JIGE 2 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI PADA MATERI EKOSISTEM Asrorul Azizi1 . Mulia Rasyidi2 Institut Pendidikan Nusantara Global. Praya - NTB. Indonesia 835111,2 History Article Article history: ABSTRACT Received April 7, 2021 Approved Mei 22, 2021 Keywords: Learning Outcomes. Process Skills. Inquiry approach. The learning process on ecosystem materials still tends to be monotonous. are not actively involved during the learning process. This causes a lack of student understanding of the concepts presented in this material. Teachers must be able to design process-oriented learning activities, so that students can develop their scientific skills. In this case, the learning process based on the inquiry-based approach is suitable for training students to create an active attitude, think critically, be able to solve problems, so that good learning outcomes are achieved. This study aims to describe the learning outcomes of students' process skills through the application of gas kinetic theory learning media based on the inquiry The method used in this research is the One Shoot Case Study design. The subject of this research is class X MIA 1 MA Darul Aminin NW Aikmual. The data collection instrument is a test of the results of the learning process skills. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the average student's process skill absorption was in the good category of 74. The level of process skills shows that 81. 25% of students have good basic skills, while the integrated skills are 68. It can be said that the application of learning media in the form of experimental devices based on the inquiry approach can improve the learning outcomes of students' process skills in ecosystem ABSTRAK Proses pembelajaran pada materi ekosistem masih cenderung monoton, siswa tidak dilibatkan secara aktif selama proses Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang disajikan dalam materi ini. Guru harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada proses, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan Dalam hal ini, proses pembelajaran berbasis pendekatan inkuiri cocok untuk melatih siswa menciptakan sikap aktif, berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, sehingga tercapai hasil belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan proses siswa melalui penerapan media pembelajaran teori kinetik gas berbasis pendekatan inkuiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain One Shoot Case Study. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 MA Darul Aminin NW Aikmual. Instrumen Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 27 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . pengumpulan data berupa tes hasil keterampilan proses Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya serap keterampilan proses siswa berada pada kategori baik sebesar 74,95%. Tingkat keterampilan proses menunjukkan bahwa 81,25% siswa memiliki keterampilan dasar yang baik, sedangkan keterampilan terintegrasi adalah 68,75%. Dapat dikatakan bahwa penerapan media pembelajaran berupa perangkat eksperimen berbasis pendekatan inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan proses siswa pada materi ekosistem. A 2021 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: asrorulazizi@nusantaraglobal. PENDAHULUAN Pelaksanaan proses pembelajaran akan memberi pengaruh bagi guru dalam menguasai kelas dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Salah satu evaluasi yang bisa dilaksanakan dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran IPA adalah penilaian keterampilan proses sains. Menurut Funk . 5: . keterampilan proses sains siswa terdiri dari keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi. Keterampilan dasar meliputi kemampuan mengukur, mengobservasi, mengkomunikasikan, menyimpulkan, mengklasifikasi dan Sedangkan keterampilan terintegrasi meliputimengidentifikasi variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data dalam bentuk grafik, menggambarkan hubungan antar-variabel, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisa penelitian, menyusun hipotesis, merumuskan masalah, mendefinisikan variabel secara operasional, merancang penelitian dan melaksanakan Menurut Trianto . 