Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education Volume 2 Number 1. Bulan . DOI : Pengaruh Pembelajaran Tari terhadap Peningkatan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi Windy Apriana1*. Siti Rizkiatul Ummah2. Muyassir Bin Haruman3. Junaidi Marzuki4 Universitas Hamzanwadi1234. Lombok Timur. Indonesia Email: windyapriana14@gmail. com1*, sitirizki91@gmail. com2, yassarapat29@gmail. mjunaidi@hamzanwadi. Riwayat Artikel Abstrak Dikirim : 7 Desember 2025 Direvisi : 17 Desember 2025 Diterima : 4 Januari 2025 Dipublikasi : 30 Januari 2025 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran tari terhadap peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya seni tari sebagai sarana pengembangan potensi non-akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok Instrumen penelitian berupa angket kreativitas, angket kepercayaan diri, serta lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua variabel setelah diberikan intervensi pembelajaran tari, dengan peningkatan rata-rata kreativitas dari 60 menjadi 80 dan kepercayaan diri dari 55 menjadi 75. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran tari tidak hanya melatih kemampuan motorik, tetapi juga meningkatkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri secara optimal. Pembelajaran tari terbukti efektif sebagai strategi penguatan karakter dan pengembangan kompetensi personal siswa di lingkungan sekolah. Kata Kunci : Pembelajaran tari. kepercayaan diri. pendidikan seni. pengembangan karakter. peserta didik SMP. ekspresi diri. pendidikan non-akademik. pembelajaran berbasis seni. Abstract Keywords : Dance learning. self-confidence. arts education. junior high school students. self-expression. non-academic development. arts-based learning. This study aims to examine the effect of dance learning on improving studentsAo creativity and self-confidence at SMP Unggulan Hamzanwadi. The research is grounded in the importance of dance as a medium for developing non-academic potential and shaping studentsAo character. A quantitative method with a quasiexperimental design was employed, involving an experimental group and a control group. Research instruments included a creativity questionnaire, a selfconfidence questionnaire, and observation sheets. The results reveal a significant increase in both variables after the implementation of dance learning, with creativity scores rising from 60 to 80 and self-confidence scores increasing from 55 to 75. These findings indicate that dance learning not only enhances motor skills but also strengthens studentsAo courage, creativity, and expressive abilities. Dance learning proves to be an effective strategy for character building and personal development within the school environment. A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License (CC BY 4. license PENDAHULUAN Pendidikan seni merupakan komponen krusial dalam ekosistem pendidikan yang memainkan peran strategis dalam pembentukan kepribadian, karakter, serta sensitivitas estetika peserta didik. Pendidikan tidak semata-mata bertujuan mentransfer pengetahuan kognitif, melainkan juga menumbuhkan kepekaan emosional dan apresiasi terhadap nilai-nilai humanistik. Melalui pendidikan seni, siswa didorong untuk memahami esensi keindahan dan mengembangkan harmoni antara kapasitas intelektual Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: 3109-1679 dan emosional. Dalam konteks ini, pendidikan seni berfungsi sebagai medium pembentukan individu yang holistik, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, tanggung jawab, dan kepekaan sosial terhadap lingkungannya. Pendidikan seni juga berperan sebagai instrumen pengembangan potensi non-akademik yang setara pentingnya dengan kemampuan kognitif. Melalui aktivitas kesenian, siswa dilatih untuk mengekspresikan diri, mengelola emosi, serta mengapresiasi karya orang lain. Seni menjadi wahana pelatihan kemampuan berpikir kreatif dan reflektif, karena melibatkan proses eksplorasi, imajinasi, dan penemuan diri. Dengan demikian, pendidikan seni memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional sebagai fondasi keberhasilan hidup individu di masa mendatang. Salah satu cabang pendidikan seni yang memiliki kontribusi substansial dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa adalah seni tari. Seni tari bukan sekadar sekumpulan gerakan tubuh ritmis, melainkan bentuk komunikasi nonverbal yang kaya akan makna simbolik dan emosional. Melalui kegiatan tari, siswa belajar memanfaatkan tubuh sebagai medium ekspresi untuk menyampaikan ide, emosi, dan pengalaman hidup. Aktivitas ini menumbuhkan kesadaran tubuh . ody awarenes. , kepekaan terhadap ritme, serta kemampuan mengontrol gerakan secara harmonis. Proses tersebut membentuk disiplin, ketekunan, dan konsentrasi, karena setiap gerakan tari memerlukan koordinasi antara pikiran, emosi, dan fisik. Selain mempertajam kemampuan estetika, pembelajaran tari juga berfungsi sebagai medium pengembangan kepribadian. Saat terlibat dalam kegiatan menari, siswa dilatih untuk berani mengekspresikan diri di depan orang lain, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan Tari memberikan peluang bagi siswa untuk mengatasi rasa malu, belajar menerima kritik, serta menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan diri. Dalam konteks pendidikan modern yang menuntut kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran tari dapat dijadikan ruang ekspresi efektif untuk melatih kepekaan artistik sekaligus membangun karakter yang berani, terbuka, dan kreatif. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir inovatif, dan kecerdasan emosional yang memadai. Tuntutan ini muncul seiring dengan meningkatnya kompleksitas tantangan sosial, budaya, maupun ekonomi yang harus dihadapi. Oleh karena itu, pendidikan di abad ke-21 memerlukan pendekatan yang mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara menyeluruh. Pembelajaran seni tari menjadi salah satu bentuk pendidikan yang relevan dalam konteks ini karena mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Dalam proses pembelajaran tari, siswa tidak hanya dilatih untuk menguasai teknik gerak, tetapi juga untuk memahami konsep, nilai, dan makna yang terkandung dalam setiap aktivitas seni. Integrasi ketiga aspek tersebut menjadikan seni tari sebagai sarana efektif untuk membentuk kompetensi multidimensional pada peserta didik. Melalui kegiatan menari, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Pengalaman ini memberi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun hubungan emosional dengan gerak dan musik. Aspek pengalaman estetik yang hadir dalam pembelajaran tari turut mendukung terbentuknya sensitivitas dan apresiasi terhadap seni. Selain itu, pembelajaran tari mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, dan berinteraksi sosial secara sehat. Proses latihan kelompok, diskusi kreatif, serta penampilan bersama melatih peserta didik untuk saling berkomunikasi, mengatur peran, dan menjaga keharmonisan tim. Kemampuan ini sangat penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dinamika kehidupan sosial yang semakin beragam. Dengan demikian, seni tari dapat dipandang sebagai bentuk pendidikan holistik yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara seimbang. Tidak hanya kemampuan motorik dan kreativitas yang ditingkatkan, tetapi juga kompetensi sosial, emosional, dan nilai-nilai karakter. Oleh karena itu, integrasi pembelajaran tari dalam sistem pendidikan formal menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan berkarakter kuat. SMP Unggulan Hamzanwadi merupakan institusi pendidikan yang menekankan pengembangan karakter melalui kegiatan seni. Sekolah ini berupaya menanamkan nilai-nilai kreatif, disiplin, dan percaya diri kepada siswa melalui integrasi kegiatan seni, termasuk tari, dalam kurikulum pembelajaran. 28 Volume 02 | Issue 01 | Januari, 2026 Windy Apriana. Siti Rizkiatul Ummah. Muyassir Bin Haruman. Junaidi Marzuki / Pengaruh Pembelajaran Tari terhadap Peningkatan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi Namun, masih terdapat persepsi di kalangan masyarakat dan sebagian pendidik bahwa seni, termasuk seni tari, hanyalah mata pelajaran pelengkap yang tidak berdampak langsung pada prestasi Paradigma ini menjadi tantangan bagi sekolah dan pendidik untuk membuktikan bahwa pendidikan seni memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan mental dan sosial peserta Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni tari memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa. Melalui latihan tari, siswa belajar mengendalikan diri, berkolaborasi dalam kelompok, serta mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap peran mereka dalam pertunjukan. Proses latihan berulang juga membentuk disiplin dan ketekunan. Selain itu, pengalaman tampil di depan publik menumbuhkan rasa bangga, keberanian, dan kepercayaan diri. Dengan demikian, pembelajaran tari dapat dianggap sebagai medium pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi personal siswa. Menurut Soedarsono . , tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan melalui gerakan ritmis yang indah dan bermakna. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran tari tidak hanya melatih aspek keterampilan motorik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai estetika, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Setiap gerakan tari mengandung makna simbolik yang dapat mengajarkan siswa untuk memahami nilai budaya dan kearifan lokal. Oleh karena itu, tari memiliki potensi besar sebagai medium pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai budaya bangsa. Kreativitas merupakan salah satu kemampuan utama yang dikembangkan melalui pembelajaran Munandar . menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide atau produk baru yang orisinal dan bermanfaat. Dalam kegiatan tari, kreativitas muncul melalui eksplorasi gerak, penciptaan pola lantai baru, serta kemampuan menafsirkan makna musik dan cerita. Proses ini menumbuhkan kemampuan berpikir divergen dan imajinatif, yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Dengan demikian, pembelajaran tari berperan penting dalam menumbuhkan budaya inovatif di kalangan siswa. Selain kreativitas, kepercayaan diri merupakan aspek psikologis lain yang dapat ditumbuhkan melalui pembelajaran tari. Lauster . mendefinisikan kepercayaan diri sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk bertindak sesuai harapan. Melalui pengalaman menari, siswa belajar menghadapi rasa takut dan mengatasi kecemasan sosial. Tampil di hadapan penonton memberikan kesempatan bagi siswa untuk menguji kemampuan diri, menerima evaluasi, dan memperbaiki penampilan. Proses ini secara bertahap membangun rasa percaya diri yang stabil dan realistis, yang tercermin dalam aktivitas belajar dan interaksi sosial sehari-hari. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni tari berperan penting dalam menstimulasi dua aspek fundamental perkembangan siswa, yaitu kreativitas dan kepercayaan diri. Aktivitas menari tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi atau hiburan, tetapi juga sebagai medium pendidikan yang bernilai tinggi secara pedagogis dan psikologis. Oleh sebab itu, penelitian mengenai pengaruh pembelajaran tari terhadap peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi menjadi imperatif untuk dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa seni, khususnya seni tari, merupakan komponen integral pendidikan yang mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan percaya diri. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu . uasiexperimental desig. , yang merupakan metode penelitian yang sistematis dan terstruktur untuk menguji hipotesis melalui pengumpulan data numerik. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memfasilitasi pengukuran objektif terhadap pengaruh variabel melalui data numerik yang dapat diuji secara statistik, sehingga memungkinkan generalisasi hasil ke populasi yang lebih luas. Desain eksperimen semu dipilih mengingat keterbatasan kontrol penuh terhadap variabel eksternal yang mungkin memengaruhi hasil, seperti kondisi lingkungan sekolah atau motivasi siswa, namun tetap memungkinkan perbandingan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk menilai efektivitas intervensi. Tujuan utama metode ini adalah untuk menentukan sejauh mana pembelajaran tari memengaruhi peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi, dengan fokus pada dampak jangka pendek dan potensi aplikasi dalam kurikulum pendidikan. Januari, 2026 | Issue 01 | Volume 02 Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: 3109-1679 Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMP Unggulan Hamzanwadi pada tahun ajaran berjalan, yang terdiri dari berbagai tingkat kelas dengan latar belakang sosial dan akademik yang Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan akademik dan perkembangan sosial-emosional siswa untuk meminimalkan bias. Salah satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang menerima intervensi pembelajaran tari, sedangkan kelas lainnya berfungsi sebagai kelompok kontrol tanpa intervensi serupa, sehingga memungkinkan pengukuran perbedaan yang signifikan. Penelitian dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi dua kali pertemuan per minggu, menghasilkan total dua belas sesi pembelajaran, yang dirancang untuk memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk menginternalisasi keterampilan dan mengalami perubahan perilaku. Instrumen penelitian meliputi angket kreativitas, angket kepercayaan diri, serta lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, yang semuanya dikembangkan berdasarkan teori dan indikator yang relevan. Angket kreativitas dikembangkan berdasarkan indikator berpikir divergen, imajinasi, dan penciptaan ide baru, dengan pertanyaan yang mencakup skenario hipotetis untuk mengukur kemampuan siswa dalam menghasilkan solusi kreatif. Angket kepercayaan diri mengukur dimensi keyakinan terhadap kemampuan diri, keberanian berpendapat, serta kesiapan tampil di depan umum, menggunakan skala Likert untuk memfasilitasi analisis kuantitatif. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu untuk memastikan akurasi data, melalui uji validitas konstruk dan uji reliabilitas Cronbach's Alpha, sehingga hasil penelitian dapat diandalkan dan bebas dari kesalahan Prosedur penelitian terbagi menjadi tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang dirancang untuk memastikan kelancaran dan etika penelitian. Tahap persiapan melibatkan observasi awal kegiatan ekstrakurikuler seni dan koordinasi dengan guru seni budaya untuk menentukan jadwal serta rancangan pembelajaran tari, termasuk penyusunan materi yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Tahap pelaksanaan mencakup intervensi berupa latihan teknik dasar, improvisasi gerak, dan penampilan kelompok, yang dilakukan secara bertahap untuk membangun keterampilan dari yang sederhana ke yang kompleks. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengisian angket dan observasi pre-test serta post-test, dengan pengawasan ketat untuk menghindari kontaminasi data. Analisis data menggunakan uji t-test untuk mengukur perbedaan rata-rata antara kelompok, serta analisis deskriptif untuk menggambarkan peningkatan skor, dengan bantuan perangkat lunak statistik seperti SPSS, yang memungkinkan visualisasi data melalui grafik dan tabel. Uji t-test independen digunakan untuk membandingkan skor post-test antara kelompok eksperimen dan kontrol, sementara analisis deskriptif meliputi perhitungan mean, median, dan standar deviasi untuk memberikan gambaran komprehensif tentang distribusi data. Penggunaan perangkat lunak ini memastikan akurasi perhitungan dan meminimalkan kesalahan manusia dalam interpretasi hasil. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian intervensi. Nilai p yang berada di bawah 0,05 mengindikasikan signifikansi statistik, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi memberikan pengaruh nyata terhadap variabel yang diteliti. Temuan ini menegaskan efektivitas program pembelajaran tari dalam meningkatkan aspek-aspek tertentu pada diri peserta didik. Peningkatan kreativitas pada kelompok eksperimen terlihat lebih menonjol dibandingkan kelompok kontrol. Siswa menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mengembangkan ide gerakan baru, melakukan improvisasi, serta menghasilkan bentuk interpretasi irama yang orisinal. Peningkatan tersebut tercermin pada skor angket kreativitas yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 20%, menandakan adanya perkembangan yang substansial pada aspek kemampuan berpikir kreatif. Tabel1. Peningkatan (Pre-test & Post-tes. Aspek Kreativitas Kepercayaan Diri Pre-test 30 Volume 02 | Issue 01 | Januari, 2026 Post-test Peningkatan 20% 20% Windy Apriana. Siti Rizkiatul Ummah. Muyassir Bin Haruman. Junaidi Marzuki / Pengaruh Pembelajaran Tari terhadap Peningkatan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi Selain kreativitas, peningkatan kepercayaan diri juga teridentifikasi secara signifikan pada kelompok eksperimen. Siswa tampil lebih berani dalam pertunjukan, menunjukkan keyakinan diri yang lebih tinggi dalam interaksi sosial, serta mampu menurunkan tingkat kecemasan ketika berada di hadapan publik. Indikator-indikator ini diperoleh melalui observasi perilaku selama proses dan penampilan, yang menunjukkan perubahan positif pada aspek afektif siswa. Secara psikologis, kegiatan tari berkontribusi dalam memfasilitasi ekspresi diri, pengelolaan emosi, serta pembentukan disiplin dan kemampuan bekerja sama. Faktor-faktor tersebut turut mendukung peningkatan resiliensi emosional siswa, sehingga mereka lebih mampu menghadapi berbagai situasi Temuan ini sejalan dengan pandangan Soedarsono . Munandar . , dan Lauster . yang menekankan peran seni tari sebagai medium untuk mengembangkan kepekaan, kreativitas, dan kepercayaan diri. Selain itu, hasil penelitian ini konsisten dengan berbagai studi empiris sebelumnya yang mengonfirmasi dampak positif seni terhadap perkembangan anak. Berdasarkan keseluruhan temuan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tari memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tari perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu strategi pendidikan karakter di Rekomendasi dari penelitian ini meliputi integrasi yang lebih kuat antara pembelajaran tari dalam kurikulum nasional serta peningkatan pelatihan guru secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas implementasi program yang optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tari memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi. Peningkatan skor pada hasil post-test menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran tari mengalami perkembangan yang lebih optimal dibandingkan dengan kelompok Dari aspek kreativitas, siswa terlihat lebih mampu mengeksplorasi gerak, mengembangkan ide orisinal, serta menafsirkan ritme dengan lebih bebas dan imajinatif. Aktivitas improvisasi, latihan pola lantai, dan interpretasi musik memberi ruang bagi siswa untuk berpikir divergen dan menemukan bentuk ekspresi personal yang lebih kaya. Hal ini membuktikan bahwa seni tari efektif dalam menstimulasi kemampuan berpikir kreatif dan inovatif yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran abad ke-21. Dari aspek kepercayaan diri, siswa menunjukkan keberanian yang lebih tinggi dalam tampil, mengemukakan pendapat, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Proses latihan yang berulang, tampil di depan kelompok, serta menerima umpan balik dari guru dan teman mendorong siswa untuk mengatasi rasa malu dan kecemasan sosial. Pembelajaran tari membantu membentuk keyakinan diri yang lebih stabil, terstruktur, dan realistis. Selain itu, pembelajaran tari juga memberikan kontribusi signifikan terhadap keterampilan sosial dan emosional siswa. Mereka belajar bekerja sama dalam kelompok, menghargai perbedaan gaya ekspresi, serta membangun disiplin dan ketekunan selama proses latihan. Dampak ini memperkuat karakter siswa, terutama dalam hal tanggung jawab, empati, dan kemampuan beradaptasi. Dengan demikian, pembelajaran tari bukan hanya aktivitas kesenian, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang Kegiatan ini terbukti mampu membentuk siswa yang kreatif, percaya diri, serta mampu bersosialisasi dengan baik. Hasil penelitian ini mendorong sekolah untuk semakin mengintegrasikan pembelajaran seni, khususnya tari, dalam kurikulum sebagai investasi penting dalam membangun generasi yang adaptif, berkarakter kuat, dan memiliki kecerdasan emosional yang matang. DAFTAR PUSTAKA