646 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 Manajemen Inovasi Melalui Analisis SWOT Pada UMKM Kerupuk Atom Ikan Raja Hardiansyah1. Muhammad MuAoazamsyah2. Ahmad Yani3. Enna Marliana4. Nur Azizah5 Program Studi Manajemen. STIE Pembangunan Tanjungpinang E-mail : rajahardiansyah@yahoo. id, muhd. muazamsyah@gmail. com, ayani. tpi@gmail. Article History: Received: 15 Juli 2024 Revised: 09 Agustus 2024 Accepted: 13 Agustus 2024 Keywords: UMKM. Manajemen Inovasi, dan Analisa SWOT Abstract: Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui strategi yang tepat yang dibutuhkan UMKM Kerupuk Atom Ikan dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dari hasil wawancara dan observasi. Teknik data pada Pengabdian diolah dengan menggunakan matriks IFE. Matriks EFE, dan Matriks SWOT. Hasil dari Pengabdian ini menunjukkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan didapat melalui tabel IFE, faktor kekuatan (Strengt. mempunyai total nilai 2,35 dan faktor kelemahan (Weaknes. mempunyai total nilai 0,65 Sehingga total skor tertimbang pada matriks IFE berjumlah 3,00 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan secara internal relatif kuat. Sedangkan, berdasarkan hasil analisis tabel EFE, faktor peluang . mempunyai total nilai 2,0 dan faktor ancaman . mempunyai total nilai 0,9 Sehingga total skor tertimbang pada matriks EFE berjumlah 2,9 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan mampu memaksimalkan faktor-faktor eksternal yang dimiliki. PENDAHULUAN UMKM adalah usaha yang memproduksi barang dan jasa dengan menggunakan bahan baku, sumber daya alam, bakat, dan seni tradisional dari daerah setempat (Halim, 2. UMKM adalah sumber utama pertumbuhan, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja, dengan potensi dampak yang besar dalam mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan, meskipun ukurannya kecil. (Endris & Kassegn, 2. UMKM adalah kontributor utama pendapatan dalam ekonomi Indonesia, termasuk Kabupaten Bintan di Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah dengan potensi UMKM yang kuat. Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, pada tahun 2022. Kabupaten Bintan memiliki sekitar 11. 783 UMKM, atau sekitar 8% dari total UMKM di Provinsi Kepulauan Riau. Sebagai sektor yang signifikan. UMKM berperan penting dalam mendukung ekonomi lokal dan nasional. Salah satu UMKM kuliner di Kabupaten Bintan, khususnya di Desa Pengudang dikenal a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 karena produk ikoniknya. Kerupuk Atom Ikan. Bisnis kerupuk atom ikan dimiliki oleh Ibu Juriah sejak tahun 2016, dan berlokasi di Desa Pengudang. Usaha ini telah berjalan selama sekitar 7 tahun dengan 2 karyawan. Produk kerupuk atom ikan ini dibuat dari ikan puput yang merupakan hasil tangkapan laut utama di daerah tersebut. Meskipun memiliki potensi pasar yang baik. UMKM kuliner seperti ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis mereka. UMKM Kerupuk Atom Ikan di Desa Pengudang menghadapi persaingan sengit di industri kuliner, yang mendorong mereka untuk berinovasi. Manajemen inovasi adalah kunci, dan inovasi dapat terjadi di berbagai aspek bisnis. Namun, salah satu tantangan utama adalah kesulitan dalam mengidentifikasi peluang inovasi dan mengatasi hambatan. Analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. adalah alat penting yang dapat membantu UMKM untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal . ekuatan dan kelemaha. serta eksternal . eluang dan ancama. yang mempengaruhi keberhasilan inovasi dalam usaha Kerupuk Atom Ikan. Ini membantu mereka dalam merencanakan strategi yang lebih efektif. (Hedge & Sabarirajan, 2. Dengan mengkaji manajemen inovasi melalui analisis SWOT pada UMKM kerupuk atom ikan Desa Pengudang. Pengabdian ini