MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PENYEMBUHAN LUKA PASCA OPERASI SECTIO CESAREA ERACS Citra Adityarini Safitri1. Sulis Diana2. Faradina3. Widya Puspitasari4 Prodi S1 Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Prodi Magister Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Prodi S1Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto email : citraaditya74@gmail. ABSTRAK Mobilisasi dini adalah hal penting bagi ibu nifas pasca melahirkan secara normal maupun Sectio Cesarea. yaitu dua jam setelah melahirkan, pada saat itu seorang ibu harus tidur terlentang kemudian miring ke kiri atau ke kanan kemudian duduk dan berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pasca operasi sectio cesarea Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. Penelitian ini menggunakan metode crossectional, dengan teknik Sistematik Random Sampling yang jumlah sampelnya 70 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan diisi oleh responden. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan () 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya responden melakukan mobilisasi dini yang dilakukan kurang dari sama dengan 6 jam pasca operasi section cesarea sebanyak 69 orang . ,2%) dan hampir seluruhnya responden penyembuhan luka pasca operasi section cesarea dalam kriteria baik sebanyak 68 orang . ,8%). Hasil uji analisis korelasi rank spearmen rho menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 artinya ada hubungan Mobilisasi dini dengan penyembuhan luka operasi SC Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,811 artinya mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pasca operasi SC adalah sangat kuat. Mobilisasi dini berhubungan dengan penyembuhan luka operasi sehingga diharapkan petugas kesehatan selalu melakukan edukasi dan memberikan asuhan kepada ibu nifas pasca operasi SC untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan mobilisasi pasca operasi SC. Kata Kunci: Mobilisasi. Luka. Nifas. Sectio-cesarea ABSTRACT Early mobilization is important for postpartum mothers after normal delivery or Sectio Cesarea. That is two hours after giving birth, at that time a mother must sleep on her back then tilt to the left or right then sit and stand. This study aims to determine the relationship between early mobilization and wound healing after cesarean section surgery at RSU Al Islam M Mawardi Krian. This research used a cross-sectional method, with a Systematic Random Sampling technique with a sample size of 70 respondents. Data collection was carried out by filling out a questionnaire created by the researcher and filled in by the respondent. The collected data was processed using statistical tests to be analyzed using the chi square test with () 0. The results of the study showed that almost all respondents carried out early mobilization which was carried out less than 6 hours after cesarean section surgery as many as 69 people . 2%) and almost all respondents healed wounds after cesarean section surgery in good criteria as many as 68 people . 8%). %). The results of the rho rank spearmen correlation analysis test show that the p value is 0. 000, meaning there is a MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM relationship between early mobilization and healing of SC Eracs surgical wounds at RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. The correlation coefficient value obtained was 0. 