0: . menyatakan bahwa keterampilan proses sains siswa dapat dilihat dari keseluruhan keterampilan ilmiah yang dimiliki siswa untuk menemukan konsep ataupun mengembangkan konsep yang telah ada sehingga kemampuan siswa dapat Beberapa peneliti menyatakan bahwa terdapat korelasi antara keterampilan proses sains siswa dengan kemampuan penalaran formal (Oloyede, 2012: . , prestasi belajar (Osman dan Vebrianto, 2013: . , kreativitas (Ozdemir dan Dikici, 2017: . , dan sikap ilmiah (Zeidan & Jayosi, 2015: . Keterampilan proses sains memberikan rangsangan untuk meniningkatkan rasa keingintahuan siswa secara mendalam, sehingga pembelajaran biologi secara efisien dapat diwujudkan melalui penerapan keterampilan proses secara simultan (Aydin, 2013: . Menurut Jeon dan Park ( 2014: 647-. keterampilan proses merupakan kunci dalam pencapaian akademik siswa. Siswa dengan kinerja tinggi cenderung kompeten dalam menerapkan pemikiran logis dan sistematis untuk situasi yang kompleks, sehingga siswa dapat memecahkan masalah dengan baik. Keterampilan ini dapat ditingkatkan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ilmiah, salah satu upaya yang dapat diterapkan dengan optimalisasi kegiatan laboratorium berorientasipada proses. Saat ini. Pembelajaran biologi masih termasuk dalam kategori pelajaran yang sulit untuk beberapa siswa. Materi ekosistem seringkali dianggap sepele dan cenderung tidak diajarkan untuk menjadi materi ajar yang mengarahkan siswa agar bisa mengembangkan kemampuan dasarnya dalam belajr Biologi. Pembelajaran ekosistem yang sumber belajarnya melimpah dan tidak memerlukan biaya dan peralatan yang mahal seharunya diajarkan untuk mengasah kemampuan siswa. Siswa tidak hanya dituntut untuk bisa mengumpulkan pengetahuan berupa fakta dan konsep, tetapi siswa juga dituntut untuk menemukan sendiri konsep dari materi Kondisi ini menyebabkan seorang guru harus cerdas dalam memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan di kelas agar tujuan dari pembelajaran yang ditunjukkan dengan hasil belajar keterampilan proses siswa dapat tercapai dengan baik. Guru Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 28 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . harus mampu membuat kegiatan pembelajaran menjadi bervariasi sehingga pembelajaran tidak berlangsung monoton dan siswa mendapatkan kesempatan untuk menghayati penemuan konsep, terampil dalam berpikir, aktif, kreatif dan terampil dalam memperoleh pengetahuan sebagai suatu keterampilan proses yang harus dicapai (Alfiah, 2015: . Konsep pembelajaran ekosistem akan lebih maksimal tercapai jika siswa dapat melakukan pengamatan langsung. Menurut Nugroho . 2: . untuk memperoleh data yang akurat siswa perlu berlatih merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, merencanakan percobaan mengamati, mengelompokkan, menafsirkan, membuat kesimpulan, dan mampu mengkomunikasikan kepada orang lain secara lisan maupun tulisan. Hal ini dapat mudah terwujud melalui implementasi pendekatan inkuiri dengan memanfaatkan media pembelajaran berupa alat percobaan ekosistem dan LKPD yang dibagikanpada tiap kelompok. Proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Kurikulum 2013 dengan berorientasi pada pendekatan ilmiah salah satunya adalah pendekatan inkuiri (Santoso dan Yuanita, 2016: . Setianingsih, et al . 8: . menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan pendekatan inkuiri memiliki ciri-ciri: . Siswa tidak secara langsung dapat menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Siswa menerapkan keterampilan proses sains. Siswa memiliki semangat untuk memecahkan suatu permasalahan. Siswa mengusulkan cara- cara pengumpulan data dan pengamatan data. Hipotesis dirumuskan oleh siswa. Siswa melakukan penelitian secara individu/kelompok untuk menggumpulkan data untuk menguji . Siswa mengolah data sampai menemukan kesimpulan. Berdasarkan uraian masalah yang telah diungkapkan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan proses sains siswa pada materi ekosistem melalui pembelajaran berbasis pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri diperlukan dalam pengajaran ekosistem ini agar siswa dapat berpikir scientific. Siswa dapat memahami materi ini dengan melakukan kegiatan eksperimen menggunakan media yang sudah tersedia di lingkungannya yang dapat memudahkan siswa dalam proses menemukan konsep ekosistem secara ilmiah berdasarkan kreativitas, penalaran, dan sikap ilmiah siswa. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan the one-shot case study (Sugiyono, 2012: 74 ). Perlakuan Postes Keterangan : X = Perlakuan dengan penerapan praktikum lapangan ekosistem berbasis pendekatan O = Skor hasil belajar keterampilan proses Penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel bebas yaitu pendekatan inkuiri yang selanjutnya dianggap sebagai variabel X dan variabel terikat yaitu hasil belajar keterampilan proses sains siswa yang selanjutnya dianggap sebagai variabel O. Sugiyono . 3: . menyatakan bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Teknik random sampling adalah pengambilan sampling secara random atau tanpa pandang bulu. Dalam teknik ini semua individu dalam populasi baik sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota Adapun cara yang digunakan dalam random sampling adalah dengan cara undian. Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 29 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Setelah dilakukan dengan cara undian, kelas yang terpilih menjadi kelas sampel adalah kelas X MIA 1 di MA Darul Aminin NW Aikmual. Adapun instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa perangkat pembelajaran dan perangkat pengumpulan data. Perangkat pemebelajaran yang diterapkan yaitu RPP. Silabus. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan alat percobaan. LKPD merupakan salahsatu sarana yang digunakan guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa atau aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Lembar kerja peserta didik berisi tujuan percobaan, alat dan bahan, rumusan masalah, hipotesis, prosedur percobaan, tabel hasil pengamatan, analisis yang dilengkapi dengan soal, dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay hasil belajar keterampilan proses. Aspek yang dinilai meliputi keterampilan siswa dalam merumuskan masalah, berhipotesis, merancang percobaan, mengamati, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, memprediksi data, dan menyimpulkan (Eggen dan Kauchak, 2012: Uji statistik deskriptif dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui capaian hasil belajar keterampilan proses sains siswa pada materi ekosistem. Menurut Sugiyono . 2: . , statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Menurut Arikunto . 0: . analisis hasil belajar keterampilan proses siswa meliputi : Daya Serap Daya serap siswa didefinisikan sebagai kemampuan siswa menyerap materi yang disajikan dalam proses pembelajaran. Daya serap = E skor _ siswa X 100%E E Untuk mengkategorikan daya serap yang diperoleh siswa dari hasil belajar digunakan kriteria sebagai berikut : Tabel 1. Kategori Daya Serap Siswa Interval (%) Kategori Daya Serap Amat baik 85 Ou x O 100 Baik 70 Ou x C 85 Cukup baik 50 Ou x C 70 Kurang baik 0 Ou x C 50 Efektivitas Pembelajaran Efektivitas pembelajaran adalah keberhasilan suatu pembelajaran berdasarkan daya serap rata-rata kelas. Tabel 2. Kategori Efektivitas Pembelajar Daya Serap Kategori Rata-Rata Kelas Sangat efektif 85 Ou x O 100 70 Ou x C 85 50 Ou x C 70 0 Ou x C 50 Efektif Cukup efektif Kurang efektif Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 30 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Tingkat efektivitas pembelajaran siswa dapat dikategorikan sesuai pada tabel 2. Pembelajaran dapat dikatakan sangat efektif ketika siswa memiliki daya serap amat baik, sedangkan pembelajaran berlangsung kurang efektif ketika daya serap siswa kurang baik dalam memahami materi yang diajarkan. Analisis penyelesaian soal-soal hasil tes dimaksudkan apakah siswa lulus atau tidak lulus pada aspek indikator keterampilan proses. Kriteria pengelompokkan siswa menjadi kelompok yang lulus atau tidak lulus pada aspek tertentu adalah batas kelulusan dari tiap aspek yang dinyatakan sebagai batas minimum. Batas