Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 3, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH TRUST. BRAND IMAGE DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI PADA KONSUMEN CV. PUTRA TASIK MANDIRI DI TANGERANG Gantara Shakti Syairamesta1. Dewi Murtiningsih2 Universitas Mercu Buana Jakarta Barat. Indonesia Info Artikel Sejarah artikel: Summit 20 September 2025 Revisi 30 September 2025 Diterima 22 oktober 2025 Publish Online 30 Okt 2025 Kata kunci: Trust. Brand Image. Kualitas Pelayanan. Minat Beli ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trust, brand image, dan kualitas pelayanan terhadap minat beli konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen dari CV. Putra Tasik Mandiri di Tangerang dan diperoleh sebanyak 102 sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pengumpulan kuisioner terhadap supplier CV. Putra Tasik Mandiri untuk produk Latio Spicy Trips. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Partial Least Square. Hasil penelitian diperoleh trust tidak berpengaruh terhadap minat beli, brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Kata kunci: Trust. Brand Image. Kualitas Pelayanan. Minat Beli Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Gantara Shakti Syairamesta Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Mercu Buana, jakarta, indonesia Email: 43121010104@student mercubuana. PENDAHULUAN Industri makanan ringan di Indonesia telah banyak mengalami pertumbuhan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan produk praktis dan inovatif. Distribusi produk makanan ringan atau biasa dikenal snack juga terus meluas karena berusaha memenuhi selera pasar yang semakin beragam. Usaha yang di bangun pada bidang ini juga merata mulai dari perusahaan skala internasional hingga skala kecil seperti UMKM. Industri makanan ringan merupakan salah satu sektor industri yang memiliki tren pertumbuhan positif pada tahun 2022 (Heni et al. , 2. Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini yaitu minat beli CV. Putra Tasik Mandiri mengalami fluktuatif setiap tahunnya yang dapat dilihat berdasarkan data penjualan tahunan. Fenomena tersebut menimbulkan permasalahan menurunnya minat beli penjualan pada tahun terakhir yaitu 2024 sehingga perlu diidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi minat beli di CV. Putra Tasik Mandiri. Adapun data penjualan makanan ringan oleh CV. Putra Tasik Mandiri dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 1 Data Penjualan CV. PTM Tahun 2020-2024 Tahun Jumlah Penjualan (Du. Total Sumber: CV. Putra Tasik Mandiri. Berdasarkan Tabel 1 diketahui jumlah penjualan produk CV. Putra Tasik Mandiri kepada reseller dalam satuan dus dengan penjualan yang fluktuatif setiap tahunnya. Data tersebut dapat dilihat dalam bentuk grafik sebagai berikut: Hasil penelitian yang dilakukan oleh Martiah et al. , . menunjukkan bahwa variabel trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Menurut penelitian oleh Putri et al. , . terlihat bahwa trust berpengaruh positif terhadap minat beli. Hasil penelitian oleh Arpah et al. , . menunjukkan bahwa trust variable has a significant effect on Lazada consumer buying interest. Sejalan dengan hasil penelitian oleh Ilhamalimy dan Ali . yang menunjukkan bahwa trust has a positive and significant influence on purchase intention. Akan tetapi hasil penelitian yang berbeda ditunjukan oleh penelitian Adelia dan Rahayu . menyatakan bahwa customer trust tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari dan Gunawan . menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan penelitian Achmad et al. brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hasil penelitian olah Ihzaturrahma dan Kusumawati . menunjukkan bahwa if a product have high quality brand image has a positive impact on purchase intention. Sejalan dengan hasil penelitian oleh Yusuf . yang menunjukkan bahwa brand image has