaha. Masalah tersebut seringkali berakar dari lemahnya strategi manajemen Strategi Penguatan Komitmen Terhadap Organisasi untuk Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner: Pendekatan Integratif berdasarkan Temuan Lapangan di Kota Bogor Roosganda Elizabeth. Didik Notosudjono. Hamzah. Nancy Yusnita. Anoesyirwan Moeins sumber daya manusia, khususnya dalam membangun komitmen organisasi . rganizational Komitmen organisasi merupakan keterikatan psikologis dan emosional karyawan terhadap organisasi, yang tercermin dalam loyalitas, keinginan untuk bertahan, serta kesediaan Dalam konteks UKM yang bersifat informal dan fleksibel, membangun komitmen karyawan bukan hanya soal gaji atau kontrak kerja, tetapi juga tentang persepsi terhadap dukungan organisasi, kesempatan berkreasi, dan lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian-penelitian sebelumnya telah banyak membahas faktor-faktor yang memengaruhi komitmen organisasi seperti Perceived Organizational Support (POS), motivasi kerja, dan Namun, belum banyak studi yang secara khusus merumuskan strategi manajerial yang aplikatif untuk meningkatkan komitmen tersebut dalam konteks UKM kuliner, khususnya di Indonesia. Diperlukan pendekatan yang mampu menggabungkan evidence-based dari hasil kuantitatif dan pendalaman kualitatif untuk memahami faktor-faktor praktis di lapangan. Keberlanjutan . dalam konteks Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengacu pada kemampuan usaha untuk bertahan dan tumbuh secara jangka panjang dengan memadukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (OECD, 2. Dalam sektor kuliner, keberlanjutan mencakup stabilitas operasional, loyalitas pelanggan, efisiensi sumber daya, dan terutama retensi tenaga kerja. Faktor SDM menjadi elemen kritis karena UKM seringkali memiliki keterbatasan dalam struktur formal, sistem insentif, dan pengembangan karier. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan strategi yang memperkuat komitmen internal karyawan agar keberlanjutan usaha dapat terjaga. Komitmen organisasi didefinisikan sebagai keadaan psikologis yang menggambarkan hubungan antara individu dan organisasinya, yang mengimplikasikan keinginan untuk mempertahankan Dalam UKM, bentuk komitmen yang paling penting adalah komitmen afektif, yakni keterikatan emosional karyawan terhadap visi dan nilai organisasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai penyangga dalam menghadapi tekanan kerja, serta berkontribusi langsung terhadap kinerja, kepuasan kerja, dan loyalitas karyawan (Allen & Meyer. Suharti & Susanto, 2. Perceived Organizational Support (POS) mengacu pada sejauh mana karyawan merasa bahwa organisasi menghargai kontribusi mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka (Eisenberger et , 1. Dalam konteks UKM, bentuk dukungan ini bisa berupa fleksibilitas jam kerja, kepercayaan atasan, dan pengakuan atas kerja keras. POS terbukti berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi dan motivasi kerja karena menciptakan ikatan emosional antara individu dan tempat kerja (Rhoades & Eisenberger, 2. POS juga menjadi dasar dalam membentuk budaya kerja kolaboratif yang mendorong loyalitas. Kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide baru yang orisinal dan bermanfaat. Dalam bisnis kuliner, kreativitas tidak hanya berlaku pada pengembangan menu, tetapi juga pada proses pelayanan, pemasaran, dan manajemen usaha. UKM yang membuka ruang untuk kreativitas karyawan akan menciptakan suasana kerja yang menantang dan bermakna, yang pada gilirannya memperkuat keterlibatan dan komitmen terhadap organisasi (Zhou & George, 2. Kreativitas juga menjadi modal utama untuk inovasi dan daya saing dalam industri makanan yang cepat berubah. Motivasi kerja merupakan kekuatan psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan secara penuh semangat, bertanggung jawab, dan bertahan dalam