POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Issue 1 . , pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) Nurul Ramadhani1*. Isnaniah2. Imamuddin3. Rusdi4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambel Bukittinggi *Corresponding Author: nurul. ramdhni2801@gmail. Submitted: 30 January 2026 | Revised: 21 February 2026 | Accepted: 25 February 2026 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya masalah yang ditemukan di kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 kayutanam yaitu rendahnya pemahaman konsep matematis siswa. Hal inii disebabkaniproses pembelajaraniyangimasihiberpusattipada iguru dan kurangnya variasi dalam model yang diterapkan. Salah satu solusii untuk mengatasiimasalahitersebutt adalahidengan menerapkanimodel pembelajaranikooperatif yaitu Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CIRC lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional di kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen menggunakan rancangan The Static Group Comparison Design, di mana data dianalisis menggunakan statistik inferensial untuk menguji perbedaan pemahaman konsep matematis siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam peneltian ini merupakan seluruh peserta didik Vi SMP Negerii 2 Kayutanam. Sampel dalam penelitian ini merupakan kelas Vi. 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi. 3 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen tes pemahaman konsep matematis berupa essay. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji-t dapat diambil kesimpulan AuPemahaman konsep matematis siswa menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 kayutanamAy. Kata Kunci: Pemahaman konsep matematis siswa. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) Abstract This study was motivated by the problem identified in Grade Vi of SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam, namely the low level of studentsAo mathematical conceptual understanding. This issue was attributed to teacher-centered instructional practices and the limited variation in teaching models implemented in the classroom. One proposed solution to address this problem was the application of a cooperative learning model, namely Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). The objective of this study was to determine whether studentsAo mathematical conceptual understanding taught using the CIRC model was better than that of students taught through conventional instruction in Grade Vi of SMP Negeri 2 Kayutanam. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using the Static Group Comparison Design, in which data were analyzed using inferential statistics to examine differences in mathematical conceptual understanding between the experimental and control groups. The population of this study consisted of all Grade Vi students of SMP Negeri 2 Kayutanam. The sample included Class Vi. 1 as the experimental group and Class Vi. 3 as the control group. The research instrument used was an essay test designed to measure studentsAo mathematical conceptual understanding. Based on data analysis using the t-test, it can be concluded that studentsAo mathematical conceptual understanding taught through the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model was better than that of students taught through conventional learning in Grade Vi of SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam. Ay Keywords: Students' understanding of mathematical concepts. Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) learning model This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2026 by Author | 436 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu bangsa, karena melalui pendidikan maka akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu membangun masyarakat ke arah yang lebih baik. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Moch Tolchah, 2. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi untuk membekali mereka dengan kemampuan berfikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Matematika memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam perkembangan IPTEK, maupun dalam rangka pembentukan sikap positif siswa. Mengingat peranan matematika yang sangat pentimg seharusnya matematika menjadi pelajaran yang diminati dan disenangi oleh siswa. Pembelajaran matematika disekolah seharusnya berjalan dengan baik dan menyenangkan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Johnson mangatakan bahwa pembelajaran matematika seharusnya melibatkan siswa secara aktif dalam hal memahami konsep-konsep serta menemukan prinsip-prinsip matematika (Dwi Agustin, 2. Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, dimana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah konsep yang dipelajari, tetapi siswa mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan interpretasi data dan mampu mengaplikasikan konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. Adapun indikator pemahaman konsep matematis siswa yang harus dicapai yaitu: . menyatakan ulang sebuah konsep, . mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep, . memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, . menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematika, . Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep, . menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu, . mengsplikasikan konsep atau algoritma ke pemahaman konsep (Biaduri Hendriana, 2. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 2 2x11 kayutanam pada kelas Vi yang terdiri dari 3 kelas, secara umum masih banyak siswa yang kurang memahami konsep soal yang diberikan guru serta sulit menemukan ide dalam pembelajaran. Terlihat pada proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan siswa yang kurang aktif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini juga dapat dilihat pada salah satu soal yang diberikan kepada siswa pada saat pelaksanaan kuis yang terdiri dari 3 soal pemahaman komsep Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan dapat dikatakan bahwa pemahaman konsep matematis siswa di kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam masih tergolong rendah. Jika di biarkan maka akan membuat siswa kesulitan dalam mempelajari materi selanjutnya karena adanya keterkaitan antar materi dalam matematika, dan tidak tercapainya tujuan pembelajaran matematika yang akan berakibat pada hasil belajar siswa yang rendah. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 437 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi Agar pemahaman konsep matematis siswa dapat meningkat, menurut peneliti guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika, terutama menyangkut model yang Model pembelajaran yang sebaiknya guru terapkan yaitu model yang mampu membuat siswa aktif dan memfasilitasi siswa untuk meningkatkan pengetahuannya sendiri, sehingga siswa akan lebih mudah untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan. Sesuai dengan indikator soal pemahaman konsep dan dilakukan penskoran yang mengacu pada indikator pemahaman konsep. Agar pemahaman konsep matematis siswa dapat meningkat guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika, terutama menyangkut model yang diterapkan. Model pembelajaran yang sebaiknya guru terapkan yaitu model yang mampu membuat siswa aktif dan memfasilitasi siswa untuk meningkatkan pengetahuannya sendiri, sehingga siswa akan lebih mudah untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan cara menerapkan salah satu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran Kooperatif merupakan model pembelajaran yang menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil, yaitu antara 4-6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda . Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa yaitu model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) (Herneta, 2. Melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC), diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Karena model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) merupakan pembelajaran yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika siswa saling berdiskusi dengan Hal tersebut menunujukan bahwa aktivitas siswa dalam bentuk diskusi sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memahami segala konsep dalam pembelajaran. Dalam bentuk kelompok kecil siswa saling berdiskusi membantu memahami konsepkonsep dalam pembelajaran. Pemahaman siswa akan menjadi kuat karena siswa sendiri yang menemukannya melalui diskusi berkelompok. Menurut Huda, dalam pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC), setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide- ide untuk memahami konsep dan menyelesaikan tugas, sehingga terbentuk pemahaman konsep siswa (Amin & Linda Yurike, 2. Model Pembelaran Cooperative Integrated Reading And Compositions (CIRC) merupakan pelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis yaitu sebuah ajakan bekerjasama dan berpatisipasi aktif dalam berdiskusi kelompok guna lebih bergairah dalam belajar dan memperkaya proses interaksi antar potensi siswa dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar (Amin & Linda Yurike, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abdul Rahman tahun 2020, dalam jurnalnya menyatakan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran CIRC meningkat lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, ini terlihat dari model pembelajaran CIRC yang menuntut siswa berbagi ide dalam berdiskusi dan lebih aktif. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 438 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi Jadi. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC) adalah model pembelajaran yang sesuaiiuntuk meningkatkanipemahaman konsep Melihat tertarikiuntukimelakukani penelitianiterkait Pemahaman konsep Matematis Siswa Menggunakan Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Compositions (CIRC) Pada Kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CIRC lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional di kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam. METODE Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka jenis penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian eksperimen. Sugiyono mengatakan metode eksperimen adalah suatu metode penelitian yang berusaha mencari hubungan variabel tertentu terhadap variabel lain dalan kondisi yang terkontrol secara ketat. Arikunto mengemukakan bahwa metode eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat ( hubungan kausa. antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu (Karunia Eka, 2. Penalitian ini dilaksanakan di Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas Vi. 1 yang berjumlah 28 orang dan kelas Vi. 3 yang berjumlah 28 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08 januari 2025 sampai pada tanggal 13 januari 2025. Pada penelitian ini rancangan penelitian yang akan digunakan adalah AuThe Static Group Comparison DesignAy. Sugiyono mengatakan The Static Group Comparison Design adalah terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi menjadi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen . ang diberi perlakua. , dan setengah lagi untuk kelompok kontrol atau yang tidak diberi perlakukan. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diperikan perlakukan atau treatment. Perlakuan atau treatment yang dilakukan adalah penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated And Compositions (CIRC). Sedangkan pada kelompok kelas kontrol akan dilakukan proses pembelajaran seperti pembelajaran biasa yang dilakukan yaitu dengan menerapkan pembelajaran konvensional tipe ekspositori (Juliansyah, 2. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen, dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam pada semester genap Tahun pelajaran 2024/2025. Populasi pada penelitian ini adalah peseta didik kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 Kayutanam. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi. 1 sebagai kelas eksperimen dan Vi. 3 sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel pada penelitian ini ialah Simple Random Sampling. Penggambilan Sampel dilakukan perhitungan diperoleh populasi berdistribusi normal, homogen, dan memiliki kesamaan rata-rata maka peneliti melakukan pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (Random Samplin. Kertas yang pertama terambil merupakan kelas eksperimen yaitu kelas, sedangkan kertas kedua pada pengambilan Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 439 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi kedua merupakan kelas kontrol yaitu kelas. (Sukardi, 2. Proses penelitian dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu: Tahap Persiapan Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan ini adalah: Menetapkan tempat dan jadwal penelitian. Mengurus surat izin penelitian ke kampus. Menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Meminta data awal populasi berupa nilai ulangan harian siswa kepada guru mata pelajaran matematika. Membuat perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol, beserta LKS untuk kelas Membuat kisi-kisi soal uji coba tes pemahaman konsep matematis. Menyusun soal uji coba berdasarkan kisi-kisi soal uji coba yang telah dibuat, yang akan diberikan pada akhir pokok pembahasan. Membuat kunci jawaban soal uji coba tes pemahaman konsep matematis. Melakukan validasi perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. Melakukan uji coba soal tes penelitian. Tahap Pelaksanaan Dalam pelaksanaannya, penelitian ini terdiri dari dua kelas sampel. Pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran matematika dengan menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Compositions (CIRC). Pada kelas kontrol dilakukan pembelajaran konvensional. Tahap Penyelesaian Pada tahap penyelesaian ini akan dilakukan adalah: Memberikan tes akhir pemahaman konsep matematis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penelitian berakhir, agar hasil penelitian dapat diketahui. Mengolah data dari kedua kelas sampel, baik eksperimen maupun kelas kontrol untuk menguji hipotesis. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang telah diperoleh sesuai dengan teknik analisis data. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematis yang berbentuk essay. Penelitian ini menggunakan soal essay dengan tujuan dapat menggambarkan pemahaman konsep matematis siswa dan dapat melihat bagaimana kemampuan siswa dalam menguraikan jawaban yang diberikan. Sebelum tes diberikan kepada siswa dikelas sampel, terlebih dahulu soal tes diuji cobakan. Uji coba dilakukan pada kelas ini karena memiliki ciri yang sah dengan kelas sampel yaitu normal, homogen, dan memiliki kesamaan rata-rata. Uji coba ini dilakukan untuk menentukan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Pada tahap penyelesaian, peneliti mengolah data dari kedua kelas sampel menggunakan uji statistika yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang telah diperoleh sesuai dengan teknik analisis Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 440 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi HASIL PENELITIAN Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematis yang berbentuk essay. Penelitian ini menggunakan soal essay dengan tujuan dapat menggambarkan pemahaman konsep matematis siswa dan dapat melihat bagaimana kemampuan siswa dalam menguraikan jawaban yang diberikan. Tes pemahaman konsep matematis digunakan untuk memperoleh data kuantitatif berupa nilai akhir pemahaman konsep. Tes pemahaman konsep matematis merupakan suatu tes untuk mengungkapkan pemahaman siswa dalam masing-masing indikator pemahaman konsep matemtis. Sebelum tes diberikan kepada siswa dikelas sampel, terlebih dahulu soal tes diuji Uji coba dilakukan pada kelas ini karena memiliki ciri yang sah dengan kelas sampel yaitu normal, homogen, dan memiliki kesamaan rata-rata. Uji coba ini dilakukan untuk menentukan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Setelah melaksanakan tes akhir, diperoleh data tentang pemahaman konsep matematis siswa pada materi lingkaran. Tes diberikan kepada siswa kelas Vi. 1 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated And Compositions (CIRC) dan tes juga diberikan kepada kelas Vi. 3 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Tes akhir diikuti oleh 56 orang siswa yang dimana 28 siswa dari kelas eksperimen dan 28 siwa dari kelas kontrol. Data kedua sampel dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 1 Hasil Perhitungan Data Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas Nilai Maks Eksperimen Kontrol Nilai Min yeoI 70,9286 57,8571 17,3652 18,7315 301,55 350,868 Pada bagian ini peneliti menjelaskan analisis data hasil penelitian yang diperoleh selama proses pembelajaran yaitu menggunakan uji normalitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah data kelas sampel berdistribusi normal atau tidak . Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji Liliefors. Hasil yang diperoleh dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kelas Sampel Dengan Uji Liliefors Kelas Eksperimen Kontrol 0,074 0,093 0,161 0,161 Kesimpulan Data berdistribusi normal Data berdistribusi normal Berdasarkan tabel di atas di peroleh ya0 < yaycycaycayceyco pada kedua kelas sampel, sehingga dapat disimpulkan bahwa data kedua kelas sampel berdistribusi normal. Penulis juga menggunakan software minitab dalam melakukan uji normalitas untuk membandingkan dengan hasil sebelumnya. Dari hasil perhitungan uji homogenitas variansi kedua kelas sampel dengan menggunakan uji F, hasil perhitungan diperoleh yceEaycnycycycuyci =0,859441. Jika yu = 0,05 dari daftar sebaran F dengan . c1 )( yc2 ) = . diperoleh yceycycaycayceyco = 1,88 dengan begitu yceEaycnycycycuyci O yceycycaycayceyco. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel memiliki variansi yang homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas dengan uji F. Peneliti juga menggunakan bantuan Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 441 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi software minitab dalam melakukan uji homogenitas variansi untuk homogennya data. Hasil perhitungan uji homogen sampel dengan software minitab diperoleh ycEycycaycoycyce = . Sehingga didapatkan ycEycycaycoycyce > yu, dengan begitu sampel memiliki variansi yang homogen. Setelah diketahui bahwa kedua kelas sampel berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Uji- t. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada kedua kelas sampel diperoleh bahwa nilai ycEaycnycycycuyci = 2,71 dan ycycycaycayceyco = = 1,67. Kriteria pengujian ya0 = diterima dengan ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco sedangkan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco ya0 = Berdasarkan perhitungan diperoleh ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 2,71 > 1,67. Sehingga ya0 ditolak. Peneliti juga menggunakan bantuan software minitab diperoleh ycEycycaycoycyce = lebih kecil daripada nilai taraf nyata yu = 0,05. Berdasarkan analisis data sampel, bahwa nilai rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol. Dimana nilai rata-rata kelas eksperimen 70,93 dan kelas kontrol yaitu 57,86. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol. dapat juga dilihat dari hasil uji hipotesis yang menggunakan uji-t dan Software Minitab. Perhitungan memperoleh bahwa ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco , sehingga ya0 ditolak. Begitu juga dengan pengujian pada Software Minitab yang diperoleh ycEycycaycoycyce < yu = 0,009 < 0,05 sehingga tolak ya0 dan terima ya1 . Dapat disimpulkan ya1 diterima dengan arti kata AuPemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) lebih baik daripada pembelajaran konvensional pada Kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 KayutanamAy. PEMBAHASAN Model Pembelaran Cooperative Integrated And Compositions (CIRC) adalah model pembelajaran yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya (Amin & Linda Yurike,2. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam bentuk diskusi sangat menemukan keberhasilan siswa dalam memahami segala konsep dalam pembelajaran. Model pembelajaran ini menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil, yaitu antara 46 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda . (Herneta, 2. Dalam bentuk kelompok kecil siswa saling berdiskusi membantu memahami konsep-konsep dalam pembelajaran. Pemahaman siswa akan menjadi kuat karena siswa sendiri yang menemukannya melalui diskusi berkelompok . Berdasarkan analisis data sampel, bahwa nilai rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol. Hal tersebut disebabkan karena pada kelas eksperimen ditetapkan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) yang dapat berdampak positif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa karena dalam menggunakan model pembelajaran ini menerapkan pembelajaran berkelompok dengan cara berdiskusi untuk memahami isi LKS dan memahami konsep matematis pada bahan bacaan yang terdapat di LKS. Pada salah satu langkahlangkah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) Siswa diharuskan mencari pokok permasalahan pada bahan bacaan yang terdapat dalam LKS serta mengkritik isi . okok permasalaha. , dan saling berargument dalam kelompok untuk memastikan jawaban mereka sudah tepat, dengan cara mengenalkan tentang suatu Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 442 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 436-444, Nurul Ramadhani. Isnaniah. Imamuddin. Rusdi konsep yang baru yang mengacu pada proses pembelajaran berkelompok. Model pembelajaran ini yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya sehingga dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman konsep matematis (Amin & Linda Yurike,2. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdul Rahman tahun 2020, dalam jurnalnya menyatakan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran CIRC meningkat lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkn bahwa model pembelajaran CIRC dalam pemahaman konsep matematis siswa lebih baik dari pembelajaran Konvensional (Abdul Rahman, 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasakan permasalahan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pemahaman konsep matematis siswa menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas Vi SMP Negeri 2 2x11 kayutanam Tahun Pelajaran 2024/2025. Dalam melaksanakan penelitian ini, masih terdapat kendala yang harus dihapai oleh peneliti yaitu pada proses pembelajaran peneliti kurang bisa membagi waktu dengan baik dan banyak menghabiskan waktu ketika peneliti membagi siswa dalam bentuk kelompok. Siswa masih bingung dengan menggunakan model pembelajaran dalam proses pembelajaran, karena sudah terbiasa dengan model pembelajaran konvensional dimana konsep pembelajaran diberikan langsung oleh guru dan siswa kesulitan dalam menyelesaikan LKPD karena belum terbiasa mengerjakan soal pemahaman konsep matematis. Peneliti menyarankan guru untuk menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) dalam proses Karena melihat model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compositions (CIRC) memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep matematis pada mata pelajaran matematika. DAFTAR PUSTAKA