Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Analisa Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Jalan SM. Raja Kota Padangsidimpuan Jan Harry Sihombing1. Noni Paisah2. Nurhasanah Siregar3 Alumni Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email : janhary@gmail. Abstrak Pedestrian adalah sebagai pejalan kaki atau manusia yang berjalan kaki. Kenyamanan jalur pedestrian harus dijadikan sebagai prioritas dalam perencanaan transportasi kota khususnya pejalan kaki. Lingkungan kota yang bersih dari polusi merupakan lingkungan kota yang ramah bagi pejalan kaki dengan memberikan fasilitas yang layak dan memadai untuk aktifitasnya berupa jalur pedestrian yang nyaman dan aman untuk pejalan kaki. Jalur pedestrian adalah ruas pejalan kaki, baik yang terintegrasi maupun terpisah dengan jalan, yang diperuntukkan untuk prasarana dan sarana pejalan kaki serta menghubungkan pusat-pusat kegiatan dan fasilitas pergantian moda. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kondisi jalur pedestrian dan tingkat kenyamanan pejalan kaki atau fasilitas yang tersedia di area jalur pedestrian di Jalan SM. Raja Kota Padang-sidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan buku Pedestrian Ways Dalam Perancangan Kota. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: kondisi jalur pedestrian di Jalan SM. Raja Kota Padangsidimpuan disebagian masih ada beberapa permukaan jalur pedestriannya pecah dan berlobang, parkir liar yang menggunakan area jalur pedestrian, pedagang yang meletakkan dagangannya di areal jalur pedestrian sehingga menghambat para pejalan Tingkat kenyamanan pejalan kaki pada umumnya merasa tidak nyaman disebabkan tidak adanya penertiban penyalahgunaan fungsi pedestrian sehingga banyak PKL dan sepeda motor parkir di atas jalur pedestrian, tingkat kejahatan yaitu 73,63 %, aspek arpma dan bau-bauan 53,93 %, iklim mikro 53,63 %, bentuk dan kualitas jalur pedestrian 61,81 %, keindahan, keamanan dari jalur itu sendiri dari permukaan jalur yang licin 56,97 %, kebersihan jalur pedestrian 61,81 %, keindahan bentuk jalur pedestrian 54,84 %. Kata kunci: Kenyamanan. Pedestrian. Pejalan Kaki Pendahuluan Pedestrian berasal dari bahasa Yunani, dimana berasal dari kata pedos yang berarti kaki sehingga pedestrian bisa diartikan adalah sebagai pejalan kaki atau manusia yang berjalan Pedestrian dalam hal ini memiliki arti pergerakan atau pemindahan orang dari suatu tempat sebagai titik tolak ke tempat lain menggunakan moda jalan kaki. Kenyamanan jalur pedestrian harus dijadikan sebagai prioritas dalam perencanaan transportasi kota khususnya pejalan kaki. Jika pembangunan perencanaan jalur pedestrian berjalan dengan baik maka tingkat polusi udara dan kemacetan disuatu kota dapat berkurang. Jalur pedestrian kawasan jalan SM. Raja kota Padangsidimpuan dapat dikategorikan sebagai jalur pedestrian komersial yang keberadaannya mudah diakses oleh masyarakat kotanya, baik yang menggunakan kenderaan bermotor pribadi dan angkutan umum. Menjadikan kawasan ini padat kenderaran bermotor, asap dari kenderaan tersebut menimbukan polusi Prasarana dan sarana pedestrian berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan pejalan kaki dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah, lancar, aman, nyaman dan Salah satu jalur pedestrian seperti di jalan SM. Raja kota Padangsidimpuan merupakan salah satu jalur utama bagi pejalan kaki menuju pusat pasar. Tinjauan Pustaka Jalur pedestrian adalah jalur khusus yang diperuntukan bagi orang-orang yang memilih berjalan kaki dalam melakukan aktifitasnya di ruang publik. Jalur pedestrian juga diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi atau Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ke titik asal ketempat lain sebagai tujuan . dengan berjalan kaki. Jalur pedestrian harus aman dan nyaman bagi pengguna jalur tersebut, faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan pengguna jalur pedestrian, yaitu : Sirkulasi Kenyamanan dapat berkurang apabila sirkulasi terganggu, misalnya kurangnya kejelasan sirkulasi seperti trotoar dijadikan tempat parkir ataupun tempat berjualan sehingga menjadi tidak jelas pembagian ruang sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan dan Gaya Alam dan Cuaca Radiasi matahari dapat mengurangi kenyamanan terutama pada daerah tropis khususnya siang hari. Curah hujan juga sering mengganggu aktivitas manusia di luar sehingga mengganggu kenyamanan pejalan