http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Artikel Penelitian The Effect of Health Education with Pop Ae Up Book Media on Increasing Adolecent Knowledge Related to Premenstrual Syndrome Dwi Setya Damayanti1 Dini Kurniawati2 Eka Afdi S3 Abstrak Premenstrual Syndrome merupakan sebuah kumpulan gejala yang terjadi pada wanita biasanya saat 6-10 hari sebelum menstruasi dimulai serta akan hilang dengan sendirinya saat menstruasi telah dimulai. premenstrual syndrome juga merupakan suatu gejala yang tidak menyenangkan baik secara psikis maupun fisik, yang terjadi pada perempuan menjelang masa menstruasi. Kurangnya pengetahuan tentang premenstrual syndrome pada remaja putri dapat berdampak pada kesiapan atau ketidaksiapan dalam mengatasi gejala Ae gejala premenstrual syndrome yang terkadang dapat berdampak negatif pada aktivas sehari Ae hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media pop up book terkait pengetahuan remaja putri mengenai premenstrual syndrome. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental dengan pendekatan one grup pretest dan post-test design. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 77 remaja putri SMP Negeri 6 Jember. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat, hasil uji paired sampel t-test yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan nilai sig. -taile. sebesar 0,000 atau < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media pop up book terhadap pengetahuan remaja putri terkait premenstrual syndrome. Kata Kunci : Premenstrual Syndrome. Pendidikan Kesehatan. Pop up book Abstract Premenstrual Syndrome is a collection of symptoms that occur in women usually 6-10 days before menstruation begins and will disappear by itself when menstruation has started. Premenstrual syndrome is also an unpleasant symptom, both psychologically and physically, which occurs in women before their menstrual period. Lack of knowledge about premenstrual syndrome in young women can have an impact on readiness or unpreparedness in overcoming the symptoms of premenstrual syndrome which can sometimes have a negative impact on daily activities. The purpose of this study was to determine the effect of providing health education using pop-up book media related to the knowledge of young women about premenstrual syndrome. The research design used was pre-experimental with a one-group pretest and post-test design approach. The method of sampling the data was cluster random sampling, with the number of respondents as many as 77 young women SMP Negeri 6 Jember. The data were analyzed using univariate and bivariate, and the results of the paired sample t-test showed that there was a significant effect before and after being given treatment with a sig value. -taile. 000 or <0. Based on the results of the research, it can be concluded that there is an effect of providing health education using pop-up book media on the knowledge of young women regarding premenstrual syndrome. Keywords: Premenstrual Syndrome,health education,pop up book Submited : 1 Maret 2022 Revised : 26 Maret 2022 Affiliasi penulis : Departemen Keperawatan Maternitas. Fakultas Keperawatan. Universitas Jember Korespondensi : AuDwi Setya DAy eka. afdi@gmail. com Telp: PENDAHULUAN Remaja merupakan suatu masa dalam tahapan yang berlangsung yaitu masa pertumbuhan serta perkembangan manusia, hal yang salah satunya terjadi pada wanita yaitu pematangan organ reproduksi yaitu terjadinya menstruasi. Pada saat remaja putri kali pertama mengalami menstruasi sangat diperlukan mendapatkan suatu informasi yang benar. Setiap informasi yang telah Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 19 Mei 2022 disiapkan untuk dibagikan juga harus diperhatikan serta dipertimbangkan dalam tahapan dan isi yang diberikan sehingga mereka nyaman dan sesuai dengan tingkatan dewasa yang sedang mereka alami (Ernawati , 2. Sebuah pengetahuan yang seseorang punya bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada, diantarnya ialah adalah informasi. Pengetahuan yang berpengaruh bagi seseorang, seseorang yang memiliki sumber informasi yang lebih akan memiliki pengetahuan yang lebih banyak pula Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 (Purwasih dkk. , 2. seorang remaja putri yang memiliki pengetahuan kurang terkait premenstrual syndrome (PMS) merupakan remaja yang tidak dapat menerima informasi yang baik pada saat disekolah terutama pada pelajaran biologi megenai menstruasi yang premenstrual syndrome (PMS) . Kurang aktifnya remaja putri terkait pemanfaatan teknologi serta media massa dalam premenstrual syndrome (PMS), kurangnya komunikasi kepada orang tua juga dapat remaja putri. data demografi yang ada, populasi terbanyak ialah pada remaja sejumlah 36 juta jiwa . %) remaja putri di Indonesia. Data yang ada di Indonesia menunjukan bahwa kurang lebih 40% perempuan dengan kisaran usia 12-50 tahun syndrome (PMS) serta sejumlah 2-12% mengalami gejala premenstrual syndrome (PMS) berat. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari 259 orang, 109 diantaranya mengalami premenstrual syndrome (PMS) yang mengakibatkan penurunan konsentrasi berubahnya konsetrasi dalam belajar dan perubahan mood(Gurning dan Pademme. Premenstrual Syndrome dapat disebabkan akibat beberapa faktor yaitu ialah kadar hormon progesteron yang rendah, hipoglikemi, hiperprolaktinemia, kekurangan serotonin, meningkatnya seperti hormon aldosteron, renin-angiotensin (RAA) dan hormon adrenal, kekurangan vitamin serta mineral (A. E B6. Kalsiu. (Arisman, 2008 dalam (Julianti et al. , 2. Promosi kesehatan adalah merupakan pembaharuan terhadap kata pendidikan kesehatan yang mana kedua istilah ini dapat disamakan karena tetap mengedepankan visi dan misi utama dari pendidikan kesehatan yaitu masyarakat dapat berperilaku hidup sehat, dalam arti masyarakat tahu, mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan (Notoatmodjo, 2011 dalam (Ahmad et al. Menurut Criticos dalam Daryanto . , media adalah suatu perantara sebagai pembawa pesan yang berasal dari disampaikan kepada komunikan. Media Pop Up Book adalah merupakan suatu media yang memberikan tampilan unsur gambar . yang termasuk dikategorikan dalam Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman media tiga dimensi. AuMedia tiga dimensi yang sering digunakan dalam pengajaran adalah model dan bonekaAy (Sudjana dan Rivai, 2015:. Djijar . AuPop Up Book merupakan buku yang di dalamnya jika dibuka maka muncul gambar atau tulisan yang timbul . iga dimens. Ay(Dhamayanti dkk. Hasil penelitian (Ratih dkk. , 2020. yang mengatakan bahwa Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media pop Ae up book ialah suatu media yang efektif bagi anak usia 12 - 16 tahun karena media pop Ae up book memiliki halaman yang saat nantinya dibuka memiliki kesan 3 dimensi dan mampu memberikan suatu visualisasi yang lebih Media pop Ae up book dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif serta mampu menggambarkan suatu pembelajaran yang abstrak menjadi jelas karena pembelajaran divisualisasikan. Melihat fenomena diatas maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian intervensi Pendidikan Kesehatan dengan media pop up book terhadap pengetahuan remaja terkait premenstrual syndrome pada remaja putri SMP Negeri 6 Jember. METODE Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif statistic deskriptif dengan desain penelitian Pre-experimental. Dengan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini ialah remaja putri SMP Negeri 6 Jember, dan besar sampel 77 orang remaja putri, yang didapatkan dengan melakukan Teknik cluster sampling. Data dilakukan uji analisis dengan menggunakan uji paired sampel t-test, dengan didapatkan taraf signifikansi 0,000 HASIL Berdasarkan analisis data maka didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi frekuensi berdasarkan Umur Remaja Putri Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Jumlah . Presentase (%) 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun Total Jumlah Data Primer, 2022 Pengetahuan mengenai Premenstrual Syndrome pada kelompok eksprimen pada kuesioner pretest didapatkan data terbanyak mengenai pengetahuan remaja putri terkait Premenstrual Syndrome dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 46 . ,7%) dan di dapatkan jumlah paling sedikit ialah pada tingkat kurang sebanyak 9 . ,7%) Data Primer, 2022 Berdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa 77 responden pada penelitian ini, menyatakan modus umur reposponden di SMP Negeri 6 Jember ialah 13 tahun yaitu sebanyak 54 responden . ,1%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Kelompok Eksperimen Pada Remaja Putri di SMP Negeri 6 Jember Setelah dilakukan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang PMS . Tabel 2. Hasil uji analisis rata Ae rata pretestposttest pengetahuan remaja Remaja Putri MinMax Mean Pretest Jumlah . 