Evaluasi Program dalam Upaya Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga Raya Melinda Rahmadani*1. Wa Ode Salma2. Syefira Salsabila3 1,2,3Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Halu Oleo Author's Email Correspondence (*): melinda. r1911@gmail. ABSTRAK Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi yang terjadi secara berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar yang sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Talaga Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, yang terdiri dari 1 kepala puskesmas, 1 petugas gizi, 1 petugas promosi kesehatan, 1 kader posyandu, serta 1 ibu dari balita yang menderita stunting. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan seluruh informan. Hasil penelitian: komponen input, sumber daya manusia sudah memenuhi standar. Dana untuk program GESTURING tidak menemui kendala apapun. Bahan/material belum cukup memadai karena belum ada dapur khusus pembuatan PMT. Peralatan belum cukup memadai dalam segi Komponen proses : perencenaan sudah diambil dari data yang baik dalam proses pemantauan pertumbuhan dan sudah ditentukan sasaran yang tepat. Proses pemberian makanan diberikan setiap hari dan kendala dalam program ini orang tua bayi membawa pulang makanan. Pemantauan dan edukasi dilakukan secara rutin sesuai jadwal, kendala dalam program ini ada beberapa ibu balita yang tidak rutin ke posyandu. Program penanganan rujukan belum dilaksanakan namun akan dilaksanakan jika ada balita yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Sedangkan komponen output capaian yang didapat terjadi penurunan signifikan dalam jumlah kasus stunting di wilayah Puskesmas Talaga Raya, dari 72 . ,5 %) anak menjadi 34 anak . ,5%). Kesimpulannya, program penanganan stunting ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan untuk menjaga dan memperbaiki hasil yang telah dicapai. Kata Kunci : evaluasi Program, stunting, balita Published by: Article history : Tadulako University Received : 17 10 2024 Address: Received in revised form : 27 11 2024 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 19 12 2024 Indonesia. Available online : 31 12 2024 Phone: 6282290859075 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 ABSTRACT Stunting is a growth and development problem in children caused by chronic malnutrition and infections that occur repeatedly, characterized by length or height that is below the standards appropriate to their age. This study aims to evaluate the effectiveness of stunting treatment programs in the working area of Talaga Raya Health Center. The study used qualitative methods with a descriptive approach, where purposive sampling techniques used to select informants. The number of informants in this study were 5 people, consisting of 1 Head of puskesmas, 1 Nutrition Officer, 1 Health Promotion Officer, 1 posyandu cadre, and 1 mother of a toddler suffering from stunting. Data were obtained through in-depth interviews with all informants. Results: input components, human resources already meet the standards. Funds for the GESTURING program did not meet any Material / material is not quite sufficient because there is no special kitchen manufacture PMT. Equipment is not sufficient in terms of Transportation. Process component: planning has been taken from good data in the growth monitoring process and has determined the right target. The feeding process is given every day and the obstacle in this program is the baby's parents bring home food. Monitoring and education are carried out regularly according to the schedule, the obstacles in this program are some mothers of toddlers who do not routinely go to posyandu. Referral handling Program has not been implemented but will be implemented if there are toddlers who need further handling. While the output component of the results obtained was a significant decrease in the number of stunting cases in the Talaga Raya Health Center area, from 72 . 5 %) children to 34 children . 5%). In conclusion, this stunting treatment program will continue to be implemented and improved to maintain and improve the results achieved. Keywords: evaluation Program, stunting. Toddler. PENDAHULUAN World Health Organization(WHO) menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar . Menurut WHO, stunting dapat didefinisikan sebagai panjang atau tinggi badan yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO, yang terjadi karena asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang/kronis dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) . World Health Organization(WHO) mengistemasikan prevalensi balita stunting di seluruh dunia sebesar 222,3% atau sebanyak 148,1 juta jiwa pada tahun 2022. Lebih dari PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 setengah balita balita stunting berasal dari asia . ,6 jut. dan 30% . ,1 jut. berasal dari Afrika . Berdasarkan hasil survei SKI yang dilakukan oleh kementrian Kesehatan pada Tahun 2023 mengalami penurunan sebanyak 0,1% sehingga menjadi 21,5% . Pada Sulawesi Tenggara sebanyak data stunting sebanyak 30%. pada buton Tengah yaitu 36. Dan kecamatan Talaga Raya yang merupakan salah satu kecamatan yang berada buton Tengah yaitu 9. 