JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Pemanfaatan Digital Marketing untuk Pemasaran dan Promosi Kain Jumputan Khas Kota Palembang di Desa Burai Ni Wayan Priscila Yuni Praditya. Dhamayanti. Nining Ariati. Sistem Informasi/ Fakultas Ilmu Komputer dan Sains/ Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jendral Sudirman No. 629 Km. 4 Palembang 30129 *Email Penulis Koresponden: niwayanpris@uigm. Received: 03/02/26. Revised: 21/04/26. Accepted: 28/04/26 Abstrak Kain jumputan merupakan kain tradisional khas Kota Palembang yang dibuat menggunakan teknik mengikat dan mewarnai . ie-dy. Desa Burai merupakan salah satu sentra produksi kain jumputan dengan kualitas baik dan motif yang beragam. Namun, pemasaran produk kain jumputan yang dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata Burai Indah masih terbatas, karena sebagian besar penjualan dilakukan melalui pengepul sehingga jangkauan pasar menjadi sempit dan nilai jual produk relatif rendah. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Indo Global Mandiri melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan digital marketing sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemasaran dan promosi produk kain jumputan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Sadar Wisata Burai Indah dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi pembentukan tim, identifikasi stakeholder, analisis kebutuhan, perumusan solusi, persiapan, implementasi kegiatan, pendampingan, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 20 peserta dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari 13 pertanyaan terkait pemahaman digital marketing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum kegiatan berlangsung sebagian besar peserta belum memahami konsep digital marketing dan belum pernah memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Setelah kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilaksanakan, seluruh peserta telah memahami konsep digital marketing serta mampu membuat akun e-commerce dan media sosial sebagai media promosi. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 100% dari kondisi awal yang belum memahami menjadi memahami. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi digital marketing ini efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam memasarkan kain jumputan serta memperluas jangkauan pasar secara lebih luas. Kata kunci: Sosialisasi. Digital Marketing. Kain Jumputan. PkM. Pemasaran dan Promosi Abstract Jumputan fabric is a traditional textile originating from Palembang City, produced using the tie-dye Burai Village is one of the centers for jumputan fabric production, known for its good quality and diverse motifs. However, the marketing of jumputan products by the Burai Indah Tourism Awareness Group is still limited, as most sales are conducted through collectors, resulting in a narrow market reach and relatively low selling prices. Therefore, the Community Service team from Universitas Indo Global Mandiri conducted a socialization program on the utilization of digital marketing to improve marketing and promotional capabilities for jumputan products. This activity aimed to enhance the knowledge and skills of the Burai Indah Tourism Awareness Group members in utilizing digital media as a marketing tool. The implementation method included team formation, stakeholder identification, needs analysis, solution formulation, preparation, implementation, mentoring, and evaluation. The evaluation was conducted using pre-test and post-test administered to 20 participants with a questionnaire consisting of 13 questions related to digital marketing JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X The evaluation results indicated that prior to the activity, most participants did not understand the concept of digital marketing and had never utilized digital media for marketing After the socialization and mentoring activities were conducted, all participants understood the basic concepts of digital marketing and were able to create e-commerce and social media accounts as promotional media. Based on the comparison of pre-test and post-test results, there was a 100% increase in participantsAo understanding, from initially not understanding to fully Thus, the digital marketing socialization activity proved effective in improving participantsAo ability to market jumputan fabrics and expand market reach. Keywords: Socialization. Digital Marketing. Jumputan Fabric. PkM. Marketing and Promotion PENDAHULUAN Kain jumputan merupakan kain tradisional yang dibuat dengan menggunakan teknik mengikat dan mewarnai atau disebut dengan tie-dye (Rusdianasari et al. , 2. Pembuatan kain jumputan memakan proses yang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dibutuhkan beberapa bahan untuk membuat kain jumputan, mulai dari kain polos yang terbuat dari sutra atau katun, melukis dengan desain yang sudah ditentukan, mengikat kain menjadi bulatan kecil, mewarnai kain, hingga melepas ikatan kain dan menjamur kain (Purwanto, 2. Kain jumputan memiliki motif beragam