kaki saat melintasi diarea jalur pedestrian. Keamanan Keamanan dari tindak kejahatan sangat berpengaruh pada kenyamanan para pengguna jalur pedestrian dan faktor-faktor keamanan lainnya. Kebersihan Segala sesuatu yang bersih akan menambahah daya tarik dan juga menambah kenyamanan pejalan kaki karna bebas dari sampah dan baubauan yang tidak menyenangkan. Untuk mengatasi tersebut perlu disediakan tong sampah. Kenyamanan Kenyamanan disini mencakup masalah ketenangan dan ketertiban sehingga rasa nyaman dapat diperoleh. Sulit untuk menilai sesuatu yang indah, setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda. Menurut Iswanto . , syarat-syarat rancangan yang harus dimiliki jalur pedestrian agar terciptanya jalur pejalan kaki yang baik adalah sebagai berikut : Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Kondisi permukaan bidang pedestrian, harus kuat, stabil, datar dan tidak licin. Material yang biasa digunakan paving block, batako atau beton. Ukuran tanjakan ramp, kemiringan suatu ramp yang ada dijalur pedestrian 6 derajat. Lebar minimal 95. 00 cm tanpa tepi pengaman, dengan tepi 00 cm. Sistem penerangan dan perlindungan terhadap sinar matahari, penerangan di malam hari menggunakan lampu minimal 75 watt, perlindungan dari sinar matahari menggunkan pohonpohon berdaun lebat. Sistem pemeliharaan, pembersihan elemen-elemen pengangkutan sampah, penyiraman tanaman, pemupukan tanaman dan pemangkasan tanaman. Kondisi struktur drainase, struktur drainase haruslah memperhatikan arah kemiringan agar jika hujan turun air tidak menggenang. Kondisi tepi jalan, tepi jalan diisyaratkan tidak boleh melebihi ukuran tinggi maksimal 1 langkah kaki yaitu sekitar 15. 00 cm sampai dengan 50 cm. Kondisi daerah persimpangan, daerah persimpangan harus memiliki signage untuk peringatan kepada pengendara dan pengguna jalur pedestrian. 1 Pejalan Kaki Pejalan kaki merupakan aktivitas yang sangat baik dari sistem angkutan dan harus mendapatkan tempat yang selayaknya. Pejalan kaki pada dasarnya lemah, mereka terdiri dari anak-anak, orang tua, serta masyarakat yang berpenghasilan rata-rata kecil. Pejalan kaki seringkali dijumpai, baik hanya untuk jalanjalan ataupun untuk suatu kebutuhan serta juga untuk menghemat biaya transportasi ataupun pertimbangan jarak yang dekat. Menurut Iswanto . , tujuan kegiatan berjalan kaki dapat dikelompokkan sebagai Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Berjalan kaki dari dan keterminal. Dimana perjalanan ini dilakukan dari suatu tempat ke lokasi terminal transportasi dan sebaliknya seperti halte, shelter dan tempat parkir. Berjalan kaki fungsional. Dimana perjalanan ini mempunyai tujuan ke berbelanja, kerumah makan dan Biasanya berjalan lebih cepat, dan jarak rata-rata lebih pendek. Berjalan kaki untuk keperluan rekreasi, bisa dilakukan sewaktu- waktu, seperti berjalan ke gedung bioskop, ke galeri dan ketempat olahraga dan sebagainya yang dilakukan dengan santai. Untuk mewadahi kegiatan tadi diperlukan fasilitas pendukung yang bersifat rekreatif seperti tempat berkumpul, bercakap-cakap, kelengkapan antara lain tempat duduk, lampu penerangan, bak bunga dan Menurut Peraturan Mentri Pekerjaan Umum No. 3 tahun 2014, ada 4 faktor penting yang mempengaruhi panjang atau jarak orang untuk berjalan kaki, yaitu: Motif. Motif yang baik baik dalam berjalan kaki dapat mempengaruhi orang untuk berjalan lebih lama atau Motif rekreasi mempunyai jarak yang relatif lebih pendek, sedangkan motif berbelanja dapat dilakukan lebih 00 jam dengan jarak sampai 50 km tanpa disadari sepenuhnya oleh pejalan kaki. Kenyamanan yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan jenis aktivitas. Cuaca keinginan orang berjalan apabila tidak di imbangi dengan drainase yang Di Indonesia, dengan cuaca yang panas orang hanya ingin menempuh perjalanan 400. 00 meter, sedangkan untuk aktivitas berbelanja Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . memebawa barang, keinginan berjalan tidak lebih dari 300. 