kelulusan yang digunakan adalah batas lulus ideal dengan menggunakan rumus: X ideal = A skor maksimum SD ideal = 1/3 X ideal X minimum = X ideal 0,25 SD ideal. Siswa dinyatakan tidak lulus jika siswa memperoleh nilai kurang dari X minimum atau tidak memberikan jawaban dan siswa dianggaplulus jika siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan XX minimum Dalam penelitian ini skor maksimum indikator adalah berbeda. Berdasarkan persamaan 1, 2 dan 3 didapatkan nilai skor maksimum dan batas lulus untuk tiap tahap yang ditunjukkan pada tabel 3. Tabel 3. Batas Lulus Kemampuan Pemecahan Masalah Indikator Keterampilan Proses Merencanakan Percobaan Mengkomunikasikan Mengklasifikasikan Memprediksi Mengamati Merumuskan Masalah Merancang Hipotesis Menyimpulkan Keterangan: Nilai Maks Nilai BL Nomor Soal Skor Maks : Nilai Maksimum : Nilai Batas Lulus Tabel 3 menunjukkan bahwa batas lulus tiap indikator berada pada skala nilai 2,7 dan 5,4. Adapun yang indikator soal yang memiliki skor batas lulus 2,7 adalah aspek keterampilan proses pada tingkatan dasar dan skor batas lulus 5,4 merupakan indikator soal sesuai aspek keterampilan proses tingkatan terintegrasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil tes keterampilan proses sains siswa berbasis pendekatan inkuiri diolah dengan menggunakan persamaan 1. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan daya serap siswa terbagi menjadi 4 kategori dan efektivitas pembelajaran. Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 31 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Tabel 4. Daya Serap Keterampilan Proses Siswa pada Materi Ekosistem Jumlah Jumlah Interval Kategori Siswa Siswa (%) 85 Ae 100 Amat Baik 38,89 70 Ae 84 Baik 36,11 50 Ae 69 Cukup Baik 13,89 0 Ae 49 Kurang 11,11 Baik Daya Serap Rata-Rata 74,95 (%) Kategori Baik Tabel 4 menunjukkan bahwa daya serap siswa tersebar pada seluruh kategori. Daya serap siswa paling dominan berada pada kategori amat baik yaitu sebanyak 14 siswa dari 36 siswa dengan persentase sebesar 38,89%, sedangkan daya serap terendah sebesar 11,11% dengan jumlah siswa 4 orang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan daya serap kurang baik sangat sedikit. Daya serap siswa tergantung pada tingkat kecerdasan siswa, daya ingat yang tinggi, dan guru yang profesional. Pada kegiatan pembelajaran ini, siswa yang memiliki daya serap kurang baik diketahui kurang mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Pada saat melaksanakan percobaan yang bertujuan untuk menemukan dan memahami konsep pada materi teori kinetik gas, siswa kurang fokus dan bersikap mudah menyerah ketika tidak menemukan hasil percobaan yang diharapkan. Selain itu, siswa tidak mampu memahami dengan baik setiap tahapan dalam melaksanakan pembelajaran hingga memperoleh data, sehingga siswa mudah lupa. Berdasarkan persentase daya serap rata- rata siswa pada tabel 4 maka dapat dinyatakan bahwa kefektivan pembelajaran yang dilakukan siswa berlangsung secara efektif yang ditunjukkan dengan presentase daya serap rata-rata siswa sebesar 74,95%. Indikatorketerampilan proses yang dinilai disesuaikan dengan pendekatan inkuiri yang diterapkan saat proses Hal ini menjadi sarana latihan bagi siswa agar dapat terampil dalam mengembangkan sikap ilmiah siswa yang berpotensi dalam mencapai keterampilan proses yang Analisis persentase jumlah siswa kelas X MIA 1 MA Darul Aminin NW Aikmual yang lulus untuk setiap indikator keterampilan proses disajikan pada tabel 5. Tabel 5. Persentase jumlah siswa yang lulus untuk setiap indikator D T D T T D 28 27 22 29 JSL 35 28 25 77 75 61 80 (%) 97 77 69 Keterangan : : Tingkatan keterampilan proses D/T : Dasar/ Terintegrasi JSL : Jumlah siswa yang lulus Tabel 5 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang lulus pada tiap indikator soal bervariasi. Terdapat 4 soal yang diberikan berdasarkan tingkatan keterampilan proses sains. Jumlah terbesar terdepat pada indikator soal nomor 1 sebanyak 35 siswa dan terkecil pada soal nomor 4 dan nomor 7 sebanyak 22 siswa. Persentase skor sesuai dengan tingkatan keterampilan proses menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang lulus pada