811, meaning that early mobilization and wound healing after SC surgery were very strong. Early mobilization is related to the healing of surgical wounds so it is hoped that health workers will always provide education and provide care to postpartum mothers after SC surgery to increase motivation in mobilizing after SC surgery. Keywords: Mobilitation. Wound. Postpartum. Sectio-cesarea PENDAHULUAN Sectio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Melahirkan secara sectio caesarea menguras lebih banyak kemampuan tubuh dan pemulihannya lebih sulit dibandingkan jika melahirkan secara normal. Kebanyakan ibu pasca salin dengan sectio caesarea merasa khawatir kalau tubuh digerakkan pada posisi tertentu pasca operasi akan mempengarui luka operasi yang masih belum sembuh yang baru saja selesai dilakukan operasi, juga dikarenakan rasa nyeri yang dirasakan ibu setelah efek anastesi hilang. Mobilisasi dini penting sekali untuk dilakukan pada ibu dalam masa nifas untuk mempercepat proses involusi uteri. Mobilisasi dini bisa memperlancar sirkulasi darahdan mencegah aliran darah terhambat, dengan hambatan tersebut bisa menyebabkan infeksi dan terjadinya thrombosis vena, (Manuaba. IBG 2. Mobilisasi dini yang dilakukan oleh ibu post partum pada 6 jam pertama setelah proses membantu pesalinan untuk dapat mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula. Ini dimungkinkan karena adanya pergerakan yang dilakukan oleh ibu yang membantu untuk memperlancar peredaran darah dan pengeluaran lochea sehingga membantu mempercepat proses involusi uteri. Mobilisasi dini adalah hal penting bagi ibu nifas pasca melahirkan secara normal maupun Sectio Cesarea. yaitu dua jam setelah melahirkan, pada saat itu seorang ibu harus tidur terlentang kemudian miring ke kiri atau ke kanan kemudian duduk dan berdiri. Mobilisasi dini atau aktivitas segera dilakukan segera setelah beristirahat beberapa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu . ada persalinan norma. Apabila tidak melakukan mobilisasi dini maka dapat menyebabkan bendungan lochea dalam rahim, memperlambat mobilisasi alat kelamin ke keadaan semula, thrombosis vena, kekakuan atau penegangan otot di seluruh tubuh dan sirkulasi darah, sub involusio uteri dan pernapasan terganggu (Supingah & Istiqomah, 2. Data World Health Organization (WHO) diperkirakan setiap tahun ada 230 juta operasi utama sectio caesareadilakukan di seluruh dunia, satu untuk setiap 25 orang WHO menganjurkan operasi sectio caesarea hanya sekitar 10-15% dari jumlah Anjuran WHO tersebut tentunya didasarkan pada analisis resiko yang muncul akibat sectio caesarea, baik risiko bagi ibu maupun bayi. National Center for Biotechnology Information . di Asia Tenggara jumlah yang melakukan tindakan sectio caesareasebanyak 16. 000 kasus per 100. 000 kasus pada tahun 2015. Permintaan sectio caesarea di sejumlah negara berkembang melonjak pesat setiap tahunnya. Pada tahun 2016 permintaan sectio caesarea adalah sebesar 50%, dan saat ini lebih dari 60% ibu hamil menginginkan operasi sectio caesarea dengan berbagai alasan. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2015, tingkat persalinan sectio caesarea di Indonesia 15,3% sampel dari 20. 591 ibu yang melahirkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang diwawancarai di 33 provinsi. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Berdasarkan data yang di dapat pada tahun 2022 di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian terdapat 12 ibu nifas dengan kelahiran section caaesarea Eracs yang terbagi 6 tidak mau melakukan mobilisasi dan pada tahun 2023 terdapat 10 ibu nifas dengan kelahiran section caaesarea Eracs yang terbagi 7 tidak mau melakukan mobilisasi dini setelah 6 jam pasca operasi dan ibu nifas tersebut mau melakukan mobilisasi setelah 24 jam persalinan dengan alasan luka masih nyeri, tidak bisa bergerak, lemas, khawatir terbuka kembali luka jahitanya dan lain-lain. Pada ibu post Sectio Caesarea Eracs diperbolehkan bangun dari tempat tidur paling lama 24-48 jam setelah melahirkan. Untuk itu, anjurkan ibu agar memulai mobilisasi dini dengan miring kiri atau kanan, duduk kemudian berjalan setelah 6 jam pasca operasi. Mobilisasi penting dilakukan untuk mempercepat kesembuhan ibu sehingga dapat melakukan kembali aktifitas sehari-hari secara normal. Keterlambatan mobilisasi ini akan menjadikan kondisi ibu semakin memburuk dan menjadikan pemulihan pasca Sectio Caesarea menjadi terlambat (Ferinawati & Hartati, 2. Mobilisasi dini bagi ibu post operasi adalah mampu