a significant effect on purchasing decision or have a strong relationship with a contribution influence. Namun penelitian yang dilakukan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Anwar dan Wardani . menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan penelitian Zebua . terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap minat beli. Hasil penelitian oleh Nurhayati et al. menunjukkan bahwa if the product has a positive and significant influence on consumer buying interest through service quality. Sejalan dengan hasil penelitian oleh Qalati et al. , . yang menunjukkan the direct of perceived service quality on purchase intention was found relevant. Hasil yang berbeda didapatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Alfaini et al. , . menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Trust. Brand Image dan Kualitas pelayanan Terhadap Minat Beli (Studi pada Konsumen CV. Putra Tasik Mandir. Ay. TINJAUAN LITERATUR Pengaruh Trust Terhadap Minat Beli Kepercayaan yang diberikan oleh konsumen perlu dibuat dan dijaga oleh perusahaan. Menurut Zuhdi et al. , . kepercayaan konsumen dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha karena dengan konsumen mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan dapat meningkatkan minat beli tehadap suatu brand. Apabila konsumen mendapatkan produk sesuai keinginan maka akan tumbuh kepercayaan pada produk tersebut dan kepercayaan pada perusahaan. Semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap produk semakin tinggi juga minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Menurut Solihin . kepercayaan atau trust konsumen yang semakin tinggi dapat meningkatkan minat beli konsumen dalam melakukan transaksi pembelian. Konsumen yang memiliki kepercayaan tinggi yakin bahwa penjual atau perusahaan dapat memenuhi keinginan konsumen melalui produk yang ditawarkan. Menurut Ardianto et al. , . apabila perusahaan dapat menjaga kejujuran, kehandalan, hingga kredibilitas dari produk atau perusahaan itu sendiri dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga minat beli konsumen pada produk yang ditawarkan meningkat. Menurut Yunita dan Canta . selain melakukan pembelian produk secara langsung konsumen dapat menggunakan media sosial dalam bertransaksi sehingga kepercayaan antara produsen dan konsumen perlu dibentuk dan ditingkatkan sehingga minat beli masyarakat dapat meningkat. Berdasarkan pernyataan tersebut, hipotesis yang terdapat pada penelitian ini, yaitu: H1 : trust berpengaruh terhadap minat beli Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Beli Produk memiliki kesan atau brand image yang dapat mempengaruhi minat beli hingga keputusan pembelian konsumen, ketika konsumen membeli suatu produk perlu mempertimbangkan merek produk tersebut sehingga baik atau buruknya citra dari suatu merek dapat mempengaruhi minat beli konsumen. Produk yang memiliki kesan positif dapat meningkatkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Begitu juga sebaliknya, produk dengan kesan negatif dapat mengurangi minat beli konsumen, dengan penilaian yang baik dan positif calon konsumen dapat lebih yakin untuk memilih dan membeli produk yang ditawarkan. Menurut Ahmad et al. , . brand image berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen sehingga perusahaan perlu menjaga dan meningkatkan brand image dari produk yang Semakin baik brand image produk dari perusahaan akan mendorong minat beli Menurut Asi dan Hasbi . minat beli konsumen dapat meningkat apabila konsumen melihat brand image produk baik. Untuk meningkatkan brand image suatu brand dapat menyediakan informasi lengkap mengenai produk. Sejalan dengan hasil penelitian Tarigan et al. bahwa semakin baik brand image yang dimiliki oleh suatu produk dapat semakin meningkatkan minat beli konsumen pada produknya. Berdasarkan pernyataan tersebut, hipotesis yang terdapat pada penelitian ini, yaitu: H2 : brand image berpengaruh terhadap minat beli Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Konsumen atau pelanggan yang telah melakukan pembelian terhadap produk atau jasa dan merasa puas akan pelayanan yang diberikan cenderung akan melakukan pembelian kembali produk tersebut. Menurut Zebua . kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan dapat menciptakan kenyamanan bagi konsumen sehingga konsumen merasa puas dan memiliki sifat loyalitas sehingga minat beli konsumen meningkat. Kualitas pelayanan yang diberikan memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen karena indikator kualitas pelayanan dapat berkontribusi terhadap tingginya minat beli konsumen. Menurut Ermawati et al. , . kualitas pelayanan sangat berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Menurut Zebua . suatu brand selain perlu melihat bagaimana karakteristik konsumen, brand perlu memberikan kualitas pelayanan yang baik seperti sikap sopan sehingga dapat menumbuhkan minat beli konsumen. Berdasarkan hasil penelitian Lestari dan Novitaningtyas . menunjukkan bahwa brand yang meningkatkan kualitas pelayanan berbasis protokol kesehatan dapat meningkatkan minat beli konsumen. Konsumen yang merasa puas akan pelayanan yang diterima akan meningkatkan kepuasan dan memiliki arah positif dalam peningkatan minat beli. Berdasarkan pernyataan tersebut, hipotesis yang terdapat pada penelitian ini, yaitu: H3 : kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat beli Gambar 2 Kerangka Konseptual Penelitian METODE Desain Penelitian Penelitian ini memiliki desain penelitian kausal yang bertujuan menjelaskan dan menguji hipotesis tentang pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Operasional Variabel Operasional variabel merupakan metode pengukuran suatu variabel yang meliputi beragam penjelasan seperti indikator dan pernyataan sampai dengan item pernyataan yang terdapat dalam Pada penelitian ini setiap variabel akan diukur dengan masing-masing indikator yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Trust Trust atau kepercayaan merupakan keyakinan yang muncul dari pihak tertentu yaitu konsumen dalam melakukan transaksi pembelian karena perusahaan yang menawarkan produk dapat memenuhi ekspektasi dari konsumen. Menurut Ayaumi dan Komariah . trust atau kepercayaan merupakan nilai yang diberikan oleh konsumen mengenai suatu produk yang dijual dan dapat mempengaruhi persepsi konsumen lain terhadap suatu produk. Variabel trust diukur melalui indikator dalam penelitian Lailiya . sebagai berikut: Kejujuran (Integrit. Kemampuan (Abilit. Kebaikan (Benevolenc. Brand Image Brand image merupakan kesan yang diberikan oleh konsumen yang diperoleh dari pengalaman konsumen membeli suatu produk. Menurut Nurliyanti et al. , . brand image dari suatu produk merupakan identitas produk yang diberikan oleh perusahaan untuk membedakan tiap produk baik dalam bentuk kata, tanda, simbol, desain, atau kombinasi yang terbentuk untuk membentuk ciri khas produk. Variabel brand image dapat diukur melalui indikator dalam penelitian Pandiangan et al. , . sebagai berikut: Identitas Merek (Brand Identit. Personalitas Merek (Brand Personalit. Asosiasi Merek (Brand Associatio. Sikap dan perilaku merek (Brand Attitude and Behavio. Manfaat dan keunggulan merek (Brand Benefit and Competenc. Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan memberikan pelayanan jasa yang baik untuk mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan, meningkatkan rasa puas, dan memenuhi harapan pelanggan dalam terpenuhinya kebutuhan Menurut Kumrotin . kualitas pelayanan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengaruh dalam keputusan pembelian pelanggan agar bertahan pada produk yang sudah dipilih. Variabel kualitas dapat diukur melalui indikator seperti dalam penelitian Bago et al. , . sebagai berikut: Bukti fisik (Tangibilit. Keandalan (Reliabilit. Ketanggapan (Responsivenes. Jaminan