JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia*. Saifudin Zuhri Ilmu Komunikasi. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Indonesia 21043010190@student. Abstract The rapid development of information and communication technology has made the internet one of the most widely used means of communication, including through social media platforms such as YouTube. YouTube provides features such as watching, uploading, and sharing videos, making it an effective medium for delivering messages to a wide audience. Amid the increasing cases of cyberbullying in Indonesia. YouTube has been utilized as an educational platform to raise public awareness. One example can be seen on the YouTube account @cerdasberkarakter. kemdikdasmen, which presents public service advertisements containing educational messages to build awareness among viewers. This study aims to examine how anti-cyberbullying education is presented in public service advertisements on the YouTube account @cerdasberkarakter. The research uses a qualitative approach with content analysis methods by Parker. Saundage, and Lee. The findings show that anti-cyberbullying education in these public service advertisements is conveyed through five main themes: education on the role of schools in fostering anti-cyberbullying awareness, education through student empowerment as agents of change, education on the role of social support in overcoming cyberbullying, education on digital literacy, and education on the underlying factors that drive perpetrators of cyberbullying. Keywords: Content Analysis. Anti Cyberbullying. Public Service Announcements. Youtube Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong internet menjadi salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan, termasuk melalui platform media sosial seperti YouTube. YouTube menawarkan fitur seperti menonton, mengunggah, dan membagikan video, sehingga menjadikannya sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas. Di tengah meningkatnya kasus cyberbullying di Indonesia. YouTube dimanfaatkan sebagai media edukatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Salah satu bentuk pemanfaatannya terlihat pada akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen yang menghadirkan konten iklan layanan masyarakat berisi pesan-pesan edukatif untuk membangun kesadaran publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk YouTube @cerdasberkarakter. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi menurut Parker. Saundage, dan Lee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi anti-cyberbullying dalam iklan layanan masyarakat pada akun tersebut disampaikan melalui lima tema utama, yaitu: edukasi tentang peran pendidikan dalam membangun kesadaran anti cyberbullying, edukasi tentang pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan, edukasi tentang peran dukungan sosial dalam mengatasi cyberbullying, edukasi tentang literasi digital, dan edukasi tentang faktor penyebab pelaku cyberbullying. Kata Kunci: Analisis Isi. Anti Cyberbullying. Iklan Layanan Masyarakat. Youtube PENDAHULUAN Di era saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian pesat telah mengubah pola interaksi masyarakat modern, di mana internet menjadi medium utama dalam berbagai aktivitas, termasuk komunikasi, hiburan, hingga edukasi. Perkembangan ini semakin diperkuat dengan hadirnya perangkat smartphone yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur digital seperti media sosial, layanan pesan instan, penelusuran informasi, dan video streaming dalam satu genggaman. Salah satu media sosial yang paling sering diakses adalah YouTube. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024. YouTube menempati posisi kedua sebagai media sosial paling banyak diakses dengan persentase sebesar 50,85% (APJII, 2. YouTube dikenal sebagai platform berbagai video terbesar di dunia yang Submitted: June 2025. Accepted: August 2025. Published: September 2025 ISSN: 2614-8498 . DOI: https://doi. org/10. 32509/pustakom. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 memungkinkan pengguna mengakses berbagai jenis konten, mulai dari hiburan, edukasi, hingga informasi aktual. YouTube bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran yang efektif karena mampu menarik perhatian dan membantu pemahaman penonton lewat kombinasi suara dan gambar. Media ini tidak hanya mudah diakses, tapi juga menyajikan konten yang interaktif dan menarik, sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah dicerna. YouTube juga mendorong proses belajar dengan merangsang cara berpikir, perasaan, dan fokus penonton. Seperti yang dijelaskan oleh (Tutiasri, 2. , informasi yang disampaikan lewat YouTube lebih mudah dipahami dibandingkan media yang hanya berbentuk