00 meter. Ketersediaan Kesinambungan penyediaan moda angkutan kendaraan bermotor baik umum maupun pribadi sebagai moda penghantar sebelum dan sesudah berjalan kaki sangat mempengaruhi jarak tempuh orang berjalan kaki akan lebih jauh dibandingkan dengan apabila tidak tersedia fasilitas kendaraan secara Pola Tata Guna Lahan dan kegiatan. Berjalan dipusat perbelanjaan terasa menyenangkan sampai dengan jarak 500 meter. Lebih dari jarak itu diperlukan fasilitas lain yang dapat mengurangi kelelahan orang berjalan, misalnya adanya tempat duduk dan kios makanan/minuman kebersihan dan penataan pedestrian. Anggriani . Terdapat beberapa kategori pejalan kaki. Menurut sarana Pejalan kaki penuh, adalah mereka yang menggunakan moda jalan kaki menjadi moda utama, jalan kaki digunakan sepenuhnya dari tempat asal hingga ketempat tujuan. Pejalan kaki pemakai kendaraan umum, merupakan pejalan kaki yang memakai moda jalan kaki sebagai moda antara. Umumnya dilakukan dari tempat asal ketempat kendaraan umum, atau pada jalur perpindahan rute kendaraan umum ketempat tujuan akhir. Pejalan kaki pemakai kendaraan kendaraan pribadi, merupakan mereka yang menggunakan moda jalan kaki sebagai moda antara, dari tempat parkir kendaraan pribadi ketempat kendaraan umum, serta dari tempat parkir kendaraan umum ketempat tujuan akhir perjalanan. Pejalan kaki pemakai kendaraan pribadi penuh, merupaka mereka yang memakai moda jalan kaki menjadi Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. moda antara dari tempat parkir kendaraan pribadi ketempat tujuan bepergian yang hanya di tempuh dengan berjalan kaki. 2 Kenyamanan Jalur Pedestrian Kenyamanan merupakan salah satu nilai penting yang harus dinikmati oleh para pemilik ruangan ketika melakukan aktfititas-aktifitas di dalam satu ruang. Anggraini . , kenyamanan visual berhubungan dengan aspek kesesuaian pemandangan yang ditangkap oleh mata pengamat dengan lingkungannya melalui Kenyamanan dapat diartikan bahwa mudah dilalui dari berbagai tempat dengan adanya pelindung dari cuaca yang buruk, tempat istirahat sementara, terhindar dari hambatan oleh karena ruang yang sempit serta permukaan yang harus jalan yang baik dipergunakan oleh siapa saja termasuk juga penyandang cacat. Sedangkan kepuasaan diindikasikan melalui jarak lebar trotoar, lansekap yang menarik serta kedekatan dengan fasilitas yang dibutuhkan. Aspek keindahan berkaitan dengan jalur pedestrian dan lingkungan sekitar. Fungsi jalur pedestrian cukup berpengaruh terhadap proses aktifitas pergerakan manusia, sarana dan prasarana jalan harus benar-benar memadai dan tersistem demi mendukung kelancaran aktifitas masyarakat pada umumnya. Aktifitas masyarakat yang berjalan akselaratif dan sinergis menuntut efektifitas serta fasilitasfasilitas kenyamanan, sehingga para pejalan kaki bisa melakukan kerja-kerja lebih produktif. Hakim dan Utomo . mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan jalur pedestrian antara lain: Iklim Mikro Salah satu kendala iklim mikro yang muncul adalah curah hujan, faktor ini tidak jarang menimbulkan gangguan terhadap aktifitas para pejalan kaki, terutama musim penghujan. Oleh karena itu perlu disediakan tempat berteduh apabila Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . terjadi hujan, seperti shelter dan gazebo serta fasilitas lainnya yang bisa melindungi terhadap radiasi sinar Sirkulasi Untuk itu diperlukan penataan terciptanya kelancaran masing-masing aktifitas sirkulasi, baik itu sirkulasi traditional space . ntuk sirkulasi kenderaan bermotor dan pejalan kak. maupun sirkulasi activity area . isalnya, untuk PKL, parkir dan Kebisingan Tingginya tingkat kebisingan suara kenderaan bermotor yang lalu lalang, juga menjadi masalah vital yang dapat lingkungan sekitar dan pengguna jalan, terutama pejalan kaki. Oleh sebab itu untuk menimalisir tingkat kebisingan yang terjadi, dapat dipakai tanaman dengan pola dan ketebalan yang rapat serta tersusun teratur. Aroma Aroma yang tidak sedap bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti bau yang keluar dari asap knalpot kenderaan, atau bak sampah yang kurang terurus yang tersedia di sepanjang pinggir jalur pedestrian. Untuk mengurangi gangguan aroma yang kurang sedap tersebut, maka jalur pedestrian bisa diberikan sekat penutup tertentu sebagai pandangan visual serta dihalangi oleh tanaman, pepohonan yang cukup tinggi, maupun dengan peninggian muka tanah. Bentuk Bentuk elemen landscape furniture harus disesuaikan dengan ukuran standar manusia agar skala yang dibentuk mempunyai rasa nyaman (Hakim dan Utomo, 2. Sebagai contoh, misalnya jalur pedestrian dan jalur kenderaan memiliki ketinggian permukaan lantai yang sama. Keamanan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Hakim Utomo mengemukakan bahwa keamanan merupakan masalah yang mendasar, karena masalah ini dapat menghambat aktifitas yang dilakukan. Pengertian dari keamanan dalam