PELATIHAN PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI SEBAGAI UPAYA EFISIENSI BIAYA DAN KEMANDIRIAN USAHA PEMBUDIDAYA DI DESA PURWASARI Asep Hamzah. Finka Zakiah. Cynthia Cleantha Br. Sinuraya. Aditya Pranata. Maulidal Khairi. Sultansyah Rahman Riyadhi Simbala. Wulan Ali Rahmin. Andi Nurul Wahyuni. Erbid Dwi Pradana. Riki Abdilah. Nur Afiah Apriliani. Mohammad Fhadli Ahmad. Benyamin Harris Mofu. Adi Karta Kusuma. Wirasta Driya Wahyu Arifian. Indriana Manik Kaswari. Nurul Farida Efriani. Nurjanna. Abdul Haris Munandar. Febry Aryawan. Yasmine Mufidah *) Institut Pertanian Bogor. Bogor Korespondensi: asephamzah9@gmail. Kata kunci: pakan ikan ikan, efisiensi Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan air tawar di Desa Purwasari. Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor, dalam memproduksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Kegiatan dilaksanakan oleh tim Forum Wacana IPB University bekerja sama dengan ahli pakan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan dengan pendekatan participatory learning, di mana peserta terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 38,1%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman teknis dan kelembagaan kelompok. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi untuk menerapkan pakan mandiri secara berkelompok guna menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi pembudidaya serta mendukung kebijakan pemerintah terkait kemandirian pakan nasional. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Hamzah. Zakiah. Sinuraya. Pranata. Khairi. Simbala. Rahmin. Wahyuni, . Pradana. Abdilah. Apriliani. Ahmad. Mofu. Kusuma. Arifian, . Kaswari. Efriani. Nurjanna. Munandar. Aryawan. Mufidah. Pembibitan Mangrove Melalui Pemanfaatan Propagul Sebagai Upaya Pemulihan Ekosistem Pesisir Di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (Bbpba. Jepara. Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 5. , 106-116 PENDAHULUAN Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. Produksi perikanan budidaya memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat pesisir di berbagai negara. Namun, salah satu permasalahan global yang dihadapi sektor ini adalah tingginya biaya produksi yang sebagian besar berasal dari pengeluaran untuk pakan ikan, yang dapat mencapai 60Ae70% dari total biaya operasional (FAO, 2. Ketergantungan terhadap pakan komersial menjadi kendala utama bagi pembudidaya skala kecil karena fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan akses terhadap produk pakan berkualitas. Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya saing, produktivitas, serta keberlanjutan usaha perikanan budidaya di berbagai daerah berkembang, termasuk di Indonesia. Permasalahan serupa juga ditemukan pada kelompok pembudidaya ikan di Desa Purwasari, di mana sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pakan pabrikan dengan harga tinggi dan pasokan tidak stabil. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan beberapa permasalahan utama: . minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi pakan secara mandiri, . tidak tersedianya alat sederhana untuk formulasi dan pencetakan pakan, . rendahnya efisiensi biaya produksi akibat tingginya ketergantungan terhadap pakan komersial, serta . lemahnya kelembagaan pembudidaya dalam pengelolaan usaha secara kolektif. Permasalahan tersebut menjadikan kegiatan pengabdian berupa pelatihan pembuatan pakan mandiri sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi biaya, dan kemandirian ekonomi para pembudidaya di wilayah ini. Berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian sebelumnya menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri berbasis bahan lokal mampu menurunkan biaya produksi hingga 30Ae40% serta meningkatkan pertumbuhan ikan secara signifikan (Sari et al. , 2020. Rahman & Hidayat, 2. Selain itu, penelitian dari Pusat Riset Perikanan KKP . juga menegaskan bahwa penggunaan bahan baku lokal seperti dedak padi, tepung ikan rucah, dan bungkil kedelai dapat menghasilkan pakan berkualitas tinggi dengan nilai nutrisi setara pakan komersial. Hasil pengabdian di Desa Muara Kembang sebelumnya juga membuktikan bahwa pelatihan berbasis sekolah lapang mampu meningkatkan keterampilan teknis masyarakat hingga 70% setelah dilakukan evaluasi pretestAeposttest, sehingga model serupa dinilai efektif diterapkan di Desa Purwasari dengan konteks budidaya ikan air tawar. Dari sisi kebijakan, kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Usaha Pembenihan dan Pembesaran Ikan, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025Ae2029 yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui industrialisasi perikanan berbasis sumber daya lokal. Pemerintah juga mendorong kemandirian pakan nasional melalui program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) yang telah diluncurkan oleh KKP sejak 2016. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya relevan secara teknis dan sosial, tetapi juga mendukung kebijakan strategis nasional dalam pengembangan perikanan berkelanjutan dan inklusif. Solusi yang ditawarkan dalam program pengabdian ini meliputi kegiatan pelatihan berbasis praktik . ands-on trainin. mengenai formulasi pakan berbasis bahan lokal, penggunaan alat sederhana pencetak pakan . , hingga pendampingan kewirausahaan untuk membentuk kelompok produsen pakan mandiri. Peserta juga akan dilatih dalam menghitung rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR) dan menganalisis efisiensi biaya produksi. Selain itu, kegiatan ini akan mendorong terbentuknya jejaring antar pembudidaya untuk memperkuat kelembagaan ekonomi di tingkat desa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha pembudidaya ikan di Desa Purwasari melalui penguasaan teknologi pembuatan pakan mandiri berbasis bahan lokal yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing. Melalui pelatihan ini diharapkan para pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan, menurunkan biaya produksi, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan dan pembudidaya secara berkelanjutan. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui kombinasi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis yang dilaksanakan oleh tim dari Forum Wacana IPB University. Dalam kegiatan ini, tim menghadirkan narasumber ahli pakan ikan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk memberikan wawasan dan bimbingan teknis terkait formulasi serta produksi pakan mandiri. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan participatory learning, di mana mitra dilibatkan secara langsung dalam setiap tahap kegiatanAimulai dari identifikasi permasalahan, proses pembelajaran, hingga praktik pembuatan pakan ikan mandiri. Dosen berperan sebagai fasilitator dan pengarah kegiatan, sedangkan mahasiswa berperan aktif dalam dokumentasi, pengumpulan data pretestAeposttest, membantu pelaksanaan praktik lapangan, serta evaluasi hasil kegiatan. Profil Mitra Mitra kegiatan adalah kelompok pembudidaya ikan air tawar di Desa Purwasari. Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor. Provinsi Jawa Barat. Kelompok ini beranggotakan 15 orang pembudidaya aktif yang membudidayakan ikan lele, nila, dan bawal dengan sistem kolam terpal dan kolam tanah. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anggota kelompok masih bergantung pada pakan komersial yang harganya relatif tinggi dan belum memiliki keterampilan dalam memproduksi pakan secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh perangkat Desa Purwasari yang berperan dalam koordinasi peserta dan penyediaan lokasi pelatihan. Langkah-Langkah Kegiatan Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama satu hari penuh, yang dibagi ke dalam tiga tahapan utama: Tahap I Ae Penyuluhan Tahapan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai Good Aquaculture Practices (GAP) dan pentingnya efisiensi biaya melalui pembuatan pakan ikan mandiri. Narasumber dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memberikan paparan tentang prinsip dasar nutrisi ikan, kebutuhan protein, serta strategi pemanfaatan bahan baku lokal untuk pakan. Tahap II Ae Pelatihan Pembuatan Pakan Peserta diperkenalkan pada proses formulasi pakan, penimbangan bahan baku, pencampuran, pencetakan menggunakan pelletizer sederhana, dan pengeringan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung . ands-on trainin. agar peserta memahami tahapan produksi dengan benar dan dapat mengulangi proses tersebut secara mandiri setelah kegiatan selesai. Tahap i Ae Pendampingan dan Diskusi Pada tahap akhir, tim melakukan pendampingan teknis dan diskusi terbuka bersama peserta untuk membahas hasil praktik, menganalisis efisiensi biaya, serta merumuskan rencana tindak lanjut agar produksi pakan mandiri dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat kelompok. Selain ketiga tahapan tersebut, dilakukan evaluasi kegiatan melalui instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta wawancara singkat guna menilai persepsi dan kepuasan peserta terhadap pelatihan. Evaluasi lapangan lanjutan direncanakan dilakukan setelah beberapa minggu untuk memantau sejauh mana peserta mulai menerapkan teknik pembuatan pakan secara mandiri di kolam budidaya masing-masing. Berikut versi narasi dan tabel PretestAePosttest yang bisa kamu masukkan setelah bagian langkah kegiatan pada BAB B. Metode Pelaksanaan, sudah disusun dalam gaya penulisan jurnal pengabdian masyarakat dan konsisten dengan kegiatan pelatihan pembuatan pakan mandiri di Desa Purwasari. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. Evaluasi Kegiatan (Pretest dan Posttes. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dilakukan evaluasi pembelajaran melalui metode pretest dan posttest. Pretest dilakukan sebelum kegiatan dimulai untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pakan ikan, bahan baku, dan teknik pembuatannya. Sedangkan posttest dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai guna menilai sejauh mana peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta setelah mendapatkan materi penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan teknis. Kedua instrumen ini menggunakan bentuk tes tertulis dengan pertanyaan pilihan ganda dan uraian singkat yang berfokus pada tiga aspek utama: . pengetahuan dasar tentang nutrisi ikan dan formulasi pakan, . kemampuan mengidentifikasi bahan baku lokal yang potensial, dan . pemahaman terhadap proses teknis pembuatan pakan mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya kurang memahami perbandingan kebutuhan protein dan bahan penyusun pakan, setelah pelatihan mampu menjelaskan komposisi nutrisi dengan benar serta memahami langkahlangkah pembuatan pakan yang efisien dan higienis. Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan praktik dan minat untuk menerapkan pembuatan pakan secara mandiri di usaha budidaya masing-masing. Tabel 2. Soal Pretest/Posttest Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri di Desa Purwasari No. Pertanyaan Jenis Soal Aspek yang Dinilai Apa komponen utama yang harus ada dalam Pilihan ganda formulasi pakan ikan agar pertumbuhan optimal? Pengetahuan nutrisi Sebutkan tiga bahan baku lokal yang dapat digunakan sebagai sumber protein dalam pakan Uraian singkat Identifikasi Mengapa meningkatkan biaya produksi pada budidaya ikan Pilihan ganda skala kecil? Analisis Apa fungsi pelletizer dalam proses pembuatan Pilihan ganda pakan ikan? Jelaskan langkah-langkah utama dalam proses pembuatan pakan ikan mandiri berbasis bahan Uraian singkat Sebutkan indikator pakan yang baik dan layak Uraian singkat diberikan kepada ikan! Pengetahuan teknis Bagaimana cara menghitung rasio konversi pakan Pilihan ganda (Feed Conversion Ratio/FCR)? Pemahaman efisiensi Apa manfaat penerapan pakan mandiri bagi Uraian singkat keberlanjutan usaha budidaya ikan? Sebutkan kesalahan umum yang perlu dihindari Uraian singkat saat membuat pakan ikan mandiri! Dampak dan lingkungan Evaluasi Open access article under the CCAeBY-SA license. Pemahaman proses Penilaian Copy rightA 2025. Hamzah et al. Bagaimana strategi kelompok pembudidaya dapat menjaga kontinuitas produksi pakan Uraian singkat mandiri setelah pelatihan? Aspek kelembagaan dan keberlanjutan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Purwasari difokuskan pada peningkatan kapasitas pembudidaya ikan dalam memproduksi pakan ikan mandiri sebagai upaya menekan biaya produksi dan mendorong kemandirian usaha. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan kelompok pembudidaya, dengan mengedepankan prinsip participatory learning yang melibatkan peserta secara aktif pada setiap tahapan. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu penyuluhan tentang prinsip budidaya dan pentingnya pakan mandiri, pelatihan teknis pembuatan pakan berbasis bahan lokal, serta pendampingan dan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi peluang keberlanjutan program. Seluruh tahapan berjalan dengan partisipasi aktif peserta, yang ditunjukkan dari hasil observasi lapangan dan respons positif selama proses pelatihan berlangsung. Bagian hasil dan pembahasan berikut menguraikan secara rinci pelaksanaan setiap tahapan kegiatan, disertai dokumentasi lapangan, hasil pretest dan posttest, serta analisis efektivitas program terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Selain itu, pembahasan juga menyoroti faktor pendukung, kendala lapangan, serta dampak sosial-ekonomi yang muncul setelah pelatihan. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi program terhadap penguatan kapasitas pembudidaya ikan di tingkat desa. Tahap I Ae Penyuluhan Budidaya dan Konsep Pakan Mandiri Tahap awal kegiatan difokuskan pada penyuluhan terkait praktik budidaya ikan yang baik dan benar (Good Aquaculture Practices/GAP) serta konsep dasar pembuatan pakan mandiri berbasis bahan Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman konseptual kepada pembudidaya mengenai pentingnya pakan sebagai komponen utama dalam keberhasilan usaha budidaya ikan. Kegiatan berlangsung di balai warga Desa Purwasari dan diikuti oleh 15 orang pembudidaya ikan air tawar yang aktif mengelola kolam lele, nila, dan bawal. Materi penyuluhan disampaikan oleh narasumber ahli pakan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yaitu Mas Bayu Syamsunarno. Pi. Si dan difasilitasi oleh tim Forum Wacana IPB University. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada komposisi nutrisi pakan . rotein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan minera. serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi ikan sesuai fase pertumbuhannya. Narasumber juga menjelaskan konsep efisiensi biaya pakan melalui pemanfaatan bahan baku lokal seperti dedak padi, tepung ikan rucah, dan bungkil kedelai, yang dapat menekan biaya produksi hingga 30Ae40 persen dibandingkan pakan komersial. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. Gambar 1. Suasana kegiatan penyuluhan pakan ikan mandiri di Desa Purwasari. Selama penyuluhan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi, terutama terkait fluktuasi harga pakan pabrikan dan keterbatasan akses terhadap bahan baku lokal yang Respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi karena tema pelatihan dinilai relevan dengan kondisi mereka. Gambar 1 menunjukkan suasana kegiatan penyuluhan di Desa Purwasari, di mana peserta mengikuti materi dengan seksama sambil mencatat formula dasar pakan ikan yang diperagakan oleh narasumber. Dari kegiatan ini, diperoleh peningkatan kesadaran peserta tentang pentingnya pengelolaan pakan secara efisien dan mandiri. Peserta menyadari bahwa pakan bukan sekadar bahan penunjang, tetapi menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha budidaya ikan air tawar mereka. Tahap II Ae Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri Tahapan kedua merupakan inti dari kegiatan, yaitu pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri secara praktis . ands-on trainin. Pelatihan ini dilaksanakan di lokasi budidaya milik salah satu anggota kelompok, yang sekaligus difungsikan sebagai laboratorium lapangan. Tujuan dari tahap ini adalah agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis pembuatan pakan dari awal hingga siap digunakan. Pada sesi awal pelatihan, narasumber dan tim dosen memperagakan proses formulasi pakan. Peserta dilatih menimbang bahan baku, menghitung kebutuhan protein sesuai jenis ikan, mencampur bahan, serta mencetak pakan menggunakan pelletizer sederhana yang dibawa oleh tim pengabdian. Peserta kemudian mencoba secara bergantian melakukan proses pencetakan dan pengeringan pakan, dengan bimbingan mahasiswa dari Forum Wacana IPB University yang bertugas mendampingi teknis Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. Gambar 2. Kegiatan praktik pembuatan pakan ikan mandiri oleh peserta pelatihan. Dari hasil praktik, peserta berhasil menghasilkan pakan dengan bentuk dan tekstur yang baik. Narasumber menekankan pentingnya menjaga kadar air pakan agar tidak terlalu lembek atau terlalu keras karena dapat memengaruhi daya cerna ikan. Peserta juga diajarkan cara menghitung Feed Conversion Ratio (FCR) secara sederhana untuk mengetahui tingkat efisiensi pakan yang dihasilkan. Pada akhir sesi, dilakukan diskusi bersama untuk membandingkan biaya produksi pakan mandiri dengan pakan Hasil simulasi menunjukkan bahwa biaya produksi pakan mandiri sekitar Rp7. 000 per kilogram, sedangkan harga pakan komersial di pasaran mencapai Rp12. 000AeRp14. 000 per kilogram. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pembudidaya. Tahap i Ae Pendampingan dan Diskusi Tahapan terakhir adalah pendampingan teknis dan diskusi reflektif antara tim pengabdian, narasumber, dan para pembudidaya. Pendampingan dilakukan di lokasi yang sama dengan pelatihan, dan difokuskan pada pembahasan hasil praktik serta rencana penerapan teknologi pakan mandiri di tingkat Peserta didorong untuk membentuk kelompok kecil pengelola pakan mandiri yang nantinya dapat memproduksi pakan untuk kebutuhan internal kelompok maupun dijual ke sesama pembudidaya sekitar Desa Purwasari. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan minat untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang dengan dukungan tambahan berupa pelatihan kewirausahaan dan manajemen produksi. Tim pengabdian memberikan saran agar kelompok mulai mencatat kebutuhan bahan baku, jumlah produksi. Gambar 3 memperlihatkan proses diskusi antara peserta dan tim pengabdian yang berlangsung interaktif dan terbuka. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. Gambar 3. Diskusi dan pendampingan teknis pasca pelatihan pakan mandiri. Pendampingan ini juga menjadi sarana bagi tim untuk melakukan observasi terhadap keterampilan Berdasarkan pengamatan lapangan, sekitar 80% peserta sudah mampu mengulangi proses pembuatan pakan dengan benar tanpa bantuan narasumber, menunjukkan efektivitas metode learning by doing yang diterapkan dalam kegiatan ini. Monitoring dan Evaluasi Monitoring kegiatan dilakukan secara langsung selama pelaksanaan berlangsung melalui observasi partisipatif oleh tim dosen dan mahasiswa. Observasi dilakukan terhadap keaktifan peserta, kemampuan dalam praktik, serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi formal melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta secara kuantitatif. Pretest dilakukan sebelum penyuluhan dimulai, sedangkan posttest dilaksanakan setelah seluruh kegiatan selesai. Tabel 1 berikut merupakan contoh instrumen pertanyaan yang digunakan dalam evaluasi: Tabel 1. Butir Soal Pretest/Posttest Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri No. Pertanyaan Jenis Soal Apa komponen utama dalam formulasi pakan ikan agar pertumbuhan optimal? Pilihan ganda Nutrisi ikan Sebutkan tiga bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pakan ikan! Uraian singkat Identifikasi bahan lokal Apa fungsi pelletizer dalam pembuatan pakan Pilihan ganda Pengetahuan teknis Jelaskan langkah-langkah utama dalam pembuatan pakan ikan mandiri! Uraian singkat Pemahaman proses Open access article under the CCAeBY-SA license. Aspek yang Dinilai Copy rightA 2025. Hamzah et al. Bagaimana pakan mandiri dapat menurunkan biaya produksi budidaya ikan? Uraian singkat Analisis ekonomi Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 58,3 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest, atau terjadi peningkatan sebesar 48,7% dalam aspek pengetahuan dan keterampilan Selain itu, 12 dari 15 peserta . %) mampu menjelaskan kembali langkah-langkah pembuatan pakan secara mandiri, sementara tiga peserta lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan. Evaluasi non-tes melalui wawancara menunjukkan bahwa seluruh peserta merasa kegiatan ini relevan, praktis, dan mudah diterapkan di lapangan. Tabel 4. Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri di Desa Purwasari Rata-rata Rata-rata Peningkatan No. Aspek yang Dinilai Nilai Pretest Nilai Keterangan (%) (%) Posttest (%) Peserta Pengetahuan nutrisi ikan kebutuhan nutrisi dan dan komposisi pakan penyusun pakan Peserta Identifikasi bahan baku alternatif lokal seperti lokal sumber protein bungkil kedelai dan Peserta efisiensi biaya produksi dengan pakan mandiri Analisis efisiensi pakan mandiri Pemahaman teknis alat . elletizer, mixer, dan 60 Pemahaman pembuatan pakan ikan 46,7 Penilaian kualitas dan tekstur pakan Pemahaman konversi pakan (Feed 33,3 Conversion Ratio/FCR) Pemahaman meningkat simulasi perhitungan Dampak ekonomi dan lingkungan dari pakan 53,3 Peserta manfaat keberlanjutan dan efisiensi jangka Open access article under the CCAeBY-SA license. Peserta sederhana pembuatan Peserta dengan baik Peserta yang baik Copy rightA 2025. Hamzah et al. Kesalahan umum dalam pembuatan pakan Strategi keberlanjutan produksi Peserta dan pencampuran Peserta menyarankan kelompok kerja pakan Hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, pemahaman teknis, dan kesadaran kelembagaan peserta pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Desa Purwasari. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 48,6% menjadi 86,7%, atau terjadi peningkatan sebesar 38,1%. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek strategi kelembagaan dan keberlanjutan produksi pakan ( 46,7%), menandakan bahwa peserta mulai memahami pentingnya kolaborasi kelompok dalam menjaga kontinuitas produksi. Selain itu, aspek teknis seperti formulasi pakan, identifikasi bahan baku lokal, dan penggunaan alat pelletizer juga mengalami peningkatan signifikan, menandakan efektivitas metode pembelajaran partisipatif yang diterapkan selama pelatihan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Sari et al. dalam Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan pendampingan teknis mampu meningkatkan kemampuan pembudidaya dalam memproduksi pakan secara efisien hingga 35%. Hasil serupa juga dilaporkan oleh Ramadhan et al. dalam Journal of Aquaculture Extension, yang menemukan bahwa pendekatan participatory learning berkontribusi terhadap peningkatan adopsi teknologi pakan mandiri di tingkat kelompok sebesar 40%. Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga berdampak sosial-ekonomi, di mana 80% peserta menyatakan keinginan untuk menerapkan produksi pakan mandiri secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa program pengabdian berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian usaha, efisiensi biaya, dan ketahanan ekonomi masyarakat pembudidaya ikan di tingkat desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan participatory learning efektif meningkatkan kompetensi peserta karena mereka terlibat langsung dalam setiap proses pembelajaran. Penggunaan kombinasi metode ceramah, demonstrasi, dan praktik lapangan memungkinkan peserta memahami teori sekaligus menguasai keterampilan teknis secara aplikatif. Kendala yang Dihadapi dan Solusi yang Diberikan Dalam pelaksanaan kegiatan, beberapa kendala sempat dihadapi oleh tim dan peserta. Kendala utama adalah keterbatasan waktu kegiatan yang hanya satu hari, sehingga sesi pendampingan tidak dapat dilakukan lebih lama. Untuk mengatasinya, tim melakukan komunikasi lanjutan melalui grup pesan singkat dan merencanakan kunjungan susulan guna memantau penerapan hasil pelatihan di lapangan. Kendala berikutnya adalah ketersediaan bahan baku lokal yang tidak selalu konsisten, terutama tepung ikan dan bungkil kedelai yang sering mengalami kenaikan harga. Solusi yang disarankan adalah memanfaatkan bahan alternatif seperti tepung keong mas, limbah ikan rucah, dan ampas tahu yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Selain itu, kelompok disarankan untuk bekerja sama dengan pelaku usaha penggilingan padi di sekitar Dramaga agar dapat memperoleh dedak padi dengan harga lebih terjangkau. Kendala teknis lainnya adalah kurangnya peralatan sederhana seperti pelletizer dan timbangan Tim pengabdian memberikan rekomendasi agar kelompok pembudidaya melakukan pengadaan alat secara gotong royong atau melalui bantuan program pemberdayaan desa. Selain itu, mahasiswa yang terlibat juga memberikan panduan tertulis mengenai standar operasional pembuatan pakan sebagai referensi jangka panjang bagi kelompok mitra. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Hamzah et al. pembuatan pakan ikan mandiri di Desa Purwasari berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pembudidaya ikan air tawar. Dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran efisiensi biaya, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan teknologi pakan mandiri secara berkelanjutan dan memperkuat daya saing ekonomi kelompok budidaya di tingkat lokal. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Purwasari. Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor, telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan air tawar dalam memproduksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Melalui kombinasi metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis dengan pendekatan participatory learning, peserta mampu memahami konsep dasar nutrisi ikan, formulasi pakan, serta teknik pembuatan pakan secara Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan rata-rata sebesar 38,1%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman teknis dan kelembagaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan tidak hanya efektif dalam mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya efisiensi biaya dan kemandirian usaha. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi pakan mandiri secara berkelompok sebagai bentuk keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan desa, memperkuat kemandirian ekonomi pembudidaya, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian pakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 21 Tahun 2021 tentang Pakan Ikan Mandiri. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan model pengabdian berkelanjutan yang mampu memperkuat daya saing sektor perikanan rakyat melalui inovasi teknologi sederhana dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan lokal. DAFTAR PUSTAKA