70,38 12,17 Posttest 87,22 8,19 Remaja Putri Tingkat Pengetahuan Baik Frekuensi . Presentase (%) Cukup Kurang Jumlah Std. Data Primer, 2022 Pengetahuan Premenstrual Syndrome pada kelompok eksperimen pada kuesioner pretest memiliki skor nilai minimal dan maksimal yaitu 33 dan 93, sedangkan pada kuesioner posttest memiliki skor minimal dan maksimal yaitu 73 dan 100. Lalu mean pada pretest yaitu 70,38 dan posttest yaitu 87,22. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Kelompok Eksperimen Pada Remaja Putri di SMP Negeri 6 Jember Sebelum dilakukan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang PMS . re-tes. Remaja Putri Tingkat Pengetahuan Baik Frekuensi (F) Presentase (%) Cukup Kurang Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Pengetahuan mengenai Premenstrual Syndrome pada kelompok eksprimen pada kuesioner post test didapatkan data terbanyak mengenai pengetahuan remaja putri terkait Premenstrual Syndrome dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak 64 . ,1%) dan di dapatkan jumlah paling sedikit ialah pada tingkat cukup sebanyak 13 . ,9%). Tabel 5. Hasil Data Pengaruh Pendidikan Kesehatan Premenstrual Syndrome Melalui Media Pop Up Book Kelompok Sig. -taile. Pretest-postest 0,000 Uji statistik menggunakan paired sampel test didapatkan nilai sig. -taile. sebesar 0,000 atau < 0,05 artinya dalam uji paired sampel t-test menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang dapat disimpulkan bahwa menunjukkan adanya Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 perbedaan perlakuan yang diberikan. PEMBAHASAN Sesuai dengan hasil penelitian bahwa Pendidikan Kesehatan menggunakan media pop up book terhadap Berdasarkan tingkat pengetahuan remaja putri di SMP Negeri 6 Jember sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dengan menggunakan media pop up book tingkat pengetahuan remaja terbanyak terdapat pada kategori cukup dengan jumlah yaitu 46 . ,7%), responden mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan informasi atau pengetahuan terkait premenstrual syndrome. Tingkat pengetahuan remaja putri di SMP Negeri 6 Jember setelah diberikan Pendidikan Kesehatan menggunakan media pop up book tingkat pengetahuan remaja terbanyak terdapat pada kategori baik yaitu 64 . ,1%) Pendidikan kesehatan yang diberikan sejak dini, akan memudahkan remaja mencapai sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab . i luh putu Deviani dkk. Pendidikan kesehatan biasanya dapat disampaikan dengan menggunakan media atau tanpa menggunakan media, salah satunya menggunakan media pop up book ialah suatu media yang dapat membuat berjalannya proses belajar menjadi lebih menarik bagi anak usia sekolah (Ratih dkk. Sebuah informasi yang didapat yang nantinya akan menambah pengetahuan dapat diterima seseorang melalui indera. Pengetahuan yang didapat paling banyak dari indera pandang akan disalurkan pada otak, kurang lebih 75-87% dari pengetahuan manusia diperoleh melalui indera pandang. Maka dari itu peningkatan pengetahuan dengan menggunakan media visual sangat signifikan(Hendriani dkk. , 2. Hasil analisa data yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan dengan media pop up book mengenai premenstrual syndrome pada remaja putri di SMP Negeri 6 Jember menggunakan uji paired sampel t-test maka didapatkan suatu nilai sig. < 0,05 yaitu 0,000 yang dapat diartikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman intervensi diberikan. Pengetahuan individu yang dimiliki mengenai premenstrual syndrome mengalami perubahan saat setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media pop up book. Pengetahuan seseorang terkait premenstrual syndrome tentunya sangat berpengaruh mengantisipasi serta dapat mengatasi premenstrual syndrome dengan lebih baik. SIMPULAN Pada penelitian ini kelompok usia 13 tahun menjadi usia responden terbanyak yaitu dengan jumlah 54 . ,1%), sedangkan responden paling sedikit ialah pada kelompok usia 14 tahun yaitu sebanyak 5 . ,5%). Pada mean pretest dan posttest didapatkan hasil yang berbeda yaitu pada pretest dengan mean 70,38 sedangkan pada posttest yaitu 87,22. Pada tingkat pengetahuan remaja putri saat pretest sebelum diberikan perlakuan intervensi didapatkan dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 46 . ,7%), serta saat postest dan telah diberikan perlakuan intervensi didapatkan dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak 64 . ,1%). Hasil uji statistic dengen t-test didapatkan nilai sig. -taile. sebesar 0,000 atau < 0,05. DAFTAR PUSTAKA