https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 e-ISSN: 2964-6057, p-ISSN: 2964-6065 DOI: https://doi. org/10. 38035/jhesm. Received: 3 Juni 2023. Revised: 7 Juni 2023. Publish: 14 Juni 2023 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Persepsi. Kelompok Referensi dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Nasabah Bank 9 Jambi SyariAoah Kota Jambi Ahmad Afif Ridho1*. Bahrul MaAoani2. Mohd. Arifullah3 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin. Jambi. Indonesia. Email: aar@gmail. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin. Jambi. Indonesia. Email: bahrulmaani@uinjambi. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin. Jambi. Indonesia. Email: arifullah@uinjambi. Corresponding Author: Ahmad Afif Ridho1 Abstract: This study aims to determine how much influence the perception of reference groups, and lifestyle on customer decisions at Jambi City Sharia Bank 9 Jambi. This type of research is quantitative research with a correlational approach. This research was conducted at PT. Bank 9 Jambi Syariah Jl. Kapten Pattimura No. 70-71 Simpang IV Sipin Telanaipura. Jambi. The collection method used is literature study and questionnaire. Based on the research that has been done, conclusions can be drawn in this study. By using multiple linear regression in analyzing the data, the results were obtained: Y = 2. 417X1 0. 181X2 - 0. 476X3. The results of the study using the F test proved that the variables of perception, reference group, and lifestyle together will influence customer decisions at Bank 9 Jambi Syariah, showing that the independent variable has a P-Value of 000 where this probability value is below 0. Thus, in accordance with the provisions in the test criteria, if the probability value <0. 05, it can be concluded that the variables of perception, reference group, and lifestyle jointly affect customer decisions. The results of the study using the t test (Partia. show that the significant value of the effect on perceptions (X. , reference groups (X. , lifestyle (X. on customer decisions (Y) is 0. 000 <0. 05, then the t value counts all variables of perception (X. , reference groups (X. , and lifestyle (X. affect customer decisions (Y) significantly. Keywords: Perception. Reference group. Lifestyle. Customer decision. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi kelompok referensi, dan gaya hidup terhadap keputusan nasabah pada Bank 9 Jambi Syariah Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. 95 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Penelitian ini dilakukan di PT. Bank 9 Jambi Syariah Jl. Kapten Pattimura No. Simpang IV Sipin Telanaipura. Jambi. Metode pengumpulan yang digunakan adalah studi kepustakaan dan kuesioner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan regresi linear berganda dalam menganalisa data, didapatkan hasil: Y = 2. 417X1 0. 181X2 - 0. 476X3. Hasil penelitian dengan menggunakan uji F terbukti bahwa variabel presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersama-sama akan mempengaruhi keputusan nasabah di Bank 9 Jambi Syariah, menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai P-Value 0,000 dimana nilai probabilitas ini dibawah 0,05. Dengan demikian, maka sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian, jika nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variable presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersamasama berpengaruh terhadap keputusan nasabah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t (Parsia. menunjukan bahwa nilai signifikan berpengaruh terhadap presepsi (X. , kelompok referensi (X. , gaya hidup (X. terhadap keputusan nasabah (Y) adalah 0. 000 < 0. 05, maka nilai t hitung seluruh variabel presepsi (X. , kelompok referensi (X. , dan gaya hidup (X. berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y) secara signifikan. Kata Kunci: Persepsi. Kelompok referensi. Gaya hidup. Keputusan nasabah. PENDAHULUAN Di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan Syariah. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah, yang menyediakan produk keuangan dan investasi secara berbeda dari bank konvensional yang sudah ada sejak lama. Meski masih pemula. Perbankan Syariah berkembang sangat pesat sehingga perbankan yang menerapkan syariat dan nilai-nilai Islam lebih diminati. Bank-bank konvensional di Indonesia yang sedang membangun lembaga syariah atau unit usaha syariahnya sendiri seolah tidak mau melewatkan kesempatan ini. Hal ini dilakukan untuk menarik lebih banyak nasabah yang tertarik dengan manfaat Bank Syariah. Perbankan syariah di Indonesia merupakan fenomena bisnis baru yang menawarkan jasa dan produk-produk baru. Sebagai bisnis baru dengan produk baru yang belum dikenal luas, bank syariah dihadapkan pada persaingan dengan bank-bank konvensional yang telah terlebih dahulu berada di pasar. Bank yang menguasai pasar tentunya bank yang benar-benar memahami kebutuhan dan keinginan konsumen serta mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan tersebut dengan cara yang lebih efektif dan Lahirnya perbankan syariah di Indonesia diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada 1991. Sebelumnya, di Indonesia juga telah didirikan lembagaperbankan nonbank yang dalam kegiatannya menerapkan sistem syariah. Pemerintah kemudian membuat peraturan untuk pelaksanaan bank syariah melalui UU No. 7 tahun 1992. Pada tahun 1998, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan penyempurnaan UU No. 7/1992 tersebut menjadi UU No. 10 Tahun 1998, yang secara tegas menjelaskan bahwa terdapat dua sistem dalam perbankan di tanah air . ual banking syste. , yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Peluang ini disambut hangat masyarakat perbankan, yang ditandai dengan berdirinya beberapa Bank Islam lain, yakni Bank IFI. Bank Syariah Mandiri. Bank Niaga. Bank BTN. Bank Mega. Bank BRI. Bank Bukopin. BPD Jabar dan BPD Aceh. BPD Jambi dan lain-lain. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, sudah selayaknya Indonesia menjadi pelopor dan kiblat pengembangan keuangan syariah di dunia. Hal ini bukan 96 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 merupakan impian yang mustahil karena potensi Indonesia untuk menjadi global player keuangan syariah sangat besar, diantaranya: Jumlah penduduk muslim yang besar menjadi potensi nasabah industri keuangan Prospek ekonomi yang cerah, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi . isaran 6,0%-6,5%) yang ditopang oleh fundamental ekonomi yang solid. Peningkatan sovereign credit rating Indonesia menjadi investment grade yang akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sektor keuangan domestik, termasuk industri keuangan syariah. Memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat dijadikan sebagai underlying transaksi industri keuangan syariah. Merger atau penggabungan bank diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1999. Undang-Undang Perseroan Nomor 40 tahun 2007 dan UndangUndang Perbankan Syariah Nomor 21 tahun 2008. Merger atau aksi korporasi lainnya bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Merger BSM. BNIS dan BRIS juga harus dapat meningkatkan nilai bagi pemangku kepentingan lain seperti industri perbankan syariah, dunia usaha (UMKM), dunia pendidikan, pengelolaan dana haji dan bagi pengembangan ekosistem ekonomi syariah dalam arti luas. PT Bank Syariah Indonesia Tbk . elanjutnya disebut BSI) resmi beroperasi pada 1 Februari 2021. BSI merupakan bank syariah terbesar di Indonesia hasil penggabungan . tiga bank syariah dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbar. , yaitu: PT Bank BRI Syariah (BRIS). PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS). Terobosan kebijakan pemerintah untuk melakukan merger tiga bank syariah ini diharapkan dapat memberikan pilihan lembaga keuangan baru bagi masyarakat sekaligus mampu mendorong perekonomian nasional. Bank syariAoah dapat diartikan sebagai suatu lembaga keuangan yang berfungsi menjadi perantara bagi pihak yang berlebihan dan pihak yang membutuhkan dana untuk kegiatan usaha atau kegiatan yang lainnya sesuai hukum islam. Peraturan pemerintah No. Tahun 1992 tentang bank berdasarkan prinsip bagi hasil, didalamnya mengatur antara lain ketentuan tentang proses pendirian Bank Umum Nirbunga. Berdasarkan pasal 28 dan 29 Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 32/34/KEP/DIR tanggal 12 Mei 1999 tentang bank berdasarkan prinsip islam, mengatur tentang beberapa kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh Bank Islam atau yang disebut Bank Syariah. Bank Syariah mempunyai peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan percepatan juga tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank 9 Jambi Syariah. Bank 9 Jambi Syariah tersebut merupakan ikhtiar untuk melahirkan Bank Syariah kebanggaan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan Bank Syariah Indonesia juga menjadi cerminan wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam. Serta mendorong bank syariah lebih besar sehingga dapat masuk ke pasar global dan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, merger bank syariah dinilai dapat lebih efisien dalam penggalangan dana, operasional, dan belanja. Salah satu pembiayaan yang diberikan Bank 9 Jambi Syariah adalah pembiayaan konsumtif, dimana pembiayaan konsumtif adalah jenis pembiayaan yang diberikan untuk 97 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 tujuan diluar usaha dan umumnya bersifat perorangan. Pembiayaan konsumtif ini dikhususkan bagi pegawai dilingkungan pemerintah. BUMN, pengusaha, maupun Dan biasanya bersifat perorangan. Dalam melakukan penghimpunan dana Bank 9 Jambi Syariah membagi lima jenis penghimpunan dana yaitu giro wadiah, giro mudharabah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah dan deposito mudharabah. Penghimpunan dana terbesar terdapat pada deposito mudharabah, namun pada deposito mudharabah ini nasabah juga mempertimbangkan keuntungan yang akan diperoleh. Faktor yang menjadi pertimbangan nasabah menginvestasikan dananya di bank syariah adalah faktor return bagi hasil. Dengan demikian menjadi cukup penting bagi Bank 9 Jambi Syariah untuk tetap menjaga kualitas tingkat bagi hasil yang diberikan kepada nasabah. Jika tingkat bagi hasil terlalu rendah maka kepuasan nasabah menurun dan nasabah akan memindahkan dananya ke bank lain atau bank konvensional yang memiliki bunga yang lebih tinggi. Maka dari itu secara tidak langsung tingkat bagi hasil menjadi faktor penentu Bank 9 Jambi Syariah dalam menghimpun dana pihak ketiga. Keunggulan lain yang dimiliki pada Bank Syariah adalah produk-produk perbankan yang ditawarkan tidak ada yang bersifat spekulatif sehingga tidak akan terpengaruh oleh krisis ekonomi global. Bank Syariah di Indonesia dalam pembiayaan lebih kepada sektor riil sehingga memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ke depan bank-bank syariah yang ada di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kemandirian agar dapat berdiri secara independen dan bank induknya kegiatan operasionalnya dapat dikelola secara profesional dan mandiri menggunakan prinsip yang benar-benar syariah. Pentingnya memperhatikan keputusan nasabah agar perusahaan dapat menarik konsumen menggunakan produk jasa yang ditawarkannya. Keputusan nasabah adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada dan proses integrasi yang mengkobinasi sikap pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative dan memilih salah satu diantaranya. Persepsi yang baik atau tidak dapat memberikan kesan yang diciptakan oleh perusahaan pada pikiran konsumen melalui informasi dari perusahaan dan pengalaman seseorang dengan perusahaan tersebut, yang akan menentukan seseorang untuk menggunakan produk atau jasa dari perusahaan tersebut. Persepsi seseorang terhadap suatu hal atau objek tidaklah sama dengan orang lain, oleh karena itu citra korporat bukan suatu kesatuan, karena itu bergantung pada persepsi dari tiap kelompok orang-orang dan jenis dari pengalamanpengalaman dan kontak-kontak mereka dengan perusahaan. Pengalaman dan informasi yang berbeda dirasakan dan diterima oleh setiap orang akan menciptakan perbedaan persepsi pada suatu objek, sehingga citra perusahaan tersebut akan berbeda dipersepsikan oleh tiap orang. Hasil survey yang penulis lakukan terhadap nasabah pada PT. Bank 9 Jambi Syariah Kota Jambi terdapat permasalahan yang terjadi, antara lain ialah tingkat pemahaman produk bank syariah. Hingga saat ini nasabah banyak yang tidak memahami perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional. Nasabah hanya diberi tahu kalau bunga bank konvensional riba tapi tidak mengerti mengapa bunga bank tersebut dikategorikan riba. Istilah-istilah