dan kepastian (Assuranc. Empati (Empath. Minat Beli Minat beli merupakan suatu keinginan konsumen yang timbul setelah melihat suatu produk dan telah mencari informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut sehingga adanya rasa tertarik dan ingin membeli produk yang ditawarkan setelah mempertimbangkan pembelian atas dasar kemauan. Menurut Rosiah et al. , . minat beli merupakan keinginan seseorang apabila merasa tertarik terhadap suatu produk dan ingin memiliki produk tersebut sehingga melakukan tindakan pembelian. Pengukuran variabel minat beli dalam penelitian ini dilakukan melalui indikator dalam penelitian Hendayana dan Afifah . sebagai berikut: Minat Transaksional. Minat Refrensial. Minat Prefensial. Minat Eksploratif. Populasi Penelitian Populasi merupakan keseluruhan subjek yang memiliki karakteristik ataupun ciri yang sama dan dapat diteliti dalam penelitian. Populasi dalam penelitian ini merupakan reseller . edagang grosi. dari CV. Putra Tasik Mandiri. Sampel Penelitian Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk dapat mewakili populasi dalam penelitian dengan kriteria yang telah ditentukan sehingga dapat memudahkan penelitian. Sampel penelitian ini merupakan individu yang pernah melakukan pembelian makanan ringan pada CV. Putra Tasik Mandiri. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling merupakan metode pemilihan sampel yang dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu: Konsumen yang telah membeli sebanyak lebih dari satu kali untuk produk makanan ringan dari CV. Putra Tasik Mandiri. Konsumen melakukan pembelian secara mandiri dengan datang ke lokasi CV. Putra Tasik Mandiri. Konsumen berusia >25 tahun yang merupakan pelaku usaha reseller dan memiliki rentang usia tersebut. Dalam rentang usia tersebut konsumen dianggap telah memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan dan memberikan jawaban objektif. Ukuran sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hair et al. , . menjelaskan bahwa MLE memiliki rumus yaitu jumlah indikator dikali 5 Ae 10 dengan ukuran sample yang baik berkisar 100-200 responden. Berdasarkan kriteria yang disebutkan, peneliti menggunakan rumus n x I . bserved variable . rentang 5-. Dalam penelitian ini terdiri atas 3 variabel independen dan 1 variabel dependen dengan total indikator 17. Dengan menggunakan metode MLE didapatkan ukuran sampel 17 x 6 = 102. Sehingga jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 102 Angka 6 dipilih karena jumlah sampel telah memenuhi kriteria penelitian yaitu >100 sampel dan penelitian diharapkan berjalan efektif dan efisien baik dari segi waktu, tenaga dan biaya tanpa mengurangi tingkat objektif dari hasil penelitian. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara langsung dengan instrumen pendukung berupa kuisioner sebagai panduan yang berisi pernyataan untuk proses wawancara. Dengan teknik wawancara langsung, peneliti dapat berinteraksi dua arah dengan responden dan mendapatkan data yang diperlukan secara mendetail dari responden. Analisis Data Uji Partial Least Square (PLS) dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Smart-PLS versi 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Outer Model Convergent Validty Convergent validity merupakan pengujian dari model pengukuran dengan reflektif indikator berdasar adanya korelasi antara item score . omponent scor. dengan construct score menggunakan Partial Least Square. Ghozali . mengatakan bahwa pengujian convergent validity dengan menggunakan reflektif indikator yaitu untuk melihat nilai cross loading setiap variabel harus > 0. Apabila nilai cross loading < 0. 