memperlancar pengeluaran lokia dan mengurangi infeksi puerperium, mempercepat involusi alat kandungan, memperlancar fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan, meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga nutrisi yang dibutuhkan luka terpenuhi dan mempercepat kesembuhan luka, mempercepat fungsi pengeluaran ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. Sedangkan kerugian jika tidak melakukan mobilisasi dini terutama bagi ibu post operasi adalah terjadinya peningkatan suhu tubuh, perdarahan yang abnormal dan involusi uterus yang tidak baik (Rottie & Saragih, 2. Tenaga kesehatan untuk lebih aktif melakukan edukasi kesehatan dan motivasi tentang pentingnya melakukan mobilisasi dini post Sectio Caesarea eracs secara bertahap mulai mobilisasi diatas tempat tidur sampai dengan jalan, dan mengajarkan ibu cara merawat dan menjaga kebersihan diri guna untuk mencegah infeksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Efektifitas Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Cesarea Di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Variabel independen dalam penelitian ini Mobilisasi dini dan Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penyembuhan luka operasi SC Eracs. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian, dengan rata-rata tiap bulan berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple random sampling, besar sampel minimal yang terdapat dalam populasi menggunakan rumus Lemeshow Simple random sampling adalah 71 orang. Penelitian ini akan dilaksanakan di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian pada bulan Desember 2023. Teknik dalam pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi untuk pengambilan data mobilisasi dini dan penyembuhan luka pasca operasi SC dengan instrument Lembar Check List. Data yang sudah dikumpulkan kemudian diolah melalui langkah editing, coding, scoring, entry, cleaning, tabulating. Analisis data bivariate dengan menggunakan uji korelasi spearmen rho. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM HASIL PENELITIAN Mobilisasi Dini Tabel 1 Mobilisasi Dini Ibu Pasca Operasi Sectio Cesarea Eracs di RSU AlIslam H. M Mawardi No. Mobilisasi Dini Tidak Jumlah Jumlah . Presentase (%) Berdasarkan tabel 1 bahwa hampir seluruhnya responden melakukan mobilisasi dini yang dilakukan kurang dari sama dengan 6 jam pasca operasi section cesarea sebanyak 69 orang . ,2%). Penyembuhan Luka Tabel 2 Penyembuhan Luka Ibu Pasca Operasi Sectio Cesarea Eracs di RSU Al-Islam H. M Mawardi No. Penyembuhan Luka Kurang baik Baik Jumlah Jumlah . Presentase (%) Berdasarkan tabel 2 bahwa hampir seluruhnya responden penyembuhan luka pasca operasi section cesarea dalam kriteria baik sebanyak 68 orang . ,8%). Efektifitas Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Cesarea Tabel 3 Uji Hubungan Antara Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Cesarea Eracs di RSU Al-Islam H. M Mawardi. oMobilisasi Dini Tidak Jumlah Penyembuhan Luka Kurang Baik Total P value 2,8% 97,2% 0,000 Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa Ibu yang penyembuhan luka baik seluruhnya melakukan mobilisasi dini yaitu 68 responden . ,8%) sedangkan responden dengan penyembuhan luka kurang baik sebagian besar tidak melakukan mobilisasi dini sebesar 2 responden . ,8%). Hasil uji analisis korelasi rank spearmen rho menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 artinya ada hubungan Mobilisasi dini dengan penyembuhan luka operasi SC Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,811 artinya mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pasca operasi SC Eracs adalah sangat kuat. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM PEMBAHASAN Mobilisasi Dini Ibu Pasca Operasi Sectio Cesarea Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 97,2 responden melakukan mobilisasi dini yang dilakukan kurang dari sama dengan 6 jam pasca operasi section cesarea dan sebagian kecil tidak melakukan mobilisasi pasca SC. Hal ini selaras dengan penelitian Humaira, dkk . ERACS dinilai sebagai metode operasi yang lebih nyaman, karena pasien dinilai dapat lebih cepat melakukan mobilisasi. Pelepasan kateter urin dini membantu pasien agar berlatih berjalan ke toilet dan mempercepat Kebanyakan ibu pasca salin dengan sectio caesarea merasa khawatir kalau tubuh digerakkan pada posisi tertentu pasca operasi akan mempengarui luka operasi yang masih belum sembuh yang baru saja selesai dilakukan operasi, juga dikarenakan rasa nyeri yang dirasakan ibu setelah efek anastesi hilang (Rottie & Saragih, 2. Mobilisasi dini atau aktivitas segera pada masa post partum dilakukan segera setelah beristirahat beberapa jam. Apabila tidak melakukan mobilisasi dini maka dapat menyebabkan bendungan lochea dalamrahim, memperlambat mobilisasi alat kelamin ke keadaan semula, thrombosis vena, kekakuan atau penegangan otot-otot di seluruh tubuh dan sirkulasi darah, subinvolusio uteri dan pernapasan terganggu (Supingah & Istiqomah, 2. Responden penelitian ini hampir seluruhnya melakukan mobilisasi dini kurang dari sama dengan 6 jam setelah tindakan operatif dengan melakukan gerakan diantaranya menggerakkan jari-jari kaki, kemudian pantat digerakkan sedikit demi sedikit setelah beradapatasi mencoba melakukan miring kanan dan miring kiri dengan bantuan keluarga. Hal ini dilakukan oleh ibu dengan alasan supaya bisa segera menyusui bayinya sendiri dan juga bukan merupakan pengalaman pertama melahirkan bayinya dengan metode operatif. Penyembuhan Luka Ibu Pasca Operasi Sectio Cesarea Berdasarkan penelitian didapatkan hasil sebanyak 95,2% responden penyembuhan luka pasca operasi section cesarea dalam kriteria baik. Hasil penelitian juga sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa metode ERACS bisa mempercepat proses pemulihan menjadi lebih cepat. Jika umumnya setelah Sectio Caesarea konvensional pasien dilarang bergera intensitas yang sama dirasakan berbeda selama 12 jam, maka dengan metode ERACS pasien bisa duduk dengan nyaman 2 jam pasca Sectio Caesarea. Bahkan kurang dari 24 jam, pasien sudah dapat melakukan aktivitas ringan, seperti buang air kecil maupun berjalan secara mandiri tanpa rasa takut nyeri. (Tika, dkk. Penyembuhan luka pasca operasi SC membutuhkan waktu 1 minggu apabila tidak terjadi infeksi dan dapat berlanjut selama 1 tahun atau lebih sampai bekas luka merekat kuat (Sari & Fajri, 2. Penyembuhan luka adalah proses penggantian dan perbaikan fungsi jaringan yang rusak. Penyembuhan luka melibatkan integrasi proses fisiologis. Proses penyembuhan luka terdiri dari 3 fase yaitu inflamasi, proliferasi . dan maturasi . Penyembuhan luka pada fase inflamasi terjadi sampai hari ke-5 setelah pembedahan, lama fase ini bisa singkat jika tidak terjadi infeksi. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka antara lain faktor stres, nutrisi/gizi, perfusi jaringan, gangguan sirkulasi, perubahan metabolisme, mobilisasi dini, usia dan obesitas, penyakit lain (Warniati, et al. , 2. Usia merupakan salah satu faktor menentukan proses penyembuhan luka. Seiring dengan berjalannya usia perubahan yang terjadi di kulit yaitu frekuensi penggunaan sel epidermis, respon inflamasi terhadap cedera, persepsi sensoris. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM proteksi mekanis, dan fungsi barier kulit. Pada proses penyembuhan luka, semakin tua usia seseorang akan semakin lama proses penyembuhan luka. Hal ini dipengaruhi oleh adanya penurunan elasitin dalam kulit dan perbedaan penggantian kolagen mempengaruhi penyembuhan luka. Responden memiliki penyembuhan luka yang baik karena hampir seluruhnya melakukan mobilisai dini, berusia 20-35 tahun dan kebutuhan nutrisi selama masa nifas terpenuhi meliputi karbohidrat, protein nabati dan hewani, lemak, buah seperti pisang dan papaya dengan tidak melakukan tarak makan Hubungan Antara Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Cesarea Ibu yang penyembuhan luka baik seluruhnya melakukan mobilisasi