pekerjaan tersebut. Motivasi intrinsik . erasal dari dalam diri seperti rasa puas, tantangan, makna kerj. lebih kuat pengaruhnya dibandingkan motivasi ekstrinsik. Motivasi yang tinggi akan memperkuat hubungan antara persepsi positif terhadap organisasi dan komitmen karyawan. Motivasi juga menjadi mediator dalam banyak model perilaku kerja (Ryan & Deci, 2. Kepemimpinan partisipatif memberi kesempatan pada karyawan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, menyuarakan ide, dan berkontribusi secara aktif. Gaya kepemimpinan ini telah terbukti meningkatkan sense of belonging dan keterikatan terhadap organisasi (Shin & Zhou, 2. Sementara itu, budaya kerja kolaboratifAiyang menekankan keterbukaan, kepercayaan, dan kerja timAimemfasilitasi lingkungan di mana komitmen bisa tumbuh secara alami. METODE PENELITIAN Penelitian riset ini menggunakan mixed methods pengkat SEM berbasis software PLS untuk menganalisis pengaruh antar variabel perceived organizational support (POS) dan creativity (C) terhadap komitmen organisasi (OC) serta efek motivasi kerja (WM) sebagai variabel mediasi, yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3061-3070 berlokasi di Bogor akhir Desember 2023 hingga Pebruari 2024 terhadap 230 reponden usaha kecil menengah (UKM kuline. Analisis Kualitatif, dilakukan dengan wawancara yang dianalisis dengan metode analisis tematik melalui langkah-langkah: 1. Transkripsi hasil wawancara. Koding awal . nitial codin. Identifikasi tema utama. Kategorisasi dan sintesis. Validasi dengan triangulasi sumber . nforman lintas posis. Peneliti juga melakukan audit trail terhadap seluruh proses pengumpulan dan pengolahan data. Integrasi data antara hasil kuantitatif dan kualitatif dilakukan pada tahap interpretasi dan pembahasan. Temuan kuantitatif menjadi dasar dalam menyusun pertanyaan eksploratif wawancara, sementara hasil kualitatif memperkaya makna dan dimensi dari hubungan variabel dalam konteks praktik nyata. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum dan karakteristik reponden dikemukakan berikut ini. Tabel 1. Gambaran Umum dan Karakteristik Respoden Karakteristik Jumlah . Persentase (%) Usia 21Ae24 tahun Usia > 24 tahun Laki-laki Wanita Pendidikan SMA/sederajat < atau > SMA/sederajat Lama kerja 1Ae2 tahun < atau > 1-2 tahun Sebelum melangkah ke hasil analisis SEM-PLS, perlu dijelaskan bahwa Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) digunakan dalam penelitian ini untuk menguji pengaruh antara variabel-variabel yang diteliti, yaitu Perceived Organizational Support (POS). Creativity, dan komitmen terhadap organisasi, terhadap Peningkatan dan Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis SEMPLS adalah sebagai berikut: . Model Pengukuran (Outer Mode. , yaitu Pengujian dimulai dengan menguji validitas dan reliabilitas indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur setiap Dalam penelitian ini, validitas konstruk dan reliabilitas internal diuji menggunakan Average Variance Extracted (AVE) dan Composite Reliability (CR). Hasilnya menunjukkan bahwa semua indikator memiliki nilai AVE di atas 0,5 dan CR di atas 0,7, yang menunjukkan bahwa model pengukuran memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Model Struktural (Inner Mode. , yaitu: pada tahap ini pengaruh antar variabel diuji menggunakan nilai RA untuk mengukur seberapa baik model dapat menjelaskan variabilitas variabel dependen. Model struktural menunjukkan bahwa POS dan Creativity memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, yang pada gilirannya mempengaruhi peningkatan dan keberlanjutan bisnis ukm kuliner. Koefisien Jalur dan Signifikansi, dengan berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa pengaruh langsung POS terhadap komitmen organisasi memiliki koefisien positif yang signifikan ( = 0,45, p < 0,. Hal ini Strategi Penguatan Komitmen Terhadap Organisasi