5% yaitu sebanyak 72 orang . Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 ini menetapkan target penurunan prevalensi stunting 14% di tahun 2024 dan target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 berdasarkan capaian di tahun 2024 . Sedangkan. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana. Tim Percepatan Penurunan Stunting provinsi, kabupaten/kota, dan desa/kelurahan. Puskesmas dapat berperan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting, surveilans keluarga berisiko stunting, serta audit kasus stunting . Pada upaya penurunan stunting di wilayah puskesmas Talaga Raya memiliki program dalam penanganan Stunting yaitu adalah GESTURING (Gerakan Siap Turunkan Stuntin. yang berupa pemberian makan tambahan (PMT), pemantauan antropometri dan edukasi mengenai makanan bergizi serta penanganan rujukan bagi balita yang sudah memasuki dalam kondisi darurat. Program ini berlangsung dari tahun 2022 dilakukan oleh petugas kesehatan yang bergerak di bidang gizi, bidang promosi Kesehatan, dan kader posyandu yang bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Program tersebut tentunya diperlukan evaluasi untuk menunjang keberhasilan dalam pelaksanaan program tersebut. METODE Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dan bersifat studi kasus. menambahkan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. Tingkat fokus kejadian, luas kontrol dan tipe pertanyaan membuat peneliti menggunakan studi kasus PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 yang dimana kejadian historis sebagai kebalikan terhadap kejadian historis. Penentuan Informan terdiri dari 5 orang 3 informan kunci yang terdiri dari kepala puskesmas, koordinator gizi, dan bidang promosi kesehatan dan 2 informan kunci yang terdiri dari 1 orang kader 1 orang ibu balita. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. HASIL Sumber daya manusia kepala puskesmas Talaga Raya menjelaskan Tenaga yang berperan dalam program GESTURING ini adalah 2 petugas keshatan puskesmas yaitu koordinator bidang gizi dan bidang promosi Kesehatan, 5 orang kader, dan ibu bayi balita itu sendiri. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama tentang SDM yang terlibat dalam program Gerakan siap turunkan stunting ini sebagai berikut AuAorang yang terlibat dalam program ini adalah kepala puskesmas, petugas gizi, promosi kesehatan, para kader serta ibu balita( informan utama . Dana AuAsumber dana kita dari yang diberikan langsung olrh kecamatan talaga Raya. Setiap dana yang diberikan memiliki jumlah yang berbeda setiap tahunnya tergantung jumlah kasus stunting yang berada dipuskesmas Talaga raya( informan kunci . Material berdasarkan berdasarkan pernyataan wawancara mendalam mengenai material/bahan untuk program GESTURING ini pemberian makanan tambahan, pemantauan edukasi dan penaganan penanganan rujukan yang diberikan langsung oleh bidang gizi,bidang promosi Kesehatan. dalam pelaksaan edukasi terdapat lembar isi piringku. dan alat antropomtri. namun, tidak ada dapur khusus yang digunakan untuk kegiatan memasak PMT. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 Peralatan Pernyataan tersebut didukung oleh informan biasa bahwa alat yang digunakan dalam pelaksanaan program ini cukup lengkap dan memadai namun masi ada alat transportasi yang kurang menurut informan biasa. AuAkami menggunakan peralatan saat posyandu yaitu seperti timbangan badan, pengukur tinggi badan, kartu menuju sehat (KMS), alat ukur lingkar kepala dan hal lainnya dilakukan oleh tenaga puskesmas Talaga Raya, alat yang digunakan diambil di puskesmas Talaga Raya namun mengenai sarana transportasi masih kurang memadai karena Ketika cuaca sedang hujan ibu-ibu tidak datang mengambil PMT. Maka harapannya Ketika ada kendaraan minimal roda dua bisa memperlancar kami para kader untuk mengantarkan makanan tersebut kepada ibu balita ( informan biasa . Komponen Proses berdasarkan wawancara dengan informan mengatakan bahwa target dalam penentuan sasaran sudah sesuai standar dari dinas Kesehatan baik itu data rill maupun data Yang terlibat dalam menentukan sasaran ini pihak gizi. Hal tersebut berdasarkan wawancara dengan informan kunci sebagai berikut. AuAdalam penentuan sasaran mengikut dari standar yangdiberikan dinas kesehatan sasaran ini bertujuan untuk mengurangi kasus stunting. nforman kunci . PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 Pengorganisasian Proses membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, menugaskan tugastugas tersebut kepada individu sesuai dengan keahliannya, serta mengalokasikan sumber daya dan mengkoordinasinya untuk mencapai