teks, karena YouTube menggabungkan unsur audio dan visual yang saling Dengan fitur mengunggah, menonton, dan membagikan video. YouTube menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada publik secara luas. Dalam menyebarkan informasi YouTube juga dimanfaatkan sebagai media yang strategis untuk menyampaikan iklan layanan masyarakat karena iklan tersebut memiliki fungsi untuk mengedukasi dan memberikan pesan imbauan kepada masyarakat. Menurut Dwihantoro iklan layanan masyarakat dirancang untuk membentuk kesadaran publik serta mendorong sikap dan perilaku. Dengan kekuatan audio dan visual yang dimiliki. YouTube memberikan daya tarik tersendiri dalam menyampaikan pesan-pesan tersebut secara persuasif (Achmad Afandy et al. , 2. Salah satu isu sosial yang diangkat dalam iklan layanan masyarakat di YouTube adalah cyberbullying, yang saat ini menjadi masalah serius di kalangan masyarakat terutama di era digital. Cyberbullying sendiri menurut UNICEF merupakan salah satu bentuk perundungan yang dilakukan dengan bantuan perangkat elektronik atau media digital. Aksi ini bisa terjadi melalui berbagai platform seperti media sosial, telepon genggam, permainan daring, hingga aplikasi pesan instan. Umumnya, tindakan ini bersifat berulang dan dilakukan dengan tujuan untuk menakut-nakuti, memancing emosi, atau mempermalukan korbannya. Meskipun bisa terjadi bersamaan dengan perundungan tatap muka, cyberbullying memiliki ciri khas berupa rekam jejak digital yang dapat digunakan sebagai bukti untuk melacak dan menghentikan tindakan tersebut (Imani et al. , 2. Urgensi edukasi anti cyberbullying melalui media seperti YouTube semakin penting ketika melihat data dan realita di Indonesia. Berdasarkan laporan UNICEF tahun 2022, sebanyak 45% dari 777 anak di Indonesia mengaku pernah mengalami cyberbullying, mulai dari pelecehan di aplikasi chatting hingga penyebaran foto pribadi tanpa izin. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat adanya peningkatan laporan kasus cyberbullying hingga lebih dari 1. 500 kasus pada tahun Pada triwulan pertama tahun 2024. SAFFnet melaporkan terdapat kenaikan 118 kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia, dimana KBGO merupakan bagian dari cyberbullying. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlndungan Anak (KemenpA) mencatat bahwa korban terbanyak berasal dari usia 18-25 tahun sebesar 57%, dan 26% lainnya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun (Anggraini, 2. Kasus cyberbullying yang terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan teknologi yang salah satunya dipicu oleh ketidakmampuan sebagian pengguna media sosial dalam mengendalikan emosinya (Uldafira & Rochmaniah, 2. Cyberbullying yang meningkat juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi korban seperti menurunnya rasa percaya diri, perasaan takut, tekanan mental (Dwipayana et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa cyberbullying telah menjadi ancaman serius bagi remaja dan anak-anak, karena memiliki dampak yang besar terhadap kondisi psikologis korban. Menurut Rahayu pencegahan dan penanganan cyberbullying dapat dilihat melalui tentang perilaku digital yang aman dan bertanggung jawab yang melibatkan peran orang tua, sekolah, dan pemerintah. Selain itu, strategi teknis seperti pengaturan privasi juga penting untuk melindungi anak-anak dari potensi cyberbullying (Karyanti, 2. Salah satu bentuk konkret upaya untuk mncegah atau melawan cyberbullying di Indonesia ini terlihat dari konten-konten di akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen, yang secara aktif mengedukasi masyarakat dalam mencegah dan menangani kasus cyberbullying. Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 Gambar 1. Akun YouTube @cerdasberkarakter. (Sumber: YouTube, 2. Akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen merupakan akun resmi milik Pusat Penguatan Karakter (Puspek. Kementerian Pendindikan dasar dan Menengah Republik Indonesia. Akun ini tidak hanya memiliki kredibilitas tinggi karena berada di bawah instansi resmi pemerintah, tetapi juga konsisten menyajikan konten edukatif yang mendukung penguatan karakter dan kesadaran Melalui berbagai konten yang dibagikan seperti lagu animasi bertema karakter yang menarik bagi anak-anak, diskusi pendidikan, apresiasi dan praktik tentang apresiasi untuk menunjang penguatan karakter kampanye sosial, dan iklan layanan masyarakat. Akun YouTube ini berupaya untuk menanamkan nilai moral dan etika digital kepada masyarakat. Salah satunya adalah konten iklan layanan masyarakat tentang cyberbullying yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk berperilaku bijak dan empatik dalam menggunakan media sosial. Dengan dukungan visual yang menarik dan narasi yang kuat, pesan-pesan ini dapat tersampaikan lebih Pemanfaatan YouTube sebagai media penyebaran konten edukatif juga memungkinkan jangkauan yang lebih luas dan cepat kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi edukasi anti cyberbullying dalam akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen dengan menggunakan lima tahapan analisis isi kualitatif Parker. Saundage, dan Lee. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang perilaku cyberbullying yang ditampilkan dalam iklan layanan masyarakat. METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci terkait edukasi anti cyberbullying dalam iklan layanan masyarakat pada akun YouTube @cerdasberkarakter. penelitian kualitatif sendiri menurut Bogdan dan taylor penelitian kualitatif merupakan suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang serta perilaku yang diamati (Lexy J. Moleong, 2. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memahami secara mendalam makna dari suatu fenomena yang sedang berlangsung dengan menempatkan peneliti sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Pendekatan ini berfokus pada konteks sosial, budaya, dan bahasa yang melatarbelakangi fenomena tersebut, sehingga data yang dihasilkan bersifat deskriptif dan interpretatif. Melalui interaksi langsung di lapangan, peneliti tidak hanya mengamati perilaku, tetapi juga menafsirkan nilai-nilai, keyakinan, serta pengalaman subjektif Dengan demikian, penelitian kualitatif memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap realitas sosial secara holistik dan kontekstual, terutama pada isu-isu yang bersifat kompleks dan tidak bisa dijelaskan hanya melalui angka atau statistik semata (Gusli & Sari. Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 Metode analisis isi kualitatif yaitu pendekatan yang digunakan untuk memahami dan menafsirkan makna dari materi simbolik seperti film, gambar, atau lirik lagu (Olivia, 2. Sedangkan menurut Burhan Bungin analisis isi melibatkan serangkaian tahapan mulai dari mengidentifikasi dan mengelompokkan simbol-simbol, menentukan kriteria klasifikasi yang relevan, hingga menggunakan teknik analisis tertentu untuk menarik kesimpulan atau memprediksi makan yang terkandung dalam data (Bungin, 2. Penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif untuk menelaah pesan-pesan yang terdapat pada iklan layanan masyarakat @cerdasberkarakter. kemdikdasmen peneliti menggunakan langkah-langkah yang dijelaskan oleh Parker. Saundage, dan Lee sebagai panduan, karena langkah-langkah tersebut dirancang secara khusus untuk menggali makna tersembunyi dari suatu konten media sosial. Dengan menggunakan metode analisis isi Parker. Saundage, dan Lee peneliti dapat mengeksplorasi konten secara lebih dalam dengan mengikuti lima langkah analisis isi tersebut yaitu menentukan tujuan penelitian dan unit analisis . efining the research objective and unit of analysi. , memilih konten . electing the conten. , menganalisis konten . nalyzing the conten. , mmenginterpretasi konten . nterpretasi the conten. , dan menggambarkan kesimpulan . rawing conclusio. (Parker et al. , 2. Peneliti akan menggunakan kelima langkah untuk menelaah dan mengungkap isi dari iklan layanan masyarakat di akun YouTube @cerdasberkarakter. yang berkaitan dengan edukasi anti cyberbullying. Langkah ini dilakuakan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pesan-pesan edukatif yang disampaikan melalui konten HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dari pengamatan akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen secara aktif membagikan berbagai konten seperti video animasi, iklan layanan masyarakat, webinar, dan Dari berbagai konten tersebut, peneliti menentukan delapan video iklan layanan masyarakat tentang anti cyberbullying untuk dianalisis. Video tersebut mencakup berbagai video yang menampilkan edukasi anti cyberbullying yang disajikan dalam bentuk iklan layanan masyarakat namun berbagai bentuk penyajian seperti film pendek dan dalam bentuk animasi. Video-video tersebut dianalisis setiap adegan-adegan dalam video atau isi video. Setiap elemen dianalisis untuk menggali makna yang relevan dengn tujuan penelitian dengan menggunakan langkah-langkah analisis isi kualitatif Parker. Saundage, dan Lee yaitu menentukan tujuan penelitian dan unit analisis . efining the research objective and unit of analysi. , memilih konten . electing the conten. , menganalisis konten . nalyzing the conten. , menginterpretasi konten . nterpretasi the conten. , dan menggambarkan kesimpulan . rawing conclusio. Dan menggunakan konsep model pencegahan cyberbullying berdasarkan ketahanan online menurut (Dewi et al. , 2. Tujuan penenlitian ini yaitu menggali bagaimana bentuk edukasi anti cyberbullying yang YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen dan unit analisis ditetapkan pada video-video yang ecara eksplisit memuat tema atau pesan yang berkaitan dengan edukasi anti cyberbullying. Selanjutnya, pemilihan konten terhadap berbagai unggahan yang ada di akun @cerdasberkarakter. Kontenkonten yang tidak relevan dengan fokus penelitian disisihkan, dan hanya video yang sesuai dengan topik edukasi cyberbullying yang kemudian dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Konten-konten yang akan dianalisis terdiri dari 8 video diantaranya adalah Au#GerakBersama - Ini Gak LucuAy. Au#GerakBersama - Media SosialAy. Au Kita Semua Sayang teman Bersama Si Juki - Cyber BullyingAy. Au Video Pendek Anti Perundungan - Komentar ToniAy. AuVideo Pendek Anti Perundungan: Cerita Tina dan PendukungnyaAy. AuPerundungan Dunia Maya (Cyberbullyin. Au Program Pencegahan Perundungan (Roots Indonesi. Ay, dan AuBersamani Atasi Perundungan: TerkirimAy. Kemudian konten tersebut diinterpretasi dengan peneliti memahami isi pesan dari 8 video tersebut dengan membaca secara menyeluruh dan berulang. Selanjutnya, peneliti memberi kode berdasarkan gagasan utama, lalu mengelompokkannya ke dalam kategori yang membentuk tema-tema penelitian berdasarkan konsep model pencegahan cyberbullying berdasarkan ketahanan online. Tahap akhir adalah menyusun Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 kesimpulan, yaitu merangkum temuan utama dari hasil analisis dan interpretasi sebagai kontribusi terhadap pemahaman edukasi anti cyberbullying melalui media YouTube. Akun YouTube ini menyajikan konten edukatif secara sederhana dan menarik sehingga mudah dipahami masyarakat. Upaya edukatif dari akun ini mencerminkan peran penting Pusat Penguatan Karakter (Puspek. di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bertugas memperkuat nilai-nilai karakter seperti empati, tanggung jawab, dan saling menghargai. Melalui konten digital. Puspeka mendorong pembentukan karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga beretika dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk isu cyberbullying di era digital. Berikut macam-macam edukasi anti cyberbullying yang dilakukan oleh @cerdasberkarakter. Edukasi Tentang Peran Pendidikan Dalam Membangun Kesadaran Anti Cyberbullying Pendidikan merupakan proses pemberian pengetahuan mengenai suatu hal tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat (Umasugi, 2. Di era digital, proses pendidikan tidak lagi terbatas pada lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan melalui media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang efektif. Salah satu contohnya adalah akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen yang menghadirkan konten edukatif berupa video singkat, animasi, hingga film pendek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu sosial, termasuk cyberbullying. Platform ini menjadi alternatif yang strategis karena mampu menyampaikan materi pendidikan dengan cara yang lebih mudah diakses, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Meski demikian, di tengah perkembangan digital yang pesat, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan serius, salah satunya adalah fenomena cyberbullying yang membutuhkan pemahaman mendalam agar dapat ditangani dengan tepat. Konten yang disajikan akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen dengan berbagai macam konten edukasi. Namun, peneliti secara khusus menemukan konten yang berfokus pada edukasi pencegahan cyberbullying, terutama dalam bentuk penyampaian pendidikan yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai risiko, bentuk-bentuk, serta cara mengenali tindakan cyberbullying (Dewi et al. , 2. Dalam konten akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen terdapat beberapa video iklan layanan masyarakat yang menampilkan mengenai risiko, bentuk-bentuk, serta cara mengenali tindakan cyberbullying seperti video #GerakBersama - Media Sosial. Pentingnya kesadaran terhadap bahaya penyebaran konten digital tanpa izin, khususnya dalam bentuk manipulasi foto seperti dalam adegan pada video iklan layanan masyarakat foto Jenni yang tiba-tiba diedit yang kemudian dibagikan oleh akun @cewesexy. com tanpa adanya izin. Tindakan tersebut menunjukkan bentuk nyata cyberbullying yang kerap terjadi di media sosial, yakni menyebarkan informasi atau gambar tanpa izin dengan tujuan merendahkan, mempermalukan, atau merusak reputasi seseorang. Apabila cyberbullying terjadi secara berulang, korban dapat mengalami stres berat dan kehilangan rasa percaya diri (Elpemi & IsroAoi, 2. Video tersebut menekankan pesan edukatif mengenai dampak psikologis serius dari cyberbullying, khususnya ketika korban menjadi target penyebaran foto yang telah dimanipulasi tanpa izin. Hal ini menggambarkan