untuk Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner: Pendekatan Integratif berdasarkan Temuan Lapangan di Kota Bogor Roosganda Elizabeth. Didik Notosudjono. Hamzah. Nancy Yusnita. Anoesyirwan Moeins menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi dukungan organisasi, semakin kuat komitmen karyawan terhadap organisasi. Selain itu. Creativity juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan dan keberlanjutan bisnis UKM Kuliner ( = 0,40, p < 0,. Hipotesis, yaitu: berdasarkan uji hipotesis, semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Variabel POS berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, yang pada akhirnya mempengaruhi peningkatan dan keberlanjutan bisnis UKM kuliner. Demikian pula. Creativity memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan dan keberlanjutan bisnis UKM kuliner. Tabel 2. Hasil Uji Koefisien Jalur SEM-PLS Koefisien TPVariabel Jalur () Statistik Value POS Ie Komitmen terhadap Organisasi 0,45 3,85 <0,01 Creativity Ie Peningkatan Bisnis UKM 0,40 3,12 <0,05 Komitmen terhadap Organisasi Ie 0,50 4,10 <0,01 Peningkatan Bisnis UKM Kesimpulan Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: Data primer diolah . asil penelitian 2. Diagram Hasil Uji Koefisien Jalur SEM-PLS 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00 POS Ie Komitmen terhadap Organisasi Crea vity Ie Peningkatan Bisnis Komitmen terhadap Organisasi UKM Ie Peningkatan Bisnis UKM Koefisien Jalur () Series2 T-Statistik Series1 Penelitian ini juga mengadopsi pendekatan Sequential Explanatory untuk mendalami lebih lanjut hubungan antara variabel-variabel yang telah dianalisis melalui SEM-PLS. Pendekatan ini melibatkan dua tahap: tahap kuantitatif diikuti dengan tahap kualitatif. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menggali secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kuantitatif dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai konteks yang dihadapi oleh UKM kuliner di Kota Bogor. Pada tahap analisis kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan SEM-PLS, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa POS dan Creativity berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan dan Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner melalui Komitmen terhadap Organisasi. Tabel 3. Persentase (%) Temuan dan Usulan Strategi Temuan dan Usulan Strategi Persentase (%) Dukungan organisasi yang nyata Ruang untuk berkreasi dan inovasi Pelatihan dan coaching Kepemimpinan partisipatif Budaya kerja kolaboratif dan inklusif Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS dan wawancara kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa Perceived Organizational Support (POS) dan Creativity berperan penting dalam peningkatan dan keberlanjutan bisnis UKM kuliner di Kota Bogor. Hasil ini sejalan dengan teori-teori yang menyatakan bahwa dukungan organisasi yang baik akan meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja dan keberlanjutan usaha (Eisenberger et al. Selain itu, kreativitas menjadi faktor kunci dalam menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan daya saing UKM kuliner, terutama di pasar yang sangat kompetitif. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa keberlanjutan bisnis UKM kuliner di Kota Bogor sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: dukungan organisasi dan kreativitas. Oleh karena itu, pengelola UKM kuliner perlu fokus pada penguatan dua faktor ini untuk mencapai tujuan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3061-3070 keberlanjutan usaha. Dengan hasil analisis SEM-PLS yang rinci dan penjelasan dari sequential explanatory design, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan UKM kuliner di Kota Bogor. Tahap analisis kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 20 pemilik dan pengelola UKM kuliner di Kota Bogor. Wawancara ini bertujuan