indikator soal dasar lebih besar Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 32 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . dibandingkan tingkatan terintegrasi. Persentase tertinggi yang dicapai siswa yaitu pada soal nomor 1 sebesar 97% dan terendah pada soal nomor 4 dan nomor 7 sebesar 61%. Hasil belajar keterampilan proses sains siswa dapat dikelompokkan berdasarkan tingkatan dasar dan terintegrasi yang ditunjukkan pada Gambar 2. Keterampilan Terintegrasi Keterampilan Dasar Gambar 2. Persentase Jumlah Kelulusan Siswauntuk Tiap Tingkatan Keterampilan Proses Gambar 2 menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa terbagi menjadi dua kategori yaitu keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi. Persentase skor siswa pada keterampilan dasar lebih tinggi dibandingkan keterampilan terintegrasi sebesar 81,25% dengan perbandingan skor 1,18 : 1. Adapun indikator soal pada aspek keterampilan proses sains siswa tiap tingkatan dapat dijelaskan sebagai berikut: Keterampilan Dasar Merencanakan Percobaan Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam merencanakan Indikator ini akan tercapai apabila siswa mengetahui alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan sesuai penjelasan yang tercantum pada Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Siswa diberikan sebuah pertanyaan yang merujuk pada indikator merencanakan percobaan, yaitu pertanyaan dengan nomor soal 1. Berdasarkan hasil analisis yang disajikan pada Gambar 2 menunjukkan bahwa 97. 22% dari jumlah siswa secara keseluruhan lulus dalam merencanakan percobaan. Salah satu pelajaran biologi kelas XI SMA adalah ekosistemyang merupakan materi yang membutuhkan pemikiran yang abstrak. Selama ini pembelajaran dilakukan oleh guru pada ekosistemmasih menggunakan ceramah diselingi dengan diskusi. Pada pembelajaran ini sebenarnya guru dapat mengajak siswa untuk mengamati kejadian untuk menggiring pada pemahaman materi, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih baik jika menerapkan suatu media pembelajaran berupa perangkat Perangkat percobaan yang digunakan ini berfungsi sebagai sarana siswa agar lebih mudah memahami konsep pada materi ekosistem ini. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan konsep secara mandiri dengan memaksimalkan keterampilan merencanakan percobaan dengan cara menentukan alat percobaan, melakukan pengamatan, dan menentukan langkah kerja untuk memulai percobaan. Roestiyah . 8: . juga menyatakan bahwa pada indikator keterampilan proses ini siswa telah berhasil melaksanakan salah satu pokok dari pendekatan inkuiri yaitu siswa memiliki kebebasan untuk belajar secara mandiri ditunjukkan dengan persentase jumlah siswa yang lulus pada indikator merencanakan percobaan ini berada pada kategori amat baik. Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 33 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Mengklasifikasikan Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengelompokkan data dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil analisis pada Gambar 2 menyatakan bahwa persentase jumlah siswa yang lulus pada indikator mengklasifikasikan yang ditunjukkanpada soal nomor 3 sebesar 69. Terdapat 4 siswa yang mengosongkan jawaban dan 7 siswa yang menjawab tidak tepat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya siswa dalam memahami soal sehingga terdapat beberapa siswa yang menjawab tidak tepat tersebut hanya memasangkan atau mengelompokkan data dengan memberi panah, namun jawaban yang diisi siswa tersebut juga tidak sempurna. Pemecahan permasalahan yang dilakukan siswa tidak sesuai dengan yang diperintahkan dalam soal. Kemampuan untuk mengklasifikasikan dibutuhkan kemampuan untuk memilah suatu objek dengan cara mengamati persamaan, perbedaan, dan hubungan dari objek tersebut (Dimyati dan Mudjiono, 2013:. Proses mengklasifikasikan, sistem yang digunakan sebaiknya dipilih yang paling sesuai dengan tujuan. Seperti yang dikemukakan oleh Nur . bahwa dalam sains, benda-benda maupun proses-proses dapat diklasifikasikan dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar pengelompokan tersebut mudah dipahami. Mengamati Keterampilan mengamati merupakan kemampuan untuk mengumpulkan informasi yang diperoleh dari objek-objek dan fenomena alam dengan menggunakan atau lebih indera yang dimiliki. Dimyati dan Mudjiono . 