akan memberikan wawasan yang berharga tentang potensi dan kendala dalam menerapkan inovasi di tingkat UMKM. Hasil Pengabdian ini dapat digunakan sebagai panduan bagi UMKM kerupuk atom ikan untuk mengidentifikasi strategi inovasi yang efektif, meningkatkan daya saing mereka, dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka dalam menghadapi perubahan dinamis dalam lingkungan bisnis saat ini. KAJIAN PUSTAKA Manajemen Inovasi Inovasi merupakan proses kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada (Sofyan, 2. Inovasi adalah kunci kesuksesan bisnis karena kemampuannya menciptakan produk baru dan meningkatkan nilai produk yang ada, yang merupakan inti dari semangat kewirausahaan. (Musa et al. , 2. Manajemen inovasi adalah alat bagi perusahaan dalam menggunakan peluang atau kekuatan dengan memanfaatkan kreativitas agar ide-ide, proses, atau produk semakin dikenal oleh masyarakat (Fatimah et al. , 2. Strategi Menurut Barney dan Hesterly dalam (Benned et al. , 2. Strategi merupakan sebuah teori yang menjelaskan mengenai bagaimana cara perusahaan dapat meraih keunggulan-keunggulan Strategi memandu banyak keputusan organisasi untuk berkembang menjadi lebih baik. Strategi bisnis merupakan rencana yang disusun berdasarkan berbagai pertimbangan untuk dapat mencapai visi dan misi bisnis (Purwanti & Suyanto, 2. Matriks SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threat. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan yang didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang kemudian pada saat yang bersamaan mampu meminimalkan kelemahan dan ancaman. Pada tabel matriks SWOT akan menghasilkan beberapa strategi alternatif berupa hasil dari penggabungan faktor-faktor yang telah diidentifikasikan sebelumnya (Nourlette & Hati, 2. IFE (Internal Factor Evaluatio. Matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. adalah matriks perusahaan yang menganalisa dua variabel yaitu strength . apa saja yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan weakness . yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Analisis Internal Factor Evaluation Matrix (IFE Matri. , bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi posisi kekuatan dan kelemahan dari faktor internal perusahaan yang meliputi penilaian terhadap area-area fungsional maupun a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 hubungan di antara area-area tersebut (Caraka & Rahardjo, 2. EFE (External Factor Evaluatio. Matriks EFE (External Factor Evaluatio. merupakan strategi untuk merangkum dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi, dan persaingan yang dihadapi oleh perusahaan. Analisis External Factor Evaluation (EFE Matri. , bertujuan memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam menghadapi faktor lingkungan eksternal seperti peluang dan ancaman potensial serta sejauh mana perusahaan dapat menghadapi ancaman tersebut dan menggunakan peluang yang ada (Caraka & Rahardjo, 2. METODE Jenis data yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah data kualitatif. Menurut (Ratnaningtyas et al. , 2. , metode Pengabdian kualitatif adalah pendekatan yang berfokus pada analisis dan deskripsi. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, kemudian diolah untuk menjelaskan berdasarkan informasi yang ada. Data primer adalah yang dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui wawancara dan observasi terkait Pengabdian UMKM Kerupuk Atom Ikan. Data sekunder adalah data yang berasal dari studi sebelumnya yang diterbitkan oleh instansi lain termasuk dokumen, literatur, dan jurnal. Pengabdian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis lingkungan internal . ekuatan dan kelemaha. dan eksternal . eluang dan ancama. UMKM untuk analisis SWOT. Analisis SWOT dilakukan dengan matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, matriks EFE (Eksternal Factor Evaluatio. untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman, serta matriks IE (Internal Externa. untuk menentukan posisi perusahaan. Populasi terdiri dari pemilik UMKM Kerupuk Atom Ikan dan pelanggan. Dalam Pengabdian ini, wawancara dilakukan pada satu pemilik UMKM dan satu pelanggan, sehingga jumlah sampel adalah dua. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, faktor internal dan faktor eksternal yang ada pada UMKM Kerupuk Atom Ikan adalah sebagai berikut: Faktor Internal . Kekuatan (Strengt. - Tidak adanya pesaing dengan usaha yang sama di lingkungan sekitar. - Kualitas dan rasa yang selalu dapat dipertahankan. Kelemahan (Weaknes. - Belum menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. - Kemasan berstandar Nasional sulit didapatkan. Faktor Eksternal . Peluang (Opportunitie. - Adanya dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan akan perkembangan UMKM. - Gaya hidup masyarakat menjadikan Kerupuk Atom sebagai cemilan maupun makanan . Ancaman (Threat. - Tidak memahami perkembangan dan penggunaan teknologi . - Sistemasi pemasukan bahan baku utama yang tidak stabil disebabkan faktor musim a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 ikan mempengaruhi produksi. Matriks Internal Factor Evalution (IFE) Menurut Abdul Kadir dalam (Pertiwi et al. , 2. , faktor Aefaktor diatas di interpretasi kedalam matriks IFE. Matriks IFE digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Bobot dalam matriks ini harus total 1, mencerminkan tingkat pentingan faktorfaktor tersebut. Peringkatnya berkisar dari 1 hingga 4, dengan 1 menunjukkan kelemahan besar, 2 kelemahan kecil, 3 kekuatan kecil, dan 4 kekuatan besar. Tabel 1. Matriks Internal Factor Evalution (IFE) Faktor Internal Bobot Peringkat Skor Tertimbang Kekuatan (Strengt. Tidak adanya pesaing dengan usaha yang sama di 0,40 lingkungan sekitar. Kualitas dan rasa yang 0,25 0,75 selalu dapat dipertahankan. Total Skor Kekuatan (Strengt. 2,35 Kelemahan (Weaknes. Belum menggunakan media 0,20 0,20 Kemasan 0,15 0,45 Nasional sulit didapatkan. Total Skor Kelemahan (Weaknes. 0,65 Total IFE 1,00 3,00 Berdasarkan hasil analisis tabel IFE, faktor kekuatan (Strengt. mempunyai total nilai 2,35 dan faktor kelemahan (Weaknes. mempunyai total nilai 0,65 Sehingga total skor tertimbang pada matriks IFE berjumlah 3,00 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan secara internal relatif kuat. Matriks External Factor Evaluation (EFE) Menurut Setyorini. Effendi. , & Santoso. dalam (Pertiwi et al. , 2. Matriks EFE adalah alat untuk menilai faktor eksternal yang merupakan peluang dan ancaman bagi sebuah Faktor-faktor tersebut dinilai dari 1 hingga 4, dengan skala berikut: 4 = respon perusahaan sangat baik, 3 = respon di atas rata-rata, 2 = respon rata-rata, 1 = respon buruk. Peringkat ini didasarkan pada seberapa efektif strategi perusahaan dalam menangani faktor-faktor tersebut, dengan bobot yang bergantung pada industri. Tabel 2. Matriks External Factor Evaluation (EFE) Faktor Eksternal Bobot Peringkat Skor Tertimbang Peluang (Opportunitie. Adanya dukungan yang diberikan oleh Pemerintah 0,35 Kabupaten Bintan akan perkembangan UMKM. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 Gaya hidup masyarakat menjadikan Kerupuk Atom 0,20 sebagai cemilan maupun makanan pendamping. Total Skor Peluang (Opportunitie. Ancaman (Threat. Tidak 0,20 . Sistemasi pemasukan bahan baku utama yang tidak stabil disebabkan faktor 0,25 musim ikan mempengaruhi Total Skor Ancaman (Threat. Total EFE 1,00 Berdasarkan hasil analisis tabel EFE, faktor Peluang . mempunyai total nilai 2,0 dan faktor ancaman . mempunyai total nilai 0,9 Sehingga total skor tertimbang pada matriks EFE berjumlah 2,9 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan mampu memaksimalkan faktor-faktor eksternal yang dimiliki. Tabel 3. Matriks SWOT Peluang (Opportunitie. Ancaman (Threat. Adanya dukungan yang Tidak Pemerintah Kabupaten penggunaan teknologi Bintan . Matriks SWOT Sistemasi pemasukan UMKM. bahan baku utama yang Gaya hidup masyarakat tidak stabil disebabkan menjadikan Kerupuk faktor musim ikan Atom sebagai cemilan Kekuatan (Strengt. Tidak adanya pesaing S2-O1: Dengan kualitas S2-T1: dengan usaha yang dan rasa yang selalu dapat mengenai teknologi dan sama di lingkungan dipertahankan meningkatkan kepercayaan penggunaan Kualitas dan rasa yang Pemerintah untuk terus dengan memasarkan secara dapat memberikan dukungan dan luas akan kualitas dan rasa yang dimiliki. S1-O2: meningkatkan daya S1-T1: meningkatkan luas produksi dalam memenuhi pemasaran melalui media gaya hidup masyarakat sosial sehingga jumlah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 Kelemahan (Weaknes. Belum menggunakan media sosial sebagai sarana Kemasan berstandar Nasional sulit didapatkan. jumlah permintaan meningkat. W1-O1: Pemerintah. W1-T1: menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. W1-T2: mulai belajar mengenai teknologi dan untuk mencari pemasok Kemasan yang berstandar Nasional. Hasil Matriks SWOT menunjukkan bahwa terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat diimplementasikan oleh UMKM Kerupuk Atom Ikan dalam meningkatkan keunggulan Matriks SWOT diatas menghasilkan beberapa strategi yaitu sebagai berikut : Dengan kualitas dan rasa yang selalu dapat dipertahankan meningkatkan kepercayaan Pemerintah untuk terus memberikan dukungan dan bantuannya. Meningkatkan daya produksi dalam memenuhi gaya hidup masyarakat sehingga jumlah pendapatan ikut meningkat. Mulai belajar mengenai teknologi dan memaksimalkan penggunaan teknologi dengan memasarkan secara luas akan kualitas dan rasa yang dimiliki. Meningkatkan luas pemasaran melalui media sosial sehingga jumlah permintaan meningkat. Mengikuti pelatihan penggunaan media sosial yang disediakan oleh Pemerintah. Memahami penggunaan teknologi sehingga dapat menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Mulai belajar mengenai teknologi dan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mencari pemasok Kemasan yang berstandar Nasional. Pengabdian ini memiliki kesamaan dengan Pengabdian terdahulu sebelumnya dari (Fatimah et al. , 2. yaitu bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki UMKM apabila diberdayakan secara bersama-sama akan dapat meningkatkan usahanya. Sedangkan berdasarkan (Pertiwi et al. memiliki kesamaan bahwasanya ada beberapa strategi baru yang dapat diterapkan dari hasil matriks SWOT untuk meningkatkan UMKM. SIMPULAN Berdasarkan hasil Pengabdian yang telah dianalisis melalui tabel IFE, faktor kekuatan (Strengt. mempunyai total nilai 2,35 dan faktor kelemahan (Weaknes. mempunyai total nilai 0,65 Sehingga total skor tertimbang pada matriks IFE berjumlah 3,00 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan secara internal relatif kuat. Sedangkan, a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 berdasarkan hasil analisis tabel EFE, faktor peluang . mempunyai total nilai 2,0 dan faktor ancaman . mempunyai total nilai 0,9 Sehingga total skor tertimbang pada matriks EFE berjumlah 2,9 Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kerupuk Atom Ikan mampu memaksimalkan faktor-faktor eksternal yang dimiliki. Hasil analisis SWOT UMKM Kerupuk Atom Ikan yaitu bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki UMKM apabila diberdayakan akan dapat meningkatkan usahanya. Pengaplikasian cara manajemen inovasi pada UMKM Kerupuk Atom Ikan dengan cara memadukan strategi dengan menggunakan rumusan matriks dari analisis SWOT. REFERENSI