untuk menggali alasan mengapa dan bagaimana faktor-faktor seperti POS dan Creativity mempengaruhi keberlanjutan usaha mereka. Pentingnya Kreativitas dalam bisnis kuliner UKM di Kota Bogor juga diakui oleh Sebagian besar pemilik usaha mengungkapkan bahwa untuk bertahan di pasar yang sangat dinamis, mereka harus terus berinovasi dalam hal produk, pemasaran, dan pelayanan. Kreativitas ini tidak hanya berpengaruh pada produk tetapi juga pada cara mereka mengelola sumber daya dan hubungan dengan pelanggan. Tabel 4. Temuan Kualitatif dan Interpretasi Kuantitatif Temuan Kualitatif Interpretasi Kuantitatif Dukungan organisasi sangat mempengaruhi komitmen karyawan POS berpengaruh signifikan terhadap komitmen terhadap organisasi Kreativitas produk dan pelayanan adalah kunci daya tarik pelanggan Creativity berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Bisnis UKM Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa dukungan organisasi (POS) sangat penting dalam mempertahankan komitmen karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi untuk Beberapa pemilik UKM kuliner mengungkapkan bahwa tanpa dukungan yang kuat dari organisasi, mereka akan kesulitan untuk mempertahankan kreativitas dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Mereka juga menyebutkan bahwa inovasi produk dan pelayanan yang dilakukan berperan besar dalam menarik pelanggan dan meningkatkan keberlanjutan usaha Pentingnya Kreativitas dalam bisnis kuliner UKM di Kota Bogor juga diakui oleh Sebagian besar pemilik usaha mengungkapkan bahwa untuk bertahan di pasar yang sangat dinamis, mereka harus terus berinovasi dalam hal produk, pemasaran, dan pelayanan. Kreativitas ini tidak hanya berpengaruh pada produk tetapi juga pada cara mereka mengelola sumber daya dan hubungan dengan pelanggan. DIAGRAM PERSENTASE (%) TEMUAN DAN USULAN STRATEGI Budaya kerja kolaboratif dan Dukungan organisasi yang Kepemimpinan Ruang untuk berkreasi dan Pelatihan dan Selain itu, berdasarkan wawancara mendalam terhadap 10 informan pakar UKM kuliner di Kota Bogor . emilik usaha, manajer, dan karyawa. , diperoleh lima tema utama strategi penguatan komitmen terhadap organisasi: 1. Dukungan Organisasi yang Nyata, dimana sebagian besar karyawan menyatakan bahwa perhatian dari pemilik usaha, seperti bantuan pribadi, fleksibilitas jam kerja, dan ucapan terima kasih secara langsung, menjadi bentuk dukungan yang sangat dihargai. Hal ini memperkuat hasil kuantitatif bahwa POS berpengaruh terhadap motivasi dan komitmen organisasi (AuSaya memang tidak digaji besar, tapi pemilik usaha selalu bantu kalau ada masalah keluarga. Itu bikin saya betah. Ay Ae Informan Karyawa. Ruang untuk Berkreasi dan Berinovasi, dimana karyawan menyukai kesempatan untuk menciptakan resep baru, variasi penyajian, atau ide promosi. Kreativitas yang difasilitasi meningkatkan rasa memiliki terhadap usaha dan memperkuat motivasi kerja (AuWaktu saya usul bikin sambal varian baru, langsung didukung. Sekarang jadi menu andalan. Ay Ae Informan Kok. Pelatihan dan Coaching Berkala, dimana pelatihan ringan seperti demo memasak, pelayanan pelanggan, atau pelatihan pemasaran digital dinilai meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan kerja. Ini menjadi landasan peningkatan motivasi dan komitmen (AuKami diajari langsung Strategi Penguatan Komitmen Terhadap Organisasi untuk Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner: Pendekatan Integratif berdasarkan Temuan Lapangan di Kota Bogor Roosganda Elizabeth. Didik Notosudjono. Hamzah. Nancy Yusnita. Anoesyirwan Moeins sama pemilik atau seniornya, jadi berasa tumbuh bareng. Ay Ae Informan Karyawan Senio. Kepemimpinan Partisipatif, dimana karyawan merasa dihargai ketika dilibatkan dalam pengambilan keputusan harian atau diskusi internal. Gaya kepemimpinan terbuka mendorong loyalitas karena menciptakan suasana kekeluargaan (AuKalau ada