Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 3 No. eISSN: 2797-1902 The Effect of Brand Image. Price and Social Media Marketing on Chatime Product Purchasing Decisions Ravindra Ardiana Darmadi . Aishah Norzianawati. Friztina Anisa. Ida Uliyah Department of Management. Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang 56172. Indonesia ravindra@unimma. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 18/01/2023 Revised: 12/02/2023 Accepted: 10/03/2023 Abstract This study aims to test the effect of brand image, price and social media marketing on purchasing decisions. The sample for this research is the public who have made purchases at Chatime. The sampling method used purposive sampling with a total sample of 115 The analytical tool used is multiple linear regression. The results of this study show that brand image, price and social media marketing have no effect on purchasing decision made by customer. Keywords: Brand image. Price. Social media marketing. Purchase decision Pengaruh Citra Merek. Harga dan Pemasaran Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Produk Chatime Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh citra merek, harga dan pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian. Sampel penelitian ini adalah masyarakat umum yang pernah melakukan pembelian di Chatime. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 115 responden sebagai metode pengambilan data dan regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis. Penelitian menunjukkan hasil bahwa citra merek, harga dan pemasaran media sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Kata kunci: Citra Merek. Harga. Pemasaran media sosial. Keputusan pembelian Pendahuluan Industri makanan dan minuman (Food and Beverage (F&B)) Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi untuk menjadi pemain kunci dalam rantai suplai global . Kondisi ini merupakan hasil cerminan dari peran penting industri makanan dan minuman yang berkontribusi sebesar 39,17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas pada triwulan 2 pada tahun 2023. Selain itu, ekspor industri makanan dan minuman Indonesia mencapai USD 48,6 miliar pada tahun 2022 . Dalam industi makanan dan minuman terdapat segmen minuman yang didalamnya ada pasar bubble tea. Pasar bubble tea di ranah global mencapai nilai USD 2,46 miliar pada tahun 2023 dan akan diprediksi tumbuh sampai dengan nilai USD 4,78 miliar pada tahun 2024 . Pada saat ini buble tea menjadi minuman yang populer khususnya pada generasi Y dan Z . Di Indonesia, terdapat beberapa produsen susu dan bubble tea yang secara merek sudah dikenal di masyarakat, yaitu Chatime. Chill Bubble Tea, dan Hop-hop. Dalam kurun waktu Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. tiga tahun, dari tahun 2021 sampai dengan 2023 Chatime memiliki kekuatan brand . yang tertinggi dari pada dua pesaingnya . Tabel 1 menunjukkan perbandingan indeks masing-masing merek dari tahun 2021 sampai dengan 2023. Tabel 1. Perbandingan brand index tahun 2021 sampai 2023 Nama Brand Chatime 52,40 Chill Bubble Tea Hop-Hop Sumber: https://w. topbrand-award. com/komparasi_brand/ 59,00 61,80 Chatime selaku produsen susu dan bubble tea juga memiliki angka penjualan yang baik dalam industri makanan dan minuman di Indonesia. Menurut . chatime menjadi satusatunya produsen susu dan bubble tea yang masuk kedalam 10 besar pembelian produk dalam industri F&B di Indonesia, bersaing dengan raksasa fast food Indonesia, seperti Mcdonald. KFC. Pizza Hut, dan Hokben pada tahun 2021-2022. Tabel 2 menunjukkan 10 besar industri F&B di Indonesia. Tabel 2. 10 Besar industri makanan dan minuman (Food and Beverage (F&B)) di Indonesia Nama Brand Kategori McDonald's (Rekso Grou. KFC (Fastfood Indonesia PT. Tb. Pizza Hut (Sarimelati Kencana PT. Tb. Starbucks (Sari Coffee Indonesia PT) Hokben (Eka Bogainti PT) Kopi Kenangan (Bumi Berkah Boga PT) Restoran Sederhana (Sederhana Citra Mandiri PT) Chatime (Kawan Lama Sejahtera Grou. Fast food restaurant Fast food restaurant Fast food restaurant Coffee shop Fast food restaurant Coffee shop J Co Donuts & Coffee (Johnny Andrean Grou. Kopi Janji Jiwa (Luna Boga Narayan PT) Makanan tradisional Indonesia Restoran susu dan bubble tea Bakery and coffee shop Coffee shop Jumlah Jumlah Penjualan (USD milio. 