kondisi emosional korban yang mengalami tekanan mental akibat respon negatif dari publik (Kumala & Sukmawati, 2. Selain aspek psikologis, terdapat pula dampak sosial yang harus dihadapi, misalnya korban harus berurusan dengan pihak kampus yang terkejut atas peristiwa tersebut, yang bahkan bisa memengaruhi reputasi institusi jika tidak dijelaskan dengan benar. Di sisi lain, video ini juga menegaskan pentingnya keberadaan lembaga pendamping, seperti @lembagapelaporan, serta dukungan dari teman-teman untuk membantu korban menghadapi kasus cyberbullying. Video kedua yang Peneliti temukan dan kategorisasikan sebagai edukasi peran pendidikan dalam membangun kesadaran anti cyberbullying yaitu pada video Kita Semua Sayang Teman Bersama Si Juki - Cyber Bullying. Komentar jelek, menyebarkan foto teman yang memalukan, dan membajak akun media sosial teman dengan konten-konten yang bikin malu menjadi bentuk perilaku cyberbullying yang dinarasikan dan digambarkan pada video tersebut. Melalui penggambaran yang Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 sederhana dan relatable, video tersebut juga menyampaikan bahwa tindakan-tindakan yang kerap dianggap sebagai lelucon atau iseng ternyata termasuk dalam kategori cyberbullying yang dapat berdampak negatif bagi korbannya. Video tersebut menjelaskan bahwa cyberbullying berdampak pada kepercayaan diri, relasi sosial, kondisi psikologis, bahkan pendidikan korban. Penyampaian ini bertujuan menumbuhkan empati, kesadaran, dan tanggung jawab sosial agar masyarakat lebih bijak sebelum bertindak, serta membantu menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan suportif. Video ketiga yang Peneliti temukan dan kategorisasikan sebagai peran pendidikan dalam membangun kesadaran anti cyberbullying yaitu video Perundungan Dunia Maya (Cyberbullyin. yang berisikan mengenai bentuk perilaku dan dampak dari cyberbullying. Komentar negatif di media sosial menjadi bentuk cyberbullying dan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi korban yang ditampilkan dalam video tersebut. Dan video yang terakhir dengan judul Bersama Atasi perundungan: Terkirim menampilkan Rani sebagai korban komentar negatif di media sosial, yang menjadi contoh nyata perilaku cyberbullying melalui hinaan dan bahasa kasar untuk merendahkan korban di depan Reaksi emosional Rani yang tampak sedih dan merenung memperlihatkan dampak psikologis serius dari cyberbullying, sekaligus menegaskan bahwa komentar sepele di dunia maya dapat meninggalkan luka emosional mendalam. Video terakhir berjudul Bersama Atasi Perundungan: Terkirim menyampaikan pesan penting mengenai keberanian untuk melapor, dukungan dari teman sebaya, peran sekolah dalam menangani kasus cyberbullying, serta gambaran perilaku dan dampaknya. Salah satu adegan memperlihatkan Rani sebagai korban komentar negatif di media sosial, yang menjadi representasi nyata bentuk cyberbullying melalui kata-kata atau ucapan. Ekspresi emosional Rani yang tampak sedih dan termenung menggambarkan dampak psikologis akibat cyberbullying, sekaligus menegaskan bahwa komentar di ruang digital yang terlihat sepele dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam. Dalam konteks edukasi anti cyberbullying, video-video diatas ini sejalan dengan strategi pendidikan menurut (Dewi et al. , 2. , di mana penonton diberikan pemahaman mendasar mengenai jenis-jenis perilaku yang termasuk sebagai cyberbullying, serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku Edukasi seperti ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa media sosial bukanlah ruang tanpa batas, melainkan setiap aktivitas digital membawa konsekuensi emosional maupun sosial bagi orang lain. Dengan demikian, adegan yang ditampilkan tidak sekadar memaparkan definisi cyberbullying secara teoritis, tetapi juga menanamkan nilai moral serta etika bermedia yang relevan dengan realitas masyarakat dan kehidupan sehari-hari penonton. Hal tersebut diperkuat oleh penelitian dari (Barlett et al. , 2. bahwa intervensi pendidikan yang menekankan pada pengembangan empati terbukti lebih efektifnya dalam menekankan kecenderungan remaja untuk melakukan cyberbullying dibandingkan dengan oendekatan yang hanya sebatas memberikan informasi normatif. Edukasi Tentang Pemberdayaan Siswa Sebagai Agen Perubahan Pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan adalah upaya pemberian peran aktif kepada siswa untuk membantu mencegah dan mengatasi cyberbullying di lingkungan sekitar. Dalam edukasi ini yang mana melibatkan siswa secara aktif dalam upaya pencegahan cyberbullying dengan menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan digital lebih aman, sehat, suportif. Video dalam akun dalam akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikasmen yang