penelitian ini, tentang kejelasan fungsi sirkulasi, sehingga pejalan kaki terjamin keamanan atau keselamatannya dari bahaya tertabrak kenderaan bermotor. Untuk keamanan pejalan kaki maka jalur pedestrian harus dibuat terpisah dari jalur lalu lintas kenderaan, oleh struktur fisik berupa pembatas jalan . Kebersihan Daerah yang terjaga kebersihannya akan menambah daya tarik khusus bagi pejalan kaki, selain dengan terciptanya rasa nyaman serta menyenangkan orang-orang yang melalui jalur Untuk kebersihan suatu lingkungan perlu disediakan bak sampah sebagai elemen lansekap dan sistem saluran air selokan yang terkonsep baik. Selain itu pada daerah tertentu yang menuntut pemilihan jenis tanaman hias serta memperhatikan kekuatan daya rontok daun, buah dan bunganya. Keindahan Keindahan suatu jalur jalan raya . ermasuk jalur pedestria. , harus selalu terhindar dari ketidakberaturan bentuk, warna, atau pula aktifitas manusia yang ada didalamnya. Untuk memproleh kenyamanan yang optimal maka keindahan harus dirancang dengan memperhatikan dari berbagai aspek, baik itu segi bentuk, warna, komposisi susunan tanaman dan elemen pekerasan, serta diperhatikan juga faktor-faktor pendukung kegiatan Aksesbilitas Aksesbilitas yaitu kemudahan yang dicapai oleh pejalan kaki terhadap Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . suatu objek. Adapun ketentuanketentuan yang harus terpenuhi dalam suatu jalur pedestrian meliputi menyangkut hambatan, lebar, kawasan laluan dan istirahat, kemiringan . , ramp, permukaan dan tekstur. Fasilitas Fasilitas jalur pedestrian dapat menjadi salah cara yang dapat memberikan kenyamanan jalur pejalan Fasilitas jalur pedestrian biasanya berupa lampu, rambu lalu lintas, tepat sampah, tanaman peneduh dan lainlain. Adanya jalur pedestrian yang nyaman menjadi daya tarik masyarakat berkeinginan untuk berjalan kaki. Semakin tinggi tingkat kenyamanan jalur pedestrian, semakin banyak pula masyarakat yang memilih untuk berjalan kaki sebagai sarana mengakses 3 Fasilitas Pendukung Jalur Pedestrian Ada beberapa fasilitas pendungkung pada jalur pedestrian yang dapat menciptakaan keamanan dan kenyamanan pada pejalan kaki. Adapun fasilitas yang dimaksud, yaitu : Rambu Rambu adalah salah satu jenis perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat atau perpaduan larangan, perintah atau petunjuk bagi pejalan kaki. Lampu Penerang Lampu penerang adalah salah satu jenis perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pejalan kaki. Pagar Pengaman Pagar pengaman harus ditempatkan pada titik tertentu yang berbahaya dan memerlukan perlindungan. Pagar pengaman diletakan dengan tinggi 00 cm. Pelindung/Peneduh Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Jenis pelindung/peneduh disesuaikan dengan fasilitas pejalan kaki dapat berupa: pohon pelindung. Pelaksanaan pelindung/peneduh Pedoman Teknik Lansekap Jalan sesuai dengan kebutuhan di jalur Tempat sampah Tempat sampah diletakan pada jalur fasilitas. Penempatan tempat sampah pada fasilitas pejalan kaki hanya untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh pejalan kaki, baik sampah organic dan juga sampan Halte/Tempat berhenti bis Halte adalah sarana bagi kendaraan penumpang umum, yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian umum untuk menurunkan dan menaikkan Drainase Drainase berdampingan dengan fasilitas pejalan Drainase berfungsi untuk penampung dan jalur aliran air pada fasilitas pejalan kaki. Keberadaan dr ainase akan dapat mencegah terjadinya banji dan genangan-genangan air pada saat hujan. Bolar Pemasangan bolard bertujuan untu kendaraan bermotor tidak masuk ke fasilitas pejalankaki sehingga pejalan kaki merasa aman dan nyaman Fasilitas Telepon Umum Telepon umum diletakan pada jalur Terletak pada setiap radius 300 meter atau pada titik potensial kawasan, dengan besaran sesuai kebutuhan dan bahan yang digunakan ada lah bahan yang memiliki daya tahan yang tinggi. Tempat Duduk Tempat duduk diletakan pada jalur Terletak setiap 10. 