3: . menyatakan bahwa informasi yang diperoleh dari keterampilan mengamati dapat menuntut keingintahuan, mempertanyakan, memikirkan, melakukan interpretasi tentang lingkungan dan mencari lebih lanjut. Kemampuan mengamati merupakan keterampilan paling dasar dalam proses untuk memperoleh ilmu pengetahuan dalam mengembangkan keterampilan proses yang lain. Keterampilan proses pada aspek mengamati menggunakan indikator sebagai berikut: Menggunakan sebanyak mungkin inderayang dimiliki Menggunakan fakta yang relevan Berdasarkan hasil analisa tes yang telah dilakukan persentase jumlah siswa yang lulus pada keterampilan mengamati sebesar 77,77%. Masih terdapat siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal ini dikarenakan kurangnya keseriusan siswa dalam melakukan percobaan sehingga masih mengalami kebingungan ketika mengerjakan soal. Terdapat 4 siswa yang mengosongkan jawaban dan 4 siswa yang menjawab tidak tepat. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sanjaya . 8: . bahwa kesiapan dan keseriusan dalam proses pembelajaran sangat diperlukan karena merupakan salah satu hukum belajar. Inti dari hukum belajar ini adalah bahwa setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya belum memiliki kesiapan. Hal senada yang dikemukakan oleh Balim . 9: . dalam jurnal internasional bahwa aktivitas dari penyelidikan dengan penemuan dapat digunakan dengan tujuan menggambarkan perhatian dari siswa dan keaktifan mereka untuk berpartisipasi lebih di kelas. Menyimpulkan Pada indikator ini siswa diharapkan mampu membuat kesimpulan akhir hubungan suhu, tekanan, dan volume dari data yang diberikan dalam bentuk tabel. Soal yang berhubungan dengan aspek ini terdapat pada nomor 8. Berdasarkan hasil analisis pada Gambar 2 menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang lulus pada indikator ini berada pada urutan terbesar ke-2 yaitu sebesar 80. 56% dari jumlah siswa secara Namun masih terdapat siswa yang kurang paham dalam mmbaca data di tabel dan memahami hukum yang berkaitan dengan data yang disajikan pada tabel. Kurangnya pemahaman dalam menentukan hubungan suhu, tekanan, dan volume yang disajikan dalam bentuk rumus. Secara umum kesulitan dalam menyelesaikan soal biologi dapat diindikasi dari kemampuan siswa dalam memahami konsep dan kemampuan Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 34 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . berpikir memecahkan masalah atau soal. Kurang optimalnya keterampilan menyimpulkan juga disebabkan siswa belum terbiasa untuk menafsirkan dari hasil pengamatan berupa data yang disajikan dalam bentuk tabel kemudian menyusunnya menjadi kesimpulan (Chusnidan Widodo, 2013: . Keterampilan dasar yang ditunjukkan pada soal meliputi keterampilan merencanakan percobaan, mengklasifikasikan, mengamati dan menyimpulkan. Berdasarkan analisis yang telah dideskripsikan pada tiap indikator keterampilan proses tersebut dapat dikelompokkan bahwa persentase jumlah kelulusan siswa pada keterampilan dasar ini sebesar 81,25% dari jumlah siswa secara keseluruhan. Sebagian besar siswa telah mampu menyelesaikan soal keterampilan proses pada tingkatan dasar dengan baik. Keterampilan dasar merupakan keterampilan proses sederhana yang dimiliki siswa tanpa memerlukan pemikiran tingkat tinggi. Mengingat proses yang telah dilakukan saat pembelajaran juga berpengaruh dalam menyelesaikan soal pada tingkatan keterampilan proses ini. Pada saat proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan inkuiri siswa dilatih untuk terampil dalam mengamati, merencanakan percobaan, melaksanakan percobaan, mengukur, dan menghitung. Keterampilan ini berfungsi dalam melatih daya ingat siswa agar bertahan lama dalam memahami konsep sehingga berpengaruh pada prestasi belajar (Lubis, 2012: . Keterampilan Terintegrasi Mengkomunikasikan Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan permasalahan dalam bentuk gambar . rafik atau baga. , diskusi dan Pada soal nomor 2 yang diberikan dengan memuat indikator ini tercapai apabila siswa mampu menggambarkan data empiris hasil percobaan pada Hukum Boyle dari pengamatan menjadi bentuk grafik. Berdasarkan data yang ditunjukkan pada Gambar 2 77% dari jumlah siswa secara keseluruhan dinyatakan lulus pada indikator keterampilan mengkomunikasikan. Siswa yang dinyatakan tidak lulus disebabkan karena adanya siswa yang sama sekali tidak menulis jawaban dan adanya siswa yang menjawab tidak tepat. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan siswa dalam merepresentasikan. Siska . 3: . menyatakan bahwa tidak tercapainya indikator keterampilan mengkomunikasikan dapat disebabkan oleh tidak terbiasanya siswa dalam menyajikan data yang diperoleh dari hasil percobaan ke dalam bentuk grafik ataupun mengubah bentuk penyajian data karena siswa lebih sering diberikan lembar kerja yang dilengkapi dengan tabel pengamatan. Guru juga jarang melatih siswa untuk terampil dalam berkomunikasi melalui gambar . rafik atau baga. Hasil analisa ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Liandari, et al . 7: . bahwa keterampilan berkomunikasi siswa melalui gambar . rafik atau baga. hanya mencapai 40% disebabkan oleh kurang terlatihnya siswa dalam mengkomunikasikan data hasil percobaan dengan mengubah bentuk penyajian data. Proses pembelajaran dengan menerapkanpendekatan inkuiri memerlukan waktu yang tidak sedikit, sehingga kurang maksimal dalam mengulas hasil percobaan yang telah dilakukan dan memberikan latihan-latihan soal kepada siswa (Roestiyah, 2008: . Memprediksi Data Keterampilan memprediksi dapat diartikan sebagai membuat ramalan atau perkiraan tentang hal atau kejadian yang akan terjadi pada waktu mendatang, berdasarkan hubungan antara fakta, konsep dan prinsip dalam ilmu pengetahuan. Indikator ini akan tercapai jika siswa mampu memahami hubungan antar komponen ekosistem beberapa data yang ditunjukkan pada tabel dalam soal nomor 4 yang diberikan, sehingga siswa dapat menununjukkan data selanjutnya yang dihasilkan pada praktikum. Kesalahan yang masih terjadi ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan siswa dalam memahami hubungan tekanan, suhu, dan volume dari data yang telah diberikan, sehingga siswa tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan dengan baik. Hasil skor postest menunjukkan bahwa Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 35 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . terdapat 6 siswa yang mengosongkan jawaban dan 8 siswa yang menjawab tidak tepat. Salah satu cara untuk menumbuhkan kemampuan memprediksi yaitu dengan berlatih dalam menentukan pola dan keteraturan dari data hasil percobaan (Siska, 2013:. Sebagian kecil siswa tidak mampu dalam membuat strategi Selain itu siswa harus banyak berlatih dan belajar agar mampu mengembangkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Perlu adanya perbaikan dengan membimbing siswa dalam merumuskan prediksi, karena indikator tersebut merupakan indikator keterampilan proses yang menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi (Juhji, 2016: . Merumuskan Masalah Pada aspek merumuskan masalah ini siswa membuat suatu pertanyaan terhadap studi kasus yang diberikan pada soal nomor 6. Berdasarkan hasil analisis pada Gambar 2 sebesar 75% dari jumlah siswa keseluruhan dinyatakan lulus pada indikator ini. Siswa yang belum mencapai batas kelulusan pada indikator keterampilan merumuskan masalah disebabkan oleh kurangnya memahami studi kasus yang diberikan sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kurangnya keseriusan dalam memahami kembali LKPD yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya juga mempengaruhi hasil belajar keterampilan proses yang diukur dari skor hasil tes yang diberikan. Selain itu, kurang mampunya siswa dalam mengidentifikasi masalah yang diberikan dalam bentuk gambar sehingga siswa sulit menemukan rumusan masalah yang sesuai dengan ilustrasi yang diberikan dalam soal. Keterampilan merumuskan masalah ini dilatih melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berupa memberikan suatu ilustrasi berdasarkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dari hasil reflective observation