yang mau disampaikan, bisa ngomong langsung ke owner. Beliau Ay Ae Informan Manajer Operasiona. Budaya Kerja Kolaboratif dan Inklusif, dimana Lingkungan kerja yang mendukung, terbuka, dan saling membantu antar tim menjadi penentu kuat dalam retensi karyawan. Budaya kolaboratif memperkuat ikatan emosional dengan organisasi (AuKita udah kayak keluarga. Kalau ada yang sakit, semua bantu. Ay Ae Informan Pemili. Integrasi Temuan Kualitatif dengan Hasil Kuantitatif, tercermin pada temuan kualitatif ini secara konsisten mendukung dan memperkaya hasil kuantitatif yang sebelumnya menunjukkan: . POS Ie Komitmen Organisasi . angsung & tidak langsun. Kreativitas Ie Motivasi Ie Komitmen Organisasi . ediasi signifika. Wawancara menunjukkan bahwa ketika karyawan merasa didukung dan memiliki kebebasan berkreasi, mereka menjadi lebih termotivasi dan loyal. Hasil ini selaras dengan teori POS (Eisenberger et al. , 1. , teori motivasi Herzberg . , serta teori kreativitas Amabile . Dengan diiskusi strategis, maka dari kelima tema tersebut, dapat disusun kerangka strategi penguatan komitmen organisasi berbasis praktik lapangan, pada Tabel 3, berikut: Tabel 5. Kerangka Strategi Penguatan Komitmen Organisasi Berbasis Praktik Lapangan Aspek Strategis Bentuk Implementasi Dukungan Organisasi Fleksibilitas, empati, pengakuan informal Ruang Kreativitas Ide menu, inovasi promosi, pengakuan ide Pelatihan & Pengembangan Coaching, demo langsung, mentoring senior Kepemimpinan Partisipatif Diskusi terbuka, pengambilan keputusan bersama Budaya Kolaboratif Kegiatan tim, solidaritas antarpegawai Strategi Penguatan Komitmen Organisasi Berbasis Praktik Lapangan Perbandingan temuan ini dengan pendapat ahli sebagai sumber teorinya adalah dimana Meyer & Allen . : menekankan pentingnya komitmen afektif, normatif, dan keberlanjutan Ai semua tercermin dalam praktik UKM kuliner yang membangun ikatan emosional. Eisenberger et al. memperkuat bahwa persepsi dukungan organisasi berdampak kuat terhadap motivasi dan retensi. Amabile . dan Zhou & George . : menegaskan bahwa ketika karyawan diberi ruang berkreasi, maka loyalitas dan keterikatan kerja meningkat secara signifikan. Sementara itu, perbandingan dengan studi sebelumnya, tercermin bahwasanya temuan penelitian ini mengenai strategi penguatan komitmen organisasi dalam UKM kuliner menunjukkan konsistensi, sekaligus memperkaya wawasan literatur dalam dekade terakhir. Beberapa studi relevan yang mendukung hasil penelitian ini antara lain: 1. Perceived Organizational Support (POS). Penelitian oleh Malone & Eisenberger . menyatakan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan dan retensi, khususnya dalam lingkungan usaha kecil yang bersifat Penelitian ini memperkuat hasil wawancara di mana dukungan langsung dari pemilik usaha dinilai sebagai faktor loyalitas utama. Kreativitas dan Inovasi. Penelitian oleh Pradhan & Jena . menunjukkan bahwa iklim kerja yang mendukung inovasi dan pemberdayaan kreatif berdampak positif terhadap komitmen dan kinerja karyawan. Hal ini selaras dengan temuan penelitian ini bahwa ruang untuk berekspresi . isalnya menciptakan menu bar. meningkatkan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3061-3070 Pelatihan dan Coaching. Gupta & Singh . dalam studi sistematis terhadap UMKM menyebutkan bahwa pelatihan berbasis konteks . ontextual skill-based coachin. lebih efektif dibanding pelatihan formal, khususnya dalam sektor informal seperti UKM. Ini sejalan dengan temuan bahwa pelatihan informal dari pemilik/senior sangat diapresiasi oleh karyawan UKM kuliner. Kepemimpinan Partisipatif. Studi oleh Shin & Zhou . menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif meningkatkan rasa keterlibatan, tanggung jawab, dan keterikatan terhadap organisasi. Temuan ini sesuai dengan pola di lapangan di mana partisipasi dalam keputusan harian memperkuat komitmen karyawan. Budaya