dini sedangkan responden dengan penyembuhan luka kurang baik sebagian besar tidak melakukan mobilisasi dini. Hasil uji analisis korelasi rank spearmen rho menunjukkan bahwa ada hubungan Mobilisasi dini dengan penyembuhan luka operasi SC Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. Berdasarkan Nilai koefisien korelasi menunjukkan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pasca operasi SC memiliki korelasi yang sangat kuat. Persalinan secara Sectio Caesarea dinilai sangat berisiko dikarenakan oleh metode yang mengharuskan membuka dinding atau dengan istilah medis Insisi Trans Abdominal Uterus dengan rasa nyeri yang akan dirasakan oleh seorang ibu, yang merupakan stresor yang akan dirasakan oleh ibu secara biologis yang dirasakan secara psikis dan fisik. Mobilisasi dini dapat di berikan kepada ibu yang telah melahirkan dengan metode Sectio Caesarea pada enam jam pertama dengan cara yang bertahap Pemberian mobilisasi dinilai begitu penting untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko decubitus, otot tubuh kaku, aliran darah serta pernapasan yang terganggu, gangguan berkemih (Saleh, 2. ERACS adalah sebuah terobosan baru yang dikembangkan berdasarkan konsep yang telah digunakan pada bedah digestif, yang terbukti dapat mengurangi komplikasi pasca operasi dan lama hari rawat pasien di rumah sakit (Tika, dkk. Mobilisasi dini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan luka pasca bedah serta dapat mengurangi resiko komplikasi. Mobilisasi dini sangat penting dalam percepatan hari rawat dan mengurangi resiko karena tirah baring lama seperti kekakuan/penegangan otot-otot di seluruh tubuh dan sirkulasi. Mobilisasi dini dapat berpengaruh pada penyembuhan luka post sectio caesaria karena mobilisasi dini dapat meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga nutrisi yang dibutuhkan luka terpenuhi dan mempercepat kesembuhan luka. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Mustikarani, et al . bahwa mobilisasi awal berpengaruh terhadap penyembuhan luka post sectio caesaria pada maternal post sectio caesaria di rumah sakit Aura Kabupaten Kediri. Responden yang melakukan mobilisasi dini kurang dari 6 jam pasca operasi SC seluruhnya memiliki penyembuhan luka yang baik pada pemeriksan luka SC hari ke 5 oleh peneliti. Responden yang mengalami penyembuhan luka baik selain dikarenakan mobilisasi yang baik ditunjang juga dengan faktor nutrisi selama nifas dengan tidak pantangan makan seperti kebiasaan orang jawa namun kebutuhan nutrisi terpenuhui dengan menu, nasi, lauk tidak hanya tahu dan tempe tapi juga ikan. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM ayam , telur, daging sapi juga dikonsumsi, sayur dan buah. Responden yang tidak melakukan mobilisasi dini menunjukkan skor REEDA jumlah 1 pada nilai redness sehingga di sarankan oleh dokter untuk memperbanyak konsumsi protein. PENUTUP Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa responden dapat melakukan mobilisasi dini yang dilakukan kurang dari sama dengan 6 jam pasca operasi section cesarea sebanyak 69 orang . ,2%). Dan penyembuhan luka pasca operasi section cesarea dalam kriteria baik sebanyak 68 orang . ,8%). Hal ini sesuai dengan hasil uji analisis korelasi rank spearmen rho menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 artinya ada hubungan Mobilisasi dini dengan penyembuhan luka operasi SC Eracs di RSU Al Islam H. M Mawardi Krian. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,811 artinya mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pasca operasi SC adalah sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan mobilisasi ibu dan Sectio Caesarea metode ERACS dapat mempercepat mobilisasi ibu dalam 2, 4, dan 6 jam pasca sectio caesarea, mengurangi tingkat rasa nyeri. Menurut peneliti ibu post partum sebaiknnya melakukan mobilisasi dini karena mempunyai pengaruh yang baik terhadap proses penyembuhan dan proses pemulihan kesehatan seperti sebelum hamil. DAFTAR PUSTAKA