70 akan dihilangkan dari model Gambar 3 Hasil Pengujian PLS Discriminant Validity Discriminant validity dinyatakan dengan adanya cross loading antara indikator dan Indikator yang memiliki loading factor tertinggi pada konstruk yang dituju dibandingkan dengan konstruk lainnya dinyatakan valid. Ghozali . menyatakan bahwa setiap indikator dikatakan valid karena setiap indikator pada setiap variabel menunjukkan nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan cross loading di konstruk lainnya. Tabel 4 Hasil Pengujian Discriminant Validity Brand Image Kualitas Pelayanan Minat Beli Trust Sumber: Output Smart-PLS 4. Tahun 2025 Tabel 4 menunjukandata hasil pengujian Cross Loading yang menunjukan bahwa setiap indicator yang sudah melewati hasil pengujian discriminant validity dapat dinyatakan memiliki hasil valid karena setiap indikator pada masing-masing varibel sudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan cross loading pada konstruk lainnya. Composite Reliability dan ChronbachAos Alpha Composite reability dan chronbachAos alpha termasuk uji reliabilitas untuk mengevaluasi sejauh mana instrument penelitian dapat konsisten dan dapat digunakan untuk menghasilkan data yang konsisten. Ghozali . mengatakan apabila nilai composite reability dan chronbachAos alpha dalam suatu konstruk penelitian dengan nilai > 0. 7 maka menunjukkan tingkat reliabilitas dapat diterima atau kuisioner yang digunakan sebagai alat dalam penelitian telah andal atau konsisten. Tabel 5 Hasil Pengujian Uji Reliabilitas Average Composite Composite Cronbach's Variabel . (AVE) Trust Brand Image Kualitas Minat Beli Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Tabel 5 menunjukkan hasil pengujian reliabilitas yang menghasilkan nilai ChronbachAos Alpha dan Compossite Reliability untuk setiap variabel dengan nilai > 0,7 sehingga dapat dinyatakan seluruh item pada setiap variabel bersifat konsisten atau layak digunakan dalam Nilai R-Square Nilai R-square digunakan untuk mengevaluasi model googness-of-fit atau tingkat kecocokan model dengan rentang nilai nol sampai dengan satu. Nilai R-square yang baik memiliki nilai yang mendekati satu atau dapat diartikan semakin besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen yang terdapat pada model. Hasil pengujiannya dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 6 Hasil Pengujian R-Square Variabel R-square R-square adjusted Minat Beli (Y) Sumber. Output Smart-PLS 4. Tahun 2025 Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai Adjusted R-square untuk model penelitian variabel trust, brand image, kualitas pelayanan terhadap minat beli mampu dijelaskan pengaruhnya dan memperoleh nilai kuat yaitu 0,889 atau 88,9% sedangkan sisanya sebanyak 11,1% tidak dijelaskan dalam model penelitian. Goodness of Fit Model Pengujian goodness of fit model structural pada inner model menggunakan nilai predictive relevance (Q. Nilai Q-Square lebih besar dari nol menunjukkan bahwa model mempunyai nilai predictive relevance. Nilai predictive relevance diperoleh dengan rumus: ycE 2 Oe . Oe ycI12 ). Oe ycI22 ) A . Oe ycIycu2 ) Tabel 7 Hasil Pengujian Nilai Q-Square Variabel Q-Square Predict Minat Beli (Y) Sumber. Output Smart-PLS 4. Tahun 2025 Tabel 7 menunjukkan hasil pengujian Q-Square dan diperoleh nilai 0,887 > 0 artinya mengindikasikan model memiliki nilai relevansi prediktif yang kuat atau mampu memprediksi variabel eksogen. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada hipotesis dengan melihat koefisien parameter dan nilai signifikansi t-statistic pada Hasil pengujian hipotesis. Nilai ini dinyatakan signifikan jika > 1,96. Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan melihat nilai p-value dengan kriteria nilai < alpha 0,05. Hasil pengujian sebagai berikut: Original (O) Tabel 8 Hasil Pengujian Hipotesis Sample Standard T statistics (|O/STDEV|) (M) (STDEV) Brand Image -> Minat Beli Kualitas Pelayanan 0. > Minat Beli Trust -> Minat Beli Sumber: Output Smart-PLS. Tahun 2025 P values Keterangan Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berdasarkan pada Tabel 8 di atas, terkait hasil pengujian hipotesis maka di dapat: Pengaruh Trust Terhadap Minat Beli Menurut uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai t-statistic sebesar dan nilai 0,011, nilai original sample sebesar 0,000, dan nilai P sebesar 0,991. Nilai t-statistic kurang dari 1. nilai original sample menunjukkan nilai positif, dan nilai P lebih dari 0. Hasil ini menunjukkan bahwa trust tidak mempengaruhi minat beli. Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Beli Menurut uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai t-statistic sebesar dan nilai 5,255, nilai original sample sebesar 0,46, dan nilai P sebesar 0. Nilai t-statistic lebih besar dari 96, nilai original sample menunjukkan nilai positif, dan nilai P kurang dari 0. Hasil ini menunjukkan bahwa brand image berpengaruh terhadap minat beli. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Menurut uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai t-statistic sebesar dan nilai 5,797, nilai original sample sebesar 0,501, dan nilai P sebesar 0. Nilai t-statistic lebih besar dari 1. nilai original sample menunjukkan nilai positif, dan nilai P kurang dari 0. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat beli. Pembahasan Pengaruh Trust Terhadap Minat Beli Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Temuan ini tidak sejalan dengan penelitian dari Martiah et al. , . dan Putri et al. , . yang menemukan adanya pengaruh positif, serta Arpah et al. , . dan Ilhamalimy and Ali . yang juga menemukan pengaruh signifikan. Sebaliknya, temuan ini sejalan dengan penelitian dari Adelia and Rahayu . yang menyatakan bahwa kepercayaan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun konsumen . merasa percaya pada CV. Putra Tasik Mandiri, faktor kepercayaan ini bukanlah pendorong utama yang membuat mereka memutuskan untuk membeli. Alih-alih demikian, kepercayaan telah menjadi suatu hal yang diharapkan . , sehingga dampaknya tidak lagi signifikan secara langsung terhadap peningkatan minat beli. Hal ini mungkin karena manajemen CV. Putra Tasik Mandiri sudah berhasil membangun reputasi yang solid di mata konsumen. Implikasi manajerial dari hasil hipotesis 1 yaitu meskipun kepercayaan tidak berpengaruh langsung, manajemen tetap harus menjaga dan meningkatkan fondasi kepercayaan yang sudah Terdapat beberapa area yang perlu diperkuat, terutama terkait konsistensi dalam memberikan informasi yang akurat dan menepati janji pengiriman. Peningkatan di aspek ini akan memastikan hubungan bisnis yang stabil dan berkelanjutan. Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Beli Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari dan Gunawan . Achmad et al. , . Ihzaturrahma dan Kusumawati . , serta Yusuf . , yang juga menyatakan adanya pengaruh antara citra merek dan minat beli. Namun, temuan ini tidak sejalan dengan penelitian dari Kusumayanti et al. , . yang menyatakan bahwa citra merek tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya persepsi konsumen terhadap merek. Semakin positif citra merek CV. Putra Tasik Mandiri di mata konsumen, semakin besar pula ketertarikan mereka untuk membeli. Citra merek yang kuat dan positif akan membuat merek mudah dikenali dan diingat, sehingga menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Implikasi manajerial dari hipotesis 2 yaitu manajemen CV. Putra Tasik Mandiri harus terus memperkuat citra merek yang sudah baik. Meskipun secara umum citra merek sudah positif, ada aspek identitas yang belum sepenuhnya dirasakan oleh reseller. Manajemen perlu memastikan bahwa ciri khas perusahaan benar-benar menonjol dan membedakan CV. Putra Tasik Mandiri dari para pesaingnya. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anwar dan Wardani . Zebua . Nurhayati et al. , . , dan Qalati et al. , . , yang juga menemukan pengaruh serupa. Namun, hasil ini tidak sejalan dengan penelitian dari Alfaini et , . yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang baik adalah faktor penentu dalam mendorong minat beli konsumen. Pelayanan yang memuaskan akan menciptakan pengalaman positif, yang kemudian mendorong konsumen untuk kembali melakukan pembelian. Implikasi manajerial dari hipotesis 3 yaitu manajemen CV. Putra Tasik Mandiri perlu mempertahankan kualitas pelayanan yang sudah dinilai sangat baik. Terutama, fokus pada peningkatan aspek profesionalisme dalam komunikasi dan membangun kredibilitas dalam bisnis makanan ringan. Memastikan tim pelayanan bertindak profesional dan memiliki pengetahuan yang mendalam. DISKUSI Dalam banyak hal, ini adalah bagian terpenting dalam sebuah artikel (Feldman, 2004: . Karena itu adalah hal terakhir yang dilihat pembaca, itu dapat berdampak besar pada persepsi pembaca tentang artikel dan penelitian yang dilakukan (Summers 2001: . Penulis yang berbeda mengambil pendekatan yang berbeda saat menulis bagian diskusi. Menurut Feldman . 4: . Perry et al. 2003: . , dan Summers 2001: 411. , bagian diskusi harus: Nyatakan kembali tujuan utama penelitian Menegaskan kembali pentingnya penelitian ini untuk menyatakan kembali kontribusi Meringkas hasil dalam kaitannya dengan setiap tujuan penelitian atau hipotesis yang dinyatakan tanpa memperkenalkan materi baru Hubungkan temuan dengan literatur dan hasil yang dilaporkan oleh penelitian lain Berikan penjelasan yang mungkin untuk temuan yang tidak terduga atau tidak signifikan Diskusikan implikasi manajerial dari penelitian ini Sorot keterbatasan utama penelitian yang dapat mempengaruhi validitas internal dan Diskusikan arah atau peluang yang berwawasan luas . aitu, tidak jela. untuk penelitian masa depan tentang topik tersebut Bagian diskusi tidak boleh hanya menyatakan kembali temuan yang dilaporkan di bagian hasil atau melaporkan temuan tambahan yang belum dibahas sebelumnya dalam artikel. Fokusnya seharusnya menyoroti implikasi yang lebih luas dari temuan penelitian dan menghubungkannya kembali ke penelitian sebelumnya. Pastikan bahwa kesimpulan yang Anda capai mengikuti secara logis dari dan dibuktikan oleh bukti yang disajikan dalam penelitian Anda (Varadarajan 1996: . KESIMPULAN Simpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh trust, brand image, dan kualitas pelayanan terhadap minat beli pada konsumen . CV. Putra Tasik Mandiri. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan diperoleh temuan diantaranya: Trust tidak berpengaruh dan positif terhadap minat beli. Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Saran Saran untuk perusahaan yaitu perusahaan dapat memberikan pelatihan komunikasi yang lebih professional bagi seluruh tim, terutama yang berhadapan langsung dengan reseller. Pastikan setiap interaksi, baik saat menangani pesanan maupun keluhan, dilakukan dengan standar yang tinggi. Selain itu, perusahaan bisa lebih aktif menunjukkan pengalaman dan kredibilitasnya, misalnya dengan membagikan testimoni reseller lain atau pencapaian bisnis yang telah di raih. BATASAN Sudah pasti bahwa penelitian Anda akan memiliki beberapa keterbatasan dan itu normal. Namun, sangat penting bagi Anda untuk berusaha meminimalkan berbagai batasan selama proses Juga. Anda perlu memberikan pengakuan keterbatasan penelitian Anda dalam bab kesimpulan dengan jujur. Itu selalu lebih baik untuk mengidentifikasi dan mengakui kekurangan pekerjaan Anda, daripada membiarkannya ditunjukkan kepada Anda oleh penilai disertasi Anda. Saat mendiskusikan keterbatasan penelitian Anda, jangan hanya memberikan daftar dan deskripsi kekurangan pekerjaan Anda. Penting juga bagi Anda untuk menjelaskan bagaimana keterbatasan ini memengaruhi temuan penelitian Anda. Penelitian Anda mungkin memiliki beberapa keterbatasan, tetapi Anda hanya perlu mendiskusikan keterbatasan yang berhubungan langsung dengan masalah penelitian Anda. Misalnya, jika melakukan meta-analisis data sekunder belum dinyatakan sebagai tujuan penelitian Anda, tidak perlu menyebutkannya sebagai batasan penelitian Anda. REFERENSI