tujuan organisasi yang lebih efektif. Koordinasi antara petugas, penanggung jawab, dan kepala puskesmas dilakukan secara rutin melalui rapat dan komunikasi langsung untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif. Komponen output Berdasarkan proses yang telah dijalani ini mendapatkan progress capaian yang baik yaitu berkurangnya angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Talaga Raya yang dimana sebelumnya angka stunting sebanyak 72 anak sekarang perbulan agustus pada kegiatan operasi timbang capaian berkurang menjadi 34 anak. Hal ini dinyatakan oleh informan AuAcapaian stunting di wilayah kerja puskesmas Talaga Raya terjadi penurunan yaitu dari 72 turun menjadi 34 anak ( informan kunci 1 ) PEMBAHASAN Deskriptif masukkan Tenaga yang berperan dalam program PENANGANAN STUNTING ini adalah kepala puskesmas, 2 petugas kesehatan puskesmas yaitu koordinator bidang gizi dan bidang promosi Kesehatan, 5 orang kader, dan ibu bayi balita itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sumber daya manusia dalam hal ketenagaan sudah memadai untuk menjalankan program GESTURING ini dan sudah sesuai dengan porsi kerja masing-masing serta sudah memenuhi standar. Sumber daya manusia PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 yang terlibat dalam program ini yaitu antara lain : kepala puskemas, koordinator gizi, bidang promosi Kesehatan, kader posyandu, serta peran orang tua balita stunting itu sendiri . Berdasarkan hasil penelitian dana yang diperoleh untuk program GESTURING ini berasal dari dana kecamatan san hasil dari wawancara informan hamper semua petugas yang diwawancarai tidak mengetahui jumlah besaran dana yang diturunkan. Tetapi dalam pelaksanaan program tidak terdapat kendala apapun baik pembelian bahan makanan ataupun kegaiatan yang menggunakan dana untuk kelancaran program ini . Berdasarkan hasil penelitian ini berdasarkan material/bahan untuk program GESTURING yang diberikan langsung oleh bidang gizi,bidang promosi Kesehatan. pelaksaan edukasi terdapat lembar isi piringku. dan alat antropomtri. namun,yang menjadi kendala dalam pengadaan material/bahan ini adalah tidak ada dapur khusus pembuatan PMT. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan peralatan yang digunakan untuk mendukung program ini yaitu computer untuk penginputan data. Alat Kesehatan seperti timbangan badan, pengukur tinggi badan, kartu menuju sehat (KMS), alat ukur lingkar kepala, termometer, alat pemberian imunisasi seperti jarum suntik dan vaksin dan obatobatan dasar untuk pertolongan pertama dan pengobatan umum. Namun yang menjadi kendala belum ada alat transportasi yang memadai . Deskriptif proses Berdasarkan hasil penelitian bahwa dalam penentuan sasaran ini diambil dari data yang baik dalam proses pemantauan dan proses pemantauan pertumbuhan dan sudah ditentukan sasaran yang tepat dalam pemberian program GESTURING ini. hasil wawancara dengan informan pemberian makanan tambahan ini diberikan setiap hari kepada bayi balita stunting. Kendala dalam pemberian makanan tambahan ini adalah orang PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 tua bayi stunting dalam mengambil makanan saat posyandu dan proses pemberian makanan tidak dilakukan secara langsung saat posyandu dan dibawah pulang . Pemantauan dan edukasi dilaksakan secara rutin sesuai jadwal biasanya dilakukan setiap sebulan sekali dan biasanya dilakukan tenaga Kesehatan dan dibantu oleh kader saat Kendala yang dihadapi dalam program pemantauan pertumbuhan dalam menjalankan program ini adalah ada beberapa ibu balita stunting yang tidak rutin ke posyandu . Berdasarkan hasil penelitian untuk pelakasaan penanganan rujukan belum ada namun akan dilaksanakan jika ada balita yang kondisinya sudah parah dan memerlukan penanganan yang lebih lanjut . Deskriptif output Berdasarkan hasil penelitian proses yang telah dijalani ini mendapatkan progress capaian yang baik yaitu berkurangnya angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Talaga Raya yang dimana sebelumnya angka stunting sebanyak 72 atau sebanyak 9,5% anak sekarang perbulan agustus pada kegiatan operasi timbang capaian berkurang menjadi 34 anak atau sebanyak 4,5%. Dengan penurunan stunting sebesar 5% . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini dalam segi input,roses,dan output sudah berjalan dengan baik dan mengalami penurunan stunting meskipun terdapat beberapa kendala. Adapun saran yang dapat diberikan untuk peningkatan program penanganan stunting di wilayah kerja puskesmas Talaga Raya sebagai berikut. Dinas Kesehatan selalu melakukan supervise dan pelatihan bagi tenaga Kesehatan mengenai penanganan stunting dan pemantauan pertumbuhan yang baik dan benar. Bagi puskesmas Talaga Raya dapat berkoordinasi lebih baik dengan pemerintah dalam pengadaan bahan/material dan alat transportasi untuk program GESTURING ini. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 DAFTAR PUSTAKA