bank syariah seperti mudharabah, murabahah, ijarah, dll pun masih kurang populer bagi nasabah. Pihak perbankan kesulitan untuk mencari SDM perbankan syariah yang berkompeten dan mumpuni. Disamping itu sarana dan prasarana masih kalah dibandingkan bank Hal ini dapat dilihat dari banyak bank konvensional yang satu atap dengan cabang syariahnya. Hal ini membuat ketidakjelasan akan pemisahan dana yang dikelola untuk sistem perbankan syariah dengan yang dikelola oleh sistem perbankan konvensional. Berdasarkan latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul 98 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 AuPengaruh Persepsi. Kelompok Referensi dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Nasabah Pada PT. Bank 9 Jambi Syariah Kota JambiAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank 9 Jambi Syariah Jl. Kapten Pattimura No. Simpang IV Sipin Telanaipura. Jambi. Metode pengumpulan yang digunakan adalah studi kepustakaan dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan alat analisis linear berganda, dengan rumus sebagai berikut: Y = a bCAXCA bCCXCC b3X3 Uji Asumsi Klasik Uji normalitas Dalam uji normalitas regresi linear berganda harus memenuhi asumsi-asumsi yang ditetapkan agar menghasilkan nilai-nilai defisiensi sebagai penduga yang tidak bias (Anwar Sanusi, 2. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Metode yang dapat dipakai untuk normalitas yaitu analisis grafik dan analisis statistik. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis grafik. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya, menunjukkan pola distribusi normal regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji heteroskedasitas Dalam pengujian heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. penelitian ini pengujian heteroskedasitas diuji dengan glejser dengan cara menyusun regresi antara lain absolut residu dengan variabel bebas. Apabila masing-masing variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap absolut residual ( = 0,. maka dalam model regresi tidak terjadi uji heteroskedastisitas. Uji multikorelasi Pendeteksian terhadap multikorelasi dapat dilakukan dengan melihat nilai variance inflating factor dari hasil analisis regresi. Jika VIF . ariance inflation facto. > 10 maka terdapat uji multikolinearitas yang tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiono, 2. Analisis Statistik Deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai variabel Presepsi (X. Kelompok Referensi (X. Gaya Hidup (X. , dan Keputusan Nasabah (Y). Jenis data dalam penelitian ini adalah data numerik. Maka dalam analisis deskriptif akan dicari mean, nilai maksimum, nilai minimum, dan standar deviasi dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25 yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. 99 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Persepsi Berdasarkan Tabel variabel Persepsi (X. terdapat 4 pertanyaan, diperoleh bahwa rata-rata indikator jawaban terendah yaitu indikator P2 yaitu 4. 65 sedangkan rata-rata indikator jawaban tertinggi yaitu indikator P1 yaitu 4. Tabel 4. 4 Deskriptif Statistik Variabel Presepsi (X. Descriptive Statistics P1 (Penyerangan terhadap Rangsanga. (Pengertian P3 . enilaian atau evaluas. Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Primer diolah, 2023 Kelompok Referensi Berdasarkan Tabel variabel Kelompok Referensi (X. terdapat 4 pertanyaan, diperoleh bahwa rata-rata indikator jawaban terendah yaitu indikator KR5 yaitu 4. sedangkan rata-rata indikator jawaban tertinggi yaitu indikator KR2 yaitu 4. Tabel 4. 5 Deskriptif Statistik Variabel Kelompok Referensi (X. Descriptive Statistics KR1 (Pengetahuan kelompok referensi KR2 (Kredibilitas KR3 (Pengalaman KR4 (Keaktifan kelompok referens. KR5 (Daya tarik kelompok referens. Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Primer diolah, 2023 Gaya Hidup Berdasarkan Tabel variabel Gaya Hidup (X. terdapat 3 pertanyaan, diperoleh bahwa rata-rata indikator jawaban terendah yaitu indikator GH1 yaitu 4. 30 sedangkan rata-rata indikator jawaban tertinggi yaitu indikator GH3 yaitu 4. Tabel 4. 6 Deskriptif Statistik Variabel Gaya Hidup (X. Descriptive Statistics GH1 (Aktivitie. GH2 (Interes. GH3 (Opinio. Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Primer diolah, 2. 100 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Keputusan Nasabah Berdasarkan Tabel variabel Keputusan Nasabah (Y) terdapat 5 pertanyaan, diperoleh bahwa rata-rata indikator jawaban terendah yaitu indikator KN4 yaitu 4. 42 sedangkan ratarata indikator jawaban tertinggi yaitu indikator KN2 yaitu 4. Tabel 4. 7 Deskriptif Statistik Variabel Keputusan Nasabah (Y) Descriptive Statistics KN1 (Kebutuha. KN2 (Publikas. KN3 (Manfaa. KN4 (Kepuasa. Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Primer diolah, 2. Uji Validitas Uji Validitas yaitu untuk mengetahui ketetapan alat ukur yang dilakukan dalam mengkorelasikan skor jawaban setiap pertanyaan. Nilai yang didapat dari r hitung adalah corrected item-total correlation sedangkan nilai r tabel 5%, dapat diperoleh melalui r product moment pearson dengan df . egree of freedo. = n - 3 = 66 Ae 3 = 63, maka r tabel = 0. Data dikatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel. No. Tabel 4. 8 Hasil Uji Validitas Variabel Item Koefisien Korelasi Nilai Kritis Keterangan Pertanyaan . Persepsi Valid Valid Valid Kelompok KR1 Valid Referensi KR2 Valid KR3 Valid KR4 Valid KR5 Valid Gaya Hidup GH1 Valid GH2 Valid GH3 Valid Keputusan KN1 Valid Nasabah KN2 Valid KN3 Valid KN4 Valid Sumber: Data Primer diolah, 2023 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel Persepsi. Kelompok Referensi. Gaya Hidup, dan Keputusan Nasabah adalah valid. Dengan demikian item-item yang membentuk variabel minat beli adalah valid, sehingga dapat digunakan untuk analisa lebih lanjut. Uji Reliabilitias Dalam penelitian ini, runtuk menguji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 25. Adapun kriteria dalam uji reliabel yaitu: 101 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Jika alpha > 0,90 maka realibilitas sempurna Jika alpha antara 0,70 Ae 0,90 maka realibilitas tinggi Jika alpha 0,50 Ae 0,70 maka realibilitas moderat Jika alpha < 0,50 maka realibilitas rendah Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliable. Tabel 4. 9 Hasil Uji Reliabilitas Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance Corrected Itemif Item Deleted Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Sumber: Data Primer diolah, 2023 Berdasarkan Tabel 4. 10 diatas diketahui bahwa besarnya nilai Cronbach Alpha pada seluruh variabel lebih besar dari 0. 5, hal ini berarti seluruh variabel dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Dalam penelitian ini metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan untuk mengolah data digunakan alat bantu komputer dengan program SPSS 0 (Statistical Product and Service Solution. Tabel 4. 10 Koefisien Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Dependent Variable: KN Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Primer diolah, 2023 Dari tabel tersebut diatas, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai Y = 2. 417X1 0. 181X2 - 0. Dengan makna atau penjelasan dari masing-masing koefisien regresi tersebut adalah sebagai berikut: Nilai konstanta . adalah sebesar 2. 085, dengan asumsi variabel lainnya (X1. X2. = 0, maka Keputusan Nasabah di Bank 9 Jambi Syariah adalah sebesar 2. 085 satuan. Koefisien regresi untuk b1 adalah sebesar 0. 471 satuan. Artinya bila Persepsi (X. meningkat 1 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah nol, maka Keputusan Nasabah di Bank 9 Jambi Syariah adalah sebesar 0. 471 satuan. Koefisien regesi untuk b2 adalah sebesar 0. 181 satuan. Artinya bila Kelompok Referensi (X. meningkat 1 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah nol, maka Keputusan Nasabah di Bank 9 Jambi Syariah adalah sebesar 0. 181 satuan. 102 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 . Koefisien regresi untuk b3 adalah sebesar 0. 476 satuan. Artinya bila Gaya Hidup (X. meningkat 1 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah nol, maka Keputusan Nasabah di Bank 9 Jambi Syariah adalah sebesar 0. 476 satuan. Uji Asumsi Klasik Uji melihat layak atau tidaknya model regresi yang digunakan untuk memprediksi variabel terikat berdasarkan masukan variabel bebasnya, maka model regresi harus bebas dari beberapa asumsi, antara lain: Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variable dependen, independen atau keduanya berkontribusi secara normal, mendekati normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan berdasarkan probabilitas, yaitu: Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi normal. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak distribusi dengan normal. Tabel 4. 11 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Unstandardized Predicted Value Sumber: Data Primer diolah, 2023 Berdasarkan tabel 4. 12 hasil uji normalitas menggunakan One-Sample KolmogorovSmirnov Test menghasilkan signifikansi sebesar 0,200 > 0,05 yang berarti data terdistribusi Uji Heteroskedasitas Pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan yang lain (Ghozali, 2. Untuk mendeteksi terjadinya heteroskedastisitas dilakukan analisis dengan menggunakan uji Glejser yaitu meregres variabel-variabel bebas terhadap nilai absolute residualnya (Ghozali, 2. Jika koefisien korelasi semua variabel terhadap residual lebih besar dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas pada model persamaan pertama sampai ketiga disajikan dalam tabel 4. sebagai berikut: Tabel 4. 12 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. 103 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Dependent Variable: RES4 Sumber: Data Primer diolah, 2023 Dalam hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai signifikasi dari variabel Persepsi (X. Gaya Hidup (X. , dan Kelompok Referensi (X. lebih dari 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Multikorelasi Pengujian ini dimaksudkan untuk melihat apakah terdapat dua atau lebih variabel bebas yang berkorelasi secara linier. Apabila terjadi keadaan ini maka kita akan menghadapi kesulitan untuk membedakan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel Untuk mendeteksi adanya gejala multikolonieritas dalam model penelitian dapat dilihat dari nilai toleransi . olerance valu. atau nilai Variance Inflation Factor (VIF). Batas tolerance > 0,10 dan batas VIF < 10,00, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat multikolinearitas diantara variabel bebas. Hasil dari pengujian multikolonieritas pada penelitian ini ditunjukkan seperti pada tabel 4. 13 berikut ini: Tabel 4. 13 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Dependent Variable: KN Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Sumber: Data Primer diolah, 2. Hipotesis Ho: Tidak terjadi multikolonieritas. Ha: Terjadi multikolonieritas. Dasar pengambilan keputusan VIF > 10 Ho diterima VIF < 10 Ho ditolak Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai variance inflating factor dari variabel Persepsi (X. Kelompok Referensi (X. , dan Gaya Hidup (X. kurang dari VIF Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolonieritas. Uji Hipotesis Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (Adj. dari hasil regresi menunjukkan seberapa besar variabel dependen bisa dijelaskan oleh variabel-variabel bebasnya. Catatan: Jika dU < d < 4 Ae dU maka hipotesis nol diterima, artinya tidak terjadi n = 66 d = 2. dL = 1. dU = 1. 4 - dL = 4 - 1. 5079 = 2. 104 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 4 - dU = 4 -1. 6974 = 2. Hasil = dU < d < 4 Ae dU = 1. 6974 < 2. 167 < 2. Kesimpulan: Tidak terjadi autokorelasi Tabel 4. 14 Hasil Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. KR. GH Dependent Variable: KN Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Durbin-Watson Sumber: Data Primer diolah, 2. Berdasarkan tabel 4. 14 di atas, menunjukkan bahwa besarnya koefisien determinasi (Adj. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari Persepsi. Kelompok Referensi, dan Gaya Hidup terhadap minat beli sebesar 60,9% sementara sisanya sebesar 39,1% merupakan pengaruh dari faktor lain diluar penelitian ini. Uji signifikan simultan (Uji F) Uji stastistik F pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara simultan dalam menerangkan variabel dependen. Uji simultan ini dilakukan dengan membandingkan nilai . dengan nilai p-value. Apabila nilai pvalue < . , maka H0 ditolak. Sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh secara simultan antara variabel independen dengan variabel dependen, dan sebaliknya. Jika nilai p-value > . , maka H0 diterima yang artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Berikut adalah hasil pengujian statistic F, yang dapat dilihat pada tabel 4. 