1,100 Sumber: USDA (United States Departement of Agricultur. Kekuatan citra merek yang sangat kuat dari Chatime mengindikasikan bahwa pembelian produk Chatime juga sangat tinggi. Ae. juga menegaskan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Citra merek begitu penting karena menciptakan presepsi bahwa perusahaan yang bersangkutan akan memiliki sebuah nilai lebih dan menjadi refrensi penting terutama untuk calon pelanggan baru, sehingga sebuah perusahaan bisa mencapai tujuan yang diinginkan . Selain citra merek, faktor kedua, yaitu harga juga bisa mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen . Ketika memebicarakan keputusan pembelian, harga merupakan faktor pengendali yang dapat mengendalikan keputusan Harga yang tinggi akan memberikan indikasi akan produk yang bagus dan berkualitas . Faktor ketiga adalah pemasaran media sosial. Pemasaran media sosial dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen . Pemasaran media sosial dianggap bentuk paling efektif dalam menjalain hubungan baik dengan konsumen . Adanya sosial media membuat para pelaku bisnis, organisasi, dan pemerintah mencari cara dalam mencapai hal lebih besar dengan pengeluaran efisien . Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa hasil dari ketiga faktor tersebut tidak selalu menyatakan hal yang sama. , . Ae. menyatakan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sedangkan . Ae. menyatakan bahwa citra merek Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian dan . , . menyatakan bahwa citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. , . , . menyatakan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sedangkan . , . , . menyatakan bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dan . , . menyatakan bahwa harga berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian. , . Ae . menyatakan bahwa pemasaran media sosial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sedangkan . Ae. menyatakan bahwa pemasaran media sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil yang tidak konsisten yang diperoleh dari penelitian terdahulu atas variabel citra merek, harga, dan pemasaran media sosial menunjukkan adanya celah penelitian dari ketiga variabel tersebut. Hal tersebut juga ditambahkan dengan bukti bahwa Chatime merupakan salah raksasa produsen susu dan bubble tea di Indonesia. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk menguji pengaruh citra merek, harga, dan pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian pada produk Chatime. Literatur Review Theory of Planned Behaviour (TPB) Theory of Reasoned Action (TRA) merupakan teori yang mengawali Theory of planned Behaviour (TPB), dimana TRA pertama kali dicetuskan oleh . Dalam perjalanannya. TRA mengalami perkembangan melalui penelitian yang dilakukan oleh . , . TRA mengatakan bahwa perilaku seseorang didorong oleh niat dari perilaku, sedangkan perilaku deipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif dari seseorang. Sikap diartikan sebagai rasa baik maupun buruk dari seseorang terkait tindakannya. Rasa baik maupun buruk dari sebuah sikap dinilai dari keyakinan seseorang akan dampak yang ditimbulkan atas sikap yang dilakukan. Sedangkan norma subjektif diartikan sebagai persepsi individu terkait tindakan yang ingin maupun tidak ingin dilakukan. TRA memiliki beberapa batasan yaitu adanya resiko kerancuan antara sikap dan norma. Hal tersebut terjadi karena sikap dan norma kerap diartikan sebagai sesuatu yang sama. Batasan atas TRA kemudian terjawab oleh TPB. TPB dikembangkan oleh . dan mengalami perkembangan atas penelitian yang dilakukan kembali oleh . TPB mengatakan bahwa yang mempengaruhi perilaku tidak hanya sikap dan norma subjektif, tetapi ada penambahan variabel yaitu persepsi seseorang atas mudah atau tidaknya perilaku tersebut dapat dilakukan. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Citra merek adalah gambaran dari keseluruhan pandangan yang terbentuk dari ide dan pengalaman merek di masa lalu . Citra merek yang baik akan memberikan keyakinan kepada konsumen karena konsumen akan lebih mudah untuk mengenali produk tersebut. Ketika konsumen mudah mengenali produk, maka hal tersebut merupakan indikasi bahwa citra merek yang dibangun oleh produsen tergambar baik oleh para konsumen. TPB mengatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif dan persepsi. Jika dilihat dari teori tersebut maka semakin baik citra merek yang terbangun antara pihak produsen kepada konsumen maka sikap, norma dan persepsi konsumen atas produk tersebut akan bernilai baik. Nilai baik dari sikap, norma dan persepsi tersebut akan mendorong konsumen untuk memutuskan membeli produk dari produsen tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh . Ae. yang mengatakna bahwa citra merek Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Maka dari itu Hipotesis pertama dari penelitian ini adalah sebagai berikut. H1: Citra Merek Berpengaruh Positif Terhadap Keputusan Pembelian Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Harga adalah nilai dari suatu produk dalam bentuk uang yang harus dikorbankan atau dikeluarkan oleh konsumen guna mendapatkan produk yang diinginkan . Semakin tinggi pengorbanan yang dilakukan konsumen atas produk yang diinginkan maka hal tersebut akan berpengaruh kepada keputusan pembelian yang mereka lakukan. Keputusan pembelian pada produk dengan harga yang tinggi mengindikasikan bahwa produk yang dibeli bagus dan berkualitas . Jika dilihat dari TPB, maka harga yang tinggi akan memberikan persepsi bahwa produk tersebut bagus dan berkualitas. Persepsi tersebut akan mendorong konsumen untuk membeli produk dengan harga yang tinggi. Hal ini didukung oleh penelitian dari . , . , . , yang mengatakan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Maka dari itu, hipotesis kedua dari penelitian ini adalah sebagai berikut. H2: Harga Berpengaruh Positif Terhadap Keputusan Pembelian Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pemasaran media sosial merupakan hal dianggap bentuk paling efektif dalam menjalain hubungan baik dengan konsumen . Pemasaran ini dilakukan melalui media digital sebagai langkah untuk mengnalkan produk kepada para pelanggan maupun calon pelanggan produsen. Pemasaran ini merupakan salah satu cara yang efisien untuk mencari pasar yang lebih besar bagi para produsen . Dilihat dari TPB, pemasaran media sosial ini dapat memberikan pengaruh terhadap persepsi melalui cara pemasaran yang dilakukan oleh produsen. Semakin gencar dan menarik pemasaran media sosial yang dilakukan oleh produsen, maka semakin baik juga produsen dapat memberikan perspektif baik atas produk mereka dan hal ini akan mengakibatkan semakin tinggi juga keputusan pembelian yang dilakukan oleh para konsumen atas produk tersebut. Argumen ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh . , . Ae. yang menyatakan bahwa pemasaran medai sosial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, hipotesis ketiga dari penelitian ini adalah sebagai berikut. H3: Pemasaran Media Sosial Berpengaruh Positif Terhadap Keputusan Pembelian Metode Populasi dan Sampel Populasi dalam peneliian ini adalah konsumen yang pernah membeli produk Chatime, sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Konsumen pernah membeli produk Chatime. Konsumen pernah mengakses akun media sosial Chatime. Konsumen merupakan warga yang tinggal di kota maupun kabupaten Magelang Data Penelitian Jenis data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar kepada konsumen yang membeli produk Chatime. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel Untuk mengukur masing-masing variabel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan indikator yang relevan atas masing-masing variabel. Indikator dari masing-masing variabel dalam penelitian ini tersaji pada Tabel 3. Tabel 3. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel No. Variabel Keputusan Pembelian Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial Indikator Pengenalan masalah. Pencarian informasi. Evaluasi alternatif. Keputusan membeli. Corporate image. User image. Product image. Keterjangkauan harga. Kesesuaian harga dengan produk. Daya saing harga. Kesesuaian harga dengan manfaat. Content creation. Content sharing. Connecting. Community Building. Sumber , . , . , . , . Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidak kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner yang digunakan . Uji validitas instrumen kuesioner dalam penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah pengujian yang digunakan untuk mengukur reliabel atau tidak kuesioner yang digunakan dalma penelitian. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu dengan menggunakan alat ukur yang sama. Pengujian dilakukan dengan menghitung Cronbach Alpha dari masing-masing indikator yang digunakan dalam variabel. Analisis Regresi Linear Berganda Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier Regresi linier berganda dipilih untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) . Berikut ini merupakan persamaan analisis regresi linier dalam penelitian ini: ycyc = yu yuya ycyc yuya yc yuyc ycycyc yeI Keterangan: KP = Keputusan pembelian . ariabel depende. yu = Konstanta. yu1 Oeyu3 = Nilai koefisien CM = Citra merek. H = Harga. PMS = Pemasaran sosial media. e = Standar eror . ilai resid. Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. digunakan mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen . Semakin tinggi nilai koefisien determinasi, maka semakin variabel independen dapat menerangkan variabel dependen dan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. Uji f Uji f dalam penelitian ini digunakan untuk menguji apakah model yang digunakan telah fit atau tidak . Nilai signifikansi () yang digunakan untuk menilai hasil hipotesis uji F adalah 5% dengan derajat kebebasan pembilang df = k-1 dan derajat kebebasan penyebut df = n-k, di mana k adalah jumlah variabel bebas. Uji t Uji t dalam penelitian ini digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan nilai signifikansi 0,05. Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Peneliti menggunakan statistik deskriptif untuk memberikan ringkasan data Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 115 responden. Statistik deskriptif penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Keputusan Pembelian Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial Minimum Maximum Mean 18,45 13,79 18,56 18,23 Standar Deviation 1,933 1,494 1,639 2,124 Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas pada penelitian ini menggunakan pengujian CFA dengan sampel sebanyak Hasil Uji validitas pada penelitian ini terlampir pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pembelian Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial Keputusan Pembelian Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial KMO and Bartlett's Test 0,647 Indikator KP_1 KP_2 KP_3 KP_4 CM_1 CM_2 CM_3 H_1 H_2 H_3 H_4 PMS_1 PMS_2 PMS_3 PMS_4 MSA 0,680 0,553 0,662 0,852 0,848 0,892 0,777 0,526 0,505 0,608 Loading Factor 0,720 0,785 0,824 0,726 0,690 0,584 0,629 0,689 0,755 0,834 0,682 0,704 0,786 0,842 0,718 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Ravindra Ardiana Darmadi et al. Dari pengujian yang telah dilakukan pada Tabel 5. Diketahui bahwa nilai signifikansi Kaiser-Meyer-Olkin Measure (KMO) adalah kurang dari 0,05. Nilai dari Measures of Sampling Adequacy (MSA) dan Loading Factor lebih dari 0,5. Ketiga nilai tersebut menyimpulkan bahwa seluruh kuesinoner yang terkumpulkan dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya. Uji Reliabilitas Uji berikutnya adalah dengan melakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai Cronbach Alpha, ketika nilai Chronbach Alpha lebih dari 0,7 maka hasil kesioner dianggap reliabel. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha Variabel Keputusan Pembelian Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 0,754 0,829 0,759 0,879 Analisis Regresi Linear Berganda Uji regresi linier berganda tersaji pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Analisis regresi linear berganda Unstandardized Coefficients Variabel (Constan. Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial 11,423 -0,144 0,429 0,058 Std. Error 1,988 0,165 0,238 0,154 Standardized Coefficients Sig. 5,4747 -0,871 1,802 0,374 0,001 0,385 0,074 0,709 Beta -0,111 0,365 0,062 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel hasil analisis regresi linear berganda pada Uji regresi linier berganda tersaji pada Tabel 7, maka persamaan regresinya adalah: KP = 11,423 (-0,. CM 0,429H 0,058PMS Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi pada Tabel 8. besarnya koefisien determinasi adalah 0,125. Hasil dari pengujian mengindikasikan bahwa citra merek, harga dan pemasaran media sosial mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 12,5%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar penelitian ini. Tabel 8. Hasil uji koefisien determinasi 0,353 R Square 0,125 Adjusted R Square 0,101 Std. Error of the Estimate 1,833 Uji f Hasil pengujian uji f pada Tabel 9. menunjukkan nilai Fhitung sebesar 36,63 yang lebih besar dari pada Ftabel 5,230 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05. Hasil pemgujian menunjukkan bahwa model penelitian yang digunakan pada penelitian ini fit. Tabel 9. Hasil uji f Model Regression Residual Total Sum of Squares 52,697 369,487 422,184 Mean Square 17,566 3,359 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. 5,230 Sig. 0,002 Ravindra Ardiana Darmadi et al. Uji t Hasil uji t menunjukkan bahwa seleuruh variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Hasil statistik uji t ditunjukkan pada Tabel 10. Tabel 10. Hasil uji t Variabel Citra Merek Harga Pemasaran Media Sosial -0,111 0,365 0,062 -0,871 1,802 0,374 Sig. 0,385 0,074 0,709 Ttabel Keterangan H1 tidak diterima H2 tidak diterima H3 tidak diterima Pembahasan Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Hasil uji regresi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil ini terjadi karena tindakan konsumen yang melakukan pembelian pada produk Chatime tidak didasari atas citra merek yang telah dibangun oleh Chatime. Hal ini terjadi karena keputusan konsuemn untuk melakukan pembelian produk didasari atas kebutuhan mereka atas sebuah produk. Sebaik apapun citra merek yang telah produsen berikan pada sebuah produk tetapi konsumen tidak membutuhkan produk tersebut maka konsumen tidak akan melakukan keputusan Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh . , . yang meyantakan bahwa citra merek tidak berpengaruh terhadapa keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Hasil uji regresi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hal ini didasari pada hasil kuesioner dimana konsumen Chatime tidak menjadikan harga sebagai indikator untuk melakukan pembelian produk Hal ini terjadi karena keputusan konsumen untuk membeli produk tidak didasari atas harga yang di tawarkan tetapi didasari atas kebermanfaatan produk. Ketika konsumen menganggap bahwa produknya bermanfaat, maka konsumen akan membeli produk tersebut meskipun harganya mahal. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh . , . , . yang menyatakan bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Pemasaran Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Hasil uji regresi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemasaran media sosial tidak berpengaruh terhadapa keputusan pembelian. Hasil ini terjadi karena konsumen tidak melakukan terpengaruh atas promo-promo dan tawaran yang telah dilakukan Chatime pada platform media sosial. Hal ini dikarenakan konsumen lebih melihat kebutuhan mereka atas produk yang ditawarkan. Ketika merka membutuhkan sebuah produk mereka akan mencarinya tanpa perlu mengetahui proses pemasaran yang dilakukan suatu brand. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh . Ae. yang menyatakan bahwa pemasaran media sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek, harga dan pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian. Sampel yang diampil dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 115 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu citra merek, harga dan pemasaran media sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen pada produk Chatime. Hasil ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tidak didasari atas citra merek, harga dan pemasaran media sosial yang telah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Ravindra Ardiana Darmadi et al. dibangun oleh sebuah brand tetapi keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen didasari atas kebutuhan konsumen atas sebuah produk, sehingga ketika konsumen membutuhkan sebuah produk maka mereka akan membelinya dan jika mereka tidak membutuhkan maka konsumen tidak akan membeli produk tersebut. Referensi