siswa akan menemukan masalah yang diungkapkan dalam bentuk rumusan masalah (Kastawaningtyas, 2017: . Menyusun Hipotesis Kemampuan menyusun hipotesis adalah salah satu keterampilan yang sangat mendasar dalam kerja ilmiah. Hipotesis adalah suatu perkiraan yang bertujuan untuk menerangkan suatu kejadian atau pengamatan tertentu. Pada keterampilan menyusun hipotesis ini siswa diharapkan mampu membuat dugaan sementara sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Dugaan sementara yang diajukan harus logis dan dapat diuji dalam suatu percobaan. Berdasarkan Gambar 2 menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang lulus pada indikator ini sebesar 61. Siswa yang belum mencapai batas kelulusan pada indikator menyusun hipotesis yang ditunjukkan pada soal nomor 7 disebabkan siswa tersebut tidak memahami rumusan masalah yang dibuat sehingga sulit untuk menemukan Kurangnya kemampuan siswa dalam menyusun hipotesis menunjukkan bahwa siswa belum mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan inkuiri secara maksimal (Roestiyah, 2008: . Keterampilan dalam menyusun hipotesis ini juga dilatih dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) melalui kegiatan eksperimen yang dilakukan pada tahap pemahaman konsep yang masih abstrak. setelah siswa mampu merumuskan masalah maka siswa diberi arahan untuk dapat menemukan dugaan sementara dengan melibatkan dua variabel yang saling berhubungan. Belajar melibatkan banyak melibatkan logika atau gagasan daripada memahami masalah atau situasi. Hal ini merupakan sistematika dalam perencanaan untuk memecahkan suatu masalah (Kastawaningtyas, 2017: . Keterampilan terintegrasi merupakan keterampilan proses hasil dari pengembangan kemampuan siswa pada keterampilan dasar. Berdasarkan Gambar 2 dapat dilihat bahwa persentase jumlah kelulusan siswa pada keterampilan terintegrasi sebesar 68,75%. Data tersebut menunjukkan bahwa persentase jumlah kelulusan siswa pada keterampilan terintegrasi lebih rendah dibandingkan keterampilan dasar. Secara umum kesalahan individu yang sama terdapat pada indikator merumuskan masalah dan menyusun Pada keterampilan terintegrasi ini sesuai dengan penerapan inkuiri harus sering Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Berbasis Pendekatan Inkuiri Pada Materi Ekosistem - 36 Asrorul Azizi & Mulia Rasyidi / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . dilaksanakan latihan agar keterampilan proses yang dimiliki siswa lebih terasah sehingga hasil belajar keterampilan proses pada tingkatan ini menjadi lebih baik. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu: . Pembelajaran berbasis pendekatan inkuiri dapat melatih sikap ilmiah siswa sehingga akan berpengaruh pada keterampilan proses sains siswa. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa meningkat selama proses pembelajaran yang dilakukan. Keaktifan ini muncul karena adanya rasa ingin tahu yang tinggi sehingga siswa antusias dalam melakukan percobaan untuk menemukan konsep dari materi ekosistemsecara mandiri. Keterampilan proses sains yang dimiliki siswa akan mempengaruhi keterampilan kognitif siswa sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman konsep dan hasil belajar yang baik. Daya serap siswa secara umum berada pada kategori baik sehingga proses pembelajaran yang dilakukan berlangsung efektif. Keterampilan proses sains siswa pada tingkatan terintegrasi cukup baik sedangkan pada tingkatan dasar sudah baik. Pembelajaran berbasis pendekatan inkuiri sesuai untuk diterapkan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan proses sains siswa serta pilihan yang tepat bagi guru dalam menumbuhkan keaktifan dan kreativitas siswa selama proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak berlangsung monoton Rekomendasi yang diajukan dari penelitian ini adalah: . Guru harus mampu membuat kesiapan siswa untuk melaksanakan percobaan agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini bisa dikembangkan dengan menerapkan quasi experiment design agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dalam melihat pengaruh pendekatan inkuiri terhadap hasil belajar keterampilan proses sains siswa. DAFTAR PUSTAKA