15 di bawah ini: Tabel 4. 15 Uji Simultan ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: KN Predictors: (Constan. GH. KR Sumber: Data Primer diolah, 2023 Berdasarkan pada tabel 4. 16 diatas, menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai P-Value 0,000 dimana nilai probabilitas ini dibawah 0,05. Dengan demikian, maka sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian, jika nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Persepsi. Kelompok Referensi dan Gaya Hidup secara bersama-sama berpengaruh terhadap Profitabilitas. Hasil Uji t (Parsia. Uji stastistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Uji parsial ini dilakukan dengan membandingkan nilai . dengan nilai p-value. Apabila nilai pvalue < . , maka H0 ditolak. Sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh secara parsial antara variabel independen dengan variabel dependen, dan sebaliknya. Berikut adalah hasil pengujian statistic t, yang dapat dilihat pada tabel 4. 16 di bawah ini. 105 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 Tabel 4. 16 Uji Parsial Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Dependent Variable: KN Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Primer diolah, 2. Berdasarkan hasil yang ditunjukan oleh tabel 4. 17 diatas dapat dilihat bahwa hasil penelitian perhitungan koefisien regresi dengan uji t adalah sebagai berikut: Untuk variabel X1 (Perseps. diperoleh nilai t hitung 2. 501 lebih besar dari t tabel 1. 501 > 1. dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05 nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf 5%, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka hipotesis pertama penelitian ini terbukti, itu artinya ada pengaruh signifikan dari Persepsi (X. terhadap Keputusan Nasabah (Y). Untuk variabel X2 (Kelompok Referens. diperoleh nilai t hitung 1. 725 lebih besar dari t 199 . 725 > 1. dengan tingkat signifikansi 0,05. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05 nilai signifikansi tersebut sama dari taraf 5%, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka hipotesis kedua penelitian ini terbukti, itu artinya ada pengaruh signifikan dari Kelompok Referensi (X. terhadap Keputusan Nasabah (Y). Untuk variabel X3 (Gaya Hidu. diperoleh nilai t hitung 1. 725 lebih kecil dari t tabel 199 . 725 < 1. dengan tingkat signifikansi 0, 172. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05 nilai signifikansi tersebut sama dari taraf 5%, yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian, maka hipotesis ketiga penelitian ini tidak terbukti, itu artinya tidak ada pengaruh signifikan dari Place (X. terhadap minat beli (Y). KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: Dengan menggunakan regresi linear berganda dalam menganalisa data, didapatkan Y = 2. 417X1 0. 181X2 - 0. Hasil penelitian dengan menggunakan uji F terbukti bahwa variabel presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersama-sama akan mempengaruhi keputusan nasabah di Bank 9 Jambi Syariah, menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai PValue 0,000 dimana nilai probabilitas ini dibawah 0,05. Dengan demikian, maka sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian, jika nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variable presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersamasama berpengaruh terhadap keputusan nasabah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t (Parsia. menunjukan bahwa nilai signifikan berpengaruh terhadap presepsi (X. , kelompok referensi (X. , gaya hidup (X. terhadap keputusan nasabah (Y) adalah 0. 000 < 0. 05, maka nilai t hitung. t hitung X1 2. 501 artinya presepsi berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y), 106 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol. No. April-Juni 2023 t hitung X2 1. 725 artinya kelompok referensi berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y), t hitung X3 1. 725 artinya gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y) Seluruh variabel presepsi (X. , kelompok referensi (X. , dan gaya hidup (X. berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y) secara signifikan. DAFTAR PUSTAKA