00 meter dengan lebar 40-50 cm, panjang 00 cm dan bahan yang digunakan adalah bahan dengan durabilitas tinggi seperti metal dan beton cetak. Ramp Ramp adalah suatu jalur yang mempunyai kelandaian tertentu atau mendatar yang terletak pada ruas/jalan yang direncanakan untuk pejalan kaki sehingga bisa dipakai sesuai dengan fungsinya masing-masing. Metode Metode adalah tata cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah yang dibahas dengan mendayagunakan sumber data dan fasilitas yang ada. Metode juga merupakan cara kerja untuk dapat memahami hal yang menjadi sasaran penelitian yang bersangkutan, meliputi prosedur penelitian dan teknik penilaian. Adapun metode penelitian dilakukan dengan metode study literatur, survey kelapangan dan metode bimbingan. Metode literatur merupakan tahapan pengumpulan literatur yang berhubungan dengan skripsi yang akan disusun. Literatur ini dapat berupa buku-buku, jurnal, yang bersumber dari perpustakaan atau bahan mata kuliah yang memiliki hubungan dengan perencanaan pelat beton dengan menggunakan pelat konvensional terhadap pelat boundek yang sudah diteliti oleh para peneliti terdahulu. Waktu penelitian akan dilakukan pada tanggal 20 sampai 26 Agustus 2023 pada pagi hari dan sore hari dimana banyak terjadi pergeseran di dalam pemanfaatan jalur Hal ini penting untuk mengetahui aktifitas serta persepsi pengguna jalur pedestrian dan melihat pengaruhnya terhadap kenyaman pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan pada tiga sesi, sesi pertama dimulai pada pukul 07. 00 WIB, Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . sesi kedua dimulai pada pukul 12. WIB dan sesi ketiga. Observasi dilakukan pada hari minggu sampai dengan sabtu. Penentuan waktu dipilih juga berdasarkan berlangsungnya aktifitas lain non-pejalan kaki seperti banyaknya pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir pada pedestrian. Dimulai pada 00 WIB kemudian di luar jam itu untuk melihat perilaku pejalan kaki saat melakukan aktifitas di sepanjang jalur SM. Raja Padangsidimpuan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di jalur SM. Raja Kota Padangsidimpuan. Lokasi yang akan diteliti sepanjang A 850 meter, dimulai dari Tugu Siborang Padangsidimpuan persimpangan Jalan Teuku Umar kota Padangsidimpuan. Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 titik penelitian, dimana titik penelitian pertama berada di jalur pedestrian sebelah kiri dan titik penelitian kedua berada di jalur pedestrian sebelah kanan. Kawasan penelitian ini merupakan salah satu jalur pedestrian kota Padangsidimpuan dengan berbagai macam aktivitas didalamnya seperti perkantoran, pusat pelayanan kesehatan, pusat perbelanjaan, pertokoan, dan tempat makan. Aktivitas di kawasan penelitian ini kebanyakan perdagangan dan jasa. Oleh sebab itu, tempat penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai jalur pedestrian komersial dan kawasan Penyelesaian dari perhitungan kuisioner untuk menentukan kriteria kenyamanan pejalan kaki adalah sebagai berikut: Penentuan skor jawaban Penentuan skor ideal Penentuan persentase interval Persentase jawaban Skor maksimal tingkat kenyamanan pejalan kaki adalah: 5 x 10 x 66 = 3300. Menentukan skor minimal yang diperoleh dari hasil perkalian antara skor terendah, jumlah item, jumlah Skor minimal tingkat kenyamanan pejalan kaki adalah: 1 x 10 x 66 = 660. Menetapkan rentang skor, yakni antara skor maksimal dikurangi skor minimal. Rentang skor yang dimaksud adalah: 3300-660 = 2640. Menetapkan interval kelas. Interval kelas diperoleh dari rentang skor dibagi jenjang kriteria. Menetapkan persentase maksimal, yaitu 100 %. Menetapkan Persentase minimal diperoleh dari skor minimal dibagi skor maksimal dikali Menetapkan rentang persentase, yaitu diperoleh dari persentase maksimal dikurangi persentase minimal. Menetapkan interval kelas kelas persentase, yaitu rentang persentase dibagi kriteria. Menetapkan kriteria, yakni Sangat Nyaman (SN). Nyaman (N). Cukup Nyaman (CN). Tidak Nyaman (TN). Sangat Tidak Nyaman (STN). Tabel 1. Interval Kelas Persentase Interval Kelas Kriteria Persentase (%) Sangat Nyaman 100% > Persen > 84 % (SN) 84% > Persen > 68 % Nyaman (N) Cukup Nyaman 68% > Persen > 52 % (CN) 52% > Persen > 36 % Tidak Nyaman (TN) Sangat Tidak 36% > Persen > 20 % Nyaman (STN) Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan kriteria kenyamanan pejalan kaki adalah: Menentukan skor maksimal yang diperoleh dari hasil perkalian antara skor tertinggi, jumlah item, jumlah Bagan alir adalah bagan . yang menunjukkan alir . di dalam proses atau prosedur penelitian yang dilakukan. Bagan alir menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol grafis. Adapun bagan alir penelitian ini dapat dilihat pada diagram alir (Gamabr . Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Mulai Tinjauan Pustaka Pengumpulan Data Data Primer Kuesioner Dan Observasi Data Sekunder Buku Pedestrian Ways Dalam Perancangan Kota Analisis Data Dan Pembahasan Kesimpulan Dan Saran Selesai Analisa dan Pembahasan 1 Analisa Data Gambar 1. Diagram Alir Penelitian dengan Panjang pedestrian dari titik 0 ke titik A sebesar A 300 meter. Tinggi ideal jalur pedestrian maksimal 30 cm dan minimal 10 cm Jalan SM Raja kota Padangsidimpuan merupakan salah satu jalan di kota Padangsidimpuan yang dimana keberadaan jalan tersebut ramai dilalui oleh warga karena dengan berbagai macam aktivitas didalamnya seperti perkantoran, pusat pelayanan kesehatan, pusat perbelanjaan dan tempat makan. Jalan SM Raja kota Padangsidimpuan merupakan salah satu jalan protokol yang sering menimbulkan kemacetan pada jam tertentu terutama pagi dan sore hari dikarenakan adanya aktivitas pedagang kaki lima dan lahan parkir pada jalur pedestrian sehingga mengalihkan fungsi dari pedestrian tersebut. Berdasarkan dokumentasi, survei langsung dan pengukuran di lokasi penelitian mengenai kondisi jalur pedestrian pada saat ini. Diketahui lebar jalur pedestrian pada jalan SM Raja Kota Padangsidimpuan yaitu 1,20 meter. Tinggi jalur pedestrian di jalan SM Raja kota Padangsidimpuan di titik A yaitu 10 cm dari permukaan jalan agar kendaraan bermotor tidak bisa melintas di jalur pedestrian, artinya jalur pedestrian jalan SM Raja di titik A sudah memenuhi tinggi ideal jalur pedestrian. Kondisi pedestrian pada titik A tidak rata disebagian sisi pada jalur pedestrian sehingga pengguna yang melewati jalan tersebut kurang nyaman dan memilih bahu jalan untuk melintasi jalan Kondisi lubang yang ada pada beberapa titik di jalur pedestrian jalan SM Raja Kota Padangsidimpuan titik A sangat membahayakan pengguna jalur pedestrian dan pedagang yang meletakkan dagangannya di area jalur pedestrian sehingga mempersempit area jalur pedestrian yang mau di lewati pengunanya sehingga mengganggu sirkulasi pejalan kaki yang melintas. Tinggi jalur pedestrian di jalan SM Raja kota Padangsidimpuan di titik B tidak merata, diawal titik tinggi pedestrian 10 cm dan diujung titik pedestrian tinggi 8 cm. Panjang pedestrian dari titik A ke B sebesar A 300 m Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Hanya saja ada beberapa yang sudah pecah, retak serta berlubang sehingga mengganggu aktifitas pejalan kaki dan kemungkinan karna sudah termakan usia. Tinggi pedestrian pada titik B sangat tinggi sehingga sangat mempengaruhi kenyamanan pejalan kaki. Serta diperparah dengan bagian jalur pedestrian yang banyak sampah yang berserakan dan belum diangkut sehingga sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Pengguna di jalur pedestrian jalan SM Raja Padangsidimpuan ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, karakteristik tersebut diantaranya adalah jenis kelamin, umur. Karakteristik tersebut disajikan dalam tabel 1 di bawah ini. dan Panjang pedestrian dari titik B ke ujung pedestrian sebesar A 500 m. Tinggi ideal jalur pedestrian maksimal 30 cm dan minimal 10 cm dari permukaan jalan agar kendaraan bermotor tidak bisa melintas di jalur pedestrian, artinya jalur pedestrian jalan SM Raja Kota Padangsidimpuan di titik B hanya sebagian yang memenuhi tinggi ideal jalur pedestrian. Pada kondisi jalur pedestrian di titik B masih banyak bangunan yang sangat berdekatan dengan jalur pedestrian menyebabkan sebagian masyarakat ada yang memarkirkan kendaraan roda dua mereka di area jalur pedestrian, sebagai tempat tambal ban dan area meletakkan Ditambah dengan kondisi permukaan bidang jalur pedestrian datar dengan menggunakan pasangan batako. Tabel 1. Karakteristik Respon Berdasarkan Jenis Kelamin. Umur. Pendidikan Terakhir dan Pekerjaan Karakteristik Responden Kategori Laki Ae laki: 38 orang Jenis Kelamin Perempuan: 28 orang < 20 tahun: 29 orang 21 - 30 tahun: 25 orang Umur 31 - 40 tahun: 10 orang 41 - 50 tahun: 2 orang Perguruan Tinggi: 20 orang SMA/SLTA: 34 orang Pendidikan Terakhir SMP/SLTP: 10 orang SD: 2 orang Tidak bekerja: 6 orang Pelajar Mahasiswa: 28 orang PNS/TNI/Polisi: 2 orang Pekerjaan Pegawai Swasta: 8 orang Wiraswasta: 17 orang Lainnya: 5 orang Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ada 38 responden laki-laki dan 28 responden Karakteristik tersebut diperoleh dari tabel 1. Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Gambar 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Karakteristik usia responden < 20 tahun ada 29 orang, 21-30 tahun ada 25 orang, 31-40 tahun ada 10 orang, 41-50 tahun ada 2 orang. Karakteristik tersebut di peroleh dari Tabel 1. Usia 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun < 20 tahun 21 - 30 tahun < 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun Gambar 3. Karakteristik Usia Responden Karakteristik pendidikan terakhir responden adalah perguruan tinggi 20 orang. SMA 34 orang. SMP 10 orang. SD 2 orang. Karakteristik tersebut di peroleh dari Tabel 1. Pendidikan Terakhir SMP Sederajat SMA Sederajat Perguruan Tinggi SMA Sederajat Perguruan Tinggi SMP Sederajat Gambar 4. Karakteristik Pendidikan Terakhir Responden Karakteristik pekerjaan responden adalah tidak bekerja ada 6 orang, pelajar/ mahasiswa ada 28 orang. PNS/TNI/Polisi ada 2 orang, pegawai swasta ada 8 orang. Wiraswasta ada 17 orang dan Lainnya ada 5 orang. Karakteristik tersebut di peroleh dari Tabel 1. Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Bekerja Gambar Tidak Karakteristik Pekerjaan Responden Pegawai Swasta Wiraswasta Lainnya 2 Hasil Analisis Kenyamanan Pemanfaatan Pedestrian Dalam kuisioner peneliti menentukan skor kenyamanan para pengguna jalur pedestrian pada jalan Raja Junjungan Lubis yaitu STN (Sangat Tidak Nyama. TN (Tidak Nyama. CN (Cukup Nyama. N (Nyama. SN (Sangat Nyama. skor Dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner mengenai kondisi saat ini di jalur pedestrian pada jalan SM. Raja Kota Padangsidimpuan tentang faktor yang Peneliti memproleh skor sebagai berikut, pemanfaatan ruang skor 153, iklim mikro (Terik matahari dan huja. skor 177, kebisingan skor 161, aroma skor 178, bentuk perkerasan skor 204, keamanan dari tindak kejahatan skor 243, keamanan jalur pedestrian skor 188, kebersihan skor 204, keindahan skor 181, fasilitas skor 131, ditunjukkan pada Tabel 2 Tabel 2. Skor Persepsi Kondisi Jalur Pedestrian Persepsi Kondisi Jalur Pedestrian Jl. SM. Raja Skor Skor Rata-Rata Padangsidimpuan 2,32 1 Pemanfaatan ruang pejalan kaki 2,68 2 Iklim Mikro (Terik matahari dan huja. 2,44 3 Kebisingan 2,70 4 Aroma 3,09 5 Bentuk 3,68 6 Keamanan Kejahatan 2,85 7 Keamanan jalur 3,09 8 Kebersihan 2,74 9 Keindahan 1,98 10 Fasilitas Kemudian hasil yang diperoleh dari hasil survey, disajikan dalam bentuk persentase persepsi responden berdasarkan kondisi jalur pedestrian pada tabel 3 berikut ini. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Tabel 3. Persepsi Responden Berdasarkan Kondisi Jalur Pedestrian STN Kondisi Pedestrian CN (%) N (%) (%) (%) Pemanfaatan ruang pejalan kaki jadi 13,64 42,42 42,42 1,52 aktifitas PKL. Parkir dan lain-lain 2 Iklim mikro . erik matahari dan huja. 4,55 37,88 42,42 15,15 3 Kebisingan kendaraan 7,58 50,00 33,33 9,09 4 Aroma/bau-bauan 7,58 31,82 42,42 18,18 5 Bentuk dan kualitas 0,00 21,21 46,97 31,82 6 Keamanan dari tindakan kejahatan 0,00 18,18 22,73 33,33 Keamanan dari jalur pedestrian itu 6,06 30,30 34,85 28,79 sendiri . icin, landai berluban. 8 Kebersihan jalur pedestrian 1,52 22,73 42,42 31,82 Keindahan bahan dan bentuk jalur 1,52 31,82 57,58 9,09 10 Kelengkapan Fasilitas pendukung 21,21 59,09 19,70 0,00 (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1,52 0,00 0,00 Gambar 6. Persentase Kenyaman Berdasarkan gambar 6 pemanfaatan ruang pejalan kaki di jalan SM Raja dikategorikan tidak nyaman masih adanya PKL, parkir liar yang memakai jalur pedestrian dan ada sebagian toko yang memanfaatkan jalur pedestrian untuk menempatkan sebagian barang dagangannya di jalur tersebut sehingga mengganggu sirkulasi para pejalan kaki yang mengakibatkan berkurangnya kenyamanan para penggunanya, lebar jalur pedestrian jalan SM. Raja kota Padangsidimpuan adalah 1,20 Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. meter hanya dapat memuat satu orang pejalan kaki sehingga berpotensi bertabrakan dengan pejalan kaki yang datang dari arah berlawanan. Hal ini dapat memicu ketidaknyaman pejalan kaki saat melintasi jalur pedestrian jalan SM. Raja Kota Padangsidimpuan. Kendala iklim dan curah hujan, faktor ini dapat menghambat aktifitas pejalan kaki, iklim di padangsidimpuan selama proses penelitian selama 2 minggu antara tanggal 3 sampai 17 Juni 2024 terjadi beberapa kali hujan dan panas matahari tidak terlalu terik. Berdasarkan 9 iklim mikro dan curah hujan dikategorikan cukup nyaman. Kategori tingkat kebisingan di jalur pedestrian jalan SM Raja dikategorikan tidak Kategori tingkat kenyamanan dari aroma/bau-bauan Bentuk dan kualitas perkerasan jalur pedestrian dikategorikan cukup nyaman. Tingkat kenyamanan pengguna dari aspek kenyamanan jalur pedestrian dari resiko terjatuh, jalur yang berlobang dan permukaan jalur yang mempunyai beda tinggi dan licin Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . dikategorikan cukup nyaman. Tetapi jika dilihat dari aspek keamanan dari aspek kejahatan dikategorikan nyaman. Faktor kenyamanan dari tindak kejahatan memperoleh skor tertinggi, bisa di bilang tingkat kriminalitas di jalan SM Raja kota Padangsidimpuan masih dikategorikan aman bagi pejalan kaki dan disusul oleh bentuk dan kualitas perkerasan dikategorikan cukup nyaman (CN) dapat dilihat pada gambar 4. 