Kolaboratif. Menurut Saks . , budaya kerja kolaboratif berperan dalam menciptakan rasa kebersamaan dan tanggung jawab tim, yang pada akhirnya memperkuat komitmen organisasi. Hal ini paralel dengan temuan kualitatif mengenai nilai kekeluargaan dalam UKM kuliner. Strategi HR pada usaha kecil menengah. Sardana & ScottKemmis . menekankan bahwa strategi HR pada usaha mikro tidak dapat sepenuhnya mengandalkan teori dari perusahaan besar, tetapi harus berbasis relasi dan fleksibilitas sosial. Hal ini sangat relevan dengan UKM kuliner di Bogor yang mengandalkan kedekatan emosional dan keterlibatan langsung dari pemilik. Tabel 5. Perbandingan Temuan dan Studi Terkait Sebelumnya Aspek Strategi Temuan Studi Terkait Dukungan Organisasi (POS) Dukungan langsung dari pemilik Malone & Eisenberger meningkatkan loyalitas . Kreativitas dan Inovasi Ruang berkreasi mendorong Pradhan & Jena . sense of ownership Pelatihan dan Coaching Coaching informal meningkatkan Gupta & Singh . kepercayaan diri Kepemimpinan Partisipatif Karyawan dilibatkan dalam Shin & Zhou . keputusan operasional Budaya Kolaboratif dan Kedekatan tim membentuk Saks . Inklusif ikatan emosional Komitmen terhadap Gaya kepemimpinan dan budaya Suharti & Susanto . Organisasi terbuka pengaruhi loyalitas Motivasi dan Retensi Motivasi intrinsik jadi penentu Lai et al. bertahan di UKM Inklusi Sosial Kerja inklusif tingkatkan Tang & Vandenberghe kenyamanan dan keterikatan . Strategi SDM Mikro Relasi personal lebih efektif Sardana & Scott-Kemmis dari sistem struktural . Kreativitas dan Loyalitas Pemberdayaan kreativitas Sousa & Rocha . karyawan tingkatkan retensi Penelitian yang merumuskan strategi penguatan komitmen terhadap organisasi guna mendukung keberlanjutan bisnis UKM kuliner di Kota Bogor. Dengan pendekatan mixed method sequential explanatory, penelitian telah dan berhasil mengintegrasikan hasil kuantitatif sebelumnya dengan temuan kualitatif dari wawancara mendalam terhadap pemilik, manajer, dan karyawan UKM kuliner. Berdasarkan hasil analisis, dikemukakan bahwa: 1. Komitmen organisasi pada karyawan UKM kuliner terbentuk bukan hanya oleh faktor struktural, tetapi terutama oleh relasi personal, dukungan nyata, dan rasa memiliki yang tumbuh dalam keseharian kerja. Lima strategi utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: . Dukungan organisasi yang nyata dan konsisten. Pemberian ruang untuk kreativitas dan inovasi. Pelatihan kerja dan coaching informal. Kepemimpinan partisipatif dan terbuka. Budaya kerja kolaboratif dan kekeluargaan. Strategi tersebut secara langsung memperkuat motivasi kerja dan membentuk ikatan emosional yang tinggi terhadap organisasi, mendukung temuan kuantitatif bahwa motivasi berperan sebagai mediasi utama dalam hubungan antara dukungan organisasi dan komitmen. Strategi tersebut tidak hanya mendukung dimensi psikologis dari komitmen afektif dan normatif, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang loyal, produktif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, temuan dalam artikel ini sejalan dan melengkapi teori-teori terdahulu, khususnya dalam konteks sektor informal dan usaha mikro seperti UKM kuliner yang belum banyak diteliti Strategi Penguatan Komitmen Terhadap Organisasi untuk Keberlanjutan Bisnis UKM Kuliner: Pendekatan Integratif berdasarkan Temuan Lapangan di Kota Bogor Roosganda Elizabeth. Didik Notosudjono. Hamzah. Nancy Yusnita. Anoesyirwan Moeins dalam literatur global. Model strategi ini sangat kontekstual dan aplikatif dalam lingkungan UKM kuliner yang cenderung informal dan dinamis. Keberhasilannya bergantung pada keterlibatan langsung pemilik/manajer dalam menciptakan kultur kerja yang sehat dan humanistik. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil memperluas pemahaman tentang bagaimana strategi-strategi mikro dan kontekstual yang diterapkan dalam UKM kuliner Indonesia sejajar dan selaras dengan teori serta studi kontemporer dalam bidang manajemen SDM. Bahkan, dalam beberapa kasus seperti pelatihan informal dan pendekatan kekeluargaan, hasil studi ini memberikan kontribusi praktis yang lebih aplikatif untuk sektor informal di negara berkembang. Dengan mengacu pada berbagai studi kontemporer tersebut, temuan artikel ini menguatkan bahwa strategi penguatan komitmen organisasi dalam UKM tidak bisa dilepaskan dari dimensi humanistik: kedekatan personal, kesempatan berekspresi, dan dukungan informal yang bersifat emosional dan sosial. Model manajemen seperti ini menjadi pendekatan alternatif yang kontekstual dan adaptif, terutama dalam sektor informal dan kewirausahaan kecil di negara berkembang seperti Indonesia. Implikasi Praktis, pemuan ini memiliki implikasi strategis untuk pelaku UKM kuliner, pendamping usaha, dan pemangku kebijakan: . Bagi Pelaku . emilik dan pengelol. UKM, yaitu: . Membangun sistem dukungan non-material seperti pengakuan verbal, fleksibilitas kerja, dan perhatian personal kepada karyawan. Memberikan ruang partisipasi dalam proses inovasi, misalnya dalam pembuatan menu atau strategi promosi. Menyediakan coaching ringan dan pelatihan berbasis kebutuhan lapangan. Membangun sistem dukungan berbasis empati . fleksibilitas kerja, perhatian pribad. Memberikan kepercayaan pada karyawan untuk mengemukakan ide dan terlibat dalam proses inovasi. Menyediakan pelatihan sederhana secara rutin yang berbasis kebutuhan aktual di lapangan. Bagi Pendamping Usaha dan Lembaga Pelatihan, yaitu: . Mendesain program pelatihan yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun soft skills, seperti kepemimpinan partisipatif dan komunikasi tim. Mendesain program pelatihan kewirausahaan yang tidak hanya fokus pada keuangan dan pemasaran, tetapi juga pada pengelolaan SDM berbasis kedekatan sosial. Menyusun modul Aukreativitas dan kepemimpinan kolaboratifAy khusus untuk pelaku UKM kuliner. Bagi Pemerintah Daerah dan Lembaga Pendukung UMKM, yaitu: . Memberikan insentif bagi UKM yang mampu mempertahankan karyawan melalui strategi berbasis komitmen organisasi. Membangun komunitas UKM yang saling berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja dan inovasi. Menyusun kebijakan dan insentif bagi UKM yang menerapkan praktik SDM yang mendukung loyalitas dan keberlanjutan. Memfasilitasi pembentukan komunitas antar-UKM untuk saling berbagi praktik manajemen karyawan yang berhasil. Kontribusi Teoretis. Hasil penelitian ini memperkaya literatur tentang komitmen terhadap organisasi dengan memberikan bukti bahwa dalam konteks UKM, strategi informal berbasis relasional dan emosional lebih efektif dibanding strategi struktural-rasional. Temuan ini mendukung pendekatan baru dalam manajemen UKM berbasis kepercayaan, kreativitas, dan pemberdayaan. Hasil artikel ini memperluas pemahaman tentang komitmen organisasi di sektor informal, terutama pada UKM kuliner, melalui pendekatan integratif antara data kuantitatif dan narasi lapangan. Disamping itu, juga mengembangkan model evaluasi strategi penguatan komitmen berbasis indikator kinerja SDM. Keterbatasan dan Saran Penelitian Lanjutan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah dan cakupan responden yang masih terbatas pada wilayah Kota Bogor dan sektor kuliner. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian mendatang: . Memperluas cakupan geografis dan sektor usaha . erajinan, jasa, perdaganga. Menggunakan pendekatan longitudinal untuk melihat dinamika komitmen karyawan dari waktu ke waktu. Melakukan eksplorasi di sektor UKM lainnya . erajinan, perdagangan, jas. Menggunakan pendekatan longitudinal untuk melihat perubahan komitmen dari waktu ke waktu. Mengembangkan model evaluasi efektivitas strategi penguatan komitmen dalam konteks kewirausahaan mikro. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3061-3070 DAFTAR PUSTAKA