berjudul Program Pencegahan Perundungan: Roots Indonesia menampilkan bahwa pencegahan tidak hanya dari guru atau sekolah kepada siswa, melainkan dapat dari siswanya sendiri yang menjadi subjek penting dalam perubahan sosial tersebut. Pemilihan siswa yang memiliki pengaruh sosial dianggap sebagai langkah strategis agar pesan anti-cyberbullying dapat tersampaikan lebih luas dan efektif. Melalui program pelatihan, mereka tidak hanya dibekali dengan pemahaman mengenai konsep cyberbullying, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan tersebut meliputi mengembangkan kemampuan kerja sama, belajar menjadi pemimpin, membangun hubungan yang sehat, kepemimpinan, kreativitas, dan menginisiasi aksi nyata di sekolah untuk menyebarkan kebaikan dan sikap anti perundungan. Dengan cara ini, siswa berperan aktif dalam Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 melakukan tindakan nyata yang bermanfaat untuk mencegah maupun menghentikan praktik cyberbullying di lingkungan sekitarnya. Pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan menjadi salah satu strategi penting dalam upaya mencegah terjadinya cyberbullying. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi, tetapi juga mendorong mereka untuk berperan aktif dalam menyebarkan pesan positif dan ajakan anti-cyberbullying, terutama di kalangan teman sebaya. Melalui program yang ditampilkan dalam video menunjukkan bahwa edukasi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan menurut (Dewi et al. , 2. , yakni dengan memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan praktis, seperti mengatur privasi, memanfaatkan fitur pelaporan, dan memahami aturan penggunaan media sosial secara aman. Cara ini dinilai lebih efektif karena pesan yang disampaikan oleh teman sebaya cenderung lebih mudah diterima, mengingat adanya kedekatan usia, pengalaman, serta interaksi sosial yang serupa. Edukasi Tentang Faktor Peran Dukungan Sosial Dalam Mengatasi Cyberbullying Dukungan memiliki peran yang sangat penting bagi korban cyberbullying, baik dalam bentuk empati, perlindungan, pembelaan, maupun motivasi yang datang dari teman sebaya. Dalam video pada akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikasmen, digambarkan bagaimana teman sebaya hadir untuk memberikan semangat, membela korban di media sosial, serta mendorongnya agar tidak hanya diam ketika menghadapi tindakan cyberbullying. Kehadiran dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam proses pemulihan korban, khususnya dari sisi psikologis, sekaligus membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari pengalaman perundungan daring yang dialaminya. Dalam konten akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen terdapat beberapa video iklan layanan masyarakat yang menampilkan mengenai dukungan sosial yang dibutuhkan oleh seorang korban cyberbullying. Video #GerakBersama - Ini Gak Lucu berisikan tentang bahwa cyberbullying bukanlah hal yang lucu dan harus dihentikan melalui empati, keberanian, dukungan dan solidaritas teman sebaya. Dalam video tersebut, dukungan teman sebaya terlihat melalui pesan-pesan yang mendorong untuk berani melawan dan menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak benar. Video lain yang juga termasuk dalam kategori peran dukungan sosial dalam menghadapi cyberbullying adalah Video Pendek Anti Perundungan: Cerita Tina dan Pendukungnya. Isi dari video tersebut menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan tindakan cyberbullying terus berlanjut serta menyoroti peran dukungan sosial dalam membantu korban kembali bangkit. Selain itu, video ini juga memberikan pesan bahwa keberanian untuk membela korban sekaligus menegur pelaku dapat menjadi langkah efektif dalam menghentikan praktik perundungan di dunia maya. Dalam video tersebut ditampilkan bentuk nyata dukungan sosial dari teman sebaya yang diberikan secara emosional kepada korban cyberbullying. Dukungan tersebut hadir melalui penguatan, empati, serta dorongan positif yang berperan dalam membantu korban mengurangi tekanan psikologis sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri. Selain itu, dukungan juga tampak melalui komentar positif pada unggahan, seperti ajakan untuk menghargai sesama. Komentar tersebut berfungsi menyadarkan pelaku akan dampak buruk tindakannya sekaligus menunjukkan keberpihakan kepada korban tanpa harus membalas dengan cara yang sama. Dalam konteks edukasi anti-cyberbullying, kedua video tersebut menegaskan dukungan sosial yang mana sejalan dengan strategi dukungan yang dijelaskan oleh (Dewi et al. , 2. , yaitu menekankan pentingnya peran teman sebaya untuk selalu berpihak pada korban, memberikan semangat, serta berani membela ketika terjadi perundungan. Dalam penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dari teman sebaya berhubungan langsung dengan penurunan tingkat depresi dan kecemasan korban cyberbullying. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan penuh empati, sehingga korban merasa diterima, dapat memulihkan diri, serta kembali membangun rasa percaya dirinya setelah mengalami cyberbullying. Dukungan sosial dalam upaya pencegahan tidak cukup hanya hadir dalam bentuk pengetahuan atau perhatian pribadi, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang konsisten. Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 Edukasi Tentang Literasi Digital Edukasi literasi digital memegang peran penting dalam mencegah berbagai perilaku negatif yang muncul di dunia maya, termasuk cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan dalam ranah digital seperti media sosial, aplikasi chatting, dan platform online lainnya maka masyarakat perlu dibekali dengan pemahaman tentang bagaimana bersikap bijak dan bertanggung jawab saat menggunakan teknologi. Literasi digital di sini bukan hanya soal bisa mengoperasikan perangkat atau mengakses informasi, tetapi juga menyangkut kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta memahami dampak dari setiap jejak digital yang ditinggalkan. Dalam @cerdasberkarakter. kemdikdasmen disisipkan pesan-pesan untuk bijak dan berempati dalam bermedia sosial seperti AuSatu ketik, dua ketik, lama-lama jadi jejak digital. Jaga jejak digital kita, mari berinteraksi dengan empati. Ay Kalimat tersebut mengingatkan masyarakat bahwa setiap tindakan di dunia maya, sekecil apa pun, dapat meninggalkan dampak dan jejak digital yang nyata. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk bijak dan berempati dalam menggunakan media sosial agar tercipta ruang digital yang sehat, aman, dan saling menghargai. Kemudian dengan kutipan dalam video AuBijaklah dalam bermedia sosial, kadang kita tidak tahu dampak dari apa yang kita tulis pada seseorang. Hargailah semua orang. Ay Kalimat ini mengingatkan tidak semua orang memiliki ketahanan mental yang sama dalam menghadapi komentar atau opini dari orang lain. Apa yang dianggap lucu atau tidak bermaksud jahat, namun bisa terasa menyinggung dan menyakitkan seseorang karena komunikasi di media sosial seringkali tanpa mengetahui intonasi dan ekspresi sehingga mudah menimbulkan salah artian atau salah paham. Pesan-pesan dalam video tersebut secara implisit menggambarkan upaya edukasi literasi digital, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran akan etika dan tanggung jawab saat menggunakan media sosial. Sejalan dengan pendapat Gilster, literasi digital dipahami sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk atau format. Gilster menekankan bahwa literasi digital tidak semata-mata terkait keterampilan teknis, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis dan menelaah informasi secara logis ketika berinteraksi di ruang digital (Raharjo & Winarko, 2. Oleh karena itu, ajakan yang disampaikan melalui video ini menjadi bagian dari edukasi publik yang bertujuan agar masyarakat tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu bersikap bijak dan berempati dalam interaksi di dunia maya. Selain menumbuhkan kesadaran etika dan tanggung jawab, literasi digital juga berperan dalam membekali individu dengan kemampuan menilai serta menyaring informasi, mengenali potensi risiko, dan memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di dunia maya. Dalam hal ini, video edukasi dari akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen berkontribusi penting, karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam bermedia Oleh karena itu, penguatan literasi digital sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah cyberbullying serta membentuk pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan mampu menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman. Edukasi Tentang Faktor Penyebab Pelaku Cyberbullying Cyberbullying dapat terjadi karena berbagai faktor seperti pesatnya penggunaan internet, dorongan iseng dari pelaku, dan pengaruh dari lingkungan (Insani et al. , 2. Saat ini, pesatnya perkembangan internet memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun, kebebasan tersebut tidak selalu diiringi dengan literasi digital yang memadai, sehingga berpotensi disalahgunakan untuk tindakan negatif atau sekadar menjadi bahan iseng bagi sebagian orang. Keisengan seseorang menjadi motif atau faktor pelaku cyberbullying yang ditampilkan oleh akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen dalam video yang berjudul Video Pendek Anti Perundungan - Komentar Toni disampaikan edukasi anti cyberbullying melalui format film pendek. Yang memberikan edukasi tentang perilaku cyberbullying bisa muncul atau terjadi dari kebiasaan iseng dari seseorang karena pengaruh latar belakang dari keluarga pelaku cyberbullying. Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 Dalam video tersebut ditunjukkan bahwa motif pelaku cyberbullying berawal dari keisengan yang kemudian berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini menggambarkan bahwa perilaku cyberbullying tidak selalu muncul secara tiba-tiba, melainkan dapat terbentuk secara bertahap akibat pengaruh pengalaman sosial maupun kondisi psikologis seseorang sejak kecil hingga jangka waktu Diceritakan pula bahwa perilaku Toni dipengaruhi oleh kurangnya perhatian orang tua sejak kecil, sehingga ia merasa tidak diperhatikan, kurang dicintai, dan tidak didengar secara emosional. Kondisi ini mendorong adanya kebutuhan untuk mendapat pengakuan atau perhatian, namun karena tidak memiliki cara yang tepat, ia menyalurkannya melalui perilaku negatif berupa cyberbullying. Oleh karena itu, pencegahan cyberbullying tidak hanya cukup melalui pendekatan teknis atau hukum, tetapi juga perlu dilakukan melalui pendidikan karakter, perhatian keluarga, serta pembentukan lingkungan emosional yang sehat sejak dini. Penelitian (Barlett et al. , 2. menjelaskan bahwa cyberbullying seringkali muncul sebagai bentuk kompensasi psikologis dari individu yang merasa terabaikan atau tidak memiliki kontrol dalam kehidupan sosialnya. Dengan demikian, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui regulasi teknis atau hukum, melainkan harus menyentuh aspek psikososial melalui pendidikan karakter dan penguatan peran keluarga. Keisengan yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan dapat dipahami sebagai motif hiburan, di mana pelaku melakukan cyberbullying semata-mata untuk mendapatkan kesenangan pribadi, terutama melalui reaksi tawa atau perhatian orang lain (Kasidin & Wiragama, 2. Dalam konteks ini, tindakan iseng yang ditujukan untuk memancing respon lucu atau merendahkan korban di ruang publik menunjukkan bahwa pelaku memandang cyberbullying sebagai bentuk hiburan, tanpa memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan pada korban. Pada kasus Toni dalam video tersebut, perilaku tersebut dipengaruhi oleh kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua. Ketidakterlibatan orang tua dalam aktivitas anak di media sosial dapat membuat anak menjadi lebih rentan terlibat dalam aksi cyberbullying (Willard, 2. Edukasi mengenai faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan cyberbullying penting untuk membangun pemahaman tentang penyebab munculnya perilaku tersebut. Beberapa faktor pemicu antara lain keisengan, ketidaksukaan terhadap personal, keinginan menyindir korban, mencari hiburan, rasa dengki, hingga dorongan merasa lebih unggul. Menurut Potter & Perry, edukasi merupakan upaya untuk memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan sikap, serta meningkatkan keterampilan melalui pengalaman dan praktik (Rizkyani et al. , 2. Dengan demikian, pemberian pemahaman kepada masyarakat mengenai faktor penyebab pelaku melakukan cyberbullying diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi perilaku tersebut sejak dini serta mencegah individu menjadi pelaku. Hal ini penting agar kasus cyberbullying di masyarakat tidak terus meningkat dan dapat ditekan secara lebih efektif. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi anti cyberbullying dalam iklan layanan masyarakat pada akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen disampaikan melalui lima tema utama, yakni: edukasi tentang peran pendidikan dalam membangun kesadaran anti cyberbullying, edukasi tentang pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan, edukasi tentang peran dukungan sosial dalam mengatasi cyberbullying, edukasi tentang literasi digital, dan edukasi tentang faktor penyebab pelaku Setiap kategori dalam iklan layanan masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan reflektif, karena mengajak penonton mengenali perilaku negatif di dunia maya sekaligus menumbuhkan empati terhadap korban. Dengan demikian, edukasi anti-cyberbullying melalui akun YouTube @cerdasberkarakter. kemdikdasmen menunjukkan bahwa pencegahan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Dibutuhkan strategi yang komprehensif untuk membentuk masyarakat yang bijak, peduli, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengkaji isu cyberbullying dengan menganalisis konten dari platform media sosial lainnya atau mengeksplorasi efektivitas pesan edukasi dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur tingkat pemahaman penonton. Edukasi Anti Cyberbullying Dalam Iklan Layanan Masyarakat Pada Akun YouTube @cerdasberkarakter. Difla Uzbanasyat Sahiralayalia. Saifudin Zuhri JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 408-417 DAFTAR PUSTAKA