9 diatas. Kebersihan kenyamanan seseorang, pengguna pasti akan memilih berjalan kaki di jalur pedestrian yang Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk mengetahui pendapat pengguna jalur pedestrian jalan SM Raja tentang kondisi kebersihan jalur pedestrian, kategori tingkat kenyamanan jalur pedestrian adalah cukup nyaman. Kelengkapan fasilitas pendukung untuk menunjang untuk kenyamanan pejalan kaki memperoleh sebanyak 39,69% dan dikategorikan tidak nyaman . Tabel 4. Hasil Kondisi Jalur Pedestrian Kenyamanan Kondisi Jalur Pedestrian di Jln. SM Raja Skor (%) Pemanfaatan ruang pejalan kaki jadi aktifitas 46,36 PKL. Parkir dan lain lain Iklim mikro . erik matahari dan huja. 53,63 Kebisingan kendaraan 48,78 Aroma/bau-bauan 53,93 Bentuk dan kualitas 61,81 Keamanan dari tindakan kejahatan Keamanan dari jalur pedestrian itu sendiri . icin, landai berluban. 73,63 56,97 Kebersihan jalur pedestrian 61,81 Keindahan bahan dan bentuk jalur pedestrian 54,84 Kelengkapan Fasilitas pendukung 39,69 Pemanfaatan ruang pejalan kaki menurut responden tidak nyaman disebabkan tidak adanya penertiban penyalahgunaan fungsi pedestrian sehingga banyak PKL dan sepeda Hasil Tidak Nyaman Cukup Nyaman Tidak Nyaman Cukup Nyaman Cukup Nyaman Nyaman Cukup Nyaman Cukup Nyaman Cukup Nyaman Tidak Nyaman motor parkir di atas jalur pedestrian. Iklim mikro yang ada di jalan SM. Raja Padangsidimpuan masih dikatrgorikan cukup nyaman bagi pengguna yang melintasi area Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. jalur pedestrian. Kebisingan kendaraan yang melintasi area di jalan SM. Raja menurut para responden terlalu berisik sehingga memperoleh skor yang di katategorikan tidak nyaman. Aroma Bau-bauan di sekitar area jalur pedestrian masih dikategorikan nyaman. Bentuk dan kualitas jalur pedestrian yang dari batako yang tersusun rapi di kategorikan cukup nyaman menurut responden. Keamanan dari kejahatan di area jalur pedestrian dikategorikan Nyaman bahwa di area jalur pedestrian tidak ada tindak kejahatan yang menakuti para pejalan kaki yang melintasi di jalur pedestrian Keamanan dari jalur itu sendiri dikategorikan cukup nyaman sehingga area permukaan jalur pedestrian cukup rata dan landai sehingga aman bagi pejalan kaki yang Kebersihan jalur pedestrian cukup bersih yang dikategorikan cukup nyaman. Bahan dan bentuk pedestrian terbuat dari barako yang di susun rapi yang memperoleh kategori cukup nyaman. Dan kelengkapan failitas pendukung dikategorikan Tidak nyaman disebabkan kelengkapan seperti tempat istirahat dan fasilitas standar pedestrian belom tersedia di area jalur pedestrian jalan SM. Raja Kota Padangsidimpuan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa data di jalur Jalan SM. Raja Padangsidimpuan yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: Adapun kondisi jalur pedestrian di Jalan SM. Raja kota Padangsidimpuan disebagian masih ada beberapa permukaan jalur pedestriannya pecah dan berlobang, parkir liar yang menggunakan area jalur pedestrian, dagangannya di areal jalur pedestrian sehingga menghambat para pejalan Tinggi pedestrian di Sebagian titik masih ada ketinggian minimal permukaan jalur pedestrian dari bahu jalan yaitu 10 cm. Adapun tingkat kenyamanan pejalan kaki pada umumnya merasa tidak Vol 8 . April 2025 . Hal 81-96 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . nyaman disebabkan tidak adanya penertiban penyalahgunaan fungsi pedestrian sehingga banyak PKL dan sepeda motor parkir di atas jalur pedestrian, tingkat kejahatan yaitu 73,63 %, aspek arpma dan bau-bauan 53,93 %, iklim mikro 53,63 %, bentuk dan kualitas jalur pedestrian 61,81 %, keindahan, keamanan dari jalur itu sendiri dari permukaan jalur yang licin 56,97 %, kebersihan jalur pedestrian 61,81 %, keindahan bentuk jalur pedestrian 54,84 %. DAFTAR PUSTAKA