seperti bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, dan terong. Selain motif tersebut, kain jumputan juga bisa dimodifikasi namun tetap dengan ciri khas kain jumputan yaitu unik dan elegan, handmade, banyak warna, dan memiliki nilai budaya (Puspasari et al. , 2. Kain jumputan memiliki daya tarik tersendiri untuk kolektor kain maupun pengguna kain. Kain jumputan biasanya dijual di pasar kain atau secara bisa juga didapatkan secara online. E-commerce dan bisnis online saat ini dapat menunjang berbagai industri kreatif untuk meningkatkan kreasi dan inovasi sehingga dapat bersaing di pasar global (Irianto et al. , 2. Berbagai jenis platform e-commerce dapat dimanfaatkan untuk pemasaran dan promosi seperti Tokopedia. Shopee. TikTok, dan media sosial lainnya (Pebriani et al. , 2023. Rehatalanit, 2. Proses pemasaran atau layanan melalui media digital, seperti internet, media sosial dan email ini disebut sebagai digital marketing (Dharma & Efrianda, 2. Pemanfaatan digital marketing ini bisa digunakan oleh berbagai industri (Rachmadi, 2. , salah satunya yaitu untuk pemasaran dan promosi kain jumputan yang diproduksi di Desa Burai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Burai yang berada di Kecamatan Tanjung Batu. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan ini di ikuti oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Burai Indah dengan antusias yang sangat baik. Kelompok Sadar Wisata Burai Indah biasanya akan memproduksi kain jumputan dan kain songket dengan kualitas yang sangat baik kemudian kain tersebut akan dikirim ke pengepul dengan harga berbeda-beda tergantung dari motif dan kerumitan yang dikerjakan. Harga kain jumputan diterima pengepul berkisar dari Rp. 000,-. Hal inilah yang membuat tim PkM tertarik untuk mengadakan sosialisasi pemanfaatan digital marketing sebagai media pemasaran dan promosi dengan tujuan untuk menjual kain jumputan dengan harga yang lebih tinggi sehingga pendapatan kelompok sadar wisata burai indah semakin meningkat. Sosialisasi pemanfaatan digital marketing di Desa Burai memanfaatkan Shopee sebagai media penjualannya dan media sosial seperti TikTok dan Instagram sebagai media promosinya. Hal ini dikarenakan jumlah pengguna Instagram dan TikTok menduduki posisi lima terbanyak menurut BPS 2024 yaitu instagram sebanyak 47,3% dan TikTok sebanyak 34,7% dari populasi 242 juta pengguna internet (Kamil & Ridho, 2. Tidak hanya pemanfaatan e-commerce dan media sosial, sosialisasi PkM ini juga memberikan tips atau cara agar tampilan yang digunakan untuk pemasaran dan promosi terlihat lebih menarik seperti cara pengambilan foto produk. Pengambilan foto akan berpengaruh pada respon konsumen yang mana semakin menarik foto yang ditampilkan akan bermanfaat dalam meningkatkan niat beli (Fauzi & Lina, 2. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Sadar Wisata Burai Indah dalam memanfaatkan digital marketing sebagai media pemasaran dan promosi kain jumputan, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Burai dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025 di Desa Burai. Kecamatan Tanjung Batu. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian memiliki beberapa tahapan yang akan dijelaskan berikut ini: Gambar 1. Metode atau Tahapan PkM Berdasarkan Gambar 1 di atas, berikut adalah penjelasannya : Pembentukan tim Pembentukan tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Indo Global Mandiri disesuaikan dengan bidang anggota. Tim pengabdian terdiri dari 4 . orang dosen prodi Sistem Informasi 3 . orang dan 1 . dari prodi teknik informatika dimana anggota PkM ini ahli di bidang digital marketing, baik untuk strategi pemasaran dan promosi maupun untuk pembuatan desain. Identifikasi mitra Stakeholder atau mitra yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan PkM ini yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Burai Indah yang berada di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan dengan topik yang diambil yaitu pemanfaatan digital marketing untuk pemasaran dan promosi kain jumputan khas Palembang. Analisis kebutuhan POKDARWIS Burai Indah merupakan kelompok yang berperan dalam mengelola dan mempromosikan destinasi wisata Desa Burai. Selain wisata alam dan wisata air yang menarik. Desa Burai juga memiliki potensi wisata yang kaya akan budaya seperti tradisi lokal, kesenian dan kerajinan tangan (Haryono et al. , 2. Salah satu kerajinan tangan yang patut dibanggakan dari Desa Burai adalah kain songket dan kain jumputannya. Kainkain tersebut dibuat dengan tangan / handmade dengan kualitas yang sangat indah dan Namun saat ini penjualan kain tersebut hanya melalui pengepul, hal ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai Kain yang diproduksi POKDARWIS Burai Indah ke JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X masyarakat luas, sehingga membuat penjualan terbatas dan minimnya permintaan. Kain jumputan yang dikirim ke pengepul dihargai berkisar mulai dari Rp. 000,-. Solusi masalah Digital marketing adalah solusi yang dapat membantu permasalahan mitra yaitu melakukan pemasaran dan promosi melalui media digital dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen dan calon konsumen dengan efisien dan efektif. Persiapan Langkah yang perlu disiapkan oleh mitra yaitu sumber daya manusia yang dapat digunakan sebagai admin, dimana admin ini akan mengelola akun media digital Desa Burai seperti Shopee. TikTok dan Instagram serta smartphone yang mendukung. Implementasi Tahap implementasi ini adalah tahap kegiatan dilaksanakan. Pengabdian kepada Masyarakat ini mengundang narasumber eksternal yaitu bapak Dwi Asa Verano yang merupakan seorang dosen Teknik Informatika UIGM dan seorang pelaku bisnis di bidang percetakan yang dapat dilihat pada Gambar 2 Sosialisasi ini diikuti oleh anggota POKDARWIS yang berjumlah 20 orang. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi tips-tips untuk mempercantik tampilan atau gambar yang akan digunakan pada ilkan di media digital seperti pencahayaan saat pengambilan foto kain jumputan, peletakan kain saat difoto, cara pembuatan akun Shopee, akun TikTok dan Instagram. Gambar 2. Sosialisasi Digital Marketing Pendampingan Tahap pendampingan yaitu tim pengabdian melakukan pendampingan langsung selama kegiatan pengabdian dilakukan, mulai dari pembuatan kain jumputan hingga sosialisasi dan pembuatan akun untuk pemasaran dan promosi. Pada Gambar 3 terlihat bahanbahan pembuatan warna untuk kain jumputan dengan menggunakan bahan alami. Gambar 4 proses pembuatan kain jumputan. Gambar 5 peserta sosialisasi dan Gambar 6 pelatihan foto produk dan pembuatan akun media digital. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 3. Bahan Pembuatan Kain Jumputan Gambar 4. Proses Pembuatan Kain Jumputan Gambar 5. Peserta Sosialisasi (Anggota POKDARWIS) Gambar 6. Pelatihan Foto Produk dan Pembuatan Akun Media Digital Evaluasi Tahap akhir yaitu tahap evaluasi, tahapan ini dilakukan untuk mengukur keberhasilan kegiatan PkM yang dilaksanakan diukur melalui pre-test dan post-test. Pretest merupakan sebuah tes yang diberikan sebelum pengajaran atau kegiatan dimulai yang bertujuan untuk mengetahui wawasan peserta terhadap bahan kegiatan yang akan diajarkan (Alfatih, 2. Sedangkan post-test adalah tes yang dilakukan setelah kegiatan berakhir dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami materi yang telah diberikan (Siregar et al. , 2. Kegiatan pre-test dan post-test pada kegiatan ini akan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada anggota POKDARWIS. Kuesioner merupakan cara pengumpulan data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang disusun secara sistematis untuk memperoleh informasi (Nurlaili et al. Instrumen evaluasi yang digunakan berupa kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan skala dikotomis (Ya/Tida. Setiap jawaban "Ya" diberi skor 1 dan "Tidak" diberi skor 0. Skor total dihitung untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Persentase peningkatan dihitung menggunakan rumus: Peningkatan (%) = ((Skor Post-test Oe Skor Pre-tes. / Skor Maksimu. y 100% JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Instrumen kuesioner disusun berdasarkan indikator pemahaman digital marketing meliputi pengetahuan konsep, kemampuan penggunaan media digital, dan minat pemanfaatan platform digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025 di Desa Burai dengan Kelompok Sadar Wisata Burai Indah memberikan hasil Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, hasil akurasi yang didapat yaitu 100% meningkat dan grafiknya dapat dilihat pada Gambar 7 berikut: Gambar 7. Hasil pre-test dan post-test Berdasarkan grafik hasil pre-test dan post-test, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan setelah kegiatan sosialisasi digital marketing dilaksanakan. Pada tahap pre-test, persentase pemahaman peserta masih berada pada angka 0%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami konsep digital marketing serta belum memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Setelah kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta menjadi Hal ini berarti seluruh peserta telah memahami materi yang diberikan serta mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran dan promosi produk. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi digital marketing yang dilaksanakan dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memasarkan kain jumputan secara lebih luas. Anggota kelompok sadar wisata yang awalnya belum mengetahui mengenai pemanfaatan digital marketing menjadi mengetahui dan telah memiliki akun serta dapat mulai melakukan pemasaran dan promosi. Pada Gambar 8 terlihat hasil dari kain jumputan yang sudah berhasil dibuat oleh POKDARWIS Burai Indah dan Gambar 9. Hasil dari pelatihan foto produk. Selanjutnya pada Gambar 10. Shopee. Gambar 11 Instagram dan Gambar 12. TikTok merupakan hasil dari pembuatan akun sosial media yang siap memasarkan produk kain jumputan. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. Gambar 8. Kain Hasil Jumputan POKDARWIS Burai Indah ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 9. Hasil Pelatihan Foto Produk Tabel 1. Media Digital yang Digunakan Gambar Keterangan Gambar 10. Shopee Gambar 11. Instagram Gambar 12. TikTok Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Burai ini menggunakan pre-test dan posttest sebagai media evaluasinya. Tim PkM memberikan 13 pertanyaan berupa kuesioner dalam bentuk kertas, 20 orang anggota POKDARWIS Burai Indah menjawab sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Kuesioner Q10 Q11 Q12 Q13 Pertanyaan Apakah anda mengetahui apa itu digital marketing? Apakah anda pernah memanfaatkan media digital? Apakah anda memahami bagaimana cara menggunakan media digital? Apakah anda mampu memasarkan produk anda melalui online? Apakah anda mengetahui cara membuat produk menarik? Apakah anda mengetahui cara menggunakan shopee sebagai media 1 Apakah anda memahami bagaimana cara menggunakan instagram dan 1 TikTok sebagai media promosi? Apakah anda tertarik untuk mengetahui cara pemanfaatan digital 20 marketing untuk penjualan? Apakah anda tertarik untuk membuat akun penjualan online? Apakah anda tertarik untuk membuat akun media sosial untuk promosi? 20 Apakah kegiatan sosialisasi ini bermanfaat? Apakah materi yang diberikan mudah dipahami? Apakah aplikasi yang digunakan mudah digunakan? Tidak JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Berdasarkan hasil pre-test diperoleh bahwa sebagian besar peserta belum memahami konsep digital marketing, ditunjukkan oleh rendahnya skor pada pertanyaan Q1 hingga Q7. Setelah kegiatan sosialisasi dilakukan, terjadi peningkatan pemahaman yang terlihat dari hasil post-test dan keberhasilan peserta dalam membuat akun digital. Secara umum, peningkatan terjadi pada aspek pengetahuan dan keterampilan penggunaan media digital. Jika dihitung berdasarkan skor total, nilai rata-rata pre-test sebesar 2,1 dari skor maksimum 13, sedangkan nilai rata-rata post-test mencapai 12,4. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta terhadap digital marketing. Peningkatan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pelatihan digital marketing mampu meningkatkan kemampuan pemasaran UMKM melalui pemanfaatan media digital. Hasil ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan e-commerce sebagai sarana promosi dapat meningkatkan kesiapan mitra dalam memasarkan produk secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan praktis peserta dalam memanfaatkan teknologi digital. Adapun dari pertanyaan kuesioner di atas, pada pertanyaan Q11 mengenai manfaat kegiatan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 13, pertanyaan Q12 mengenai kemudahan materi yang diberikan dapat dilihat pada Gambar 14, dan pertanyaan Q13 mengenai kemudahan aplikasi yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 15. Gambar 13. Hasil Kuesioner Kebermanfaatan Gambar 14. Hasil Kuesioner Pemahaman Kegiatan Sosialisasi Materi Gambar 15. Hasil Kuesioner Kemudahan Aplikasi yang Digunakan Berdasarkan Gambar 13 di atas, menyatakan bahwa semua peserta sosialisasi atau 20 orang menyatakan sosialisasi pengabdian ini bermanfaat. Pada Gambar 14 di atas, menunjukkan hasil kuesioner kemudahan materi untuk dipahami yang dijawab oleh 20 peserta, yang mana 20 peserta menyatakan mudah dipahami. Selanjutnya Gambar 15 di atas adalah hasil kuesioner JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X mengenai aplikasi yang digunakan yaitu Shopee. Instagram dan TikTok. 20 peserta yang mengisi kuesioner terdapat 19 orang menyatakan mudah digunakan dan 1 orang tidak. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025 di Desa Burai dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata Burai Indah, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi digital marketing mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Peserta menjadi lebih memahami cara mempromosikan produk serta meningkatkan penjualan secara mudah dan praktis. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dari kondisi awal yang sebagian besar belum memahami digital marketing menjadi mampu menggunakan media digital serta memiliki akun e-commerce dan media sosial sebagai penunjang pemasaran kain jumputan yang diproduksi. Selain itu, peserta juga memahami pentingnya pengemasan produk dan teknik pengambilan foto yang menarik untuk ditampilkan di media sosial. Selama pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa kendala, di antaranya rendahnya literasi digital awal peserta, keterbatasan perangkat smartphone yang dimiliki, serta keterbatasan jaringan internet di lokasi kegiatan. Kendala tersebut memengaruhi kecepatan peserta dalam memahami materi dan praktik pembuatan akun Sebagai rekomendasi pengembangan, diperlukan pendampingan lanjutan berupa monitoring penggunaan akun digital, pelatihan pembuatan konten secara berkala, serta evaluasi terhadap peningkatan penjualan produk. Selain itu, kerja sama dengan marketplace lokal dan promosi terpadu juga dapat dilaksanakan untuk meningkatkan keberlanjutan program. Dengan demikian, pemanfaatan digital marketing dapat menjadi solusi dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual kain jumputan khas Desa Burai. DAFTAR PUSTAKA